English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Persekutuan Jakarta III, 09 Oktober 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Agustus 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 7:11-17
7:11 Kemudian Yesus pergi ke...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 April 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas pasal 4 dan 5 dalam...

Ibadah Raya Malang, 20 Januari 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:10-11
8:10 Lalu malaikat yang ketiga...

Ibadah Doa Malang, 02 Juni 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6 tentang sidang jemaat di Sardis....

Ibadah Raya Malang, 30 November 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah 7 kali percikan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Desember 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk tentang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 April 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas pasal 4 dan 5 dalam...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Februari 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 6 => perumpamaan tentang pohon ara...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Maret 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 Agustus 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:5-6
6:5 Dan ketika Anak Domba itu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Februari 2010 (Senin Sore)
Matius 24: 51b
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kemunafikan.
Kita harus berjaga-jaga sebab...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Agustus 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:14-30 adalah perumpamaan tentang talenta.
Talenta merupakan harta Surga yang suci, yaitu...

Ibadah Doa Malang, 26 Februari 2019 (Selasa Sore)
Siaran Tunda Ibadah Doa di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Doa...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Januari 2011 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa
Doa penyembahan adalah proses perobekan daging. Kalau ditambah puasa, akan MEMPERCEPAT proses perobekan daging sampai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 15 September 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 10 dalam susunan Tabernakel terkena pada tujuh kali percikan darah di atas tutup pendamaian--menunjuk pada sengsara Yesus sampai mati di kayu salib untuk

  • Melakukan pelayanan pendamaian bagi kita semua gereja Tuhan yang berdosa dan terkutuk supaya diselamatkan.
  • Menaungi sidang jemaat (melindungi dan memelihara kita), sampai pada kesempurnaan dan menjadi mempelai wanita sorga.

Wahyu 10: 1-3

10:1. Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan(1), dan pelangi ada di atas kepalanya(2) dan mukanya sama seperti matahari(3), dan kakinya bagaikan tiang api(4).
10:2. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka
(5). Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi(6),
10:3. dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum
(7). Dan sesudah ia berseru, ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya.

'seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga'= pribadi Yesus, bintang timur yang gilang-gemilang (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 08 September 2019).

Ayat 1-3= tujuh percikan darah menampilkan tujuh sinar kemuliaan: (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019):

  1. Berselubungkan awan (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019) sampai Ibadah Doa Surabaya, 13 September 2019).
    Awan menunjuk pada urapan Roh Kudus.
    Berselubungkan awan artinya kepribadian Yesus dalam urapan Roh Kudus seluruhnya; urapan Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya sampai takut akan Tuhan.


  2. Pelangi ada di atas kepalanya.
  3. Mukanya sama seperti matahari.
  4. Kakinya bagaikan tiang api.
  5. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka.
  6. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi.
  7. Ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum.

AD. 2: PELANGI ADA DI ATAS KEPALANYA
Yehezkiel 1: 28
1:28. Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.

Pelangi sama dengan gambar kemuliaan Tuhan; sama dengan Roh kemuliaan.
Jadi Roh Kudus sama dengan Roh kemuliaan.

Proses menerima Roh kemuliaan:

  1. 1 Petrus 4: 14
    4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Yesus harus mengalami percikan darah lebih dulu baru ada sinar kemuliaan yang kedua yaitu pelangi di atas kepala-Nya. Demikian juga kita.

    Proses menerima Roh kemuliaan yang pertama: kita harus mengalami percikan darah--tujuh kali percikan darah bukan hanya di atas tutup pendamaian, tetapi juga di depan peti perjanjian.
    Peti dari tabut perjanjian menunjuk pada kehidupan kita--peti terbuat dari kayu yang disalut emas (firman, Roh Kudus, dan kasih Allah).

    Bentuk percikan darah: dinista, tidak salah disalahkan, berpuasa, doa semalam suntuk, beribadah melayani Tuhan sekalipun hari libur dan lain-lain.


  2. Imamat 21: 12
    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    'tempat kudus'= ruangan suci.

    Proses menerima Roh kemuliaan yang kedua: kita harus selalu berada dalam ruangan suci--kandang penggembalaan--lewat pintu sempit.

    Di dalam ruangan suci ada tiga macam alat, sekarang artinya ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga tidak bisa dijamah dan dijatuhkan dalam dosa-dosa oleh setan tritunggal tetapi disucikan oleh Allah Tritunggal secara terus menerus.

    Semakin suci, urapan akan semakin bertambah, sampai kita menerima minyak urapan di atas kepala--Roh kemuliaan di atas kepala; pelangi di atas kepala.

    Tadi kita sudah mendapat pelangi/Roh kemuliaan lewat percikan darah--sengsara daging bersama Yesus--, sekarang lewat penggembalaan pelangi/Roh kemuliaan ada di atas kepala. Kita menjadi sama seperti Yesus. Harus sama! Kalau tidak sama, kita akan ketinggalan waktu Tuhan datang kembali.

Kegunaan pelangi di atas kepala--Roh kemuliaan--:

  1. 2 Korintus 11: 2-3
    11:2. Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
    11:3. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.

    Sekarang kita dalam masa pertunangan secara rohani, tinggal satu langkah, masuk nikah rohani saat Yesus datang kembali. Tetapi pada masa pertunangan ini berbahaya.

    Kegunaan Roh kemuliaan yang pertama: untuk melindungi hati dan pikiran kita supaya tidak disesatkan oleh ajaran-ajaran lain dan gosip-gosip seperti Hawa disesatkan oleh suara ular.

    Matius 24: 3-5, 11, 24
    24:3. Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"
    24:4. Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang
    menyesatkan kamu!
    24:5. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan
    menyesatkan banyak orang.
    24:11. Banyak nabi palsu akan muncul dan
    menyesatkan banyak orang.
    24:24. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka
    menyesatkan orang-orang pilihan juga.

    Tanda utama kedatangan Tuhan adalah terjadi penyesatan besar-besaran pada empat penjuru bumi, sampai menyesatkan orang-orang pilihan.
    Orang pilihan adalah orang-orang di dalam kabar mempelai.

    'ada orang yang menyesatkan kamu!'=> 'banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku'= dari 'ada orang' berkembang menjadi 'banyak orang'.

    Mengapa bisa disesatkan? Karena melihat dan mengejar perkara-perkara jasmani.
    Yudas mengejar uang, tidak peduli imam kepala melawan Yesus, ia datang ke sana untuk dapat uang. Dia merasa hebat tetapi tidak tahu kalau dia sudah tersingkir.
    Ajaran sesat adalah racun, kelihatan hebat tetapi tahu-tahu habis, tidak bisa kembali lagi pada yang benar, malah mencaci maki yang benar.

    Hati-hati, kalau ada kebenaran--suami benar, isteri benar, anak benar, orang tua benar--, jangan mencaci maki. Tidak sadar, kita sudah jauh dari kebenaran, sampai tidak tahu apa itu kebenaran. Memang bangsa kafir ini tidak tahu apa itu kebenaran--Pilatus, seorang hakim bertanya: Apa itu kebenaran?
    Kalau ada kebenaran seharusnya kita mencontoh.

    Bukti kalau pelangi ada di atas kepala adalah


    • Kita memiliki ketegasan untuk menolak ajaran yang lain, dan berpegang teguh pada satu pengajaran yang benar dan mempraktikkannya. Kalau tidak praktik, berarti memalsukan juga.
      1 Timotius 4: 1
      4:1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

      Kalau ada Roh kemuliaan kita akan memiliki ketegasan, bukan kekerasan hati.
      Kekerasan hati artinya sudah tahu salah tetapi kita dukung. Orang sudah mengingatkan, tetapi tetap tidak mau. Itu keras hati--daging--!
      Tetapi kalau memilih yang benar dan menolak yang salah, itulah ketegasan--Roh Kudus.

      Jangan sampai kita dibodohi! Logika kita memang dibolak-balik oleh ular. Karena itu kita melayani Tuhan jangan dengan logika tetapi hati dan pikiran.

      Praktikkan pengajaran yang benar, dan kita akan mengalami penyucian terus menerus, tidak melanggar kesucian, sampai pada kesempurnaan.


    • Imamat 21: 12
      21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

      Bukti kedua: kita dikhususkan oleh Tuhan; kita menjadi seperti biji mata-Nya.

      Sekalipun kecil, tetapi kita dilindungi dan dipelihara oleh Tuhan mulai dari sekarang, masa depan, sampai hidup kekal selamanya; kita mendapatkan mahkota kehidupan/mahkota mempelai--nanti pelangi akan menjadi MAHKOTA MEMPELAI.


    Inilah yang harus kita kejar lewat menerima percikan darah dan masuk kandang penggembalaan.
    Kita akan menerima Roh kemuliaan untuk menghadapi penyesatan. Pikiran Hawa disesatkan, sehingga rambut kepalanya dicukur sampai gundul, menjadi bola permainan setan. Tetapi kalau berpegang teguh pada firman dan taat dengar-dengaran, kita akan disucikan sampai mendapatkan mahkota mempelai.


  2. Matius 25: 31-32
    25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
    25:32. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala
    memisahkan domba dari kambing,

    Kegunaan Roh kemuliaan yang kedua: untuk menghadapi pemisahan, terutama antara kambing dengan domba, sampai pemisahan dua orang di tempat tidur.

    Hati-hati, pelajaran kita hari-hari ini bukan orang di luar penggembalaan, tetapi di dalam.
    Yudas memiliki gembala yang benar, kandang penggembalaan yang benar, pengajarannya benar, tetapi ia terpisah--terjadi pemisahan antara kambing dan domba. Ini yang berbahaya, sudah dalam penggembalaan yang benar tetapi masih terjadi pemisahan antara kambing dan domba. Hati-hati!
    Dua orang di tempat tidurpun bisa terpisah--satu diangkat, satu tertinggal. Karena itu kita butuh Roh kemuliaan--pelangi di atas kepala.

    Apa dasar pemisahan? Karakter/sifat tabiat, yaitu:


    • Kambing gambaran dari kehidupan yang egois, pikirannya hanya tertuju pada kepentingan diri sendiri; tidak mau memikirkan kepentingan Tuhan (pekerjaan Tuhan) dan sesama yang membutuhkan.
      Ini adalah sifat dari bangsa kafir (Matius 25: '....ketika Aku lapar kamu tidak memberi Aku makan...').


    • Tidak mantap dalam penggembalaan yang benar, yaitu selalu mengeruhkan firman penggembalaan dan penggembalaan; dia hanya membuat suasana menjadi keruh. Dia sudah makan rumput hijau--sudah bagus semuanya--, tetapi dia injak-injak, kemudian airnya juga dikeruhkan dengan kakinya. Kita harus hati-hati!

      Yehezkiel 34: 17-18
      34:17. Dan hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan.
      34:18. Apakah belum cukup bagimu bahwa kamu menghabiskan padang rumput yang terbaik? Mesti pulakah
      kamu injak-injak padang rumput yang lain-lain dengan kakimu? Belum cukup bahwa kamu minum air yang jernih? Mesti pulakah yang tinggal itu kamu keruhkan dengan kakimu?

      Tidak mantap dalam penggembalaan sama dengan tidak mengasihi Tuhan.
      Egois sama dengan tidak mengasihi sesama.
      Berarti kambing adalah kehidupan tanpa kasih.


    • Tidak aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--tidak mau memberi dan mengunjungi.
      Untuk pelayanan pembangunan tubuh Kristus selalu tidak ada waktu karena egois.


    Sebaliknya domba memiliki karakter kasih yaitu mengasihi Tuhan lebih dari semua (mengutamakan pekerjaan Tuhan lebih dari semua), dan mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasih orang yang memusuhi (membalas kejahatan dengan kebaikan): menjadi berkat bagi orang lain, mendatangkan suasana segar/damai sejahtera, dan aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus (suka memberi dan mengunjungi).
    Roh kemuliaan adalah sumbernya kasih.

    Segala yang dilakukan domba akan mengarah pada PAKAIAN MEMPELAI.
    Wahyu 19: 8
    19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

    (terjemahan lama)
    19:8. Maka dikaruniakanlah kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat
    segala kebajikan orang-orang suci itu."

    Mari, tegas hari-hari ini, pegang teguh pengajaran sampai mendapat mahkota mempelai--taat--; jangan disesatkan.
    Tetapi hati-hati, masih ada pemisahan berdasarkan karakter. Yudas tetap menjadi kambing yang egois, ia bukan hanya telanjang--jubahnya diambil oleh Matias--, tetapi perutnya juga pecah dan isi perutnya terburai. Benar-benar ngeri pemisahan ini, tetapi biarlah kita menjadi domba-domba sampai mendapat pakaian mempelai.


  3. Keluaran 16: 3, 7, 10
    16:3. dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan."
    16:7. Dan besok pagi
    kamu melihat kemuliaan TUHAN, karena Ia telah mendengar sungut-sungutmu kepada-Nya. Sebab, apalah kami ini maka kamu bersungut-sungut kepada kami?"
    16:10. Dan
    sedang Harun berbicara kepada segenap jemaah Israel, mereka memalingkan mukanya ke arah padang gurun--maka tampaklah kemuliaan TUHAN dalam awan.

    'kemuliaan TUHAN'= pelangi di atas kepala.
    Ayat 10= dalam pemberitaan firman kita bisa melihat kemuliaan Tuhan.

    Kegunaan Roh kemuliaan yang ketiga: untuk menghadapi mendung, awan gelap, badai topan, bukit terjal--krisis, termasuk ujian--yaitu:


    • Waktu itu Israel ada di padang gurun, mereka butuh daging dan roti, lalu mereka bersungut-sungut kepada Tuhan, tetapi Tuhan tunjukkan kemuliaan-Nya untuk menghadapi krisis kelaparan.

      Menghadapi krisis kelaparan di akhir zaman sampai antikris berkuasa di bumi, biarlah pikiran kita tidak tertuju pada dunia seperti orang Israel yang pikirannya tertuju ke Mesir, kita akan hancur dan binasa Ini adalah pikiran tanpa Roh kemuliaan--menggunakan cara-cara dunia untuk menghadapi krisis.

      Pikiran harus diurapi oleh Roh kemuliaan--pelangi di atas kepala--, sehingga pikiran kita akan tertuju pada Tuhan yang mampu untuk memelihara kehidupan kita mulai sekarang di tengah kesulitan dunia, sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun kita dipelihara oleh Tuhan lewat firman dan perjamuan suci.

      Krisis kelaparan akan segera melanda bumi, sulit untuk mencari makan, sampai nanti antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun.
      Hanya Roh kemuliaan yang mampu menolong kita.


    • Masalah yang mustahil.
    • Krisis nikah dan buah nikah.
      Contoh: Lazarus mati empat hari.


    • Krisis ekonomi.
    • Penyakit.
    • Krisis secara rohani yaitu berbuat dosa sampai puncaknya dosa--busuk.


    Hadapi semua dengan Roh kemuliaan! Ini gunanya kita mengalami percikan darah--sengsara daging karena Yesus apapun bentuknya. Kalau kita difitnah, diam, kalau tidak diam, tidak akan ada Roh kemuliaan.
    Kemudian dilanjutkan dengan tergembala, supaya Roh kemuliaan ada di atas kepala. Ini yang sanggup untuk menghadapi penyesatan, pemisahan, dan krisis di segala bidang.

    Yohanes 11: 3-5, 31-32
    11:3. Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit."
    11:4. Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."
    11:5. Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.
    11:31. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.
    11:32. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."

    Kalau doa kita belum dijawab Tuhan, sabar, memang belum sembuh, tetapi ada Roh kemuliaan. Itu yang penting. Kalau sembuh tetapi tidak ada Roh kemuliaan, kita akan sombong bahkan menghujat Tuhan.
    Roh kemuliaan dulu yang turun, baru ada kesembuhan, bahkan dibangkitkan. Itulah cara Tuhan bekerja.

    Tuhan izinkan keluarga Maria menghadapi mendung, supaya memiliki Roh kemuliaan--pelangi di atas kepala. Keluarga Maria sudah mengasihi dan dikasihi Tuhan, tetapi tidak ditolong. Mengapa? Karena Tuhan masih memproses, yaitu untuk memberikan pelangi di atas kepala--lebih dari kesembuhan.

    Sikap dalam menghadapi krisis di segala bidang menentukan kita menerima Roh kemuliaan--pelangi di atas kepala--atau justru kutukan/hukuman dari Tuhan.

    Ayat 31: 'meratap'= sikap negatif; tanpa Roh kemuliaan, yaitu meratap saat menghadapi krisis--menyalahkan Tuhan dan sesama. Sikap ini sudah umum di dunia bahkan termasuk hamba/pelayan Tuhan yang tidak memiliki Roh kemuliaan.
    Akibatnya: terkutuk dan binasa.
    Jangan! Kalau kita menghadapi krisis lalu menyalahkan orang lain dan Tuhan, berarti kita terlalu sombong dan terlalu keras hati.

    Seharusnya kalau sudah kena masalah, kita banyak berdiam diri; mengoreksi diri.

    Ayat 32: 'tersungkurlah ia di depan kaki-Nya'= sikap yang benar. ini yang masih ada harapan. Semua tidak bisa menolong tetapi masih ada Roh kemuliaan. Ini yang kita tunggu sampai Roh kemuliaan menjadi pelangi di atas kepala.
    Jangan terpaku pada masalah! Masalah adalah bagaikan kuburan yang tambah busuk. Kalau kita memikirkan masalah kita, hidup kita akan tambah busuk, sampai kering, hancur lebur.

    Apapun yang kita hadapi mari datang kepada Yesus; tersungkur di bawah kaki-Nya; kita hancur hati, mengeluh dan mengerang kepada Dia, seperti ibu yang hendak melahirkan.

    Ini adalah ROH MEMPELAI. Di Wahyu 12, wanita sudah sempurna, tetapi ia dalam keadaan mengandung hendak melahirkan dan menghadapi naga.

    Roh mempelai bukan tertawa-tawa tetapi prihatin, banyak mengeluh dan mengerang kepada Tuhan.
    Artinya: kita banyak mengoreksi diri: Kenapa kok begini ya? Tunjukkanlah Tuhan apa kesalahanku', bukan menyalahkan orang lain.
    Kita mengoreksi diri sampai kita mengaku bahwa kita hanya tanah liat yang banyak dosa; mengaku banyak kekurangan dan kelemahan secara jasmani dan rohani. Kita hanya bergantung pada belas kasih dan kemuliaan Tuhan.

    Kita mengeluh dan mengerang, itulah yang nanti akan menghasilkan Roh kemuliaan; kita mengalami kematian--prihatin--lebih dulu, baru Roh kemuliaan turun untuk membangkitkan Lazarus yang sudah busuk empat hari, artinya:


    • Menyelesaikan masalah yang mustahil.
    • Memberi kebahagiaan sorga.
    • Menjadikan semua indah pada waktunya.


    Memang banyak mendung--pencobaan--yang kita hadapi, tetapi biar Tuhan yang menolong kita semua.

    Tadi, Roh kemuliaan berguna untuk menghadapi penyesatan--kita menerima mahkota mempelai. Bertahan pada Roh kemuliaan.
    Yang kedua: untuk menghadapi pemisahan. Pakai pakaian, jangan telanjang hari-hari ini. Lebih baik memberi dari pada menerima. Jangan egois! Perhatikan pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan--kita memiliki pakaian mempelai.

    Yang ketiga: untuk menghadapi mendung/ujian--kita mendapatkan roh mempelai. Kita terus mengeluh dan mengerang kepada Tuhan sampai Roh kemuliaan turun menyelesaikan semua.


  4. Kegunaan Roh kemuliaan yang keempat: untuk menghadapi kedatangan Yesus kedua kali. Roh kemuliaan akan membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari hati keras menjadi hati lembut.

    Contoh: Marta.
    Yohanes 11: 39-40
    11:39. Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
    11:40. Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

    Marta tidak jujur, ia mau menutupi dosa dan kebusukan lewat pura-pura berbuat baik, kemarahan dan sebagainya.
    Yang membuat keras hati adalah logika. Ini yang membuat busuk, kering, dan hancur. Padahal kalau mau mengaku, gampang.

    "Satu waktu ada seorang jemaat dari Pdt In Juwono, dia sudah tidak bisa membayar pajak dan persepuluhan. Kalau ditotal, perusahaannya sudah habis. Dia mendengar firman Tuhan tentang pengakuan. Tidak ada hubungan antara pengakuan dan perusahaan mau disita. Tetapi dia datang dan mengaku: 'Saya tidak mengembalikan persepuluhan, ini ada uang tetapi untuk membayar karyawan dan lain-lain.': 'Firmannya apa tadi?': 'Bayar persepuluhan.': 'Bayar!' Tidak lama kemudian terjadi pemutihan pajak untuk seluruh Indonesia. Dia selamat. Tetapi seringkali kita menggunakan logika: Mana bisa?
    Satu lagi dari jemaat yang mencuri listrik. Firmannya juga tentang mengaku dosa. Hari minggu dia menulis surat untuk kepala PLN, dan hari senin dia menghadap kepala PLN di Surabaya. Dia tidak membawa uang karena uangnya memang tidak ada. Dia diharuskan membayar sekian juta pada tahun 1980an. Lalu dia berkata: 'Pak, saya boleh kasih surat dulu?': 'Apa ini?' Suratnya dibaca dan orangnya berkata: 'Kok ada orang seperti kamu? Dari mana kamu dapat ini?': 'Saya kemarin beribadah.': 'Kamu bayar administrasi saja.' Bisa. Jangan pakai logika, itu yang membuat keras hati sehingga busuk, kering, dan hancur, sampai binasa.
    "

    Mari melembut--jujur. Mulai dari jujur dalam pengajaran yang benar, jujur dalam mengaku dosa dan segala kegagalan.
    Ditambah dengan percaya.

    Jujur dan percaya, pelangi akan ada di atas kepala kita. Masalah selesai. Keajaiban jasmani juga terjadi.

    Dan saat Yesus datang kembali kita diubahkan menjadi sempurna, perkataan jujur akan menjadi SUARA MEMPELAI: Haleluya, untuk menyembah Tuhan di awan-awan yang permai, kita bersama Dia selamanya.

Roh kemuliaan ada di tengah-tengah kita. Apapun yang kita hadapi, serahkan kepada Dia.
Menghadapi apapun, ada pelangi di atas kepala kita.

Kita tidak lebih dari Lazarus, Maria, dan Marta. Kita butuh pelangi; kita butuh kuasa Tuhan untuk mengubahkan dan menolong kita.
Jangan pikirkan masalahnya, tetapi lihat kuasa-Nya! Pelangi ada di tengah kita; kuasa Tuhan ada di tengah kita; kemuliaan-Nya ada di tengah kita. Kalau tidak mampu, sebut nama Yesus.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top