English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 Januari 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 29
= keadaan pada masa kedatangan Tuhan Yesus kedua kali yaitu terjadi kegoncangan dan...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 25 Agustus 2012 (Sabtu Sore)
Salam damai sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Lukas 2:8-20 adalah tentang gembala-gembala....

Ibadah Doa Malang, 08 Agustus 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yohanes 4:23-24
4:23 Tetapi saatnya akan datang dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 2 Februari 2012 (Kamis Sore)
PENATARAN IMAM DAN CALON IMAM III

Matius 26:57-68 adalah tentang "SAKSI dan...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 21 April 2009 (Selasa Siang)
Keluaran 30:17-18, letak Bejana Pembasuhan adalah antara Medzbah Korban Bakaran dan Pintu Kemah....

Ibadah Doa Malang, 14 Juli 2009 (Selasa Sore)
Matius 24: 32-35 = NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 November 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12: 54-56; perikop: Menilai zaman
12:54. Yesus berkata pula...

Ibadah Raya Surabaya, 21 Juli 2019 (Minggu Siang)
Penyerahan Anak

Kisah Rasul 10: 1-4
10:1. Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
10:2. Ia saleh, ia serta...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Februari 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2-3 menunjuk 7 kali percikan darah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Maret 2018 (Jumat Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 Mei 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Raya Malang, 14 April 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 tentang perintah untuk memberitakan injil,...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 16 Agustus 2019 (Jumat Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Banyak pergumulan kita secara rohani, jasmani, rumah tangga,...

Ibadah Doa Malang, 11 Desember 2012 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Raya Malang, 03 April 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:6-13 menunjuk pada Persiapan Paskah.

Matius 26:6-7, 12


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 17 Desember 2014 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita kembali pada kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah
:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014).

AD. 3. SIDANG JEMAAT PERGAMUS

Wahyu 2: 17
2:17. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya."

JANJI TUHAN kepada sidang jemaat Pergamus:

  1. Tuhan menjanjikan manna yang tersembunyi (diterangkan mulai dari Ibadah Raya surabaya, 30 November 2014),
  2. Tuhan menjanjikan batu putih yang di atasnya tertulis nama baru.

Kita masih mempelajari tentang MANNA YANG TERSEMBUNYI.
Manna sama dengan Firman pengajaran yang benar atau Firman penggembalaan.
Dalam Keluaran 16: 16-36, ada tiga macam kegunaan manna:

  1. Ayat 16-21 = kegunaan pertama: manna untuk pemeliharaan kehidupan sehari-hari (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 07 Desember 2014).
    Setiap hari bangsa Israel memungut satu gomer manna per orang, selama lima hari. Angka 5 menunjuk pada penyucian panca indera, itulah pemeliharaan hidup sehari-hari.
    Penyucian panca indera= p enyucian hati dan pikiran= penyucian seluruh hidup kita.


  2. Ayat 22-31 = kegunaan kedua: manna untuk hari Sabat (hari perhentian/damai sejahtera) (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Desember 2014).
  3. Ayat 32-36 = kegunaan ketiga: manna yang disimpan di dalam buli-buli emas (hidup kekal).

Kita masih mempelajari yang kedua, yaitu MANNA UNTUK HARI SABAT.
Keluaran 16: 22
16:22 Dan pada
hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa.

Pada hari keenam, bangsa Israel memungut manna dua gomer (dua kali lipat; 1 gomer untuk hari keenam dan 1 gomer untuk hari ketujuh/hari Sabat di mana tidak boleh ada orang yang bekerja).
Hari keenam menunjuk pada akhir zaman.
1 hari = 1000 tahun (2 Petrus 3: 8).
6 hari = 6000 tahun (akhir zaman).
Hari ketujuh = Sabat/perhentian dalam Kerajaan 1000 Tahun Damai (Firdaus yang akan datang).

Dulu, pada hari keenam bangsa Israel memungut manna dua kali lipat (dua gomer), bagi kita sekarang, artinya pada akhir zaman, kita bangsa kafir harus mengumpulkan Firman pengajaran yang benar/Firman penggembalaan secara berlipat ganda (dua kali lipat) untuk meningkatkan kesucian kita sampai kesempurnaan seperti Yesus, sehingga kita layak untuk masuk Kerajaan 1000 Tahun Damai/Firdaus yang akan datang.

Wahyu 20: 1-3
20:1. Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya;
20:2.
ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya,
20:3.
lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.

Jika kita masuk kerajaan 1000 Tahun Damai, maka iblis/setan dibelenggu selama 1000 tahun dan sesudah itu, akan dibinasakan di neraka. Setan tahu hal ini.
Oleh sebab itu, sebelum iblis dibelenggu selama 1000 tahun, maka Iblis berusaha untuk membelenggu hamba Tuhan/pelayan Tuhan/anak Tuhan supaya tidak bisa masuk kerajaan 1000 Tahun Damai.
Iblis membelenggu kita lewat dosa-dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa Babel (dosa makan minum dan kawin mengawinkan).

Kemarin, kita membaca di Pengkhotbah 7: 26
7:26. Dan aku menemukan sesuatu yang lebih pahit dari pada maut: perempuan yang adalah jala, yang hatinya adalah jerat dan tangannya adalah belenggu. Orang yang dikenan Allah terhindar dari padanya, tetapi orang yang berdosa ditangkapnya.

'ditangkapnya' = dibelenggu.
Jika hamba Tuhan/pelayan Tuhan/anak Tuhan diikat/dibelenggu oleh Iblis dengan dosa-dosa sampai puncaknya dosa, maka hamba Tuhan/pelayan Tuhan/anak Tuhan akan ketinggalan saat Yesus datang kedua kali, tidak bisa terangkat ke awan-awan yang permai, dan tidak bisa masuk kerajaan1000 tahun damai.
Ini usaha terakhir iblis yang harus kita jaga. Dia benar-benar ingin membelenggu kita dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa.

Supaya kita tidak terbelenggu oleh setan, maka kita harus rela untuk dibelenggu oleh Tuhan, artinya mengalami sengsara daging bersama Tuhan/percikan darah (jalan salib).

Kisah Rasul 21: 10-14
21:10 Setelah beberapa hari kami tinggal di situ, datanglah dari Yudea seorang nabi bernama Agabus.
21:11 Ia datang pada kami, lalu mengambil ikat pinggang Paulus. Sambil
mengikat kaki dan tangannya sendiri ia berkata: "Demikianlah kata Roh Kudus: Beginilah orang yang empunya ikat pinggang ini akan diikat oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem dan diserahkan ke dalam tangan bangsa-bangsa lain."
21:12 Mendengar itu kami bersama-sama dengan murid-murid di tempat itu meminta, supaya Paulus jangan pergi ke Yerusalem.
21:13 Tetapi Paulus menjawab: "Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku?
Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus."
21:14 Karena ia tidak mau menerima nasihat kami, kami menyerah dan berkata: "Jadilah kehendak Tuhan!"


Ada nubuat, 'pemilik ikat pinggang akan diikat di Yerusalem atau akan disiksa dan lain-lain'.
Rasul Paulus rela diikat/dibelenggu, bahkan mati karena nama Yesus (mau dibelenggu oleh Tuhan).
Kehidupan seperti ini tidak mungkin bisa dibelenggu lagi oleh setan, karena ia benar-benar sudah terikat/menyatu dengan Tuhan. Kita harus sampai di sini.

Kisah Rasul 21:1-14, menunjuk pada Mezbah Dupa Emas yang menunjuk pada doa penyembahan.
Malam ini, lewat doa penyembahan, kita bisa rela diikat, dibelenggu, bahkan sampai rela mati karena nama Yesus.

Doa penyembahan
: proses perobekan daging/penyaliban daging dengan segala keinginan, kehendak dan hawa nafsu daging, sehingga kita bisa mengalami 2 hal:

  1. Rasul Paulus tetap mempertahankan ikat pinggangnya sekalipun ia diikat. Jangankan hanya diikat, ia juga rela mati untuk Tuhan.
    Artinya: beribadah dan melayani Tuhan dengan tetap berikat pinggang.
    Apapun yang terjadi TETAP PERTAHANKAN ikat pinggang!

    Yesaya 11: 5
    11:5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Beribadah dan melayani Tuhan dengan berikat pinggang sama dengan beribadah dan melayani Tuhan setia dan benar.
    Setia dan benar saling berkaitan, tidak bisa dipisah. Setia saja, tetapi tidak benar, tidak ada gunanya. Benar saja, tetapi tidaksetia, tidak ada gunanya. Itulah tubuh Kristus, harus setia dan benar.

    "Kita lihat saja tangan kita, dari bayi tempatnya ya di sini, benar dan setia, tidak pernah bergeser di dahi. Kalau mulai tidak setia, lalu tangan mau berpindah di dahi, tidak ada gunanya. Posisinya benar, sehingga bisa berguna untuk minum. Setia berada ditempatnya tapi tidak benar atau (maaf) lumpuh, peredaran darahnya tidak benar, tidak berguna. Harus setia dan benar. Benar saja, sehat dan hebat, tapi posisinya tidak benar, tidak ada gunanya."

    Lukas 17: 8
    17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    Kalau bisa melayani dengan setia dan benar, baru kita bisa memberi makan dan minum kepada Tuhan = bisa memuaskan hati Tuhan/bisa berguna dan hasilnya:


    • urusan makan minum adalah urusannya Tuhan, bukan urusan kita ('setelah itu kamu boleh makan').
    • ditambah lagi, Tuhan juga sanggup memberikan kebahagiaan atau kepuasan sejati dari Surga kepada kita, sehingga kita tidak terperosok dalam pergaulan dunia/dosa, karena sudah ada kepuasan sejati yang kita alami (mengalami suasana Firdaus).


    Inilah tugas kita, yaitu mempertahankan ikat pinggang (melayani dengan setia dan benar), sama dengan memberi makan minum Tuhan atau memuaskan Tuhan. Itu saja yang harus kita pertahankan!

    "Motto dari Lempin-El Kristus Ajaib luar biasa, saya mendengar pertama terheran-heran. 'Lebih baik seorang pengerja yang setia dan benar, daripada seorang gembala yang tidak setia dan tidak benar (jemaat ada tapi gembala tidak ada, tidak mau memberi makan sidang jemaat).' Biasanya, kalau tidak setia pasti tidak benar."

    Ini yang dipertahankan oleh Rasul Paulus; nabi Agabus sudah menubuatkan "Siapa yang memiliki ikat pinggang, jika dia ke Yerusalem, ia akan diikat." Tapi, Rasul Paulus tetap menunaikan tugasnya dengan setia dan benar.


  2. Setelah murid-murid mendengar nubuat nabi Agabus, bahwa orang yang memiliki ikat pinggang akan diikat di Yerusalem dan diserahkan kepada bangsa kafir, maka murid-murid menasihati Rasul Paulus supaya jangan pergi. Memang nasihat, tapi tidak sesuai dengan Firman, karena itu, jangan diikuti.
    Kalau Paulus ada keinginan daging, ini suatu keuntungan dan Paulus bisa mengatakan, 'aku tidak salah ya, karena aku dinasihati untuk tidak pergi ke Yerusalem'.

    Tetapi, dalam doa penyembahan malam ini, kita merobek daging/keinginan daging yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, sehingga kita bisa taat dengar-dengaran pada Firman Pengajaran yang benar/kehendak Tuhan, sekalipun bertolak belakang dengan kehendak daging. Ini hal kedua yang bisa kita alami lewat doa penyembahan.

    Ini betul-betul pelajaran penting. Sering kali, kita dinasihati, kita menurut saja, padahal tidak sesuai dengan Firman.
    Nasihat yang kelihatannya baik dan benar secara logika, tetapi tidak sesuai dengan Firman pengajaran yang benar, jangan diikuti!

    "Dalam masalah pekerjaan, 'oh tidak apa-apa hanya begini saja'. Dalam hal nikah juga, 'dia kawin cerai ya sudah lah, dia masih muda, kasihan.' Kelihatannya memang baik dan benar. 'Dari pada dia nanti susah dan ke sana kemari (maaf) jatuh bangun dalam dosa sex, ya lebih baik dinikahkan.' Kelihatan baik, masuk akal, tetapi tidak sesuai dengan pengajaran yang benar. Jangan diikuti! Itu suara setan/godaan setan, apalagi gosip-gosip yang tidak baik."

    Ini perbandingan
    ; nasehat yang kelihatan baik dan bisa diterima akal, tetapi tidak sesuai dengan Firman, jangan diikuti. Itu adalah suara/godaan setan yang akan menghancurkan. Apalagi gosip-gosip yang tidak baik dan tidak benar. Kalau sampai diikuti, berarti keinginan daging atau hawa nafsu dagingnya sudah terlalu besar.
    Ini yang harus dirobek pada malam hari ini.

    Mari, biarlah kita seperti Rasul Paulus yang taat dengar-dengaran pada kehendak Tuhan sekalipun bertentangan dengan kehendak daging apapun resikonya. Ini kehidupan yang tahan uji, tidak pernah rubuh/tidak berhenti di tengah jalan, tidak goyah.

    Matius 7: 24-25
    7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
    7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu
    tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

    Kehidupan yang tahan uji, bagaikan orang yang mendirikan rumah diatas batu karang.
    Tahan uji dalam menghadapi serangan setan tritunggal, sehingga kita bisa beribadah melayani Tuhan sampai garis akhir (sampai meninggal dunia atau sampai kedatangan Yesus kedua kali), kita tidak akan pernah rubuh.

Jadi, kalau kita beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar, maka urusan makan minum kita adalah urusan Tuhan, kita mengalami kepuasan sejati (ada suasana Firdaus, dari padang gurun dipindahkan ke Firdaus).
Dan kalau kita taat dengar-dengaran pada kehendak Tuhan, maka kita akan menjadi kehidupan yang tahan uji.

Kesimpulan:
Dalam Ibadah Pendalaman Alkitab,, 17 Desember 2014, kita mendengar ada 2 belenggu, yaitu belenggu setan dan belenggu Tuhan.
Jadi, kehidupan yang menerima belenggu dari Tuhan adalah kehidupan yang beribadah melayani Tuhan dengan TAAT DAN SETIA.

Ulangan 11: 13-14

11:13 Jika kamu dengan sungguh-sungguh
mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,
11:14 maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya,
hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu,

'mengasihi TUHAN; mendengarkan dan dengar-dengaran'= taat.
'beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu'= setia.

Kalau kita beribadah melayani Tuhan dengan taat dan setia, hasilnya: Tuhan akan mencurahkan hujan awal dan hujan akhir dari Surga, itulah hujan Roh Kudus yang dobel (kegerakan Roh Kudus hujan awal dan kegerakan Roh kudus hujan akhir).
Manna harus dobel, Roh Kudus/Roh Kemuliaan juga harus dobel atas hidup kita.
Di balik salib/perobekan daging PASTI ada kemuliaan Tuhan.

Kegunaan Roh Kudus/Roh Kemuliaan:

  1. Kisah Rasul 2: 1-4 => Permulaan Roh Kudus dicurahkan.
    2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
    2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
    2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
    2:4 Maka
    penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

    Kegunaan Roh Kudus yang pertama: Roh Kudus/Roh Kemuliaan membaharui/mengubahkan kehidupan kita, dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Inilah mujizat terbesar (MUJIZAT ROHANI).

    Malam ini, kalau Roh Kudus dicurahkan, ada kehidupan yang taat dan setia. Pertahankan ikat pinggang kesetiaan dan ketaatan. Kita bergumul lewat doa penyembahan. Yang menghalangi kita untuk taat itu adalah keinginan, hawa nafsu dan kehendak daging.

    Sebenarnya, perintah Tuhan tidak mungkin tidak bisa kita tanggung.
    Sering kali orang mengatakan, 'Firman Pengajaran itu berat om, perintah Tuhan itu terlalu berat. Kami tidak bisa om.' Memangnya Tuhan itu bodoh? Kita manusia saja kalau mau memberi perintah kepada anak kita, anak umur 4 tahun, tidak mungkin kita suruh gendong gula 50 kg. Kita manusia yang bodoh dan jahat saja tidak mungkin berlaku demikian, apalagi Tuhan. Seperti contohnya, Tuhan suruh anak muda yang kaya untuk menjual hartanya, berat atau tidak? Kalau mencari harta sampai banyak, itu baru berat. Ini hanya Tuhan suruh jual saja. Sebenarnya tidak berat, tapi karena ada keinginan, menjadi terlalu berat. Kalau tidak ada keinginan, tidak berat.

    Pembaharuan dimulai dari lidah ('Roh Kudus bagaikan lidah-lidah api dan mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain'). Lidah dibaharui menjadi lidah yang jujur:


    • Jujur dalam hal pengajaran yang benar/jujur soal Tuhan.
      Kalau benar katakan 'benar', kalau tidak benar katakan 'tidak benar'.
      Jangan ditutup-utupii, itu setan.
      Harus diakui mana pengajaran yang benar dan mana pengajaran yang tidak benar. Jangan berkata, 'Ya ndak apa-apa, cuma yang ini yang tidak benar.', ini belum jujur.

      "Ingat saja dulu pelajaran matematika, kalau tidak benar sedikit, sudah tidak benar semua. Mestinya dikali 2, tetapi cuma beda sedikit dan dikali 3, atau dikali 2,1, cuma sedikit bedanya. Tapi nanti hasilnya salah semua."


    • Jujur dalam hal mengaku dosa.
      Kalau tidak bisa jujur soal pengajaran, sudah pasti tidak akan bisa jujur dalam mengaku dosa, yang ada hanya menyalahkan orang lain.

      Tetapi, kalau sudah bisa jujur dalam pengajaran, maka mulut bisa mengaku dosa, kemudian bisa jujur dalam nikah dan dalam keuangan.


    Ini dasarnya kejujuran, yaitu kejujuran soal Tuhan yang terdiri dari jujur soal pengajaran benar dan jujur dalam mengaku dosa; kemudian jujur dalam nikah dan jujur dalam keuangan.

    Kalau dasar kejujuran ini ada dalam hidup kita, maka kita bisa jujur dalam segala hal. Kalau 4 hal ini tidak jujur, maka mau dibuat apapun, tidak akan bisa jujur dalam segala hal. Kalau sama Tuhan, suami/isteri saja tidak jujur, bagaimana bisa jujur pada yang lain?

    Sesudah jujur, mulut yang dibaharui bisa bersaksi dan menyembah Tuhan dengan hancur hati (merasa tidak bisa apa-apa dan tidak layak, tetapi hanya menyerah sepenuh pada Tuhan), sampai bisa berbahasa Roh.

    "Oleh sebab itu, kalau orang mengalami kepenuhan Roh Kudus, tidak boleh dibersih-bersihkan. Baru mengalir air mata, sudah dibersihkan. Kapan kepenuhannya? Biarkan saja. Semakin jelek, semakin Roh Kudus masuk."

    Berbahasa Roh itu bagaikan giring-giring emas. Saat imam besar Harun masuk ke Ruangan Maha Suci, maka di ujung jubahnya ada bel emas berselang seling dengan buah delima dari kain. Kalau berjalan bel emasnya berbunyi indah. Itulah penyembahan dengan hancur hati, merasa tidak layak, tidak mampu dan hanya menyerah sepenuh pada Tuhan sampai berbahasa Roh.

    Kalau lidah sudah jujur, lidah hanya untuk bersaksi dan menyembah Tuhan, hasilnya: lidah akan mencicipi air anggur yang manis, mulai dari nikah. Mencicipi air anggur yang manis, berarti sudah merasa manis sekalipun hanya sedikit, tidak pahit lagi dan tidak tawar lagi.
    Kalau lidah masih dusta, nikah itu pahit, hidup juga pahit, tidak mungkin tidak pahit.

    Kita mencicipi air anggur yang manis mulai dari nikah, semua menjadi manis pada waktu-Nya, semua bahagia pada waktu-Nya, hati gembira dan wajah berseri-seri seperti saat Yesus berdoa di atas gunung, tidak ada wajah muram dalam nikah.

    Hati-hati kalau dalam nikah ada wajah muram! Seperti Kain dan Habel; Kain berwajah muram sehingga membunuh Habel (terjadi di dalam keluarga dan antar hamba Tuhan).
    Kain dan Habel juga seorang hamba Tuhan karena sama-sama mempersembahkan korban. Kalau ada muka muram, Kain langsung memukul Habel. Di dalam keluarga juga begitu. Kalau suami bermuka muram, isteri harus hati-hati, jangan dekat-dekat. Begitu juga kalau isteri bermuka muram, suami harus hati-hati. Di dalam nikah terjadi saling membenci dan membunuh.

    Mari, kita pertahankan wajah berseri. Kalau ada anggur, minyak dan gandum, maka wajah bisa berseri.
    Mazmur 104:15
    104:15 dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia.

    'hati'= hati dan wajah.
    'makanan'= gandum.
    Kalau hati segar/suka/bahagia, maka wajahnya berseri.

    Mari, malam ini kita pulang dengan wajah berseri, suami melihat isteri enak, isteri melihat suami juga enak. Kakak melihat adik juga enak. Jangan seperti Kain yang berwajah muram karena melihat persembahan Habel diterima oleh Tuhan (melihat wajah Habel berseri).


  2. Yohanes 11: 38-40
    11:38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
    11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
    11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya
    engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

    Kegunaan Roh Kudus yang kedua: Roh Kudus/Roh Kemuliaan mampu mengadakan MUJIZAT JASMANI bagi kita. Lazarus yang sudah mati 4 hari dan busuk bisa dibangkitkan kembali, artinya, Roh Kudus menjadikan semua baik, indah dan selesai pada waktu-Nya:


    • yang hancur dijadikan baik pada waktu-Nya.
    • yang busuk/buruk dipulihkan, semua dipulihkan, semua menjadi indah pada waktu-Nya.
    • Masalah Lazarus ini sudah mustahil diselesaikan oleh manusia siapapun.
      Artinya: Roh Kudus mampu menyelesaikan semua pada waktu-Nya.


    Mujizat yang rohani (kegunaan Roh Kudus yang pertama di atas), mujizat yang terbesar, yaitu kita diubahkan. Lidah diubahkan menjadi manis.
    Kalau menghadapi banyak masalah dan mau mengalami mujizat jasmani, lidah ini yang harus diubahkan lebih dahulu. Lidah hanya untuk berkata jujur, bersaksi dan menyembah Tuhan.
    Maka, lidah mulai mencicipi anggur manis, ada kebahagiaan dan muka berseri. Selanjutnya, kita mengalami mujizat jasmani; semua menjadi baik, indah dan selesai pada waktu-Nya sampai masalah yang mustahil pun selesai pada waktu-Nya.
    Kita sungguh-sungguh, lidah ini harus dijaga!

    Tadi, ikat pinggang harus dijaga (ibadah pelayanan harus dijaga lewat setia-benar dan ketaatan) supaya kita mengalami hujan Roh Kudus/Roh Kemuliaan untuk mengubahkan lidah kita supaya semua manis/wajah berseri (mujizat rohani) dan semua menjadi baik, indah dan selesai pada waktu-Nya sampai yang mustahil juga selesai pada waktu-Nya (mujizat jasmani).

    Dan terakhir, saat Yesus datang kembali kedua kali, mujizat terakhir, kita diubahkan menjadi sempurna sama mulia dengan Dia, muka bercahaya bagaikan matahari untuk kita terangkat ke awan-awan yang permai, memandang Dia muka dengan muka, masuk perjamuan kawin Anak Domba, sesudah itu masuk kerajaan 1000 Tahun Damai (Firdaus yang akan datang).

    Jangan salah pilih belenggu! Kalau sekarang dibelenggu dosa, yang ada hanya muka muram, kehancuran dan kebinasaan.
    Tetapi, kalau mau dibelenggu oleh Tuhan, memang sengsara bagi daging. Lewat doa penyembahan, kita mengalami proses penyaliban daging yang tidak mau sengsara, hanya mau yang enak dari tawaran setan.

    Mari, kita salibkan daging kita, sehingga kita tetap berikat pinggang; setia dan benar, tetap taat apapun resikonya dan Tuhan akan mencurahkan hujan Roh Kemuliaan/Roh Kudus bagi kita.
    Tanpa Roh Kemuliaan, apalagi kita bangsa kafir yang lidahnya hanya seperti lidah anjing, hidupnya akan hancur dan pahit, tidak ada yang baik dan indah, semua hancur, busuk, masalah tidak pernah selesai dan saat Tuhan datang, ia benar-benar ketinggalan dan binasa untuk selamanya.

    Kita butuh Roh Kudus, kita mohon Roh Kudus malam ini kepada Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top