English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Desember 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:16-17
3:16 Jadi karena engkau suam-suam...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 13 Oktober 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 2:21-24
2:21 Dan ketika genap delapan...

Ibadah Raya Malang, 28 Oktober 2012 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 menunjuk 7 percikan darah di...

Ibadah Persekutuan I di Square Ballroom Surabaya, 29 Mei 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 06 Juli 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 24 Januari 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat Laodikia.
Keadaan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Mei 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus:
Ayat...

Ibadah Raya Malang, 19 April 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 -> "Keadaan pada waktu kedatangan Yesus ke 2x"
Ada 3...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 31 Agustus 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera...

Ibadah Doa Malang, 19 Januari 2010 (Selasa Sore)
Matius 24:45-47
Berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Yesus kedua kali yang tidak terduga waktunya, yakni...

Ibadah Raya Malang, 16 Mei 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Doa Surabaya, 07 Agustus 2013 (Rabu Sore)
Matius 28: 20b
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

INI TENTANG PENYERTAAN TUHAN.

Penyertaan Tuhan sampai kepada akhir zaman...

Ibadah Raya Malang, 16 September 2018 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Euodia artinya perjalanan yang makmur, yang takkan kekurangan. Juga berarti aroma/ bau harum.
Ini...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Juni 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus....

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 21 Januari 2014 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita mempelajari Keluaran 3. Ada 3 pengalaman...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019 (Rabu Sore)

Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam II disertai doa puasa sesi III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 10 dalam susunan Tabernakel terkena pada tujuh kali percikan darah di atas tutup pendamaian--menunjuk pada sengsara Yesus sampai mati di kayu salib untuk melakukan pelayanan pendamaian bagi kita semua, dan menaungi sidang jemaat (melindungi dan memelihara kita), sampai pada kesempurnaan. Dia sengsara sampai mati bukan untuk Dia tetapi kita.

Wahyu 10: 1-3
10:1. Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan(1), dan pelangi ada di atas kepalanya(2) dan mukanya sama seperti matahari(3), dan kakinya bagaikan tiang api(4).
10:2. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka
(5). Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi(6),
10:3. dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum
(7). Dan sesudah ia berseru, ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya.

'seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga'= pribadi Yesus, bintang timur yang gilang-gemilang (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 08 September 2019).

Ayat 1-3= tujuh percikan darah menampilkan tujuh sinar kemuliaan--di mana ada percikan darah (sengsara daging karena Yesus) di situ ada shekinah glory. Mungkin sengsara karena beribadah, dicaci maki, berbuat baik dibalas kejahatan dan lain-lain, kalau bertahan, akan ada tujuh sinar kemuliaan. Kalau tidak tahan--menyangkal Tuhan atau tersandung--kita akan hancur sendiri.

Tujuh sinar kemuliaan adalah:

  1. Berselubungkan awan.
  2. Pelangi ada di atas kepalanya.
  3. Mukanya sama seperti matahari.
  4. Kakinya bagaikan tiang api.
  5. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka.
  6. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi.
  7. Ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum.

AD. 1: BERSELUBUNGKAN AWAN
1 Korintus 10: 1-2
10:1. Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.
10:2. Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah
dibaptis dalam awan dan dalam laut.

Dibaptis dalam laut--masuk laut Kolsom--= baptisan air.
Dibaptis dalam awan= baptisan Roh Kudus.

Jadi, awan menunjuk pada Roh Kudus.
Berselubungkan awan artinya seluruh tubuhnya diselubungi Roh Kudus, sama dengan kepribadian Yesus dalam urapan Roh Kudus/kemuliaan. Tidak ada daging sedikitpun.

Setiap orang memiliki kepribadian masing-masing. Kalau mau menjadi sama dengan Yesus kita harus mengalami percikan darah, supaya kita juga memiliki kepribadian dalam urapan Roh Kudus: kepribadian yang kuat, tidak mudah hanyut atau tersandung oleh iri hati, kebencian, fitnah, pencobaan dan lain-lain.

Bentuk percikan darah ada bermacam-macam: tidak salah tiba-tiba disinggung orang lain. Kalau marah, tidak mau melayani lagi, rugi, karena tidak memiliki kepribadian seperti Yesus. Kalau Yesus tidak mau disalib, hancurlah Dia.
Lebih baik tersinggung soal sesuatu dari pada mengalami percikan darah soal uang--uangnya habis seperti Ayub. Apakah bisa tahan? Lebih baik mengalami percikan darah yang kecil-kecil, mungkin ada perkataan yang menyinggung, terima saja, dari pada harus habis-habisan dulu seperti Ayub.

Mengapa harus memiliki kepribadian dalam urapan Roh Kudus lewat percikan darah? Karena kita sedang menantikan kedatangan Yesus, Anak Allah yang kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga--bukan bayi lagi--, yang tidak kena mengena dengan dosa lagi. Tidak ada cara lain! Kita harus mengalami percikan darah!
Kalau Dia datang sebagai bayi kita masih boleh berbuat dosa, karena Dia mati di kayu salib untuk mengampuni dosa kita.

Dua oknum Allah yang lain: Allah Bapa dan Allah Roh Kudus sudah pernah datang ke dunia dalam kemuliaan, karena itu nanti Yesus akan datang kemuliaan:

  1. Allah Bapa datang dalam kemuliaan.
    Keluaran 19: 9

    19:9. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal, dengan maksud supaya dapat didengar oleh bangsa itu apabila Aku berbicara dengan engkau, dan juga supaya mereka senantiasa percaya kepadamu." Lalu Musa memberitahukan perkataan bangsa itu kepada TUHAN.

    Di zaman Musa, Allah Bapa dalam kemuliaan datang ke dunia dalam wujud awan yang tebal.
    Awan yang tebal menunjuk pada URAPAN ROH KUDUS YANG KUAT.
    Terima urapan Roh Kudus yang kuat lebih dulu, supaya kita bisa dikuasai Roh Kudus sepenuhnya.
    Keluaran 19: 10-15
    19:10. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah kepada bangsa itu; suruhlah mereka menguduskan diri pada hari ini dan besok, dan mereka harus mencuci pakaiannya.
    19:11. Menjelang hari ketiga mereka harus bersiap, sebab pada hari ketiga TUHAN akan turun di depan mata seluruh bangsa itu di gunung Sinai.
    19:12. Sebab itu haruslah engkau memasang batas bagi bangsa itu berkeliling sambil berkata: Jagalah baik-baik, jangan kamu mendaki gunung itu atau kena kepada kakinya, sebab siapapun yang kena kepada gunung itu, pastilah ia dihukum mati.
    19:13. Tangan seorangpun tidak boleh merabanya, sebab pastilah ia dilempari dengan batu atau dipanahi sampai mati; baik binatang baik manusia, ia tidak akan dibiarkan hidup. Hanya apabila sangkakala berbunyi panjang, barulah mereka boleh mendaki gunung itu."
    19:14. Lalu turunlah Musa dari gunung mendapatkan bangsa itu; disuruhnyalah bangsa itu menguduskan diri dan merekapun mencuci pakaiannya.
    19:15. Maka kata Musa kepada bangsa itu: "Bersiaplah menjelang hari yang ketiga, dan janganlah kamu bersetubuh dengan perempuan."

    Ini adalah syarat untuk bertemu dengan Allah Bapa. Hati-hati, kalau tidak memenuhi syarat, akan mati.
    Syarat ini dari Tuhan, yang harus dipenuhi, bukan untuk dipertanyakan.

    "Seringkali kita terus bertanya soal firman: Mengapa harus persepuluhan? Termasuk hamba Tuhan juga bertanya: Mengapa harus persepuluhan? Bukan untuk dipertanyakan tetapi dipraktikkan."

    Sekarang bagi kita, ini adalah syarat untuk menerima urapan Roh Kudus yang kuat--sebelum menerima selubung awan, terima dulu urapan Roh Kudus yang kuat hari-hari ini--: HIDUP DALAM KESUCIAN--'menguduskan diri'.

    Ada tiga macam kesucian:


    • Ayat 10-11: 'mencuci pakaiannya'= membasuh pakaian dengan darah Yesus= penyucian masa lalu.
      Kalau mau menerima urapan Roh Kudus kita harus menyelesaikan dosa masa lalu. Jangan disimpan! Kalau dosa disimpan tidak akan bisa diurapi.

      "Karena itu dalam pernikahan, saya sampaikan pada calon mempelai untuk menceritakan, dulu pacaran dengan siapa saja, kalau pernah jatuh harus diceritakan, supaya bisa menerima urapan Roh Kudus. Kalau tidak, nanti akan jadi ganjalan kalau mendengar sesuatu tentang pasangannya dari orang lain. Ceritakan semuanya, kalau pasangannya tidak bisa mengampuni, jangan dipaksa supaya jangan datang mendung yang tebal, kalau bisa, baru lanjut."

      1 Yohanes 1: 7, 9
      1:7. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
      1:9. Jika
      kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

      'hidup di dalam terang'= dalam nikah kalau mau terang-terangan, nikah akan menjadi satu.

      Penyucian dosa masa lalu adalah mengaku dosa yang sudah dilakukan, dikatakan, dan diangan-angankan.
      Tadi disebutkan 'mencuci pakaiannya', artinya penyucian pakaian. Pakaian menunjuk pada solah tingkah laku sehari-hari--perbuatan dan perkataan--, termasuk pakaian jabatan.
      Selain solah tingkah hidup kita sendiri, kita juga harus mengaku dosa yang berkaitan dengan pakaian jabatan: hamba Tuhan, pedagang, dokter dan sebagainya. Mungkin sebagai dokter dulu pernah melakukan aborsi; pedagang pernah menipu orang; pegawai pernah korupsi, harus diakui kepada Tuhan dan sesama.

      Hasilnya:


      1. Darah Yesus aktif untuk mengampuni dosa-dosa sampai tidak ada bekasnya.
      2. Darah Yesus aktif untuk mencabut akar-akar dosa--menyucikan kita--, sehingga kita tidak berbuat dosa lagi--kita disucikan.


      Wahyu 22: 14
      22:14. Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.

      'membasuh jubahnya'= darah Yesus membasuh pakaian kita sehingga pakaian kita menjadi putih, dan kita layak untuk kembali ke Firdaus, makan buah pohon kehidupan, hidup kekal selamanya.

      Sebenarnya saat manusia berbuat dosa dan diusir ke dunia, pintu gerbang Firdaus sudah ditutup dan dijaga oleh kerub dengan pedang menyambar, kalau masuk, mati. Lewat kayu salib Yesus masuk ke Firdaus untuk membuka pintu gerbangnya, Ia terkena pedang dan keluar darah. Karena itu kalau kita mau masuk Firdaus harus ada tanda darah juga--dalam bentuk darah Yesus yang membasuh pakaian kita. Kalau tidak mau, pada zaman antikris harus mengeluarkan darahnya sendiri lewat pedang antikris untuk kembali ke Firdaus.

      Karena itu lebih baik sekarang kita menggunakan darah Yesus untuk membasuh pakaian. Apa yang sudah terjadi, mari saling mengaku dan mengampuni supaya ada awan yang tebal dalam pribadi dan rumah tangga.

      Kalau sudah mengaku, mau diapakan lagi? Perempuan berzinah dibawa kepada Yesus--tanda dia mengaku kepada Tuhan dan sesama--, lalu Tuhan berkata: Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.
      Kalau suami atau isteri kita bersalah, kita mau menuntut bagaimana? Apakah kita tidak bersalah?

      Ingat suami isteri adalah dua menjadi satu. Kalau suami sampai bersalah, isteri jangan hanya menghakimi, isteri sendiri bagaimana sampai suami jadi begitu. Begitu juga kalau isteri jatuh.

      Gunakan darah Yesus--saling mengaku dan mengampuni--! Jangan saling menuduh, supaya mendung gelap, hujan lebat, dan angin badai jangan datang menimpa kita.
      Sesudah mengaku, jangan diulangi lagi--ada pakaian putih--, sehingga ada awan yang kuat yang menuntun kita--suasana sorga kita alami--, sampai satu waktu masuk Firdaus.


    • Keluaran 19: 12
      19:12. Sebab itu haruslah engkau memasang batas bagi bangsa itu berkeliling sambil berkata: Jagalah baik-baik, jangan kamu mendaki gunung itu atau kena kepada kakinya, sebab siapapun yang kena kepada gunung itu, pastilah ia dihukum mati.

      Penyucian kedua: 'memasang batas keliling'= penyucian masa sekarang; sama dengan membatasi pergaulan, perjalanan hidup dengan pedang firman.
      Karena itu dalam ibadah cari firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

      Firman penginjilan, penting, tetapi setelah percaya Yesus, bertobat, dibaptis--diberkati dan diselamatkan--, mantapkan untuk meningkat pada pengajaran--dari susu menjadi makanan keras.

      Tadi masa lalu sudah diselesaikan lewat mengaku dosa, setelah itu pegang pedang, batasi pergaulan dan perjalanan hidup dengan pedang firman, supaya tidak melanggar ketetapan/kehendak Tuhan.
      Kalau melanggar ketetapan Tuhan, mati--'siapapun yang kena kepada gunung itu, pastilah ia dihukum mati'.
      Harus ada pengajaran, itulah kehendak Tuhan!

      1 Yohanes 3: 4
      3:4. Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.

      Begitu kita melanggar ketetapan/hukum Tuhan kita pasti berbuat dosa, dan hukumannya adalah mati:
      Keluaran 19: 13
      19:13. Tangan seorangpun tidak boleh merabanya, sebab pastilah ia dilempari dengan batu atau dipanahi sampai mati; baik binatang baik manusia, ia tidak akan dibiarkan hidup. Hanya apabila sangkakala berbunyi panjang, barulah mereka boleh mendaki gunung itu."


      1. Dilempari batu sampai mati.
        Artinya: keras hati--batu itu keras.
        Kehidupan yang suka melanggar firman pengajaran yang benar dalam segala hal sama dengan kehidupan yang keras hati--ia sedang dilempari batu, ia semakin keras hati. Semakin melanggar semakin keras hati, sampai mati rohaninya--tidak merasa berdosa sekalipun berbuat dosa, malah menyalahkan orang lain.

        Ini banyak terjadi dalam hubungan suami-isteri, anak-orang tua, kakak-adik, gembala-domba, antar gembala. Paling gampang menyalahkan orang, tetapi berakibat minus terus, sampai lama-lama habis semua. Kalau gembala hanya menyalahkan orang lain, jemaatnya akan keluar, sehingga semakin kering, sampai mati rohani, nikah juga mati; kalau jemaat hanya menyalahkan orang lain, apa yang menjadi miliknya akan mulai hilang. Bahaya!
        Jaga, jangan melanggar batas!

        Yang benar adalah melembut saat pedang firman menusuk kita atau menunjukkan dosa kita--kita saling mengaku dan mengampuni.
        Kalau kita saling mengaku dan mengampuni, kita akan menerima darah Yesus dari kayu salib. Kayu salib bertanda plus, artinya hidup kita selalu surplus. Sudah beres.


      2. Dipanahi sampai mati= jantung hati dipanahi dengan panah api si jahat lewat dosa dan puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan), ajaran palsu, pencobaan sampai berbuat dosa saat dalam pencobaan, dan benar-benar binasa selamanya, mati rohani. Tuhan tolong kita semua.


      Tetapi bersyukur, kalau sangkakala berbunyi panjang masih ada pertolongan Tuhan.
      Keluaran 19: 13
      19:13. Tangan seorangpun tidak boleh merabanya, sebab pastilah ia dilempari dengan batu atau dipanahi sampai mati; baik binatang baik manusia, ia tidak akan dibiarkan hidup. Hanya apabila sangkakala berbunyi panjang, barulah mereka boleh mendaki gunung itu."

      Sangkakala berbunyi panjang menunjuk pada panjang sabar Tuhan--firman Tuhan diberitakan dengan kesabaran.
      2 Timotius 4: 2
      4:2. Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

      Jika firman pengajaran menunjukkan dosa, menegor, dan menasihati dengan kesabaran--dulang-ulang, tidak emosi--, itu merupakan panjang sabar Tuhan kepada kita.

      Jadi kalau firman diulang-ulang yang terkena pada dosa kita, jangan marah, tetapi mohon ampun dan berusaha sampai terlepas dari dosa. Kalau marah, matilah kita. Menolak panjang sabar Tuhan berarti sudah tidak ada lagi kesempatan. Seharusnya satu kali berbuat dosa sudah dihukum tetapi masih ada panjang sabar Tuhan. Kalau masih ditolak, entah seperti apa hukuman Tuhan yang akan dialami. Betapa kerasnya Tuhan terhadap kehidupan yang keras hati. Mengerikan!

      Terima firman pengajaran yang diulang-ulang, yang menunjuk dosa kita sampai kita sadar, menyesal, dan mengakuinya--terlepas dari dosa--, sehingga kita disucikan dan bisa naik gunung penyembahan--sudah menikmati dan bahagia pada saat-saat ibadah--, sampai ke gunung Yerusalem baru--menjadi mempelai yang sempurna.

      Wahyu 21: 9-10
      21:9. Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
      21:10. Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah
      gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.

      Mari, terima penyucian, jangan terlambat. Inilah urapan yang kuat--awan yang tebal (dalam bahasa aslinya: orakel, artinya doa dijawab). Luar biasa! Kalau ada urapan yang kuat dan kesucian, doa akan langsung dijawab Tuhan. Kita memang belum sempurna, tetapi kita sudah merasakan awan yang tebal--urapan Roh Kudus yang kuat--sehingga terjadi orakel.


    • Keluaran 19: 15
      19:15. Maka kata Musa kepada bangsa itu: "Bersiaplah menjelang hari yang ketiga, dan janganlah kamu bersetubuh dengan perempuan."

      Penyucian ketiga: 'janganlah kamu bersetubuh dengan perempuan'= penyucian masa depan.

      Wahyu 14: 1-4
      14:1. Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
      14:2. Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya.
      14:3. Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu.
      14:4. Mereka adalah orang-orang yang
      tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.

      'tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan'= 'janganlah kamu bersetubuh dengan perempuan'.
      Tadi kita sudah suci lewat darah Yesus, kemudian disucikan oleh pedang firman, sekarang suci sampai dalam hati--murni--, yaitu penyucian dari perempuan-perempuan yang mencemarkan; penyucian dari ajaran palsu.

      Ada dua perempuan yang mencemarkan:


      1. Ajaran Izebel.
        Wahyu 2: 20
        2:20. Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.

        Ajaran Izebel adalah ajaran palsu yang mengizinkan wanita mengajar dan memerintah di mana ada laki-laki--wanita jadi kepala dari laki-laki.
        Susunan yang benar adalah Yesus kepala dari laki-laki, laki-laki kepala dari wanita.
        Kalau wanita menjadi kepala dari laki-laki, maka Yesus tidak bisa menjadi kepala, tetapi ular, dan hancurlah kehidupan itu. Peristiwa Hawa di Taman Eden terjadi kembali--Hawa yang mau menjadi kepala, dia yang menentukan.

        1 Timotius 2: 11-14
        2:11. Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.
        2:12. Aku
        tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.
        2:13. Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.
        2:14. Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan
        perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.

        Perikop: mengenai sikap laki-laki dan perempuan dalam ibadah jemaat.

        Kalau ada wanita mengajar dan memerintah di mana ada laki-laki dalam sidang jemaat, akan terjadi kejatuhan seperti di Taman Eden.
        Dulu manusia jatuh dari Taman Eden ke dalam dunia, sekarang lewat pengajaran yang benar Tuhan berusaha untuk mengembalikan dari dunia ke Taman Eden.
        Tetapi di akhir zaman terjadi lagi peristiwa seperti di Taman Eden--wanita mengajar dan memerintah laki-laki sehingga ular menjadi kepala.
        Akibatnya: manusia diusir lagi dari dunia ke neraka selama-lamanya; tidak bisa kembali ke Firdaus.


      2. Ajaran Babel.
        Wahyu 17: 4-5
        17:4. Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
        17:5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "
        Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

        Ajaran Babel adalah ajaran palsu di mana hanya mengajarkan tentang kemakmuran dan hiburan tetapi tanpa penyucian, sehingga dosa-dosa berkembang, yang penting berkat masuk.
        Isteri dua boleh berkhotbah, merokok boleh main musik dan lain-lain. Gampang.

        Ibadah bukan lagi tahbisan--kesucian dan urapan Roh Kudus--tetapi entertainment. Ini yang mengarah pada pembangunan Babel, mempelai wanita setan--sempurna dalam kejahatan dan kenajisan--yang akan dibinasakan.


      Kalau kita disucikan dari dua perempuan ini--tidak mencemarkan diri--, kita akan menjadi murni--suci sampai dalam hati--, bahkan tidak bercacat cela.
      Wahyu 14: 5
      14:5. Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

      Kita menjadi sempurna--mempelai wanita sorga--, (permisi, jangan diartikan negatif) kita bersetubuh dengan Yesus, artinya menjadi satu tubuh dengan Yesus--ayat menuliskan: 'siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia.', tetapi kalau kita disucikan kita menjadi satu tubuh dengan Yesus; sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali. Kita bersama Dia selama-lamanya.


    Inilah bukti Allah Bapa sudah pernah datang ke dunia.
    Jadi kita bukan menyambut Anak Allah yang datang sebagai bayi lagi, tetapi Anak Allah yang sudah mulia.

    Buktinya: Allah Bapa datang dalam kemuliaan, yaitu urapan yang kuat. Karena itu kita harus mengalami penyucian masa lalu, masa kini, dan masa depan. Pegang darah dan pegang!


  2. Allah Roh Kudus datang dalam kemuliaan dan kuasa-Nya di zaman rasul-rasul hujan awal.
    Kisah Rasul 2: 1-4
    2:1. Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
    2:2. Tiba-tiba
    turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
    2:3. dan tampaklah kepada mereka
    lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
    2:4. Maka
    penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

    'turunlah dari langit'= dari awan.
    Allah Roh Kudus turun dalam wujud lidah-lidah seperti nyala api.
    Ini menunjuk pada KEPENUHAN ROH KUDUS.

    Tadi kalau kita hidup suci, kita akan mengalami urapan Roh Kudus yang kuat, dan doa dijawab oleh Tuhan.
    Sekarang, kita mengalami kepenuhan Roh Kudus, yang lebih dari urapan Roh Kudus.

    Salah satu bukti kepenuhan Roh Kudus adalah kita bisa berbahasa roh seperti yang diajarkan oleh Roh Kudus kepada kita, bukan manusia.

    Syarat untuk menerima kepenuhan Roh Kudus:


    • Harus tinggal di Yerusalem--Yerusalem artinya kota damai--= menjaga hati damai.
      Tidak boleh ada iri, benci, najis.

      Kisah Rasul 1: 4-5
      1:4. Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku.
      1:5. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan
      dibaptis dengan Roh Kudus."

      Hati damai adalah hati mengalami percikan darah sehingga tidak merasakan lagi apa-apa yang daging rasakan: iri, kebencian, kenajisan, kepahitan dan sebagainya, tetapi hanya merasakan kasih Allah.

      "kalau hati damai, kita merasa enak di mana saja, bertemu siapa saja juga enak. Kita berusaha. Jangan sampai saat bertemu seseorang kita merasa tidak enak. Saya pernah mengalami. Jangan mau! Jaga hati damai. Langsung datangi orangnya, beri salam, sudah damai, yang kedua atau ketiga kali sudah bebas. Biarpun orangnya lari saya kejar, sampai saya dapatkan salamannya, baru lega. Sekalipun tidak diindahkan, tetap saya panggil: 'Om...'. Kalau dia sudah memberikan salamnya, sudah selesai, pulang enak, hati damai. Jaga hati damai!"


    • Kisah Rasul 1: 14
      1:14. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

      Syarat kedua: bertekun dalam doa penyembahan.

      Kalau ada doa puasa, puji Tuhan, ditambah doa semalam suntuk dan doa malam. Terus bertekun dalam doa penyembahan!
      'dengan sehati'= mulai dari suami isteri sehati, anak orang tua sehati untuk bertekun dalam doa penyembahan.

      Bertekun adalah seperti wanita mengandung. Kita merindu supaya kita dipenuhi Roh Kudus--sama seperti orang mengandung, tidak ada orang yang baru mengandung satu bulan lalu berkata: capek dan minta dilepaskan dulu untuk istirahat dulu satu minggu, tetapi tetap bertekun. Jangan dipaksakan lahir! Kalau baru dua bulan sudah dipaksa lahir, yang keluar hanya darah. Banyak orang yang katanya lahir dari Roh Kudus tetapi tingkah lakunya tidak baik. Mengapa demikian? Karena kepenuhan Roh Kudusnya dipaksakan. Jangan!

      Kita hanya merindu saja, Tuhan tahu, kalau masih ada yang tidak baik, Tuhan perbaiki dulu, terus begitu, sampai sembilan bulan sepuluh hari--saat melahirkan--kita sudah dibaharui dan timbullah Roh Kudus.
      Jadi kita bertanggung jawab. Begitu ada bahasa Roh, bahasa lainnya juga sudah enak didengar. Tidak ada lagi perkataan-perkataan yang tidak baik keluar dari mulut kita.
      Bayangkan, sudah berbahasa roh, tetapi berkata-kata yang tidak baik juga. Bisa terjadi jika kepenuhan Roh Kudusnya dipaksakan.

      Jangan cari yang instan. Kalau dipaksa, bisa kepenuhan Roh Kudus, tetapi akan cepat hilang.

      Biarkan saja semuanya apa adanya, bersamaan dengan pertumbuhan rohani kita, kandungan Roh Kudus akan bertambah besar, perkataan, mata, dan perbuatan semakin baik, sampai satu waktu sudah baik semua, kita bisa berbahasa roh, ditambah dengan perkataan-perkataan yang baik kepada sesama. Kalau tekun menantikan Roh Kudus, kepenuhan Roh Kudus yang kita alami tidak akan hilang tetapi tetap bertahan sampai Tuhan datang kembali.


    • Syarat ketiga: kita harus teguh dan aktif dalam jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan--Kisah Rasul 1: 15, perikop: Matias dipilih menggantikan Yudas.
      Saat itu Yudas sudah tidak ada lagi, dan jabatan tidak boleh kosong.

      Sebagai gembala, harus teguh dan aktif, jangan hanya teguh saja. Harus teguh dan aktif untuk melakukan jabatan pelayanan. Gembala aktif memberi makan, pemain musik aktif bermain musik, penyanyi aktif menyanyi, tim doa aktif berdoa dan sebagainya.

      Kalau Yudas tidak digantikan Matias, belum terjadi kepenuhan Roh kudus. Setelah Yudas diganti--jabatan sudah lengkap--, baru terjadi pencurahan Roh Kudus/Pentakosta.


    Jadi, kalau ada HATI DAMAI, TEKUN BERDOA, KEMUDIAN TEGUH DAN AKTIF DALAM JABATAN, kepenuhan Roh Kudus akan terjadi, bahkan meluap-luap dalam Roh Kudus.

    Roh Kudus juga memberikan karunia-karunia-Nya--kemampuan ajaib--, supaya kita bisa melakukan pekerjaan Tuhan sesuai dengan jabatan yang Tuhan percayakan kepada kita.
    Tuhan tahu kelemahan kita, satu waktu Dia akan memberikan Roh Kudus dan karunia yang bertambah-tambah kepada kita.

    Dari mana kita mendapatkan karunia dan jabatan? Dari penumpangan tangan.

    Tadi, kalau memiliki urapan Roh Kudus yang kuat kita akan hidup suci--penyucian dosa masa lalu, masa kini, dan masa datang. Pegang darah dan pedang!
    Kemudian, untuk mengalami kepenuhan Roh Kudus kita harus memiliki hati damai--landasan yang kuat--, tekun dalam doa penyembahan, dan teguh dan aktif dalam jabatan pelayanan.


  3. Anak Allah datang dalam kemuliaan.
    1 Tesalonika 4: 16-17
    4:16. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;
    4:17. sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka
    dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

    Di akhir zaman Anak Allah akan datang kembali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai; sama dengan berselubungkan awan.

    Wahyu 10: 1
    10:1. Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan, dan pelangi ada di atas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagaikan tiang api.

    Ini sama dengan kepribadian Yesus dalam urapan Roh Kudus sepenuhnya.
    Yesaya 11: 1-3
    11:1. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
    11:2. Roh TUHAN
    (1) akan ada padanya, roh hikmat(2) dan pengertian(3), roh nasihat(4) dan keperkasaan(5), roh pengenalan(6) dan takut akan TUHAN(7);
    11:3. ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN.

    (terjemahan lama)
    11:3. Bahkan, iapun akan
    bernafas dalam takut akan Tuhan

    Berselubungkan awan= Roh Kudus dengan tujuh wujud-Nya= URAPAN ROH KUDUS YANG SEMPURNA.

    Kepribadian Yesus dalam urapan Roh Kudus yang sempurna, buktinya: takut akan Tuhan; sama dengan merendahkan diri dan taat dengar-dengaran sampai mati terkutuk di kayu salib, sehingga Ia dibangkitkan dan diangkat dalam kemuliaan sampai di takhta sorga, dan Dia akan datang kembali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai.

    Inilah pengertian dari istilah berselubungkan awan; kepribadian dalam urapan Roh Kudus yang sempurna.
    Tadi ada urapan Roh Kudus yang kuat lebih dulu, yaitu kita harus disucikan; semakin suci urapan semakin kuat, dan doa semakin dijawab Tuhan--orakel. Kita akan merasa hidup kita enak.
    Kemudian kita menerima kepenuhan Roh Kudus sampai meluap-luap dalam Roh kudus dan berbahasa roh.
    Tetapi belum cukup, harus sampai berselubungkan awan karena Dia datang dalam kemuliaan di awan-awan yang permai.

    Syarat berselubungkan awan--menerima urapan Roh Kudus yang sempurna--: mengalami percikan darah seperti Yesus, sehingga kita menjadi TAKUT AKAN TUHAN--membenci dosa dan taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara. Kita akan menerima urapan Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya--kepribadian yang diurapi Roh Kudus, yang mengalami urapan yang sempurna (berselubungkan awan).
    Tuhan mengizinkan kita mengalami sengsara supaya kita berhenti berbuat dosa sampai membenci dosa, dan takut akan Dia.

    Tanpa percikan darah kita tidak akan bisa menerima urapan Roh Kudus yang sempurna.
    Sengsara apa yang kita hadapi? Mari berhenti berbuat dosa dan membenci dosa--takut akan Tuhan--, jangan melawan firman; taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara. Kita akan mengalami selubung awan (urapan yang sempurna).

    'tunas akan keluar dari tunggul Isai'= tunggul sebenarnya hanya tinggal dibakar; sesuatu yang lemah tak berdaya, tidak berharga apa-apa, tidak ada harapan.
    Kalau tidak ada yang melihat malah mencaci maki, itulah pengalaman kematian/percikan darah. Tetap kuat!

    Tetapi kalau ada urapan Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya, hasilnya: tunggul akan bertunas, berbunga, dan berbuah--'tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah'--:


    • Bertunas, artinya: hidup dan terpelihara sampai berkelimpahan oleh kekuatan Roh Kudus. Percayalah! Tuhan sanggup menolong kita.
      Secara rohani kita hidup dalam kebenaran dan kesucian. Inilah kehidupan yang ada harapan dan bisa diharapkan.


    • Berbunga, artinya: menerima karunia dan jabatan pelayanan sehingga kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
      Mulai dari rumah tangga kita bisa melayani, kemudian dalam penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tubuh sempurna.


    • Berbuah, artinya berubah; kembali pada gambar Allah Tritunggal.
      Galatia 5: 22-23
      5:22. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
      5:23. kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

      'kasih, sukacita, damai sejahtera'= gambar Allah Bapa dalam kemuliaan.
      'kesabaran, kemurahan, kebaikan'= gambar Anak Allah dalam kemuliaan.
      'kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri'= gambar Allah Roh Kudus dalam kemuliaan.

      Kita kembali pada ciptaan semula, yaitu JUJUR.
      Pengkhotbah 7: 29
      7:29. Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih.

      Kalau jujur kita akan menjadi rumah doa. Taat ditambah jujur, mujizat jasmani akan terjadi.

      'hanya ini'= dari sembilan buah Roh dirangkum menjadi satu saja malam ini yaitu jujur, tidak usah banyak-banyak.
      'mencari banyak dalih'= ini yang membuat hidup kita susah di dunia ini, padahal dunia sendiri sudah susah.
      Jujur mulai dari soal pengajaran yang benar, kemudian terapkan dalam nikah dan ibadah. Kalau tidak, berarti tidak jujur juga.

      Kemudian jujur dalam keuangan, nikah, dan jujur dalam segala hal.
      Kita akan menjadi rumah doa, tempat hadirat Tuhan, selalu ada Tuhan yang menjawab doa kita.
      Mujizat jasmani terjadi: yang tidak mungkin menjadi mungkin; tidak ada menjadi ada.

      Dan jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna, tidak salah dalam perkataan, untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai.
      Dia datang dengan berselubungkan awan, kita juga naik dengan berselubungkan awan. Kita bertemu di awan-awan yang permai; kita masuk takhta kerajaan sorga.

Jujur apa adanya! Apa kekurangan dan kelemahan kita secara jasmani dan rohani, sampaikan kepada Tuhan, supaya kita menjadi rumah doa. Semua sudah Dia tanggung di kayu salib.
Ada ketakutan, kekuatiran, kenajisan, kejahatan? Jujur, serahkan semua kepada Dia, jangan ragu!

Yang buruk, busuk, gagal di bidang apapun: rumah tangga, ekonomi, kesehatan, masa depan, kejatuhan, serahkan kepada Tuhan. Dia rela dipercik darah, kita juga harus rela dipercik darah yaitu jujur, dan mujizat akan terjadi malam ini.
Kalau tidak ada yang tahu keadaan kita, kesempatan hanya Tuhan yang tahu. Kalau ada yang memperhatikan kita, masih kurang, hanya Tuhan yang sungguh-sungguh memperhatikan kita.

Serahkan yang buruk kepada Dia, dan Dia akan memberikan keberhasilan kepada kita. Dia sudah menyerahkan semua bagi kita, sekarang kita menyerahkan semua kepada Dia.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top