English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 Juni 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:33-36
11:33 "Tidak seorangpun yang menyalakan...

Ibadah Ciawi IV, 04 Desember 2008 (Kamis Pagi)
Wahyu 21: 5-6
ay. 6='semuanya telah terjadi'= semuanya sudah genap (terjemahan lama).
...

Ibadah Doa Malang, 31 Januari 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:12
8:12 Lalu...

Ibadah Persekutuan di Kartika Graha IV Malang, 24 September 2015 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Maret 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 April 2018 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Persekutuan di Medan III

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah...

Ibadah Doa Malang, 14 September 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:16-30 menunjuk SIKAP TERHADAP TALENTA.
Setelah kita menerima talenta, kita harus menjaganya...

Ibadah Doa Surabaya, 11 April 2012 (Rabu Sore)
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di...

Ibadah Doa Malang, 17 Mei 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang...

Ibadah Doa Surabaya, 18 April 2011 (Senin Sore)
Disertai puasa
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 07 April 2009 (Selasa Siang)
Keluaran 17:1-7, bangsa Israel sampai ke Rafidim = tempat perhentian, tetapi tidak ada...

Ibadah Raya Malang, 06 Maret 2011 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
Keluaran 2:6
2:6 Ketika dibukanya, dilihatnya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 Agustus 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 26 Mei 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:67-80 adalah tentang "Nyanyian Pujian Zakharia".

Lukas 1:67

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 18 November 2014 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Doa penyembahan adalah proses perobekan daging...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Maret 2017 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera dan kasih karunia TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 1-2
6:1. Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: "Mari!"
6:2. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor
kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

Di sini (ayat 1), METERAI PERTAMA dibuka--penghukuman oleh Allah Roh Kudus atas dunia ini--, yaitu PENGHUKUMAN ATAS DOSA.
Ada dua saksi, yaitu Anak Domba yang tersembelih dan makhluk pertama yang seperti singa. Dua saksi berarti sah, penghukuman pasti terjadi (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Maret 2017).

Ayat 2: 'kuda putih'= kemarin kita sudah mendengar pengertian kuda secara umum (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 19 Maret 2017). Terdapat dua pengertian tentang kuda:

  1. Pengertian jasmani= daging dengan segala kemampuan dan hawa nafsunya. Banyak mengandalkan kemampuan daging yaitu kekayaan, kepandaian, sampai mengabaikan TUHAN, padahal dia lemah, sehingga semua sia-sia dan binasa.
    Kuda juga nawa nafsu daging yang memuncak pada dosa makan minum dan kawin mengawinkan, yang membawa pada kebinasaan.


  2. Pengertian rohani= kuasa Roh Kudus.
    2 Raja-raja 2: 11
    2:11. Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.

    'kuda' = kuasa Roh Kudus.

Malam ini, kita belajar tentang KUDA PUTIH.
Wahyu 19: 11, 16
19:11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.
19:16. Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "
Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

'Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan'= Mempelai Pria Sorga.
Jadi, kegerakan kuda putih adalah kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--kuda putih ini ditunggangi oleh Yesus; kalau ditunggangi berarti bergerak.
Pembangunan tubuh Kristus mulai dari dalam nikah--harus masuk dalam kegerakaan kuda putih. Kemudian kita harus aktif dalam penggembalaan, antar penggembalaan--fellowship yang semakin intensif hari-hari ini--, sampai nanti tubuh yang sempurna; Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita Sorga.

"Minggu depan saya ke Papua, setelah itu ke Poso, lalu ke Medan dan Surabaya. Kita sudah bersiap-siap untuk mengumpulkan dana untuk di Surabaya (sekaligus ulang tahun penggembalaan yang ke-10). Inilah masuk kegerakan kuda putih."

Penunggang kuda putih adalah Yesus, Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga.
Di Wahyu 6: 2 tidak dijelaskan, tetapi di Wahyu 19 dijelaskan siapa penunggangnya--masih satu saksi. Ditambah satu saksi lagi dalam perjanjian lama, supaya sah.

Habakuk 3: 8-9, 11
3:8. Terhadap sungai-sungaikah, ya TUHAN, terhadap sungai-sungaikah murka-Mu bangkit? Atau terhadap lautkah amarah-Mu sehingga Engkau mengendarai kuda dan kereta kemenangan-Mu?
3:9.
Busur-Mu telah Kaubuka, telah Kauisi dengan anak panah. Sela. Engkau membelah bumi menjadi sungai-sungai;
3:11. Matahari, bulan berhenti di tempat kediamannya, karena
cahaya anak-anak panah-Mu yang melayang laju, karena kilauan tombak-Mu yang berkilat.

'Murka-Mu'= penghukuman TUHAN, terutama atas dosa.
Tadi, di kitab Wahyu 6: 2, penunggang kuda membawa sebuah panah/busur ('ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah').

"Inilah pembukaan firman/wahyu dari TUHAN/firman pengajaran yang benar, yaitu ayat menerangkan ayat. Di Wahyu 6: 2 belum disebutkan siapa penunggang kudanya. Jangan ditafsirkan! Kalau ditafsirkan nanti menjadi antikris. Minimal diterangkan dengan dua ayat, supaya sah."

Diterangkan dari kitab Wahyu 19 dan Habakuk, penunggang kuda ini adalah Yesus.
Di kitab Habakuk, penunggang kuda memegang busur dan ada anak panah.

Ayat 11: 'panah atau tombak atau pedang'= firman yang tajam.
Penunggang kuda adalah TUHAN Yesus sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga--lepala; suami. Kita sebagai tubuh--isteri; mempelai wanita. Mulai dari nikah harus kita masukkan dalam tubuh Kristus, begitu juga penggembalaan dan antar penggembalaan, sampai tubuh yang sempurna.

Penunggang kuda 'memegang busur dan anak panah', dalam pengertian rohani: busur menunjuk pada alkitab; anak panah menunjuk pada ayat-ayat dalam alkitab.
Di ayat 11: anak panah dipanahkan--'cahaya anak-anak panah-Mu yang melayang laju'--, artinya pembukaan rahasia firman Allah, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab. Inilah firman pengajaran yang benar.

"Kalau dulu, rumus ditambah rumus, itu pelajaran yang benar--matematika, fisika."

Firman pengajaran yang benar disebut juga dengan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.
2 Korintus 4: 3-4
4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat
cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Rasul Paulus membagi pemberitaan Injil menjadi dua:

  1. Injil keselamatan= kabar baik, yaitu Injil yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali untuk mati di kayu salib dan menyelamatkan orang berdosa.
    Untuk orang-orang di luar Yesus beritakan firman penginjilan: Mari, percaya, bertobat supaya selamat dan diberkati.

    Firman penginjilan merupakan kegerakan Roh Kudus hujan awal: dari 12 murid menjadi 70, 120, 3000, 5000, sampai sekarang; untuk menambah kuantitas tubuh Kristus.

    Efesus 1: 13
    1:13. Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Contohnya: jari tangan ada lima, tangan kita ada dua. Jumlah penting. Dari dua belas murid sampai tujuh puluh, sampai seratus dua puluh sampai sekarang--sesuai dengan jumlah yang ditentukan TUHAN.

    Setelah itu ada firman pengajaran, jangan tetap di penginjilan--susu hanya untuk anak kecil. Kalau kuantitas saja, akan seperti jari, sudah lengkap lima, tetapi cacat, tidak sempurna juga. Sebab itu kualitas juga perlu.


  2. Firman pengajaran= Injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga-- bukan sebagai bayi lagi--untuk menyucikan sidang jemaat yang sudah selamat dan diberkati, dari dosa-dosa yang tersembunyi sampai sempurn. Ini adalah kegerakan Roh Kudus hujan akhir, sampai kita menjadi sempurna seperti Yesus; kita menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

    Ini untuk menambah kualitas tubuh Kristus, sampai sempurna.

Jadi, firman penginjilan dan pengajaran harus bekerja sama supaya bisa mencapai kesempurnaan--tubuh Kristus yang sempurna.

Sekarang kita batasi pada 'kuda putih'.
Kegerakan Roh Kudus hujan akhir adalah kegerakan dalam cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus; kegerakan dalam firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua--seperti cahaya anak panah yang melayang layu; seperti tombak yang berkilat. Ini sama dengan kabar mempelai.

Di dalam nikah harus ada kegerakan firman penginjilan supaya semuanya selamat--harus ada kesaksian/kegerakan firman penginjilan--, setelah itu kegerakan firman pengajaran. Di dalam penggembalaan juga ada penginjilan--buktinya ada baptisan--, tetapi juga harus ada pengajaran untuk menambah kualitas sampai sempurna. Juga di dalam fellowship ada pemberitaan firman penginjilan dan titik beratnya pada pengajaran, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh sempruna.
Inilah kegerakan kuda putih.

"Nanti tanggal 24 hari Jumat akan diadakan baptisan air. Selalu diadakan batpisan air, satu tahun bisa tiga-empat kali. Inilah buktinya ada penginjilan untuk menambah kuantitas."

Sejak Taman Eden, dosa ini sudah bekerja; sudah menelanjangi manusia dan menghukum manusia. Di Taman Eden begitu enak, bahagia dan indah, tetapi begitu dosa masuk, langsung telanjang, dihukum dan dikutuk; langsung susah payah, letih lesu, berbeban berat, pahit getir. Kalau dibiarkan, sampai binasa selamanya di neraka.

Tetapi bersyukur, lewat kegerakan Roh Kudus hujan akhir, giliran dosa yang ditelanjangi dan dihukum. Tidak ada yang tersembunyi, kalau pedang firman menusuk--terkena cahaya anak panah melaju; tombak berkilat bekerja. Kalau kabar mempelai bekerja, tidak ada yang tersembunyi; dosa ditelanjangi dan dihukum sehingga hilang kuasa dan kutukannya. Kita bersyukur.

Sekian lama dosa itu menelanjangi manusia sampai hari ini. Karena itu kita butuh kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Kita sungguh-sungguh.
Saat kita disucikan, saat itu dosa ditelanjangi dan dihukum.

Apa yang harus disucikan?

  1. Mazmur 45: 6
    45:6. Anak-anak panahmu tajam, menembus jantung musuh raja; bangsa-bangsa jatuh di bawah kakimu.

    'Anak-anak panahmu' = cahaya anak panah.

    Perkara pertama yang harus disucikan: kabar mempelai bagaikan anak panah yang tajam sanggup menembus jantung hati kita--pusat kehidupan rohani kita.

    Ini yang menentukan mati hidupnya kita. Kalau sudah tidak berdetak, berarti dinyatakan sudah mati--secara jasmani.
    Secara rohani dilihat dari jantung hatinya, mati atau hidup rohaninya.

    Matius 15: 19
    15:19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan hujat(7).

    Inilah tujuh keinginan jahat dan najis yang sering mengisi jantung hati kita sehingga hidup kita menjadi gelap--mati rohani--:


    • Pikiran jahat= prasangka buruk, termasuk pikiran najis.
      Kalau pikiran jahat dan najis, akan dipompa ke seluruh tubuh sehingga semua jahat dan najis.


    • Pembunuhan= kebencian tanpa alasan.
      Menjelang kedatangan Yesus, kasih akan menjadi dingin, mulai dari rumah tangga (suami-isteri, anak-orang tua, kakak-adik, mertua-menantu, ipar). Hati-hati! Kita jaga.


    • Perzinahan= jatuh dalam dosa kenajisan--seperti raja Daud berzinah dengan Batsyeba satu kali.
    • Percabulan= sudah hidup dalam dosa kenajisan--perselingkuhan, kawin cerai.
    • Pencurian= mencuri milik TUHAN, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.
      Mulai dari saya sebagai gembala, kalau jadi pencuri, bagaimana jemaatnya?


    • Sumpah palsu= dusta, gosip, fitnah--dari hati keluar sampai ke sana.
    • Hujat= menghujat TUHAN; menyalahkan firman pengajaran yang benar dan membenarkan ajaran yang salah.


    Kalau hati manusia diisi dengan tujuh keinginan jahat dan anjis, mata hatinya akan gelap--pelitanya padam; hidup dalam kegelapan (mata gelap/membabi buta).
    Pelita emas memiliki tujuh lampu, kalau ada tujuh keinginan jahat dan najis ini, berarti pelitanya padam--mata gelap dan membabi buta.

    Membabi buta= tampil seperti anjing dan babi; telanjang dan tidak tahu malu. Sudah tidak sadar lagi. Masih berani menyalahkan orang; menghakimi orang lain, padahal dia sendiri anjing dan babi; masih merasa dipakai berkhotbah, main musik dan lain-lain. Ini sudah telanjang dan tidak tahu malu, sudah puncak kemerosotan.

    Dulu di Taman Eden begitu manusia berbuat dosa, manusia telanjang dan malu. Tetapi setelah dibuang ke dunia, manusia menjadi telanjang dan tidak tahu malu.

    Bukan tidak boleh melayani, tetapi pelayanan itu merupakan tahbisan, syaratnya adalah kesucian dan urapan. Kalau sudah terlanjur menjadi seperti anjing dan babi, akui dosa dengan sungguh-sungguh, buang dosanya dan pakai kembali pakaian pelayanan yang benar, bukan tetap telanjang dan membuang pelayanannya, itu sombong! Kalau merasa tidak layak akui semuanya!

    Itulah maha adil dan maha murahnya TUHAN. Dosa apapun kalau kita akui, Dia akan ampuni dan kita jangan berbuat dosa lagi. Ini sama dengan menutupi ketelanjangan dengan darah Yesus, sehingga kita memakai pakaian keselamatan dan jubah pelayanan--kita bisa melayani.

    Kalau dibiarkan tampil seperti anjing dan babi yang telanjang dan tidak tahu malu, akan binasa selamanya. Ngeri bagi kami hamba TUHAN, kalau sudah sampai di taraf ini, sulit rasanya untuk ditolong. Kalau telanjang tetapi masih malu, masih bisa ditolong. Tetapi kalau sudah telanjang dan tidak tahu malu, bagaimana mau ditolong? Rohaninya mati, sudah tidak merasa apa-apa lagi.

    Tetapi bersyukur kalau hati kita disucikan oleh cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus--cahaya anak panah; tombak yang berkilat; kabar mempelai; firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua--dari tujuh dosa, pelita kita akan terang; mata kita terang sehingga kita hidup dalam terang, dan berbuah-buah terang.

    Ini kegerakan hujan akhir. Sasarannya adalah jantung hati. Jangan sampai gelap, tetapi mata hati menjadi terang--hidup dalam terang--, pelita terang dan menghasilkan buah-buah terang.

    Efesus 5: 8-9
    5:8. Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam TUHAN. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
    5:9. karena terang hanya
    berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,

    'Memang dahulu kamu adalah kegelapan' = telanjang dan tidak tahu malu; mata gelap; membabi buta.

    Buah terang adalah:


    • Kebenaran--ketelanjangan sudah tertutup. Semua harus benar mulai dari pribadi kita--perlengkapan pribadi, indentitas pribadi, berkendaraan. Ini berbuah terang, bukan hanya di geraja benar, tetapi di mana-mana tetap menampilan terang kebenaran. Perhatikan baik-baik!


    • Keadilan= tidak memihak siapapun, tetapi hanya memihak TUHAN--firman pengajaran yang benar.
      Ini timbangannya! Kalau mau adil, tinggal baca ayatnya, dan jangan ditambahi, dikurangi atau ditafsirkan!

      Keadilan juga termasuk kejujuran.


    • Kebaikan= berbuat baik/kebajikan pada semua orang, tidak mau berbuat jahat lagi--memberi dan mengunjungi mulai dari rumah tangga. Sampai membalas kejahatan dengan kebaikan--ketelanjangan ditutupi.

      Kita memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan baik secara jasmani maupun rohani, mulai dari nikah rumah tangga. Ada yang jasmaninya kaya tetapi rohaninya miskin seperti jemaat Laodikia. Butuh kesaksian rohani. Mungkin jasmani memang kekurangan, mari memberi dan mengunjungi.

      Begitu juga dalam penggembalaan. Mungkin lama tidak datang ibadah, kita memberi mengunjungi lewat telepon, memberi perhatian dan sebagainya. Jangan sampai dituntut oleh TUHAN: Ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan (egois).
      Mari memberi dan mengunjungi; berbuat kebajikan kepada semua orang terutama sesama yang membutuhkan.
      Secara rohani: ada ibadah-ibadah kunjungan, ada tim besuk. Sampai bisa membalas kejahatan dengan kebaikan. Ini yang akan menjadi pakaian putih berkilau-kilauan.

      Wahyu 19: 8
      19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

      (terjemahan lama)
      19:8. Maka dikaruniakanlah kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat
      segala kebajikan orang-orang suci itu."

      'putih'= suci.
      'lenan halus' = perbuatan kebajikan; perbuatan benar dari orang kudus.

      Mulai dari jantung hati disucikan oleh kabar mempelai sampai salah satunya bisa berbuahkan kebajikan--dari dalam hati yang disucikan keluar kilatan yang berkilau-kilau yaitu kebenaran, keadilan dan kebajikan. Kita memiliki PAKAIAN MEMPELAI.


    Ini persiapan kita, mau jadi mempelai harus punya pakaian.

    "Kami selalu bertanya kalau kaum muda mau menikah: 'Mana pakaiannya? Apa dibuka-buka? Kasih tutup! Namanya pakaian untuk menutupi daging, bukan membuka-buka.' Harus ada pakaian mempelai. Kalau tidak ada pakaian mempelai, tidak bisa jadi mempelai."

    Kegerakan kuda putih adalah kegerakan untuk mempersiapkan kita menjadi mempelai, harus punya pakaian mempelai yang berasal dari penyucian jantung hati.


  2. Ayub 16: 13
    16:13. Aku dihujani anak panah, ginjalku ditembus-Nya dengan tak kenal belas kasihan, empeduku ditumpahkan-Nya ke tanah.

    Perkara kedua yang harus disucikan: penyucian empedu sampai ginjal oleh anak panah.
    Ginjal/buah pinggang ini yang paling dalam--lebih dalam dari jantung hati.

    Empedu menunjuk pada kepahitan hati. Mulai dari iri hati dan perselisihan, ini yang membuat pahit.
    Empedu harus disucikan.

    2 Korintus 12: 20
    12:20. Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.

    Kepahitan hati mulai dari:


    • Iri hati sampai memimbulkan kebencian, seperti kakak-kakak Yusuf yang iri hati pada jubahnya Yusuf dan karunia Yusuf, terutama karunia mimpi--karunia pembukaan firman--, malah diolok-olok: si tukang mimpi. Sekarang, seringkali pembukaan firman yang benar diolok-olok--justru yang benar diolok-olok--: kebenaran sendiri, tanpa kasih. Mimpinya Yusuf tentang matahari, bulan dan bintang--menunjuk pada mempelai--mereka marah.


    • Perselisihan--salah paham--mari diselesaikan. Kalau karena dosa/kesalahan, diselesaikan.
      Salah paham dalam firman Allah tentang pengajaran, kembali ke alkitab.


    Kalau anak panah menembus (Ayub 16: 13), kita bisa saling mengaku dan mengampuni; berdamai. Itu mencabut akar-akar kepahitan. Yang salah, mengaku. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Yang benar, mengampuni dan melupakan. Itu mencabut akar kepahitan. Kalau mau mencabut akar perselisihan karena firman Allah kita harus kembali ke alkitab--baca alkitab--dengan ketulusan hati/kemurnian hati. Itu saja. Masalah apa saja, sudah terjawab. Asal kita sama-sama jujur dan tulus, bisa selesai dengan baik.

    Hasilnya: kita mengalami damai sejahtera, sehingga:


    • Semua menjadi enak dan ringan. Harus damai, mulai dari dalam nikah! Kalau nikah tidak damai, tidak mungkin dalam penggembalaan damai. Itu munafik! Kalau di rumah: Apa kau? Kalau di penggembalaan: Silahkan. Ini bahaya! Kalau dengan isteri orang bisa lembut, tetapi dengan isteri sendiri, bentak-bentak. Bahaya!
      Anak muda juga di rumah melawan orang tua, di gereja bisa sopan. Bahaya ini, mencari perhatian! Ini munafik! Jangan!

      Mulai dari nikah damai, penggembalaan, antar penggembalaan harus damai sejahtera, tidak boleh ada iri, benci dan salah paham, sampai Israel dan kafir jadi satu--yang jauh menjadi dekat. Perdamaian itulah tubuh Kristus.

      Mempelai wanita harus memiliki damai! Kalau tidak damai, jangan harap jadi mempelai--seperti tubuh terpisah dari kepala.


    • Ada kesatuan tubuh mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan sampai Israel dan kafir jadi satu.


    Ini adalah pekerjaan anak panah--firman pengajaran; kabar mempelai. Tadi menyucikan jantung hati, ada pakaian mempelai.
    Sekarang menyucikan empedu--anak panah menembus empedu--, ada DAMAI DAN KESATUAN.

    Efesus 2: 13-16
    2:13. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
    2:14. Karena Dialah
    damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
    2:15. sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
    2:16. dan untuk memperdamaikan keduanya,
    di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

    'yang dahulu "jauh"'= bangsa kafir.
    'tembok pemisah, yaitu perseteruan' = iri hati dan perselisihan, itu cikal bakalnya tembok pemisah dalam nikah (termasuk juga cemburu)--suami isteri, anak orang tua. Juga cikal bakalnya dalam penggembalaan dan antar penggembalaan.

    Kakak Yusuf menunjuk pada gembala dan Yusuf juga gembala--ini antar gembala.
    Kalau ada tembok pemisah, tidak bisa membangun tembok Yerusalem baru.

    Tembok pemisah harus dirubuhkan dahulu, baru ada tembok Yerusalem baru.

    'untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya' = bangsa Israel dan kafir menjadi satu manusia baru.

    Kalau ada damai, baru bisa menjadi satu. Inilah pekerjaan anak panah. Istilah firman diulang-ulang itu seperti 'dihujani anak panah', bukan satu kali. Firman diulang-ulang sampai memembus, makin dalam, sampai terakhir pada ginjal. Firman diulang bukan untuk membuat bosan, tetapi supaya lebih masuk sampai di ginjal.


  3. Perkara ketiga yang harus disucikan: penyucian ginjal, yaitu


    • Penyucian perasaan terdalam.
      Ginjal/buah pinggang= pikiran dan perasaan terdalam, yang sering pedih, perih, tertusuk-tusuk, tersinggung, putus asa, kecewa, dan lain-lain.

      Mazmur 73: 21
      73:21. Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya,

      Kalau ginjal bisa ditusuk/disucikan, ginjal justru bisa melonjak-lonjak; nanti mempelai itu bersorak sorai, bukan pilu.
      Amsal 23: 16
      23:16. Jiwaku bersukaria, kalau bibirmu mengatakan yang jujur.

      (terjemahan lama)
      23:16. dan segala sesuatu yang dalam
      aku akan bergemar apabila engkau kelak mengatakan perkara yang betul-betul.

      'segala sesuatu yang dalam' = ginjal.

      'aku akan bergemar' = 'Jiwaku bersukaria' = bersorak-sorai; meloncat-loncat.

      Sumbernya pedih, perih, pilu dan lain-lain adalah ketidakjujuran.
      Kalau ginjal sampai ditusuk, kita jujur mengakui: Mengapa suami sampai begini? Aku salah apa? Di situ akan terobati. Kalau jujur (mengakui segala-galanya), kita bisa bersorak-sorai. Ini nanti jadi suara mempelai; suara bersorak sorai dengan penyembahan 'Haleluya' saat TUHAN datang.

      Jujur= rumah doa. Serahkan semua pada TUHAN! Saling jujur, jangan saling menyalahkan! Di dalam sidang jemaat juga, kalau saling menyalahkan tidak akan pernah maju, tetapi perih. Harus periksa diri juga, bukan hanya jantung hati dan empedu, tetapi sampai ginjal--perasaan terdalam yang tidak diketahui siapapun--perasaan mempelai; hanya Mempelai Pria Sorga dan mempelai wanita yang tahu. Jujur akui.

      Saat kita jujur mengakui, kita bisa menyembah dengan sorak sorai 'Haleluya'. Inilah SUARA MEMPELAI.


    • Penyucian ginjal juga berarti penyucian dari ajaran palsu, antara lain:


      1. Ajaran Izebel.
        Wahyu 2: 18-21, 23

        2:18. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga:
        2:19. Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.
        2:20. Tetapi Aku mencela engkau,
        karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.
        2:21. Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya.
        2:23. Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa
        Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.

        (terjemahan lama)
        2:23. Dan anak-anaknya akan Kubunuh dengan bala sampar, dan segala sidang jemaat pun akan mengetahui bahwa Akulah yang menyelidik jiwa dan hati orang, dan Aku akan membalas kamu menurut perbuatan masing-masing.

        Ayat 19 = TUHAN itu jujur dan adil; Kalau baik akan dibilang: baik, kalau tidak baik akan dibilang: tidak baik. Jemaat Tiatira, kelihatan hebat, maju dan luar biasa.

        Ayat 20= biar hebat dan luar biasa, kalau ada cela, tidak bisa jadi mempelai. Mempelai itu sempurna, tidak ada cacat cela.
        Memang diakui: kamu hebat, maju, dahsyat, tetapi TUHAN katakan: Aku mencela kamu. Cuma satu cacat celanya.

        Ayat 23: 'Akulah yang menguji batin'; 'batin'= ginjal--dalam bahasa aslinya--; jiwa/perasaan terdalam--terjemahan lama. Tadi di kitab Amsal 23: 16: 'Jiwaku bersukaria' Jiwa = perasaan teradalam.

        Banyak yang tidak mau. Kalau soal dosa--tujuh keinginan jahat dan najis--, tahu semua, tentang kepahitan--empedu--, sudah tahu, tetapi penyuciannya belum sampai ke ginjal, belum sampai ke bagian terdalam. TUHAN mau sucikan kita.

        Ini adalah penyucian dari ajaran palsu, yaitu ajaran Izebel.

        Ajaran Izebel adalah


        1. Ajaran sesat yang mengizinkan wanita mengajar dan memerintah laki-laki dalam nikah termasuk dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.
          Ini merusak tahbisan.

          Sama seperti Hawa makan buah terlarang dan memberikannya kepada Adam. Akibatnya bukan baik, tetapi ada cela--tercela sama dengan terkutuk. Kalau dibiarkan, sampai binasa.

          Mengapa begitu? Kalau wanita mengajar dan memerintah laki-laki, berarti wanita menjadi kepala dari laki-laki dan Yesus tidak ada tempat untuk menjadi kepala, tetapi ular yang jadi kepala. Itulah kutukan (buah terlarang itu dari ular). Kalau ular jadi kepala, akan ada banyak hal-hal yang tersembunyi, banyak yang tidak jujur, banyak yang ditutup-tutupi, dan menuju pada kutukan.

          Hati-hati! Semua buah pohon di taman boleh kamu makan buahnya dengan bebas kecuali satu; wanita boleh melayani apa saja kecuali satu yaitu mengajar dan memerintah laki-laki.


        2. Ajaran Izebel juga ajaran tentang neraka; yang dipelajari tentang setan dan rumahnya setan. Ini berlawanan!

          "Misalnya saudara ambil jurusan tehnik sipil (seharusnya belajar matematika, fisika), tetapi belajar ilmu hukum. Lalu disuruh membangun, bagaimana? Bisa roboh dan hancur. Sama juga, mau ke sorga, tetapi belajar neraka, bagaimana ini?"

          Wahyu 2: 24
          2:24. Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu.

          Ajaran Izebel adalah ajaran tentang seluk beluk iblis, sampai soal neraka--tempatnya setan. Bahaya besar! Karena tiap ajaran ada rohnya. Kalau belajar kabar mempelai dikatakan: porno. Salah! Kalau kita belajar kabar mempelai, Roh Mempelai Pria ada pada kita; kalau belajar neraka, ada roh setan. Hati-hati!


        Kalau wanita berdiam diri--tidak mengajar dan memerintah laki-laki; dalam penundukan--, dia akan menempatkan laki-laki sebagai kepala dan Yesus menjadi kepala di dalam rumah tangga dan sidang jemaat. Yesus yang bertanggung semuanya.

        Ini satu cela. TUHAN rindu mempelai-Nya murni seperti perawan--suci dan murni--, itu berarti sempurna, tidak ada cacat cela.

        "Saya kenal seorang yang hebat, ternyata sudah kawin cerai. Tetapi saya tidak boleh bicara. Seringkali bertemu dengan saya, minta doa dan lain-lain. Saya mengatakan ini hati-hati. Kalau wanita yang tampil sebagai kepala, pasti ada yang tersembunyi karena ular kepalanya. Sungguh-sungguh serius!"


      2. Ajaran Farisi.
        Markus 10: 10-12

        10:10. Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu.
        10:11. Lalu kata-Nya kepada mereka: "
        Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.
        10:12. Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."

        Ajaran Farisi yaitu ajaran tentang kawin cerai; ajaran sesat yang memperbolehkan kawin cerai. Ini merusak nikah. Sekarang diperbolehkan, bebas, hamba TUHANpun juga begitu.

        Ajaran kawin cerai= sudah bercerai lalu kawin lagi dengan yang lain. Ini merusak nikah. kalau hamba TUHAN yang kawin cerai, akan merusak tahbisan.
        Dalam kitab Wahyu 5, terdapat dua rahasia besar yang tidak bisa dipisahkan, yaitu rahasia tentang nikah dan ibadah.

        Padahal TUHAN mengajarkan: Berceraipun jangan, tetapi karena ketegaran hatimu, kalau sudah bercerai, jangan kawin lagi, kecuali rujuk kembali.


      3. Ajaran Babel.
        Wahyu 17: 4-5
        17:4. Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
        17:5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "
        Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

        Ajaran Babel yaitu ajaran palsu yang hanya mengajarkan tentang:


        1. Kemakmuran jasmani--kekayaan dan sebagainya--berkat jasmani. Sampai (mohon maaf ibu-ibu dan remaja puteri), dandanan berlebihan secara jasmani--persaingan untuk berdandan secara jasmani, padahal TUHAN tuntut perhiasan yang rohani.


        2. Hiburan jasmani.


        Jadi, ajaran Babel adalah ajaran palsu yang hanya mengajarkan tentang kemakmuran dan hiburan jasmani, tetapi tanpa penyucian (tidak mengutamakan firman pengajaran). Merokok, mabuk mau melayani, biasa, tidak ada masalah. Melakukan percabulan, kawin cerai, biasa. Ini babel yang merusak iman.

        Orang hanya diarahkan pada yang jasmani terus. Kalau penyucian, orang banyak mundur, apalagi mendengar soal merokok.

        Tetapi firman penggembalaan itu diulang-ulang, mau bagaimanapun, pasti ketemu untuk melepaskan kita dari dosa sampai di dalam ginjal--penyucian perasaan terdalam.

        Inilah ajaran Babel yang membuat sidang jemaat menyimpang dari iman; hidup dari perkara dunia, berbuat dosa sampai puncaknya dosa, tidak setia--pelacur itu tidak setia. Hidupnya hanya dari perkara jasmani, bukan dari TUHAN lagi (bukan dari firman); menghalalkan segala cara untuk mcncari berkat (bahkan sampai berbuat dosa).

        "Yang saya saksikan. Saya terkecoh, dulu kagum dengan orang itu. Saya pimpin pujian lalu dia bersaksi: Saya berikan uang pada gereja sekian ratus juta (tahun 90 an). Saya dalam hati: Luar biasa orang ini. Ternyata setelah beberapa tahun kemudian, terkena BLBI. Tetapi di mana-mana dia bersaksi (dia beri berkat untuk gereja). Akhirnya dia ditangkap. Namanya sudah jelas dan saya lihat orangnya, memang benar."

        Inilah ajaran babel; menghalalkan segala cara, sampai dosa makan minum, kawin mengawinkan dan ketidaksetiaan. Biarlah kita disucikan. Kalau disucikan kita bisa mengutamakan firman Allah lebih dari semua dan kita menjadi pelayan TUHAN yang setia-benar dan setia-berkobar sampai garis akhir.

        Biarpun hebat, kalau tidak setia akan merusak tubuh Kristus.


    Tadi, jantung hati disucikan, sampai timbul pakaian berkilau-kilaun; pakaian mempelai.
    Kemudian, empedu disucikan sampai damai dan timbul kesatuan.
    Yang ketiga: ginjal disucikan, dan timbul KEMURNIAN/KESEMPURNAAN.

    Wahyu 14: 1, 4-5
    14:1. Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
    14:4. Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena
    mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.
    14:5. Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

    Ayat 1: 'seratus empat puluh empat ribu orang' = inti mempelai wanita dari bangsa Israel.
    'di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya' = dahi ditulisi nama Yesus, berarti menjadi mempelai wanita.
    "Saya selalu beri contoh, isteri saya namanya Milka Dongalemba. Setelah menikah dengan saya, namanya nyonya Widjaya (seperti nama saya dituliskan di dahi isteri saya)."

    Yang penting dari mempelai wanita adalah kemurnian.

    'Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan' => perempuan-perempuan di sini menunjuk pada ajaran palsu.

    Murni/jujur (tidak ada dusta), itulah sempurna. Inilah kualitas mempelai wanita yaitu penyucian ginjal sampai murni seperti perawan. Tidak ada dusta lagi, kita tidak bercela seperti Yesus.

    Jadi, ada PAKAIANNNYA, ada SUARANYA (sorak sorai) dan ada WUJUDNYA (tubuh yang sempurna).

Malam ini biarlah lewat kabar mempelai--firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua--ditambah dengan perjamuan suci, bagaikan sorot mata TUHAN yang memandang kita; sorot mata TUHAN menembusi jantung hati, empedu sampai ginjal untuk menyucikan pribadi kita, nikah dan tahbisan kita, sampai sempurna--murni seperti perawan. Tidak ada cela dan dusta--sempurna seperti Yesus. Kita menjadi mempelai wanita TUHAN.

Kalau sudah murni dan sempurna, TUHAN anugerahkan dua sayap burung nasar yang besar untuk:

  1. Menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.
    Wahyu 12: 14
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    'Kepada perempuan itu
    ' = mempelai wanita.
    'satu masa dan dua masa dan setengah masa' = tiga setengah tahun.

    Ini kegerakan besar! Jadi kegerakan Roh Kudus hujan akhir--kesempurnaan--akan dilanjutkan dengan kegerakan penyingkiran ke padang gurun.
    Nikah jangan sampai ketinggalan!

    Kalau tidak menyingkir, akan masuk aniaya antikris.
    Mari, kegerakan dalam nikah, penggembalaan, kita bergerak semua. Dalam fellowship, bergerak, sampai terbentuk tubuh sempurna.

    "Nanti sesudah baptisan air, akan diadakan penataran calon imam dan imam-imam. Mari bergerak! Layani di dalam nikah, penggembalaan dan fellowship. Nanti di Square Ballroom kita jadi tuan rumah. Kalau tidak mau bergerak di tempat yang dekat, bagaimana mau ke padang gurun? Teralu jauh!"


  2. Yang kedua: dua sayap burung nasar yang besar untuk mengangkat kita ke awan-awan yang permai, bertemu dengan Yesus. Kita bersama Dia selamanya. Ini kegerakan terakhir.
    Setelah kegerakan Roh Kudus hujan akhir (terjadi kesempurnaan), kegerakan penyingkiran, selanjutnya dua sayap burung nasar mengangkat kita ke awan-awan yang permai untuk bertemu dengan Yesus. Kita besama Dia selamanya.

Sekarang ini kita harus ada di dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, yaitu kegerakan penyucian sampai kesempurnaan; kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna dan kegerakan untuk menantikan kedatangan Yesus kedua kali. Ini kegerakan hujan akhir.

Apa yang kita butuhkan? Dua sayap burung nasar; seperti burung nasar menantikan kedatangan Yesus kedua kali. Hati-hati, saat dalam penantian, seringkali sayap terkulai. TUHAN tolong kita semua. TUHAN beri kekuatan.

Bagaimana posisi burung nasar dalam menantikan kedatangan TUHAN?
Matius 24: 27-28
24:27. Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.
24:28.
Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun."

Gerakan kilat= gerakan kabar mempelai. Dalam kegerakan kilat, harus cepat, jangan berlambat-lambat! Kalau TUHAN sudah panggil: Mari! Ayo ikut dengan cepat. Kalau tidak cepat, akan ketinggalan. Memang semuanya dipercepat.

Posisi kita adalah seperti burung nasar mengerumuni bangkai.
Apa bangkai itu?

Yesaya 66: 24
66:24. Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup.

'Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam' = neraka.
'bangkai'= matinya orang jahat, pemberontak dan pendurhaka. Yesus rela dianggap sebagai orang durhaka--penjahat--, dan mati sebagai bangkai.

Markus 15: 27-28
15:27. Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya.
15:28. (Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi: "Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka.")

Matinya Yesus dianggap/dihitung sebagai orang durhaka, sehingga Dia menjadi bangkai.
Malam ini ada perjamuan suci, inilah bangkai.
Bangkai adalah makanan burung nasar. Ini kekuatan kita sekarang.

Mengapa TUHAN rela menjadi bangkai? Yang lemah, putus asa dan kecewa dalam menghadapi masalah, mari bangkit lagi! Ingat perjamuan suci! Apa yang kita alami tidak sebanding yang Dia alami. Ini penderitaan.

"Saya dari Medan ke sini, penderitaan. Saya khotbah di ibadah kaum wanita: 'banyak guru.' Guru itu bisa siapa saja. Tukang becak bisa jadi guru kita. Mungkin diserempet becak, kita bisa sabar. Tadi saya mau ke Kualanamo, jam 11:10 saya masih di Medan, padahal pesawatnya jam 12:20 sudah berangkat. Jaraknya jauh sekali, naik mobil bisa satu setengah jam. Kereta api sudah berangkat. Karena ada demo, mobilnya tidak bisa jalan. Untung bertanya pada seorang polisi, suruh naik becak ke samping (tetapi samping sudah penuh). Akhirnya jalan di jalan raya sambil membawa tas, cari taksi. Diteriaki orang: Kasihan mau ke Kualanamo. Begitulah penderitaan, tetapi dibanding bangkai, apa artinya. Setelah saya lolos, demonya selesai: Kasihan ada yang mau ke Kualanamo, bisa terlambat, buyar-buyar. Tahu-tahu ada taksi, saya bertanya: 'Bang jam dua belas kurang lima harus sampai, sanggup?' Sopir taxi jawab: 'Sanggup.' Dua belas kurang sepuluh sudah sampai, luar biasa. Yang penting, semua itu guru. Mau orang menyakiti kita, kita katakan: Itu guru saya. Dalam pengajaran harus ada gurunya. Bersyukur pada TUHAN."

Menderita apapun juga jangan putus asa, lihatlah bangkai!

Mengapa TUHAN rela menjadi bangkai?

  1. Yesaya 40: 29-31
    40:29. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
    40:30. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
    40:31. tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN
    mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

    Yang pertama: Yesus rela menjadi bangkai untuk memberikan kekuatan ekstra.

    Bayangkan, kaum muda justru jatuh tersandung, tidak kuat. Jadi melayani TUHAN bukan dari kekuatan (bukan usia tua, usia muda), tetapi dari TUHAN:


    1. Dalam perjamuan suci ('bangkai') ada kekuatan ekstra supaya kita tidak putus asa, kecewa dan meninggalkan TUHAN, tetapi tetap kuat teguh hati.

      Kuat teguh hati artinya


      1. Tetap setia berkobar dalam beribadah melayani TUHAN sampai TUHAN datang kedua kali.
      2. Tetap percaya dan berharap TUHAN.


    2. Kurban Kristus mengangkat kita dari kejatuhan. Yang sudah jatuh dalam dosa, pasti dipulihkan. Mengaku malam ini lewat perjamuan suci. Kegaglalan diangkat jadi berhasil dan indah.

      Sampai detik ini, keluar dari sini, berubah! Sampai detik ini mungkin kita jatuh dalam dosa seperti Daud (Daud jatuh dalam dosa dengan Batsyeba), nanti ambil perjamuan suci, bereskan semuanya dan keluar dari tempat ini, stop semua.

      Seharusnya kita yang menjadi bangkai, tetapi Dia yang tanggung semua. Jangan putus asa!


    3. Menanggung segala letih lesu, beban berat, pahit getir, susah payah, sehingga semua jadi enak dan ringan.
      Kalau sayap terkulai, berat sekali. Tetapi kalau sayapnya pulih, sudah mudah.

      Mari, malam ini, semua dipulihkan.


  2. Kisah Rasul 27: 33-34
    27:33. Ketika hari menjelang siang, Paulus mengajak semua orang untuk makan, katanya: "Sudah empat belas hari lamanya kamu menanti-nanti saja, menahan lapar dan tidak makan apa-apa.
    27:34. Karena itu aku menasihati kamu,
    supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorangpun di antara kamu akan kehilangan sehelaipun dari rambut kepalanya."

    Yang kedua: Yesus rela menjadi bangkai untuk menolong sehelai rambut di tengah badai gelombang dunia.

    Waktu itu kapal rasul Paulus terkena badai gelombang, tetapi dia katakan: Pada hari keempat belas harus makan dulu. Kalau makan, sehelai rambut tidak akan hilang.

    Sehelai rambut artinya kehidupan yang tidak berdaya, tidak berharga, tidak bisa apa-apa lagi, apalagi di tengah gelombang.
    Keluaran 12: 5-6
    12:5. Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
    12:6. Kamu harus mengurungnya sampai
    hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.

    Makanan di hari keempat belas adalah makanan paskah--perjamuan suci. Kita bisa tertolong di tengah badai dunia. Kalau kita makan perjamuan suci--menyatu dengan Yesus; makan 'bangkai'--, sehelai rambut pun tidak akan jatuh.

    Sehelai rambut tidak jatuh, artinya:


    1. Kurban Kristus sanggup memelihara dan melindungi di tengah badai lautan dunia: kesulitan, kehancuran dunia sampai zaman antikris. Sehelai rambut tidak hilang. Mungkin ekonomi sulit, mari, ada kurban Kristus.

      Kalau tubuh dan darah-Nya bisa kita makan, semua akan disediakan.


    2. Sehelai rambut tidak jatuh artinya utuh; keutuhan. Keluarga semua didoakan supaya tidak ada yang ketinggalan. Semua utuh berarti kita menjadi sempurna seperti Yesus. Kita menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali di awan-awan permai.

      Doakan, supaya kita seperti Nuh sekeluarga bisa masuk bahtera, tidak ada satupun yang di luar.

Kurban Kristus memberi kekuatan pada sayap yang terkulai. Kurban Kristus menolong sehelai rambut yang tidak berdaya.
Jangan sombong, tetapi serahkan pekerjaan, kehidupan, nikah, kesulitan dan semuanya kepada Dia!

Penderitaan yang kita alami tidak sebanding dengan Dia. Jangan putus asa dalam kegagalan atau apapun! Masih ada kurban Kristus. Dia rela jadi bangkai--hancur--, supaya kita tertolong.
Betapa jahatnya kalau kita ragu pada kurban-Nya! Ada dosa, kejatuhan atau apa saja, serahkan kepada Dia! Ada pencobaan, kita menang.

Kaum muda, justru banyak kaum muda yang jatuh terkulai, tidak mampu apa-apa. Ada kurban Kristus malam ini, serahkan semua!
Yang berhasil jangan sombong, tetapi mengucap syukur! Semua karena kurban-nya; karena Dia menjadi bangkai--hancur--di kayu salib. Semua akan berhasil, indah dan menang.

Semua yang negatif, yang jelek, yang hancur, yang dihukum, yang najis, sudah ditanggung oleh Dia. Dia menjadi bangkai di kayu salib, dan yang positif, yang indah, yang berhasil, yang benar, yang suci, yang bahagia, Dia serahkan kepada kita malam ini. Yakinlah!
Jangan ada kebimbangan lagi malam ini! Burung nasar harus mengerumuni bangkai. Yang berhasil tambah berhasil, tetap mengucap syukur. Yang masih gagal, TUHAN tolong semua.

Perjamuan suci adalah uluran tangan anugerah TUHAN yang besar, yang bukan hanya mampu menyembuhkan, teapi sampai menyempurnakan; bisa melakukan apa saja. Serahkan semua yang busuk dan hancur: Stop, TUHAN. Malam ini terakhir, TUHAN. Saya keluar sebagai manusia baru dengan dua sayap burung nasar, dalam pelukan tangan TUHAN.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top