English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 14 November 2012 (Rabu Sore)
Masih dalam rangkaian penataran imam dan calon imam

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Raya Malang, 27 September 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:11
3:11 Aku datang segera. Peganglah...

Ibadah Doa Surabaya, 23 Oktober 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 21 Desember 2010 (Selasa Sore)
Disertai dengan Doa Puasa Session III

Keluaran 3:6
3:6 Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 11 Desember 2010 (Sabtu Sore)
Markus 15 menunjuk pada tujuh percikan darah di atas tabut perjanjian, yaitu sengsara Tuhan Yesus untuk menyelamatkan,...

Ibadah Paskah Medan V, 30 April 2009 (Kamis Pagi)
Wahyu 22: 20
'Ya, Aku datang segera'=kesiapan Tuhan untuk datang kedua kali dalam kemuliaan...

Ibadah Doa Siang Surabaya, 25 Juni 2017 (Minggu Siang)
Keluaran 36: 1-7
36:1. Demikianlah harus bekerja Bezaleel dan Aholiab, dan setiap orang yang ahli, yang telah dikaruniai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Juni 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu,...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 21 Januari 2014 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita mempelajari Keluaran 3. Ada 3 pengalaman...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 14 November 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:28-32, adalah NUBUAT TENTANG POHON ARA.
Di sini pohon ara sudah melembut rantingnya, mulai...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 18 Juni 2013 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 30:17-21 tentang Bejana Pembasuhan,...

Ibadah Raya Surabaya, 02 Februari 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 September 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:14-15
Jika kita yang tadinya manusia berdosa bisa melayani Tuhan, itu adalah karena

Ibadah Raya Malang, 15 April 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:4-8
7:4 Dan aku mendengar...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 November 2008 (Kamis Sore)
Matius 24: 29 -> 'Keadaan pada masa kedatangan Yesus ke 2x'.
Yaitu terjadi...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 April 2017 (Senin Sore)

Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita kembali pada kitab Wahyu 6: 1-2 (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Maret 2017); kita masih titik beratkan di ayat 2 (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 19 Maret 2017).
Wahyu 6: 1-2
6:1 Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: "Mari!"
6:2. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor
kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

'panah'= kabar mempelai; firman pengajaran. Yang menunggangi adalah Yesus.
Kuda menunjuk pada Roh Kudus (arti positif). Kuda putih adalah kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan pembangunan tubuh Krsits, yaitu kegerakan dalam kabar mempelai--anak panah; firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua--yang dipimpin langsung oleh TUHAN Yesus, untuk mempersiapkan gereja TUHAN supaya menjadi sempurna seperti Dia; menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Jadi kegerakan di akhir zaman ini pemimpinnya adalah TUHAN Yesus sendiri, tidak usah takut soal biaya dan lain-lain.

2 Raja-raja 13: 14-17
13:14. Ketika Elisa menderita sakit yang menyebabkan kematiannya, datanglah Yoas, raja Israel, kepadanya dan menangis oleh karena dia, katanya: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!"
13:15. Berkatalah Elisa kepadanya: "Ambillah busur dan anak-anak panah!" Lalu diambillah busur dan anak-anak panah.
13:16. Berkatalah ia kepada raja Israel: "Tariklah busurmu!" Lalu ia menarik busurnya, tetapi Elisa menaruh tangannya di atas tangan raja,
13:17. serta berkata: "Bukalah jendela yang di sebelah timur!" Dan ketika dibukanya, berkatalah Elisa: "Panahlah!" Lalu dipanahnya. Kemudian berkatalah Elisa: "Itulah anak panah kemenangan dari pada TUHAN,
anak panah kemenangan terhadap Aram. Engkau akan mengalahkan Aram di Afek sampai habis lenyap."

Tadi, di Wahyu 6 juga terjadi kemenangan--'ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan'.
Jadi kegerakan Roh Kudus hujan akhir adalah kegerakan kemenangan yang terus menerus, sampai kemenangan terakhir yaitu duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga selama-lamanya.

Kemudian dikaitkan juga dengan mahkota--'kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota' (wahyu 6:2). Artinya setiap kemenangan ditandai dengan mendapatkan mahkota.

Wahyu 6: 2 adalah awal kegerakan Roh Kudus hujan akhir; ditandai dengan sebuah mahkota. Lalu menang lagi, dapat mahkota lagi, sampai terakhir.

Wahyu 19: 11-12 => akhir dari kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
19:11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.
19:12. Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat
banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri.

Awal kegerakan kuda putih (awal kegerakan Roh Kudus hujan akhir) dalam Wahyu 6:2, penunggangnya adalah TUHAN Yesus yang memakai satu mahkota. Tetapi karena Dia menang lagi, Ia mendapatkan mahkota lagi. Sampai Wahyu 19:2 (akhir kegerakan Roh Kudus hujan akhir), ditandai dengan banyak mahkota--ini karena menang terus.

"Ada yang mengatakan: kegerakan hujan akhir adalah kegerakan antikris. Kalau antikris menang terus, matilah kita. Antikris hanya menang satu kali yaitu saat ia berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun, di mana ia menyiksa dan memenggal kepala hamba TUHAN, pelayan TUHAN dan anak TUHAN yang tidak disingkirkan ke padang gurun--yang ketinggalan padaa zaman antikris.
Tetapi bagi kita yang disingkirkan, dia tidak menang. Jangankan menjamah, melihatpun tidak bisa; dua sayap burung nasar menyingkirkan kita ke padang gurun jauh dari mata antikris--kita yang menang.
Yang tertinggal harus hati-hati, kemenangan antikris hanya satu itu saja. Ini berbeda dengan ketinggalan saat TUHAN datang. Kalau ketinggalan saat TUHAN Yesus datang, berarti binasa--tidak diangkat. Kalau ketinggalan saat penyingkiran (saat antikris berkuasa di bumi tiga setengah tahun), ia masih bisa berjuang--tidak mau menyembah antikris, disiksa dan dipandung kepalanya sampai mati (ia menang); ia akan dibangkitkan untuk menyambut kedatangan TUHAN.
"

Ada lima macam MAHKOTA yang didapatkan lewat kemenangan bersama Yesus:

  1. 2 Timotius 4: 7-8
    4:7. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
    4:8. Sekarang telah tersedia bagiku
    mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

    'pada hari-Nya' = pada saat kedatangan TUHAN Yesus kedua kali.
    'bukan saja kepadaku'= bukan saja kepada rasul Paulus yang meninggal dunia. Dia sudah tahu kalau dia akan dipanggil TUHAN (sudah disebutkan pada ayat sebelumnya: 'aku telah mencapai garis akhir').
    'melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya' = juga kepada kita yang hidup; yang menantikan kedatangan TUHAN kedua kali.

    Mahkota yang pertama: mahkota kebenaran.

    Syarat mendapatkan mahkota kebenaran yaitu berjuang untuk memelihara iman sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang kembali. Rasul Paulus sampai meninggal dunia, para pendahulu kita juga sampai meninggal dunia. Sekarang kita menantikan kedatangan TUHAN.

    Praktik memelihara iman:


    • Tetap percaya dan mengaku Yesus sampai garis akhir, apapun yang kita hadapi.
      Jangan pernah menyangkal!

      Hati-hati! Kelihatannya remeh, tetapi Petrus, rasul yang hebat, bisa menyangkal saat menghadapi budak kecil. Hati-hati! Ini yang harus diperjuangkan.


    • Tetap hidup dalam kebenaran--iman--sampai garis akhir, apapun yang kita hadapi.
    • Tetap berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar sampai garis akhir, apapun yang kita hadapi.
      Supaya bisa berpegang teguh kita harus hidup dalam urapan Roh Kudus sehingga kita bisa tegas.

      1 Timotius 4: 1
      4:1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

      Istilah 'apapun yang kita hadapi' berarti masing-masing akan berhadapan (mungkin soal jodoh, ekonomi, kesehatan).


    Semuanya bisa dihadapi kalau kita hidup dalam urapan Roh Kudus. Kita tegas untuk percaya Yesus, hidup benar, dan menolak ajaran-ajaran lain. Kalau daging, tidak akan bisa (sungkan dan sebagainya).

    Hasilnya:


    • Selamat dan terpelihara oleh TUHAN.
      Amsal 10: 2-3
      10:2. Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.
      10:3. TUHAN
      tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.

      'tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut' = kebenaran= iman.

      Kita semua hidup dari iman; hidup dari kebenaran. Hamba TUHAN bukan hidup dari jemaat. Kalau hidup dari jemaat, tidak adil, ada yang jemaat banyak, ada yang sedikit. Pelayan TUHAN bukan hidup dari pekerjaan sekalipun punya gaji, toko, tetapi dari iman. Biar gaji besar, kalau TUHAN izinkan terjadi sesuatu, akan habis.

      Pertahankan percaya Yesus, iman--hidup benar--, pengajaran yang benar! Kita akan diselamatkan--jiwa selamat--dan dipelihara oleh TUHAN--tubuh terpelihara.


    • 1 Yohanes 3: 7
      3:7. Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;

      Hasil kedua: benar seperti Yesus benar--kita mendapatkan mahkota kebenaran.

      Kalau kita tetap percaya--mengaku Yesus--, hidup benar--iman--, pegang pengajaran yang benar--menolak yang tidak benar--, maka kebenaran akan meningkat, keselamatan meningkat, pemeliharaan meningkat--ini rumusnya--, sampai satu waktu kita benar seperti Yesus benar. Ini namanya mendapatkan mahkota. kebenaran.

      Mari kita berjuang untuk memelihara iman sampai garis akhir!


  2. 1 Korintus 9: 25-27
    9:25. Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
    9:26. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.
    9:27. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

    'mahkota yang fana' = piala.

    Mahkota yang kedua: mahkota abadi.

    Syaratnya: berjuang untuk memberitakan Injil--firman penginjilan dan pengajaran--dan berjuang untuk mendengar firman. Dan kedua-duanya, baik yang memberitakan maupun yang mendengar harus taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar sampai daging tidak bersuara lagi.

    "Dalam memberitakan firman saya berjuang. Saudara yang mendengarkan firman juga berjuang. Mungkin capek karena dari kantor, dari sekolah, mari berjuang. Mari berjuang menembusi halangan, rintangan."

    Hidup benar dulu, dapat mahkota kebenaran, kemudian mahkota abadi. Mari dengar firman pengajaran dan taat dengar-dengaran!

    Hasilnya:


    • 1 Petrus 1: 22
      1:22. Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

      'ketaatan kepada kebenaran'= kebenaran = firman pengajaran yang benar.

      Hasil pertama: kalau taat memberitakan firman, mendengar dan praktik, kita bisa hidup suci dan saling mengasihi.

      Ini yang bisa dipakai oleh TUHAN; syarat untuk dipakai TUHAN yaitu suci dan saling mengasihi. Inilah pelayanan tubuh. Di dalam satu tubuh tidak ada yang saling memukul, tetapi saling mengasihi.

      Yang sudah menjadi imam, jaga hal ini! Dari mana kita bisa suci dan saling mengasihi? Biar kaya, hebat, pandai, tidak akan bisa suci dan saling mengasihi. Jawabannya adalah dari mendengar firman pengajaran yang benar sampai praktik firman.

      Efesus 4: 11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk
      memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Ayat 11= lima jabatan pokok, kalau dijabarkan ada pemain musik, tim doa dan lain-lain.
      Kalau sudah suci dan saling mengasihi kita akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus; kita diangkat menjadi imam-imam dan raja-raja, untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

      "Calon imam, mari banyak dengar firman. Kalau sudah bisa taat, enjoy dalam mendengar dan praktik firman, sudah mulai disucikan, saling mengasihi (tidak ada salah paham lagi), TUHAN tinggal memberikan jubah indah--jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, supaya tidak dipakai oleh Babel--mempelai wanita setan yang akan dibinasakan--antikris; kesempurnaan dalam kejahatan dan kenajisan."

      Hanya ada dua: dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus atau dipakai Babel. Kalau dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna (mempelai wanita sorga), hidup kita akan mulai indah.

      Kalau sudah jadi imam dan raja, hidup kita mulai indah. Rasakan! Kalau tidak indah, periksa kesucian dan kasih!
      Suci itu seperti pakaian putih. Kalau sudah melayani, tetapi tidak indah, berarti pakaiannya ada noda atau kotorannya. Kalau pakaiannya ada noda, hidup mulai tidak indah. Kaum muda, masa depannya tidak indah lagi kalau ada noda, mungkin noda kejahatan, noda kenajisan, noda Yudas, noda Hofni Pinehas. Diperiksa!

      Periksa lagi kenapa tidak suci! Bagaimana mendengar firmannya? Kalau sudah bagus, bagaimana praktiknya? Keindahan itu terjadi saat kita mendengarkan firman dan dengar-dengaran.

      Sekali lagi, kalau dipakai TUHAN bukan dibuat susah (bukan disiksa), tetapi dibuat indah. Jangan salah paham! Pada kebaktian di Medan, dalam Kidung Agung 2: 'bunga-bunga mulai tampak indah di ladang.' Kalau kaum muda sudah aktif dalam ladang TUHAN; dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus, ia mulai berbunga-bunga--indah. Tetapi kalau tingalkan pelayanan, sungguh-sungguh layu sebelum berkembang. Tinggal tunggu, tidak ada keindahan.

      Mari, yang belum melayani, bunganya belum mekar. Saatnya berbunga sekarang; saat yang indah.


    • Yohanes 8: 51
      8:51. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."

      Hasil kedua: mendapatkan mahkota abadi; tidak mengalami maut selamanya. Bukan berarti tidak bisa meninggal dunia. Tidak mengalami maut selamanya tidak sama dengan tidak bisa meninggal. Kalau TUHAN izinkan meninggal, saat TUHAN datang, ia akan dibangkitkan. Inilah pengertian 'maut tidak bisa berkuasa'.

      "Jangan salah paham! Ada yang berkata: mempelai wanita tidak mati. Salah! Rasul Paulus pemberita kabar mempelai, kalau dia tidak jadi mempelai, itu seperti yang ia katakan: supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak."

      Yang benar adalah mempelai wanita tidak dikuasai maut, artinya bisa meninggal seperti rasul Paulus, tetapi kalau TUHAN datang akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan.

      Jadi, tidak dikuasai maut selamanya= hidup kekal abadi= mendapatkan mahkota abadi.


    Tadi mendapatkan mahkota kebenaran, lalu meningkat (menang lagi), sehingga mendapatkan mahkota abadi. Inilah kemenangan-kemenangan.

    Kalau bisa hidup benar, itu kemenangan. Kalau bisa mendengar firman sampai taat, itu kemenangan. Kita disucikan, saling mengasihi dan dipakai TUHAN, kita akan mendapatkan mahkota.


  3. Wahyu 2: 10
    2:10. Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

    Mahkota yang ketiga: mahkota kehidupan.

    Ini disediakan oleh TUHAN bagi kita semua. Mari melayani TUHAN, jangan ragu! Bahasanya bangsa kafir yang didapat dari setan (dalam kekuatiran): nanti..kalau. Tetapi kalau bahasa dari TUHAN: TUHAN pasti.... Sungguh-sungguh untuk dapat mahkota.

    Syaratnya:


    • 'Hendaklah engkau setia sampai mati' = kita beribadah melayani TUHAN dengan setia dan benar--hidup benar, jabatannya benar--, sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang kembali.

      Kalau berhenti di tengah jalan, berarti kalah.
      Setia sampai mati--sampai garis akhir--, bukan setia sampai hampir mati!


    • Yakobus 1: 12
      1:12. Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

      Syarat kedua: tahan uji dalam menghadapi pencobaan; tidak kecewa, putus asa dan tinggalkan TUHAN, tetapi tetap percaya dan berharap TUHAN.


    Hasilnya:


    • 'berbahagialah' (Yakobus 1: 12)= kita mengalami kebahagiaan sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun di dunia. Kalau dunia berbahagia bentuknya kenyang. Tetapi TUHAN lain: berbahagialah orang lapar; berbahagialah orang miskin. Jadi tidak dipengaruhi oleh dunia.
      Dalam penderitaan saja bisa berbahagia.


    • Wahyu 2: 11
      2:11. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua."

      Hasil kedua: tidak masuk kematian kedua atau tidak masuk neraka; tidak binasa dalam api neraka. Ini yang dimaksud dengan mahkota kehidupan; kita tetap hidup.


    Semua pelayan TUHAN harus hidup benar dulu. Selamat dulu, baru bisa melayani TUHAN. Dirinya sendiri tidak benar--seperti mobil yang tidak benar--, bagaimana mau antar orang? Harus dapat mahkota kebenaran dulu! Pertahankan iman, kebenaran, dan pengajaran yang benar--komandonya harus benar--!.

    Sesudah itu ditingkatkan yang kedua, untuk mendapatkan mahkota abadi lewat memberitakan dan mendengar firman, dan taat dengar-dengaran--seperti Maria duduk di bawah kaki TUHAN. Baru suci dan saling mengasihi, dan dipercaya jabatan pelayanan; hidup mulai indah.

    Kemudian, mahkota kehidupan, ada jaminan tidak binasa. Kita setia sampai mati dan kematian kedua tidak bisa menjamah kita.


  4. 1 Petrus 5: 4
    5:4. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

    1 Petrus 5 judulnya adalah 'gembalakanlah kawanan domba Allah.'

    Mahkota yang keempat: mahkota kemuliaan.

    Syaratnya:


    • Harus tergembala pada pokok anggur yang benar--satu firman pengajaran yang benar; pribadi Yesus.
      Hanya ada satu firman pengajaran.
    • Selalu berada di dalam kandang penggembalaan.
      Makanannya dulu yang benar. Kalau makanan dalam penggembalaan tidak benar, berarti diracun dan mati. Bayangkan! Kalau di rumah tiap hari makan racun, lama-lama mati.
      Mau tergembala di mana? Pada pokok anggur yang benar; makanan yang benar; firman pengajaan yang benar. Ini yang menentukan.

      Kalau makannya tidak benar, mau apapun percuma (olahraga percuma), sampai akhirnya mati dan kering.

      "Saya sebagai gembala tanggung jawab. Karunia gembala adalah menimbang roh, artinya membedakan makanan benar dan tidak benar. Itu tugas nomor satu. Kalau sudah bisa memberikan makanan yang benar, tugas kedua otomatis yaitu menaikkan doa penyahutan yang bisa dijawab TUHAN. Doakan saya.
      Kalau memberi racun, tidak akan ada doa penyahutan, tidak ada tudungnya--tudungnya terbuka--dan dihancurkan oleh setan--jemaat dan pelayanan benar-benar hancur.
      "

      Penggembalaan ini seharga darah Yesus. Karena itu gembala dan jemaat sama-sama harus menghargai penggembalaan. Kalau tidak, akan berhutang darah. Harus sama-sama menjaga!

      Kandang pengembalaan= ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


      1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya. Ini persekutuan dengan Allah Roh Kudus.
      2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Ini persekutuan dengan Anak Allah.
      3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Ini persekutuan dengan Allah Bapa.


      Inilah ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Tekun itu sesuatu yang dilakukan terus menerus dan tidak bisa dihalangi oleh apapun.


    Sudah ada di dalam penggembalaan dan ada makanan yang benar, praktik kehidupan yang tergembala--gembala tergembala, pemain musik tergembala dan sebagainya--:


    • 1 Petrus 5: 2
      5:2. Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

      Praktik pertama: berjuang untuk beribadah melayani TUHAN dengan sukarela; tidak terpaksa, tidak memaksa dan tidak dipaksa.

      Inilah orang tergembala, justru bebas; bisa beribadah melayani dengan sukarela.
      Karena itu fellowship juga sistem penggembalaan. Organisasi gereja juga sistem penggembalaan.


    • Berjuang untuk beribadah melayani TUHAN bukan untuk mencari keuntungan jasmani--tanpa pamrih--, tetapi pengabdian diri--berkorban apapun untuk TUHAN.

      Di dunia ini dua pekerjaan yang mulia: hamba TUHAN dan guru. Itu adalah pengabdian diri; tanpa pamrih. Tetapi sekarang, guru-guru banyak demo, tinggal terakhir nanti pendeta yang demo, sudah hancur-hancuran.


    • 1 Petrus 5: 3
      5:3. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.

      'Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka' = kalau memerintah itu kerajaan.

      Praktik ketiga: berjuang untuk menjadi teladan; bukan memerintah.

      Mari, semua bisa jadi telandan, mulai dari rumah tangga, penggembalaan dan fellowship. Semuanya akan dilihat dalam fellowship.

      "Pertama kami di Kartika Graha, ada dosen mengajak temannya (seorang dosen juga), lalu ia berkata: Jadi di gereja kamu diwajibkan mencatat?--karena semua mencatat. Sampai anak kecil juga mencatat. Di situ menjadi teladan."

      1 Timotius 4: 12
      4:12. Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu(1), dalam tingkah lakumu(2), dalam kasihmu(3), dalam kesetiaanmu(4) dan dalam kesucianmu(5).

      Paling sedikit kita menjadi teladan dalam lima hal: perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan dan kesucian. Ini semua didapatkan dari lima luka Yesus di kayu salib--meneladani salib Kristus.
      Untuk bisa berkata yang baik, mulut harus disalib, sehingga menjadi berkat bagi orang. Kalau tidak, mulut akan menyalibkan orang lain--fitnah dan sebagainya.

      Kalau perbuatan tidak disalib, tangan dan kaki bisa ke mana saja. Disaibkan, supaya perbuatannya baik.

      Kita bisa jadi teladan karena kita meneladani Yesus.
      Mulai dari orang muda, kalau orang muda disuruh menjadi teladan--'Jadilah teladan'--, maka orang tua harus sudah mantap menjadi teladan.


    • 1 Petrus 5: 5
      5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."

      Praktik keempat: berjuang untuk tunduk; taat dengar-dengaran pada suara gembala.

      Harus lari dari suara asing--bukan hanya tidak boleh mendengar, tetapi harus lari. Kalau di penggembalaan mendengar suara asing, kita akan merasa asing dalam pengembalaan. Ajaran asing bisa berupa ajaran asing, tetapi juga gosip-gosip. Bukan hanya tidak mendengar, tetapi lari dari suara asing; tidak memberi kesempatan untuk mendengar satu kalipun. Penting! Kalau tidak, nanti akan mulai merasa asing, mulai terpisah dan bisa terhilang. Itu kekuatan suara asing.

      Tunduk juga berarti merendahkan diri. Berjuang dalam ibadah pelayanan dengan sukarela, menjadi teladan, sampai dengan tunduk, itulah merendahkan diri.


    Hasilnya: ditinggikan pada waktunya.
    1 Petrus 5: 6
    5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

    Ditinggikan pada waktunya, artinya:


    • Berhasil dan indah pada waktunya.
    • Dipermuliakan bersama TUHAN; mendapat mahkota kemuliaan yang tidak layu.


  5. 1 Tesalonika 2: 19-20
    2:19. Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?
    2:20. Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan
    sukacita kami.

    Mahkota yang kelima: mahkota mempelai--mahkota kemegahan dan mahkota sukacita--, untuk menikah di awan-awan yang permai, yaitu masuk perjamuan kawin Anak Domba, sampai duduk besanding dengan Yesus. Ini mahkota yang khusus.

    Jadi mahkota kebenaran, mahkota abadi--mendengar firman dan dengar-dengaran, disucikan, baru bisa melayani TUHAN--, mahkota kehidupan, mahkota kemuliaan--diangkat dan dipermuliakan seperti TUHAN--, baru mahkota mempelai.

    Mahkota kemegahan/mahkota sukacita ini untuk pernikahan.
    Kidung Agung 3: 11
    3:11. puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.

    Mahkota kesukaan sama dengan mahkota mempelai, untuk masuk perjaamuan kawin Anak Domba di awan-awan yang permai. Ini adalah mahkota terakhir; kemenangan terakhir.

    Mari, raih kemenangan; raih mahkota-mahkota!


    • Mulai dari mahkota kebenaran: pertahankan iman, tetap percaya TUHAN, tetap hidup benar, pegang pengajaran yang benar sampai garis akhir, jangan bimbang dan harus tegas.


    • Mahkota abadi: taat dengar-dengaran untuk hidup suci dan saling mengasihi; kita menerima jubah yang indah, dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus dan hidup kita kekal/abadi.

      Dalam Wahyu 20: 6 jika imam dan raja meninggal dunia, dia akan dibangkitkan dan tetap menjadi imam dan raja.
      Wahyu 20:6
      20:6 Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

      Imam dan raja hidup kekal dan tidak dikuasai maut.


    • Kemudian mahkota kehidupan: setia sampai garis akhir dan tahan uji.
    • Mahkota kemuliaan: digembalakan. Penggembalaan itu soal hati. Hanya orang yang merendahkan diri, yang bisa digembalakan. Musa datang ke Midian, merendahkan diri jadi gembala, tetapi nanti akan ditinggikan.


    • Dan mahkota sukacita: untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan yang permai dengan sorak sorai sukacita dari sorga dengan penyembahan 'Haleluya'; nikah yang sempurna.

      Wahyu 19: 6-7
      19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena TUHAN, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
      19:7. Marilah kita
      bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

      Inilah mahkota sukacita. Kita akan bersorak-sorai, bersuka cita dengan penyembahan 'Haleluya' di awan-awan yang permai, untuk menyambut kedatangan TUHAN, lalu masuk perjamuan kawin Anak Domba.


    Kalau di Tabernakel ini sudah sampai di tabut perjanjian--ruangan maha suci.
    Tadi, mahkota kebenaran, kita sudah sampai di halaman Tabernakel.
    Mahkota kemuliaan, sampai pada ruangan suci--penggembalaan.

    Sekarang mahkota sukacita--perjamuan kawin Anak Domba--, itulah tabut perjanjian. Tutupnya adalah Yesus sebagai Mempelai Pria. Tabutnya dari kayu yang disalut dengan emas murni, itulah sidang jemaat--mempelai wanita.

    Syaratnya hanya satu, yaitu percikan darah--di luar tabut hanya ada percikan darah. Kalau ada percikan darah, di luar juga ada sinar kemuliaan. Jadi perjamuan kawin Anak Domba sama dengan tabut perjanjian. Syaratnya apa? Di luar tabut hanya ada percikan darah, tidak ada yang lain. Kalau tongkat, berada didalam tabut. Kalau sudah ada percikan darah, lalu ada sinar kemuliaan di luar.
    Jadi syaratnya adalah harus mengalami percikan darah--sengsara daging karena Yesus; penyaliban daging. Bentuknya macam-macam: doa puasa, doa semalam suntuk, tergembala, diijinkan lapar, diftnah, jujur tapi di PHK dan sebagainya--tanpa dosa.

    Pulang kuliah, belum mandi, lalu masuk ibadah. Ini percikan darah.

    Jangan takut! Kalau di Yohanes 16, percikan darah itu seperti ibu mau melahirkan.

    "Tadi kami doakan di Medan, sudah beberapa bulan bayinya masih diatas, ternyata ibunya dalam tekanan (karena takut melahirkan secara normal), sementara mamanya bidan. Ironis! Isteri saya bukan bidan, tetapi tahu kalau bayinya diatas."

    Jadi percikan darah jangan ditakut-takuti! Ingat saja, saat menghadapi percikan darah, itu seperti ibu mau melahirkan anak--hanya berapa jam saja--; dukacita yang menghasilkan sukacita; sengsara daging untuk mengalami kelahiran baru/pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Yohanes 16: 20-21
    16:20. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.
    16:21. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.

    Mengapa diizinkan terjadi? Supaya terjadi pembaharuan.

    Hasilnya: kita menjadi seperti bayi yang baru lahir.
    Malam ini, biar kita menjadi bayi yang baru lahir. Kalau mau dapat mahkota sukacita, harus lewat dukacita seperti ibu yang mau melahirkan. Kita mengalami pembaharuan yaitu kita menjadi bayi yang baru lahir.

    Bayi baru lahir= hatinya tulus dan mulutnya hanya menangis--dari hati keluar ke mulut.

    Hari-hari ini menghadapi percikan darah tidak usah dibesar-besarkan! Kalau dibesar-besarkan akan jadi dendam nanti, tidak bisa jadi bayi. Kalau salah, kita minta ampun; kalau tidak salah tetapi kita mengalami penderitaan, ingat bahwa bayi mau lahir. Hatinya bayi itu tulus ikhlas, yaitu tidak ada kejahatan, kenajisan, kepahitan, sehingga tidak menuduh lagi--hati nurani tenang.
    Dan mulut hanya menangis, artinya mulut hanya menyembah pada TUHAN.

    Ibrani 4: 16
    4:16. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

    Kalau hati tulus dan mulut menyembah TUHAN, kita punya keberanian percaya untuk menghampiri takhta kasih karunia TUHAN, sehingga kita mendapatkan kasih karunia dan pertolongan TUHAN pada waktunya.

    Dari takhta sorga mengalir sungai air kehidupan. Ini adalah pertolongan dan kasih karunia TUHAN bagi bangsa kafir.
    Wahyu 22: 1
    22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

    Ini yang dibutuhkan bangsa kafir.
    Sebenarnya, Roh Kudus hanya untuk bangsa Israel, tetapi TUHAN tahu kalau kita butuh. Siapa yang berani menghampiri takhta TUHAN di mana air kehidupan mengalir? Kehidupan yang menJadi bayi--hati tulus dan mulut mneyembah TUHAN.

    Kisah Rasul 10: 45
    10:45. Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,
    'semua orang percaya dari golongan bersunat' = bangsa Israel.

    Mengapa kita butuh sungai air kehidupan? Sebab bangsa kafir selalu diperhadapkan pada kekeringan.

    Malam ini kita bisa dapat hati tulus dulu, buang segala yang jahat dan najis, dan menjadi seperti bayi yang menangis--menyembah dengan hancur hati--, supaya Roh Kudus dicurahkan untuk menghadpai kekeringan yang melanda bangsa kafir.

    Hasilnya:


    • Yehezkiel 47: 8-9
      47:8. Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
      47:9. sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.

      'Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur' = mengalir dari Bait Allah; takhta Allah.

      Laut asin ini kadar garamnya tinggi, tidak ada yang hidup (bakteri tidak bisa hidup), tetapi kalau air kehidupan mengalir, bisa jadi tawar--bisa hidup.

      Hasil pertama: untuk menghadapi kekeringan jasmani di padang gurun dunia yang tandus--menghadapi Laut Mati yang tidak ada kehidupan.

      Kalau antikris berkuasa akan semakin tandus.

      "Baru muncul peraturan-peraturan rekening tabungan bisa dibuka, dan semuanya bisa diketahui. Pertama bisa dibuka dan diketahui, nanti akan dikuasai oleh antikris. Semuanya akan diblokir, kecuali yang menyembah antikris. Kita masuk masa kekeringan, sebab itu perlu air sungai kehidupan."


      1. Kuasa air kehidupan Roh Kudus sanggup memelihara bangsa kafir yang tidak berdaya di tengah kesulitan dunia sampai masa antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.
        Kita tidak akan mati kekeringan, ada aliran air Roh Kudus.


      2. Tadi, di Laut Mati, semua mati, tetapi begitu ada air kehidupan, bisa hidup. Berarti air kehidupan Roh Kudus mampu menyelesaikan semua masalah yang mustahil--dari mati jadi hidup.
        Mari, pada malam ini, asal kita mau menjadi bayi.
        Lewat percikan darah, jangan putus asa. Ingat! Ini hanya seperti ibu yang mau melahirkan, berarti kita sudah mau jadi bayi. Hati tulus dan mulut menangis kepada TUHAN, maka air kehidupan dicurahkan.

        Dunia sudah kering, tetapi kita tetap terpelihara. Masalah sudah mati, bisa selesai.


      3. Dan juga bisa menghapus air mata sehingga kita mengalami sukacita dari Roh Kudus.


      Sudah dialami oleh bangsa kafir yaitu janda Sarfat. Ia menghadapi kekeringan--sungai kering semua--dan tinggal segenggam tepung dan sedikit minyak. Tetapi Roh Kudus mampu memelihara janda Sarfat sampai tiga setengah tahun. Belum cukup, tiba-tiba anaknya mati, tetapi dibangkitkan--masalah yang mustahil jadi tidak mustahil dan dia pasti bersukacita.

      Malam ini, siapa tahu kita mengalami. Kekeringan apa? Usaha apapun silahkan. Tetapi usaha nomor satu adalah hampiri takhta TUHAN, jadi bayi yang tulus-percaya--dan menangis pada TUHAN sampai air kehidupan dicurahkan.


    • Hasil kedua: untuk menghadapi kekeringan rohani.
      Juga dialami oleh bangsa kafir yaitu perempuan Samaria yang kering rohani (Yohanes 11), ditandai dua hal:


      1. Kepahitan hati. Perempuan ini bertemu dengan Yesus di tepi sumur saat panas terik, lalu Yesus minta minum: Berilah Aku minum. Aneh, sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan kafir. Inilah kepahitan hati (iri hati, benci, dendam) yang bisa meluap ke mulut: dusta, gosip, fitnah, sampai menghujat TUHAN karena hati sangat kering. Lidah anjing yang menjilat muntah, itulah bangsa kafir.
        Orang itu bisa dilihat, karena itu hati-hati dalam bicara atau di dunia maya. Bisa dilihat itu orang kering rohani atau tidak. Sungguh-sungguh! Kita tanggung jawab, jangan sampai kekeringan itu disebarluaskan.


      2. Kawin cerai lima kali dan selanjutnya kawin mengawinkan= hidup dalam dosa sampai jatuh dalam puncaknya dosa.
        Juga kekeringan nikah dan buah nikah.
        Ini seperti perbuatan babi; babi yang dimandikan kembali lagi ke kubangan.


      Kering jasmani, bahaya! Tetapi kekeringan rohani lebih berbahaya lagi! Dari mulut, sampai ke perbuatan-perbuatan (termasuk pandangan mata). Seperti anjing dan babi, itulah bangsa kafir.

      Tetapi bersyukur pada TUHAN, setelah minum air kehidupan, terjadi mujizat. Dia tidak haus lagi; tidak kering lagi. Dia tinggalkan dosa-dosa sampai puncaknya dosa, dan ia hidup benar dan suci; nikahnya diperbaiki.

      TUHAN berkata: 'Panggil suamimu!' Suami pertama yang dipanggil, itu yang sah--dari lima suami, yang sah adalah suami yang pertama--; kembali pada suami pertama atau hidup sendiri. Itu saja.

      Nikah dan buah nikahnya dipulihkan dan mulutnya juga diubahkan: tidak dusta, tetapi berkata benar, baik dan bersaksi--ia bersaksi pada yang lain dan banyak orang datang. Bukan karena sakit jadi sembuh, tetapi karena keubahan hidup---Yesus sudah menunjukkan dosanya dan ia diubahkan. Inilah kesaksian yang tidak bisa dipalsukan oleh setan.

      Sampai nanti, mujizat terakhir kalau TUHAN datang kembali, kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia, tidak salah dalam perkataan. Dengan sorak sorai sukacita hanya berseru 'Haleluya' di awan-awan yang permai dan kita mendapatkan mahkota sukacita untuk bertemu Yesus di awan-awan yang permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba, sampai duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga untuk selamanya.

Mari, bangsa kafir butuh Roh Kudus. Sampai pada mahkota sukacita, butuh aliran air Roh Kudus.

"Saya juga sangat diberkati, mulai pemberitaan firman di Malang, Medan dan di sini: 'Butuh sungai air kehidupan.'"

Bangsa kafir diperhadapkan pada kekeringan-kekeringan: jasmani, rohani dan nikah-buah nikah. Juga diperhadapkan pada kehancuran. Butuh air sungai kehidupan. Gunakan kesempatan sungguh-sungguh! Biar Roh Kudus mengalir dalam hidup kita sekalian.

Bangsa kafir kering jasmani dan rohani, banyak air mata, ditandai dengan mulut yang salah, banyak kesusahan, tidak ada sukacita, ditandai perbuatan-perbuatan yang tidak baik, juga kesulitan-kesulitan. Bangsa kafir butuh kasih karunia TUHAN. Waktunya TUHAN menolong kita dengan mengalirkan air kehidupan Roh Kudus. Kita tidak mau bicara yang salah, tetapi kita tidak mampu; kita tidak mempu menghadpai masalah ekonomi dan masa depan.
Ini waktu pertolongan TUHAN.

Dari perjamuan suci/kurban Kristus mengalir air kehidupan. Roh Kudus mampu melakukan apa saja sampai sorak sorai di awan-awan yang permai.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top