English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 07 Desember 2017 (Kamis Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Raya Surabaya, 06 Juli 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Januari 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 27 Januari 2015 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 14:1-12
14:1 Pada masa itu sampailah berita-berita tentang...

Ibadah Raya Malang, 19 Agustus 2018 (Minggu Pagi)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Raya Malang, 07 Februari 2010 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
Matius 6:31-34, banyak kekuatiran, kesusahan, penderitaan dari anak-anak Tuhan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 Oktober 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12 terkena pada pintu tirai, penyaliban daging supaya...

Ibadah Natal Surabaya, 19 Desember 2011 (Senin Sore)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.

Kita sudah mempelajari 2 macam saksi dan kesaksian (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 06 November 2011):
ay. 59-62=...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Agustus 2016 (Kamis Sore)
Dari Rekaman Ibadah Pendalaman Alkitab di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan Yesus Kristus.

Kidung Agung 2: 3
2:3. --Seperti...

Ibadah Kaum Muda Malang, 14 Maret 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13 dalam Tabernakel menunjuk pada 2 loh batu = 10 hukum Allah....

Ibadah Doa Surabaya, 03 Oktober 2012 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Matius 27 ini tentang 7 PERCIKAN DARAH DIATAS TABUT PERJANJIAN, itu menunjuk SENGSARA/KEMATIAN BERSAMA YESUS.

Matius 28 secara keseluruhan dalam tabernakel...

Ibadah Raya Surabaya, 22 September 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 26 Oktober 2008 (Minggu Pagi)
Matius 24: 28, adalah sikap gereja Tuhan untuk menanti kedatangan Tuhan kedua kali,...

Ibadah Jumat Agung Malang, 02 April 2010 (Jumat Sore)
Matius 25:1, penampilan Yesus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Laki-laki Sorga yang akan segera...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 16 Maret 2010 (Selasa Siang)
Keluaran 17-18 dalam Tabernakel menunjuk pada Pelita Emas, yaitu Roh Kudus dengan segala...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 15 Oktober 2017 (Minggu Siang)

Ibadah Penyerahan Anak

Mazmur 144: 12a
144:12a. Semoga anak-anak lelaki kita seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya;

Anak laki-laki seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya, dan nanti berbuah sampai masa tua.

Inilah kehidupan manusia di dunia, sehebat apapun manusia di dunia, ia hanya seperti pohon/kayu yang tidak mampu menghadapi panas dan dingin--hancur, kering dan binasa--kecuali ditanam di tepi aliran air (Bait Allah), dia akan tumbuh menjadi besar pada waktu muda, dan berbuah sampai masa tuanya.

Mazmur 92: 13-16
92:13. Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;
92:14. mereka yang
ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.
92:15.
Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,
92:16. untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan
tidak ada kecurangan pada-Nya.

Ditanam di tepi aliran air--syarat untuk bisa tumbuh, bertunas dan berbuah--artinya: tergembala dengan benar dan baik; harus berada di kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:

  1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya; ditanam di tepi aliran Roh Kudus.
  2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus; ditanam di tepi aliran firman Allah.


  3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya; ditanam di tepi aliran kasih Allah.

Di sinilah tempat bertumbuh, bertunas dan berbuah. Di luar ini, tidak akan kuat.
Bukti ditanam di tepi aliran firman, Roh Kudus dan kasih Allah: taat dengar-dengaran; kita hidup di dalam tangan anugerah yang besar dari Gembala Agung.

Hasilnya:

  1. Ayat 13: 'tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon'.
    Artinya: kuat teguh hati; tahan uji; tahan banting--pohon aras terkenal dengan kekuatannya.
    Kuat teguh hati artinya:


    1. Tidak kecewa, putus asa dan meninggalkan Tuhan apapun yang dihadapi--seperti pohon, kalau ada airnya tambah terik/panas, airnya tambah diserap, sehingga tambah enak/sejuk, tidak mati/kering.


    2. Tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
    3. Tidak berbuat dosa, tetapi tetap hidup dalam kebenaran.
    4. Tidak disesatkan oleh ajaran-ajaran sesat, tetapi tetap dalam pengajaran yang benar.


    Ini pohon sudah bertumbuh.


  2. Ayat 13: 'bertunas seperti pohon korma'. Pohon korma terkenal dengan buahnya yang manis. Begitu kita tergembala dan kuat teguh hati, mau tidak mau hidup kita mulai ada kebahagiaan dan kemanisan sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun di dunia.


  3. Mulai berbuah.
    Mazmur 92: 15
    92:15. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,

    Berbuah= mujizat.
    Mujizat rohani: berubah; mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari buah bibir yang baik: berkata benar, bersaksi dan hanya menyembah Tuhan.

    Dan mujizat jasmani juga terjadi: tangan anugerah yang besar dari Gembala Agung diulurkan untuk menyelesaikan segala masalah yang mustahil, sampai 'takkan kekurangan aku', artinya dipelihara oleh Tuhan sampai berkelimpahan--mengucap syukur--, bahkan sampai kesempurnaan saat Yesus datang, untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali--ini buah terakhir. Kita masuk kandang penggembalaan terakhir di Yerusalem baru.

Sehebat apapun manusia, ia hanya seperti pohon yang kena panas dan dingin; kering dan hancur.
Jalan keluarnya adalah ditanam di tepi aliran air, artinya: tergembala dengan benar dan baik; masuk kandang penggembalaan.

Buktinya ada di tepi aliran air: taat dengar-dengaran; hidup dalam tangan anugerah yang besar dari Gembala Agung. Kita akan mengalami pertumbuhan--kuat teguh hati--, bertunas--bahagia--, sampai berbuah--mujizat dari Tuhan. Tadi ayat menuliskan: 'tidak ada kecurangan pada-Nya'; kita rasakan di dalam penggembalaan tidak ada kecurangan, Tuhan tidak pernah menipu kita; 'takkan kekurangan aku', sampai sempurna seperti Tuhan untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Menyadari sehebat apapun manusia hanya kayu belaka. Tanpa air dari sorga kita tidak bisa bertahan. Itu sebabnya harus tergembala; berada di dalam tangan anugerah yang besar dari Gembala Agung, barulah kita bisa melintasi dunia ini bersama Tuhan, sampai ke Yerusalem baru.

Tuhan memberkati.


Ibadah Raya
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 12-17--kita masih membahas ayat 12-13 (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017)
6:12. Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.
6:13. Dan
bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.

Ini adalah pembukaan METERAI yang KEENAM; penghukuman yang keenam dari Allah Roh Kudus atas dunia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017), yaitu terjadi gempa bumi yang dahsyat, yang mengakibatkan:

  1. Matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut= kasih Allah tidak bekerja lagi (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 01 Oktober 2017).
  2. Bulan menjadi merah seperti darah= penebusan oleh darah Yesus sudah tidak bekerja lagi; tidak ada pengampunan dosa lagi (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Oktober 2017 sampai Ibadah Raya Surabaya, 08 Oktober 2017).


  3. Bintang-bintang berguguran (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 13 Oktober 2017).

Ini semua akan terjadi secara jasmani, tetapi gempa bumi yang dahsyat secara rohani adalah dunia dengan segala pengaruhnya: kesibukan, kesulitan, kejahatan, kenajisan, kebencian dan lain-lain. Ini yang menghantam kita sampai matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut--tidak ada kasih Allah lagi--, bulan menjadi merah seperti darah--tidak ada pengampunan dosa lagi--, dan bintang-bintang berguguran--Roh Kudus tidak bekerja lagi.
Ini yang akan terjadi dan melanda gereja Tuhan di akhir zaman.

AD. 3: BINTANG-BINTANG BERGUGURAN
Artinya: Roh Kudus tidak bekerja lagi.

Pekerjaan Roh Kudus di akhir zaman adalah kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna mulai dari rumah tangga, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna; mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Tuhan di awan-awan yang permai.

Kalau Roh Kudus tidak bekerja lagi--bintang berguguran--, bahaya, tidak ada lagi pembangunan tubuh Kristus, tetapi yang ada adalah masuk pembangunan tubuh Babel, mempelai wanita setan yang akan dibinasakan selamanya.

Wahyu 17: 4-5
17:4. Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
17:5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "
Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

Tanda perempuan Babel/mempelai wanita setan/gereja palsu adalah:

  1. Hanya mengutamakan perkara-perkara jasmani di dalam ibadah pelayanan yaitu kekayaan, kedudukan dan lain-lain--'kain ungu, kain kirmizi, emas, permata, mutiara'--sehingga tidak mengutamakan firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Akibatnya: tidak mengalami penyucian dan pembaharuan; sidang jemaat tetap bertahan dalam dosa sampai puncaknya dosa.


  2. Tidak setia dalam ibadah pelayanan--pelacur berarti tidak setia.

Mari, selama Roh Kudus masih bekerja, biarlah kita aktif dalam pelayanan pembangunan rumah rohani/tubuh Kristus yang sempurna.
Bagaimana supaya kita aktif? Kita harus menjadi imamat kudus; imamat rajani; imam-imam dan raja-raja.

1 Petrus 2: 5
2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Imam adalah seorang yang suci, dan memangku jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Ini kehidupan yang mengikuti geraknya Roh Kudus di akhir zaman, mulai dari dalam nikah--jabatan sebagai suami atau isteri--, penggembalaan, sampai tubuh Kristus yang sempurna.

Imam dan raja adalah BINTANG-BINTANG di hadapan Tuhan. Begitu luar biasa. Di dunia saja, bintang ini dicari: bintang pelajar, bintang lapangan hijau dan sebagainya, tetapi cepat pudar.

"Di Malang ada jemaat juara All England tujuh kali berturut-turut. Anak kaum muda sekarang tidak kenal dengan beliau. Begitu cepat pudar."

Tetapi bintangnya Tuhan tidak akan pernah pudar, bahkan sampai sempurna seperti Tuhan. Ini bedanya dengan bintang dunia.

Sebenarnya bintang adalah keturunan Abraham, bangsa Israel asli. Bangsa kafir hanya anjing dan babi.
Kejadian 15: 5
15:5. Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."

Tetapi oleh kemurahan/anugerah Tuhan yang besar lewat kurban-Nya, Dia membuka kesempatan bagi bangsa kafir untuk bisa menjadi bintang-Nya Tuhan (imam dan raja)--keturunan Abraham secara rohani.

1 Petrus 2: 9-10
2:9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
2:10. kamu, yang dahulu
bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

'bukan umat Allah'= bangsa kafir.

Proses bangsa kafir bisa menjadi bintang-bintang lewat jalur kasih karunia Tuhan yang seharga kurban Kristus:

  1. Titus 2: 11
    2:11. Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.

    'semua manusia'= termasuk bangsa kafir.

    Proses pertama menjadi bintang: menerima dan mempertahankan keselamatan lewat kurban Kristus--halaman Tabernakel. Sesudah menerima keselamatan, jangan dibuang, tetapi kita pertahankan.

    Langkah-langkahnya:
    Kisah Rasul 19: 3-6 => tentang bangsa kafir
    19:3. Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes."
    19:4. Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah
    bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus."
    19:5. Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.
    19:6. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka,
    turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.


    • Iman/percaya pada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat, lewat mendengar firman. Itu iman yang benar.
    • Bertobat. Kalau imannya benar, akan diikuti dengan bertobat--berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan; mati terhadap dosa. Iman harus berasal dari mendengar firman!

      "Ada yang bilang, dengar kesaksian lalu percaya Yesus. Baik, tetapi kalau tidak dilanjutkan dengan mendengar firman, langkah selanjutnya hanya percaya, tetapi tidak bertobat. Harus dilanjutkan sampai yakin karena mendengar firman, baru bisa bertobat."

      Yohanes 4: 41-42
      4:41. Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya,
      4:42. dan mereka berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi
      bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia."

      Perempuan Samaria ini ditolong Tuhan dan ia bersaksi, tetapi orang-orang melanjutkan dengan mendengar firman. Kita bersaksi, baik, tetapi lanjutkan untuk mendengar firman. Kalau tidak, kesaksiannya hanya sampai di situ saja: sakit jadi sembuh, tetapi tidak pernah bertobat. Lanjutkan mendengar firman supaya imannya benar dan dilanjutkan dengan bertobat.


    • Baptisan air. Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah bertobat harus dikuburkan dalam air bersama Yesus sehingga ia bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru, yaitu seperti bayi yang baru lahir. Inilah bangsa kafir.

      Hidup baru= hidup yang diurapi dan dipenuhi Roh Kudus; mengalami baptisan Roh Kudus, dan hidup dalam kebenaran, tidak berbuat dosa.

      Hidup dalam kebenaran= hidup dari iman, itulah keturunan Abraham.
      Galatia 3: 7
      3:7. Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

      Iman sama dengan kebenaran, karena itu iman harus benar yaitu dari mendengar firman, bertobat sampai betul-betul hidup dari iman.

      Begitu kita menjadi bayi yang baru lahir, tidak berbuat dosa, tetapi hidup dalam kebenaran, kita akan menjadi keturunan Abraham--bintang. Kita juga menjadi senjata kebenaran. Itulah imam dan raja; kita menjadi keturunan Abraham/bintang-bintang.

      Di mana posisinya?
      Mazmur 5: 13
      5:13. Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

      Kita dipagari oleh Tuhan; dipeluk oleh tangan anugerah Tuhan yang besar sampai hidup kekal.
      Kita diberkati sampai anak cucu, dan menjadi berkat bagi orang lain sampai hidup kekal selamanya.


    Inilah langkah pertama. Tadinya kita bangsa kafir hanya seperti anjing dan babi, tetapi lewat anugerah Tuhan kita bisa menerima dan mempertahankan keselamatan. Kita dipagari/dipeluk supaya tidak keluar lagi, tetapi hidup benar; menerima dan mempertahankan keselamatan. Hidup benar sama dengan selamat; tidak benar tidak selamat.

    Hidup benar= hidup dari iman--selamat--; kita menjadi keturunan Abraham. Kita juga menjadi senjata kebenaran--imam dan raja/bintang-bintang. Kita dipagari--dipeluk--oleh tangan anugerah Tuhan yang besar, dan diberkati sampai anak cucu dan menjadi berkat bagi orang lain. Kita dipindahkan dari suasana kutukan ke Firdaus; dulu dari Firdaus diusir ke dunia karena berbuat dosa sehingga mengalami kutukan. Jangan keluar pagar lagi! Pertahankan keselamatan!


  2. Filipi 2: 12-15
    2:12. Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
    2:13. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
    2:14. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
    2:15. supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu
    bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

    Proses kedua menjadi bintang: kita harus menjadi bintang yang bercahaya--ruangan suci Tabernakel--, jangan jadi bintang yang gugur.

    Tadi kita menerima dan mempertahankan keselamatan; tetap dalam kebenaran. Sekarang untuk jadi bintang bercahaya kita harus mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar sampai kesempurnaan.

    Syaratnya:


    • Keselamatan itu modal, Yesus yang mengerjakan semua di kayu salib. Kalau modal tidak dikerjakan, lama-lama habis. Mari kita mengerjakan keselamatan.

      Syarat pertama: takut dan gentar= kita beribadah melayani Tuhan dengan setia dan dapat dipercaya oleh Tuhan
      ; setia dan bertanggung jawab pada Tuhan; setia berkobar-kobar sampai garis akhir
      . Kalau berhenti di tengah jalan, berarti gugur. Kalau tidak setia, bintang mulai redup dan akhirnya gugur.


    • Syarat kedua: ayat 14: 'dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan'= kita beribadah melayani dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah, tetapi selalu mengucap syukur pada Tuhan.
      Kalau bersungut, berbantah atau bergosip, bintang dengan bintang akan bertabrakan terus, dan lama-lama bintang gugur juga.
      Mari sungguh-sungguh hari-hari ini!

      Tadinya hanya seperti anjing dan babi tetapi sudah bisa menjadi bintang. Kalau ada gesekan dan lain-lain, biarlah kita selalu mengucap syukur pada Tuhan, dan selalu mengoreksi diri. Kalau ditemukan salah, kita mengaku pada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Kalau ada kesalahan orang lain, kita ampuni dan lupakan. Kita tidak akan pernah berbantah/bertengkar, tetapi semua menjadi damai sejahtera, enak dan ringan.

      Kalau tidak mengoreksi diri, akan terjadi juga perbantahan dan pertengkaran mulai dari rumah tangga. Di dalam penggembalaan kalau hamba Tuhan selalu salahkan jemaat, memang mudah bicara, tetapi gugur. Tetapi kalau kita semua mengoreksi diri lewat ketajaman pedang firman; mengucap syukur pada Tuhan, tidak akan ada perbantahan/pertengkaran. Tetapi kalau mulai mengoreksi orang lain, akan terjadi perbantahan dan pertengkaran.

      Inilah sistem anugerah. Kalau kita merasa ini adalah jalur anugerah sehingga kita bisa melayani Tuhan, mari terima dan pertahankan keselamatan--percaya, bertobat, baptis air dan Roh Kudus. Kita menjadi seperti bayi yang baru lahir, tidak berbuat dosa; kita hidup benar. Hasilnya: kita dipagari--dipeluk--oleh Tuhan. Pertahankan kebenaran dan keselamatan! Di situ ada berkat Tuhan dan suasana Firdaus.

      Kemudian, kerjakan keselamatan dengan takut dan gentar!


    • Syarat ketiga menjadi bintang bercahaya: ibadah yang benar.
      Roma 12: 1
      12:1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

      Bintang hanya bersinar terus, artinya berkorban terus, yaitu mempersembahkan tubuh yang hidup, kudus dan berkenan pada Allah. Mulai dari mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus milik Tuhan, berkorban untuk sesama yang membutuhkan, sampai mempersembahkan tubuh yang hidup, kudus dan berkenan pada Allah.

      Di mana kita bisa mempersembahkan tubuh yang hidup, kudus dan berkenan pada Allah? Di dalam kandang penggembalaan.
      Dulu bangsa Israel mempersembahkan binatang korban tidak boleh ada yang cacat. Kalau beli di pasar tidak mungkin, jadi dia harus menggembalakan sendiri sampai menjadi persembahan yang tidak bercela. Kita juga, mempersembahkan tubuh yang hidup, kudus dan berkenan pada Allah terjadi dalam penggembalaan:


      • Tubuh yang hidup= dikuasai Roh Kudus lewat ketekunan dalam ibadah raya--'Rohlah yang memberi hidup, daging tidak berguna''; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
        Bukti hidup: setia dan aktif dalam ibadah pelayanan.


      • Tubuh yang kudus= dikuasai firman pengajaran yang benar lewat ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
        Firman dan perjamuan suci inilah yang menjamin kesucian.


      • Tubuh yang berkenan pada Allah= dikuasai oleh kasih Allah lewat ketekunan dalam ibadah doa--'Inilah anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan'; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


      Di dalam penggembalaan inilah baru didapatkan tubuh yang hidup, kudus dan berkenan pada Allah--seperti dulu persembahan bangsa Israel adalah binatang yang tidak bercacat cela.
      Hari-hari ini biarlah kita sungguh-sungguh digembalakan oleh Tuhan.

      Kalau kita digembalakan, selalu ada firman, Roh Kudus dan kasih di dalam hidup kita, hasilnya:


      • Kepuasan sorga--seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air--, tidak pernah haus, sehingga tidak butuh sampai tidak mau lagi mencari kepuasan di dunia, yang membuat jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa.


      • 'Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku'= pemeliharaan hidup secara berkelimpahan--selalu mengucap syukur--, sampai kesempurnaan.


    Inilah proses bangsa kafir bisa menjadi bintang yang bercahaya lewat anugerah Tuhan.
    Yang pertama: pertahankan keselamatan. Kita sungguh-sungguh seperti bayi yang tidak mau berbuat dan tidak mengenal dosa. Kita hidup dalam kebenaran; hidup dari iman; kita menjadi keturunan Abraham--bintang-bintang. Kita juga menjadi senjata kebenaran--imam dan raja--; kita melayani Tuhan dengan benar. Hasilnya: kita dipagari--dipeluk--dan berkat dicurahkan--suasana Firdaus.

    Yang kedua: mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, syaratnya: tidak boleh berbantah-bantah/bersungut, tetapi harus takut dan gentar akan Tuhan, dan mempersembahkan tubuh yang hidup, kudus dan berkenan kepada Tuhan.


  3. 1 Petrus 2: 18-19
    2:18. Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis.
    2:19. Sebab adalah
    kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

    Jangan pilih-pilih untuk tunduk! Kalau tunduk pada orang yang suka memberi pada kita, nanti kita berpikir: Kalau tidak tunduk, nanti tidak dikasih lagi aku.
    Tetapi kalau kita bisa tunduk pada orang yang bengis pada kita, itu benar-benar penundukan yang sejati. Seperti Sarah yang mau diberikan kepada laki-laki lain oleh Abraham, dia masih tunduk.

    "Ini koreksi bagi saya. Saat diberkati Tuhan, tunduk. Saat masih menderita, bagaimana? Apa bisa tunduk pada Tuhan?

    Proses ketiga menjadi bintang: 'menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung'= harus memikul salib/mengalami percikan darah; rela menderita daging dan perasaan karena Yesus--ruangan maha suci Tabernakel.

    Mungkin di kantor tuannya pelit sekali, tetapi untuk jadi saksi Tuhan kita harus tunduk. Jangan pilih yang baik-baik baru tunduk, kalau bengis tidak mau tunduk. Jangan! Di rumah tangga juga, jangan pilih-pilih! Sudah berani masuk rumah tangga, jangan pilih-pilih. Karena itu hati-hati sebelum masuk rumah tangga! Jangan sampai sudah masuk rumah tangga baru mau pilih-pilih! Sungguh-sungguh!

    Untuk apa kita memikul salib? Supaya kita mengalami kemuliaan Tuhan/keubahan hidup.
    2 Korintus 4: 16-17
    4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
    4:17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami
    kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

    Kemuliaan sama dengan keubahan hidup.
    Tuhan izinkan kita memikul salib bersama Dia, supaya kita mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani/sempurna seperti Yesus.

    Keubahan hidup dimulai dari mana?
    1 Petrus 3: 3-6
    3:3. Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
    3:4. tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang
    lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
    3:5. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka
    tunduk kepada suaminya,
    3:6. sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

    Keubahan hidup sama dengan memiliki perhiasan mempelai, yaitu:


    • Lemah lembut=


      • Kemampuan untuk menerima firman pengajaran sekeras apapun.
      • Kemampuan untuk menerima sesama dalam kekurangan dan kelebihannya. Kalau ada kekurangannya, ampuni dan doakan. Kalau ada kelebihannya, akui dan teladani. Ini hati yang lembut. Kalau itu hamba Tuhan yang ada kelebihan, kita fellowship, enak, tinggal bersandar.

        "Saya dengan pdt Pong begitu. Saya lihat tiap ibadah penuh, sedangkan kami masih susah. Fellowship saja, bersandar saja, tahu-tahu jiwa bertambah-tambah juga termasuk dalam ibadah doa dan pendalaman alkitab. Ikut juga berkatnya. Om Pong memperluas gereja, kami juga mau memperluas gereja. Om Pong juga beritahu saya: Puasa ya, itu rahasia hamba Tuhan. Tidak ada ruginya lemah lembut."


    • Pendiam/tenteram=


      • Banyak mengoreksi diri lewat ketajaman pedang firman.
      • Bisa dikoreksi orang lain.

        "Karena itu setiap Lempin-El lulus, saya suruh sampaikan pesan, kesan dan kritik. Macam-macam kritiknya, panas juga telinga, tetapi saya koreksi diri: Ada benarnya juga dia. Aku belajar dan koreksi diri. Jangan hanya mengoreksi orang lain! Kalau sudah bisa dikoreksi, baru bisa mengoreksi."


      • Tidak banyak komentar atau mencampuri urusan orang lain.


    • Penurut= tunduk/taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.
      Penundukan dimulai dari berpegang pada firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran.

      Filipi 2: 15-16
      2:15. supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,
      2:16. sambil
      berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

      Penundukan ini merupakan puncaknya.
      'firman kehidupan'= firman pengajaran yang sudah dipraktikkan.
      Jangan jadi bintang gugur! Percuma!
      Berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar dan mempraktikkannya, itu adalah firman kehidupan.

      Kalau bintang sudah berpegang teguh dan taat dengar-dengaran pada firman kehidupan--kita berpegang pada Tuhan--, Tuhan akan memegang bintang dengan tangan kanan-Nya. Kita tidak akan pernah gugur.

      Wahyu 1: 16
      1:16. Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

      Hasilnya:
      Mazmur 118: 15-16
      118:15. Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
      118:16.
      tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan."


      • Hasil pertama: 'Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan'= tangan kanan Tuhan memberikan kemenangan atas musuh-musuh, artinya: menyelesaikan semua masalah yang mustahil. Ini keperkasaan Tuhan.


      • Hasil kedua: 'tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan'= tangan kanan Tuhan mengangkat kita pada waktunya:


        1. Mengangkat kita dari kejatuhan; kita dipulihkan.
        2. Diangkat dari kegagalan menjadi berhasil dan indah.
        3. Memakai kita dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
        4. Mengubahkan kita sampai sempurna saat Tuhan datang kembali.
          Diangkat oleh Tuhan sama dengan langkah-langkah mujizat, kita terus diubahkan.


        Kalau mujizat rohani terjadi, mujizat jasmani juga pasti terjadi; pertolongan-pertolongan Tuhan nyata.

        Sampai kalau Tuhan datang kembali, mujizat terakhir: kita menjadi sempurna seperti Dia. Tidak percuma kita berlomba dan beredar seperti bintang di orbitnya--yang memberi terang dan melayani Tuhan--; sudah dekat dengan kedatangan Yesus kedua kali. Kita bisa menyambut kedatangan-Nya di awan-awan yang permai.

Tadinya anjing dan babi, sekarang menjadi bintang/bayi yang baru lahir/keturunan Abraham. Kita menjadi senjata kebenaran. Hidup kita sudah dipagari.
Pertahankan keselamatan, berkat Tuhan sudah dicurahkan dan kita menjadi berkat bagi orang lain. Kita mengalami suasana Firdaus.

Lalu kerjakan keselamatan, beribadah melayani hari-hari ini! Jangan undur! Begitu undur, bintang sudah mulai redup! Kerjakan keselamatan!
Dan terakhir, pikul salib, kita mengalami sengsara. Pikul salib sampai berada di dalam tangan kanan Tuhan.

Tidak bisa apa-apa atau sudah berhasil, kita hanya mengangkat tangan. Biar Tuhan memegang kita dengan tangan kanan-Nya. Kita tidak akan pernah jatuh selama-lamanya.
Sebaliknya yang sudah jatuh, gugur, gagal, mari angkat tangan pada Tuhan.

Kalau ada beban, serahkan pada Tuhan sampai kita merasa lega: Terserah Kau, Tuhan, yang penting Engkau memegang saya. Yang sudah berhasil, naikkan ucapan syukur: Semua hanya karena Engkau, kalau bukan tangan Tuhan, tidak bisa. Yang jatuh dan lain-lain, masih ada kesempatan dari Tuhan: Saya rela dan mau diangkat. Jangan keraskan hati!

Mungkin kaum muda tidak tahu bagaimana masa depannya, serahkan pada Tuhan sampai lega, terserah Tuhan. Bagaimana nikah-buah nikah, pekerjaan, penyakit dan lain-lain? Serahkan pada Tuhan! Dalam keberhasilan, serahkan pada Tuhan! Semua karena Tuhan, tidak ada yang lain; tidak ada keraguan dan pertanyaan lagi.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 30 April 2019 - 01 Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan di Malaka)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Medan)

  • Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top