English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 Januari 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 :11-15 adalah tentang dusta...

Ibadah Natal Kaum Muda Remaja Malang, 21 Desember 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 14: 15-17
14:15. Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 September 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:26-29 adalah tentang makan Perjamuan Suci.
Perjamuan Paskah yang terakhir = Perjamuan Suci yang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 30 Maret 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 3:23-38 berjudul "Silsilah Yesus".

Lukas 3:23-38
3:23 Ketika...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Oktober 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kitab Wahyu yang terdiri dari 22 pasal...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 29 April 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:27-28
11:27 Ketika Yesus masih...

Ibadah Doa Surabaya, 05 November 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Agustus 2011 (Kamis Sore)
Siaran tunda Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus di Medan.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu...

Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya, 25 Desember 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat natal 2017 dan menyongsong tahun...

Ibadah Paskah Malang, 04 April 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:1
"Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 07 Desember 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 dalam sistem Tabernakel menunjuk pada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 April 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Doa Malang, 23 Oktober 2012 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7 percikan darah di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 November 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Raya Surabaya, 21 September 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 April 2012 (Senin Sore)

Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di kayu salib untuk menyelamatkan, menyucikan, sampai menyempurnakan sidang jemaat.
Jadi, apa yang Yesus lakukan, semuanya untuk kepentingan kita.

7x percikan di atas tabut perjanjian/7 sengsara yang dialami oleh Yesus dalam Matius 27:
  1. ay. 1-10= Yesus diserahkan kepada Pilatus dan kematian Yudas Iskariot (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 18 Maret 2012).

  2. ay. 11-26= Yesus di hadapan Pilatus (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 15 April 2012).

  3. ay. 27-31= Yesus diolok-olok.
  4. ay. 32-50= Yesus disalibkan sampai mati.
  5. ay. 51-56= mujizat-mujizat pada kematian Yesus.
  6. ay. 57-61= Yesus dikuburkan.
  7. ay. 62-66=kubur Yesus dijaga.
Malam ini kita masih mempelajari sengsara Yesus yang kedua: YESUS DI HADAPAN PILATUS.

ay. 11-14= Yesus menghadapi pertanyaan-pertanyaan dan tuduhan-tuduhan (sudah dipelajari).
ay. 11-26= Yesus menghadapi ketidak adilan.
Yesus Barabas sebagai penjahat yang seharusnya tidak ada alasan untuk dibebaskan, malah dibebaskan. Sedangkan Yesus yang tidak bersalah, malah disalibkan.

Ini merupakan percikan darah yang dihadapi oleh Yesus dan kitapun juga bisa mengalami ketidak adilan didunia ini.

Matius 27: 20-26
27:20. Tetapi oleh
hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.
27:21. Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: "Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?" Kata mereka: "Barabas."
27:22. Kata Pilatus kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" Mereka semua berseru: "
Ia harus disalibkan!"
27:23. Katanya: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "
Ia harus disalibkan!"
27:24. Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: "Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!"
27:25. Dan seluruh rakyat itu menjawab: "
Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!"
27:26. Lalu
ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.

Kita sudah mendengar bagaimana Pilatus mencuci tangan, artinya: bangsa kafir mendapat kesempatan untuk dibasuh oleh Tuhan lewat bertobat dan baptisan air dan dilanjutkan dengan pembasuhan kaki (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 29 April 2012).

Malam ini, kita akan melihat PERANAN BANGSA KAFIR DAN BANGSA ISRAEL DALAM PENGADILAN YESUS.
  1. ay. 20-23, 25= peranan bangsa Israel, yaitu bangsa Israel MENUNTUT Yesus dengan hukuman mati.

  2. ay. 26= peranan bangsa kafir (diwakili oleh Pilatus), yaitu bangsa kafir yang MELAKSANKAN hukuman.
DITINJAU DARI PERANAN BANGSA ISRAEL
Matius 5: 17
5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

= Yesus mati dikayu salib untuk menggenapkan hukum taurat, sebab bangsa Israel tidak mampu melakukan taurat bahkan melanggar taurat dan hukumannya adalah mati.

Galatia 2: 16
2:16. Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.

= bangsa Israel tidak mendapat kebenaran dari taurat, tetapi mendapat kebenaran dari percaya pada Yesus yang telah menggenapkan hukum taurat. Karena itulah, bangsa Israel menuntut Yesus disalibkan.
Jadi, Israel tinggal percaya pada Tuhan dan bisa menerima kebenaran.

DITINJAU DARI PERANAN BANGSA KAFIR
Yohanes 18: 37-38a
18:37. Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Jadi Engkau adalah raja?" Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku."
18:38a. Kata Pilatus kepada-Nya: "
Apakah kebenaran itu?"

= Yesus harus mati disalib untuk memberikan kebenaran pada bangsa kafir.
Bangsa kafir tidak tahu tentang kebenaran, bahkan hakimpun tidak tahu soal kebenaran.
Akibatnya: bangsa kafir hidup dalam dosa dan harus binasa.
Karena itulah, bangsa kafir membutuhkan Yesus sebagai Raja kebenaran.

Bangsa kafir bisa mendapatkan kebenaran jika percaya pada Yesus yang sudah menebus dosa-dosa kita dikayu salib.

Jadi, baik Israel maupun kafir sama-sama membutuhkan Yesus untuk bisa mendapatkan kebenaran.

Kesimpulan: Yesus sebagai Raja kebenaran, mampu memberikan kebenaran baik pada bangsa Israel maupun bangsa kafir. Tinggal kita mau atau tidak untuk menerima kebenaran.

Peranan bangsa kafir dan Israel bukan hanya sampai kebenaran saja.
Kalau sama-sama benar, pasti bisa menjadi satu.

Efesus 2: 11-16
2:11. Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, --
2:12. bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.
2:13. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus
kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
2:14. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
2:15. sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk
menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
2:16. dan untuk
memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

Yesus mati dikayu salib untuk merobohkan tembok pemisah, sehingga bangsa Israel dan kafir bisa menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna= SATU MANUSIA BARU.
Jadi, tubuh Kristus yang sempurna adalah manusia baru yang layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai sampai masuk Yerusalem Baru.

Proses menjadi manusia baru untuk masuk Yerusalem Baru (proses pembaharuan):
  1. Proses pembaharuan yang pertama: pembaharuan lewat baptisan air (halaman Tabernakel).

    Roma 6: 2, 4
    6:2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
    6:4. Dengan demikian kita telah
    dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    ay. 2= syarat baptisan air yang benar, yaitu: mati terhadap dosa (bertobat= mezbah korban bakaran).

    ay. 4= pelaksanaan baptisan air yang benar, yaitu: harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, sehingga keluar dari air untuk mendapatkan hidup yang baru (menjadi manusia baru yang layak untuk mask Yerusalem Baru).

    1 Petrus 3: 20-21
    3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    3:21. Juga kamu sekarang
    diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

    'diselamatkan oleh kiasannya'= baptisan air menentukan apakah kita bisa masuk Yerusalem Baru atau tidak.

    Manusia baru= memiliki hati nurani yang baik (HATI NURANI YANG TULUS seperti bayi yang baru lahir). Dan ini bisa dilihat dari mulutnya.
    Kalau hatinya tulus, mulutnya hanya memuji dan memuliakan Tuhan, serta hanya minum susu dari ibunya.

    1 Petrrus 2: 2
    2:2. Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

    'rohani'= dalam urapan Roh Kudus, sehingga tertib dan teratur.
    'air susu yang murni dan rohani'= Firman dalam urapan Roh Kudus yang disampaikan dengan tertib dan teratur.

    Tidak ada yang lebih murni dari Firman penggembalaan (seperti kemurnian air susu ibu).

    Jadi, HATI YANG TULUS, BISA TERGEMBALA DENGAN BAIK DAN MANTAP DALAM PENGGEMBALAAN SERTA MANTAP DALAM KESELAMATAN.
    Inilah manusia baru yang bisa kita dapatkan lebih dahulu lewat baptisan air.

    Paling egois jika ibu tidak mau memberikan air susu ibu kepada bayinya.
    Tetapi, bayi juga paling egois jika tidak mau minum air susu ibu.

  2. Proses pembaharuan kedua: pembaharuan lewat doa penyembahan (ruangan suci, yang salah satu alatnya adalah mezbah dupa emas).

    Matius 17: 1-2
    17:1. Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
    17:2. Lalu
    Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

    'Yesus berubah rupa'= ada pembaharuan.
    Doa penyembahan adalah proses perobekan daging yang menghasilkan keubahan hidup.

    Doa puasa= proses mempercepat perobekan daging yang menghasilkan pembaharuan.

    Kita harus cepat berubah, sebab kedatangan Tuhan juga dipercepat. Karena itu, doa puasa kita juga harus dipercepat, supaya tidak ada sisa daging.

    Saat naik ke gunung, Wajah Yesus berseri. Ini sama artinya dengan hati yang memancarkan kasih Allah.

    Inilah pembaharuan yang kita alami dalam penyembahan, yaitu HATI YANG MEMANCARKAN KASIH ALLAH, sehingga bisa mengasihi Tuhan lebih dari segala sesuatu dan mengasihi sesama seperti diri sendiri. Inilah tanda manusia baru.

    Wajah berseri= selalu berseri, tidak muram.
    Kalau wajah sudah muram, pasti mengasihi sesuatu lebih dari Tuhan.

  3. Proses pembaharuan ketiga: pembaharuan lewat percikan darah (ruangan maha suci).

    Percikan darah= sengsara daging tanpa dosa yang menghasilkan pembaharuan= daging dibakar dan menghasilkan asap berbau harum dihadapan Tuhan.
    Kalau daging tidak dibakar, daging akan amis dan busuk.

    Karena itu, daging HARUS DIBAKAR!
    Kalau kita diam ketika menghadapi percikan darah, kita akan menghasilkan bau harum dihadapan Tuhan (suatu keubahan hidup).

    Keubahan hidup ini juga dimulai dari dalam hati.

    2 Korintus 4: 16-17
    4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
    4:17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.


    Keubahan yang kita peroleh lewat percikan darah adalah KUAT DAN TEGUH HATI (tidak tawar hari).

    1 Petrus 4: 12-14
    4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab
    Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Lewat percikan darah, kita akan MEMPEROLEH ROH KEMULIAAN.

    Kuat dan teguh hati= tetap percaya dan berharap Tuhan, tabah, tidak bangga, tidak kecewa menghadapi sesuatu, tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan dan tetap berpegang teguh pada ajaran yang benar, apapun resikonya.

    Semakin besar nyala api siksaan yang kita alami, semakin besar urapan Roh Kudus yang kita terima.
Inilah proses menjadi manusia baru untuk masuk Yerusalem Baru, yaitu hati yang tulus (ada Firman), hati yang lembut (ada kasih Allah) dan kuat teguh hati (ada Roh Kudus).

Praktik sehari-hari manusia baru:
Efesus 4: 21-25, 29
4:21. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
4:22. yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
4:23. supaya kamu
dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
4:24. dan
mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
4:25. Karena itu
buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
4:29.
Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

  1. ay. 25, 29= perkataan baru, yaitu:

    • ay. 25= tidak berdusta, benar dan jujur,
    • ay. 29= tidak ada perkataan kotor, tetapi menjadi berkat bagi orang lain,
    • perkataan yang memuliakan Tuhan.

  2. Efesus 4: 26-28
    4:26. Apabila kamu menjadi
    marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
    4:27. dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.
    4:28. Orang yang mencuri,
    janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

    = perbuatan baru, yaitu:

    • ay. 26= marah dengan kasih dan tidak membabi buta,
    • ay. 28= tidak mencuri milik Tuhan dan milik sesama, bahkan bisa memberi pada sesama yang membutuhkan.

  3. Efesus 4: 30-31
    4:30. Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
    4:31. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.


    = sikap hidup yang baru, yaitu:
    jangan mendukakan Roh Kudus dengan jalan membuang kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian.

  4. Efesus 4: 32-5: 2
    4:32. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
    5:1. Sebab itu
    jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih
    5:2. dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.


    = tabiat yang baru, yaitu:

    • ay. 32= ramah,
    • ay. 32= penuh kasih mesra (lembut),
    • ay. 32= saling mengampuni,
    • ps. 5: 1-2= taat dengar-dengaran.
    Taat dengar-dengaran adalah puncak keubahan hidup, mulai dari taat pada orang tua jasmani, orang tua rohani dan taat pada pengajaran yang benar.
    Kalau kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, kita bisa menaikan asap berbau harum dihadapan Tuhan.
Salah satu korban berbau harum adalah korban timangan.
Kalau kita bisa menghasilkan asap berbau harum, posisi kita sama seperti korban timangan yang ada dalam Tangan Imam Besar.

Keluaran 29: 22, 24-25
29:22. Dari domba jantan itu haruslah kauambil lemaknya, ekornya yang berlemak, lemak yang menutupi isi perutnya, umbai hatinya, kedua buah pinggangnya, lemak yang melekat padanya, paha kanannya--sebab itulah domba jantan persembahan pentahbisan--
29:24. Haruslah kautaruh seluruhnya ke atas telapak tangan Harun dan ke atas telapak tangan anak-anaknya dan haruslah kaupersembahkan semuanya sebagai
persembahan unjukan di hadapan TUHAN.
29:25. Kemudian haruslah kauambil semuanya dari tangan mereka dan kaubakar di atas mezbah, yaitu di atas korban bakaran, sebagai
persembahan yang harum di hadapan TUHAN; itulah suatu korban api-apian bagi TUHAN.

Sebagai korban timangan, kita dipeluk oleh Tangan Imam Besar. Artinya:
  • mati hidup kita ada dalam Tangan Imam Besar dan Gembala Agung, sekalipun kita tidak berdaya.

  • Tuhan juga memberikan masa depan yang indah dan baik, sesuai dengan rancangan Tuhan.

  • Tuhan menyelesaikan semuanya bagi kita. Apa yang mustahil menjadi tidka mustahil. Sampai nanti, KITA MENJADI MILIK TUHAN UNTUK SELAMA-LAMANYA. Kita diubahkan jadi sempurna dan layak untuk menyambut kedatanganNya kedua kali sampai masuk Yerusalem Baru.
Kalau kita mau melihat Tangan Imam besar bekerja dalam hidup kita, biarlah kita hidup dengan taat dengar-dengaran dan kita tinggal menanti Tangan Imam Besar bekerja bagi kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top