Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 17:2
17:2 Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya."

Wahyu 17 adalah tentang penghakiman atas Babel. Raja-raja dan penghuni bumi akan dibinasakan bersama Babel karena telah berbuat cabul dengan Babel. Oleh sebab itu, Tuhan berupaya menyelamatkan.

Ayub 33:14-18
33:14 Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya.
33:15 Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaring di atas tempat tidur,
33:16 maka Ia membuka telinga manusia dan mengejutkan mereka dengan teguran-teguran
33:17 untuk menghalangi manusia dari pada perbuatannya, dan melenyapkan kesombongan orang,
33:18 untuk menahan nyawanya dari pada liang kubur, dan hidupnya dari pada maut oleh lembing.


Pada Perjanjian Lama, Tuhan berfirman lewat mimpi dan penglihatan untuk menegor umatNya dan menghalangi umatNya dari kebinasaan. Namun, cara ini sudah banyak ditiru setan untuk menipu dan menyesatkan gereja Tuhan.

Ibrani 1:1-4
1:1 Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,
1:2 maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.
1:3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,
1:4 jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.

Yohanes 1:1,14
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.


Pada Perjanjian Baru atau di akhir zaman, Allah berbicara kepada umatNya lewat AnakNya, yaitu Yesus Kristus. Yesus adalah firman pengajaran benar (logos) yang menyatakan rencana dan kehendak Allah kepada kita semua. Dengan demikian, kita bisa hidup sesuai kehendak Tuhan dan bebas dari Babel.

Dalam setiap pembukaan rahasia firman pengajaran yang benar, kita memperoleh:
  1. hak waris atas segala yang ada,
  2. kuasa penciptaan,
  3. cahaya kemuliaan Allah,
  4. gambar wujud Allah,
  5. kuasa untuk menopang segala yang ada lewat firmanNya yang penuh kuasa,
  6. kuasa penyucian dosa,
  7. pelayanan pendamaian oleh Yesus sebagai Imam Besar yang duduk di sebelah kanan tahta Allah Bapa,
  8. kuasa pengangkatan,
  9. nama Yesus, nama di atas segala nama, nama yang paling indah.

Angka 9 menunjuk kasih karunia. Lewat firman pengajaran yang benar, sekeras dan setajam apapun, maka kita mendapatkan kasih karunia dan kesungguhan Tuhan untuk menyelamatkan manusia, sekalipun kita sudah sampai di lobang jurang maut. Kepada mereka yang hampir meninggal dunia, Tuhan masih memberi kesempatan untuk bisa menyeru nama Yesus dan diselamatkan.

Wahyu 17:2
17:2 Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya."

Babel besar telah berbuat cabul dengan raja-raja di bumi, dan hal ini telah dinubuatkan sejak kitab Daniel. Babel pada masa Daniel dikuasai oleh 3 raja:
  1. Raja Nebukadnezar.
    Daniel 1:1-2
    1:1 Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu.
    1:2 Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya.


    Raja Nebukadnezar mengalahkan Raja Yoyakim (Raja Yehuda) sehingga merampas perkakas di Tabernakel untuk dibawa ke rumah dewanya. Ini merupakan gambaran hamba/ pelayan Tuhan yang ditawan Babel, sehingga meremehkan/ mengganggap rendah firman pengajaran benar (firman pengajaran Tabernakel dan Mempelai).

    Semua pemberitaan firman Allah di dunia ini harus memuncak pada firman pengajaran yang benar (Kabar Mempelai). Pemuncakan ini dinubuatkan lewat mimpi Yusuf di mana semua berkas gandum kakak-kakaknya akan merunduk pada berkas gandum Yusuf.

    Daniel 5:19-20
    5:19 Dan oleh karena kebesaran yang telah diberikan-Nya kepadanya itu, maka takut dan gentarlah terhadap dia orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa; dibunuhnya siapa yang dikehendakinya dan dibiarkannya hidup siapa yang dikehendakinya, ditinggikannya siapa yang dikehendakinya dan direndahkannya siapa yang dikehendakinya.
    5:20 Tetapi ketika ia menjadi tinggi hati dan keras kepala, sehingga berlaku terlalu angkuh, maka ia dijatuhkan dari takhta kerajaannya dan kemuliaannya diambil dari padanya.


    Kalau kita sudah meremehkan firman pengajaran benar atau pribadi Yesus, maka akan muncul sifat dan tabiat daging, yaitu kesombongan/ tinggi hati/ merasa lebih dari yang lain. Selanjutnya, manusia menjadi keras kepala dan tidak bisa dinasihati. Mereka menjadi angkuh, mengandalkan segala sesuatu di dunia (kedudukan, kepandaian, dsb.) lebih dari Tuhan, sehingga mereka mengabaikan Tuhan.

    Mimpi = pembukaan rahasia firman Allah. Hati-hati, jangan sembarangan mendengar mimpi dari orang lain, semuanya harus ditimbang berdasarkan firman pengajaran yang benar.

    Tuhan memberikan dua kali mimpi kepada Raja Nebukadnezar.
    • Mimpi yang pertama.
      Daniel 2:1-5
      2:1 Pada tahun yang kedua pemerintahan Nebukadnezar bermimpilah Nebukadnezar; karena itu hatinya gelisah dan ia tidak dapat tidur.
      2:2 Lalu raja menyuruh memanggil orang-orang berilmu, ahli jampi, ahli sihir dan para Kasdim, untuk menerangkan kepadanya tentang mimpinya itu; maka datanglah mereka dan berdiri di hadapan raja.
      2:3 Kata raja kepada mereka: "Aku bermimpi, dan hatiku gelisah, karena ingin mengetahui mimpi itu."
      2:4 Lalu berkatalah para Kasdim itu kepada raja (dalam bahasa Aram): "Ya raja, kekallah hidupmu! Ceriterakanlah kepada hamba-hambamu mimpi itu, maka kami akan memberitahukan maknanya."
      2:5 Tetapi raja menjawab para Kasdim itu: "Aku telah mengambil keputusan, yakni jika kamu tidak memberitahukan kepadaku mimpi itu dengan maknanya, maka kamu akan dipenggal-penggal dan rumah-rumahmu akan dirobohkan menjadi timbunan puing;


      Mimpi pertama sudah dilupakan oleh Raja Nebukadnezar tetapi ia minta dijelaskan oleh para ahli sihir dan ahli nujum. Keadaan ini menunjuk pada pelayan Tuhan yang melupakan firman pengajaran benar, lalu bersekutu dengan ajaran-ajaran palsu, sehingga tidak mengerti firman = tidak ada pembukaan rahasia firman Tuhan. Akibatnya adalah pada saat menghadapi pencobaan, maka hatinya menjadi gelisah dan akhirnya menghujat Tuhan.

      Yakobus 1:21-24
      1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
      1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
      1:23 Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.
      1:24 Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.


      Sikap yang benar terhadap firman adalah kita harus sungguh-sungguh saat mendengar firman pengajaran yang benar, sekalipun firman diulang. Tujuannya adalah supaya kita bisa mengerti dan yakin pada firman sampai menjadi iman dalam hati yang lembut. Firman diukir dalam hati yang lembut, sehingga kita tidak akan melupakan firman, bahkan kita bisa mempraktekkan firman. Saat pencobaan datang, firman pengajaran yang benar akan bertumbuh menjadi kekuatan ekstra dari Tuhan, sehingga kita semakin kuat menghadapi pencobaan. Kita bisa tetap percaya dan berharap Tuhan. Firman bisa menjadi jalan keluar dari segala masalah kita, termasuk masalah yang mustahil sekalipun.

      Daniel 2:6-10
      2:6 tetapi jika kamu dapat memberitahukan mimpi itu dengan maknanya, maka kamu akan menerima hadiah, pemberian-pemberian dan kehormatan yang besar dari padaku. Oleh sebab itu beritahukanlah kepadaku mimpi itu dengan maknanya!"
      2:7 Mereka menjawab pula: "Silakan tuanku raja menceriterakan mimpi itu kepada hamba-hambanya ini, maka kami akan memberitahukan maknanya."
      2:8 Jawab raja: "Aku tahu benar-benar, bahwa kamu mencoba mengulur-ulur waktu, karena kamu melihat, bahwa aku telah mengambil keputusan,
      2:9 yakni jika kamu tidak dapat memberitahukan kepadaku mimpi itu, maka kamu akan kena hukuman yang sama; dan aku tahu bahwa kamu telah bermufakat untuk mengatakan kepadaku hal-hal yang bohong dan busuk, sampai keadaan berubah. Oleh sebab itu ceriterakanlah kepadaku mimpi itu, supaya aku tahu, bahwa kamu dapat memberitahukan maknanya juga kepadaku."
      2:10 Para Kasdim itu menjawab raja: "Tidak ada seorang pun di muka bumi yang dapat memberitahukan apa yang diminta tuanku raja! Dan tidak pernah seorang raja, bagaimanapun agungnya dan besar kuasanya, telah meminta hal sedemikian dari seorang berilmu atau seorang ahli jampi atau seorang Kasdim.


      Sehebat apapun manusia di bumi ini tidak bisa mengungkapkan rahasia firman Allah jika Tuhan tidak mengungkapkannya sendiri. Hanya Yesus satu-satunya yang bisa mengungkapkan rahasia firman Allah.

      Daniel 2:13-20
      2:13 Ketika titah dikeluarkan supaya orang-orang bijaksana dibunuh, maka Daniel dan teman-temannya pun terancam akan dibunuh.
      2:14 Lalu berkatalah Daniel dengan cerdik dan bijaksana kepada Ariokh, pemimpin pengawal raja yang telah pergi untuk membunuh orang-orang bijaksana di Babel itu,
      2:15 katanya kepada Ariokh, pembesar raja itu: "Mengapa titah yang begitu keras ini dikeluarkan oleh raja?" Lalu Ariokh memberitahukan hal itu kepada Daniel.
      2:16 Maka Daniel menghadap raja dan meminta kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja.
      2:17 Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya,
      2:18 dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel.
      2:19 Maka rahasia itu disingkapkan kepada Daniel dalam suatu penglihatan malam. Lalu Daniel memuji Allah semesta langit.
      2:20 Berkatalah Daniel: "Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan!


      Daniel adalah hamba Tuhan yang hidup benar dan suci, bersekutu dengan sesama pelayan Tuhan yang benar dan suci (Hananya, Misael, dan Azarya) untuk memohon belas kasih dan kemurahan Tuhan, untuk pembukaan rahasia firman Allah, saat mereka terjepit oleh pencobaan dan diancam hukuman mati (pengalaman kematian bersama Yesus). Tuhan berbelas kasih untuk mengungkapkan rahasia firman Allah pada Daniel, sehingga penyembahan yang benar bisa dinaikkan ke hadirat Tuhan. Tuhan akan memberikan jalan keluar sehingga semuanya dibebaskan dari maut.

      Daniel 2:30
      2:30 Adapun aku, kepadaku telah disingkapkan rahasia itu, bukan karena hikmat yang mungkin ada padaku melebihi hikmat semua orang yang hidup, tetapi supaya maknanya diberitahukan kepada tuanku raja, dan supaya tuanku mengenal pikiran-pikiran tuanku.

      Kesimpulannya, tujuan pembukaan rahasia firman Allah saat kita mengalami pencobaan/ pengalaman kematian, bahkan menghadapi maut sekalipun, adalah supaya kita bisa mengenali diri sendiri sedalam-dalamnya. Kita tidak akan menjadi tinggi hati/ angkuh/ keras kepala, karena menyadari kekurangan dan kelemahan kita. Kita bisa menjadi rendah hati dan mengakui segala kelemahan kita. Kita akan mendapat pengampunan = pengangkatan dari Tuhan.

      Contoh:
      Lukas 23:40-43
      23:40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
      23:41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."

      23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
      23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

      Hasilnya adalah ada pengangkatan untuk kita bisa masuk Firdaus. Artinya semua masalah diselesaikan, kita bisa merasa damai sejahtera, enak, dan ringan. Hati-hati, begitu kita melupakan firman, kita pasti lupa diri.

    • Mimpi yang kedua.
      Daniel 4:1-10
      4:1 Dari raja Nebukadnezar kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang diam di seluruh bumi: "Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu!
      4:2 Aku berkenan memaklumkan tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang telah dilakukan Allah yang maha tinggi kepadaku.
      4:3 Betapa besarnya tanda-tanda-Nya dan betapa hebatnya mujizat-mujizat-Nya! Kerajaan-Nya adalah kerajaan yang kekal dan pemerintahan-Nya turun-temurun!
      4:4 Aku, Nebukadnezar, diam dalam rumahku dengan tenang dan hidup dengan senang dalam istanaku;
      4:5 lalu aku mendapat mimpi yang mengejutkan aku, dan khayalanku di tempat tidurku serta penglihatan-penglihatan yang kulihat menggelisahkan aku.
      4:6 Maka aku mengeluarkan titah, bahwa semua orang bijaksana di Babel harus dibawa menghadap aku, supaya mereka memberitahukan kepadaku makna mimpi itu.
      4:7 Kemudian orang-orang berilmu, ahli jampi, para Kasdim dan ahli nujum datang menghadap dan aku menceritakan kepada mereka mimpi itu, tetapi mereka tidak dapat memberitahukan maknanya kepadaku.
      4:8 Pada akhirnya Daniel datang menghadap aku, yakni Daniel yang dinamai Beltsazar menurut nama dewaku, dan yang penuh dengan roh para dewa yang kudus. Lalu kuceritakan kepadanya mimpi itu:

      4:9 Hai Beltsazar, kepala orang-orang berilmu! Aku tahu, bahwa engkau penuh dengan roh para dewa yang kudus, dan bahwa tidak ada rahasia yang sukar bagimu! Sebab itu inilah riwayat penglihatan mimpi yang kudapat, maka ceritakanlah kepadaku maknanya.
      4:10 Adapun penglihatan yang kudapat di tempat tidurku itu, demikian: di tengah-tengah bumi ada sebatang pohon yang sangat tinggi;


      Pada mimpi pertama, Raja Nebukadnezar lupa diri sehingga bertindak kejam terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Hati-hati, Raja Nebukadnezar menunjuk pada hamba Tuhan yang telah diangkat, tetapi kemudian lupa diri dan bertindak kejam terhadap hamba Tuhan yang benar demi memenuhi ambisinya.

      Daniel 4:10-17
      4:10 Adapun penglihatan yang kudapat di tempat tidurku itu, demikian: di tengah-tengah bumi ada sebatang pohon yang sangat tinggi;
      4:11 pohon itu bertambah besar dan kuat, tingginya sampai ke langit, dan dapat dilihat sampai ke ujung seluruh bumi.
      4:12 Daun-daunnya indah, buahnya berlimpah-limpah, padanya ada makanan bagi semua yang hidup; di bawahnya binatang-binatang di padang mencari tempat bernaung dan di dahan-dahannya bersarang burung-burung di udara, dan segala makhluk mendapat makanan dari padanya.
      4:13 Kemudian dalam penglihatan yang kudapat di tempat tidurku itu tampak seorang penjaga, seorang kudus, turun dari langit;
      4:14 ia berseru dengan nyaring, demikian katanya: Tebanglah pohon itu dan potonglah dahan-dahannya, gugurkanlah daun-daunnya dan hamburkanlah buah-buahnya! Biarlah binatang-binatang lari dari bawahnya dan burung-burung dari dahan-dahannya!
      4:15 Tetapi biarkanlah tunggulnya tinggal di dalam tanah, terikat dengan rantai dari besi dan tembaga, di rumput muda di padang; biarlah ia dibasahi dengan embun dari langit dan bersama-sama dengan binatang-binatang mendapat bagiannya dari rumput di bumi!
      4:16 Biarlah hati manusianya berubah dan diberikan kepadanya hati binatang. Demikianlah berlaku atasnya sampai tujuh masa berlalu.
      4:17 Titah ini adalah menurut putusan para penjaga dan hal ini menurut perkataan orang-orang kudus, supaya orang-orang yang hidup tahu, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, bahkan orang yang paling kecil sekalipun dapat diangkat-Nya untuk kedudukan itu.


      Isi mimpi kedua Raja Nebukadnezar (ayat 10-16) bisa diungkapkan maknanya oleh Tuhan lewat Daniel (ayat 19-27). Pada ayat 28-33, mimpi Raja Nebukadnezar menjadi kenyataan. Karena Raja Nebukadnezar tetap tidak mau mengenal diri sendiri, bahkan lupa diri, tinggi hati, keras hati, angkuh, maka akibatnya ia menjadi seperti binatang yang tanpa akal budi (tanpa Roh Kudus). Kehidupan tersebut hanya memenuhi hawa nafsu daging, hidup dalam dosa sampai puncak dosa, sama dengan ditunggangi Babel yang akan dibinasakan selamanya.

      Daniel 4:17
      4:17 Titah ini adalah menurut putusan para penjaga dan hal ini menurut perkataan orang-orang kudus, supaya orang-orang yang hidup tahu, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, bahkan orang yang paling kecil sekalipun dapat diangkat-Nya untuk kedudukan itu

      Tujuan mimpi pertama adalah supaya kita bisa mengenal diri sendiri dan tidak lupa Tuhan.
      Tujuan mimpi kedua adalah Allah di atas segala kepandaian, kekayaan, kedudukan, dan segala sesuatu di dunia ini. Jika kita dikaruniai kedudukan di dunia ini, jangan untuk mengecilkan/ meremehkan yang lain. Allah dapat mengangkat orang yang kecil menjadi raja (ayat 17). Oleh sebab itu, apapun kedudukan dan kepandaian kita, kita harus saling menghargai dan saling mengasihi.

      Daniel 4:32
      4:32 engkau akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggalmu akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepadamu akan diberikan makanan rumput seperti kepada lembu; dan demikianlah akan berlaku atasmu sampai tujuh masa berlalu, hingga engkau mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya!"

      Supaya kita mengetahui bahwa Allah jauh lebih tinggi dari segala kerajaan atau negara manapun di dunia ini. Kita patut menyembah hanya kepada Tuhan Yesus, Raja di atas segala raja, Mempelai Pria Sorga.

  2. Raja Belsyasar (telah dijelaskan pada Ibadah Raya, 2 Oktober 2022).

  3. Raja Darius.
    Daniel 6:7-8
    6:7 Kemudian bergegas-gegaslah para pejabat tinggi dan wakil raja itu menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ya raja Darius, kekallah hidup tuanku!
    6:8 Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa.


    Tabiat Raja Darius adalah ingin disembah = memberhalakan dirinya lebih dari Tuhan. Kehidupan semacam ini keras hati/ tegar tengkuk seperti bangsa Israel yang menyembah lembu emas di padang gurun. Raja Darius membuat goa singa dengan singa-singa yang lapar untuk menghukum manusia siapapun yang tidak mau menyembahnya.

    Daniel 6:11
    6:11 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

    Daniel tetap tekun berdoa 3x sehari dan tidak terpengaruh suara singa. Suara singa menunjuk pada ajaran palsu yang mengarah pada penyembahan palsu, gosip-gosip yang tidak benar. Kalau ada seseorang yang mengajar ajaran salah dan kita mengikuti, sama dengan kita menjadi kehidupan yang keras hati. Namun, kalau kita menghindar dari ajaran yang salah berarti kita kuat dan teguh hati. Kita harus tetap mendengar dan dengar-dengaran pada suara Tuhan yang menyucikan kita, sehingga kita bisa tekun menyembah Tuhan apapun resiko yang kita hadapi. Kita harus tetap berpegang pada firman pengajaran benar, tetap bertekun menyembah Tuhan, apapun resiko yang kita hadapi.

    Daniel dimasukkan ke dalam goa singa dengan singa-singa yang lapar, karena Daniel tetap menyembah Tuhan. Daniel bukan saja mengharap pertolongan Tuhan, tetapi ia menyembah Tuhan karena mengasihi Tuhan lebih dari semua. Daniel rela mati untuk tetap taat pada firman pengajaran benar dan menyembah Tuhan.

    Pada akhir zaman, kita juga akan dihadapkan pada pencobaan yang mustahil, penyakit, krisis ekonomi, gosip yang luar biasa, seperti goa singa dengan singa-singa yang lapar, sampai kita tidak berdaya apa-apa. Tuhan mengizinkannya kesulitan dan kemustahilan terjadi supaya kita bisa membuktikan bahwa iman kita seperti emas murni. Kita hanya percaya dan berharap pada Tuhan, kita mengasihi Tuhan lebih dari semua bahkan lebih dari diri kita sendiri.

    Daniel 6:20-24,29,27
    6:20 Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa;
    6:21 dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: "Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?"
    6:22 Lalu kata Daniel kepada raja: "Ya raja, kekallah hidupmu!
    6:23 Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan."
    6:24 Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.
    6:29 Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.
    6:27 Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir.

    Saat menghadapi auman singa, kita harus tetap hidup benar dan suci, jangan menyakiti sesama. Tuhan akan mengutus malaikatNya (tangan Roh Kudus) untuk mengatupkan mulut singa, artinya:
    • Roh Kudus mengubahkan kita, dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Kita tetap hidup benar dan suci, tetap setia dan berkobar dalam ibadah dan pelayanan kepada Tuhan.
    • Roh Kudus sanggup menyelesaikan segala masalah yang mustahil dalam hidup kita. Jangan mendengar suara singa yang membuat kita lemah, tetapi kita yakin pada firman Tuhan. Kita tetap percaya pada Tuhan, mengasihi Tuhan, sekalipun mata belum melihat pertolongan Tuhan.
    • Roh Kudus memberi masa depan yang berhasil dan indah (ayat 29).
    • Kita bisa menjadi saksi Tuhan (ayat 27) = memberitakan dan menyaksikan Kabar Mempelai kepada siapapun juga.
    Saat Yesus datang kedua kali, kita bisa disempurnakan dan menyambut kedatanganNya di awan-awan permai. Kita bisa bersama Tuhan selama-lamanya di Yerusalem baru.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Surabaya, 22 Desember 2013 (Minggu Sore)
    ... raja-raja yang melayani dengan penundukan kepada tuan yang bengis apalagi kepada Tuhan yang berkorban nyawa. Kalau ada orang asing maka akan terpisah. Hanya imam dan raja yang berhak masuk dalam kerajaan Surga. PERSEKUTUAN DALAM KETEKUNAN UNTUK MENANTIKAN YESUS tanda kemuliaan jalan kemuliaan. Kita sudah mempelajari ketiga hal diatas. Tapi malam ini kita ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Juli 2015 (Kamis Sore)
    ... menghasilkan manusia darah daging yang tidak layak untuk masuk kerajaan Surga. Oleh sebab itu kita harus mengalami kelahiran baru untuk menjadi anak kecil bayi secara rohani sama dengan Anak Allah yang berhak untuk masuk kerajaan Surga. Yohanes - Yesus menjawab kata-Nya Aku berkata kepadamu sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali ...
  • Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 15 Januari 2014 (Rabu Dini Hari)
    ... itu firman-Nya Masukkanlah tanganmu kembali ke dalam bajumu. Musa memasukkan tangannya kembali ke dalam bajunya dan setelah ditariknya ke luar maka tangan itu pulih kembali seperti seluruh badannya. Jika mereka tidak percaya kepadamu dan tidak mengindahkan tanda mujizat yang pertama maka mereka akan percaya kepada tanda mujizat yang kedua. Tangan menunjuk ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 Januari 2023 (Sabtu Sore)
    ... dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya. . Ya TUHAN berikanlah kemenangan kepada raja Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru Disebut imam dan raja karena Tuhan menghendaki imam yang selalu menang atas dosa tantangan rintangan halangan dan sebagainya sehingga kita menjadi imam dan raja yang ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 29 Oktober 2008 (Rabu Sore)
    ... melihat kilat Keluaran - berkemah di depan gunung. 'gunung' soal penyembahan. Jadi artinya berkemah didepan gunung disini adalah rindu untuk selalu menyembah Tuhan. 'gunung' juga tempat Musa menerima loh batu rindu untuk menerima dan mendengar sampai melakukan Firman. kalau sudah rindu menyembah dan menerima Firman hasilnya Keluaran - adalah kita ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Agustus 2020 (Selasa Sore)
    ... Sorgawi memilih tempat di sebelah kiri. Pengkhotbah . Hati orang berhikmat menuju ke kanan tetapi hati orang bodoh ke kiri. Tempat di sebelah kiri adalah tempatnya kambing bukan domba Matius . Jadi lima gadis yang bodoh adalah gereja Tuhan yang tampil seperti kambing. Praktik sehari-hari tampil seperti kambing Tidak mantap dalam penggembalaan sampai dengan ...
  • Ibadah Raya Malang, 08 Desember 2019 (Minggu Pagi)
    ... Tuhan untuk layak menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai sampai masuk Firdaus sampai masuk Yerusalem Baru. Penghukuman yang akan datang yang akan melandai dunia yaitu tiga kali tujuh hukuman oleh Allah Tritunggal kiamat sampai neraka selamanya. Jika kita bisa mendengar firman nubuat itu merupakan suatu kemurahan Tuhan. ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 18 April 2012 (Rabu Sore)
    ... Raja orang Yahudi bahkan sampai rela mati di kayu salib. Matius - tetapi dalam menghadapi tuduhan yang palsu sikap Yesus adalah tidak menjawab suatu katakan pun BERDIAM DIRI. Ada bentuk sikap berdiam diri yaitu Amsal . Siapa menghina sesamanya tidak berakal budi tetapi orang yang pandai berdiam diri. Yang pertama adalah ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 21 Januari 2016 (Kamis Sore)
    ... perintah Yohanes --- saling mengasihi merupakan undangan Yohanes --- saling mengasihi merupakan teladan Tuhan Yohanes --- saling mengasihi sampai memiliki kasih yang sempurna. Kita mempelajari yang kelima. Yohanes Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi Allah tetap di dalam kita dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 10 Agustus 2016 (Rabu Sore)
    ... yang menuju kepada Babel dan akan dibinasakan untuk selama-lamanya. Pengertian kedua dua belas roti persekutuan roti di atas meja tidak berserakan tetapi diatur dengan rapi. Jadi firman pengajaran yang benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua mendorong kita untuk masuk dalam persekutuan tubuh Kristus yang benar mendorong kita untuk ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.