English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Desember 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8
4:8 Dan keempat makhluk itu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 Agustus 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:17-18
1:17 Ketika aku melihat Dia,...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 12 Maret 2013 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 9:13-35 adalah tulah ketujuh, yaitu hujan...

Ibadah Raya Surabaya, 14 Maret 2010 (Minggu Sore)
Matius 25:
= dalam susunan Tabernekal menunjuk pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan...

Ibadah Doa Malang, 24 Maret 2015 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Doa Surabaya, 01 Agustus 2018 (Rabu Sore)
Dari rekaman Ibadah Doa di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Saya berada di...

Ibadah Doa Malang, 09 Juni 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6 tentang sidang jemaat di...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Juli 2010 (Rabu Sore)
Matius 25 : 14-40 perumpaman tentang talenta.
Matius 25 : 14-15
25:14. "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian...

Ibadah Persekutuan Kartika Malang I, 30 Juni 2009 (Selasa Sore)
Lukas 23:43.
Tema kebaktian persekutuan tubuh Kristus kali ini adalah KEMBALI KE...

Ibadah Raya Surabaya, 03 Januari 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Paskah Kaum Muda Remaja Malang, 06 April 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 3:23-38 berjudul "Silsilah Yesus".
Dalam silsilah Yesus...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 Januari 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 menunjuk pada kebenaran. 
Tuhan menciptakan...

Ibadah Raya Malang, 27 November 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8a
4:8 Dan keempat...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 24 September 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 10:13-16
10:13 "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida!...

Ibadah Raya Malang, 02 Agustus 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 tentang sidang jemaat di...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Malang, 21 Desember 2017 (Kamis Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6 : 12-13
6:12 Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.
6:13 Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara mengugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.

Pembukaan meterai keenam atau hukuman Allah Roh Kudus yang keenam adalah terjadi gempa bumi yang dahsyat secara jasmani, terlebih secara rohani, yaitu pengaruh dunia akhir jaman (= kesulitan, kemustahilan, kesusahan, kesibukan, kesukaan dunia, kejahatan/ kenajisan) yang mengakibatkan kegelapan rohani di dunia.
  • Matahari hitam artinya tidak ada lagi kasih Allah/ kasih Allah tidak bekerja lagi, yang ada hanya kebencian sampai kebencian tanpa alasan.
  • Bulan menjadi merah artinya tidak ada lagi penebusan oleh darah Yesus/ tidak lagi ada pengampunan dosa. Manusia hanya berbuat dosa sampai puncak dosa, yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.
  • Bintang di langit berjatuhan artinya Roh Kudus tidak bekerja lagi. Hamba Tuhan menjadi tidak setia bahkan tinggalkan ibadah.

Akibat dari gelap rohani (matahari hitam, bulan merah, dan bintang gugur):
  1. Menghadapi badai di lautan dunia ini.
  2. Menghadapi batu sandungan.

ad. 2. Menghadapi batu sandungan.
Yohanes 11 : 10
11:10 Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya."

Menghadapi batu sandungan (= dosa sandungan) artinya:
  1. Dari dalam diri sendiri yaitu mudah tersandung, mudah kecewa, putus asa, lalu tinggalkan Tuhan. Juga mudah bangga (= melupakan Tuhan), gampang berbuat dosa/ gampang jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan, karena tidak ada lagi Firman dan Roh Kudus, gampang disesatkan oleh ajaran palsu/ ajaran sesat sehingga binasa selamanya.

  2. Menjadi sandungan.
    Matius 18:6
    18:6 "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

    Menyesatkan = menjadi sandungan. Anak kecil = orang yang belum dewasa rohani.
    Menjadi sandungan (baik dalam perkataan atau perbuatan) bagi orang lain terutama anak Tuhan yang belum dewasa rohani, sehingga mereka tinggalkan Tuhan dan firman pengajaran yang benar.

Jaga, jangan sampai kita menjadi batu sandungan!

Batu kilangan = batu yang berat dan kasar untuk menghaluskan gandum/ jagung jadi tepung.
Akibat dari menjadi batu sandungan adalah leher dikalungi batu kilangan dan ditenggelamkan. Artinya letih lesu, beban berat, susah payah secara jasmani dan rohani, hidup tidak indah, dan ditenggelamkan (masuk dalam dosa Babel).

Jika hamba Tuhan yang menjadi sandungan maka hamba Tuhan itu akan kering (tidak ada lagi gandum untuk memberi makan jemaat/ tidak ada pembukaan Firman/ pelayanan mundur) sehingga lapar rohani (hancur) diikuti kehancuran secara jasmani (terjadi kehancuran secara ekonomi dan lain-lain).

Arti dari 'ditenggelamkan' adalah masuk dalam dosa babel.

Wahyu 18 : 21

18:21 Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.

Batu kilangan dikaitkan dengan Babel artinya jatuh dalam dosa Babel, yaitu dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin-mengawinkan (dosa seks dengan aneka ragamnya, kawin-campur, kawin-cerai) sehingga ditenggelamkan dalam lautan api dan belerang, binasa selamanya.

Petrus adalah hamba Tuhan yang hebat, tetapi bisa jadi batu sandungan, apalagi kita.
Kita harus hati-hati dalam perkataan dan perbuatan. Jangan sampai menjadi sandungan. Jiwa lama saja bisa tersandung apalagi jiwa baru. Jika kita pernah salah dalam perkataan/ perbuatan harus diselesaikan agar tidak dituntut.


Leher = doa penyembahan.
Kita harus menjaga leher, artinya meningkatkan doa penyembahan.

Leher digunakan untuk menunduk.
Wasti tidak taat (lehernya geleng-geleng) akhirnya digantikan Esther.
Istri Lot, lehernya menoleh ke belakang (tidak tunduk/ tidak taat) akibatnya menjadi tiang garam.

Jadi, leher adalah doa penyembahan dan penundukan.
Doa penyembahan adalah proses perobekan daging dengan segala keinginan, kehendak, hawa nafsunya sehingga bisa tunduk-taat pada Tuhan, sampai daging tidak bersuara. Ini seperti Yesus yang tunduk dan taat sampai mati di kayu salib.

Yang membuat tidak tunduk (tidak bisa taat) adalah keinginan-kehendak-hawa nafsu daging.
Hati-hati kaum muda, seringkali tidak taat untuk masalah jodoh, seringkali tidak percaya. Jika tidak taat, maka akan bertemu badai, seperti orang-orang yang tidak percaya pada nasehat Paulus, tapi lebih percaya pada nakhoda. Akhirnya mereka bertemu badai sehingga kapal hancur dan semua barang dibuang ke laut, semuanya menjadi sia-sia.

Mari kita belajar taat seperti Yesus yang taat sampai mati di kayu salib. Kita belajar untuk taat sampai daging tidak bersuara.

Amsal 3 : 3-4
3:3 Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,
3:4 maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.

Jika bisa taat, maka leher dikalungi kasih setia Tuhan sehingga tidak menjadi sandungan. Kita bisa menjadi berkat, bersaksi bagi sesama, menjadi terang. Maka kehidupan kita akan dihargai oleh Tuhan dan sesama.
Dihargai Tuhan = menjadi biji mata Tuhan. Hasilnya adalah diberkati oleh Tuhan (naik terus/ tidak turun).

Mazmur 17:7-8
17:7 Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
17:8. Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

Kegunaan kasih setia Tuhan adalah:
  1. Kasih setia Tuhan yang ajaib.
    • Untuk menaungi (= memelihara dan melindungi) kita secara jasmani dan rohani dengan dua sayap burung nazar yang besar mulai sekarang di tengah kesulitan dunia, sampai jaman antikris.
      Pemeliharaan secara rohani adalah tenang, damai sejahtera, semua enak ringan (tidak terpengaruh, tidak terusik oleh dunia). Kita bisa berserah kepada Tuhan.
      Jika masih terusik oleh dunia maka berarti masih di luar kasih setia Tuhan.
      Semakin tinggi kerohanian, maka semakin damai hidup kita.

    • Untuk membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani sampai sama sempurna seperti Yesus.
      Sampai yang hancur pun, Tuhan masih bisa memperbaiki dan menolong.
      Raja Daud yang hebat bisa jatuh, apalagi kita. Namun Raja Daud bisa ditolong Tuhan karena mengaku dan bertobat.

      Mazmur 51:1-5,16-19
      51:1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud,
      51:2 ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba.
      51:3 Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
      51:4 Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
      51:5 Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.
      51:16 Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!
      51:17 Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!
      51:18 Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
      51:19 Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

      Raja Daud bisa menerima teguran keras dari nabi Natan (= melembut) sehingga bisa tertolong.
      Kita dibaharui mulai dari bisa melembut, yaitu bisa menerima teguran Firman Allah yang keras. Kita bisa saling mengaku dan saling mengampuni (dengan hancur hati), maka dosa diselesaikan, dan kita menjadi berharga di hadapan Tuhan.

      Mari selesaikan dosa, jangan menambah dosa! Beribadah itu untuk selesaikan dosa.

      Dosa adalah beban terberat dalam hidup manusia, sebab dosa merupakan hutang darah Yesus.
      Jika kasih setia ajaib bisa menyelesaikan beban terberat, maka kasih setia ajaib Tuhan pasti juga mampu menyelesaikan segala masalah di dunia ini sampai pada masalah yang mustahil pun Tuhan sanggup menyelesaikan.
      Hutang darah bisa dibayar apalagi hutang uang, Tuhan sanggup menolong! Tapi jangan sengaja hutang-hutang untuk memenuhi keinginan (pasti habis/ tidak tertolong).

      Jika mujizat rohani terjadi, dosa-dosa dibereskan, maka mujizat jasmani juga pasti terjadi.

  2. Kasih setia Tuhan yang abadi.
    • Untuk memantapkan, meneguhkan jabatan pelayanan. Kita bisa setia dan berkobar-kobar di tengah kegoncangan dunia, sampai anak cucu, sampai garis akhir (sampai meninggal atau sampai Tuhan datang kedua kali), sampai di takhta Surga selamanya.
      Mazmur 89:3-5
      89:3 Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
      89:4 Engkau telah berkata: "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku:
      89:5 Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun." Sela


      Wahyu 22: 3-5
      22:3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
      22:4 dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.
      22:5 Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

      Jubah pelayanan sama dengan jubah indah. Kasih setia Tuhan yang abadi membuat hidup kita menjadi indah.

    • Untuk melindungi dari hukuman Allah di dunia, sampai hukuman kekal di neraka selamanya.
      Yesaya 54 : 5-10
      54:5 Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.
      54:6. Sebab seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati TUHAN memanggil engkau kembali; masakan isteri dari masa muda akan tetap ditolak? firman Allahmu.
      54:7 Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali.
      54:8 Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu.
      54:9 Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi.
      54:10 Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.

      Jika Tuhan datang kedua kali, kita diubahkan menjadi mempelai wanita Sorga yang siap menyambut kedatanganNya kedua kali di awan-awan yang permai.



Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top