PENYERAHAN ANAKMazmur 37: 25-2937:25.Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
37:26.tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.
37:27.Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya;
37:28.sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.
37:29.Orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana senantiasa.
Ini merupakan kesaksian dari raja Daud yang tidak pernah ditinggalkan oleh Tuhan; dan selalu hidup bersama dengan Tuhan mulai dari muda sampai masa tua. Tuhan selalu beserta, sama dengan Imanuel.
Tuhan memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita.
Mengaparaja Daud--sekarang kita--selalu disertai dan diperhatikan Tuhan? Karena
kita tampil sebagai orang benar.
Orang benar= orang yang hidup dalam kebenaran; hidup dari iman.
Setelah itu kita menjadi senjata kebenaran, yaitu
pelayan Tuhan yang setia dan benar.
Berkat dan pemeliharaan Tuhan kepada orang benar bukan hanya di bumi saja, tetapi sampai hidup kekal selamanya (ayat 29).
Ingat!
Batas pemeliharaan Tuhan di bumi sudah sangat singkat, karena bumi akan dihancurkan seperti Sodom dan Gomora--kiamat.
Pada saat itu kita semua harus sudah menjadi sempurna seperti Yesus, dan terangkat ke awan-awan yang permai. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya.
Karena itu,
kita harus mempersiapkan masa peralihan dari bumi ke sorga.
Bagaimana caranya?
Kita harus mengalami pembaharuandari manusia daging menjadi manusia rohani lewat ibadah pelayanan kepada Tuhan.
Semua yang kita dapatkan di dunia akan menjadi sia-sia, hancur, dan binasa kalau tidak dikaitkan dengan ibadah pelayanan.
Tetapi kalau dikaitkan dengan ibadah pelayanan, tidak akan sia-sia, malah menuju hidup kekal. Utamakan ibadah pelayanan lebih dari semua!
Kejatuhan manusia pertama karena tidak taat dan diusir ke dunia. Kalau di dunia tetap tidak taat akan diusir lagi ke neraka.
Pembaharuan dimulai dari
taat dengar-dengaran. Kita mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita. Kita hidup dalam tangan Tuhan. Tangan belas kasih dan kuasa Tuhan yang bekerja dalam hidup kita mulai di dunia sampai kedatangan Yesus kedua kali kita diubahkan jadi sempurna. Kita benar-benar masuk kerajaan sorga. Imanuel selamanya; kita bersama Tuhan selamanya.
Tuhan memberkati.
IBADAH RAYASalam sejahtera dalam Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.
Wahyu 22: 6-21 menunjuk pada
tujuh peringatan/nasihat/teguran kepada sidang jemaat akhir zaman, supaya menjadi sempurna seperti Yesus dan tampil sebagai mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan masuk Yerusalem baru selamanya--angka tujuh menunjuk pada kesempurnaan.
- Ayat 7= peringatan pertama: peringatan yang dikaitkan dengan kebahagiaan dalam menerima firman nubuat(diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 24 November 2024sampai Ibadah Raya Surabaya, 15 Desember 2024).
- Ayat 8-9= peringatan kedua: peringatan tentang penghormatan dan penyembahan(diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 18 Desember 2024sampai Ibadah Doa Surabaya, 08 Januari 2025).
- Ayat 10= peringatan ketiga; peringatan untuk tidak memeteraikan firman nubuat--firman pengajaran yang benar; wahyu dari Tuhan--, karena waktunya sudah singkat(diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Januari 2025sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Januari 2025).
- Ayat 11-12= peringatan keempat: peringatan tentang dua macam arus di dunia: kesucian atau kenajisan. Kita harus tegas memilih (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 26 Januari 2025sampai Ibadah Doa Surabaya, 26 Februari 2025sampai Ibadah Doa Surabaya, 26 Februari 2025).
- Ayat 13-16= peringatan kelima: peringatan tentang membasuh jubah. (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2025sampai Ibadah Doa Surabaya, 23 April 2025)
- Ayat 17= peringatan keenam: peringatan tentang tugas gereja Tuhan, yaitu bersaksi dan mengundang(diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2025sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Mei 2025).
- Wahyu 22: 18-21
22:18.Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkansesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
22:19.Dan jikalau seorang mengurangkansesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."
22:20.Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
22:21.Kasih karunia Tuhan Yesusmenyertai kamu sekalian! Amin.
Peringatan ketujuh: peringatan untuk siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali di awan-awan permai, yang dikaitkan dengan dua hal:
- Ayat 18-19= peringatan untuk tidak menambah dan mengurangi--merubah--firman nubuat/firman pengajaran yang benar.
Kalau mau bertemu Yesus di awan yang permai, kembali ke alkitab (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 18 Mei 2025sampai Ibadah Raya Surabaya, 22 Juni 2025).
Untuk kembali ke Firdaus kita harus kembali ke alkitab. Keadaan dulu dan sekarang harus sesuai dengan firman, bukan firman yang mengikuti.
- Ayat 21= peringatan untuk selalu hidup dalam kasih karunia Tuhan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 29 Juni 2025).
AD. 7BAyat 20= gereja Tuhan harus selalu siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kalau ketinggalan, semua akan menjadi sia-sia; tidak berguna.
Karena itu,
kita harus hidup dalam kasih karunia Tuhan.
Kegunaan kasih karunia(diterangkan pada
Ibadah Pendalaman Alkitab, 02 Juli 2025):
- Menyelamatkan manusia berdosa (Titus 2: 11); hidup benar.
- Menyucikan (1 Petrus 1: 13-16); menjadi imam dan raja.
- Menyempurnakan (1 Petrus 5: 10); sempurna, sama mulia seperti Yesus. Menjadi mempelai wanita yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai.
Sikap kita terhadap kasih karunia menentukan apakah kita selamat, disucikan, sampai sempurna atau tidak, bahkan kehilangan kasih karunia dan binasa.
Sikap terhadap kasih karunia:
- Tidak menyia-nyiakan kasih karunia Allah(diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 06 Juli 2025sampai Ibadah Raya Surabaya, 13 Juli 2025).
2 Korintus 6: 1-3
6:1. Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima.
6:2. Sebab Allah berfirman: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau." Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.
6:3. Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela.
- Tidak menjauhkan diri dari kasih karunia Tuhan; sama dengan tidak menolak kasih karunia Tuhan (diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 16 Juli 2025sampai Ibadah Raya Surabaya, 17 Agustus 2025).
Ibrani 12:15
12:15. Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agarjangan tumbuh akar yang pahityang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
- Tidak menyalahgunakan kasih karunia Tuhan(diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 20 Agustus 2025).
Yudas 1: 4
1:4.Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allahkita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.
'orang tertentu'= orang di dalam gereja Tuhan.
AD. 3
Ada sikap negatif terhadap kasih karunia Tuhan; pelayan Tuhan yang menyalahgunakan kasih karunia Tuhan.
Praktiknya:
- Menyelusup atau menyelundup di dalam penggembalaan(diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 20 Agustus 2025).
Artinya:
- Tidak sungguh-sungguh dalam penggembalaan.
- Memberi pengaruh negatif dalam penggembalaan lewat gosip ajaran lain dan sebagainya.
Contoh: Yudas Iskariot.
- Hidup fasik.
Ad. 2Fasik= jahat; tidak bisa berbuat baik.
Mazmur 1: 41:4.Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
Fasik sama dengan sekam yang ditiup angin.
Sekam--kulit; kosong--adalah
pelayan Tuhan yang hanya puas dengan berkat-berkat jasmani, tetapi tidak mau diisi dengan firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci--korban Kristus.
Perhatikan ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci!Itu adalah saat-saat pengisian hidup kita.
Tuhan memberkati kita--kesehatan, keuangan dan sebagainya--terutama untuk mengisi hidup kita dengan firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus.
Tidak mau diisi sama dengan tidak mau disucikan, sehingga tetap berbuat dosa.
Yesaya 17: 12-1317:12. Wahai! Ributnya banyak bangsa-bangsa, mereka ribut seperti ombak laut menderu! Gaduhnya suku-suku bangsa, mereka gaduh seperti gaduhnya air yang hebat!
17:13. Suku-suku bangsa gaduh seperti gaduhnya air yang besar; tetapi TUHAN menghardiknya, sehingga mereka lari jauh-jauh, terburu-buru seperti sekam di tempat penumbukan dihembus angin, dan seperti dedak ditiup puting beliung.
Ombak laut menderu dihembus angin sama dengan sekam ditiup angin.
Air laut bicara tentang bangsa kafir. Di dunia ini hanya ada dua kelompok bangsa yaitu bangsa Israel umat pilihan Tuhan dan bangsa kafir.
Jadi, pelayan Tuhan yang fasik sama dengan ombak laut menderu yang ditiup angin.
Pengertian rohani ombak laut yang menderu:
- Hati yang bimbang.
Yakobus 1: 5-8
1:5. Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya.
1:6. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
1:7. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
1:8. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.
'mendua hati' = bimbang.
Hati bimbang terjadi karena menghadapi angin pencobaan dan angin ajaran palsu termasuk gosip.
Seringkali sudah mantap dalam firman pengajaran yang benar, lalu mendengar ajaran palsu, akan mulai bimbang.
Kalau gembala mengajarkan ajaran palsu, satu gereja akan binasa semuanya. Tetapi kalau gembala berbuat dosa--mencuri seperti Yudas, berzinah seperti Hofni dan Pinehas--, dia sendiri yang mati.
Karena itu hati-hati! Jangan coba-coba mendengar ajaran palsu! Doakan gembala! Nasib kita bergantung pada makanan rohani yang kita makan.
Kalau bimbang, akibatnya:
- Tidak tenang hidupnya; tidak damai sejahtera tetapi hanya letih lesu dan beban berat.
Kalau damai, semua akan jadi enak dan ringan.
- Tidak mendapat apa-apa dari Tuhan; sama dengan hampa; tidak ada kaitan dengan Tuhan.
- Ayat 5= kekurangan hikmat; tidak memiliki hikmat sorga; tidak bijaksana sama dengan bodoh.
Kalau bodoh, ia akan rubuh--seperti orang membangun rumah di atas pasir.
Matius 7: 26-27
7:26. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
7:27. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itudan hebatlah kerusakannya."
'perkataan-Ku' = perkataan Yesus; firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat menerangkan ayat.
Orang bodoh= mendengar firman pengajaran yang benar tetapi tidak melakukan; sama dengan mendirikan rumah rohani--mulai dari rumah tangga, penggembalaan, fellowship--di atas pasir, sehingga pasti dikalahkan oleh Setan:
- Hujan lebat--dari udara--= Setan dengan roh najis. Hidup pribadi, nikah, penggembalaan, dan antar penggembalaan najis.
- Angin kencang--dari darat--= nabi palsu dengan ajaran palsu dan gosip. Ia tinggalkan pengajaran yang benar dan beralih pada ajaran palsu.
- Banjir--dari laut--= Antikris dengan kekuatan Mamon yang membuat kikir dan serakah; sama dengan menyembah uang.
Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Termasuk menipu sesama.
Saat kena hujan, angin, dan banjir, rubuhlah rumah itu, dan hebatlah kerusakannya.
Artinya: gugur dari iman--berbuat dosa sampai puncaknya dosa--; tidak bisa diperbaiki lagi, dan binasa selamanya.
Karena itu kita tidak boleh bimbang tetapi percaya pada pribadi Tuhan--pengajaran yang benar--dan kuasa Tuhan, sehingga bisa mendengar dan taat dengar-dengaran pada perintah Tuhan.
Kita menjadi orang bijaksana--berhikmat.
Hasilnya:
- Tahan uji; menang atas Setan tritunggal:
- Saat roh najis menghantam, kita tetap hidup suci.
- Saat ajaran palsu, gosip melanda, kita tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar.
- Saat Mamon menghantam, kita bisa memberi untuk sesama dan pekerjaan Tuhan--tidak kikir dan serakah.
Contoh: jemaat Makedonia miskin dan dicobai, tetapi bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan karena kemurahan Tuhan.
- Menjadi bintang yang bercahayauntuk menuntun orang lain kepada kebenaran.
Daniel 12: 3
12:3. Dan orang-orang bijaksanaakan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaranseperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.
'orang-orang bijaksana' = berhikmat dan taat.
Ini tugas kita. Setelah kita mendapatkan kasih karunia Tuhan--diselamatkan, disucikan, sampai nanti sempurna--, jangan menyalahgunakan kasih karunia Tuhan; jangan menjadi orang fasik, tetapi kita menjadi orang yang percaya/yakin, tidak bimbang sampai taat dengar-dengaran.
Inilah bintang yang bercahaya, untuk menuntun orang lain kepada kebenaran.
Kita menjadi berkat bagi orang lain sampai nanti kita dipermuliakan bersama Tuhan saat Dia datang kembali.
Bintang itu berada di langit/angkasa, sudah dekat dengan kedatangan Tuhan di awan permai.
Kalau bintang tetap bercahaya; menjadi berkat bagi orang lain, menuntun orang berdosa kepada kebenaran lewat bersaksi, mengundang, kita akan dimuliakan bersama Tuhan.
- Mengakibatkan sampah dan lumpur.
Yesaya 57: 20-21
57:20. Tetapi orang-orang fasikadalah seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tetap tenang, dan arusnya menimbulkan sampahdan lumpur.
57:21. Tiada damai bagi orang-orang fasik itu," firman Allahku.
- Sampah= sesuatu yang tidak berguna.
Kalau fasik, hidup itu akan benar-benar tidak berguna. Artinya:
- Hanya menjadi beban bagi orang lain.
Yang benaradalah kita diberkati untuk menjadi berkat bagi orang lain.
Ini adalah rumus berkat Abraham. Berkat tidak akan habis!
Kalau hanya menerima berkat tetapi tidak pernah dibagikan, akan jadi rawa--banyak nyamuk yang menimbulkan penyakit.
Mulai dari rumah tangga, jangan jadi beban. Lakukan tugas suami, isteri dan anak dengan baik.
- Pelayan Tuhan yang jahat dan malas--tidak setia.
Matius 25: 26, 30
25:26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
25:30. Dan campakkanlah hamba yang tidak bergunaitu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
Kalau malas pasti akan jahat, terutama mulai dari perkataannya.
Karena itu kita harus setia berkobar-kobar dan baik dalam ibadah pelayanan.
Kesetiaan mampu menutupi segala kekurangan dan kelemahan.
Kalau menjadi pelayan Tuhan yang setia dan baik, kita akan dipercaya oleh Tuhan dan mengalami kebahagiaan.
- Lumpur=
- Perbuatan daging yang berdosa.
Galatia 5: 19-21
5:19. Perbuatan dagingtelah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
5:20. penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
5:21. kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Ini sama dengan lumpur dosa; campur baur dengan dosa sampai puncaknya dosa, berarti bergaul erat dengan dosa-dosa dan tidak bisa dilepaskan; sama dengan mati rohani untuk menuju kematian yang kedua.
- Perkataan dan perbuatan yang mengeruhkan suasana, mulai dari rumah tangga, penggembalaan, fellowship, sampai mengeruhkan firman pengajaran yang benar.
Yehezkiel 34: 18-19
34:18. Apakah belum cukup bagimu bahwa kamu menghabiskan padang rumput yang terbaik? Mesti pulakah kamu injak-injak padang rumput yang lain-lain dengan kakimu? Belum cukup bahwa kamu minum air yang jernih? Mesti pulakah yang tinggal itu kamu keruhkan dengan kakimu?
34:19. Apakah domba-domba-Ku seharusnya memakan rumput yang sudah diinjak-injak kakimu dan meminum air yang sudah dikeruhkan kakimu?
'kakimu' = perjalanan hidup; perbuatan hidup; solah tingkah termasuk perkataan.
Firman pengajaran yang benar dicela sampai orang lain tidak mau mendengar firman pengajaran yang benar.
Contoh: Petrus salah menggunakan pedang--saat Yesus mau ditangkap, Petrus memotong telinga hamba imam besar.
Doakan gembala supaya tidak menyampaikan firman dengan emosi, keinginan dan sebagainya.
Titus 2: 6, 9-10
2:6. Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diridalam segala hal
2:9. Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah,
2:10. jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.
Yang benaradalah kita harus menghiasi firman pengajaran yang benar.
'orang-orang muda' = gambaran keinginan daging yang kuat.
'menguasai diri'= tidak mengikuti/menyalibkan keinginan daging, hawa nafsu daging, tetapi taat dengar-dengaran pada pengajaran yang benar.
Segala perbuatan dan perkataan kita sesuai dengan firman pengajaran yang benar, yaitu benar, suci, dan baik.
Ini sama dengan menghiasi firman pengajaran yang benar untuk menarik orang lainsupaya mendengar firman pengajaran yang benar.
Saat itu, firman pengajaran yang benar juga sedang menghiasi hidup kita. Hidup kita dibuat jadi indah; hidup kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Yesus.
Mengeruhkan pengajaran akan membuat hidup itu benar-benar keruh--susah.
Ombak laut yang menderu yang ditiup angin yaitu hati yang bimbang, mengakibatkan sampah dan lumpur.
- Dikuasai Babel.
Wahyu 17: 1, 5, 15
17:1. Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
17:5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babelbesar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."
17:15. Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsadan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.
'di tempat yang banyak airnya' = air laut yang bergelora.
'bangsa-bangsa' = bangsa kafir.
Ombak laut yang menderu diduduki/dikuasai oleh perempuan babel. Perempuan Babel sama dengan roh jahat dan roh najis.
Wahyu 18: 2
18:2. Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahatdan tempat bersembunyi semua roh najisdan tempat bersembunyi segala burung yang najisdan yang dibenci,
Roh jahat--serigala--= keinginan akan uang.
Roh najis--burung--= dosa makan minum dan kawin mengawinkan--dosa percabulan.
Kalau roh najis, pasti akan gaduh--ribut, resah. Kalau ada roh jahat--keinginan akan uang--, akan menjadi ganas--seperti serigala menerkam.
Uang adalah perkara kecil dalam rumah Tuhan, tetapi kalau sudah terikat oleh keinginan akan uang, kita menjadi ganas. Contohnya: mencari uang dengan cara tidak halal--tidak sesuai iman; tidak sesuai firman pengajaran yang benar. Beribadah melayani hanya untuk mencari uang. Hati-hati!
Keinginan akan uang membuat kikir dan serakah; tidak peduli dengan orang lain mulai dari nikah.
Kalau ada keinginan jahat, pasti akan ada keinginan najis.
Ini yang membawa pada kebinasaan.
Contohnya: Hofni dan Pinehas memakan persembahan kurban binatang yang seharusnya untuk Tuhan, akhirnya Hofni dan Pinehas berbuat najis juga.
Bertengkar soal uang di dalam gereja--serigala--, pasti akan ada burung. Yesus tidak bisa jadi kepala, tetapi Setan.
Kalau di rumah tangga bertengkar soal uang, akan ada burung--kenajisan--, dan ular yang jadi kepala yang membawa pada kehancuran dan kebinasaan.
Ini semua juga menghantam murid-murid--orang di dalam pengajaran.
Matius 14: 24-25, 29-3114:24. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
14:25. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.
14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
Kalau bimbang, akan mulai tenggelam kesuciannya. Pelayanannya mulai merosot, hanya menghasilkan sampah dan lumpur.
Petrus bisa bimbang, apalagi kita. Hati-hati!
Ombak laut yang menderu menghantam perahu, yaitu pribadi kita, nikah rumah tangga, gereja Tuhan/penggembalaan dan persekutuan.
Akibatnya: mulai tenggelam--kemerosotan, kehancuran. Kalau dibiarkan akan binasa di lautan api dan belerang.
Tempat yang paling amanadalah (ayat 31) di dalam uluran tangan Tuhan.
Di manakita bisa mendapatkan uluran tangan Tuhan?
- Pemberitaan firman pengajaran yang benar.
Prosesnya: mendengar, mengerti, percaya, dan praktik firman--taat dengar-dengaran.
Taat dengar-dengaran bagaikan mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia mengulurkan tangan kuasa-Nya, sehingga kita hidup dalam tangan-Nya.
- Doa penyembahan kepada Tuhan.
Doa penyembahan adalah mata memandang Tuhan--mata bertemu mata Tuhan--, mulut berseru nama Yesus; dan mengangkat tangan kepada Tuhan--berserah kepada Tuhan.
Kita berseru dan berserah kepada Dia.
Tuhan akan mengulurkan tangan kasih dan kuasa-Nya untuk mengangkat kita dari ketenggelaman.
Tuhan izinkan kita mulai tenggelam--bisa secara jasmani dan rohani--, supaya kita bisa mengulurkan tangan kepada Dia. Kita berseru dan berserah kepada Dia.
Tuhan akan mengangkat kita dari kemerosotan jasmani dan rohani.
Kita dipulihkan mulai di dunia.
Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Dari bimbang menjadi percaya dan taat. Kita masuk Yerusalem baru selamanya.
Inilah sikap terhadap kasih karunia; jangan menyalahgunakan kasih karunia Tuhan. Jangan jadi orang fasik yang seperti sekam--ombak menderu--ditiup angin! Kita hidup dalam tangan Tuhan.
Tuhan memberkati.