English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Agustus 2016 (Senin Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 24 Januari 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8 menunjuk pada Pelita Emas. Dalam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Desember 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Raya Surabaya, 25 Januari 2009 (Minggu Sore)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali:
Matius 24:29,...

Ibadah Pembukaan Lempinel Angkatan XXXII, 15 Oktober 2009 (Kamis Sore)
Lukas 6:12-16, tema fellowship kali ini adalah tentang PANGGILAN DAN PILIHAN...

Ibadah Raya Surabaya, 10 September 2017 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang,...

Ibadah Doa Surabaya, 17 Januari 2018 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Ciawi

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman...

Ibadah Raya Surabaya, 21 Agustus 2016 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 22 Juli 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 15 September 2015 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Raya Malang, 23 Juli 2017 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Amos 8:3,11
8:3 Nyanyian-nyanyian di tempat suci akan menjadi ratapan pada hari itu," demikianlah...

Ibadah Raya Malang, 7 Oktober 2012 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27:57-61 adalah percikan darah keenam,...

Ibadah Persekutuan di Ciawi II, 18 November 2009 (Rabu Pagi)
Tema: Wahyu 21:5
"Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!"

Pada mulanya Tuhan sudah menciptakan manusia yang sama...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 06 Oktober 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 2:21-24 adalah tentang Yesus disunat...

Ibadah Raya Surabaya, 26 Maret 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Februari 2019 (Rabu Sore)

Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 1
9:1. Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.

Ayat 1-12 merupakan peniupan SANGKAKALA KELIMA; penghukuman yang kelima dari Anak Allah atas bumi dan isinya yang menolak bunyi sangkakala sekarang ini; menolak penyucian; tetap mempertahankan dosa sampai puncaknya dosa.
Bunyi sangkakala sekarang adalah firman penggembalaan--firman pengajaran yang keras, yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang diulang-ulang untuk menyucikan kita terus menerus sampai sempurna seperti Yesus.

Tanda sangkakala kelima: sebuah bintang jatuh dari langit ke atas bumi (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Februari 2019). Ini adalah Lucifer yang jatuh menjadi setan.

Sebenarnya, Lucifer adalah penghulu malaikat di sorga; pemimpin musik dan pujian---bintang timur--, tetapi bisa jatuh ke bumi dan menjadi setan, yang diikuti oleh roh jahat dan najis--belalang dan kalajengking yang menyiksa manusia lima bulan lamanya. Ini akan terjadi secara jasmani, tetapi kita belajar yang rohani.
Wahyu 9: 2-5
9:2. Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.
9:3. Dan dari asap itu
berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.
9:4. Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.
9:5. Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan
hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.

Mengapa Lucifer bisa jatuh dan menjadi setan?
Yesaya 14: 12-15
14:12. "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
14:13. Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu:
Aku hendak naik ke langit(1), aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah(2), dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan(3), jauh di sebelah utara.
14:14.
Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan(4), hendak menyamai Yang Mahatinggi!(5)
14:15. Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.

(terjemahan inggris)
14:12. "How you are fallen from heaven, O
Lucifer, son of the morning! How you are cut down to the ground, You who weakened the nations!

  1. Yang pertama: Lucifer menjadi setan karena kesombongan--lima kali disebutkan 'aku hendak....', sampai hendak menyamai Tuhan.
    Ini sama dengan melawan lima luka Yesus di kayu salib.


  2. Yang kedua: Lucifer menjadi setan karena tidak taat dengar-dengaran pada Tuhan/firman pengajaran yang benar--kalau sombong pasti tidak taat.

Filipi 2: 8-9
2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

Sebaliknya, Yesus rendah hati dan taat dengar-dengaran sampai mati terkutuk di kayu salib dengan lima luka utama, sehingga Ia ditinggikan menjadi bintang timur yang gilang-gemilang; tidak bisa jatuh selamanya.
Wahyu 22: 16
22:16. "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."

Tadinya, bintang timur adalah Lucifer, tetapi karena ia jatuh, ia digantikan oleh Yesus.
Istilah gilang gemilang berarti tidak pernah jatuh selamanya.

Lucifer sombong dan tidak taat dengar-dengaran pada Tuhan; sama dengan melawan kurban Kristus di kayu salib--menolak salib Yesus.
Sebenarnya kesombongan hanya sifat dari setan, tetapi sekarang kesombongan juga melanda gereja Tuhan--diwakili oleh Petrus; hamba Tuhan yang hebat (bintang).

Yohanes 13: 37-38
13:37. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!"
13:38. Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."

Kesombongan Petrus adalah mau mengorbankan nyawanya sebelum Yesus mengorbankan nyawa-Nya di kayu salib. Ini sama dengan tidak membutuhkan kurban Kristus--mengesampingkan kurban Kristus.
Akibatnya: Petrus menyangkal Tuhan tiga kali--tubuh, jiwa, dan rohnya menyangkal Allah Tritunggal--sehingga dicap 666; menjadi sama dengan antikris. Petrus benar-benar manusia darah daging yang dikuasai hawa nafsu, sifat tabiat, dan keinginan daging--tubuh, jiwa, dan rohnya adalah daging--; tidak mengalami keubahan hidup, dan tidak mewarisi kerajaan sorga, berarti binasa selamanya.

Tetapi bersyukur, Petrus masih bisa tertolong lewat penggembalaan.
Yohanes 21: 15-19
21:15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
21:16. Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
21:17. Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.
21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

Lewat penggembalaan/firman pengajaran yang diulang-ulang--bunyi sangkakala yang keras--Petrus mendapat kesempatan untuk diubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
Kalau firman diulang-ulang, itu merupakan kesempatan bagi kita untuk bisa diubahkan, bukan membosankan.

Petrus diubahkan sehingga:

  1. Hatinya sedih--rendah hati; mengakui kekurangan dan kelemahannya--sehingga ia membutuhkan dan menghargai kurban Kristus--bukan ia yang berkorban lebih dulu dari Yesus.


  2. Bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan= taat dengar-dengaran.

Hasilnya: Petrus diselamatkan bahkan disempurnakan.

Setan ingin memasukkan sifat kesombongan dalam gereja Tuhan. Hati-hati! Tuhan tolong kita; lewat penggembalaan Petrus bisa tertolong.

Lewat penggembalaan bangsa kafir juga ditolong oleh Tuhan.
Markus 7: 27-29
7:27. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
7:28. Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
7:29. Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."

Di sini Yesus bicara tentang anjing, tetapi di injil Matius--pada cerita yang sama--Yesus bicara tentang domba.
Matius 15: 24-25
15:24. Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
15:25. Tetapi perempuan itu
mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."

Perempuan Kanani--bangsa kafir--sebelum bertemu Yesus/digembalakan hanya dirasuk setan, berarti sombong dan tidak taat sehingga tampil seperti anjing dan babi--berbuat dosa sampai puncaknya dosa--; menderita dan binasa selamanya.
Ingat, berbuat dosa bukan enak, tetapi sangat menderita sampai binasa selamanya.

Ia datang pada Tuhan, tetapi Tuhan berkata: Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Sudah tidak ada jalan, kalau sombong, ia akan pergi. Tetapi di sini perempuan ini merendahkan diri dan terus mendekat pada Yesus.
Itulah keadaan bangsa kafir.

Yesus datang untuk menolong domba-domba, berarti Ia tampil sebagai Gembala, artinya: bangsa kafir hanya bisa ditolong lewat penampilan Yesus sebagai Gembala--penggembalaan. Tidak ada jalan lain.
Dalam penggembalaan ada remah-remah roti--'makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak'--, yaitu

  • Firman pengajaran yang keras, yang diulang-ulang.
  • Kurban Kristus.

Sebenarnya tidak ada kesempatan bagi bangsa kafir. Yesus datang untuk mencari domba-domba yang hilang dari antara bangsa Israel, tetapi masih ada yang menolak Yesus, sehingga terbuka kesempatan bagi bangsa kafir.
Kalau bangsa kafir bisa menggunakan kesempatan sebesar lubang jarum untuk menjilat remah-remah roti, bangsa kafir akan diubahkan menjadi rendah hati dan taat dengar-dengaran--bisa menikmati firman pengajaran dan menghargai kurban Kristus. Ini sama dengan diubahkan dari anjing menjadi domba--terlepas dari setan. Selama jadi anjing, akan dikuasai oleh setan.

Malam ini kita belajar, jangan sampai seperti Petrus yang menyangkal Yesus--manusia yang tidak mengalami keubahan hidup; dicap 666--, dan akan dibinasakan selama. Petrus--gereja bangsa Israel--ditolong Tuhan. Bangsa kafir juga ditolong Tuhan.

PROSES PEMBAHARUAN BANGSA KAFIR.
Yohanes 19: 33-34
19:33. tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
19:34. tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

Menjelang hari Sabat, tidak boleh ada mayat tergantung. Kalau belum mati, tulang kakinya dihancurkan supaya cepat mati lalu diturunkan. Penjahat pertama dan kedua belum mati sehingga kakinya dipatahkan.
Tetapi sampai pada Yesus, Ia sudah mati, seharusnya Ia langsung dikuburkan, dan bangsa kafir tidak mendapat apa-apa. Tetapi di sinilah kesempatan sebesar lubang jarum--'seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya'.

Inilah proses pembaharuan bangsa kafir yaitu dari luka kelima--di lambung Yesus--yang mengeluarkan darah dan air.
Artinya bangsa kafir harus menerima tanda darah dan air:

  1. Tanda darah= percaya dan bertobat; membuang dosa, terutama dari lima dosa utama yang melawan lima luka Yesus karena kesombongan dan ketidaktaatan.
    1 Petrus 2: 1
    2:1. Karena itu buanglah segala kejahatan(1), segala tipu muslihat(2) dan segala macam kemunafikan(3), kedengkian(4) dan fitnah(5).

    Dosa bagaikan tanaman yang bertumbuh--ada akar, tunas, dan buahnya yaitu berbuah maut--:


    1. Kejahatan= akarnya dosa, yaitu cinta akan uang; terikat akan uang sehingga menjadi kikir dan serakah.
      Kikir= tidak bisa memberi.
      Serakah= mencuri milik Tuhan dan sesama.

      Kalau ada akar kejahatan, pasti ada akar kenajisan. Hati-hati!


    2. Tipu muslihat, kemunafikan, kedengkian= tunas dosa--perkembangan dosa kalau dosa tidak dicabut.
    3. Fitnah= buah bibir yang tidak baik: duta, gosip, fitnah, dan hujat--dosa sudah berbuah maut.
      Bergosip= menjelek-jelekkan orang. Kita gampang sekali bergosip: Begini...begitu. Lalu dengar berita: Bukan dia, salah. Kita hanya tertawa. Kalau hamba Tuhan: Sudah..sudah, tidak usah diperpanjang, padahal kasihan nasibnya orang yang digosipkan. Enak saja. Harus bertanggung jawab! Yang celaka yang mendengar gosip, tidak dicek dulu, sudah ikut-ikutan. Bahaya, buah dosa adalah maut!

      Memfitnah= salah jadi benar dan sebaliknya.
      Menghujat= pengajaran benar dikatakan salah dan dihambat, tetapi mendukung ajaran palsu. Ini benar-benar sombong dan tidak taat; tidak takut akan Tuhan; benar-benar melawan Tuhan.

      Karena itu kita harus hati-hati! Harus jujur! Kalau ada pengajaran yang benar harus didukung siapapun yang menyampaikan, kalau tidak benar, harus tegas untuk menghindar. Kalau tidak, akan berbuah maut sampai kebinasaan. Bahaya!


    Membuang lima dosa, berarti tidak boleh diambil lagi.


  2. Tanda air= lahir baru/baptisan air.
    1 Petrus 2: 2-3
    2:2. Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,
    2:3. jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.

    Dulu dilahirkan ibu kita jadi bayi jasmani, setelah baptisan air kita menjadi bayi rohani.
    Lewat baptisan air yang benar kita akan mengalami kelahiran baru menjadi bayi rohani yang baru lahir.
    Hasilnya:


    1. Menjadi anak-anak Allah, yaitu tidak berbuat dosa; hidup benar dan selamat.
    2. Memiliki hati nurani yang baik.
      1 Petrus 3: 20-21
      3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
      3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

      Tanda hati nurani yang baik--adalah


      1. 'selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani'= selalu rindu dan membutuhkan firman penggembalaan lebih dari segalanya.
        Air susu yang murni secara jasmani adalah air susu ibu. Secara rohani ibu menunjuk pada gembala yang memelihara anak. Gembala juga seperti bapak yang menegor dan menasihati.

        Kalau tidak rindu firman, berarti bukan bayi lagi.
        Rindu akan firman berarti tidak boleh ditukar dengan yang lain; jangan ada yang bertentangan dengan firman, itulah hati nurani yang baik.


      2. 'mengecap kebaikan Tuhan'= bisa mengecap kebaikan Tuhan, salah satunya adalah selalu merasakan dan membutuhkan urapan Roh Kudus. Tidak ada lagi kebencian, tetapi selalu merasakan bahwa Tuhan itu baik.
        Ibrani 6: 4
        6:4. Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus,

        'mengecap karunia sorgawi'= mengecap kebaikan Tuhan.

Inilah proses pembaharuan bangsa kafir, yaitu lewat percaya, bertobat dan baptisan air. Kita hidup benar, selamat, tidak dihukum, dan kita memiliki hati nurani yang baik yaitu selalu rindu akan firman penggembalaan dan merasakan nikmatnya urapan Roh Kudus.

Jadi hati nurani yang baik merupakan tempat dari firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus, yang selalu menyucikan hidup kita dari sifat tabiat kekafiran, yaitu:

  • Hati selalu kuatir. Kalau hati kuatir akan hidup sehari-hari dan masa depan, kita tidak akan setia dan benar--'carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya'--. ini harus disucikan sehingga kita menjadi setia dan benar terhadap Tuhan dan sesama--setia dan benar di dalam segala hal.

    Orang setia dan benar hidup dari salib--'maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu'; 'tambah' adalah tanda salib.
    Matius 6: 31-33
    6:31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
    6:32. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
    6:33. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

    Kehidupan yang setia dan benar terhadap Tuhan--vertikal--dan sesama--horizontal--sama dengan menghargai salib Kristus; hidup dari salib Kristus, dan semua akan ditambahkan, tidak pernah minus.
    Biar pekerjaan masih kecil, kalau setia dan benar, akan surplus.


  • Seperti babi= perbuatan najis. Harus disucikan menjadi perbuatan suci dan berkenan pada Tuhan.
  • Seperti anjing= perkataan najis: dusta, gosip. Harus disucikan menjadi perkataan benar dan baik, termasuk menjadi saksi Tuhan.

Kita disucikan secara terus menerus dari sifat tabiat kekafiran, sampai kerohanian kita bertumbuh ke arah kesempurnaan.
Kita harus sungguh-sungguh hari-hari ini.

Sesudah baptisan kita harus tergembala dengan benar dan baik--rindu akan air susu yang murni dan rohani. Perhatikan kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--! Firman dan Roh Kudus akan diisikan di hati, sehingga ada kekuatan ekstra, dan kita terus disucikan sampai dewasa rohani bahkan sempurna.
Inilah proses pembaharuan bangsa kafir lewat lambung Yesus.

1 Petrus 2: 5
2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Bangsa kafir yang sudah mengalami pembaharuan--menerima tanda darah dan air--akan diangkat menjadi BATU HIDUP--imamat rajani; imam-imam yang suci dan raja-raja. Kita diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari dalam nikah, penggembalaan, dan antar penggembalaan. Gunakan waktu, tidak rugi. Apa yang kita korbankan untuk pembangunan tubuh Kristus tidak akan hilang. Dia sebagai Kepala rela menjadi tengkorak untuk bertanggung jawab atas tubuh-Nya. Justru kalau ada pembangunan tubuh Kristus, Dia tampil sebagai Jehovah Jireh untuk mengadakan dari yang tidak ada menjadi ada.
Kalau suami dan isteri berkorban, Jehovah Jireh ada di dalam nikah, begitu juga dalam penggembalaan lebih nyata lagi Dia sebagai Kepala, dan antar penggembalaan lebih nyata lagi, sampai kita bertemu Dia muka dengan muka. Jangan ragu-ragu!

Sebenarnya bangsa kafir hanya batu keras yang tenggelam di lautan api dan belerang, tetapi lewat lambung Yesus kita diangkat menjadi batu hidup.
Kalau tidak mau dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus--batu hidup--, akan menjadi batu yang lain yaitu:

  1. Batu keras.
    Yeremia 17: 1
    17:1`. "Dosa Yehuda telah tertulis dengan pena besi, yang matanya dari intan, terukir pada loh hati mereka dan pada tanduk-tanduk mezbah mereka

    Ini adalah hati yang keras. Dosa sudah diukir pada loh hati, tidak bisa dihapus, lalu diukir pada tanduk mezbah, berarti tidak bisa diampuni lagi.
    Dulu, kalau orang Israel berbuat dosa dengan tidak sengaja, ia lari ke mezbah korban bakaran dan memegang tanduknya, sehingga dosanya diampuni--pada tanduk mezbah ada darah sehingga bisa diampuni.

    Kalau tidak mau jadi batu hidup, ia akan jadi batu keras, artinya: kehidupan yang mempertahankan dan menyembunyikan dosa sampai puncaknya dosa; sengaja berbuat dosa sampai puncaknya dosa.
    Akibatnya: dosanya tidak terampunkan lagi, dan binasa selamanya.
    Ini semua karena kekerasan hati!


  2. Batu bata= menjadi alatnya setan--dulu umat Israel disuruh membuat batu bata untuk membangun kota perbekalannya Firaun.
    Keluaran 5: 7
    5:7. "Tidak boleh lagi kamu memberikan jerami kepada bangsa itu untuk membuat batu bata, seperti sampai sekarang; biarlah mereka sendiri yang pergi mengumpulkan jerami,

    Keluaran 1: 11
    1:11. Sebab itu pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas mereka untuk menindas mereka dengan kerja paksa: mereka harus mendirikan bagi Firaun kota-kota perbekalan, yakni Pitom dan Raamses.

    Membangun kota perbekalan--kebutuhan daging--= pikirannya hanya tertuju pada perkara daging sehingga tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan kepada Tuhan.

    Kejadian 11: 3, 9
    11:3. Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan tér gala-gala sebagai tanah liat.
    11:9. Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

    Batu bata juga digunakan untuk membangun Babel--kotanya setan--, artinya dipakai dalam pembangunan mempelai wanita setan.


  3. Batu sandungan.
    1 Petrus 2: 7
    2:7. Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."

    Batu sandungan=


    1. Gambang tersandung dan tersinggung sehingga berbuat dosa, kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan/ibadah pelayanan.
    2. Menjadi sandungan bagi orang lain; menyebabkan orang lain berdosa.
    3. Menghalangi orang lain untuk datang kepada Tuhan, terutama menghalangi orang lain menerima firman pengajaran yang benar.

      "Karena itu saya sangat sedih waktu ada yang berkata: Di facebook itu kok perang pengajaran ya? Katanya orang pengajaran tetapi saling mencaci maki. Siapa yang mau datang? Hati-hati! Kaum muda memasang status: galau, orang akan berkata: Itu akan aktivis, tetapi galau, untuk apa ke gereja? Sama saja. Itu berarti jadi batu sandungan. Jangan begitu!"


    4. Batu kilangan/Babel--dipakai dalam pembangunan Babel--yang akan ditenggelamkan dalam lautan api dan belerang.
      Wahyu 18: 21
      18:21. Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.

Mari, kita semua diberi kesempatan untuk bisa mengalami pembaharuan hidup dari lambung Yesus--darah dan air. Buang lima dosa, jadi seperti bayi yang baru lahir--hidup benar, selamat, dan memiliki hati nurani yang baik. Terima pengajaran yang benar--tergembala dengan benar dan baik; anjing menjadi domba--, dan selalu merasakan urapan Roh Kudus.
Di dalam ruangan suci selalu ada urapan Roh Kudus, mau tidak mau akan mengecap kebaikan Tuhan. Harus tekun! Kita akan disucikan sampai mencapai kesempurnaan.

Kalau sudah suci, kita akan diangkat menjadi imam dan raja--baru keras menjadi batu hidup--untuk dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Menjadi imam adalah pengangkatan dari Tuhan.

1 Petrus 2: 5, 9
2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
2:9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

TUGAS IMAM DAN RAJA--batu hidup; imam dari bangsa kafir--:

  1. 'mempersembahkan persembahan rohani'= mempersembahkan apa saja yang bernilai rohani dan berkenan kepada Tuhan, sampai mempersembahkan hidup kita.


  2. 'memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia'= bersaksi. Jangan bergosip!
  3. Dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita.

1 Petrus 2: 6, 8

2:6. Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."
2:8. Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.

SIFAT TABIAT IMAM: percaya dan taat kepada Tuhan--hanya berseru: Ya Abba, ya Bapa.
Ini dikaitkan dengan nama Tuhan: Alfa dan Omega; Alif dan Ya. Kalau kita percaya dan taat untuk pekerjaan Tuhan dan firman Tuhan--selalu berkata: 'Ya'--, kita akan dikaitkan dengan nama Yesus sehingga:

  • Kita mengalami kuasa nama Yesus untuk mengalahkan musuh-musuh.
    Banyak tantangan dan rintangan dalam pelayanan--mulai dari nikah--, tetapi kalau kita percaya dan taat, kita akan menerima kuasa nama Yesus untuk mengalahkan tantangan dan rintangan.

    Kita diutus Tuhan membawa nama Yesus. Tidak perlu takut! Apa yang tidak mungkin bisa jadi mungkin karena nama Tuhan.


  • Kita menerima kemampuan dari Tuhan untuk melakukan pekerjaan-Nya sampai sempurna.

Jangan ada lagi batu keras tetapi menjadi batu hidup! Perjelas tanda darah dan air. Kita melayani dengan hati bayi--tidak suka menonjol; tidak ada persaingan--, kita ditempati firman dan Roh Kudus, sehingga kita mengalami penyucian.
Kemudian kita diangkat menjadi batu hidup dan dipakai Tuhan--ada tugas dan sifat tabiat imam.

1 Petrus 2: 10
2:10. kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

'bukan umat Allah'= bangsa kafir. Dulu hanya bangsa Israel yang boleh menjadi imam. Lalu Tuhan membuka jalan lewat jalur belas kasih-Nya--darah dan air--sehingga kita diangkat menjadi imam.
Dasar pengangkatan kita menjadi imam adalah dari belas kasih; berarti HIDUP IMAM berasal dari belas kasih Tuhan/kurban Kristus Karena itu kita harus menghargai salib.
Belas kasih adalah pemberian kepada orang yang tidak layak untuk menerimanya.

Kalau bergantung pada belas kasih Tuhan kita akan banyak menyembah Tuhan--hanya menunjukkan kekurangan dan kelemahan kita kepada Dia--sampai menggerakkan hati-Nya supaya Ia berbelas kasih kepada kita, dan Dia akan memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita; Dia mengulurkan tangan belas kasih-Nya bagi kita. Ini tugas kita sekarang.

Sudah bekerja bukan untuk sombong, tetapi menunjukkan bahwa kita banyak kekurangan dan kelemahan secara jasmani dan rohani.
Itu yang akan membuat hati Tuhan tergerak. Dia akan memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita.

Hasilnya:

  • Markus 6: 34-35
    6:34. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
    6:35. Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.

    Kalau tidak tergembala akan menghadapi krisis. Kita harus tergembala! Hati Tuhan tergerak kepada kehidupan yang tergembala.
    Kalau ada yang mengalami krisis ekonomi, mohon kepada Tuhan sampai Dia berbelas kasihan kepada kita.

    Hasil pertama: Tuhan memelihara kita yang lemah tak berdaya secara ajaib dan berkelimpahan di tengah dunia yang semakin sulit sampai antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

    Krisis rohani: tidak tenang di dunia yang sudah goncang. Kalau tidak tergembala, pasti stres. Tidak mungkin tidak. Semua akan tambah sulit, kita serahkan kepada Tuhan.
    Ketakutan, kekuatiran, stres merupakan pembunuh utama. Tetapi kalau Gembala Agung mengulurkan tangan, kita akan mengalami damai di tengah kegoncangan; wajah berseri, semua enak dan ringan.

    Kalau kita dalam kekurangan, ketidaktenangan, kekuatiran, mari beribadah dan melayani Dia lebih dulu, kemudian menyembah Dia: Hidupku dari belas kasih Tuhan.


  • Markus 1: 40-42
    1:40. Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku."
    1:41. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir."
    1:42. Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.

    Kita tidak usah memikirkan: Sudah ini, tidak mungkin, gawat, tetapi bagaimana Tuhan berbelas kasih kepada kita.
    Mungkin masalah kita tidak semudah membalik telapak tangan, tetapi kalau Yesus berbelas kasih, lebih mudah dari pada membalik telapak tangan. Sekejap saja selesai--'Seketika itu juga'.

    Jangan batasi belas kasih Tuhan!
    Yang penting kita bisa menggerakkan hati Tuhan untuk berbelas kasih kepada kita.

    Hasil kedua: penyakit jasmani yang sudah mustahil Tuhan tolong. Yang penting hati Tuhan tergerak oleh belas kasih. Dia mampu menolong kita.

    Penyakit kusta juga menunjuk pada dosa-dosa, terutama kebenaran diri sendiri; keegoisan yang membuat sandungan di rumah tangga, penggembalaan, dan fellowship. Susah sekali menghadapi orang egois, tidak bisa diatur. Biar Tuhan jamah, supaya menggunakan kebenaran dari Tuhan; kita saling mengaku dan mengampuni, benar-benar kita bahagia, ada air anggur yang baru.


  • Lukas 7: 13-15
    7:13. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"
    7:14. Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai
    anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"
    7:15. Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.

    Ibu janda, jangan berharap pada yang lain. Sebenarnya, perhatian Tuhan luar biasa kepada ibu janda.

    Hati Tuhan tergerak oleh belas kasihan melihat anak muda yang mati.
    Anak muda yang mati artinya: masalah yang mustahil, penderitaan, kehancuran nikah dan buah nikah, banyak tangisan karena masalah yang mustahil. Ini yang menarik belas kasih Tuhan. Banyak menangis kepada Tuhan!

    Hasil ketiga: Tuhan membangkitkan anak muda, semua ditolong oleh Tuhan, dan Dia menghapus air mata, artinya: Dia menyucikan dan mengubahkan kita sedikit demi sedikit sampai sempurna seperti Dia, tidak ada lagi setetespun air mata. Kita masuk Yerusalem baru, dan menjadi BATU PERMATA di sana.

Bangsa kafir hanya anjing dan babi, batu keras, tetapi bisa jadi batu hidup sampai batu permata. Semua hanya karena belas kasih Tuhan yang besar kepada kita.
Sumber belas kasih Tuhan adalah kurban Kristus.

Jadi imam-imam hari-hari ini--batu hidup--, jangan batu keras dan lain-lain.
Apapun keadaan kita, pandang lambung-Nya yang mengeluarkan darah dan air--belas kasih Tuhan yang menolong kita semua, masa depan yang hancur menjadi baik, sampai tidak ada tangisan lagi; kita sempurna seperti Dia.

Yang penting adalah hati Tuhan tergerak oleh belas kasih--yang seharga kurban Kristus. Dia mampu melakukan apa saja, memberikan kemenangan demi kemenangan sampai kemenangan terakhir kita menjadi batu permata--sempurna seperti Dia.
Jika ada setetes air mata, terutama (permisi) dari ibu janda, Tuhan akan tergerak oleh belas kasih. Kalau ada kehidupan yang sakit, menghadapi krisis, dan berdosa tetapi mau menyembah Dia, hati-Nya akan tergerak oleh belas kasih. Dia mampu menolong kita semua.
Kaum muda, sudah mati, tidak ada masa depan, berseru kepada Dia.

Suami, isteri, orang tua, anak tidak tahu, jangan marah, kesempatan untuk memandang lambung Yesus. Apapun kelemahan dan kekurangan kita, Dia mampu menolong. Sembah Dia, serahkan semua kepada Dia!
Biarlah hati Tuhan tergerak oleh belas kasih lewat perjamuan suci karena melihat bangsa kafir yang menghadapi apapun hari-hari ini sehingga banyak tetesan air mata. Tidak ada yang mustahil bagi Dia. Setiap hati-Nya tergerak oleh belas kasih, pasti terjadi mujizat secara jasmani dan rohani.

Hargai kurban Kristus, di sinilah ada belas kasih Tuhan yang seketika saja mampu melakukan segala sesuatu, sampai seketika saja Dia menyempurnakan kita saat Dia datang kembali.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 30 April 2019 - 01 Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan di Malaka)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Medan)

  • Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top