English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 21 Juni 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah tentang 7 sidang jemaat....

Ibadah Raya Malang, 17 Desember 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:12-13
6:12. Maka aku...

Ibadah Raya Malang, 27 Januari 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:10-11
8:10 Lalu malaikat yang ketiga...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 November 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:9-11
6:9 Dan...

Ibadah Raya Surabaya, 07 November 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 31-32
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 September 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 September 2011 (Kamis Sore)
Siaran tunda dari Ibadah Kunjungan di Pematang Siantar.

Tema: 25...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Oktober 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 06 Januari 2009 (Selasa Pagi)
Keluaran 3 menunjuk pada kebutuhan seorang hamba Tuhan. Seorang hamba Tuhan membutuhkan 3 pengalaman utama,...

Ibadah Doa Malang, 04 Agustus 2009 (Selasa Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Raya Malang, 10 April 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam Wahyu 2-3 ada tujuh sidang jemaat...

Ibadah Doa Malang, 26 Januari 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:18-19
3:18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya...

Ibadah Raya Surabaya, 10 Juni 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 14 Mei 2015 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 27 Mei 2014 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 07 Mei 2017 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 3-4
6:3. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk yang kedua berkata: "Mari!"
6:4. Dan majulah seekor kuda lain, seekor
kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar.

Ini adalah pembukaan METERAI YANG KEDUA (kegerakan kuda merah padam)--penghukuman yang kedua dari Allah Roh Kudus--, yaitu DAMAI SEJAHTERA DIAMBIL DARI DUNIA (diterangkan mulai dari Ibadah Jumat Agung Surabaya, 14 April 2017).
Akibatnya: manusia di dunia termasuk hamba TUHAN/pelayan TUHAN/anak TUHAN hanya saling membenci, saling memfitnah sampai saling membunuh, sehingga mengalami penghukuman lewat pedang yang besar; sama dengan mengalami pesta pembantaian sampai binasa selamanya di lautan api belerang--neraka. Tidak bisa masuk Yerusalem baru, sebab Yerusalem baru adalah kota damai; kalau tidak damai, tidak bisa masuk Yerusalem baru.

Nanti ada pekerjaan pedang besar--pesta pembantaian--, tetapi ada juga pekerjaan pedang firman, untuk membawa kita pada pesta yang lain.

Ada dua macam pesta besar yang akan terjadi pada saat kedatangan Yesus kedua kali:

  1. Wahyu 19 : 9
    19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

    Pesta yang pertama: PERJAMUAN KAWIN ANAK DOMBA; yaitu pertemuan antara Yesus yang datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai kepala--Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga--dengan sidang jemaat yang sempurna--tubuh Kristus sempurna--, mempelai wanita sorga di awan-awan permai.
    Disertai sorak-sorai "Haleluya!" kemudian kita masuk kerajaan seribu tahun damai--Firdaus yang akan datang--, sampai masuk Yerusalem baru; kerajaan sorga kekal selamanya.

    Siapa yang bisa masuk perjamuan kawin Anak Domba? Setiap kehidupan yang mendengar dan dengar-dengaran kepada firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, sehingga mengalami pekerjaan pedang firman Allah yaitu memperdamaikan kita. Daging kalau terkena pedang, akan mengeluarkan darah; itulah darah pendamaian.
    Memperdamaikan kita artinya:


    • Firman menusuk dan menunjuk dosa-dosa sampai puncak dosa yang tersembunyi, sehingga kita bisa menyadari dosa, menyesali dan mengakui dosa kepada TUHAN dan sesama, sehingga kita mengalami pengampunan dosa--pendamaian atas dosa-dosa--oleh darah Yesus, dan kita tidak dihukum.

      Inilah pekerjaan pedang firman; harus sampai mengeluarkan darah. Seharusnya kita yang mengeluarkan darah, tetapi Yesus sudah mengeluarkan darah di kayu salib untuk mendamaikan. Kita mengeluarkan darah, dalam arti mengalami penderitaan--menyadari dosa, menyesal dan mengaku dosa. Mengaku dosa mungkin penderitaan; malu; tetapi kita diampuni dan tidak dihukum.


    • Pedang firman menyucikan--memotong--kita dari dosa-dosa sehingga kita tidak mengulangi dosa-dosa lagi.
      Tadi tangan yang mencuri, diampuni dahulu, setelah itu dipotong dosa-dosanya; tidak berbuat dosa lagi. Itu penyucian dosa. Kemudian pembaharuan; kalau cuma dipotong, akan cacat. Pedang tajam bermata dua, artinya tajam pertama untuk memotong/menyucikan, tajam kedua untuk membaharui.


    • Pedang firman membaharui kita terus-menerus sampai sempurna, sama mulia dengan Yesus. Kita menjadi mempelai wanita sorga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai. Masuk perjamuan kawin Anak Domba--nikah yang rohani--, masuk Firdaus yang akan datang, masuk kerajaan sorga yang kekal--Yerusalem baru.


    Mulai sekarang, harus menerima pekerjaan pedang firman; siapa saja. Biarpun orang berdosa, selama dia mau menerima pedang firman, dia bisa diperdamaikan, dia bisa disucikan, dia bisa diubahkan sampai sempurna. Sampai layak menyambut kedatangan TUHAN kedua kali.


  2. Wahyu 19 : 17-18, 21
    19:17. Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar,
    19:18. supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar."
    19:21. Dan semua orang lain
    dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.

    Pesta yang kedua: perjamuan yang besar di bumi ini, sama dengan PESTA PEMBANTAIAN kepada manusia daging, sampai kepada kebinasaan selamanya di neraka.

    Siapa yang masuk pesta pembantaian?:


    • Orang di luar Yesus.
    • Termasuk hamba TUHAN, pelayan TUHAN dan anak TUHAN yang menolak pekerjaan firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.


    Tidak mau menerima pekerjaan pedang firman artinya menolak--tidak mau mendengar dan tidak mau dengar-dengaran--, atau mendengar tetapi tidak mau dengar-dengaran pada pedang firman, sehingga tetap mempertahankan manusia darah daging dengan dosa-dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan).

    "Seperti Herodes; sebenarnya dia senang mendengar firman, tetapi tidak mau praktik. Akhirnya dia membunuh Yohanes pembaptis. Tidak mendengar dan tidak dengar-dengaran sama dengan mendengar tetapi tidak dengar-dengaran. Sama saja. Akhirnya tetap mempertahankan manusia darah daging dengan dosa-dosa sampai puncaknya dosa."

    Ketika bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan, TUHAN berfirman supaya mereka jangan bergaul dengan bangsa-bangsa yang ada di tanah Kanaan. Ada enam bangsa di tanah Kanaan yang dihalau oleh TUHAN, angka enam adalah manusia daging yang mempertahankan dosa-dosa sampai puncaknya dosa.
    Jadi, keadaan pelayan TUHAN dan hamba TUHAN yang menolak pedang firman; tetap mempertahankan manusia daging dengan dosa sampai puncaknya dosa adalah seperti enam bangsa yang ada di tanah Kanaan.

    Keluaran 34 : 11
    34:11. Tetapi engkau, berpeganglah pada yang Kuperintahkan kepadamu pada hari ini. Lihat, Aku akan menghalau dari depanmu orang Amori, orang Kanaan, orang Het, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.

    Enam bangsa yang dihalau TUHAN dari tanah Kanaan yaitu:


    • ORANG KANAAN.
      Kanaan= suka beredar-edar; suka berpindah-pindah. Itulah manusia daging, sama dengan daging yang liar; tidak tergembala.
      Ini sifat daging yang harus dihalau/disucikan oleh pedang firman.

      Seperti Esau yang lebih suka berburu, akhirnya kehilangan semua. Ini manusia daging seperti bangsa Kanaan.

      Amsal 7 : 10-12
      7:10. Maka datanglah menyongsong dia seorang perempuan, berpakaian sundal dengan hati licik;
      7:11. cerewet dan liat perempuan ini,
      kakinya tak dapat tenang di rumah,
      7:12. sebentar ia di jalan dan sebentar di lapangan, dekat setiap tikungan ia menghadang.


      Rumah menunjuk kandang penggembalaan.
      'tak dapat tenang di rumah'= Ini kehidupan yang tidak berada di dalam kandang penggembalan, juga tidak tenang di dalam rumah tangga.

      "Hati-hati! Kecuali karena tugas, itu lain. Tetapi banyak orang tidak senang di rumah tangga. Anak-anak muda, hati-hati! Apalagi kalau suami; mau cari angin. Kalau suami mau cari angin, isteri mau cari apa?"

      Hati-hati! Tidak tenang di rumah berarti gejala adanya manusia Kanaan. Ini yang namanya daging yang suka beredar-edar, daging yang liar, tidak tergembala. Kehidupan yang tidak mau tergembala, pasti tidak tenang di rumah tangganya. Bahayanya, ini mengarah kepada perempuan Babel/pembangunan Babel.

      Yang benar, kita harus tergembala dengan sungguh-sungguh, supaya semua menjadi tenang.


    • ORANG HET.
      Het= takut; takut pada sesuatu di dunia sampai melawan TUHAN/berbuat dosa, takut berkorban untuk TUHAN sampai melawan TUHAN/berbuat dosa.
      Takut pada sesuatu yaitu takut di dalam pekerjaan sampai korupsi, takut nilai jelek sampai menyontek dan lain-lain.

      Yang benar, takut diganti menjadi takut akan TUHAN artinya membenci dosa apapun resikonya, mau berkorban apapun resikonya.


    • ORANG FERIS.
      Feris= tinggal di gunung yang tinggi= tabiat daging yang sombong--keangkuhan hidup.
      Artinya mengandalkan sesuatu di dunia lebih dari TUHAN, sehingga mengabaikan TUHAN--mengabaikan ibadah pelayanan, mengabaikan firman TUHAN.

      "Boleh punya kepandaian, kita doakan; punya kedudukan, semoga semua naik pangkat. Tetapi yang tidak boleh, mengandalkan itu semua lebih dari TUHAN sehingga mengabaikan TUHAN."

      Biarlah kita mengandalkan TUHAN lebih dari segala sesuatu.


    • ORANG AMORI.
      Amori= tabiat daging yang suka bersungut-sungut, berbantah-bantah dan mengakibatkan pertengkaran. Ini namanya kebenaran diri sendiri.
      Orang yang memiliki kebenaran sendiri, biasanya menutupi dosa.

      Kebenaran diri sendiri artinya:


      • Kebenaran di luar firman TUHAN.
        Kalau dipertahankan, kita tidak tenang; pasti bersungut: 'cuma begini, kok, masa tidak boleh?'

        "Saya sudah ajarkan, jangankan berzinah, menoleh ke belakang saja seperti isteri Lot, langsung habis. Jangan berkata: 'cuma begini...' Seperti isteri Lot, mungkin dulu selama hidupnya dia juga begitu. Ketika dinasehati oleh Lot: 'Isteriku, jangan begitu!' : 'Cuma begini...' Akhirnya saat TUHAN mengatakan: 'Jangan menoleh ke belakang!' : 'Cuma menoleh...' Ia benar-benar habis. Ini orang kebenaran sendiri; kebenaran di luar firman."


      • Menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain= merasa lebih benar dari orang lain.

        "Kalau dia yang berdosa, lalu menyalahkan orang lain yang benar, ini orang yang merasa lebih benar dari orang lain. Kalau ada orang benar tidak mau mengikuti orang salah, seringkali dianggap yang kebenaran diri sendiri. Bukan. Itu orang benar. Orang korupsi di kantor, lalu dia tidak mau ikuti, pasti salah paham/salah kaprah. Yang tidak mau korupsi dituding kebenaran sendiri. Salah. Yang kebenaran sendiri adalah orang berdosa, tetapi menyalahkan orang benar."


      • Menutupi dosa dengan cara menyalahkan TUHAN= merasa lebih benar dari TUHAN.
        Dia yang berbuat dosa, tetapi menyalahkan pengajaran, menyalahkan TUHAN--menganggap TUHAN tidak adil dan sebagainya.


      Sekarang banyak salah kaprah. Yang benar tidak mau mengikuti yang salah, dianggap kebenaran diri sendiri. Justru orang yang salah yang kebenaran diri sendiri; merasa lebih benar dari orang lain dan merasa lebih benar dari TUHAN.

      Ini orang Amori, sumber pertengkaran. Dimulai dari kebenaran di luar firman: 'Masa cuma begini tidak boleh?' Padahal dia sendiri membaca firman. Ini orang pandai berbantah-bantah, sampai menimbulkan pertengkaran. Dengan orang semacam itu, kita tidak perlu berbantah-bantah. Diam saja. Rumus kita melawan orang Amori adalah diam saja. Kalau berbantah, sampai tujuh turunan tidak akan pernah selesai, tetap kita yang salah.


    • ORANG HEWI.
      Artinya suka bersembunyi; tabiat daging yang suka menyembunyikan dosa sampai puncaknya dosa, sehingga hadirat TUHAN juga tersembunyi. Akibatnya tidak pernah dilawat TUHAN sehingga kering rohani--tidak bergairah dalam perkara rohani.

      Dosa-dosa yang menjadi rem sehingga kita tidak melakukan perkara rohani. Kita tidak bergairah untuk membaca firman, tidak bergairah untuk ibadah pelayanan, malas untuk berdoa; menjadi bosan dan malas untuk perkara-perkara rohani.
      Jika ada pedang firman menusuk kita, mari kita akui dosa. Begitu kita sadar, meyesal dan mengaku maka darah Yesus membasuh dosa kita--kering ditetesi oleh darah Yesus--sehinga kita kembali bergairah dalam perkara rohani.

      Rasul Paulus sebagai contoh. Dia mengakui bahwa di antara orang berdosa 'akulah yang paling berdosa' (1 Timotius 1 : 15). Begitu dia ditetesi darah Yesus, dia mau menjadi lebih giat lagi dari semua; lebih mengasihi TUHAN.
      Seperti ketika perempuan berdosa mengurapi kaki Yesus, semua orang menuduh karena TUHAN dijamah oleh orang berdosa. Tetapi TUHAN mengatakan: siapa yang paling banyak diampuni dosanya, itulah yang lebih mengasihi TUHAN. Ini kesempatan bagi kita.
      Bukan berarti kita berlomba-lomba untuk memperbanyak dosa. Tetapi berlomba-lomba untuk mengalami pengampunan. Semakin kita merasa bahwa kita ini banyak dosa, tetapi diampuni; saat ditetesi darah, kita akan bergairah lagi dalam perkara rohani. Akan lebih giat dari yang lain, bekerja lebih keras dari yang lain karena kasih karunia TUHAN dari setetes darah Yesus.

      Kalau menyembunyikan dosa, akan kering rohani, tidak mengalami jamahan tangan TUHAN, tidak ada kebahagiaan sampai kebinasaan selamanya. TUHAN tolong kita semuanya.


    • ORANG YEBUS.
      Artinya diinjak-injak; hina.
      Kalau penilaian dari sesama manusia, manusia hina adalah yang tidak pandai, tidak kaya, tidak hebat. Tetapi pandangan TUHAN, manusia yang hina adalah manusia yang jatuh-bangun dalam dosa, seperti:


      • Anjing menjilat muntah.
      • Babi sudah dimandikan tetapi kembali ke kubangan.


      Ini sangat tidak berharga dan sangat hina di hadapan TUHAN.


    Inilah enam bangsa di tanah Kanaan yang dihalau oleh TUHAN. Ini menunjuk manusia daging yang mempertahankan dosa sampai puncaknya dosa. Kita harus hati-hati! Mulai dari Kanaan--tidak tergembala. Ini sudah sulit. Kalau daging tidak dikandangkan, akan sulit untuk dideteksi.

    "Seperti kalau kita memelihara hewan. Kalau tidak dikandang; sekarang dia sedang makan rumput di luar, begitu kita tinggal sebentar, lalu keluar lagi, sudah tidak ada. Tapi kalau dikandang, semuanya aman."

    Jangan menjadi orang Kanaan yang beredar-edar! Mari masuk ke kandang. Dari situlah daging yang liar ini sudah bisa dibendung; diharapkan lima yang lain juga bisa diatasi lewat penggembalaan. Tetapi kalau tidak tergembala, enam ini akan betul-betul menyerang kita sampai tampil seperti anjing dan babi. Hina, tidak berharga sama sekali di hadapan TUHAN. Anjing dan babi adalah binatang haram; tidak boleh dipersembahkan, tidak ada hubungan sama sekali dengan TUHAN. Terpisah selamanya dengan TUHAN, sehingga binasa.

    Mari, sungguh-sungguh pada kesempatan ini.

Penampilan manusia darah daging yang berdosa dengan enam tabiat daging--sampai seperti anjing dan babi--sama dengan orang yang sakit ayan. Dalam alkitab terjemahan lama disebut gila babi. Penampilannya seperti orang yang sakit ayan secara rohani, artinya gila babi.
Matius 17 : 14-15
17:14. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah,
17:15. katanya: "TUHAN, kasihanilah anakku.
Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.

[terjemahan lama]
Matius 17 : 14-15
17:14. Apabila mereka itu sampai kepada orang banyak, maka datanglah seorang bertelut di hadapan Yesus, sambil berkata,
17:15. "Ya TUHAN, kasihankanlah anak hamba yang laki-laki, karena
ia gila babi, lagi amat sangat sengsaranya; karena kerapkali ia jatuh ke dalam api dan kerapkali ke dalam air,

Markus 9 : 17-18
9:17. Kata seorang dari orang banyak itu: "Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia.
9:18. Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat."


Pengertian penyakit ayan rohani/gila babi adalah:

  1. Arti yang pertama: kerusakan moral. Tandanya:
    Markus 9 : 18
    9:18. Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat."


    • 'membantingkannya ke tanah; giginya bekertakan'= menderita secara lahir batin.
    • 'mulutnya berbusa'= berdusta, gosip, fitnah dan lain-lain.
    • 'tubuhnya menjadi kejang'= kaku= kebenaran diri sendiri; hanya bisa menyalahkan orang lain, tidak bisa mengaku dosa, tidak bisa ditegor dan tidak bisa dinasehati. Ini paling kaku/paling kerasnya manusia--keras hati.

      "Kaum muda, hati-hati! Kalau orang tua masih mau menegor dan menasehati, berarti orang tua sayang pada kalian. Bukan membenci. Tapi kalau sudah kaku, tidak bisa ditegor dan dinasehati, hati-hati! Itu sudah kerusakan moral. Itu berada pada sakit ayan rohani."

      Kalau menolak pedang, bertahan pada dosa, akan masuk sakit ayan rohani dan dipersiapkan untuk masuk pesta yang besar.


  2. Arti yang kedua: diseret ke dalam api dan air.

    Api artinya api hawa nafsu daging yang mengarah pada dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan.
    Dosa makan minum= merokok, mabuk, narkoba. Ini sudah banyak terjadi.
    Dosa kawin mengawinkan= dosa percabulan sampai nikah yang salah.

    Jangan dibiarkan! Sebab sudah diseret ke dalam api yang membinasakan. Orang yang terkena sakit ayan, kalau jatuh ke dalam api, tidak akan terasa apa-apa sampai terpanggang. Begitu juga kalau moralnya sudah rusak, dibawa ke api pasrah saja, tidak bisa apa-apa. Padahal itu api neraka, api kebinasaan selamanya.
    Mari, selama kita masih bisa mendengar pedang firman, ada pertolongan TUHAN.

    Air artinya kesegaran/kepuasan dunia yaitu tidak setia lagi pada TUHAN.

    Yakobus 4 : 4
    4:4. Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

    TUHAN ingatkan bangsa Israel supaya nanti jika mereka masuk ke negeri Kanaan, jangan mereka dimakan kota. Banyak orang dilibas oleh kota, terutama yang dari desa. Masuk ke kota--untuk sekolah--tiba-tiba sudah dilibas. Yang dilibas bukan sekolahnya, tetapi ibadah pelayanannya kepada TUHAN. Dibuat menjadi tidak setia.
    Jika sudah tidak setia dalam ibadah pelayanan, itu berarti rohaninya mulai tenggelam; diseret ke dalam air. Seperti Petrus yang tenggelam. Kalau dibiarkan akan binasa selamanya; tenggelam dalam lautan api neraka.

    Sama juga mulai diseret ke api hawa nafsu, dia tidak sadar jika sudah terbakar. Kalau sudah rusak moralnya--saraf-sarafnya sudah rusak--, tidak akan sadar, tidak merasa panas lagi, sampai betul-betul di api neraka.


  3. Arti yang ketiga: masalah yang tidak pernah selesai bahkan mustahil.

Penyebab gila babi adalah:

  1. Yang pertama: penyebab dari dalam yaitu mempertahankan enam sifat tabiat daging yang berdosa, karena menolak pedang firman.
  2. Markus 9 : 25
    9:25. Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"

    Yang kedua: penyebab dari luar yaitu roh bisu tuli.

    Menjelang kelahiran Yesus, didahului oleh kelahiran Yohanes Pembaptis sebagai perintis jalan keselamatan. Ayah Yohanes Pembaptis yaitu Zakaria, ia memiliki isteri yang mandul. Saat Zakaria melaksanakan tugas keimaman, malaikat TUHAN datang. Malaikat berkata bahwa ia akan punya anak, tetapi Zakaria tidak percaya sehingga akhirnya bisu.

    Lukas 1 : 11-13, 19-20
    1:11. Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat TUHAN berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
    1:12. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.
    1:13. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
    1:19. Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
    1:20. Sesungguhnya
    engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya."

    BISU= tidak percaya pada berita malaikat.
    Malaikat sekarang artinya gembala sidang jemaat. Berita malaikat artinya firman penggembalan yang diulang-ulang. Sekarang banyak yang tidak percaya pada firman penggembalaan.

    Kalau tidak percaya pada firman penggembalaan, akibatnya lidahnya seperti anjing menjilat muntah; bergosip. Yudas ada di dalam kandang, tetapi tidak percaya, sehingga mulutnya menggosipkan Yesus dengan ahli-ahli Taurat.

    TULI= tidak mau mendengar dan tidak mau dengar-dengaran pada firman penggembalaan--berita malaikat.
    Akibatnya seperti babi; orang tidak taat sama dengan tidak ada rem sehingga berkecimpung dalam dosa.

    Yang diserang roh bisu tuli adalah seorang gembala. Zakaria adalah seorang gembala. Kalau gembala bisu tuli, akan cepat menular pada sidang jemaat; semua akan bisu tuli.

Penyakit gila babi--kerusakan moral--menyerang sejak masa kecil sampai masa tua. Jangan kita berkata: 'Ah, masih kecil,' atau 'Ya, sudah tua kok.' Kita harus berjaga-jaga terhadap penyakit gila babi.

Jalan keluar untuk mengatasi penyakit gila babi:

  1. Markus 9 : 19, 25, 24
    9:19. Maka kata Yesus kepada mereka: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"
    9:25. Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun,
    Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"
    9:24. Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"


    [terjemahan lama]
    Markus 9 : 24
    9:24. Maka berteriaklah bapa budak itu sambil menangis, katanya, "Ya TUHAN, hamba percaya, tolonglah akan iman hamba yang kurang."

    Yang pertama:
    'bawalah anak itu ke mari'= pelita emas= firman penginjilan membawa kita tekun dalam kebaktian umum= persekutuan dengan Allah Roh Kudus dengan karunia-karunia-Nya.

    'menegor roh jahat itu dengan keras'= meja roti sajian= firman pengajaran membawa kita tekun dalam kebaktian pendalaman alkitab dan perjamuan suci= persekutuan dengan Allah Anak di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.

    'menangis'= mezbah dupa emas= ketekunan dalam kebaktian doa penyembahan= persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.

    Jadi, jalan keluar yang pertama menghadapi penyakit gila babi adalah masuk dalam ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--kadang penggembalaan. Itu ada jaminan.
    Di dalam kandang penggembalaan, ada jaminan dari Gembala yang Baik untuk:


    • Membendung daging dengan segala hawa nafsu dan tabiat daging, supaya tidak lagi menguasai kehidupan kita.
    • Menyerahkan nyawa-Nya pada kita= menjadi buruk di kayu salib supaya yang hancur/buruk menjadi baik. Mulai dari telinga dan mulut menjadi baik.


    Markus 7 : 37
    7:37. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

    Kalau telinga baik--bisa mendengar dengan dengar-dengaran pada berita malaikat--, kemudian mulut yang bisu menjadi baik--percaya kepada firman penggembalaan--, di situ semua menjadi baik sampai sempurna seperti Yesus.
    Mungkin kita hebat, tetapi kalau telinga dan mulut tidak baik, maka semua yang baik satu waktu akan menjadi hancur. Sekalipun kita buruk, tetapi kalau mau direnovasi dalam penggembalaan, maka semua yang buruk berangsur-angsur menjadi baik. Semua sudah ditanggung Yesus di kayu salib.

    Sudah diterangkan berkali-kali, bagaimana Yesus menjadi buruk di kayu salib; seperti anjing dan babi bahkan seperti setan. Petrus sudah sama dengan setan, kalau Yesus tidak menanggung semua, Petrus tidak bisa kembali seperti semula.
    Kaum muda, mungkin sudah terlanjur masa depannya kurang baik. Solusinya, masuklah di kandang penggembalaan. Kita dibendung, daging ini jangan liar lagi; yang buruk mulai diperbaiki oleh TUHAN. Semua menjadi baik, bahkan sampai sempurna seperti Yesus.


  2. Matius 17 : 21
    17:21. (Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.)"

    Yang kedua: berdoa dan berpuasa.
    Doa puasa untuk merobek daging yang sangat keras, yaitu tidak percaya.

    Markus 9 : 22-24
    9:22. Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami."
    9:23. Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"
    9:24. Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya.
    Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"

    Sumber dari segala masalah adalah hati yang bimbang/tidak percaya. Kalau seorang bapak--kepala--bimbang/tidak percaya, maka isteri dan anak akan goyah; terkena ayan rohani. Bukan hanya seorang bapak, tetapi semua hati yang bimbang dan tidak percaya.

    Doa puasa merobek daging yang tidak percaya menjadi percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada TUHAN. Mengulurkan tangan iman kepada TUHAN, berserah dan berseru kepada TUHAN, dan TUHAN mengulurkan tangan belas kasihan dan anugerah-Nya yang besar kepada kita.
    Iman ditambah anugerah yang besar/belas kasih sama dengan mujizat terjadi.

    Tidak ada yang mustahil bagi TUHAN, tidak ada yang mustahil bagi orang percaya. Berarti orang percaya sama dengan memiliki kuasa TUHAN untuk melakukan mujizat. Sampai mujizat terakhir, kalau TUHAN datang kedua kali, kita disempurnakan seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya di awan-awan permai. Bukan untuk masuk pesta pembantaian, tetapi masuk pesta kawin Anak Domba. Kita masuk Firdaus yang akan datang, sampai masuk Yerusalem baru.

Mari, sunguh-sungguh pada kesempatan ini. Daging yang paling keras adalah tidak percaya; bimbang. Ini sumber kehancuran. Mari, sekarang serahkan kepada TUHAN. Jangan bimbang lagi, kita percaya pada TUHAN.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top