English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 25 Agustus 2009 (Selasa Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah....

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Mei 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Oktober 2012 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 02 Januari 2013 (Rabu Sore)
Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik kematian Yesus atau dibalik salib, ada kebangkitan dan kemuliaan Tuhan....

Ibadah Raya Malang, 27 Desember 2009 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK.
Mazmur 92:13, pohon aras adalah gambaran kekuatan,...

Ibadah Doa Surabaya, 13 Januari 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 12 Mei 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 terdiri dari 2 bagian...

Ibadah Doa Malang, 22 November 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:30-35 tentang PERINGATAN TUHAN KEPADA PETRUS.

Tuhan memperingati Petrus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Mei 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan di Ambon II, 25 Agustus 2010 (Rabu Pagi)
Markus 7:37
7:37. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya...

Ibadah Doa Malang, 22 Maret 2011 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 7: 12-14
7:12. "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat...

Ibadah Raya Malang, 08 Maret 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada saat kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Ayat 29, terjadi...

Ibadah Doa Malang, 28 Maret 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 5:1-24 tentang kebenaran hanya ada di dalam...

Ibadah Raya Malang, 28 Maret 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25 dalam susunan Tabernakel menunjuk pada tongkat Harun...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Mei 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan....


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 19 April 2017 (Rabu Sore)

Dari siaran langsung ibadah persekutuan di Tentena-Poso

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Tema: "Pergilah ke kebun anggur-Ku" (Matius 20:1-16)
Kita sudah mendengar, TUHAN memberikan arah pekerjaan TUHAN yang benar--ibadah pelayanan yang benar--yaitu kebun anggur, itulah kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan TUHAN kedua kali--bukan arah yang jasmani.

Siapa yang boleh bekerja di kebun anggur? Imam-imam dan raja-raja, baik dari bangsa Israel maupun kafir.
Imam adalah seorang yang suci, seorang yang memangku jabatan pelayanan, yang dipercayakan TUHAN kepadanya.

Malam ini kita pelajari dasar bekerja di kebun anggur.
Ada tiga macam dasar:

  1. Matius 20: 1-2
    20:1. "Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
    20:2. Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.

    Dasar yang pertama: yang bekerja pagi-pagi benar--jam enam pagi--, dasarnya adalah UPAH.

    Ini berlaku untuk bangsa Israel; khusus imam-imam dari SUKU LEWI--pada ZAMAN TAURAT. Sekarang menunjuk pada pelayanan Taurat.
    Kalau kita beribadah melayani dengan sistem Taurat--untuk mencari upah jasmani: keuangan, kedudukan dan lain-lain--, akan terjadi hal-hal yang tidak baik, yaitu:


    • Yang pertama: terjadi persungutan.
      Matius 20: 9-11
      20:9. Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.
      20:10. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga.
      20:11. Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,

      Bersungut-sungut= tidak puas dalam beribadah melayani TUHAN, sehingga mencari kepuasan-kepuasan semu di dunia, dan jatuh dalam dosa bahkan puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (dosa percabulan dengan berbagai ragamnya: tontonan, penyimpangan--laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan--, sampai nikah yang salah--kawin campur, kawin mengawinkan). Ini terjadi.

      Katanya pelayan/hamba TUHAN, tetapi kalau hanya mencari upah, ia bisa mencari kepuasan semu di dunia--jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa.


    • Yang kedua: kebenaran sendiri.
      Matius 20: 12-13

      20:12. katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
      20:13. Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?

      Kebenaran sendiri artinya menutupi dosa dengan cara menghakimi, menuduh atau menyalahkan orang lain bahkan TUHAN/firman pengajaran yang benar.

      "Contoh paling mudah: seharusnya domba itu milik TUHAN, tetapi kalau dombanya keluar, dikatakan: Gembala itu pencuri dombaku. Seringkali juga disebut di mimbar, padahal dia sendiri yang salah. Itu yang sering terjadi kalau melayani untuk upah jasmani."


    • Yang ketiga: iri hati.
      Matius 20: 15

      20:15. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?

      Iri hati=


      1. Menghina berkat TUHAN--padahal sekalipun orang lain diberkati, kita sebenarnya juga diberkati.
        Kalau iri hati, berarti kita menghina berkat TUHAN.


      2. Menghina pemakaian TUHAN, seperti kakak-kakak Yusuf terhadap Yusuf.
        Sama-sama dipakai, tapi saat Yusuf mendapat jubah maha indah, kakak-kakaknya iri.


      3. Menghina kemurahan TUHAN--sistem Taurat tidak mengenal kemurahan; kalau salah langsung dihukum--, sehingga terjadi kebencian tanpa alasan, gosip-gosip dan lain-lain.


    Ini terjadi di kebun anggur--pelayanan yang dibina oleh kabar mempelai. Hati-hati! Kalau hanya mencari upah jasmani, yang ada hanya persungutan, kebenaran sendiri dan iri hati, sampai timbul kebencian tanpa alasan--seperti kakak-kakak Yusuf terhadap Yusuf; Kain terhadap Habel. Terjadi pembunuhan, sekarang pembunuhan karakter lewat bergosip, ancaman dan lain-lain.

    Matius 20: 16
    20:16. Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."

    Akibatnya: 'yang terdahulu akan menjadi yang terakhir'; ketinggalan saat Yesus datang kembali kedua kali, tidak akan pernah mencapai kesempurnaan

    Ini dasar pertama bekerja di kebun anggur, yaitu hanya mencari upah jasmani. Dulu untuk suku Lewi saja. Kita ingat Korah, ia menuntut terus--sama dengan bersungut. Bersungut artinya tidak puas, dan selalu menuntut sesuatu.


  2. Matius 20: 3-5
    20:3. Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
    20:4. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi.
    20:5. Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.

    Dasar yang kedua: bekerja dengan dasar SALIB YESUS/KASIH TUHAN--bekerja pada pukul sembilan, dua belas dan tiga petang, menunjuk pada salib Yesus.

    Ini berlaku untuk SEMUA BANGSA ISRAEL pada zaman PERJANJIAN BARU.
    Markus 15: 25, 33-34
    15:25. Hari jam sembilan ketika Ia disalibkan.
    15:33. Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga.
    15:34. Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

    Yesus sendiri menjadi Imam Besar dari suku Yehuda; seharusnya tidak boleh, karena yang boleh hanya dari suku Lewi dan keturunannya. Tetapi di perjanjian baru, semua bisa.

    Matius 15: 24
    15:24. Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

    Mengapa Yesus harus disalib pada jam-jam itu? Yesus mati di kayu salib dengan empat luka utama--dua di tangan dan dua di kaki--untuk mencari domba-domba yang hilang dari bangsa Israel; yang melanggar hukum Taurat. Seharusnya binasa, tetapi Yesus mencari mereka--menebus dosa-dosa mereka, dan diangkat menjadi imam-imam dan raja-raja.
    Tetapi sayang, sebagian dari Israel keras hati dan menolak.

    Inilah usaha TUHAN, bagaimana bangsa Israel yang sudah melanggar hukum Taurat, seharusnya sudah binasa, tetapi Ia rela mati di kayu salib dengan empat luka utama untuk menebus bangsa Israel dari dosa-dosa supaya tidak binasa, tetapi diangkat menjadi imam dan raja. Tetapi apa balasannya dari Israel?

    Roma 11: 25
    11:25. Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.

    Sebenarnya jam tiga sampai enam petang pekerjaan sudah selesai, tetapi sebagian Israel menjadi tegar. Tadi, Yesus sudah mati di kayu salib dengan empat luka utama untuk bangsa Israel, tetapi sayang sebagian besar Israel keras hati dan menolak salib Yesus; tidak percaya pada Yesus yang disalib--menolak kasih TUHAN--sehingga ditolak juga oleh TUHAN, dan terbuka kesempatan dan kemurahan TUHAN bagi bangsa kafir untuk masuk kebun anggur--seharusnya bangsa kafir ada di luar kebun anggur.

    Roma 11: 26
    11:26. Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.


  3. Matius 20: 6-7
    20:6. Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?
    20:7. Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.

    Dasar yang ketiga: KEMURAHAN TUHAN; belas kasih anugerah TUHAN yang besar bagi BANGSA KAFIR--jam lima petang menunjuk pada luka kelima, itulah kemurahan TUHAN yang lebih dari kasih.

    Yohanes 19: 31-34
    19:31. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
    19:32. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
    19:33. tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa
    Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
    19:34. tetapi seorang dari antara prajurit itu
    menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Menjelang Sabat, Yesus disalib bersama dengan dua penjahat di sebelah kiri dan kanan-Nya.
    Pada hari Sabat--hari kudus--tidak boleh ada mayat yang tergantung di kayu salib. Kalau belum mati, harus dipatahkan kakinya supaya cepat mati. Ketika prajurit-prajurit sampai di penjahat pertama dan kedua, mereka belum mati, sehingga kakinya dipatahkan, supaya cepat mati dan segera dikuburkan.

    Tetapi ketika sampai kepada Yesus, Ia sudah mati, sehingga kaki-Nya tidak dipatahkan. Luar biasa! Yesus rela mati untuk tetap menjaga kesatuan tubuh Kristus--tidak ada satu tulangpun yang dipatahkan.

    Apa yang kita korbankan untuk kesatuan?


    • Kalau di dalam nikah, suami mengaku pada isteri hanya korban gengsi, tetapi Yesus rela mati supaya tulang-Nya tidak dipatahkan, sehingga terjadi kesatuan tubuh Kristus. Kalau tulang-Nya dipatahkan, kita tidak usah ikut TUHAN.
      Mari, dalam nikah, korban apa supaya menjadi satu? Anak-anak kepada orang tua, menantu kepada mertua, korban apa untuk menyatu? Mari datang, berdamai.


    • Di dalam penggembalaan: gembala dengan domba, domba dengan domba, pelayan dengan pelayan. Mungkin hanya korban gengsi karena mengaku salah, itu saja. Belum korban nyawa.


    • Sesama di dalam antar penggembalaan, kalau salah, mengaku saja, beres. Sudah mengaku tetapi dia tidak mau, itu urusan dia, dia yang menolak korban Kristus. Yang penting kita tidak terpecah belah, tidak ada rasa dendam, tetapi damai.


    • Sampai nanti Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus.


    Mari, sungguh-sungguh hari ini!
    Contoh Yesus! Jangan yang lain! Ia tidak mau satu tulangpun dipatahkan.

    Yohanes 19: 33-34
    19:33. tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
    19:34. tetapi seorang dari antara prajurit itu
    menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.
    Karena tulang-Nya tidak dipatahkan, prajurit menikam lambung-Nya dengan tombak--inilah luka kelima yang dibuat oleh bangsa kafir; luka terbesar dan terdalam yang mengeluarkan darah dan air, untuk menyelamatkan dan mengangkat bangsa kafir menjadi imam dan raja supaya bisa bekerja di kebun anggurnya TUHAN. Ini adalah kemurahan TUHAN.

    Yesus sudah mati, itu kasih-Nya bagi Israel. Tetapi sesudah mati Ia masih ingat kita, itu lebih dari kasih, itulah kemurahan, anugerah TUHAN yang besar.

Jadi, dasar kita bekerja adalah kemurahan TUHAN. Yang tadinya tidak boleh, jadi boleh.
Di alkitab, contoh yang paling mudah adalah ibunya Musa. Tadinya mau menyusui Musa sembunyi-sembunyi, akhirnya tidak bisa lagi sampai dibuang ke sungai Nil. Lalu ditemukan oleh puteri Firaun dan dicari inang/ibu penyusu yaitu ibu Musa; ia boleh menyusui lagi. Pasti senang sekali. Tadinya tidak bisa, jadi bisa; tadinya tidak layak, jadi layak.

Jadi, jika bangsa kafir bisa bekerja di kebun anggur--dipakai dalam kgerakan Roh Kudus hujan akhir--, itu semata-mata karena kemurahan TUHAN, bukan kepandaian. Kalau mengandalkan kepandaian, tidak bisa. Bangsa Israel saja yang mengandalkan kepandaian, tidak bisa, apalagi kita bangsa kafir. Yang menentukan adalah kemurahan. Tidak punya ijazah tidak masalah, yang penting ada kemurahan TUHAN.

Kekayaan, kedudukan tinggi boleh tapi bukan itu yang menentukan.
Oleh sebab itu bangsa kafir harus memperhatikan kemurahan TUHAN dan hidup dalam kemurahan TUHAN; kalau tidak, akan hancur.

Praktik hidup dalam kemurahan TUHAN:

  1. Titus 3: 4-5
    3:4. Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,
    3:5. pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

    'permandian'= baptisan air.
    'pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus'= baptisan Roh Kudus.

    Praktik pertama hidup dalam kemurahan TUHAN: mengalami pembaharuan dari air dan Roh; mengalami baptisan air dan Roh Kudus.

    Prosesnya:


    • Iman/percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat lewat mendengar firman Kristus--firman yang diurapi Roh Kudus. Jangan tegar seperti Israel! Israel tegar sehingga ditolak oleh TUHAN, apalagi kalau bangsa kafir yang tadinya bukan apa-apa menjadi tegar.

      Roma 10: 17
      10:17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

      Iman yang benar adalah iman dari mendengar, bukan melihat seperti Tomas.

      Kesempatan, mau tahu hidup dalam kemurahan TUHAN, periksa saat mendengar firman yang benar. Kalau mengantuk, mengkritik, sedangkan yang lain sungguh-sungguh, itu sudah mulai di luar kemurahan TUHAN--kebun anggur.

      Mulai dari mendengar firman sudah tahu. Kita mendengar firman sungguh-sungguh, mengerti, percaya.


    • Bertobat= berhenti berbuat dosa dan kembali pada TUHAN; mati terhadap dosa. Itu hidup dalam kemurahan.
      Kalau biasa atau sengaja berbuat dosa, itu berada di luar kebun anggur/di luar kemurahan.

      Mari bertobat, berhenti berbuat dosa, terutama dari delapan dosa yang menenggelamkan kita di neraka--lautan api belerang.
      Wahyu 21: 8
      21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7)dan semua pendusta(8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."


      • Penakut= takut pada sesuatu sehingga melawan TUHAN; sungkan pada sesuatu sampai melawan TUHAN/pengajaran yang benar. Termasuk takut pada orang tua untuk melawan TUHAN, itu juga salah. Kita harus takut kepada TUHAN. Banyak kaum muda takut dapat nilai jelek lalu menyontek. Inilah penakut dan masuk neraka.


      • Tidak percaya = bimbang.
      • Keji.
      • Pembunuh= benci tanpa alasan.
      • Sundal= dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
      • Tukang sihir= dukun, jimat, termasuk ramalan-ramalan.
      • Penyembahan berhala= kikir dan serakah; sesuatu yang menghalangi kita untuk mengasihi TUHAN, termasuk keinginan akan uang.
      • Pendusta= penutup dosa, artinya kalau kita berdusta, berarti tujuh dosa lainnya masih ada dan paling dekat dengan neraka.


      Delapan dosa harus ditenggelamkan dalam baptisan air.


    • Baptisan air dan baptisan Roh Kudus.
      Yohanes 3: 3-5
      3:3. Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."
      3:4. Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"

      3:5. Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

      Orang Israel yang pintarpun, tidak mengerti soal baptisan air. Hanya kemurahan TUHAN yang bisa.
      Tentang baptisan air dan Roh Kudus, Nikodemus orang Israel asli, pandai--guru agama--tidak mengerti; karena menggunakan logika dan selalu memustahilkan ibadah pelayanan.

      "Bagaimana mau ibadah persekutuan dua minggu sekali? Kalau menggunakan kemurahan, pasti terjadi."

      Kalau bangsa kafir mengerti tentang baptisan air dan Roh Kudus, itu adalah kemurahan TUHAN karena menggunakan iman, bukan logika. Ibadah pelayanan juga harus dengan iman, itulah kemurahan TUHAN.

      Matius 3: 15-16
      3:15. Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
      3:16. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

      Yesus datang ke sungai Yordan untuk dibaptis oleh Yohanes, tetapi Yohanes menolak. Ini kalau pakai logika. Tetapi TUHAN katakan: "Biarlah kita menggenapkan seluruh kehendak Allah."
      Sungai Yordan itu dulu besar, hampir seperti laut. Untuk apa kalau baptisan hanya butuh air sedikit? Ini sudah menunjukkan baptisan air yang benar; butuh banyak air.

      Baptisan air yang benar adalah


      • Menurut kehendak TUHAN/firman TUHAN, bukan organisasi gereja, aliran gereja, pendapat pendeta/ahli agama. Baca alkitab!
      • Kita dibaptis seperti Yesus dibaptis--Dia kepala dan kita tubuh-Nya.


      Yesus keluar dari air, dan sorga terbuka. Kalau tidak keluar dari air, sorga tetap tertutup. Ini kuncinya. Lalu sejauh mana keluar dari air?
      Roma 6: 4

      6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Keluar dari air artinya keluar dari kuburan air.
      Jadi, baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati terhadap dosa--bertobat--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus sehingga ia bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus, dan langit terbuka/sorga terbuka dan ia mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi.

      Dulu dilahirkan ibu, langit tertutup. Kalau hidup baru, baptisannya benar, langit terbuka yaitu mengalami baptisan Roh Kudus--hidup dalam urapan Roh Kudus. Sudah beda dengan dilahirkan oleh ibu. Kalau dilahirkan ibu, menjadi manusia darah daging--makanannya yang jasmani: daging, nasi.

      Hasil baptisan Roh Kudus: mulai bisa melihat sorga; matanya melihat sorga; mengutamakan perkara sorga lebih dari perkara lain.
      Yohanes 3: 3
      3:3. Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

      Jangan salah, bukan tidak boleh kuliah. Boleh kuliah, sekolah, tetapi bagaimana dengan perkara sorga? Kalau hujan lebat ke sekolah, ganti baju di sekolah, itu hebat. Tetapi kalau mau ibadah bagaimana? Baru bunyi guruh: 'Nanti hujan, aku sakit. Tidak usah ibadah.' Ini tidak cocok, masih hidup lama, sorga belum terbuka, jangankan masuk, melihatpun belum bisa.

      Kalau sudah melihat sorga, kita bisa mengutamakan yang rohani lebih dari perkara yang jasmani.
      'Carilah dahulu kerajaan sorga'= mengutamakan perkara sorga, ibadah pelayanan lebih dari perkara jasmani.

      "Saya selalu cerita tentang anak saya. Kalau dia latihan olahraga, semangat. Bagus, saya acungi jempol. Tetapi bagaimana kalau ibadah? Jangan timbangan olahraganya lebih berat. Doa pagi bagaimana? Ngantuk? Selalu saya tegor. Mari sungguh-sungguh!"

      "Periksa, hamba Tuhan 100%, mau lihat mana? Sorga atau dunia? Kalau gembalanya tidak lihat sorga, bagaimana jemaatnya bisa masuk sorga? Tanggung jawab! Sedangkan sidang jemaat yang kuliah dan kerja, harus masuk ibadah, bagaimana yang 100% fulltimer tidak masuk? Tanda tanya besar, apakah dia hidup dalam kemurahan Tuhan di kebun anggur, atau sudah di luar?"

      Yohanes 3: 5
      3:5. Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

      Kalau lahir dari Roh, kita akan masuk kerajaan sorga, itulah hidup dalam kebenaran. Segala aspek hidup harus benar, mulai dari kelengkapan pribadi: KTP, pakai helm. Kebenaran bukan polisi, tetapi TUHAN; polisi hanya membantu. Ini yang penting.

      Bagaimana kalau kita sendiri tidak benar, mau menuntun jemaat ke mana? Perkara kecil saja tidak bisa, tidak mungkin bisa perkara besar. Jangan remehkan perkara kecil! Isteri Lot tidak berzinah, tetapi hanya menoleh, dan jadi tiang garam. Mari sungguh-sungguh hidup benar!

      1 Timotius 4: 1
      4:1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

      Tegas untuk berpegang teguh pada ajaran yang benar--hidup benar. Ini melihat sorga. Jangan menyimpang sedikitpun! Kalau sudah benar, komandonya benar, kita akan diangkat menjadi senjata kebenaran--imam dan raja yang boleh bekerja di kebun anggurnya TUHAN.

      Hidupnya benar, tetapi komandonya salah, akan mati semua. Pengajaran harus benar! Kepalanya benar, komandonya benar, maka kita akan diangkat menjadi senjata kebenaran--imam dan raja yang dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

      1 Petrus 2: 5
      2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

      Tugas imam dan raja dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus adalah mempersembahkan persembahan rohani; penuh pengorbanan. Memang dipakai TUHAN itu ditandai dengan pengorbanan-pengorbanan--contoh: sudah bekerja di kantor, pulang di rumah tangga, ibu-ibu masih melayani. Itulah persembahan rohani yang berkenan pada TUHAN. Pengorbanan waktu, tenaga, uang, pikiran, perasaan.

      Hanya satu yang tidak boleh dikorbankan yaitu pengajaran yang benar--Yesus sebagai kepala.

      Kaum muda, mau menikah, jangan korbankan pengajaran yang benar! Itu menyalibkan Yesus. Jangan takut berkorban, karena tadi disebutkan: imam dan raja adalah batu hidup. Kalau kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus, disertai persembahan yang berkenan--pengorbanan-pengorbanan--, kita akan disebut batu hidup. Batu seharusnya mati, tapi hidup.
      Batu hidup= hidup dari kemurahan TUHAN.


    Bekerja di kebun anggur, dasarnya adalah kemurahan TUHAN dan kita hidup dari kemurahan TUHAN sehingga di manapun, kapanpun, situasi apapun kita bisa tetap hidup selama kita melayani, sampai hidup kekal selamanya. Jangan takut!
    Memang pengorbanan dalam melayani TUHAN, tetapi apa yang kita korbankan tidak hilang. TUHAN tidak pernah menipu kita.

    Ini praktik pertama bangsa kafir hidup dalam kemurahan, yaitu harus mengalami baptisan air dan Roh, sehingga ia diangkat menjadi imam-iman dan menjadi batu hidup--hidup dari kemurahan TUHAN--sampai hidup kekal.


  2. 2 Korintus 4: 1
    4:1. Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.

    Praktik kedua hidup dalam kemurahan TUHAN: tidak tawar hati dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.

    Dasar pekerjaan kita hanya kemurahan TUHAN.
    Tidak tawar hati= tidak kecewa, putus asa dan tinggalkan ibadah pelayanan, tetapi tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai garis akhir; sampai sepenuhnya--sampai meninggal atau sampai TUHAN datang. Pelayanan harus dijalankan sepenuhnya.

    Kalau sudah tidak kuat dalam pelayanan, tadi resepnya: lihat luka kelima! Dia disiksa, berkorban sampai mati, bahkan sampai matipun, Dia masih ingat kita, bagaimana kita bisa melupakan Dia? Jangan tinggalkan ibadah pelayanan, apapun alasannya!

    Tadi, lewat baptisan air dan Roh Kudus kita sudah diangkat menjadi imam dan raja--kemurahan TUHAN. Mari, batu hidup dipakai dan dipelihara. Setelah itu bertahan sampai garis akhir dan sampai sepenuhnya.

    2 Petrus 1: 10-11
    1:10. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
    1:11. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan
    hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

    'sepenuhnya'= sampai garis akhir.
    Mari, berusaha sungguh-sungguh! Kita berusaha sungguh-sungguh dengan memandang luka kelima dari Yesus.
    Saat kita lemah, tidak berdaya, mau tersandung, pandanglah luka yang kelima--luka terbesar dan terdalam, anugerah TUHAN yang besar--, itu yang sanggup membuat kita selalu setia dan berkobar!

    "Saya berkhotbah ini, saya sudah mengalami, dua kali mau tinggalkan TUHAN. Pertama waktu sekolah alkitab, saya sudah mau tinggalkan TUHAN karena tidak bisa makan dan minum. Saya masih tinggal di luar waktu itu. Tidak ada uang sama sekali, air minumpun tidak ada. Saya sudah mau kerja lagi besoknya. Yang kedua saat sudah menjadi gembala di Malang, Pdt Pong meninggal dunia, saya ditekan dari dalam dan luar harus ini itu, harus ikut fellowship, saya tidak mau. Saya sudah menghadap orangnya dan tanya pengajarannya. Sudah beda, ya sudah, saya tidak mau. Tetapi terus dipaksa. Isteri saya keguguran. Waktu itu saya sudah tidak kuat. Saya diundang ke desa, saya berdoa: "TUHAN, pindahkan aku di sini, pendeta ini pindah ke Malang. Saya tidak mau lagi ke Malang. Biar gereja sudah selesai, saya tidak mau, biar aku di desa." Tetapi TUHAN bicara pada saya. Saya minta ampun pada jemaat dan isteri: "Aku sudah salah mau tinggalkan pekerjaan TUHAN." Saya belum memandang luka yang kelima."

    Ini betul-betul perjuangan. Ayo berusaha sungguh-sungguh, bukan dengan kekuatan, pengalaman, kepandaian atau mau cari teman, tapi hanya memandang luka yang kelima. Itu kekuatan kita sampai pelayanan kita penuh. Kalau pelayanan kita penuh, maka kita mendapat hak penuh untuk masuk kerajaan sorga.

    "Kalau tidak setia, itu seperti tiket yang dirobek; tiket sudah dipakai, sudah ada yang masuk lebih dahulu, kita tidak sadar bahwa kita sudah diganti--Yudas sudah diganti oleh Matias--; kita pegang tiket, tetapi sudah tidak utuh lagi."

    Pelayanan apapun, apalagi gembala, mari bertekad pandang lambung Yesus, sampai mendapat hak penuh untuk masuk kerajaan sorga.
    Mari, jadi batu hidup, setelah itu layani sampai mendapatkan hak penuh!


  3. Roma 12: 1-2
    12:1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
    12:2. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

    Praktik ketiga hidup dalam kemurahan TUHAN: kita harus beribadah melayani TUHAN dalam ibadah pelayanan yang sejati/benar/berkenan pada TUHAN.

    Ini yang penting, kalau ibadah pelayanan tidak berkenan, kita akan ditolak seperti Kain. Tidak semua pelayanan diterima.
    Mari kita berusaha, supaya kita memiliki ibadah pelayanan yang sejati, benar dan berkenan pada TUHAN.

    Syaratnya:


    • Mempersembahkan tubuh atau kehidupan kita kepada TUHAN.
      Jadi, ibadah pelayanan yang benar itu bukan mencari atau meminta, tetapi memberi/mempersembahkan, mulai dari mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus kepada TUHAN--yang terkecil dulu--, memberi waktu, tenaga, sampai mempersembahkan seluruh hidup kita kepada TUHAN.

      Dulu, bangsa Israel kalau mau beribadah harus membawa lembu bagi yang kaya, kambing/domba untuk kelas menengah, atau burung tekukur untuk yang miskin. Harus membawa persembahan kepada TUHAN, bukan mencari/meminta. Sudah mempersembahkan, masih ada syaratnya yaitu tidak boleh ada cela sedikitpun.

      Begitu juga sekarang dalam perjanjian baru, ibadah yang benar adalah sampai mempersembahkan seluruh hidup, dengan syarat:


      • Tubuh yang hidup= dikuasai oleh Roh Kudus, bukan hawa nafsu daging lewat ketekunan dalam ibadah raya--pelita emas; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karuni-Nya.
        Mari, tekuni ibadah raya, termasuk persekutuan ini, dan luar biasa urapan yang akan kita terima.

        "Saya senang sekali melayani, lewat fellowship ini, urapan saya ditambahi juga oleh TUHAN, pulang bukan loyo, tetapi segar."

        Tanda tubuh yang dikuasai Roh Kudus: Roh Kudus mematikan perbuatan dosa sehingga kita bisa hidup benar.
        Roma 8: 13
        8:13. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

        Jangan persembahkan binatang cacat! TUHAN lihat.
        Selain benar, juga setia--kalau hidup, tubuh aktif.

        Setia dan benar, itulah hidup yang dikuasai Roh Kudus.

        "Sekarang kepenuhan Roh Kudus sangat digampangkan: "Tirukan om.....!" Padahal jarang ibadah, tetapi berbahasa roh terus. Ini kesalahan kami hamba TUHAN, dipalsukan semua, sehingga ibadahnya tidak sejati lagi."

        Kalau ada Roh Kudus, jangankan dipenuhi, baru diurapi saja, sudah setia dan benar.


      • Tubuh yang kudus= dikuasai firman pengajaran yang benar lewat ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci--meja roti sajian.
        Perjamuan suci= firman mendarah daging dalam hidup kita.
        Tandanya: Hidup kudus.

        Yohanes 15: 3
        15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.


      • Tubuh yang berkenan kepada Allah= dikuasai kasih Allah lewat ketekunan dalam ibadah doa penyembahan--mezbah dupa emas.
        Roma 12: 1
        12:1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

        Matius 3: 17
        3:17. lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

        Tubuh yang berkenan itu dikuasai kasih.
        Tandanya: taat dengar-dengaran.


      Hanya lewat kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--kita bisa mempersembahkan tubuh yang hidup, kudus dan berkenan pada TUHAN. Tandanya: setia, benar, suci, dan taat dengar-dengaran. Itulah ibadah sejati.

      Kalau dulu, untuk mencari binatang yang tidak bercela di pasar, bisa berebut. Tapi kalau digembalakan, mereka gembala-gembala tahu mana yang untuk TUHAN, dijaga supaya tidak ada celanya.

      Bagi kita sekarang, ini bagaikan korban binatang yang dipotong-potong. Mau setia, benar, suci, dan taat, itu seperti disembelih dan dipotong-potong di hadapan TUHAN. Tetapi kalau sudah dipotong-potong lalu dibiarkan, akan busuk, sebab itu ada syarat kedua.


    • Syarat kedua: harus dibakar. Ini adalah syarat kedua dari ibadah yang sejati.
      Roma 12: 2
      12:2. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

      Dibakar= berubah dari daging menjadi asap berbau harum; mengalami percikan darah; sengsara daging bersama Yesus, supaya terjadi keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani--tidak serupa dengan dunia--, yaitu bisa membedakan mana yang benar dan tidak benar.

      Itulah asap berbau harum. Mulai dengan bisa membedakan mana TUHAN yang benar dan tidak. Jangan seperti murid-murid yang tidak bisa membedakan TUHAN dengan hantu--dagingnya yang berat--, dan itu sebabnya Petrus tenggelam. Kalau asap, tidak akan pernah tenggelam.

      Tidak bisa membedakan pengajaran benar dan tidak benar, bahkan mendukung yang salah, benar-benar celaka, akan tenggelam ke dasar lautan api belerang. Di dunia ini yang benar jadi salah, yang salah jadi benar. Itu berarti sudah serupa dengan dunia. Lebih celaka, yang benar jadi tidak benar, yang tidak benar jadi benar ini masuk di dalam penggembalaan, di organisasi, di organisme tubuh Kristus juga. Ini bukan asap. Kalau asap, bisa tegas membedakan. Biar diapakan, asap tidak akan pernah tenggelam. Ditutupipun, akan keluar.

      Yesus taat sampai mati di kayu salib--jadi asap berbau harum--, tidak bisa dihalangi, Dia naik ke sorga.
      Mari, jadi asap berbau harum hari-hari ini, bisa membedakan pengajaran, ibadah pelayanan, nikah, persekutuan sampai segala sesuatu yang benar dengan yang tidak benar. Tidak akan pernah merosot. Percayalah! Kalau kita bekerja di dunia sebagai asap, tidak ikuti cara dunia, tetapi menjadi serupa dengan Yesus, kita tidak akan pernah turun sekalipun dijatuhkan, tetapi pasti naik ke atas.
      Yesus mau diapakan juga, tidak bisa. Yakinlah! Kalau daging, biar diorbitkan, dijunjung, diapakan, akan tenggelam sampai di lautan api dan belerang.

      "Murid-murid saya, perhatikan sungguh-sungguh! Hati nurani yang baik bisa membedakan. Cara ibadah pelayanan yang seperti dunia, jangan diikuti."

      Kalau sudah berubah, kita akan dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir untuk menyebarkan bau harum Yesus.

      Contoh bangsa kafir yang busuk bisa dipakai: dalam perjalanan Yosua ke Kanaan--etape terakhir dari sungai Yordan menuju Kanaan. Musa sudah mendahului dari Mesir sampai tapal batas Kanaan--, ia mengutus dua pengintai ke Yerikho. Lalu dua pengintai ditolong oleh Rahab--bangsa kafir dan pelacur--berbau busuk, tetapi bisa dipakai. Kalau dua pengintai tidak disembunyikan, habislah Israel.

      Malam ini, mungkin kita busuk, pelayanan gagal, tetapi kita mendapatkan kemurahan TUHAN, pandang lambung Yesus, sehingga kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir--dulu Rahab dipakai untuk menyembunyikan dua pengintai.

      Mengapa Rahab dipakai?


      • Karena ia rela mempersembahkan seluruh hidupnya kepada TUHAN. Kalau ketahuan, ia akan mati.
      • Karena ia rela sengsara daging karena TUHAN. Rahab tahu Yerikho tidak benar dan ia tidak mau serupa dengan Yerikho sekalipun itu bangsanya. Ini berbau harum di hadapan TUHAN.


      Hasilnya: Rahab menerima tali kirmizi yang ditambatkan pada jendela rumahnya. Tali kirmizi--berwarna merah--menunjuk pada darah Yesus.
      Rahab dikhususkan oleh TUHAN. Dulu pintu orang Israel diberi tanda darah, dan mereka selamat sedangkan Mesir hancur.

      Yosua 6: 17
      6:17. Dan kota itu dengan segala isinya akan dikhususkan bagi TUHAN untuk dimusnahkan; hanya Rahab, perempuan sundal itu, akan tetap hidup, ia dengan semua orang yang bersama-sama dengan dia dalam rumah itu, karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang kita suruh.

      Rahab dipakai oleh TUHAN. Luar biasa. Mari, malam ini kita mau dikhusukan, dipakai oleh TUHAN. Kalau mau digembalakan sungguh-sungguh, mau dibakar--apapun kita serahkan--, mau sengsara untuk TUHAN supaya dapat tali kirmizi, kita akan dipakai dalam kegerakan Roh Kudus--menyebarkan bau harum lewat kabar baik dan kabar mempelai. Jangan berbau busuk!

      Kidung Agung 4: 3
      4:3. Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu, dan elok mulutmu. Bagaikan belahan buah delima pelipismu di balik telekungmu.

      Sekarang tali kirmizi ditaruh di pintu hati dan mulut, artinya: bibir bagaikan pita kirmizi menunjuk pada keubahan hidup sehingga mulut kita tidak berbau busuk lagi:


      • Jujur. Tidak berdusta dan memfitnah.
        Ingat, kalau dusta, busuk; kalau ragu-ragu, busuk! Kalau benar, kita dukung dan praktikkan. Kalau tidak benar, hindari, bukan memusuhi. Itu tali kirmizi.


      • Bersaksi, bukan bergosip. Bergosip itu busuk, percayalah! Biar pandai, hebat atau kaya, kalau bergosip terus, lama-lama tanpa disadari ia akan habis--kekayaan habis--; hancur, busuk. Biar gereja besar, dipakai, kalau bergosip terus, akan rontok semua; busuk.

        Kalau busuk, siapa yang tahan?Kalau gembala, jemaat akan habis. Tidak ada yang tahan.


      • Dan terakhir, menyembahTUHAN.


      Inilah Rahab yang sudah diubahkan. Ulurkan tangan, berserah dan berseru pada TUHAN; setia dan percaya kepada TUHAN, seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego: "Kalau TUHAN tidak menolongpun, saya tetap menyembah TUHAN." Itulah bangsa kafir yang sudah diubahkan.

      Mari menyembah. Jangan kecewa dan putus asa! Saat menyembah, mujizat masih bisa terjadi; busuk menjadi harum. Kita mengulukan tangan dan Dia ulurkan tangan kepada kita.

      Hasilnya:


      • TUHAN memelihara kita di tengah kesulitan dan kehancuran dunia sampai zaman antikris. Malam ini, TUHAN mau pulihkan yang sulit-sulit.
      • TUHAN menyelamatkan kita--tidak hancur bersama dunia--bersama keluarga tercinta. Satu orang saja dipakai, satu keluarga--nikah dan buah nikah--bisa selamat. Sidang jemaat juga diselamatkan.
      • Semua berhasil dan indah pada waktunya. Yang lain menangis dan hancur, tetapi Rahab berhasil dan indah. Ini berbau harum.
      • Sampai kalau TUHAN datang, keubahan terakhir yaitu mulut tidak salah dalam perkataan, hanya berseru: "Haleluya!" untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Jangan menyerah, jangan sombong, tetapi tetap dalam kemurahan! Jangan kecewa, putus asa dan menyerah kalah! Saat kita menyembah, masih ada mujizat TUHAN. Memang harus menghadapi halangan--Yosua menghadapi Yerikho--, langit tak selalu biru, ada mendung, ada masalah, tetapi seperti Rahab, yang penting berbau harum.
Mari menyembah malam ini sampai mujizat terjadi.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top