Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 14 secara keseluruhan menunjuk 7x percikan darah di depan Tabut Perjanjian = sengsara yang dialami gereja Tuhan bersama Yesus = penyucian/ pembaruan terakhir untuk mencapai kualitas sempurna/ tidak bercela sebagai mempelai wanita Sorga.

Wahyu 14:1-5 menunjuk pada pengikutan gereja Tuhan kepada Yesus sebagai Anak Domba Allah.

Wahyu 14:1
14:1 Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.

Pengikutan gereja Tuhan kepada Yesus adalah pengikutan yang ditandai dengan percikan darah, sehingga penyucian kita mengalami peningkatan sampai ke bukit Sion, yaitu kualitas sempurna/ tidak bercela sebagai mempelai wanita Sorga. Sebanyak 144.000 orang mengikut Yesus sampai ke bukit Sion menunjuk pada gereja Tuhan dari bangsa Israel, masing-masing 12.000 dari tiap suku Israel. Mereka adalah inti dari tubuh Kristus (mempelai wanita Sorga).

Yesaya 54:1-7
54:1 Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami, firman TUHAN.
54:2 Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu!
54:3 Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.
54:4 Janganlah takut, sebab engkau tidak akan mendapat malu, dan janganlah merasa malu, sebab engkau tidak akan tersipu-sipu. Sebab engkau akan melupakan malu keremajaanmu, dan tidak akan mengingat lagi aib kejandaanmu.
54:5 Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.
54:6 Sebab seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati TUHAN memanggil engkau kembali; masakan isteri dari masa muda akan tetap ditolak? firman Allahmu.
54:7 Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali.

Tadinya Ia disebutkan sebagai Allah Israel, namun kemudian disebut juga Allah seluruh bumi (termasuk bangsa Kafir). Sebenarnya, Yesus sebagai Anak Domba Allah hanya menebus bangsa Israel. Namun, karena sebagian Israel menolak, terbuka kesempatan bagi bangsa Kafir.

Jadi, Yesus, Anak Domba Allah yang berdiri di atas bukit Sion [Wahyu 14:1], adalah Anak Domba Allah yang sudah tersembelih di kayu salib untuk menebus dan menyucikan bangsa Israel (inti mempelai) dan juga bangsa Kafir (kelengkapan mempelai), sampai menjadi mempelai wanitaNya yang ditampilkan/ dipermuliakan di bukit Sion. Oleh sebab itu, kita harus mengalami penebusan dan penyucian yang semakin meningkat lewat percikan darah, sampai kita mencapai kualitas sempurna.

Yesaya 54:4
54:4 Janganlah takut, sebab engkau tidak akan mendapat malu, dan janganlah merasa malu, sebab engkau tidak akan tersipu-sipu. Sebab engkau akan melupakan malu keremajaanmu, dan tidak akan mengingat lagi aib kejandaanmu.

Kualitas sempurna = tidak ada lagi malu keremajaan ataupun aib kejandaan.

Markus 14:51
14:51 Ada seorang muda, yang pada waktu itu hanya memakai sehelai kain lenan untuk menutup badannya, mengikuti Dia. Mereka hendak menangkapnya,

Pengertian aib/ malu keremajaan secara rohani:
  1. Banyak kaum muda, baik muda secara umur ataupun kehidupan yang kuat dalam firman pengajaran, ternyata hanya memakai sehelai kain. Artinya kesucian yang minim, mudah terpengaruh dan hilang kesuciannya, kasihnya juga minim. Akibatnya adalah saat diizinkan ada kegoncangan, kesulitan, godaan dosa, ajaran palsu, mereka menjadi telanjang, dipermalukan dan mempermalukan Tuhan dan sesama. Mereka mudah berbuat jahat, suka bertengkar, menghakimi dan memfitnah orang lain, bahkan menjadi najis karena dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.

  2. Pakaian tipis juga menunjuk pada kesucian dan kasih yang hanya di luar saja, hanya pura-pura suci dan mengasihi, tidak sampai ke dalam hati. Misalnya: mereka hanya baik pada orang yang mendukung mereka saja, tetapi tidak pada mereka yang berbeda.
    Kita mohon pada Tuhan untuk bisa mendapatkan pakaian lenan halus yang berkilauan, yaitu perbuatan baik yang sungguh-sungguh, berdasarkan kesucian dari dalam hati.

Pengertian aib kejandaan secara rohani:
  1. Janda = putus hubungan dengan suami. Artinya kehidupan yang kering rohani, tidak ada hubungan dengan Tuhan, tidak lagi sungguh-sungguh sampai tidak mau menyembah Tuhan.

  2. Perkataan yang penuh dengan dusta, fitnah, gosip, dsb, yang hanya merugikan orang lain. Bahkan perbuatannya juga najis, hidup dalam percabulan.

    I Timotius 5:13-15
    5:13 Lagipula dengan keluar masuk rumah orang, mereka membiasakan diri bermalas-malas dan bukan hanya bermalas-malas saja, tetapi juga meleter dan mencampuri soal orang lain dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas.
    5:14 Karena itu aku mau supaya janda-janda yang muda kawin lagi, beroleh anak, memimpin rumah tangganya dan jangan memberi alasan kepada lawan untuk memburuk-burukkan nama kita.
    5:15 Karena beberapa janda telah tersesat mengikut Iblis.

Tuhan mau menebus kita, mempelai wanitaNya, dan janjiNya begitu sungguh-sungguh. Itu sebabnya, kita juga harus bersungguh-sungguh dalam penebusan.

Yesaya 54:10
54:10 Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.

Janji Tuhan untuk menebus dan menyucikan Israel dan Kafir untuk menjadi mempelaiNya yang sempurna adalah janji yang tidak bisa diingkari ataupun berubah ataupun gagal karena apapun. Oleh sebab itu, pengikutan dan pelayanan kita kepada Tuhan juga harus dipercik dengan tanda darah, ditandai dengan kesucian, supaya tidak gagal tetapi bisa mencapai bukit Sion (kesempurnaan). Jangan takut dengan salib/ percikan darah.

Wahyu 14:2-3
14:2 Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya.
14:3 Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorang pun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu

Pengikutan dalam kesucian digambarkan seperti desau air bah dan deru guruh yang tidak bisa dihalangi/ dihentikan oleh kekuatan apapun.
Artinya orang-orang suci memiliki kemampuan yang sangat besar untuk mengikut dan melayani Tuhan. Mereka bisa menerobos segala halangan yang ada di dunia ini.

Setelah menjadi kuat, jangan menjadi sombong, kita harus mengingat yang lain. Dituliskan ada bunyi pemain-pemain kecapi, artinya kita tidak bisa sempurna sendiri. Orang suci bisa bekerja sama satu dengan yang lain. Senar besar dan senar kecil saling bekerja sama untuk saling menguatkan dan menyatukan, sehingga terdengar nyanyian baru, yaitu terjadi pembaruan sampai kita sama sempurna seperti Yesus, sampai ditampilkan di bukit Sion dan masuk Yerusalem baru selamanya.

Kisah Para Rasul 28:30-31
28:30 Dan Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya.
28:31 Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.


Kita semua punya tantangan dan rintangan masing-masing, tergantung kita mau dihalangi atau tidak. Orang suci tidak bisa dihalangi apa pun.
Sekalipun dipenjara, Rasul Paulus tidak berhenti mengikut dan melayani Tuhan, bahkan bisa menyewa rumah sendiri (penuh pengorbanan) dan tetap memberitakan firman Tuhan. Sekalipun kita jatuh dalam dosa, segera mengaku dosa dan kembali pada kesucian.

2 Korintus 10:1-6,10
10:1 Aku, Paulus, seorang yang tidak berani bila berhadapan muka dengan kamu, tetapi berani terhadap kamu bila berjauhan, aku memperingatkan kamu demi Kristus yang lemah lembut dan ramah.
10:2 Aku meminta kepada kamu: jangan kamu memaksa aku untuk menunjukkan keberanianku dari dekat, sebagaimana aku berniat bertindak keras terhadap orang-orang tertentu yang menyangka, bahwa kami hidup secara duniawi.
10:3 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi,
10:4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.
10:5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,
10:6 dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.
10:10 Sebab, kata orang, surat-suratnya memang tegas dan keras, tetapi bila berhadapan muka sikapnya lemah dan perkataan-perkataannya tidak berarti.

Kesaksian Rasul Paulus: kita hanya kehidupan yang lemah (seperti air), namun kalau disucikan Tuhan, kita bisa menjadi seperti air bah yang tidak bisa dilawan siapa pun.
Apa pun kelemahan kita, kita harus menjaga kesucian, supaya bisa menerima kekuatan dari Tuhan. Tuhan akan menolong kita semua.

Matius 8:23-27
8:23 Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya.
8:24 Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
8:25 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."
8:26 Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.
8:27 Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"

Pengikutan dan pelayanan kita kepada Yesus adalah bagaikan perahu yang menyeberangi danau (dunia) untuk menuju pelabuhan damai sejahtera (Yerusalem baru) selamanya. Sebesar apa pun perahu, ia tetaplah sangat kecil di tengah lautan. Sebesar dan sehebat apa pun pelayan Tuhan, kita tetaplah kehidupan yang kecil, jangan merasa hebat, kita harus tetap mengandalkan Tuhan.

Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut, artinya setan bisa tiba-tiba datang dan menyerang dengan kuasa maut (dosa sampai puncak dosa, ajaran palsu, pencobaan di bidang ekonomi, penyakit, masa depan), untuk membinasakan kita sampai tenggelam di dunia. 'Tenggelam' artinya putus asa, kecewa, meninggalkan Tuhan, sampai tenggelam di lautan api dan belerang (neraka) selamanya.

Tenggelam atau tidaknya perahu kita di dunia ini tidak bergantung besar atau kecilnya gelombang, tetapi ada atau tidaknya Yesus dalam perahu kita. Artinya kita harus tetap setia dalam ibadah dan pelayanan, setia menyembah Tuhan, sehingga Yesus selalu ada dalam perahu kita. Kita tidak akan pernah tenggelam, bahkan bisa mencapai Yerusalem baru.

Mengapa Tuhan mengizinkan kita mengalami angin dan gelombang yang dahsyat dalam pengikutan kita?
  1. Supaya kita tidak bergantung pada kekuatan, kepandaian, ataupun pengalaman kita sendiri. Jika kita mengandalkan diri sendiri, kita pasti dikalahkan oleh setan. Kita tidak bisa menyelesaikan segala pencobaan dengan kekuatan sendiri, bahkan justru kita tenggelam. Kita harus bergantung sepenuh pada Tuhan. Kita sadar bahwa sehebat dan sebesar apapun hidup kita, kita hanya manusia debu dan tanah liat yang harus selalu berada dalam tangan belas kasih Tuhan (sang Penjunan).

  2. Supaya kita memandang Yesus yang sedang tidur dan bangun = mengalami pengalaman kematian dan kebangkitan bersama Yesus, sampai kita tiba di bukit Sion dan dipermuliakan selamanya. Suatu waktu kita dipermuliakan bukan hanya di dunia, tetapi sampai ke atas bukit Sion (Yerusalem baru) selamanya.
Jadi, pengikutan dan pelayanan yang benar kepada Yesus harus dimulai dengan salib dan percikan darah.
Contoh: Petrus mengikut dan mengenal Yesus sebagai Mesias, tetapi Petrus menolak salib.

Matius 16:15-18,21-23
16:15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
16:16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
16:17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
16:18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
16:21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
16:22 Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
16:23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."


Petrus mengenal Yesus sebagai Mesias, Anak Allah yang berkuasa, tetapi ketika menghadapi salib, Petrus menolak dan menyangkal Yesus, sehingga menjadi sama seperti iblis. Sekalipun mungkin ada kuasa, jika tanpa salib, itu kuasa iblis.

Jika pengikutan kita dimulai dengan salib, maka di balik salib ada kuasa dan kemuliaan yang sesungguhnya.
Pengalaman salib menghasilkan 3 hal:
  1. Matius 8:27
    8:27 Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"

    Tadinya masing-masing merasa hebat dan mengandalkan pengalaman dan pengetahuannya untuk menghadapi angin ribut, tetapi tidak mampu. Dalam pengalaman salib, kita bisa mengenal Yesus dan kuasaNya, sehingga kita tidak ragu, tidak main-main, tidak akan meremehkan ibadah dan pelayanan kepada Tuhan.

    Kita bisa kagum, hormat, taat dengar-dengaran, dan setia pada Tuhan.Selama kita taat dan setia, kita tetap di rel pengikutan yang benar pada Tuhan, sehingga pintu selalu terbuka, bahkan sampai pintu Sorga terbuka bagi kita. Tuhan berkuasa menolong, tetapi juga berkuasa untuk menghukum, kita harus tetap sungguh-sungguh.

  2. Matius 8:26
    8:26 Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

    Kita mengalami pembaruan/ keubahan hidup ke arah Yesus, sehingga kita bisa masuk Yerusalem baru. Kita mati dari hidup lama (manusia daging) dan bangkit dalam hidup baru (manusia baru), mulai dari 8 hal yang harus dibarui.

    Wahyu 21:8
    21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

    Penakut = takut pada sesuatu di dunia sampai tidak percaya dan tidak takut lagi pada Tuhan, sampai melawan pengajaran yang benar, termasuk takut pada keluarga sendiri, sungkan, dsb. Tabiat penakut akan diakhiri dengan pendusta. Kehidupan semacam ini harus dibaharui sampai sempurna, tidak salah lagi dalam perkataan. Penakut harus diubahkan menjadi takut akan Tuhan, artinya takut berbuat dosa. Pendusta harus diubahkan menjadi jujur, kehidupan yang menjadi rumah doa.

    Kalau mujizat rohani (keubahan hidup) terjadi, mujizat jasmani pasti juga terjadi.

  3. Kita meneladan Yesus yang tidur dan bangun, yaitu Yesus yang mati, bangkit, dan naik ke Sorga untuk duduk di sebelah kanan tahta Allah Bapa. Ia menjadi Imam Besar yang memonitor setiap gerakan perahu kita, setiap detak jantung kita, setiap langkah hidup kita, di tengah lautan dunia yang bergelora. Tuhan tidak pernah melupakan kita sedetikpun, bahkan Ia siap mengulurkan tangan belas kasihNya bagi kita.

    Praktek meneladan Yesus yang mati dan bangkit:
    • Kita harus mati terhadap dosa.
    • Kita harus memiliki iman yang teruji, sehingga bisa selalu hidup dalam damai sejahtera, tenang, bisa berdoa pada Tuhan. Jangan ada ragu atapun bimbang.

    Hasilnya adalah dalam ketenangan, kita bisa menyerahkan segala kekuatiran pada Tuhan. Kita bisa percaya bahwa Tuhan yang menentukan hidup dan mati kita. Kita hanya berusaha, tetapi Tuhan yang menentukan.

    I Petrus 5:7
    5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

    Kita menyerahkan diri sepenuh pada Tuhan, mengulurkan tangan pada Tuhan, maka Tuhan akan mengulurkan tangan belas kasihNya pada kita. Kita hidup dalam tangan belas kasih Imam Besar.

    I Petrus 5:5-6
    5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
    5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.


    Tangan Tuhan mampu meneduhkan angin dan gelombang = menyelesaikan segala masalah, sehingga kita bisa merasa enak dan ringan.
    Tangan Tuhan tepat waktu mengangkat kita. Ia sanggup mengangkat dan menolong kita tepat waktu dari segala ketenggelaman akibat dosa, kegagalan, kejatuhan. Kita juga dipakai Tuhan dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, sampai kita benar-benar dipermuliakan di awan-awan permai saat kedatanganNya kedua kali.

    Yunus di dasar laut masih bisa diangkat. Belas kasih Tuhan mengalahkan hukuman dan maut, Tuhan mampu mengangkat dan menolong kita.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Juli 2018 (Selasa Sore)
    ... dipaksa untuk menanggalkan pakaian lama hidup lama dan memakai pakaian baru hidup baru lewat baptisan air yang benar. Matius - Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya Ia tidak mau meminumnya. Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi. Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia. ...
  • Ibadah Jumat Agung Surabaya, 25 Maret 2016 (Jumat Pagi)
    ... dengan orang yang bijaksana yang mendirikan rumahnya di atas batu. . Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir lalu angin melanda rumah itu tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Jawaban kedua supaya tidak rubuh menghadapi serangan setan tritunggal yaitu Hujan lebat setan dengan roh jahat dan najis ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 15 Mei 2022 (Minggu Siang)
    ... jahat karena di baliknya ada roh Setan yaitu roh jahat dan roh najis. Sudah tidak mampu lagi sekalipun sudah berbuat baik akhirnya akan berbuat dosa lagi sampai puncaknya dosa. 'membeli dan menjual' dikuasai roh Antikris--roh jual beli--yang membuat pelayan Tuhan beribadah melayani Tuhan hanya untuk mencari perkara jasmani--termasuk keuangan hiburan ...
  • Ibadah Raya Malang, 06 Desember 2009 (Minggu Pagi)
    ... melakukan kewajiban utama dalam keluarga Suami melayani istri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar kepada istri. Istri tunduk kepada suami dalam segala sesuatu. Anak taat dengar-dengaran kepada orang tua. Jika kita bisa melakukan kewajiban yang utama pasti kewajiban yang lain bisa terpenuhi. Melayani dalam penggembalaan Gembala memberi makanan firman ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 01 September 2017 (Jumat Sore)
    ... Tuhan yang harus masuk aniaya antikris--mati syahid di zaman antikris-- Wahyu - . Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu lalu pergi memerangi keturunannya yang lain yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus. . Dan ia tinggal berdiri di pantai laut. 'perempuan' gereja Tuhan. 'ia' naga. Di sini disebutkan antikris berdiri di ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 September 2010 (Kamis Sore)
    ... kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Hamba yang menerima talenta menyembunyikan talentanya di dalam tanah sehingga disebut hamba yang jahat dan malas. Hamba yang malas. Amsal . Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak. Malas artinya tidak setia lalai dalam pelayanan ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 22 Februari 2020 (Sabtu Sore)
    ... jahat di udara Setan yang jelas memiliki kelebihan-kelebihan dari pada kita--seperti . melawan . tentara-- diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja Februari . Jadi kita tidak bisa berperang dengan cara-cara dunia kepandaian kekayaan kedudukan dan kekuatan tetapi kita harus menggunakan cara Tuhan supaya kita bisa menang yaitu lewat perdamaian sama dengan ...
  • Ibadah Kunjungan Batam I, 28 Agustus 2013 (Rabu Sore)
    ... bersama-sama dengan mereka Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa yang--demikian kata-Nya-- telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus. Garam perjanjian adalah kuasa Roh Kudus urapan Roh Kudus. Jadi garam dunia ...
  • Ibadah Ciawi III, 03 Desember 2008 (Rabu Sore)
    ... kemuliaan. Begitu juga dengan kita. Untuk bisa mencapai kemuliaan kita harus mengalami percikan darah. Tapi celakanya justru manusia banyak yang jadi seteru salib. Hanya sedikit yang mau memikul salib. Filipi - Cara menjadi seteru salib yaitu ikut Tuhan hanya untuk mengenakan daging dan mencari kepentingan daging dengan menghalalkan segala cara. ...
  • Ibadah Doa Malang, 19 Januari 2016 (Selasa Sore)
    ... akan menyucikan sampai menyempurnakan hidup kita. Tuhan tergerak dengan belas kasihnya untuk memberi makan orang yang lapar. Jadi kegerakan rohani sama dengan kegerakan belas kasihan Tuhan untuk memberi makan kita supaya kita bisa makan makanan rohani mengalami penyucian dan pembaharuan sampai sempurna sampai layak menyambut kedatangan Tuhan kedua kali. Syarat masuk ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.