English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Paskah Kaum Muda Malang, 22 April 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:24-26
11:24 "Apabila roh jahat keluar...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Maret 2015 (Kamis Sore)
Siaran Tunda Ibadah Kunjungan Tana Toraja.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema:...

Ibadah Persekutuan III di Square Ballroom Surabaya, 30 Mei 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 April 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:1
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 17 Agustus 2013 (Sabtu Sore)

Salam damai sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 5:1, 10-11
5:1 Pada suatu kali...

Ibadah Doa Malang, 23 Maret 2010 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding.

Matius 6:11-13, sebagaimana...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Juli 2012 (Kamis Sore)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk pada 7 percikan darah di atas Tabut Perjanjian.
Sekarang...

Ibadah Raya Malang, 28 Februari 2010 (Minggu Pagi)
Matius 24:45-51 adalah tentang berjaga-jaga.
Kita harus berjaga-jaga sebab kedatangan Yesus kedua...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 14 Desember 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 36-44
Kita harus senantiasa berjaga-jaga.
ay. 43-44= berjaga-jaga dikaitkan dengan pencuri datang.

Ibadah Doa Malang, 21 April 2015 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 14:14-21
14:14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak...

Ibadah Raya Surabaya, 01 November 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 28 September 2017 (Kamis Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:7-8
6:7...

Ibadah Raya Malang, 17 Januari 2010 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

1 Petrus 1:23-25, ada 2 macam makanan...

Ibadah Doa Malang, 22 November 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8a
4:8 Dan keempat makhluk itu...

Ibadah Raya Malang, 29 Juli 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7 percikan darah di atas tabut perjanjian, artinya...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Juli 2013 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Tema Ibadah Kunjungan di Mangkutana
Matius 4: 19b

4:19. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

= dari penjala ikan menjadi penjala manusia. Ini menunjuk kewibawaan Yesus sebagai Imam Besar untuk melepaskan kita dari ikatan apapun juga untuk dipakai menjadi pelayan Tuhan.
Jadi, tidak ada alasan untuk tidak melayani Tuhan.

Kewibawaan Yesus sebagai Imam Besar dinyatakan lewat pemberitaan Firman pengjaaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua (di mulut Imam Besar ada pedang tajam bermata dua). Ini sama dengan panggilan Tuhan yang sanggup memutuskan segala ikatan, sehingga kita bisa melayani Tuhan dengan setia dan benar.
Sebab itu, kita yang sudah melayani, jangan sampai asal melayani.

Matius 4: 18-22
4:18. Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
4:19. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
4:20. Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
4:21. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu
Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka
4:22. dan mereka segera
meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

Disini ada 5 orang, yaitu Petrus, Andreas, Yohanes, Yakobus dan ayahnya. Tetapi Yesus hanya memanggil 4 orang, sedangkan Zebedeus (ayahnya) ditinggalkan.
Mengapa demikian?
Wahyu 4: 6-7
4:6. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.
4:7. Adapun makhluk yang pertama sama seperti
singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.

Yesus memanggil 4 orang karena di Surga ada 4 makhluk yang mengelilingi tahta Surga, sehingga dibumi ada 4 murid yang mengelilingi Yesus.
Jadi, pelayanan Yesus sesuai dengan pola kerajaan Surga (pola tabernakel).
Artinya: pelayanan kita juga harus sesuai dengan pola kerajaan Surga, tidak boleh beda sedikitpun.

4 murid dibumi= 4 mahkluk di Surga= 4 karakter dari Yesus, yaitu (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Juli 2013):

  1. ay. 7= 'singa'= singa Yehuda= diwakili oleh Petrus= tabiat Yesus sebagai Raja.
  2. ay. 7= 'lembu'= diwakili oleh Andreas= tabiat Yesus sebagai Hamba (lembu digunakan untuk membajak).
  3. ay. 7= 'manusia'= diwakili oleh Yakobus= tabiat Yesus sebagai Manusia yang sengsara.
  4. ay. 7= 'burung nazar'= diwakili oleh Yohanes= tabiat Yesus sebagai Anak Allah.

Kalau 4 titik ini dibuat garis, akan menunjuk KAYU SALIB.
Garis Vertikal= Yesus Anak Allah yang berkuasa, tetapi Yesus juga menjadi manusia yang sengsara.
Artinya: kalau kita sengsara, kita harus ingat masih ada kuasa Tuhan. Dan kalau kita mengalami kuasa Tuhan, jangan lupa bahwa kita pernah sengsara.

Garis horizontal= Yesus sebagai Raja dan hamba.
Artinya: kalau kita melayani sebagai hamba, kita sudah dekat dengan kuasa Yesus sebagai Raja.

Jadi, 4 murid= 4 mahkluk di tahta Surga adalah kehidupan yang mengalami salib.
Dan untuk mengalami salib, kita butuh proses.
Petrus tidak langsung menerima salib. Bahkan pertama kali, ia justru menolak salib.

Matius 16: 21-23
16:21. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
16:22. Tetapi
Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
16:23. Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "
Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

'Petrus menarik Yesus ke samping'= menolak salib, sehingga Petrus menyangkal Yesus 3 kali dan ia disebut 'iblis' (menjadi sama dengan iblis).

1 Petrus 2: 20
2:20. Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

Ada 2 macam sengsara daging:

  1. pukulan/hajaran= sengsara daging karena berbuat dosa.
    Saat Firman pengajaran disampaikan berulang-ulang, tetapi ditolak karena mempertahankan dosa, inilah yang mengakibatkan terjadi pukulan/hajaran dari Tuhan.

    Kalau kita mau meninggalkan dosa, kita tidak perlu mengalami pukulan.
    Setiap Firman yang disampaikan, itu adalah uluran tali kasih Tuhan. Kalau ditolak, tali kasih Tuhan masih diulangi. Kalau ditolak terus, tali-tali itu akan dipintal menjadi cambuk untuk menghajar kita.

    Ratapan 3: 1-8
    3:1. Akulah orang yang melihat sengsara disebabkan cambuk murka-Nya.
    3:2. Ia menghalau dan membawa aku ke dalam kegelapan yang tidak ada terangnya.
    3:3. Sesungguhnya,
    aku dipukul-Nya berulang-ulang dengan tangan-Nya sepanjang hari.
    3:4. Ia menyusutkan dagingku dan kulitku, tulang-tulangku dipatahkan-Nya.
    3:5. Ia mendirikan tembok sekelilingku, mengelilingi aku dengan
    kesedihan dan kesusahan.
    3:6. Ia menempatkan aku di dalam gelap seperti orang yang sudah lama mati.
    3:7. Ia menutup segala jalan ke luar bagiku, Ia
    mengikat aku dengan rantai yang berat.
    3:8. Walaupun aku memanggil-manggil dan berteriak minta tolong,
    tak didengarkan-Nya doaku.

    = keadaan orang dalam pukulan/hajaran, yaitu dalam penderitaan lahir batin, kesusahan, kepedihan, tidak ada jalan keluar, letih lesu dan doa tidak dijawab.
    'aku dipukul-Nya berulang-ulang'= kalau menolak Firman, kita akan mengalami hajaran berkali-kali.
    'mengikat aku dengan rantai yang berat'= letih lesu dan berbeban berat.

    Kalau Tuhan memukul kita, itulah kasih Tuhan.
    Ibrani 12: 10
    12:10. Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.

    = tujuan hajaran adalah supaya kita lepas dari dosa dan kembali pada kesucian.
    Jika kita sudah kembali pada kesucian, maka hajaran selesai dan semua menjadi baik (kita tertolong).
    Contoh: Yunus yang diperintah ke Niniwe, tetapi tidak taat dan lari ke Tarsis. Dan Tuhan mengejar Yunus sampai ia dibuang ke laut dan berada di perut ikan selama 3 hari.
    Setelah ia sadar, ia mengakui dosa, kembali pada Tuhan dan semuanya selesai.

    Jadi, hajaran Tuhan masih merupakan kasih karunia Tuhan.

    Kalau hajaran ditolak, maka kehidupan itu dibiarkan oleh Tuhan dan tinggal menunggu hukuman kebinasaan selama-lamanya (tidak ada jalan lain).


  2. 1 Petrus 2: 19
    2:19. Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

    Yang kedua: sengsara daging bersama Yesus= sengsara daging karena kehendak TUhan= salib.
    Ini artinya, kita sedang mengikuti jejak Yesus, yaitu jejak dengan tanda darah.

    1 Petrus 2: 21
    2:21. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

    Jangan ragu-ragu kalau kita sengsara daging karena kehendak Yesus, sebab kita sudah berada di jalan yang benar.

    Praktiknya:


    • 1 Petrus 2: 22-24
      2:22. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
      2:23. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
      2:24. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah
      mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

      Praktik pertama: jalan/jejak kematian, yaitu mati terhadap dosa.
      Setiap sengsara daging, berguna supaya kita mati terhadap dosa.

      Kemudian dilanjutkan dengan jalan/jejak kebangkitan, yaitu hidup untuk kebenaran. Saat itulah, kita mengalami kuasa bilur Tuhan untuk menyembuhkan kita secara jasmani, rohani, ekonomi dan nikah rumah tangga kita.


    • 1 Petrus 2: 25
      2:25. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

      Praktik kedua: menjadi kehidupan yang tergembala, seperti carang melekat pada Pokok anggur yang benar.
      Artinya:


      1. tekun dalam kandang penggembalaan (ruangan suci)= ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


        1. pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya= persekutuan dengan Allah Roh Kudus dan karunia-karuniaNya. Karunia kita dipertambah-tambahkan, sehingga orang lain juga bisa merasakan pelayanan Imam Besar.


        2. meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci= persekutuan dengan Anak Allah didalam Firman pengajaran dan Kurban Kristus. Ini membuat iman kita teguh, tidak bimbang/goyah oleh apapun.


        3. mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa= persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasihNya.
          Ini penting supaya kita tidak masuk dalam musim dingin rohani, tetapi kita tetap hangat berkobar-kobar dalam kasih Allah.


        Lewat ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok, tubuh, jiwa dan roh kita melekat pada Alllah Tritunggal dan tidak bisa dipisahkan sedikitpun, sehingga setan tidak bisa berbuat apa-apa.
        Kalau terpisah sedikit, setan akan masuk dan masalah datang.


      2. makan Firman pengajaran benar.
        Kalau carang sudah melekat, tetapi tidak mau menghisap makanan, maka carang itu akan kering.
        Sebab itu, jangan tolak Firman pengajaran sekeras apapun, sebab itulah saat kita makan sari-sari makanan dari Firman pengajaran benar yang diulang-ulang.


    Inilah sengsara daging yang benar, yaitu kita berada pada jejak Kristus.

    Mengapa kita harus tergembala?


    • supaya tidak disesatkan oleh ajaran-ajaran palsu, sebab tanda akhir jaman adalah tanda penyesatan.

      1 Timotius 4: 7
      4:7. Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.

      Kehidupan yang tidak tergembala/menolak Firman pengajaran benar, akan disesatkan oleh ajaran palsu dan berpaling pada dongeng nenek-nenek tua yang akan mengarah pada nenek Izebel dan Babel.

      Wahyu 2: 19-20
      2:19. Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.
      2:20. Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan
      wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.

      Ajaran Izebel=


      1. ajaran sesat yang mengijinkan wanita untuk memerintah dan mengajar laki-laki.
        Ini merupakan kesalahan dalam tahbisan= salah tempat, sehingga hanya merusak tubuh Kristus, mulai dari dalam rumah tangga.


      2. Wahyu 2: 24
        2:24. Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu.

        = ajaran sesat yang mempelajari seluk beluk iblis sampai neraka.
        Dan ini bertentangan dengan pengajaran tabernakel yang juga menghambat/merusak tubuh Kristus.

        Hati-hati! Setiap ajaran, pasti ada rohnya.
        Kalau belajar ajaran palsu, ada roh setan di dalamnya.


      Inilah ajaran Izebel yang merusak tahbisan.

      Wahyu 17: 4-5

      17:4. Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
      17:5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

      Ajaran babel= ajaran sesat yang mengajarkan kemakmuran dan hiburan jasmani TANPA penyucian.
      Inilah yang merusak nikah hamba Tuhan dan anak Tuhan, sehingga terjadi kawin campur, kawin cerai, penyimpangan sex, sampai sex bebas dan puncaknya adalah kawin mengawinkan.


    • Yohanes 15: 3
      15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

      Kita harus tergembala, karena dalam penggembalaan yang benar, kita mengalami penyucian secara intensif lewat perkataan Yesus yang diulang-ulang(Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua).


    Yohanes 21: 15, 17-18
    21:15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:17. Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka
    sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.
    21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua,
    engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

    Saat ditanya pertama dan kedua kali, Petrus masih merasa hebat, sekalipun ia pernah menyangkal Tuhan.
    Tetapi pada pertanyaan ketiga, barulah Petrus merasa sedih. Inilah kegunaan dari Firman penggembalaan yang diulang-ulang.
    Kalau kita tergembala yang benar, semakin lama, hati kita akan semakin tertusuk dan merasa tidak layak.

    'engkau akan mengulurkan tanganmu'= bukan hanya sedih, tetapi Petrus juga mengulurkan tangannya dengan benar. Bukan lagi untuk menarik Yesus kesamping, tetapi untuk menyerah pada Tuhan sampai menyerahkan nyawanya kepada Tuhan.

    Inilah pekerjaan dari Firman penggembalaan, yaitu membawa kita untuk bertobat sampai menyerah pada Tuhan.

3 kehidupan yang digembalakan dan bisa mengulurkan tangan pada Tuhan:

  1. Musa.
    Sebelum tergembala, Musa mengandalkan kepandaian, kekayaan dan kedudukkannya, sehingga ia mengulurkan tangan untuk memukul orang Mesir sampai mati (bukan melayani, tetapi membunuh).

    Keluaran 14: 16, 21-22
    14:16. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
    14:21. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.
    14:22. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

    Sesudah tergembala di Midian, Musa bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan dalam menghadapi laut Kolsom.
    'laut Kolsom'= jalan buntu, kemustahilan, dan kematian secara tubuh.

    Bagi Musa, untuk mengulurkan tangan merupakan penyaliban daging (mengorbankan perasaan dan pikiran daging).
    Kalau kita mengulurkan tangan kepada Tuhan, maka Tuhan juga mengulurkan tangan untuk bekerja bagi ktia.
    Kalau kita tidak mau mengulurkan tangan, Tuhan juga tidak mau menolong kita.

    Jadi, pikiran dan perasaan daging harus dikorbankan supaya kita bisa mengulurkan tangan pada Tuhan.

    Tuhan mengulurkan tangan belas kasih untuk membelah laut Kolsom, artinya:


    1. Tangan belas kasih Tuhan mampu memelihara hidup kita secara ajaib dan menentukan mati hidup kita,
    2. Tangan belas kasih Tuhan mampu memberikan masa depan yang indah dan berhasil,
    3. Tangan belas kasih Tuhan mampu memakai kita dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.


  2. seorang yang mati tangan kanannya (seorang imam) di rumah Tuhan.
    Matius 12: 9-11
    12:9. Setelah pergi dari sana, Yesus masuk ke rumah ibadat mereka.
    12:10. Di situ ada seorang yang
    mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepada-Nya: "Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?" Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia.
    12:11. Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya?

    'mati tangan kanannya'=


    1. kering rohani= pelayanan suam-suam, tidak bisa memberi (kikir dan serakah), dan tidak bisa menyembah Tuhan.
    2. dalam penderitaan, kemerosotan dan dosa-dosa.


    Markus 3: 3
    3:3. Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!"

    'Mari, berdirilah di tengah!'= imam berdiri ditengah diantara sidang jemaat dan Tuhan untuk ikut pelayanan pendamaian, bukan mengadu domba.
    Dalam Tabernakel, imam berdiri di ruangan suci (sidang jemaat adalah pelataran dan Tuhan adalah ruangan maha suci).
    Kalau imam tidak berada di ruangan suci, itulah yang membuat imam menjadi kering.

    Kalau sudah tergembala, barulah Tuhan mengatakan 'ulurkan tanganmu'.
    Ini juga merupakan penyaliban, sebab tangannya sudah kering (mengorbankan pikiran dan perasaan daging sampai kehendak daging).

    Kalau kita mengulurkan tangan pada Tuhan, maka Tuhan akan mengulurkan tangan pada kita dan kita akan mengalami pemulihan. Kita bisa sehat secara rohani, bisa melakukan segala sesuatu untuk Tuhan dan bisa menyembah Tuhan.
    Tidak ada artinya kalau kita tidak bisa menyembah Tuhan.


  3. Petrus.
    Yohanes 21: 18-19
    21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
    21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana
    Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

    Sebelum tergembala, Petrus mengulurkan tangan untuk menarik Yesus ke samping dan memutuskan telinga Malkus (hamba imam besar) sampai menyangkal Yesus.

    Sesudah tergembala, Petrus mengalami penyucian sampai ke dalam hatinya dan ia bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan sampai berkorban nyawa. Dan Tuhan ulurkan tangan kepada Petrus untuk membuka Yerusalem Baru (nama Petrus tertulis dalam Yerusalem Baru).

    Wahyu 21: 14
    21:14. Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.

    Apapun keadaan kita secara jasmani dan rohani, mungkin sudah terpuruk, bahkan mungkin sudah seperti Petrus (sama seperti setan), tetapi Tuhan masih bisa mengulurkan tangan untuk mengolong kita sampai nama kita tertulis di Yerusalem Baru.
    Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan asalkan kita mau mengulurkan tangan pada Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top