English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 09 November 2010 (Selasa Pagi)
Dalam Keluaran 1, ada dua rencana yang besar:
Ayat 1-7, rencana Allah, yaitu rencana...

Ibadah Raya Surabaya, 06 Maret 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 02 Mei 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Februari 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 16 Juni 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:32-35 = NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman: jaman Allah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Agustus 2019 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di India.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Paskah Persekutuan II di Square Ballroom Surabaya, 08 Juni 2016 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Desember 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam...

Ibadah Raya Malang, 05 Juli 2009 (Minggu Pagi)
Lukas 23: 43
"KEMBALI KE FIRDAUS"

Tuhan menciptakan manusia, Adam dan Hawa, sama mulia dengan...

Ibadah Raya Surabaya, 24 Januari 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 November 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 17 Juli 2018 (Selasa Sore)
Rekaman Ibadah Doa di Tentena-Poso.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 25:6
25:6Waktu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Januari 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:47-56 judulnya adalah 'Yesus ditangkap'.

Matius 26:47-50 bicara tentang Yudas Iskariot yang memimpin penangkapan Yesus.
Matius...

Ibadah Paskah Malang, 27 Maret 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22
3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan...

Ibadah Raya Malang, 12 Mei 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 terdiri dari 2 bagian...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 Oktober 2019 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 10: 1-3
10:1. Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan(1), dan pelangi ada di atas kepalanya(2) dan mukanya sama seperti matahari(3), dan kakinya bagaikan tiang api(4).
10:2. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka
(5). Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi(6),
10:3. dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum
(7). Dan sesudah ia berseru, ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya.

Wahyu 10 dalam susunan Tabernakel terkena pada tujuh kali percikan darah di atas tutup pendamaian--menunjuk pada sengsara daging yang dialami oleh Yesus sampai mati di kayu salib untuk menaungi/menudungi gereja Tuhan, seperti tutup terhadap peti; sama dengan melindungi, memelihara gereja Tuhan sampai menyempurnakan.

Ayat 1-3= tujuh kali percikan darah yang dialami oleh Yesus menghasilkan tujuh sinar kemuliaan--penampilan pribadi Yesus dengan tujuh sinar kemuliaan--(diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019):

  1. Berselubungkan awan. Artinya: pribadi yang diurapi oleh Roh Kudus sepenuhnya. (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 13 September 2019).


  2. Pelangi ada di atas kepalanya. Ini menunjuk pada Roh kemuliaan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 15 September 2019).


  3. Mukanya sama seperti matahari, supaya kita juga bersinar bagaikan matahari (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 22 September 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 27 September 2019).


  4. Kakinya bagaikan tiang api (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 29 September 2019 sampai Ibadah Raya Surabaya, 06 Oktober 2019).


  5. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka. Ini menunjuk pada pembukaan rahasia firman (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 13 Oktober 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 18 Oktober 2019).


  6. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi. Ini menunjuk pada kewibawaan dan kuasa Tuhan untuk mengalahkan antikris, binatang buas yang keluar dari dalam laut, dan nabi palsu, binatang buas yang keluar dari dalam bumi (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 20 Oktober 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 25 Oktober 2019).


  7. Ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Oktober 2019).

Penampilan Yesus dengan tujuh sinar kemuliaan berguna untuk menyinari gereja Tuhan yang lemah tak berdaya dan banyak dosa, supaya satu waktu menjadi sempurna, sama mulia dengan Dia.

AD. 7: IA BERSERU DENGAN SUARA NYARING SAMA SEPERTI SINGA YANG MENGAUM
Wahyu 5: 5
5:5. Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."

Di sini Yesus tampil sebagai singa dari suku Yehuda dan tunas Daud yang mampu membukakan rahasia firman Allah--'Ia dapat membuka gulungan kitab itu'--, dan Ia berseru dengan suara nyaring sama seperti seperti singa yang mengaum.

YESUS SEBAGAI SINGA DARI SUKU YEHUDA
Amos 3: 7-8
3:7. Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.
3:8. Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?"

Singa mengaum sama dengan firman nubuat/pembukaan rahasia firman Allah yang mengungkapkan tentang:

  1. Segala sesuatu yang belum tetapi pasti terjadi di akhir zaman, terutama tentang dua hal:


    1. Kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai. Ini yang disebut dengan kabar mempelai.


    2. Penghukuman atas dunia, yaitu tiga kali tujuh penghukuman dari Allah Tritunggal, sampai kiamat.


  2. Dosa-dosa dan puncaknya dosa yang tersembunyi dalam sidang jemaat.
    Kalau dosa dibiarkan, hukuman akan datang, kalau dosa diungkapkan untuk disucikan, akan menanti kedatangan Tuhan.

Jadi, singa mengaum menunjuk pada firman nubuat/kabar mempelai/FIRMAN PENGAJARAN YANG MENYUCIKAN DAN MENGUBAHKAN SIDANG JEMAAT SAMPAI SEMPURNA, sama mulia dengan Yesus, untuk menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, bebas dari penghukuman Tuhan.
Inilah kegunaan dari firman nubuat; pedang tajam bermata dua: tajam pertama menyucikan, tajam kedua mengubahkan.

Hosea 5: 13-14
5:13. Ketika Efraim melihat penyakitnya, dan Yehuda melihat bisulnya, maka pergilah Efraim ke Asyur dan mengutus orang kepada Raja 'Agung'. Tetapi iapun tidak dapat menyembuhkan kamu dan tidak dapat melenyapkan bisul itu dari padamu.
5:14. Sebab Aku ini seperti singa bagi Efraim, dan seperti singa muda bagi kaum Yehuda. Aku, Aku ini akan menerkam, lalu pergi, Aku akan membawa lari dan tidak ada yang melepaskan.

Firman nubuat/kabar mempelai adalah sama seperti singa yang menerkam dan menghancurkan bisul-bisul dosa; sama dengan menyucikan kita dari kanker-kanker dosa. Ini yang kita butuhkan hari-hari ini.

Bisul/kanker dosa adalah:

  1. 2 Timotius 2: 16-17
    2:16. Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan.
    2:17. Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus,

    Kanker dosa yang pertama: kanker mulut, yaitu omongan yang kosong dan yang tak suci--perkataan sia-sia. Kita harus hati-hati!

    Perkataan sia-sia= dusta, gosip, fitnah, kata-kata kotor, perkataan porno dan lain-lain sampai ajaran palsu.
    'menjalar seperti penyakit kanker'= perkataan sia-sia ini menjalar ke bagian tubuh yang lemah sampai mengakibatkan kematian rohani/iman; gugur dari iman.

    "Saat kita mendengar gosip, sekarang kuat, tetapi saat kita lemah kita akan berkata: Iya, ada benarnya. Begitu juga dalam hal menerima pengajaran. Saat kita kuat, tidak apa-apa, tetapi setelah mendengar ajaran lain, mulai lemah. Sekalipun dia berkata bahwa ia tetap pegang pengajaran, tetapi dari perkataannya ia sudah tidak sadar bahwa ia sudah ragu terhadap pengajaran. Kita harus hati-hati! Jangan dengar gosip, fitnah, dan ajaran lain!"

    Gugur dari iman= gugur dari pengajaran yang benar dan beralih pada pengajaran palsu; gugur dari iman kepada Yesus, tidak percaya lagi pada pribadi Yesus, berarti binasa selamanya.

    "Saya dulu juga kurang bagus imannya karena jarang ibadah. Ada teman dari agama lain berkata: 'Beberapa hari lagi akan ada hukuman Tuhan.' Saya takut, lalu malam hari ikut ibadah ke agamanya teman saya. Ini yang bahaya! Saya pernah menghadap ke seseorang yang saya hormati, saya bertanya: 'Bagaimana ini, om, salah satu ajarannya tentang palang Tabernakel begini.....begini...': 'Oh, bahaya, jangan fellowship ke sana!': 'Iya, om.' Tahun depannya, dia sendiri yang fellowship ke sana, saat saya datang kepada dia, dia berkata: 'Itu yang benar.' Hati-hati dengan perkataan sia-sia, siapapun kita, tidak akan mampu."


  2. Markus 7: 21-23
    7:21. sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan(1), pencurian(2), pembunuhan(3),
    7:22. perzinahan(4), keserakahan(5), kejahatan(6), kelicikan(7), hawa nafsu(8), iri hati(9), hujat(10), kesombongan(11), kebebalan(12).
    7:23. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

    Kanker dosa yang kedua: kanker hati, yaitu hati yang berisi dendam, iri, kebencian tanpa alasan, kenajisan dan lain-lain. Ini adalah pusatnya--kanker mulut berasal dari kanker hati.

    Kanker hati artinya diisi dengan dua belas keinginan jahat dan najis, dan kepahitan, sehingga tidak bisa diisi dengan dua belas roti.
    Artinya: tidak bisa diisi firman pengajaran yang benar--dua belas roti disusun menjadi dua susun, enam buah sesusun; 66; menunjuk pada firman pengajaran yang benar.

    "Siswa-siswi Lempin-El "Kristus Ajaib" hati-hati, pengajaran yang diterima sama dengan yang saya terima; seluruh angkatan Lempin-El sama pengajarannya. Saat di Lempin-El, mungkin masih sama, tetapi setelah lulus dari Lempin-El, hati ini yang menentukan. Hati-hati! Kalau ada iri, benci, serakah dan sebagainya, tidak akan bisa lagi menerima pengajaran--hatinya tidak bisa diisi dengan dua belas roti lagi--, bahkan beralih pada ajaran-ajaran palsu; yang benar dia caci maki sekalipun sama-sama Lempin-El. Ini yang memisahkan kita."

    Kanker hati akan terus menjalar ke mulut sampai perbuatan--kanker rahim.


  3. Kanker dosa yang ketiga: kanker rahim--seperti perempuan yang pendarahan dua belas tahun--, artinya tidak bisa mengalami kelahiran baru; kehilangan dua belas roti (pengajaran).

    Karena itu, jaga hati karena hati ini yang menentukan. Dalam satu penggembalaan yang kita terima sama, tetapi nanti bisa berbeda arahnya--bergantung pada hatinya. kalau hati masih menyimpan iri, kebencian, kenajisan, lama-lama ia tidak akan bisa menerima dua belas roti--pengajaran yang benar--, sehingga mulutnya mulai berkata sia-sia sampai kanker rahim--pendarahan.

    Pendarahan artinya:


    • Pendarahan ini berbau busuk= perbuatan-perbuatan daging (perbuatan busuk); perbuatan dosa sampai puncaknya dosa yang membinasakan.
      Galatia 5: 19-21
      5:19. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
      5:20. penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
      5:21. kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia
      tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

      Karena itu Yesus perlu tampil sama seperti singa yang mengaum; singa dari suku Yehuda untuk menerkam bisul-bisul dosa, mulai dari dalam hati, mulut, sampai perbuatan--rahim.


    • Pendarahan artinya pembuluh darah pecah= perbuatan-perbuatan yang memecah belah tubuh Kristus, yaitu mengajarkan ajaran-ajaran lain yang bertentangan dengan ajaran yang telah kita terima, atau mendengar ajaran lain.

      Roma 16: 17
      16:17. Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

      Perpecahan dimulai dari nikah, kemudian penggembalaan, dan antar penggembalaan.
      Kalau gembala mengajarkan yang lain, akan terjadi perpecahan, atau ada satu saja sidang jemaat yang mendengar ajaran lain, juga akan memecah belah.


    Akibatnya: tidak pernah mengalami kelahiran baru--rahim adalah tempat kelahiran--, tetapi tetap menjadi manusia darah daging yang tidak mewarisi kerajaan sorga; binasa selamanya.

Inilah kegunaan Yesus tampil sebagai singa dari suku Yehuda; firman nubuat yang menerkam bisul-bisul dosa; menyucikan kanker-kanker dosa--sehingga kita hidup dalam kesucian dan kita diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus--jubah indah--untuk dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Efesus 4: 11-12
4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Ayat 11= lima jabatan pokok, bisa dijabarkan menjadi pemain musik, tim doa dan lain-lain.

Mulai dari dalam nikah jaga hati, mulut, dan perbuatan.
Kalau kita menjaga semuanya, kita akan disucikan. Kita tidak memecah belah tetapi dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; kesatuan tubuh Kristus, mulai dari dalam nikah.

Karena itu menikah harus dalam satu kesatuan. Yang sudah satu pengajaran saja masih berjuang, apalagi kalau beda pengajaran. Harus satu pengajaran, sehingga hati, mulut, dan perbuatannya diisi dengan firman pengajaran--tampil sebagai roti--, dan bisa mengenyangkan suami/isteri dan Tuhan.

Melayani sesuai dengan firman mulai dari dalam nikah sama dengan memakai jubah indah sehingga hidup menjadi indah, kemudian dalam penggembalaan, lebih indah lagi, antar penggembalaan, lebih indah lagi, sampai yang paling indah saat Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus--jubah putih berkilau-kilauan. Kita menjadi mempelai wanita sorga.

YESUS SEBAGAI TUNAS DAUD
Markus 13: 28
13:28. Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.

Tunas menunjuk pada MELEMBUT.
Jadi, tunas Daud di sini dikaitkan dengan hati keras yang diubahkan menjadi hati lembut.

Suara singa dari suku Yehuda--kabar mempelai--sanggup mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus sehingga kita juga menjadi tunas Daud.

Tunas Daud= kehidupan yang tampil seperti Daud.
1 Samuel 16: 11-12
16:11. Lalu Samuel berkata kepada Isai: "Inikah anakmu semuanya?" Jawabnya: "Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba." Kata Samuel kepada Isai: "Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari."
16:12. Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia."

'kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok'= penampilan mempelai wanita sorga.
Kidung Agung 4: 7
4:7. Engkau cantik sekali, manisku, tak ada cacat cela padamu.

(terjemahan lama)
4:7.
Elok sekali engkau, hai adinda! dan barang suatu celapun tiada padamu.

Wajah kemerah-merahan dulu, kemudian mata indah, baru paras elok. Inilah penampilan dari tunas Daud--kehidupan yang memiliki hati lembut.
Hati lembut bisa kita dapatkan di dalam penggembalaan; sasaran penggembalaan bukan otak, tetapi hati, supaya semua bisa menikmati hati yang lembut.

Kalau sudah melembut, wajah akan kemerah-merahan, mata indah, dan paras elok--tidak bercacat cela; menjadi mempelai wanita sorga.

Pembaharuan untuk menjadi mempelai wanita sorga yang sama mulia dengan Yesus:

  1. 'Wajah kemerah-merahan'.
    Merah menunjuk pada tanda darah--tanda penebusan; kelepasan dari dosa.
    Artinya: rela sengsara daging untuk mengalami penebusan dan penyucian dari dosa-dosa dan puncaknya dosa oleh firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus/perjamuan suci--penebusan dobel.

    Ini bisa kita dapatkan lewat ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci--meja roti sajian--; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
    Kalau tidak mau masuk dalam ibadah pendalaman alkitab, wajahnya akan pucat--ketakutan--, buruk--seperti anjing dan babi bahkan setan--, dan muram.

    Kita butuh ibadah pendalaman alkitab!
    Tanpa ibadah pendalaman alkitab, gembala dan sidang jemaat tidak akan sehat; tidak akan ada wajah kemerah-merahan.

    Di dalam ibadah pendalaman alkitab kita mengalami penyucian lahir dan batin--penyucian dobel--; kita mengalami kelepasan dari enam dosa yang mendarah daging; enam dosa yang menguasai lahir batin kita.
    1 Korintus 5: 7-8, 11
    5:7. Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
    5:8. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
    5:11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul(1), kikir(2), penyembah berhala(3), pemfitnah(4), pemabuk(5) atau penipu(6); dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

    'tidak beragi'= pengajaran.
    'anak domba Paskah kita juga telah disembelih'= darah Yesus; sama dengan Paskah.
    Jadi, ibadah pendalaman alkitab sama dengan pesta Paskah. Jangan muram saat datang beribadah!

    Penipu= sudah menjadi tabiat--tidak mau bertobat--, kalau baru satu kali hanya disebutkan 'menipu'.
    'janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama'= jangan bergaul dengan orang-orang yang tidak mau mengaku dan bertobat, sekalipun ia pendeta. Kalau kita ikut, satu waktu kita pasti jadi sama dengan dia. Bahaya besar!

    'roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran'= batasi pergaulan kita dengan kemurnian dan kebenaran. Misalnya kita satu ruangan dengan perokok, batasi pergaulan dengan kemurnian dan kebenaran.

    Kebenaran= tidak berbuat dosa. Hati-hati juga dengan pergaulan di dalam gereja. Banyak kesalahan dalam ibadah, contohnya: suka bergurau dalam ibadah. Batasi dengan kebenaran dan kemurnian! Kalau dia mengajak bergurau, jawab saja: Nanti di luar, sekarang dengar firman yang baik. Rugi sekali sudah datang beribadah tetapi berbuat dosa karena tidak sungguh-sungguh.
    Kemurnian= suci sampai dalam hati--bukan sok suci--, dan sesuai dengan firman pengajaran yang benar.

    Kalau batas tegas, kita akan mengalami suasana pesta Paskah. Kita hidup di dunia yang terkutuk tetapi serasa di sorga. Pesta bukan hanya memberi kebahagiaan, tetapi semuanya terjamin. Kalau hanya bahagia, tetapi tidak ada makanan dan minumannya, apa gunanya.

    "Saya kemarin juga cerita di Malang. Waktu batas tanah gereja kami tidak jelas--kasih dua meter ke sana--, saya susah. Yang di belakang dapat jalan, saya boleh parkir di tanah belakang yang kita beli sekarang. Tetapi lama-lama ditutup, langsung dipasang tembok dan pagar, saya tidak boleh masuk lagi. Resah, karena batasnya tidak jelas. Akhirnya dia bakar-bakar sampah, pas di dekat kamar saya, saya mengadu pada siapa, tidak ditanggapi. Saya sudah marah, dan memutuskan untuk kontrak saja. Lalu om Pong datang, beliau bertanya: 'Ada masalah di sini?': 'Ada, pa....begini...begitu....' Beliau berjalan saja dengan santai lalu menjawab: 'Kembali ke sertifikat! Garis!' Begitu kembali ke sertifikat, tenang, dapat garasi, mobil aman, dan dapat jemaat karena bagian atas bisa dibangun untuk tempat jemaat. Senang sekali; suasana pesta."

    Mari, kalau mau bersuasana pesta, batasi semua dalam kebenaran dan kemurnian dengan jelas.


  2. 'Mata indah'.
    Artinya pandangan ke ladang Tuhan. Kalau jubahnya indah, matanya juga akan indah.

    Ini bisa kita dapatkan lewat ketekunan dalam ibadah raya--pelita emas--; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.

    Urapan Roh Kudus meningkatkan karunia-karunia dan jabatan yang sudah kita terima, sehingga jubah semakin indah.
    Urapan Roh Kudus juga membuat kita setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus yang Tuhan percayakan kepada kita sampai garis akhir apapun yang kita hadapi--jubah dicelup darah; sama dengan rela sengsara dalam ibadah pelayanan.

    Mengapa Tuhan izinkan jubah dicelup darah?


    • Untuk mempertahankan jubah indah--jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus--bahkan meningkatkannya sampai menjadi jubah putih berkilau-kilauan.


    • Jubah dicelup darah, supaya Setan tidak bisa menjamah dan menelanjangi kita. Tidak usah takut! Kalau merasa sengsara, berarti sudah benar.


  3. 'Paras elok'.
    Ini bisa kita dapatkan lewat ketekunan dalam ibadah doa--mezbah dupa emas--; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.

    Doa penyembahan--boleh ditambah dengan doa puasa dan doa semalam suntuk--adalah proses perobekan daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya sehingga kita bisa memandang wajah Yesus yang bersinar bagaikan matahari terik, dan kita mengalami pembaharuan wajah.
    Wajah buruk, muram, pucat dan lain-lain sudah ditanggung semua oleh Yesus--di kayu salib Dia rela menjadi buruk--, dan Dia menyinarkan matahari, sehingga kita mengalami pembaharuan wajah/hati; kita memiliki hati dan wajah mempelai; sama dengan kita dihiasi dengan perhiasan rohani.

    1 Petrus 3: 4-6
    3:4. tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
    3:5. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka
    tunduk kepada suaminya,
    3:6. sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

    Hati harus lemah lembut, pendiam/tenteram, dan penurut, baru wajah bisa berseri:


    • Lemah lembut=


      1. Kemampuan untuk menerima firman pengajaran yang keras, lama, dan lebih tajam dari pedang bermata dua.
      2. Kalau bisa menerima firman pengajaran yang keras, berarti bisa menerima sesama yang dalam kekurangan--mengampuni dosa orang lain--, dan menerima sesama yang dalam kelebihan.

        Jangan pikir mudah untuk menerima isteri dalam kelebihan. Susah bagi laki-laki untuk menerima isteri yang lebih hebat dari dia, karena gengsi.
        Karena itu terima firman lebih dulu!

        Kalau ada sesama yang dalam kelebihan, sikap kita adalah meneladani dia.


    • Pendiam/tenteram= banyak berdiam diri; mengoreksi diri lewat ketajaman firman. Kalau ada dosa, kita mengaku kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--bertobat--, kalau tidak dosa, kita diam saja, serahkan kepada Tuhan.
      Kita banyak kali mengurus urusan orang, sehingga menutup jalan kita sendiri seperti Sarah yang tertutup pintu rahimnya.


    • Penurut= taat dengar-dengaran.

Kalau sudah ada wajah kemerah-merahan--batasi pergaulan dengan kebenaran dan kemurnian; penebusan dan kelepasan dari dosa--, mata indah--memandang ladang Tuhan; layani Dia dengan sungguh-sungguh--, dan paras elok--lemah lembut, pendiam, dan penurut--, kita akan dipercaya kunci Daud.
Mazmur 23: 6
23:6. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

'Kebajikan dan kemurahan Tuhan'= inilah kunci Daud yang juga kita dapatkan dalam penggembalaan.
'seumur hidupku'= kemurahan dan kebajikan Tuhan mengikuti kita dalam setiap langkah/setiap detak jantung kita.
Karena itu saat putus asa menghadapi apapun, hirup nafas dan hembuskan, itulah kemurahan dan kebajikan Tuhan; masih ada mujizat dari Tuhan. Biarpun kita sudah di lembah, masih ada matahari, masih bisa hidup.
Sebaliknya, kalau mau sombong, tarik nafas dan hembuskan, semua karena kemurahan Tuhan. Itu saja kuncinya.

Tadi kunci Daud sanggup membuka pintu rahim Sarah, artinya:

  1. Membuka pintu kemenangan--Daud menang atas Goliat karena Tuhan berperang ganti dia, sekarang berperang ganti kita.
    Goliat menunjuk pada


    1. Daging dan dosa-dosa sampai puncaknya dosa. Kita menang sehingga bisa hidup benar dan suci.
    2. Pencobaan yang mustahil. Kita menang, semua selesai oleh tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan.
      Malam ini, kalau sudah tidak bisa apa-apa, perbaiki diri, dengar singa dari suku Yehuda mengaum untuk menerkam bisul-bisul. Berhenti berbuat dosa! Semua disucikan, setelah itu baru ada tunas Daud.
      Selama kanker dosa masih ada, tunas Daud tidak akan ada.

      Mari, melembut malam ini, supaya bisa menjadi menerima tunas Daud, yaitu lemah lembut, pendiam, dan penurut. Itu saja kuncinya. Apa yang tidak kita duga bisa terbuka oleh kemurahan dan kebajikan Tuhan.


  2. Pintu pengangkatan--Daud dari gembala dua tiga ekor domba bisa menjadi raja; ada masa depan yang berhasil dan indah.
    Jangan batasi kemurahan dan kebajikan Tuhan!

    Daud sempat jatuh dengan Batsyeba, tetapi masih bisa diangkat dan dipulihkan.
    Jangan putus asa, tetapi mohon ampun kepada Tuhan, dan kembali sungguh-sungguh!


  3. Pintu sorga dibukakan, artinya kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Dia; kita menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali.

Di lembah manapun kita, masih ada kemurahan dan kebajikan Tuhan yang menolong kita.
Tergembala sungguh-sungguh hari-hari ini! Dengar suara singa mengaum--firman nubuat--!

Apapun keadaan kita, masih bisa bernafas, masih ada detak jantung, masih ada matahari bersinar, berarti masih ada kemurahan dan kebajikan Tuhan yang menyinari kita, di lembah manapun kita berada. Jangan bergantung pada apapun di dunia, kita akan kecewa. Berseru kepada Dia, mohon kemurahan dan kebajikan-Nya!

Rasakan detak jantung kita, itulah kemurahan dan kebajikan Tuhan yang tidak pernah berubah, apapun keadaan kita saat ini. Jangan hidup dari yang lain, tetapi hanya dari kemurahan dan kebajikan Tuhan! Serahkan setiap detak jantung kita ke dalam tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan, Dia yang menentukan semuanya, asalkan ada tanda-tanda bahwa singa dari suku Yehuda menerkam kanker-kanker dosa kita, dan ada tunas Daud dalam hidup kita.

Ada masalah, dosa, kebusukan, kegagalan, kehancuran, kemustahilan dan sebagainya, serahkan kepada Tuhan, sampai wajah kita berseri malam ini. Semua yang busuk, hancur, dan gagal sudah ditanggung oleh Tuhan di kayu salib, tetapi yang baik dan sempurna Dia berikan kepada kita semua.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top