English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malam Surabaya, 14 Juli 2013 (Minggu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 25 September 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:26-29  
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti,...

Ibadah Doa Malang, 07 Desember 2017 (Kamis Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Doa Malam Surabaya, 26 April 2017 (Rabu Malam)
Malam ini kita belajar dalam kitab Keluaran 11: 8-10.
Keluaran 11: 8
11:8. Dan semua pegawaimu ini akan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 November 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:1-5 terbagi menjadi dua bagian:
Ayat 1-4 =...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 17 Januari 2017 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 2:1-2
2:1 Seorang laki-laki dari...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 19 April 2015 (Minggu Malam)
1 Korintus 6: 1-20
(‘mencari keadilan pada orang-orang yang tidak beriman’)
6:1. Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika...

Ibadah Raya Surabaya, 27 Juni 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Mei 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:49-50
9:49 Yohanes berkata: "Guru, kami lihat...

Ibadah Doa Surabaya, 26 Agustus 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus Kristus. Kiranya...

Ibadah Doa Malang, 27 September 2016 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 17:1-8
17:1 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus,...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I, 05 Agustus 2010 (Kamis Malam)
Lukas 11: 9-10
11:9. Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 14 Oktober 2010 (Kamis Malam)
Lukas 2: 8
2:8. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada...

Ibadah Doa Malang, 02 April 2013 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20...

Ibadah Persekutuan Kartika Malang II, 01 Juli 2009 (Rabu Pagi)
Lukas 23:43.
Tema kebaktian persekutuan tubuh Kristus kali ini adalah KEMBALI KE...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Maret 2019 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 7
9:7. Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia,

Ayat 7-12 bicara tentang belalang dan kalajengking.
Belalang menunjuk pada roh jahat dan najis yang keluar dari lobang jurang maut (ayat 2-5).
Di sini, rupa belalang sama seperti kuda yang dipersiapkan untuk peperangan, itulah peperangan rohani, terutama peperangan dalam penaburan benih firman pengajaran yang benar.
Kuda menunjuk pada kecepatan atau kekuatan.

Jadi roh jahat dan najis menggunakan kekuatan dan kecepatan untuk menghalangi penaburan benih firman pengajaran yang benar, supaya tidak menghasilkan buah-buah rohani--merusak pohon-pohon rohani.
Di ayat 4, belalang memang tidak boleh merusak rumput, tumbuhan, dan pohon di bumi, tetapi hanya manusia. Manusia daging adalah sama seperti pohon rohani. Kalau tidak berbuah, berarti ada kerusakan pada pohon itu. Belalang tidak boleh merusak pohon secara jasmani, karena itu ia merusak pohon secara rohani supaya tidak berbuah.

Akibatnya:

  1. Kehidupan yang tidak berbuah sama dengan pohon ara di pinggir jalan yang tidak berbuah, sehingga dikutuk oleh Tuhan--terkutuk, kering, tidak puas (selalu bersungut dan lain-lain), letih lesu, susah payah, dan pahit getir.


  2. Kehidupan yang tidak berbuah sama dengan tidak berubah, sehingga tidak bisa menjadi saksi, tetapi batu sandungan--batu kilangan yang dibuang ke laut seperti Babel; tenggelam di dalam dosa Babel.


  3. Kehidupan yang tidak berbuah sama dengan tidak bisa menghasilkan buah kesempurnaan; tidak bisa menjadi mempelai wanita sorga, sehingga tertinggal saat Yesus datang kembali, dan binasa untuk selamanya.

Yakobus 1: 19-20
1:19. Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
1:20. sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

Oleh sebab itu kita harus menggunakan kecepatan dan kekuatan dari Roh Kudus, yaitu cepat untuk mendengar firman Allah.
Artinya:

  1. Ibrani 5: 11-14
    5:11. Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
    5:12. Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
    5:13. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
    5:14. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

    Yang pertama: apa yang didengar.

    Roh Kudus mengurapi kita supaya kita bisa mendengar firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua--makanan keras--sebagai kelanjutan dari mendengar firman penginjilan--susu.
    Banyak yang tidak mau menggunakan kecepatan dan kekuatan Roh Kudus--tidak mau mendengar pengajaran--, itu yang akan kalah dengan kecepatan belalang.

    Kita harus mendengar firman pengajaran!
    Mengapa demikian?


    1. Jika hanya mendengar firman penginjilan, kerohanian kita akan sama seperti anak kecil, yaitu tidak tahu mana yang benar; tidak bisa membedakan tangan kanan dari tangan kiri; semua pengajaran dianggap sama saja, sehingga mudah diombang-ambingkan oleh ajaran palsu dan tersesat; merasa hebat padahal ia sudah jauh, menyalahkan orang lain padahal ia sudah tersesat.


    2. Kalau hanya susu, tidak akan bisa bertumbuh ke arah kedewasaan rohani--kesempurnaan--, sehingga tidak bisa masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba--hanya orang dewasa yang boleh menikah--, berarti tertinggal saat Yesus datang kembali kedua kali., dan binasa selamanya.


    Jika oleh kecepatan Roh kudus kita bisa mendengar firman pengajaran yang benar, kita akan mengalami pertumbuhan rohani sampai kedewasaan rohani--sempurna--dan menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba--hanya orang dewasa yang boleh menikah.


  2. Yang kedua: cara mendengar.
    Artinya: kita bisa mendengar firman pengajaran yang benar dengan sungguh-sungguh sampai mengerti, percaya, dan mempraktikkannya. Itulah kecepatan Roh Kudus, yaitu cepat mendengar sampai dengar-dengaran. Jangan bimbang lagi!

    Kalau sekarang masih diskusi untuk mencari mana yang benar, kita akan ketinggalan saat Tuhan datang kembali. Kita harus cepat mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar.
    Firman bukan untuk didiskusikan. Kalau masih diskusi, berarti belum benar. kalau kita yakin firman itu benar, kita tidak perlu diskusi tetapi kita yakini dan praktikkan.

    Bukti mendengar dan dengar-dengaran:
    Yakobus 1: 19
    1:19. Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;


    1. 'lambat untuk berkata-kata'= banyak berdiam diri; banyak mengoreksi diri lewat ketajaman pedang firman. Kalau ditemukan dosa, kita mengaku pada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Kalau tidak ada dosa, berarti percikan darah. Di sanalah kita akan mengalami kemuliaan. Jangan menyalahkan orang, tetapi koreksi diri kalau sesuatu terjadi.


    2. 'lambat untuk marah'=


      1. Tidak marah dengan emosi sampai menimbulkan pertengkaran.
        Seringkali kita emosi, lalu berkata: Percuma kamu ke gereja. Jangan! Itu sudah emosi dan menghakimi. Itu sangat berbahaya.

        "Ada orang berkata pada saya: 'Itu ambil barang di saya, tetapi sulit bayarnya, percuma tiga macam ibadah.' Mungkin memang sepi. Saya bertanya: 'Kamu dibayar?': 'Dibayar, tetapi lama.': 'Tidak percuma dia ibadah, coba kalau tidak ke gereja, kamu tidak dibayar, jangan-jangan seperti di koran, kamu tagih, kamu dibunuh.' Baru dia sadar. Jangan menghakimi!'"


      2. Marah karena ada sebab yang jelas, terutama kalau melanggar firman.
      3. Marah dengan kasih untuk menolong/mengangkat kehidupan yang bersalah.

Cara belalang--roh jahat dan najis--menghalangi pertumbuhan benih firman pengajaran yang benar sehingga tidak berbuah--merusak pohon kerohanian kita--:

  1. Lukas 8: 5, 12
    8:5. "Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.
    8:12. Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.

    Burung= roh jahat dan najis, yang sama dengan belalang.

    Cara pertama belalang--roh jahat dan najis--menghalangi pertumbuhan benih firman pengajaran yang benar: benih jatuh di pinggir jalan, artinya: belalang--roh jahat dan najis--menghalangi penaburan benih firman--saat-saat kita mendengar firman--lewat menguasai hati dan pikiran kita--tanah--sehingga


    • Kaki kita mengembara; tidak tergembala; tidak fokus pada satu benih firman pengajaran yang benar--ada percampuran benih antara pengajaran yang benar dan tidak benar.

      Pengajaran benar artinya tertulis di dalam alkitab. Kalau tercampur dengan yang tidak benar, akan benar-benar habis.
      Kalau tidak terpengaruh saat mendengar ajaran lain, kita semua berada Firdaus--tidak ada air mata--karena Hawa tidak perlu dibuang ke bumi setelah ia mendengar suara ular. Mengapa ada air mata? Karena belalang mengganggu penaburan benih.
      Jadi kalau ada hamba Tuhan berkata: Saya tidak terpengaruh, ia sebenarnya sudah terpengaruh. Jangan pernah dibohongi!

      "Untunglah guru-guru saya selalu menekankan: Kalau sudah beda, jangan mendengar dan berfellowship, kalau berfellowship pasti kita akan jauh dan menyimpang dari yang benar."

      Mari, Tuhan mau memberikan firman pengajaran yang benar untuk mengangkat kita dari kutukan. Kita sudah terkutuk, kalau masih mencampur lagi dengan ajaran lain, kita akan benar-benar binasa.


    • Hati dan pikiran kita mengembara, sehingga tidak perhatian sepenuh saat pemberitaan firman pengajaran yang benar: mengantuk, melamun dan sebagainya, yang membuat tidak bisa mengerti firman.


    • Menggunakan jalan pikiran sendiri seperti Nikodemus saat Yesus bicara tentang baptisan air, sehingga selalu mengkritik, melawan, sampai menolak firman pengajaran yang benar, tetapi menerima ajaran yang salah.
      Abraham bisa menerima firman dengan iman, bukan pikiran sendiri, sehingga ia taat untuk mempersembahkan anaknya kepada Tuhan.

      "Ada yang berkata kepada saya: Kita harus menghormati orang. Saya katakan: 'Kamu menghormati orang dengan mendengarkan ajaran yang salah, sementara kamu tidak hormat sama Tuhan. Imam Eli lebih menghormati anak dari pada Tuhan, sehingga matanya bular--tidak ada pembukaan firman--, dan lehernya patah--tidak bisa menyembah Tuhan. Dia lebih hormat pada manusia. Tidak bisa! Saya menggarisbawahi perkataan Pdt Totaijs: Tidak ada kata 'maaf' saat mendengar firman pengajaran yang benar. Harus benar-benar aman! Tuhan tolong kita semua."


    Akibatnya: 'supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan'= tidak mengerti firman, tidak percaya sehingga firman tidak menjadi iman, berarti tanpa iman; tidak selamat, tetapi binasa selamanya.


  2. Lukas 8: 6, 13
    8:6. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air.
    8:13. Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.

    Cara kedua belalang--roh jahat dan najis--menghalangi pertumbuhan benih firman pengajaran yang benar: benih jatuh di tanah berbatu-batu, artinya: belalang--roh jahat dan najis--menghalangi pertumbuhan benih firman pengajaran yang benar lewat menguasai hati dan pikiran sehingga menjadi keras hati--tanah berbatu menunjuk pada kekerasan hati--; sama dengan mendengar firman pengajaran yang benar dengan emosi/perasaan daging--tadi, mendengar firman dengan pikiran daging.

    Praktiknya:


    • Menggebu-gebu saat firman menyatakan berkat-berkat jasmani, dan tidak menunjukkan dosa-dosa--tanpa penyucian--; ajaran yang cocok bagi daging.


    • Kecewa, marah, dan bersungut-sungut kalau firman menunjukkan dosa-dosa yang tersembunyi supaya kita disucikan, sampai membenci firman pengajaran yang benar, dan sekaligus membenci hamba Tuhan yang menyampaikan firman pengajaran yang benar. Ini adalah kebencian tanpa alasan. Hati-hati!

      "Waktu saya masih pengerja, saya ingat, seringkali disuruh berkhotbah di ibadah kaum muda karena gembala ada halangan. Khotbah pertama, ada satu anak muda yang senang, kemudian yang kedua dan ketiga, mungkin sudah keras, dekat-dekat lagi, sambil berjalan pulang, ia berbincang-bincang: begini begitu. Saat itu firman tentang menghormati orang tua. Akhirnya dia baru mengaku: 'Saya sudah benci om.': 'Kenapa?': 'karena firmannya tadi tentang orang tua'--dia melawan orang tua. Inilah kebencian tanpa alasan."


    Akibatnya:


    • 'tidak berakar'= firman Allah hanya tumbuh sebentar saja, tetapi tidak menjadi iman; tidak berakar dalam hati. Tumbuh tanpa akar sama dengan pertumbuhan semu, dan sebentar lagi akan layu--tidak menjadi iman di dalam hati.


    • Murtad, gugur dari iman; tidak percaya lagi pada Yesus, tetapi kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan saat menghadapi pencobaan-pencobaan yang mustahil, berarti menuju kebinasaan.


    Saat-saat mendengar firman adalah saat peperangan antara Roh Kudus dan belalang. Mana yang kita pilih? Kalau Roh Kudus, kita bisa mendengar dan dengar-dengaran. Kalau belalang, pikiran kita akan mengembara, mendengar firman dengan emosi, sehingga firman tidak bertumbuh.


  3. Lukas 8: 7, 14
    8:7. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati.
    8:14. Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.

    Cara ketiga belalang--roh jahat dan najis--menghalangi pertumbuhan benih firman pengajaran yang benar: benih jatuh di tengah semak duri, artinya: belalang--roh jahat dan najis--menghalangi proses pembuahan lewat menguasai hati dan pikiran sehingga timbul keinginan daging, kekuatiran, dan ambisi.

    Akibatnya: tidak bisa praktik firman pengajaran yang benar; sama dengan tidak berbuah--tidak berubah--; tetap manusia darah daging dengan delapan belas sifat tabiat daging--dicap 666.
    2 Timotius 3: 1-5
    3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
    3:2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri(1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
    3:3. tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
    3:4. suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
    3:5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

    'masa yang sukar'= sukar untuk berubah sampai mustahil berubah; tanaman rohani sukar berbuah.
    'mencintai diri sendiri'= egois; tidak ingat Tuhan, keluarga, dan orang lain.
    'hamba uang'= terikat akan uang, sampai mengabaikan Tuhan/perkara rohani.
    'berontak pada orang tua'= berontak pada orang tua yang benar, yaitu orang tua jasmani yang benar, orang tua rohani--gembala yang benar--, dan orang tua sorgawi--Tuhan/firman pengajaran.

    Mencintai diri sendiri sampai berontak pada orang tua= enam yang pertama.

    'Tidak tahu berterima kasih'= anak-anak perhatikan, banyak kali tidak tahu berterima kasih, sudah diberi makan, disekolahkan, tetapi masih mencaci maki orang tua.

    "Satu waktu saya menghadapi, ada yang tinggal di pastori tetapi gelagatnya tidak enak. Ternyata benar, dia sudah mencaci maki. Saya sudah tidak tahan, dia pintar, tetapi gagal. Saya panggil, saya tanya: 'Kamu dengar apa? Bicara!': 'Begini om, soal sepeda motor.': 'Salah yang kamu dengar, itu bukan dikasih, tetapi saya beli, dan masih saya pinjamkan kepada orang.' Baru sadar dia, dan bisa tertolong. Ini tidak tahu berterima kasih karena baru dengar satu pihak. Saya katakan kepada dia: 'Kalau saya, biarpun orang yang memelihara saya itu salah, saya diam. Saya tahu berterima kasih, kalau tidak ada dia, bagaimana saya?' Langsung diam dia."

    'tidak mempedulikan agama'= belajar agama lain. Untuk apa kita ikut-ikut?
    'tidak dapat mengekang diri'= terutama tidak bisa mengekang mulut--kekang kuda ada pada mulut--: dusta dan lain-lain. Jangan berdusta hari-hari ini!

    Tidak tahu berterima kasih sampai tidak dapat mengekang diri= enam yang kedua.

    Garang sampai lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah--tidak taat--= enam yang ketiga.

    Dicap 666= menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan.
    Hati-hati, titik enam pertama: berontak pada orang tua, enam kedua: tidak dapat mengekang diri terutama kekang pada mulut, dan enam ketiga: tidak taat.

Inilah, belalang menyatakan perang rohani. Setiap pemberitaan firman pengajaran yang benar--benih dari Tuhan--sedang terjadi peperangan antara Roh Kudus dengan belalang. Mana yang kita ikuti?

Lukas 8: 8, 15

8:8. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat." Setelah berkata demikian Yesus berseru: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
8:15. Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."

Yang benar adalah benih jatuh di tanah yang baik--bebas dari roh jahat dan najis--, berarti hati dikuasai oleh Roh Kudus, itulah hati yang lembut, sehingga bisa mendengar firman pengajaran yang benar dengan sungguh-sungguh sampai mengerti, percaya, dan mempraktikkannya. Kita tidak usah takut, belalang memang keluar dari lobang jurang maut, tetapi kita berdoa sungguh-sungguh supaya Tuhan mengurapi baik yang memberitakan firman maupun yang mendengarkan, supaya belalang tidak ada tempat lagi.

Hasilnya: berbuah seratus kali lipat; pohon kehidupan rohani kita tidak dirusak.
Buah seratus kali lipat, artinya:

  1. Buah ketekunan.
    Kisah Rasul 2: 41-42
    2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
    2:42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

    Baptisan air= halaman Tabernakel. Sudah mengalami baptisan air dan baptisan Roh Kudus, bagus, tetapi banyak kali hanya berhenti sampai di sini. Sebenarnya, kalau sudah masuk baptisan air yang benar dan menerima kepenuhan Roh Kudus yang benar--pintu kemah--pasti mendorong dia untuk masuk ruangan suci. Kalau ada Roh Kudus, tetapi tidak mau masuk ruangan suci, masih dipertanyakan, roh kudus yang mana itu?

    Buah ketekunan= ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--ketekunan dalam kandang penggembalaan--:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya termasuk ibadah kaum muda dan fellowship yang benar; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
      Pelita emas memiliki pokok, itulah Yesus. Ranting melekat pada pokok anggur yang benar--enam cabang pada pelita emas berfellowship pada pokok yang benar. harus ada pokok!

      Kalau pokoknya tidak benar, lalu kita berfellowship, cepat atau lambat kita sendiri yang kering; kita sendiri yang tidak tekun dalam tiga macam ibadah; jemaat tidak tekun lagi dalam tiga macam ibadah. Rugi!
      Sebaliknya, kalau kita fellowship pada pokok yang benar, yang kering justru diubahkan.

      "Saya mengalami ketika saya baru dikirim di Malang. Ibadah doa dan ibadah pendalaman alkitab sangat sedikit yang datang. Tetapi ketika fellowshipnya benar, jiwa-jiwa mulai bertambah-tambah."


    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Hasilnya:


    • Terjadi mujizat, terutama mujizat keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
      Kisah Rasul 2: 43
      2:43. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.

      Keubahan hidup mulai dari rendah hati, lemah lembut, dan sabar--seperti Yesus karena kita melekat pada pokok yang benar; Yesus berkata: ...belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati..

      Rendah hati= kemampuan untuk mengaku dosa.
      Lemah lembut= kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.
      Sabar= sabar dalam penderitaan--tidak mengomel tetapi mengucap syukur--, dan sabar menunggu waktu Tuhan. Jangan membuat jalan sendiri di luar firman pengajaran, itu adalah jalan buntu dan kebinasaan.


    • Terjadi kesatuan.
      Kisah Rasul 2: 44
      2:44. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,

      Kalau sudah rendah hati, lemah lembut, dan sabar, akan terjadi satu kesatuan.
      Efesus 4: 2=> perikop: kesatuan jemaat dan karunia yang berbeda
      4:2. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

      Karunianya berbeda-beda tetapi bisa menjadi satu.

      Mulai dari saling membantu, saling mengasihi, sampai saling menyatu--satu kesatuan tubuh Kristus yang sempurna. Mulai dari nikah rumah tangga. Kalau ada ketekunan dalam kandang penggembalaan, pasti ada buah kesabaran, kerendahan hati, dan kelemahlembutan, dan setelah itu kita pasti saling mengasihi, saling membantu, dan saling menyatu. Begitu juga dalam penggembalaan, kalau ada satu mengalami sesuatu, yang lain juga ikut merasakan, supaya bisa saling mendoakan, bukan saling meniadakan. Kemudian antar penggembalaan, sampai kesatuan tubuh Kristus yang sempurna.


    • Lebih bahagia dari pada menerima= bisa mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus milik Tuhan, memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan, sampai memberikan seluruh hidup kita kepada Tuhan.
      Kisah Rasul 2: 45

      2:45. dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.


  2. Buah mempelai wanita sorga--buah kesempurnaan.
    Wahyu 12: 1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Matahari kita dapatkan lewat ketekunan dalam ibadah doa--kasih bertambah-tambah sampai kasih sempurna; menjadi selubung matahari.
    Mahkota dua belas bintang kita dapatkan lewat ketekunan dalam ibadah raya dan persekutuan--karunia dipertambahkan sampai karunia Roh Kudus yang sempurna; menjadi mahkota dua belas bintang.
    Bulan kita dapatkan lewat ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci--kita mengalami penebusan yang semakin meningkat; darah Yesus semakin membasuh dosa-dosa sampai tidak bercacat cela (penebusan yang sempurna); menjadi terang bulan.

    Kita ditampilkan sebagai mempelai wanita Tuhan yang sempurna--ada terang matahari, bulan, dan bintang--, tidak ada kegelapan sedikitpun.

    Tetapi, mempelai wanita masih menghadapi naga.
    Wahyu 12: 2-6
    12:2. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
    12:3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
    12:4. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan
    naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
    12:5. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.
    12:6. Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ
    seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

    'seribu dua ratus enam puluh hari'= tiga setengah tahun.
    Sudah menjadi mempelai wanita tetapi masih berhadapan dengan naga merah padam--setan.

    Bagaimana cara gereja Tuhan yang sempurna untuk lari dari naga? Tuhan memberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar.
    Wahyu 12: 14
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    'satu masa dan dua masa dan setengah masa'= tiga setengah tahun.

    Inilah peperangan rohani antara belalang dengan Roh Kudus.
    Saat penaburan firman menentukan pohon kehidupan rohani kita dirusak atau tidak; berbuah atau tidak. Kalau sudah berbuah ketekunan sampai kesempurnaan, puji Tuhan, tetapi masih menghadapi naga. Kita harus mempunyai kedua sayap dari burung nasar yang besar--sayap menunjuk pada kecepatan.

    Sayap burung nasar menjadi besar lewat:


    • Penaburan benih firman pengajaran yang benar.
      Semakin disucikan dan diubahkan sayap semakin besar.


    • Ujian/percikan darah--penderitaan tanpa salah bersama Yesus; sengsara daging tanpa dosa.
      Burung nasar bersarang di bukit tinggi untuk bertelur dan mempunyai anak. Anak burung nasar sayapnya kecil-kecil. Induknya datang dan memberi mereka makan--sama dengan penaburan benih--sehingga sayap semakin besar, bulu yang lama dibuang, bulu yang baru muncul--disucikan dan diubahkan.

      Tetapi satu waktu induknya datang untuk menggoyangbangkitkan sarangnya sampai anaknya jatuh, kalau belum bisa terbang, akan didukung, dan diberi makan lagi--kesucian dan keubahan masih kurang. Begitu seterusnya sampai bisa terbang.

      Jadi kalau ada ujian sekalipun kita sudah setia, itu untuk memperbesar sayap. Jangan salah!

Kegunaan dua sayap burung nasar yang besar:

  1. Keluaran 19: 4
    19:4. Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku.

    Yang pertama; membawa kita semakin dekat kepada Tuhan. Kita semakin disucikan, semakin taat dan setia. Itu bukti semakin dekat dengan Tuhan.

    Kalau dekat dengan Tuhan kita akan semakin mengalami ketenangan/damai sejahtera--'Hanya dekat Allah saja aku tenang...'--, sehingga semua semakin enak, ringan, dan bahagia. Kalau hidup semakin berat dan pahit, berarti semakin jauh dari Tuhan. Perhatikan! Yang menentukan kita bahagia adalah kita dekat dengan Tuhan atau tidak, bukan kaya atau miskin, bukan pandai atau bodoh. Jangan menghina orang miskin atau menghujat orang kaya. Semua dari Tuhan.

    "Ada hamba Tuhan yang menangis karena dikatai-katai: Kamu hamba Tuhan di desa terus, hanya lima orang, miskin, kamu tidak dipakai. Kita ini ribuan. Saya menghiburkan dia: 'Pak, datang ke sana, suruh tukar dua minggu saja, yang hamba Tuhan hebat dan kaya itu suruh di desa, bapak tinggal di kota. Nanti sama-sama tidak kuat karena bukan tempatnya.' Biarlah semua pada tempatnya, yang penting dekat dengan Tuhan, itu yang menentukan."


  2. Wahyu 12: 14
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Yang kedua: menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.
    Artinya: kita melintasi badai gelombang lautan dunia.

    Kedua sayap dari burung nasar sama dengan dua tangan kasih Tuhan yang memeluk kita. Semakin besar sayap, semakin erat pelukan tangan Tuhan; semakin disucikan dan diubahkan, semakin taat dan setia, kedua sayap semakin besar, pelukan tangan Tuhan semakin erat kita rasakan; kasih-Nya semakin kita rasakan dalam hidup kita. Kita lebih tenang, bahagia, dan bisa melintasi badai, artinya:


    1. Tangan kasih Tuhan sanggup memelihara kehidupan jasmani kita yang tidak berdaya secara ajaib di tengah kesulitan dunia, sampai antikris berkuasa di bumi.


    2. Tangan kasih Tuhan sanggup melindungi kita di tengah dunia yang jahat, najis, dan pahit, sehingga kita tetap hidup benar, suci, dan saling mengasihi. Kalau ada kejahatan, kenajisan, dan kepahitan berarti jauh dari Tuhan dan dekat dengan antikris--tidak bisa melihat Tuhan dan Tuhan tidak bisa melihat kita.


    3. Tangan kasih Tuhan sanggup melindungi kita dari celaka marabahaya, hukuman Allah atas dunia, aniaya antikris, kiamat, dan neraka. Kita mendapatkan hidup kekal selamanya.

      Biar dunia bergoncang--sampai Yunus sudah tenggelam--, yang penting jangan terlepas dari tangan kasih karunia Tuhan. Yang penting ada pelukan tangan kasih Tuhan. Buktikan kalau kita dekat dengan tuhan, yaitu semakin suci, taat, dan setia, jangan tetap keras. Kita akan semakin mengalami ketenangan, kebahagiaan, dan kedamaian.

      Yang membedakan bahtera Nuh dengan yang lain adalah tangan Tuhan yang menutup bahtera Nuh--ada tangan Tuhan. Yang lainnya tidak ada tangan Tuhan, habis.
      Jangan putus asa! Yang sudah diberkati, jangan sombong! Kita harus tetap berada dalam pelukan tangan kasih Tuhan.


    4. Tangan kasih Tuhan sanggup menyelesaikan semua masalah yang mustahil. Yang tidak bisa dipikirkan dan dilakukan, serahkan kepada Dia. Kalau dipikirkan, akan stres. Sekarang, injil Lukas 21: 26 akan digenapi yaitu pembunuh utama adalah stres.

      "Saya berkata pada isteri: 'Pikiran saya berat sekali: masalah ibadah di Square, belum lagi bangunan, ibadah kunjungan termasuk ke luar negeri.' Kalau dipikir, tidak bisa tidur, jadi serahkan pada Tuhan. Tugasnya banyak, pengeluarannya juga banyak. Yang penting ada tangan Tuhan. Baru mengurus tiket ke Serui saja sudah menjerit Tapi yang penting ada tangan Tuhan, tidak akan pernah jatuh. Bukan saya minta-minta, tetapi doakan."


  3. Yang ketiga: mengangkat kita ke awan-awan yang permai dengan sorak sorai: Haleluya.
    Artinya: mengubahkan kita sampai sempurna seperti Yesus, mulai dari kuat teguh hati--kekuatan baru.

    Hati-hati, banyak sayap terkulai. Dari awal semangat, tetapi di ujung banyak yang terkulai--'orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru'.

    Kuat teguh hati, artinya:


    1. Tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan apapun yang kita hadapi.
      Hati-hati! Musa pernah putus asa saat umat Israel menolak dia. Elia juga pernah putus asa saat menghadapi Izebel.
      Hari-hari ini, kuatlah! Kalau sayap terkulai, minta kekuatan dari perjamuan suci.


    2. Tidak meninggalkan Tuhan tetapi tetap setia dalam ibadah pelayanan.
    3. Tetap menyembah Tuhan; hanya mohon uluran belas kasih Tuhan, sampai hati-Nya tergerak oleh belas kasihan. Itu saja. Tekuni!
      Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dilempar ke dalam api yang dipanaskan tujuh kali, tetapi ada tangan Tuhan. Daniel dilempar ke gua singa, tetapi ia tetap kuat teguh hati sehingga ada tangan Tuhan.


    Tangan kasih Tuhan sanggup menjadikan semua berhasil dan indah pada waktunya.
    Kita dipakai Tuhan menjadi saksi di dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir--kegerakan gempar; sesuatu yang menakjubkan akan kita alami secara jasmani dan rohani. Kita hanya berkata: Kok bisa?

    Sampai kalau Tuhan datang kembali kita diubahkan menjadi sempurna, tidak salah dalam perkataan, hanya bersorak sorai: Haleluya, untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Badai apa yang melanda kita? Minta kekuatan dua tangan Tuhan untuk memeluk kita. Banyak yang kita pikirkan dan hadapi, serahkan kepada Tuhan.
Yang sudah tidak kuat bahkan putus asa, berseru kepada Tuhan. Yang masih kuat, sudah enak semua, berseru juga kepada Dia, supaya Dia tetap memeluk dan tidak melepaskan kita. Ingat, Dia selalu memeluk dan menopang sampai kapanpun! Berjanji kepada Dia kita akan bertahan sampai kapanpun karena Dia yang menolong dan melakukan semua bagi kita.

Jangan goyah sedikitpun meski mata melihat yang sulit atau orang berkata: Mustahil.
Tangan Tuhan sudah terbukti sejak kitab kejadian--zaman Nuh--, zaman Yunus, Daniel, saat Petrus tenggelam, dan kita bangsa kafir. Firman pengajaran dan perjamuan suci adalah uluran tangan Tuhan di tengah kita. Jangan bimbang dan putus asa, ada jalan yang Tuhan berikan kepada kita. Bertahan semua sampai Dia menolong, dan sampai Dia datang kembali.

Kita memang dalam peperangan dengan belalang, menghadapi badai gelombang, tetapi kalau ada tangan Tuhan--kedua sayap dari burung nasar--yang memeluk kita, kita akan menang bersama Dia. Perjamuan suci adalah uluran tangan Tuhan yang mampu melakukan apa saja bagi kita sampai menyempurnakan kita. Kita semua akan bertahan dalam pelukan tangan-Nya. Tunggu waktu Tuhan, Dia pasti menolong kita, Dia pasti datang kembali, dan kita bersama Dia selamanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top