English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 06 Mei 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 31
= terdengar bunyi sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja Tuhan dalam kemuliaan...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 01 Maret 2011 (Selasa Pagi)
Kebenaran hanya di dalam Firman dan di dalam Tuhan. Siapapun yang berbicara tetapi tidak sesuai Firman, bukanlah...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 07 Oktober 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.


Lukas 11:37-54 tentang Yesus mengecam orang Farisi dan...

Ibadah Doa Malam Malang Session I, 11 September 2012 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 14:37-38
14:37...

Ibadah Kunjungan Medan I, 29 Oktober 2013 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah:...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 15 Mei 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14 = Buli-buli emas berisi manna.
Markus 14:26-27: Petrus akan menyangkal Yesus.

Ibadah Doa Surabaya, 22 Agustus 2012 (Rabu Sore)
Matius 27
Dalam susunan tabernakel ini menunjuk tentang 7 PERCIKAN DARAH DI ATAS TABUT...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 Juni 2011 (Sabtu Sore)
Pembicara: Bpk. Antanusa

Markus 16 terbagi menjadi 2:
Ayat 1-8: Kuasa kebangkitan Tuhan (Shekinah Glory) menyinari hati manusia sehingga mengalami keubahan hidup/pembaharuan.
Ayat 9-20: Kuasa...

Ibadah Kaum Muda Malang, 22 November 2008 (Sabtu Sore)
Markus 12: 28-34 -> Hukum yang Terutama (Hukum Kasih).
Markus 12 -> Tabut...

Ibadah Raya Malang, 03 Juni 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7 terbagi menjadi dua bagian besar :
[Wahyu...

Ibadah Doa Malang, 21 Oktober 2014 (Selasa Sore)
Bersamaan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Medan VI, 28 Oktober 2010 (Kamis Sore)
Ibadah di GKPI PADANG BULAN MEDAN
Tema: IBADAH

Mengapa kita harus beribadah kepada Tuhan?
Sebab ada perbedaan antara orang beribadah...

Ibadah Raya Surabaya, 16 September 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 20 Agustus 2013 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:18-20
25:18 Dan haruslah kaubuat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Januari 2013 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sandatoding
Pertama-tama, kami sampaikan salam sejahtera. Biarlah damai sejahtera Tuhan menyertai kita sekalian.

Matius 10: 34-36
10:34. "Jangan kamu menyangka,...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 19 September 2010 (Minggu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 25:14-30 merupakan perumpamaan tentang talenta, harta Surga yang suci yaitu jabatan pelayanan.

Jika kita yang tadinya manusia berdosa, bisa menerima talenta, itu semua merupakan kemurahan dan keadilan Tuhan.
Kita berdoa supaya yang belum menerima talenta bisa menerima talenta/jabatan pelayanan. Yang sudah punya talenta, harus sungguh-sungguh.

Matius 25:16-30 adalah SIKAP TERHADAP TALENTA.
Sikap positif diwakili oleh hamba yang memiliki 5 dan 2 talenta, disebut sebagai hamba yang setia dan baik sehingga mendapat upah untuk hidup sekarang sampai upah hidup kekal.
Sikap negatif diwakili oleh hamba yang menerima 1 talenta.

Matius 25:18,24-26,28,30
25:18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.
25:24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.
25:25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!
25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
25:28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.
25:30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

Hamba yang menerima 1 talenta ini menyimpan talentanya dalam tanah, sehingga disebut hamba yang jahat dan malas.

Hamba yang malas.
Amsal 18:9
18:9. Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.

Malas artinya tidak setia, lalai dalam pelayanan, meninggalkan ibadah pelayanan. Kehidupan yang lalai akan merusak dan menyengsarakan tubuh Kristus.

Hamba yang jahat.
Matius 18:28-29,32-33
18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
18:29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
18:32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
18:33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?

Hamba yang jahat ini mencekik leher sesama, artinya suka menghakimi sesama, menuduh sesama, menjelekkan sesama, memfitnah (yang salah dikatakan benar, yang benar dikatakan salah). Ini terjadi karena memandang bulu terhadap sesama (kekayaan, kedudukan, dll), atau karena ada iri hati.
Menghakimi ini bahkan sampai menghakimi Tuhan, menuduh Tuhan tidak adil, kejam, dll, sebab mengecilkan pekerjaan Tuhan, mengecilkan berkat Tuhan, mengecilkan pemakaian Tuhan.


Mengapa kita tidak boleh menghakimi sesama?
  1. Sebab orang yang menghakimi sesama akan dihakimi.
    Matius 7:1-2
    7:1. "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
    7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

  2. Sebab kita tidak layak menghakimi orang lain.
    Matius 7:3-4
    7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
    7:4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.

    Dosa orang lain hanya sebesar selumbar, sedangkan dosa kita sebesar balok. Dosa kita lebih banyak dari dosa orang lain yang dihakimi.

  3. Sebab belum waktunya menghakimi.
    1 Korintus 4:5
    4:5 Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.

    1 Korintus 6:2-3
    6:2 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti?
    6:3 Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.

    Nanti saat kedatangan Yesus kedua kali, Yesus yang akan datang menghakimi.
Menghakimi sesama bahkan menghakimi Tuhan = mencekik leher.
Akibatnya adalah leher kita juga akan dicekik, artinya hubungan dengan Tuhan terganggu, penyembahan terganggu sampai tidak bisa menyembah Tuhan.
Kalau kering dalam penyembahan, kering dalam ibadah pelayanan, nanti talenta itu akan diambil oleh Tuhan. Bisa jadi tetap melayani, tetapi hanya menjadi perusak.
Akibatnya adalah dicampakkan dalam kegelapan yang paling gelap, neraka selama-lamanya.

Yakobus 5:16
5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Sikap yang benar sebagai seoarang pelayan Tuhan adalah saling mengaku, saling mengampuni, dan saling mendoakan.
Saling mengaku adalah mengaku dosa dengan sejujur-jujurnya, kepada Tuhan dan sesama (salib). Jika dosa diampuni, maka jangan berbuat dosa lagi.
Saling mengampuni adalah mengampuni dosa orang lain dengan setulus-tulusnya dan melupakan.

Jika kita bisa saling mengaku dan saling mengampuni, maka segala dosa akan diselesaikan oleh darah Yesus, hasilnya:
  1. Bisa saling mendoakan.
    Doa orang yang benar (orang yang menyelesaikan dosa) sangat besar kuasanya. Terutama adalah kuasa kesembuhan, baik kesembuhan secara jasmani maupun kesembuhan secara rohani.

  2. Bisa menyembah Tuhan dalam penyembahan yang benar.
    Yohanes 4:23-24
    4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
    4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

    Tanda penyembahan yang benar adalah:
    • Didorong oleh firman pengajaran yang benar dan urapan Roh Kudus. Ini sama dengan firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua yang menyucikan kehidupan kita mulai dari hati yang adalah pusatnya.

      Matius 5:8
      5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

      Penyembahan yang benar adalah dalam kesucian.
      Penyembahan tanpa kesucian adalah seperti Israel yang menyembah lembu emas, ditandai dengan nyanyian ramai-ramai dan makan-minum.

      Penyembahan dan kesucian ini satu level. Kalau penyembahan turun, maka kesucian akan turun, sampai penyembahan lembu emas.

    • Hanya satu suara 'Haleluya', ini yang disebut penyembahan mempelai.
      Wahyu 19:6-7
      19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
      19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

      Wahyu 19:1,3-4
      19:1. Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,
      19:3 Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya."
      19:4 Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin, Haleluya."

      Penyembahan di bumi ini merupakan pantulan dari penyembahan di Sorga.

Sekarang kita pelajari tentang penyembahan mempelai.
Kidung Agung 7:4
7:4 Lehermu bagaikan menara gading, matamu bagaikan telaga di Hesybon, dekat pintu gerbang Batrabim; hidungmu seperti menara di gunung Libanon, yang menghadap ke kota Damsyik.

1 Raja-raja 10:18
10:18 Juga raja membuat takhta besar dari gading, yang disalutnya dengan emas tua.

Penyembahan mempelai = leher bagaikan menara dari gading.
Menara gading ini sama dengan takhta raja.
Jadi, penyembahan yang benar akan sampai pada takhta raja, yaitu bisa menyembah Yesus sebagai Raja segala raja, sebagai Mempelai Pria Sorga di takhtaNya yang mulia.

Hasil menyembah Sang Raja:
  1. Mengalami kuasa kemenangan.
    Mazmur 44:5
    44:5 Engkaulah Rajaku dan Allahku yang memerintahkan kemenangan bagi Yakub.

    Kuasa kemenangan ini adalah terutama menang atas dosa, sehingga kita bisa hidup benar dan suci.
    Kuasa kemenangan ini juga menang atas dunia dengan segala pengaruhnya, sehingga kita bisa setia dalam ibadah pelayanan.

    Kalau Raja bisa memerintah kemenangan, maka Raja juga bisa memerintahkan berkat-berkat. Kalau Tuhan yang memerintahkan berkat, maka tidak ada yang bisa menghalangi.

  2. Mengalami kuasa penciptaan secara jasmani dan rohani.
    Yesaya 43:15-17
    43:15 Akulah TUHAN, Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel."
    43:16 Beginilah firman TUHAN, yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat,
    43:17 yang telah menyuruh kereta dan kuda keluar untuk berperang, juga tentara dan orang gagah--mereka terbaring, tidak dapat bangkit, sudah mati, sudah padam sebagai sumbu--,

    Secara jasmani adalah membuat jalan di tengah laut. Ini terjadi saat Israel berada di tepi Laut Kolsom dan dikejar Firaun. Keadaannya sudah bagaikan sumbu yang pudar dan buluh yang terkulai. Tetapi Sang Raja yang lebih besar dari Firaun sanggup membuat jalan keluar.

    Jalan keluar dari Tuhan ini tidak bisa diduga oleh siapapun juga. Jangan sampai kita yang memerintahkan Tuhan untuk membuat jalan keluar.

    Jalan di tengah laut ini menunjuk pada pemeliharaan secara ajaib dari Tuhan. Kuasa penciptaan Tuhan juga sanggup memberikan masa depan yang indah dan bahagia.

    Secara rohani, kuasa penciptaan akan menciptakan kita menjadi ciptaan yang semula, sama dengan menyalut gading dengan emas. Gading ini masih ada retaknya, masih perlu disalut dengan tabiat ilahi (emas). Manusia daging ini masih perlu mengalami pembaharuan.

    Keluaran 14:13
    14:13 Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.
    14:14 TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."

    Pembaharuan dimulai dari jangan ada ketakutan, kekuatiran, kebimbangan, melainkan:
    • hanya percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan,
    • berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar,
    • berdiam diri, banyak memeriksa diri, sampai bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan.

    Maka saat itu tangan Sang Raja akan diulurkan untuk membuat jalan keluar.

    Wahyu 19:6-7
    19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

    Wahyu 4:9-11
    4:9 Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
    4:10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
    4:11 "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

    Sampai kita diciptakan menjadi mempelaiNya.

Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top