English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 01 November 2009 (Minggu Pagi)
Wahyu 19:9, tema kali ini adalah KEBAHAGIAAN.
Kebahagiaan ini dicari dan didambakan oleh seluruh manusia...

Ibadah Doa Malang, 17 Maret 2009 (Selasa Sore)
Digabung dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Matius 24: 29-31 adalah keadaan pada waktu...

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 29 Maret 2013 (Jumat Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 27 September 2019 (Jumat Malam)
Lukas 10: 1-3
10:1. Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua...

Ibadah Raya Surabaya, 15 Juni 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 11 Agustus 2010 (Rabu Sore)
Disertai dengan doa puasa

Matius 25: 16-17, 20-23
25:16. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 01 Februari 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 27 Agustus 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 10:1-12 Yesus mengutus 70 murid.
Lukas 10:1-2
10:1...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Juli 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 Januari 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8 menunjuk pada Pelita Emas. Dalam...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 17 Oktober 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:26
9:26 Sebab barangsiapa malu karena Aku...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Oktober 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:14-30 adalah perumpamaan tentang talenta.

Matius 25:14-15
Jika kita yang tadinya manusia berdosa bisa menerima talenta,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Mei 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 25 Agustus 2019 (Minggu Siang)
Ibadah Raya
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 17 Agustus 2013 (Sabtu Sore)

Salam damai sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 5:1, 10-11
5:1 Pada suatu kali...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 08 September 2019 (Minggu Siang)

Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 10: 1
10:1. Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan, dan pelangi ada di atas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagaikan tiang api.

'seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga'= pribadi Yesus yang kuat dan tidak terkalahkan, tidak bisa jatuh.

Wahyu 10 dalam susunan Tabernakel terkena pada tujuh kali percikan darah di atas tutup pendamaian--menunjuk pada sengsara Yesus.
Artinya: Yesus yang kuat rela menerima percikan darah atau sengsara sampai mati di kayu salib untuk menaungi gereja Tuhan yang lemah tak berdaya--Dia adalah tutup pendamaian yang menutupi peti, gambaran dari gereja Tuhan.

Di mana letak kekuatan Yesus? Dia selalu hidup dalam urapan Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya, sehingga Dia menjadi takut akan Tuhan.
Yesaya 11: 1-3a
11:1. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
11:2. Roh TUHAN(1) akan ada padanya, roh hikmat(2) dan pengertian(3), roh nasihat(4) dan keperkasaan(5), roh pengenalan(6) dan takut akan TUHAN(7);
11:3a. ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN.

(terjemahan lama)
11:3a. Bahkan, iapun akan
bernafas dalam takut akan Tuhan

Sebelumnya, setan adalah malaikat Lucifer--Bintang Timur--yang ada di sorga, ia hebat dan memiliki semuanya tetapi ia tidak takut akan Tuhan, sehingga ia menjadi sombong dan melawan Tuhan.
Inilah kelebihan Yesus dibanding setan yaitu Ia memiliki roh takut akan Tuhan.
Inilah puncak kerendahan hati--takut akan Tuhan--dari Yesus yaitu Ia taat sampai rela mati di kayu salib.

Yesaya 14: 12-14
14:12. "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
14:13. Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak
(1) naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah(2), dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan(3), jauh di sebelah utara.
14:14. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan
(4), hendak menyamai Yang Mahatinggi!(5)
14:15. Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.

'Bintang Timur'= Lucifer.
Puncak kesombongan--tidak takut akan Tuhan--dari Lucifer adalah hendak menyamai Tuhan, sehingga ia dijatuhkan dan menjadi setan yang hanya dibinasakan selamanya.

Sebaliknya, Yesus takut akan Tuhan sehingga Ia taat sampai mati di kayu salib, kemudian Ia dibangkitkan dan naik ke sorga untuk menjadi bintang timur yang gilang-gemilang--tidak akan pernah jatuh selama-lamanya. Dia menggantikan tempat dari Lucifer.
Wahyu 22: 16
22:16. "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."

Inilah kunci kekuatan dari Yesus yaitu TAKUT AKAN TUHAN.
Dia yang kuat mau menudungi kita gereja Tuhan yang lemah; Dia mau memberikan kekuatan kepada kita gereja yang lemah saat menghadapi pencobaan, dosa dan sebagainya.

Oleh sebab itu gereja Tuhan harus menerima kekuatan dari Yesus--malaikat yang kuat--, yaitu kita harus menerima urapan Roh Kudus sehingga kita menjadi takut akan Tuhan. Kalau ada roh takut akan Tuhan, semuanya ada--Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya ada pada kita. Inilah kuncinya. Kalau tidak takut akan Tuhan, berarti tidak ada Roh Tuhan.

Saul dulunya diurapi oleh Tuhan tetapi karena ada kebencian dan sebagainya, akhirnya Roh Tuhan hilang dari padanya, dan roh jahat yang masuk ke dalamnya.
Begitu juga dengan Lucifer, ia tidak takut akan Tuhan sehingga kehilangan Roh Tuhan dan menjadi roh setan.

Mari, dalam urapan Roh Kudus biarlah kita menjadi takut akan Tuhan. Itu kekuatan ekstra bagi kita. Menghadapi apapun kita tidak akan kalah.

Praktik sehari-hari takut akan Tuhan:

  1. Amsal 8: 13
    8:13. Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

    Praktik pertama takut akan Tuhan: membenci dosa-dosa dan puncaknya dosa sampai membenci dusta; sama dengan hidup dalam kebenaran dan kesucian.

    Mengapa dusta diletakkan terakhir? Karena lidah inilah yang menentukan sempurna atau tidaknya manusia. Kalau mulut tidak salah dalam perkataan, berarti sudah sempurna. Karena itu kita harus membenci dosa sampai tidak ada dusta.

    Yesaya 11: 3a
    11:3a. ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN.

    (terjemahan lama)
    11:3a. Bahkan, iapun akan
    bernafas dalam takut akan Tuhan

    'bernafas dalam takut akan Tuhan'= setiap langkah hidup kita; setiap detak jantung kita adalah langkah kebenaran dan kesucian. Ini kekuatan kita.
    Kalau sudah hidup benar dan suci, setanpun tidak bisa menjamah kita, apalagi hanya manusia.

    Sesudah hidup suci kita akan diberi jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus--diangkat menjadi imam dan raja--sesuai dengan kepercayaan Tuhan kepada kita, untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Efesus 4: 11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Pembangunan Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.
    Mulai dari nikah, jangan munafik; di rumah isteri kita bentak dan pukul, tetapi di gereja lembut pada isteri orang. Anak-anak taat pada orang tua, isteri tunduk pada suami.

    Jabatan pelayanan sama dengan jubah indah, tidak telanjang, tidak memalukan lagi, sehingga nikah menjadi indah, melayani dalam penggembalaan lebih indah lagi, antar penggembalaan lebih indah lagi, bukan disiksa, sampai nanti yang paling indah di awan-awan yang permai saat Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna, kita bersama Dia selama-lamanya.

    Tuhan tidak merugikan kita. Dia sebagai tutup pendamaian sudah menanggung yang jelek, hancur, dan lemah di kayu salib untuk memberikan kekuatan dan keindahan kepada kita. Dia rela ditelanjangi untuk memberikan jubah-Nya yang indah kepada kita.
    Manfaatkan kesempatan untuk melayani Dia! Tidak ada paksaan, tetapi gerakan dari Tuhan. Yang sudah melayani, bertahan, yang belum, berdoa supaya Tuhan memberikan jubah indah. Jangan sia-siakan tutup pendamaian--kurban Kristus--! Tuhan tolong kita semua.

    Banyak tantangan dan rintangan yang membuat gugur di tengah jalan; banyak yang tersandung. Setan terus menghalangi kita: saat mau menjadi imam sudah dihalangi, tetapi sudah menjadi imampun masih dihalangi--dia mau mengambil jubah pelayanan kita seperti terjadi pada Yudas Iskariot. Setan kejam, bukan hanya mengambil jubah pelayanan--berhenti melayani--, tetapi dicakar sampai benar-benar tidak indah hidupnya.
    Kita semua terus diancam oleh setan. Yang mau melayani terus ditekan, ditakut-takuti oleh setan, apalagi mau menjadi imam, setan terus mengincar. Setan dengan panah api si jahat mau menjatuhkan kita dalam dosa, menjatuhkan dalam panggilan dan pilihan, supaya kita berhenti di tengah jalan.

    Tempat yang aman bagi imam adalah ruangan suci--kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
    Imamat 21: 12
    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Perikop: kudusnya para imam.
    Ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga:


    • Kita tidak bisa dijatuhkan oleh setan sekalipun terus diserang dengan panah api si jahat dalam bentuk dosa, pencobaan dan lain-lain.
    • Kita mengalami penyucian tubuh, jiwa, dan roh secara terus menerus, sehingga kita semakin disucikan dan diurapi, berarti semakin teguh dalam panggilan dan pilihan, sampai bisa melayani Tuhan sepenuhnya, dan menerima hak penuh masuk dalam kerajaan sorga.
      Melayani sepenuhnya sama dengan melayani sampai garis akhir.


    Jangan lengah! Banyak kali imam jatuh saat mengabaikan jam-jam ibadah. Kita mengabaikan ibadah seperti ditarik dari Tuhan, saat itu satu panah saja masuk, habislah sudah. Ngeri! Tuhan tolong kita.

    Kalau melekat pada Allah Tritunggal cepat atau lambat kita pasti berbuah manis--seperti carang melekat pada Pokok anggur yang benar. Tekuni mulai dari yang kecil sampai satu waktu berbuah manis!

    "Kami sebagai hamba Tuhan tekuni mulai dari yang kecil. Kaum muda, tekuni pekerjaan mulai dari yang kecil. Saya selalu ajarkan: Jangan langsung besar, karena nanti bisa korupsi. Itu adalah pesan terakhir dari om Pong kepada saya tentang persekutuan saat beliau menumpangkan tangannya ke atas saya: 'Tekunilah persekutuanmu yang kecil-kecil!' Pasti berbuah manis."

    Mari, yang sudah pernah melayani kembali dalam pelayanan, yang masih melayani tetap bertahan dalam ruangan suci, supaya kesucian dan urapan bertambah.
    Kalau tidak tekun dalam penggembalaan, lama-lama akan bosan dalam pelayanan sekalipun ia pendeta yang hebat.
    Tetapi kalau berada dalam ruangan suci, kita akan semakin disucikan dan diurapi; kita semakin berkobar dalam pelayanan. Itu bedanya.

    Orang yang beribadah dalam sistem penggembalaan berbeda dengan orang yang tidak tergembala. Yang tidak tergembala akan semakin merosot, sampai meninggalkan pelayanan. Kalau gembala sudah tidak berkhotbah atau jarang berkhotbah, meja roti akan menjadi meja penukar uang. Itu yang dicambuk oleh Tuhan, dan jemaat juga dicambuk oleh Tuhan. Sangat berbahaya!
    Doakan kami gembala-gembala, supaya kami sendiri digembalakan; berada di kandang, sehingga lebih disucikan dan diurapi


  2. Yosua 24: 14
    24:14. Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.

    Praktik kedua takut akan Tuhan: beribadah melayani Tuhan dengan setia dan tulus ikhlas (tanpa pamrih, tidak menuntut hak tetapi hanya melakukan kewajiban dan rela berkorban sesuai dengan gerakan Tuhan), ditambah dengan setia-baik (hati nurani yang baik, perbuatan dan perkataan yang baik), sampai setia berkobar-kobar.

    Itu rumusnya, semakin kita suci kita akan semakin berkobar-kobar.
    Usia boleh semakin tua, tetapi semakin berkobar-kobar.

    Kalau praktik pertama dan kedua digabungkan: hamba/pelayan Tuhan yang suci dan setia berkobar-kobar sama dengan pelayan Tuhan bagaikan nyala api; kita menjadi biji mata Tuhan sendiri.
    Ibrani 1: 7
    1:7. Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api."

    Wahyu 1: 14
    1:14. Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.

    Inilah kehidupan yang takut akan Tuhan yaitu menjadi biji mata Tuhan sendiri; umat kesayangan-Nya; sama dengan jantung hati-Nya. Tidak ada yang bisa menjamah kita.
    Siapa yang mau menjamah jantung hatinya Tuhan? Perasaanpun tidak bisa menjamah jantung hati-Nya; biarpun Dia dihina Dia tidak sakit hati. Jangankan tangan, perasaan-Nyapun tidak bisa dijamah.

    Begitu juga dengan kita. Kita bisa tahan secara fisik saat dibuat sengsara oleh orang lain, bahkan perasaan kita juga bisa tahan saat difitnah/digosipkan, kita tidak merasa apa-apa, tidak bisa dijamah oleh siapapun, setan juga tidak bisa menjamah secara jasmani dan rohani. Itu berarti kita sudah menjadi biji mata Tuhan; jantung hati-Nya.

    Begitu kuat tutupan--perlindungan dan pemeliharaan--dari Tuhan untuk menaungi kita kalau kita suci dan setia berkobar-kobar. Dia melindungi dan memelihara kita secara jasmani di tengah kesulitan dunia sampai antikris berkuasa maupun secara rohani, sampai pada kesempurnaan.
    Ini harus menjadi keyakinan kita!

    Sungguh-sungguh hari-hari ini. Dia sudah rela dihancurkan di kayu salib, padahal Dia malaikat yang kuat.
    Kekuatan Tuhan bukan lewat demonstrasi kuasa, malah Dia tidak mau demonstrasi kuasa. Saat setan berkata: Jatuhkanlah diri-MU! Yesus tidak mau, dan Dia kembali pada firman Allah: Ada tertulis.....--firman dulu baru kuasa, karena firman itulah yang mendatangkan kuasa.

    Kalau ada kuasa tetapi tanpa firman itu bisa kuasa dari setan. Setan bisa berbuat semuanya--waktu Musa membuat tongkat dan jadi ular, tukang sihirnya Firaun juga bisa, dan nanti ia akan menurunkan api dari langit. Karena itu Tuhan tidak mau tampilkan kuasa lebih dulu, tetapi firman.

    Sayang sekali orang kristen hanya diajarkan tentang kuasa, sehingga saat ada kuasa menurunkan api dari langit ia akan menyembah sekalipun ia tidak tahu siapa itu, padahal itu adalah antikris.

    Firman dulu, baru ada kuasa, terutama kuasa pembaharuan/penyucian baru kuasa yang lain, itu benar-benar dari Tuhan.


  3. Kejadian 22: 12
    22:12. Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."

    Yakobus 2: 21-22
    2:21. Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?
    2:22. Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

    Praktik ketiga takut akan Tuhan: perbuatan iman.
    Contoh:


    • Bangsa Israel diwakili oleh Abraham.
      Abraham mempersembahkan Ishak kepada Tuhan; sama dengan perbuatan iman--kita mendengar firman dan mempraktikkannya, jangan ditambah atau dikurangi seperti Hawa.

      Perbuatan iman di sini artinya tidak menolak apa yang Tuhan minta dari kita sekalipun tidak cocok dengan logika dan perasaan kita. Serahkan saja! Iman dan perbuatan iman bisa mendatangkan apa saja; yang mustahil bisa menjadi tidak mustahil.

      "Bagi Lempin-El gampang saja. Tidak menolak apa yang Tuhan minta yaitu serahkan apa yang disukai. Suka tidur, sekarang jangan tidur, itu saja, belajar tentang penyerahan. Suka pacaran, sekarang berhenti di Lempin-El. Dulu saya makan harus ada kuah, kalau tidak ada kuah, susah, kecuali telur dadar dengan kecap, tetapi sampai di Johor tidak ada kuah, jadi saya siram air dulu, saya tidak mau minta, baru makan, tidak ada masalah. Suka berbuat dosa, serahkan pada Tuhan. Itulah perbuatan iman--takut akan Tuhan."

      Kita rela berkorban apa saja untuk Tuhan demi pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna mulai dari dalam nikah--tempat di mana Abraham hendak mempersembahkan Ishak dibangun Bait Allah Salomo. Mulai dari nikah harus berkorban: korban perasaan, waktu.

      Mengapa Abraham dapat mempersembahkan Ishak? Karena ia lebih mengasihi Tuhan dari pada semuanya.
      Gampang atau susah menyerahkan anak? Bergantung pada hati ini mengasihi siapa. Kalau mengasihi Tuhan, gampang, kalau mengasihi anak, susah, baru ditegor saja sudah marah.

      Abraham mengasihi Tuhan dengan segenap tubuh, jiwa, dan rohnya--Abraham mewakili bangsa Israel memiliki loh batu pertama.


    • Bangsa kafir diwakili oleh Rahab.
      Yakobus 2: 25-26

      2:25. Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?
      2:26. Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

      Rahab adalah bangsa kafir, ditambah najis, tetapi rela menyembunyikan dua pengintai yang dalam perjalanan ke Kanaan--menunjuk pada kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

      Inilah perbuatan iman yaitu: tidak ada kekuatiran, dan rela berkorban apa saja asal bisa diikutsertakan dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

      Kita hanya dilibatkan, karena ada sebagian dari Israel yang menolak Yesus. Kalau semua Israel mau semua, tidak ada tempat bagi kita.
      Jangan ada kekuatiran! Kalau suara setan: Nanti saja, nanti kalau.... Tetapi suara Tuhan: Nantikanlah!

      Mengapa Rahab berani? Karena ia mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi musuh; membalas kejahatan dengan kebaikan--Israel dan kafir bermusuhan. Ini sama dengan memiliki loh batu kedua.


    Jadi takut akan Tuhan sama dengan perbuatan iman yaitu mengasihi Tuhan lebih dari semua, dan mengasihi sesama seperti diri sendiri sampai mengasihi orang yang memusuhi kita.
    Inilah kehidupan yang dipakai Tuhan.

    Perbuatan iman--takut akan Tuhan--sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan; menyembah Dia, menyerah sepenuh kepada Dia, dan Dia akan mengulurkan tangan kasih-Nya untuk memberikan dua loh batu--seperti dulu Ia memberikan dua loh batu kepada Musa.
    Pembangunan tubuh Kristus sama dengan pembangunan Tabernakel. Biarpun kita bangsa kafir tetapi kita sama seperti Musa yaitu dilibatkan dalam pembangunan tubuh Kristus.

    Hasilnya--belajar dari Musa--:


    • Dua loh batu untuk menghadapi lembah kekelaman--saat itu Israel menyembah anak lembu emas--; sama dengan menghancurkan anak lembu emas.
      Keluaran 32: 4, 9
      32:4. Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!"
      32:9. Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.

      Bagi kita sekarang artinya


      1. Kekerasan hati dihancurkan.
        Kekerasan hati= kebenaran diri sendiri; berbuat dosa tetapi tidak mau mengaku dosa malah menyalahkan orang lain dan Tuhan.

        Kalau ada kebenaran sendiri, yang ada hanya saling menghakimi, sehingga tidak mungkin bisa menjadi satu. Tidak ada kesatuan dalam nikah, penggembalaan, dan tubuh Kristus.
        Harus dihancurkan sehingga kita memiliki kebenaran Tuhan, yaitu saling mengaku dan mengampuni. Itulah yang menyatukan kita dalam satu kesatuan tubuh Kristus.

        Jangan mempertahankan kekerasan hati, jangan saling menyalahkan dan membenci!


      2. Anak lembu emas menunjuk pada dosa dan puncaknya dosa--umat Israel menari-nari, makan, dan minum.
        Masih ada dosa-dosa? Biar kita menerima dua loh batu siang ini, selesaikanlah semua dosa-dosa sampai puncaknya dosa, dan kita bisa hidup benar. Tinggalkan semua, kuasa Tuhan mampu, tidak perlu rehabilitasi.

        "Mungkin ada yang berkata: Sulit kalau meninggalkan narkoba. Saya mendengar kesaksian Pdt Totaijs, cucunya pergi ke Amsterdam, lalu ia mengaku sudah terkena narkoba. Beliau bertanya: 'Percaya kuasa Tuhan?': 'Percaya.': 'Percaya kuasa baptisan air?': 'Percaya.' Didoakan, dan selesai oleh kasih Tuhan, tidak usah rehabilitasi."

        Pegang terus kasih Tuhan! Dosa apa saja, berhenti, dan kembali hidup benar.


      3. Lembu emas menunjuk pada pemberhalaan terutama kikir dan serakah. Jangan ada lagi.
        Kikir= tidak bisa memberi.
        Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.
        Harus dihancurkan sehingga kita bisa memberi untuk pembangunan tubuh Kristus.


    • Markus 12: 30-34
      12:30. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
      12:31. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
      12:32. Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
      12:33. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
      12:34. Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

      Ayat 30= loh batu pertama.
      Ayat 31= loh batu kedua.

      Hasil kedua: 'bagaimana bijaksananya jawab orang itu'= kita mendapatkan hikmat kebijaksanaan dari sorga yang lebih dari hikmat dunia, untuk menghadapi lembah dunia, yaitu lembah air mata, kesulitan, kemustahilan dan sebagainya.

      Hadapi dengan dua loh batu! Kalau dihadapi dengan kepandaian, tidak akan bisa. Sudah pandai, bagus, tetapi tambah dengan dua loh batu! Tambah semuanya dengan dua loh batu! Biar kasih Tuhan yang berperang ganti kita.

      Pengkhotbah 10: 10
      10:10. Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.

      'Besi menjadi tumpul'= krisis di dunia: krisis pekerjaan dan lain-lain.
      Rumus dunia adalah memperbesar tenaga sampai lupa Tuhan, bahkan tidak mau beribadah. Itu yang salah karena menggunakan hikmat dunia.
      Gunakan hikmat sorga untuk menembusi semuanya!

      Hikmat sorga menembusi krisis di segala bidang sampai tidak ada pertanyaan lagi--'seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus'--, artinya semua masalah diselesaikan, ada jaminan kepastian dari Tuhan, semua berhasil dan indah pada waktunya.


    • Keluaran 34: 29
      34:29. Ketika Musa turun dari gunung Sinai--kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu--tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN.

      Di balik kasih ada kemuliaan.

      Hasil ketiga: dua loh batu mampu menghadapi kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai; dua loh batu membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

      Wajah bercahaya--seperti Musa--dimulai dari kejujuran. Kalau tidak jujur, wajah akan muram.
      Kita jujur terutama soal pengajaran. Ini yang menentukan.

      Kalau jujur kita akan menjadi rumah doa, sehingga mujizat jasmani juga terjadi. Apa yang tidak bisa kita pikirkan dan lakukan, biar Tuhan yang bekerja, wajah ini tetap terpelihara--tetap berseri.

      Sampai kalau Tuhan datang kita benar-benar sempurna seperti Dia.

Mari, angkat tangan, biar Dia ulurkan tangan kasih-Nya--dua loh batu--kepada kita. Pegang dua loh batu ke mana-mana untuk menghadapi lembah kekelaman, lembah dunia, dan kedatangan Yesus. Kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, pegang dua loh batu, sudah cukup. Tangan kasih-Nya berjuang untuk kita.
Daud tidak bisa melawan Goliat, tetapi tangan kasih Tuhan yang berperang ganti dia--sekarang bagi kita semua.

Lembah apapun yang kita hadapi, serahkan kepada Tuhan. Apa yang tidak bisa kita pikirkan, serahkan kepada Dia.
Asalkan kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus--seperti Musa menerima Tabernakel--, maka kita bisa menerima dua loh batu--kasih Tuhan. Sudah cukup untuk menembusi apa saja. Yang mustahil menjadi tidak mustahil.
Mungkin dulu sudah pernah ditolong dalam perkara kecil-kecil, yakinlah, sekarang juga Tuhan pasti bisa menolong.

Serahkan semua kepada Tuhan! Tidak ada pertanyaan lagi, tidak ada lagi air mata, dan wajah berseri.
Genggam dua loh batu dalam tangan kita masing-masing. menghadapi apa saja, biar tangan kasih-Nya yang bekerja. Yakinlah, ada jaminan kepastian dari Tuhan. Jangan batasi kuasa sorga dan kasih Tuhan di Golgota.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top