English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 05 April 2016 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 14 Maret 2017 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 6 tentang kebenaran Allah: ada pribadiNya,...

Ibadah Persekutuan I Tana Toraja, 11 Februari 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Natal Persekutuan di Kartika Graha Malang, 25 Desember 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dua macam kegiatan di takhta Sorga:
Kegiatan...

Ibadah Raya Malang, 30 Juni 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:13-21 adalah tentang sangkakala yang keenam atau...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Januari 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8-11 ada dua macam kegiatan di...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 07 Mei 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:46-48
9:46 Maka timbullah pertengkaran di antara...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 21 Mei 2013 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:1-9 adalah tentang pembangunan Tabernakel.
Dibagi...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 14 Desember 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 dalam susunan Tabernakel terkena pada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 September 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Februari 2012 (Senin Sore)
Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

= 3 kali Petrus menyangkal Yesus:
ay. 69-70= Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea (sudah diterangkan mulai...

Ibadah Doa Malang, 23 Mei 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:12
9:12 Celaka yang...

Ibadah Doa Surabaya, 18 Februari 2009 (Rabu Sore)
Kebaktian Penataran Imam-Imam III SurabayaMatius 24: 29-31
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua...

Ibadah Tutup dan Buka Tahun, 31 Desember 2015 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat Laodikia,...

Ibadah Doa Malang, 27 Juni 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:13-21 tentang sangkakala yang keenam, yaitu...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 27 Oktober 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 10: 1-3
10:1. Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan(1), dan pelangi ada di atas kepalanya(2) dan mukanya sama seperti matahari(3), dan kakinya bagaikan tiang api(4).
10:2. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka
(5). Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi(6),
10:3. dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum
(7). Dan sesudah ia berseru, ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya.

'seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga'= pribadi Yesus, bintang timur yang gilang-gemilang (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 08 September 2019).

Ayat 1-3= tujuh kali percikan darah yang dialami oleh Yesus menghasilkan tujuh sinar kemuliaan--penampilan pribadi Yesus dengan tujuh sinar kemuliaan--(diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019):

  1. Berselubungkan awan. Artinya: pribadi yang diurapi oleh Roh Kudus sepenuhnya. (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 13 September 2019).


  2. Pelangi ada di atas kepalanya. Ini menunjuk pada Roh kemuliaan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 15 September 2019).


  3. Mukanya sama seperti matahari, supaya kita juga bersinar bagaikan matahari (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 22 September 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 27 September 2019).


  4. Kakinya bagaikan tiang api (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 29 September 2019 sampai Ibadah Raya Surabaya, 06 Oktober 2019).


  5. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka. Ini menunjuk pada pembukaan rahasia firman (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 13 Oktober 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 18 Oktober 2019).


  6. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi. Ini menunjuk pada kewibawaan dan kuasa Tuhan untuk mengalahkan antikris, binatang buas yang keluar dari dalam laut, dan nabi palsu, binatang buas yang keluar dari dalam bumi (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 20 Oktober 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 25 Oktober 2019).


  7. Ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum.

AD. 7: IA BERSERU DENGAN SUARA NYARING SAMA SEPERTI SINGA YANG MENGAUM
Ada dua macam suara singa yang mengaum:

  1. Suara singa yang menunjuk pada Setan.
    1 Petrus 5: 8
    5:8. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

    Praktiknya:


    • Praktik pertama suara setan: 'berjalan keliling'= beredar-edar, artinya suara setan membuat gembala dan sidang jemaat tidak tergembala dengan benar dan baik, tetapi beredar-edar.
      Gembala yang beredar-edar adalah gembala yang tidak mau memberi makan sidang jemaat dengan setia dan tekun.
      Sidang jemaat yang beredar-edar adalah sidang jemaat yang tidak bisa makan firman penggembalaan di kandang penggembalaan; tidak tekun dalam tiga macam ibadah pokok.

      Inilah kekuatan dari singa Iblis. Dia beredar-edar, supaya gembala dan sidang jemaat juga beredar-edar--tidak berada di dalam kandang--, karena kalau ada di kandang, dia sulit untuk menerkam.


    • Praktik kedua suara setan: singa iblis yang mengaum sama dengan suara daging.
      Hakim-hakim 14: 5
      14:5. Lalu pergilah Simson beserta ayahnya dan ibunya ke Timna. Ketika mereka sampai ke kebun-kebun anggur di Timna, maka seekor singa muda mendatangi Simson dengan mengaum.

      'singa muda'= keinginan dan hawa nafsu daging.
      Singa muda ini justru berada di kebun anggur. Apa artinya?

      Kebun anggur menghasilkan buah anggur, buah anggur menghasilkan air anggur untuk pesta nikah--ada kaitan dengan mempelai.
      Jadi, suara singa muda justru berada di kebun anggur, artinya suara daging justru berada di dalam penggembalaan yang dibina oleh kabar mempelai.

      Suara daging atau nafsu orang muda adalah:


      1. Matius 20: 11, 15
        20:11. Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
        20:15. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?

        Nafsu orang muda yang pertama: bersungut-sungut dan iri hati.


      2. Nafsu orang muda yang kedua: kebencian tanpa alasan.
        Ini yang sering terjadi di kebun anggur; kita yang berada di dalam penggembalaan yang dibina oleh kabar mempelai seringkali bersungut-sungut, iri hati, sampai timbul kebencian tanpa alasan.

        ini cerita tentang upah di kebun anggur. Tuhan sudah memberikan janji upah satu dinar sehari. Tuhan sudah memberikan janji upah satu dinar sehari. Ketika sudah selesai bekerja, yang masuk kerja jam lima sore menerima upah satu dinar, kemudian yang bekerja sejak pagi lupa pada janjinya. Ia berpikir menerima lebih banyak, padahal janjinya hanya satu dinar, sehingga ia bersungut, iri hati, sampai timbul kebencian tanpa alasan.

        Mengapa demikian?


        1. Iri hati karena berkat-berkat jasmani. Bahaya, ini justru terjadi di dalam penggembalaan yang dibina oleh kabar mempelai. Kami gereja pengajaran seringkali iri hati dan benci karena berkat jasmani.


        2. Iri hati karena jubah indah--belajar dari Yusuf yang adalah gambaran dari gereja mempelai.
          Jubah indah menunjuk pada karunia dan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan.

          Di dalam penggembalaan tidak semua berkhotbah, ada yang membersihkan gereja, semuanya sama yaitu menerima upah satu dinar, kemuliaannya sama. Tetapi seringkali manusia yang membeda-bedakan sehingga timbul iri hati dan kebencian; ada yang merasa tidak dianggap, ada yang merasa lebih hebat dan sebagainya. Kita harus hati-hati!


      3. 2 Timotius 2: 21-24
        2:21. Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
        2:22. Sebab itu jauhilah
        nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.
        2:23. Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan
        pertengkaran,
        2:24. sedangkan
        seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar

        Nafsu orang muda yang ketiga: pertengkaran.

        'pekerjaan yang mulia'= penggembalaan dalam kabar mempelai untuk dibawa pada pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Tetapi sayang, kebun anggur diganggu oleh nafsu orang muda--singa muda.

        Kalau iri hati, persungutan, dan kebencian dibiarkan, akan timbul pertengkaran atau perpecahan dalam tubuh Kristus.

        "'seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar'= orang yang bertengkar tidak boleh menjadi hamba/pelayan Tuhan. Karena itu di Lempin-El "Kristus Ajaib" tidak boleh bertengkar. Kalau bertengkar, lebih baik pulang."


      4. Nafsu orang muda yang keempat: dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan (percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, hubungan sejenis, nikah yang salah: kawin lari, kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan).

        Sebenarnya, dosa-dosa ini tidak boleh ada di dalam penggembalaan yang dibina oleh kabar mempelai, tetapi justru sering muncul di sana. Kita harus hati-hati.


      Nafsu orang muda bukan berarti orang muda secara usia, tetapi siapapun juga. Jangan sampai bertengkar--bersungut-sungut, iri hati--dan jatuh dalam dosa kejahatan (pertengkaran) dan kenajisan.

      Nafsu orang muda justru terjadi di kabar mempelai. Memang aneh. Singa tahu di mana ia harus mencegah kita menuju ke arah yang benar, karena penggembalaan yang dibina oleh kabar mempelai memiliki arah yang benar. Kalau penggembalaan yang tidak benar, tidak usah dicegah karena arahnya sudah tidak benar.

      Inilah suara singa/Iblis yang membuat kita tidak tergembala--beredar-edar--, tetapi juga mengganggu kehidupan yang sudah tergembala. Arahnya sudah benar, semua sudah benar tetapi diganggu dengan iri hati, kebencian, pertengkaran, dan kenajisan. Hati-hati!


    • 1 Petrus 5: 8
      5:8. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

      Praktik ketiga suara setan: menggigit dan menelan.

      Apa yang digigit dan ditelan singa?
      Amos 3: 12
      3:12. Beginilah firman TUHAN: "Seperti seorang gembala melepaskan dari mulut singa dua tulang betis atau potongan telinga, demikianlah orang Israel yang diam di Samaria akan dilepaskan seperti sebagian dari katil dan seperti sepenggal dari kaki balai-balai."


      1. Betis= menunjuk pada pendirian.
        Artinya: hamba/pelayan Tuhan tidak lagi memiliki pendirian yang teguh; tidak tegas lagi untuk berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar--pendiriannya goyah.

        1 Timotius 4: 1
        4:1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

        Kalau betis sudah digigit Setan, ia tidak akan tegas lagi untuk berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar.
        Artinya:


        1. Mulai bimbang terhadap pengajaran yang benar, yang sudah menjadi pengalaman hidup dan sudah disaksikan, bukan hanya baru mendengar.
          Karena itu hati-hati dengan suara Iblis! Bahaya!
          Sekian lama Hawa mengalami suasana Firdaus karena berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar--sudah berpengalaman--, tetapi satu kali ia mendengar suara ular--suara singa--, ia langsung goyah. Ini yang bahaya!


        2. Meninggalkan pengajaran yang benar, dan beralih pada ajaran lain (ajaran setan-setan)--murtad.


        Ini yang harus kita waspadai! Tidak bisa diduga! Sudah ada pengalaman, sudah berkhotbah tetapi bisa mengingkari pengajaran yang benar karena sudah bimbang terhadap pengajaran yang benar.
        Kita berdoa kepada Tuhan hari-hari ini.

        Yohanes 10: 5
        10:5. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

        Sikap yang benar adalah lari terhadap suara asing--menghindar, menyingkir; tidak memberi kesempatan satu kalipun untuk mendengar ajaran lain. Sungguh-sungguh! Jangan merasa hebat!


      2. Yang kedua: singa menggigit dan menelan telinga.
        Tadi, betis goyah--bimbang sampai meninggalkan pengajaran yang benar--, kemudian telinga digigit, sehingga tidak mau lagi mendengar yang benar, sampai mati-matian tidak mau mendengar.

        2 Timotius 4: 4
        4:4. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

        'dongeng'= ajaran-ajaran palsu--termasuk gosip, lawak-lawak dan sebagainya.

        Telinga digigit singa sama dengan 'memalingkan telinganya dari kebenaran', artinya: tidak memberi kesempatan satu kalipun untuk mendengar firman pengajaran yang benar.
        Dulunya ia senang pengajaran yang benar, tetapi setelah mendengar suara singa--betisnya digigit--, ia mulai goyah dan meninggalkan pengajaran yang benar, kemudian telinganya digigit, ia sudah tidak mau lagi memberi kesempatan satu kalipun untuk mendengar pengajaran yang benar.

        "Ini yang guru saya selalu mengatakan: Susah untuk kembali. Kalau orang tidak pernah mengerti tentang pengajaran, pada akhir zaman, ia bisa menerima karena menghadapi tekanan di dunia, bahkan ia akan mencari pengajaran. Pengalaman saya ke mana-mana, orang yang tidak pernah mendengar pengajaran, satu kali dengar sudah langsung tertarik. Tetapi kalau sudah berada di dalam pengajaran lalu menolak, susah untuk kembali lagi. Kita harus sungguh-sungguh!"


      Kalau betis dan telinga digigit oleh singa, akibatnya: tidak mengalami penyucian dan keubahan hidup sekalipun sudah beribadah; tetap mempertahankan manusia darah daging dengan delapan belas sifat tabiat daging--dicap 666; menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan selamanya.

      2 Timotius 3: 1-5
      3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
      3:2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri(1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
      3:3. tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
      3:4. suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
      3:5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

      'mencintai dirinya sendiri'= egois.
      'tidak mempedulikan agama'= mencampur aduk agama, mempelajari agama lain dan sebagainya.
      'lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah'= tidak taat.


    Inilah suara singa--Iblis--; yang negatif. Hati-hati!


  2. Suara singa Yehuda yang menunjuk pada suara Yesus. Ini yang positif.
    Wahyu 10: 3
    10:3. dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum. Dan sesudah ia berseru, ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya.

    Amos 3: 7-8
    3:7. Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.
    3:8. Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?"

    Auman singa Yehuda menunjuk pada firman nubuat, yaitu firman yang mengungkapkan segala sesuatu yang belum terjadi tetapi pasti terjadi, terutama tentang kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga, bukan lagi sebagai bayi untuk mengampuni dosa manusia.

    Kedatangan Yesus pertama kali memang sebagai satu-satunya manusia yang tidak berdosa, tetapi harus mati di kayu salib, sehingga kita yang percaya kepada-Nya bisa mengalami penebusan dosa dan diselamatkan; kita tidak dihukum dan dibinasakan.
    Ini sudah kita alami. Yang belum percaya Yesus, mari terima Yesus!

    Firman nubuat sama dengan firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua; kabar mempelai. Ini yang harus kita terima.

    Mengapa Yesus harus tampil seperti singa yang mengaum--firman nubuat--?


    • Untuk mengalahkan auman singa Setan yang membuat kita beredar-edar, hidup dalam nafsu orang muda--iri hati, benci, bertengkar; di dalam nikahpun, suami isteri sama-sama mengaum.

      "Saya pernah mengalami. Saya mengaum--menggertak--pada isteri saya: 'Kali ini aku tidak salah, ya, tidak mungkin aku minta maaf.' Saya kira isteri saya takut, ternyata seperti singa beranak: 'Aku juga tidak salah.' Di situ Tuhan berseru: Bagaimana jemaat di belakangmu kalau gembalanya begitu? Saya mau datang ke isteri saya, jarak hanya beberapa meter, tetapi seperti naik Golgota, berat sekali untuk berkata: Aku salah. Itulah kekuatan singa Setan yang membuat kita mengaum-aum juga. Karena itu Tuhan juga tampil seperti singa yang mengaum dengan firman pengajaran. Harus kita terima untuk mengalahkan auman singa Setan."

      Kita sudah belajar, Yesus menginjakkan kaki-Nya di atas laut dan bumi, artinya kewibawaan dan kuasa-Nya untuk mengalahkan antikris dan nabi palsu (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 20 Oktober 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 25 Oktober 2019).
      Tetapi menghadapi singa Setan yang mengaum, Ia harus mengaum juga.


    • Menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna; mempersiapkan kita untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali.
      Kekasih-kekasih kita yang sudah mendahului kita, kalau semasa hidupnya menerima auman singa Yehuda, dia juga akan dibangkitkan, dan kita bersama-sama dengan kekasih-kekasih kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

      "Kesaksian tadi menyentuh hati saya. Masih ada kesempatan kecil untuk menerima firman pengajaran. Gunakan! Tuhan berkata: Gunakan kesempatan selubang jarum. Firman pengajaran ini yang mempersiapkan kita untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali."


    Singa mengaum-aum artinya diulang-ulang. Ini menunjuk pada firman pengajaran yang benar yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, teratur, berkesinambungan, dan diulang-ulang, supaya menjadi makanan dan komando bahkan segala-galanya bagi sidang jemaat.

    Oleh sebab itu pada akhir zaman ini kita harus tergembala dengan benar dan baik; selalu berada di kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--; mendengar dan dengar-dengaran pada suara Gembala, supaya menang atas Setan, dan kita dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

    Jangan beredar-edar! Setan memang membuat kita beredar-edar, mulai dari gembala tidak bertanggung jawab lagi untuk memberi makan sidang jemaat, dan sidang jemaat tidak mau lagi berada di kandang. Kalau beredar-edar, akan ditelan Setan, habis. Kalau sudah kena suara singa Iblis, sudah susah untuk tertolong; betis dan telinganya akan terus digigit sampai habis, tidak tertolong lagi.

    Tetapi di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga tidak bisa diterkam Setan tritunggal. Sungguh-sungguh! Gembala dan sidang jemaat harus tergembala dengan benar dan baik!

    Kalau tergembala dengan benar dan baik, kita akan mengalami aktivitas Yesus sebagai Gembala Agung dan Imam Besar, yaitu:


    • Yohanes 10: 3
      10:3. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

      Aktivitas Yesus yang pertama: 'memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya'.
      Artinya: keselamatan adalah urusan kita masing-masing. Mari berjuang sendiri-sendiri! Kita boleh mendoakan tetapi tetap berjuang sendiri-sendiri untuk berada di kandang dan mendengar suara Gembala.

      Amsal 1: 23-26
      1:23. Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu.
      1:24. Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku,
      1:25. bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku,
      1:26. maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu,

      Memanggil masing-masing menurut namanya= memanggil secara pribadi.

      Proses panggilan Tuhan secara pribadi:


      1. Firman penggembalaan menunjukkan segala dosa dan kekurangan kita, sehingga kita menyadari dosa-dosa dan keadaan kita, menyesali dan mengakui dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
        Saat dosa ditunjukkan, itu merupakan curahan hati Tuhan bagi kita, kalau kita mau mengakuinya kita akan menerima pengampunan.

        Kalau dosa sudah ditunjukkan tetapi kita malah menyalahkan orang lain, berarti kita tidak pernah dipanggil Tuhan.


      2. Menegor.
        Seringkali sudah diampuni kita masih berbuat dosa lagi, karena itu Tuhan menegor dengan keras, supaya kita berhenti berbuat dosa.

        Sebenarnya, kalau kita tidak berbuat dosa lagi, firman sudah menjadi nasihat, tidak keras lagi.


      3. Kalau kita sudah meninggalkan dosa, suara Gembala akan menjadi nasihat, supaya kita tetap hidup dalam kebenaran dan kesucian.


      Hati-hati, banyak kali kita tertawa dalam dosa--menertawakan firman. Bahaya! Nanti saat celaka datang, Tuhan akan menertawakan kita--'aku juga akan menertawakan celakamu'.


    • Aktivitas Yesus yang kedua: kalau kita sudah mau ditegor dan dinasihati--hidup benar dan suci--; sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan, Dia akan mengulurkan tangan kepada kita. Kita hidup dalam tangan belas kasih Gembala Agung dan Imam Besar.

      Hasilnya:


      1. Matius 8: 2-3
        8:2. Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
        8:3. Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.

        Hasil pertama: tangan belas kasih Tuhan mengadakan kuasa kesembuhan dan pertolongan.

        Tuhan sanggup menyelesaikan semua masalah yang mustahil; yang tidak mungkin menjadi mungkin. Yakinlah, itu yang kita dapatkan dari penggembalaan--suara singa yang mengaum-aum. Dia menjamah kita apapun keadaan kita.

        Apa penyakit dan masalah yang mustahil hari-hari ini--kusta secara jasmani--? Biar Tuhan tolong.

        Kusta secara rohani menunjuk pada


        1. Dosa-dosa dan puncaknya dosa. Mungkin melekat pada kita hari-hari ini, mari datang pada Tuhan, biar Dia jamah, dan kita bisa hidup suci.


        2. Kebenaran sendiri, tidak mau mengaku dosa, malah menyalahkan orang lain. Gampang tetapi hidupnya menjadi susah. Biar dijamah Tuhan sehingga bisa saling mengaku dan mengampuni. Untuk mengaku memang susah, tetapi kalau kita lakukan hidup kita akan menjadi enak dan ringan.


        3. Menyangkut nikah rumah tangga. Mari, serahkan kepada Tuhan, kita banyak merendahkan diri sampai Dia menjamah kita.


      2. Matius 14: 29-32
        14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
        14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
        14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
        14:32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

        Hasil kedua: kejatuhan, kemerosotan jasmani, pelayanan karena kebimbangan bisa dipulihkan, kegagalan menjadi berhasil pada waktunya.

        "Kalau bimbang, tanpa sadar kita sudah tenggelam. Saya sudah mengamati dua gembala saya yang terakhir: Pdt In Juwono dan Pdt Pong, sampai mau meninggal bukan merosot, tetapi naik. Kuncinya adalah berpegang pada satu pengajaran. Saya saksi mata, beliau tidak merosot, tetapi naik. Tidak boleh mendua hati! Kalau mendua hati, pasti turun, sehebat apapun ia. Kita juga, kalau masih mau ke sana ke mari, bahkan sembunyi-sembunyi, terserah, silakan saja kalau tidak percaya, pasti merosot."

        Kembali pada penggembalaan! Mantapkan dalam penggembalaan! Suara singa yang mengaum-aum--diulang-ulang--bukan untuk membuat bosan, tetapi memantapkan kita dalam penggembalaan. Hanya orang lembut hati yang tahu hal ini.


      3. Wahyu 7: 17
        7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

        Hasil ketiga: tangan Tuhan menuntun kita ke Yerusalem baru, kandang penggembalaan terakhir; kita mengalami langkah-langkah pembaharuan/langkah-langkah mujizat.

        Kita dibaharui mulai dari tidak ada dusta--langkah ajaib pertama.
        Kalau berdusta, bahaya, hidupnya akan merosot, tetapi dosanya membumbung tinggi--seperti Niniwe yang tidak tahu membedakan tangan kanan dan tangan kiri.

        Jujur mulai dari soal Tuhan/pengajaran yang benar sampai jujur dalam segala hal!
        Langkah-langkah mujizat akan kita alami: Tuhan mengerjakan apa yang mustahil bagi kita, air mata mulai dihapus, hidup mulai indah dan tertata rapi, sampai langkah terakhir kita diubahkan menjadi sempurna seperti Yesus. Kita tidak salah dalam perkataan; kita hanya bersorak-sorai: Haleluya untuk menyambut kedatangan-nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Jangan pilih suara Setan, tetapi suara singa Yehuda! Tergembala mulai sekarang dengan benar dan baik, mantap sungguh-sungguh, sampai bisa mengulurkan tangan kepada Dia, dan Dia akan mengulurkan tangan kepada kita.

Mungkin ada ketakutan, iri, benci, kejahatan, putus asa, kecewa, menghadapi kemustahilan, mari datang kepada Tuhan, serahkan semua kepada Dia. Semua cara sudah kita tempuh, tinggal satu jalan yaitu mengulurkan tangan kepada Dia.

Tuhan tahu keadaan kita secara pribadi sampai kedalaman hati kita sekalipun suami, isteri, anak, orang tua tidak tahu.
Dia mengerti keadaan kita, biarlah Dia yang menolong kita untuk menghadapi singa Setan.

Yang keadaannya sudah baik, jangan lupa, singa Iblis selalu menerkam kita. Tetap berada di dalam tangan Tuhan! Dia sedang menjamah kita, mari kita menjamah Dia.
Apapun keadaan kita, kalau tangan Gembala Agung sampai diulurkan, mujizat akan terjadi.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top