English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 03 Oktober 2015 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Peneguhan dan Pemberkatan Nikah.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 02 Juni 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Raya Surabaya, 27 Oktober 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 06 Juli 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan...

Ibadah Raya Surabaya, 04 Agustus 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 04 Februari 2012 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Peneguhan dan Pemberkatan Nikah.

Lukas 1:26-31
1:26 Dalam bulan yang...

Ibadah Raya Malang, 05 Juli 2009 (Minggu Pagi)
Lukas 23: 43
"KEMBALI KE FIRDAUS"

Tuhan menciptakan manusia, Adam dan Hawa, sama mulia dengan...

Ibadah Raya Surabaya, 10 Januari 2010 (Minggu Sore)
Matius 24: 43-44
Kita harus berjaga-jaga supaya tidak masuk hukuman bersama dunia, tetapi terangkat bersama Tuhan.
ay....

Ibadah Raya Malang, 26 Juni 2011 (Minggu Pagi)
Dari Siaran Tunda Ibadah Kunjungan di Jerman

Tema: "40"
Dalam Alkitab, angka 40 memiliki arti penting.
Empat puluh artinya penamatan daging dengan...

Ibadah Raya Malang, 06 Maret 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 adalah tentang sidang jemaat Laodikia...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 September 2011 (Kamis Sore)
Siaran tunda dari Ibadah Kunjungan di Pematang Siantar.

Tema: 25...

Ibadah Paskah Medan IV, 29 April 2009 (Rabu Sore)
Wahyu 22: 20
'Ya, Aku datang segera'=kesiapan Tuhan untuk datang kedua kali dalam kemuliaan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Januari 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 29-31
= nubuat ke-5, tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.
ay. 29-31= keadaan pada...

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 29 Maret 2013 (Jumat Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 11 Mei 2016 (Rabu Malam)
Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih setia TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Roma 8: 26
8:26 Demikian juga...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Persekutuan II di Square Ballroom Surabaya, 30 Mei 2018 (Rabu Pagi)

Bersamaan dengan pembukaan Lempin-El "Kristus Ajaib" angkatan XL

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Tema: Wahyu 22: 20
22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

'Ya, Aku datang segera!'= Tuhan Yesus sudah siap sedia untuk segera datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai.
'Amin, datanglah, Tuhan Yesus!'= sidang jemaat juga sudah siap sedia untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, sehingga terjadi perjamuan kawin Anak Domba (Wahyu 19: 9)--nikah yang rohani/sempurna antara Yesus dan sidang jemaat; ini adalah pintu menuju kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang) dan Yerusalem baru, kerajaan sorga yang kekal.

Jadi kita harus menjaga nikah kita hari-hari ini. Nikah jasmani adalah pintu masuk ke dunia.
Tetapi nikah jasmani harus ditingkatkan sampai pada nikah rohani. Karena itu kita harus menjaga kebenaran, kesucian, dan kesatuan nikah, sampai mencapai nikah rohani; pintu untuk masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang) dan Yerusalem baru.

'"Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!'= ada PERSIAPAN-PERSIAPAN.
Persiapan apa yang dilakukan Yesus untuk segera datang kembali? Persiapan apa yang dilakukan sidang jemaat untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali?
Kali ini kita belajar angka 40, bersamaan dengan pembukaan Lembaga Pendidikan El-kitab "Kristus Ajaib" angkatan XL, tahun kelima puluh.

"Ini angkatan istimewa. Saya dulu juga angkatan istimewa: angkatan XVIII; kalau sungguh-sungguh akan jadi hamba Tuhan, kalau tidak sungguh-sungguh akan dicap 666, bahaya."

Di perjanjian lama, ada angka empat puluh.
Keluaran 34: 27-29
34:27. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Tuliskanlah segala firman ini, sebab berdasarkan firman ini telah Kuadakan perjanjian dengan engkau dan dengan Israel."
34:28. Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman.
34:29. Ketika Musa turun dari gunung Sinai--kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu--tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN.

'tidak makan roti, tidak minum air'= berpuasa.
Musa berpuasa empat puluh hari empat puluh malam untuk menerima dua loh batu yang baru, yang sama dengan yang mula-mula. Musa sudah menerima dua loh batu yang pertama, tetapi karena bangsa Israel menyembah lembu emas, maka Musa memecahkan dua loh batu, supaya mereka tertolong. Lalu Tuhan perintahkan Musa membuat dua loh batu yang baru. Ia berpuasa lagi empat puluh hari empat puluh malam, dan ia menerima dua loh batu yang baru, yang disertai dengan kemuliaan--'kulit mukanya bercahaya'.

Di perjanjian baru, tadi malam kita sudah mendengar: Yesus memiliki tiga kali angka empat puluh, berarti tubuh, jiwa, dan roh-Nya sudah mengalami penamatan daging:

  1. Yesus diserahkan kepada Tuhan pada hari yang keempat puluh.
    Yesus lahir dan disunat pada hari kedelapan, kemudian menunggu tiga puluh tiga hari.
    Delapan hari dan menunggu tiga puluh tiga hari bukan empat puluh satu hari, karena tiga puluh tiga hari dihitung mulai dari hari di mana Yesus disunat--hari kedelapan. Jadi ada empat puluh hari. Ini sudah diterangkan pada ibadah I.


  2. Empat puluh hari empat puluh malam Ia berpuasa seperti Musa.
  3. Empat puluh hari dalam tubuh kebangkitan, Ia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya.

AD. 2
Yesus berpuasa empat puluh hari empat puluh malam--mengalami perobekan daging--untuk menghadapi pencobaan-pencobaan dari iblis karena dua hal:

  1. Yesus berjuang untuk tetap hidup dalam kehendak Allah/rencana Allah--'ada tertulis....'--, supaya bisa mencapai kemuliaan di sorga. Tadi Musa berpuasa untuk menerima dua loh batu, sehingga kulit mukanya bercahaya (dalam kemuliaan).
    Yesus juga berpuasa untuk mengalahkan setan sehingga Ia selalu berada di dalam kehendak Tuhan, supaya mencapai kemuliaan di sorga, dan Dia bisa datang kembali kedua kali.

    Ini adalah PERSIAPAN TUHAN untuk mengalahkan setan tritunggal, yaitu lewat BERPUASA.

    Rencana Allah/kehendak Allah/firman itu seperti rel. Sehebat apapun kereta api, kalau keluar dari rel, akan hancur. Semakin hebat, semakin hebat kehancurannya. Ini kemauan dari setan yaitu menarik kita keluar dari kehendak Tuhan. Biar orang berkata: Dia bernubuat, dia mengusir setan, tetapi Tuhan berkata: Enyahlah!
    Harus kembali pada firman! Ini yang dipertahankan oleh Yesus lewat doa puasa.


  2. Yesus memperjuangkan batu keras--bangsa kafir--supaya berada dalam rencana Tuhan, sehingga menjadi sama mulia dengan Tuhan.
    Dua loh batu yang mula-mula, batunya dari Tuhan, tetapi dua loh batu yang kedua, batunya diambil dari gunung Sinai--batu keras. Itu yang dipahat oleh Musa dan ditulisi oleh Tuhan, menjadi dua loh batu yang baru.

    Kalau Yesus berada di dalam rencana Allah, maka Dia bisa memperjuangkan kita bangsa kafir untuk selalu berada dalam rencana Allah, supaya kita sama mulia dengan Dia. Di luar rel, habis.
    Karena itu jangan pernah bilang: Oh, hanya selisih sedikit. Belajar pada rel, selisih satu milimeter saja jaraknya, semakin jauh tidak akan pernah bertemu lagi. Semakin jauh, semakin lupa kita. Hati-hati! Bukan eksklusif atau merasa hebat, bahaya kalau merasa hebat, pasti ambruk, tetapi harus berada dalam kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan adalah alkitab/pengajaran yang benar.

Ini yang diperjuangkan oleh Tuhan, yaitu untuk diri-Nya sendiri lebih dulu supaya bisa mulia untuk bisa datang kembali kedua kali, kemudian Ia memperjuangkan kita bangsa kafir--batu keras--, supaya berada dalam rencana Tuhan, sehingga bisa menjadi sama mulia dengan Dia, dan menyambut kedatangan-Nya di awan-awan yang permai. Ini persiapan dari Yesus.

Jadi BANGSA KAFIR JUGA HARUS BERPUASA.
Ada ajaran, kalau ada kabar mempelai tidak usah berpuasa. Bukan begitu. Yesus berkata: "Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa." Sekarang Yesus Mempelai Pria ada di sorga dan kita di dunia, berarti sekarang waktunya kita berpuasa. Setelah kita bertemu dengan Tuhan di awan-awan yang permai, barulah kita tidak perlu berpuasa lagi selamanya. Itu yang benar. Firman harus diterangkan dengan ayat-ayat. Kalau mengambil yang enak bagi daging, itu bukan pembukaan firman, tetapi tafsiran manusia.

Pembukaan firman memang merupakan perobekan daging.
Bangsa kafir harus berpuasa--mengalami perobekan daging--, berjuang supaya SELALU BERADA DALAM RENCANA ALLAH, sampai menjadi sama mulia dengan Tuhan, dan bisa menyambut kedatangan-Nya kedua kali. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), sampai kerajaan sorga yang kekal.
Itulah PERSIAPAN KITA BATU KERAS--BANGSA KAFIR.
Yesus berpuasa dobel: untuk diri-Nya dan kita. Yesus sudah memperjuangkan kita, kita juga berjuang; kita berpuasa.

Sekarang kita belajar langkah-langkah batu keras--bangsa kafir--untuk bisa menjadi sama mulia dengan Yesus lewat angka empat puluh (berpuasa)--seperti batu keras yang dipahat oleh Musa, kemudian ditulisi oleh Tuhan; kita batu keras menjadi sama dengan dua loh batu yang mula-mula, itulah Yesus. Dua loh batu mula-mula yang dipecahkan menunjuk pada Yesus yang disalibkan untuk menolong bangsa Israel dan kafir yang berdosa, sampai kita sama dengan Dia.

Kita belajar langkah-langkah batu keras--bangsa kafir--untuk bisa menjadi sama mulia dengan Yesus--rencana Allah untuk bangsa kafir--:
Matius 4: 1-4
4:1. Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
4:2. Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.
4:3. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."
4:4. Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

'batu-batu'= bangsa kafir.

Di sini, rencana Allah bagi bangsa kafir adalah batu keras harus menjadi roti--anak-anak Abraham, umat pilihan Tuhan. Ini adalah roti rohani yang bisa dimakan oleh Tuhan; mengenyangkan dan menyenangkan hati Tuhan.
Bangsa kafir harus menjadi anak-anak Abraham.

Matius 3: 7-9
3:7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
3:8. Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
3:9. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

'Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?'= mereka masuk baptisan tetapi tidak sungguh-sungguh; tidak memenuhi syarat.
Sebenarnya keturunan Abraham hanya bangsa Israel asli tetapi di ayat tadi, ada kemurahan Tuhan bagi bangsa kafir, karena sebagian bangsa Israel asli berubah dari keturunan Abraham menjadi keturunan ular beludak, sehingga bangsa kafir bisa menjadi keturunan Abraham. Mengapa bisa berubah? karena ajaran-ajaran palsu--ajaran Farisi dan Saduki.
Ajaran Farisi= ajaran tentang kawin cerai.
Ajaran Saduki= ajaran bahwa tidak ada kebangkitan, roh, dan malaikat; manusia mati habis perkara. Hati-hati dengan ajaran palsu!

Ajaran palsu= menentang ajaran Yesus yang benar. bahaya! Kalau ada pengajaran yang benar lalu saya menentang, saya akan menjadi ular, pasti bicaranya tidak baik: Benar...tetapi......, salah....namun..... Hati-hati! Keturunan Abraham yang hebat jadi ular, apalagi bangsa kafir yang memang batu keras, mau jadi apa? Serius! Ini soal makanan.

Pencobaan pertama soal makanan. Adam dan Hawa dicobai soal makanan, Yesus juga. Hati-hati dengan ajaran palsu yang banyak digemari oleh hamba Tuhan karena enak bagi daging. Tuhan tolong kita semua.

Proses bangsa kafir menjadi keturunan Abraham:

  • 'hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan'= percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa. Mati terhadap dosa--lepas dari tangan setan--, terutama tidak boleh ada dusta dan benci--setan adalah bapa pendusta dan pembunuh. Kalau dusta, pasti benci tanpa alasan yang dimulai dari iri; tidak akan bisa saling mengasihi tetapi mengancam dan sebagainya. Kita harus hati-hati!

    Terlepas dari dusta= berkata benar.
    Terlepas dari kebencian= mengasihi Tuhan lebih dari semua, mengasihi sesama seperti diri sendiri, sampai mengasihi musuh.

    Dusta juga termasuk ajaran palsu yang membuat iri dan benci.
    Kakak-kakak Yusuf banyak berdusta, dan akhirnya membenci Yusuf.
    Kain membenci Habel. Apa salah Habel? Pelayanan Habel berkenan pada Tuhan, dan Kain belum berkenan. Seharusnya Kain fellowship dengan Habel, biarpun dia adik, tidak ada masalah.

    "Saya diajarkan guru saya, Pdt Pong Dongalemba (alm.): Pengerja berkhotbah, catat. Misalnya saya berkhotbah injil Matius dan pengerja juga injil Matius, dia terangkan, saya kagum, saya belum sampai di sana, dia sudah sampai, hebat. Tidak ada masalah kita fellowship dengan orang yang dipakai Tuhan. Sayang sekali kalau tidak mau, malah membunuh--membenci, bergosip. Hancurlah Kain, tidak bertobat sama sekali. Mau menjadi mempelai tetapi tidak bertobat. Kadang kala orang berkata: Pelajaran kok hanya percaya dan bertobat, seharusnya sempurna. Bertobat saja belum, mana ada jalannya untuk sempurna? Bertobat dulu baru bisa sempurna."


  • Baptisan air--tadi orang Farisi dan Saduki masuk baptisan air.
    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka--yaitu mengalami baptisan Roh Kudus; hidup dalam urapan Roh Kudus sehingga bisa hidup dalam kebenaran.

    Hidup dalam kebenaran= hidup dari iman. Inilah keturunan Abraham.
    Galatia 3: 7
    3:7. Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

    Bangsa kafir--batu keras--harus tenggelam dalam baptisan air, baru bisa muncul sebagai anak-anak Abraham.
    Hidup dari iman jangan disalahartikan. Tidak boleh makan sambal oleh dokter, lalu berkata: Dalam nama Yesus, kita makan tidak apa-apa. Itu bukan iman, tetapi mencobai. Iman adalah kebenaran. Jadi yang benar saja. Mau naik motor, pakai helm dan SIM C. Itu iman. Bukan berkata: Tutup mata polisi, aku tidak pakai pelat nomor. Itu pencobaan, itu setan. Jangan begitu!

Hidup dalam kebenaran= hidup dari iman (hidup dari firman Allah), itulah roti rohani yang mengenyangkan dan menyenangkan hati Tuhan sehingga kita selamat, menjadi keturunan Abraham yang layak menerima janji Allah sampai hidup kekal; keturunan Abraham secara jasmani menerima Kanaan, sekarang kita menerima Kanaan Samawi--Yerusalem baru.

Di dalam Tabernakel, ini sama dengan masuk halaman Tabernakel. Tadinya batu keras ada di dalam got, lalu diambil, tenggelam dalam baptisan, masuk halaman Tabernakel; bisa hidup kekal di sorga.

Inilah rencana Allah yaitu batu keras harus menjadi anak-anak Abraham, tetapi menghadapi pencobaan-pencobaan. Ini yang kita pergumulkan lewat berpuasa.

  1. Matius 4: 3
    4:3. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."

    Pencobaan pertama: setan menyuruh Yesus untuk mengubah batu menjadi roti jasmani--untuk makanan jasmani; yang penting gereja besar, banyak makan dan lain-lain.
    Setan mau merusak rencana Allah; menarik Yesus keluar dari rencana Allah.

    Tugas Yesus lewat RENCANA ALLAH: dari batu dijadikan anak-anak Abraham--KESELAMATAN.
    Sekarang keselamatan ditukar dengan perkara jasmani, seperti Esau. Hati-hati, ini adalah pencobaan yang luar biasa.

    Bagaimana caranya anak Tuhan menukar keselamatan dengan perkara dunia? Iblis mempersulit keadaan ekonomi di dunia--nanti memang akan dikuasai seluruhnya oleh antikris--, sehingga hidup di dunia seperti harus mengubah batu jadi roti; sulit dan mustahil. Tujuannya: supaya anak-anak Tuhan yang sudah hidup benar dan selamat--anak-anak Abraham--, berusaha mencari makan dan hidup di dunia, sampai mengabaikan keselamatan; keluar dari iman; keluar dari rencana/kehendak Allah dan binasa selamanya. Ini pencobaan yang luar biasa.

    Kalau tidak makan, itu pencobaan yang biasa. Hamba Tuhan tidak makan, biasa. Yang luar biasa adalah kehilangan keselamatan, keluar dari rencana Allah. Itu yang diincar oleh setan. Kalau Yesus keluar dari rencana Allah, bangsa kafir akan kiamat dan binasa selamanya.

    Sekarang moto Esau/setan yang digunakan: Pokoknya makan, pokoknya kawin...., sekalipun tidak benar; kehilangan keselamatan.
    Ini rencana setan yang harus ditangkal lewat doa puasa.

    "Ada seorang murid Lempin-El berkata: 'Om, saya tidak bisa puasa.': 'Pulang saja, hamba Tuhan kok tidak bisa puasa.': 'Iya om, saya coba.' Sekarang saya tanya, dia puasa sendiri, sekalipun yang lain tidak berpuasa. Sudah cinta puasa.
    Ada seorang sarjana agama, dua kali gagal. Yang pertama, dia lari pulang. Setelah satu tahun dia telepon: 'Om, terimalah saya lagi.': 'Oh, iya.' Saya begitu, jangan sampai menghambat orang mau jadi hamba Tuhan. Ternyata lari lagi. Saya tanya-tanya: Kenapa sih dia?: Tidak kuat berlutut. Bayangkan! Tidak kuat berlutut, apalagi berpuasa.
    "

    Lewat doa puasa--perobekan daging--KITA BERJUANG UNTUK TETAP HIDUP BENAR; hidup dari iman; tetap dalam rencana Allah; tetap selamat apapun yang kita hadapi.

    "Motto Lempin-El "Kristus Ajaib": Lebih baik tidak....dari pada tidak selamat atau kehilangan kebenaran, apapun resikonya."

    Sadrakh, Mesakh, dan Abednego orang buangan, hutang budi pada raja; mereka disekolahkan, diberi kedudukan dan diberi gaji oleh raja. Lalu raja perintahkan untuk menyembah patung--pengajaran dan penyembahan palsu--, tetapi mereka tidak mau. Membalas budi bukan dengan dosa, tetapi dengan budi. Kalau ada berkat, kirimkan. Jangan dibalas dengan hal yang tidak benar. Untuk apa mendapat seluruh harta dunia tetapi nyawa tidak selamat? Untuk apa kita harus takut dengan perkara jasmani? Yang penting, saat kita benar Tuhan beserta kita, dan setan tidak akan bisa menjatuhkan.

    Kalau tidak benar, tidak usah ikut-ikut, pasti hancur sendiri. Kalau hidup benar, setanpun tidak bisa berbuat apa-apa.
    Kalau kita bertahan pada kebenaran, Tuhan akan beserta kita; Dia memberkati secara jasmani dan rohani sampai ke anak cucu.

    Mazmur 37: 25-26
    37:25. Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
    37:26. tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.

    Dari muda sampai tua diberkati oleh Tuhan dengan berkat rohani dan jasmani, dan menjadi berkat bagi orang lain. Itu adalah rumus berkat Abraham. Kalau diberkati tetapi tidak mengalir, akan meledak perutnya seperti Yudas Iskariot. Kalau diberkati dan jadi berkat, berkat tidak akan habis sampai hidup kekal selamanya.

    Inilah perjuangan pertama; pencobaan pertama; rencana Allah yang pertama yaitu mengubah BATU JADI ROTI--roti rohani yang mengenyangkan dan menyenangkan hati Tuhan. Tuhan lapar, tidak mau roti jasmani, tetapi roti rohani--bangsa kafir yang menyenangkan dan mengenyangkan Dia. Mari kita ikuti rencana Tuhan lewat berpuasa--perobekan daging--, jangan keluar dari rel rencana Allah, apapun resikonya.

    Kalau di kantor takut diPHK, berpuasa: Saya mau tetap dalam rencana-Mu, mau diPHK terserah, yang penting Tuhan beserta aku. Hamba Tuhan takut ancaman, puasa. Jangan lari sana sini, telepon sana sini. Berpuasa, serahkan pada Tuhan: Saya tidak mampu mempertahankan kebenaran. Engkaulah sumber kebenaran. Kalau aku benar, Engkau tunjukkan, kalau aku salah/khilaf, tunjukkan.


  2. Matius 4: 5-7
    4:5. Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,
    4:6. lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."
    4:7. Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"

    'ada tertulis'= tertulis dalam alkitab. Kembali pada alkitab, bukan buku-buku lain.

    Pencobaan yang kedua: setan menyuruh Yesus menjatuhkan diri-Nya. Setan hanya demonstrasi kuasa secara jasmani.

    Tetapi apa rencana Allah?
    Efesus 4: 8-12
    4:8. Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."
    4:9. Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?
    4:10. Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
    4:11. Dan ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh kristus,

    Rencana Allah yang sebenarnya adalah Yesus harus jatuh--turun dari sorga--sampai ke bagian bumi paling bawah--alam maut--, mati di kayu salib untuk dua hal:


    • Melepaskan kita bangsa kafir dari tawanan dosa/tawanan maut. Kalau dibelenggu mana bisa bekerja?
    • Memberikan pemberian-pemberian, yaitu jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus; mengangkat kita menjadi imam dan raja yang dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna:


      1. Mulai dari dalam nikah. Pertajam jabatan di dalam nikah: suami mengasihi isteri; isteri tunduk pada suami.
        Jangan munafik, di dalam nikah tidak baik, tetapi di gereja baik.

        "Inilah kebahagiaan saya. Dulu saya mau sekolah agama di luar negeri. Tetapi ayah saya (alm.) mengatakan: 'Kalau kamu mau sekolah alkitab di Indonesia saja.' Padahal saya takut kalau tidak boleh sekolah alkitab, makanya saya mau ke luar negeri biar beliau bangga. Setelah beliau meninggal, saya diterima di Lempin-El "Kristus Ajaib", bahagia sekali. Karena di dalam kabar mempelai diatur: dari tidak ada jadi ada, dari kecil jadi besar. Bukan langsung besar. Kalau langsung besar, itu menara Babel, dan akhirnya tinggal satu batu, dan tenggelam di laut. Tetapi kabar mempelai dimulai dari satu batu yaitu Yesus yang disalibkan, sampai menjadi bangunan Yerusalem baru, kekal selamanya."

        Di dalam nikah, jabatan sebagai suami pasti ada karunianya, tinggal mau atau tidak. Begitu juga dengan isteri.

        "Saya kasihan dengan anak-anak muda yang menjadi aktivis gereja. Dulu saya juga sampai tidur di gereja, padahal saya bukan pengerja karena sangat aktif. Tetapi sudah jadi aktivis, seringkali di rumah menyakiti hati orang tua. Munafik! Jangan!"


      2. Penggembalaan.

      3. Antar penggembalaan.
        Di penggembalaan saja gembala tidak melayani, tetapi mau melayani ke mana-mana. Tidak masuk akal, karena pelayanan ke luar merupakan kelimpahan dari penggembalaan. Kalau tidak melimpah ke luar, akan kering semua, di dalam kering, di luar juga kering.

        "Mengadakan ibadah persekutuan seperti ini, tanggung jawab. Saya diundang ke manapun, tanggung jawab, mau dibawa kering atau melimpah. Tanggung jawab mulai dari pembicara dan panitia. Bukan hanya mau ramai-ramai. Kalau bukan karena saya hutang kepada Tuhan--hutang berkat yang harus disalurkan--, tidak usah ibadah seperti ini, lebih baik uangnya disimpan. Tetapi sudah komitmen, apa yang diterima harus dibagikan supaya terus Tuhan kirimkan. Untuk apa ini semua kalau hanya untuk hebat dan terkenal? Malu. Jauh dari hal itu. Tetapi berkat Tuhan harus disalurkan."

        Lihat bagaimana penggembalaan! Jangan sembarangan! Kalau saya kering di dalam penggembalaan, yang datang jadi kering juga; yang basah jadi kering, yang kering tambah kering. Jangan! Bukan di luar, tetapi di sini. Lihat penggembalaan dan nikah dulu! Kalau saya kering, jangan datang, rugi sekali, pulang jadi kering, yang basah juga ikut gugur. Di sini dulu, saya bukan bicara yang di luar.


      4. Sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna, yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.


    Jadi rencana Allah yang pertama bagi bangsa kafir: batu keras jadi roti yang rohani; anak Abraham--hidup dari iman/hidup benar.
    Sekarang, RENCANA ALLAH yang kedua: BANGSA KAFIR HARUS MENJADI IMAM DAN RAJA--batu hidup; BATU KERAS JADI BATU HIDUP, yang dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus (rumah rohani).

    1 Petrus 2: 5
    2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

    'imamat rajani'= imam dan raja= imamat kudus.
    Jangan takut melayani Tuhan! Dulu batu keras, tenggelam di kubangan dosa--bangsa kafir hanya seperti anjing dan babi--, tetapi sekarang menjadi batu hidup.
    Batu hidup artinya: hidup dari kemurahan dan belas kasih Tuhan, sehingga di mana saja, kapan saja, dan situasi apa saja bisa bisa hidup sampai hidup di kerajaan sorga yang kekal.

    "Pengalaman saya, pdt Pong selalu mengajar saya saat bertemu: 'Pak Wi dulu kamu bekerja, sekarang di sini tidak ada gaji, lima ribu yang kamu terima, di dalamnya ada kemurahan Tuhan.' Sekarang saya lebih mengerti. Lima ribu kecil secara jumlah, tetapi kemurahan Tuhan besar di dalamnya--hidup dari kemurahan Tuhan."

    Syarat menjadi imam dan raja/pelayan Tuhan: kesucian--tadi dituliskan: untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan. Bertobat dan hidup suci dulu, baru melayani.
    Keluaran 29: 1a
    29:1a. "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku:

    Untuk hidup suci, bangsa kafir harus masuk ruangan suci. Tadi sudah masuk halaman Tabernakel, sekarang lanjutkan masuk ruangan suci, sekarang artinya kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya termasuk ibadah persekutuan; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya; sama dengan pesta Pentakosta.


    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus; sama dengan pesta Paskah.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya; sama dengan pesta Pondok Daun.


    Di dalam injil Yohanes 10, untuk masuk kandang, kita harus masuk pintu sempit.
    Jadi untuk masuk kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah--, bagi seorang gembala dan jemaat sama seperti masuk pintu sempit: gembala harus terus mempersiapkan makanan, jemaat dari kerja/kuliah masuk ibadah, besok kerja/kuliah lagi. Jangan pikir hanya gembala yang susah, sidang jemaat juga susah. Gembala capek periksa firman, setelah berkhotbah bisa tidur, tetapi sidang jemaat besok masih ujian, pulang ibadah masih belajar. Jangan pikir gembala paling hebat, paling sengsara! Justru jemaat yang sengsara. Betul-betul saya alami bagaimana mereka berjuang untuk masuk pintu sempit.

    Pintu sempit sama dengan pintu kerajaan sorga. Jangan takut! Pintu kandang penggembalaan adalah pintu kerajaan sorga--Yesus berkata: Akulah pintu.
    Wahyu 21: 12
    21:12. Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.

    Yang menjaga pintu gerbang sorga adalah malaikat. Malaikat menunjuk pada gembala.
    Artinya: pintu sempit/pintu kandang penggembalaan dijaga oleh seorang gembala, dan menuju Yerusalem baru.

    "Sekali lagi, ibadah semacam ini bukan kebanggaan, tetapi hanya tugas/bonus. Tugas utama adalah penggembalaan. Jangan sampai yang di penggembalaan gugur. Jangan kering! Ini yang harus dijaga. Malaikat siap terus, begitu melayani ke luar harus cepat kembali. Pintu penggembalaan adalah pintu kerajaan sorga. Jangan ragu-ragu untuk masuk! Memang sakit bagi daging, tetapi di baliknya ada suasana sorga sampai benar-benar masuk kerajaan sorga yang kekal."

    Di zaman Musa, berupa tiga macam alat, zaman hujan awal: tiga macam ketekunan, zaman hujan akhir: ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Mengapa tiga macam? Kita terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh; Allah adalah tritunggal dengan tugas-Nya masing-masing; pesta besar bangsa Israel ada tiga macam (pesta Paskah, Pentakosta, dan Pondok Daun).

    Kisah Rasul 2: 41-42
    2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
    2:42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.



    Imamat 21: 12 => kudusnya para imam
    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Kalau kita sudah tekun di dalam kandang penggembalaan--ruangan suci--, kita akan mengalami dua hal:


    • Penyucian tubuh, jiwa, dan roh secara terus menerus sehingga kita bisa hidup suci.
    • Urapan Roh Kudus yang membuat kita setia berkobar-kobar.


    Kalau gembala keluar dari ruangan suci, domba akan tercerai-berai. Mulai dari gembala, jaga pintu gerbang, jangan meloncat tembok--tiba-tiba datang, tiba-tiba hilang. Bahaya! Jaga pintu hari-hari ini, demi hidup suci dan urapan Roh Kudus.

    Kalau semua tekun dalam tiga macam ibadah, kita akan hidup suci dan diurapi. Tidak ada yang loyo, tetapi semua suci dan setia berkobar-kobar.
    Sebaliknya, kalau keluar dari ruangan suci, pasti melanggar kesucian, sehingga kering dan loyo. Gembala hati-hati! Sungguh-sungguh!

    Kalau suci dan setia berkobar-kobar, kita akan mendapatkan jubah indah--jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.
    Kejadian 37: 1-3
    37:1. Adapun Yakub, ia diam di negeri penumpangan ayahnya, yakni di tanah Kanaan.
    37:2. Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun--jadi masih muda--biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.
    37:3. Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.

    'biasa menggembalakan'= tekun tergembala, bukan kebiasaan.
    'Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya'= tidak mau kompromi dengan dosa; tidak takut.

    "Hamba Tuhan seringkali munafik karena tidak suci dan setia. Bahaya! Bisa kompromi dengan dosa; bisa main mata sedikit; tidak jujur. Di dalam rapat berkata: Bagus...bagus, padahal ada yang tidak cocok. Kalau berkata: Tidak cocok, nanti yang lain protes. Biar saja protes, yang penting tidak mau kompromi dengan dosa.
    Di dalam berkata: Baik...baik, tetapi di luar berkata lain.
    "

    'Israel lebih mengasihi Yusuf'= jangan iri kepada orang suci dan setia.
    Yusuf mendapat jubah indah, kita juga mendapat jubah indah; hidup kita mulai indah. Sebelum punya jubah indah, hidup ini belum indah; masih telanjang; susah.
    Mari, pakai jubah indah! Hidup kita mulai indah.

    Imamat 21: 12
    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Yusuf dikhususkan. Jangan iri kalau ada orang yang bertekun sungguh-sungguh dalam kandang penggembalaan--hidup suci dan setia berkobar-kobar--memiliki hidup yang indah, pelayanannya indah, pekerjaannya indah. Jangan iri, tetapi teladani!
    Kalau iri, kita akan mundur; kalau meneladani, kita akan maju. Kaki kanan maju, kaki kiri harus maju. Kalau tidak mengikuti, malah menjegal, jatuhlah dia.

    "Saya bukan keturunan hamba Tuhan, bukan keturunan orang kristen. Saya sekeluarga ditemukan oleh Tuhan. Saya menjadi hamba Tuhan hanya meniru. Siapa yang ditiru? Yesus--firman pengajaran--, dan dua gembala saya yang terakhir: Pdt In Juwono dan Pdt Pong, karena saya sudah melihat pemakaian Tuhan pada beliau. Mari lanjutkan, ikuti saja. Jangan gali yang lain! Menggali pondasi saja belum tentu bisa. Pdt F.G van Gessel sudah menggali pondasi, Pdt In Juwono sudah mendirikan tembok-tembok, Pdt Pong sudah mendirikan atap, panas-panas semua. Kita tinggal ornamennya, enak sekali. Kenapa harus keluar lagi? Bodoh kalau keluar lagi. Tuhan tolong kita semua."

    Dikhususkan= menjadi biji mata Tuhan sendiri.
    Jadi, selain ada jubah indah--hidup jadi indah--, kita juga dikhususkan.

    Ulangan 32: 10
    32:10. Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.

    Ingat, kita hidup di padang gurun dunia! Harus jadi biji mata Tuhan!
    Kehidupan yang dikhususkan adalah kehidupan yang suci dan setia berkobar, bagaikan biji mata Tuhan yang menyala-nyala.

    "Hati-hati, banyak diajarkan: Luar biasa, kita menjadi biji mata Tuhan. Dia tidak pernah hadir; dia tidur terus, tetapi baru sekali hadir, berkhotbah: Jadi biji mata Tuhan. Kalau tidur terus, bukan menjadi biji mata, tetapi kotoran mata. Jangan seenaknya berbicara, harus ada ayatnya. Suci dan setia berkobar, itulah biji mata Tuhan sendiri."

    Bangsa kafir hidup di padang gurun dunia yang tandus, sulit menabur dan menuai, ada auman binatang buas--marabahaya, celaka--, dan masalah bagaikan pasir banyaknya. Siapa yang dilindungi? Biji mata. Satu butir pasirpun tidak boleh masuk. Itulah kehidupan yang dikhususkan.

    Menghadapi padang pasir yang demikian, hanya satu hikmat Tuhan yaitu bangsa kafir harus hidup tergembala; menjadi imam dan raja yang suci dan setia berkobar; menjadi biji mata Tuhan sendiri. Itu saja. Ada jaminan sebutir pasirpun tidak boleh mengganggu kita. Tidak ada hikmat lain!

    Nanti zaman antikris semua diblokir; semua tidak laku. Hanya biji mata Tuhan yang bisa bertahan.

    "Lempin-El jadi hamba Tuhan tidak usah terlalu muluk-muluk. Suci dan setia berkobar, itu saja."

    Tadi, kita hidup dari iman/firman. Jadi hamba Tuhan yang benar saja.
    Kemudian suci dan setia berkobar. Itu saja, itu sudah menjadi biji mata Tuhan. Tidak usah yang macam-macam tetapi sederhana saja. Tuhan yang tolong kita semua.

    Hati-hati, ada pencobaan kedua. Sementara rencana Allah begitu indah: kita menjadi biji mata-Nya, tetapi ada pencobaan kedua.
    Matius 4: 6
    4:6. lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."

    Di pencobaan kedua, iblis memberikan batu sandungan. Dulu kepada Yesus, sekarang kepada kita, tubuh Kristus. Iblis memberikan batu sandungan, supaya bangsa kafir tersandung dalam dosa sampai puncaknya dosa--dulu sudah benar, sekarang merokok, mabuk, narkoba lagi. Tetapi bicara soal Bait Allah, tersandung di sini adalah tersandung dalam panggilan dan pilihan Tuhan.

    "Lempin-El perhatikan! Kalau benar-benar panggilan Tuhan, buktikan sungguh-sungguh, yaitu tidak tersandung."

    Tersandung dalam panggilan dan pilihan artinya tidak setia dalam ibadah pelayanan, bahkan meninggalkan jabatan pelayanan.
    Sekarang banyak yang pensiun. Ini berarti kalah; diberi batu sandungan oleh setan.

    Pencobaan kedua ini adalah pencobaan yang luar biasa. Kalau hamba Tuhan tidak makan, biasa, orang dunia banyak yang seperti itu. Tetapi kalau seorang hamba/pelayan Tuhan meninggalkan jabatan pelayanan, luar biasa, setan sudah menang dan dia akan hancur. Pertahankan jabatan/jubah indah sampai garis akhir--sampai meninggal atau Yesus datang kembali.

    Batu sandungan terbesar dalam pelayanan adalah diri sendiri yaitu
    keras hati: mempertahankan keinginan jahat (keinginan akan uang) dan malas (tidak setia), dan keinginan najis, dan kepahitan (iri, benci). Ini yang membuat kita tidak bisa maju, malah jatuh tergeletak, apalagi karena mendengar suara orang. Jangan! Kalau terganggu, tanya ke orangnya. Lebih baik tidak terganggu. Supaya tidak tersandung, lari dari suara asing!

    Seringkali kita menyalahkan orang lain; ada jemaat pindah, gembala berkata: Oh, pencuri. Kita tidak akan bisa maju. Orang lain terus yang disalahkan. Dia tidak bisa kasih makan, setelah jemaat cari makan di tempat lain, dibilang: Pencuri. Bukan begitu! Yang tidak memberi makan, itulah yang pencuri dan pembunuh.
    Batu sandungan terbesar adalah diri sendiri. Yesus disuruh menjatuhkan diri, tergantung Dia. Yesus bukan didorong oleh setan, kalau didorong setan, berarti tergantung setan. Setan hanya menyuruh, kalau Yesus tidak mau, Ia tidak akan jatuh. Tergantung pada diri sendiri.

    Yudas Iskariot mempertahankan keinginan akan uang--keras hati--, akhirnya ia tersandung dan jatuh tertelungkup, perutnya pecah; dipermalukan. Orang tersandung pasti dipermalukan--kebusukannya keluar--, dan dibinasakan, tidak ada pengampunan lagi. Jangan ikut-ikut orang yang keras hati! Kalau tidak bisa dinasihati, jangan ikut-ikut, nanti dia akan jatuh sendiri. Kalau dia memfitnah kita, biarkan saja, nanti dia akan jatuh sendiri. Tidak usah bingung. Di kantor, saudara sudah benar, lalu digosipkan, kalau gosipnya benar, minta ampun, kalau tidak benar, abaikan saja. Kita tetap maju bersama Tuhan, tidak tersandung. Jangan ribut!

    "Seperti fellowship ini untuk apa ribut mencari siapa yang tidak datang? Yang datang ini yang dikasih makan. Ini merupakan ajaran dari Pdt In Juwono dan Pdt Pong. Yang butuh, datang, yang tidak butuh, tidak apa-apa, bebas saja."

    Lewat doa puasa--perobekan daging--KITA BERJUANG SUPAYA KITA TIDAK TERSANDUNG, TETAPI BERTAHAN DALAM JUBAH INDAH, BATU HIDUP, setia berkobar-kobar sampai garis akhir--memiliki hak penuh untuk masuk kerajaan sorga.

    Karena itu ambil doa puasa supaya terus stabil di dalam rumah Allah, sampai masuk kerajaan sorga.


  3. Matius 4: 8-10
    4:8. Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
    4:9. dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."
    4:10. Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

    Pencobaan ketiga: Yesus mau diangkat jadi raja dunia secara instan.

    RENCANA ALLAH: Yesus akan datang kembali kedua kali sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai; IA HARUS MATI, BANGKIT, NAIK KE SORGA, DAN IA AKAN DATANG KEMBALI SEBAGAI RAJA--tadi pencobaan dari iblis tentang raja. Menjadi Raja sorga tidak instan: lahir di kandang, disiksa, mati, bangkit, baru naik ke sorga. Itu rencana Allah.

    "Lempin-El tidak tidur malam untuk berjaga, itu belajar. Namanya gembala harus jaga malam. Pdt In Juwono berkata: Saya bayar satpam bisa (maaf yang bekerja sebagai satpam), tetapi saya akan didik murid-murid untuk berjaga-jaga. Pengerja juga berjaga-jaga, supaya terbiasa kalau mencari firman."

    Kita punya anak, hati-hati. Kalau memang bukan panggilan jadi hamba Tuhan, jangan, kalau memang panggilan, silakan dididik dari kecil. Tidak salah anak menggantikan orang tua kalau panggilan Tuhan. Jangan instan! Instan itu dari setan, kalau dari Tuhan ada prosesnya.

    2 Petrus 1: 16-18
    1:16. Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.
    1:17. Kami menyaksikan, bagaimana Ia
    menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
    1:18. Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika
    kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.

    Di atas gunung penyembahan Yesus ditampilkan dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.
    Doa penyembahan adalah dasar, bisa ditambah dengan doa puasa dan doa semalam suntuk untuk mempercepat prosesnya karena kedatangan Tuhan juga cepat.

    Bangsa kafir juga. Kalau mau berada dalam rencana Allah, bangsa kafir harus berpuasa--berdoa menyembah; naik ke atas gunung penyembahan; mengalami perobekan daging--sehingga MENGALAMI SINAR KEMULIAAN DARI WAJAH YESUS; kita mengalami pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Ini adalah mujizat terbesar.

    Setan tidak bisa berubah karena ia tidak punya daging; hanya roh. Roh penurut dan daging lemah, kalau roh yang adalah penurut itu jatuh, tidak akan bisa ditolong.
    Kita masih punya daging, kita masih bisa bertobat dan berubah. Apapun keadaan kita, naik gunung saat ini, sembah Tuhan, biar Dia menyinari dan mengubahkan kita dari manusia daging yang berdosa menjadi manusia mulia seperti Dia.

    Mujizat terus terjadi, termasuk mujizat jasmani: ekonomi, pelayanan dan sebagainya. Semua bergantung pada kita.

    Banyak naik gunung hari-hari ini apapun yang kita hadapi; berdoa menyembah ditambah berpuasa. Jangan berada di lembah! Jangan urus yang di bawah! Dari sana biar sinar kemuliaan turun menjangkau kita.
    Jemaat ada di mana, gembala tidak bisa menjangkau, tetapi biarlah sinar kemuliaan Tuhan yang menjangkau kita dan jemaat yang berada di lembah-lembah.

    Ini tugas kita, yaitu naik gunung, bukan bergosip, tetapi menyembah. Kalau bergosip, akan kering.

    Kita terus diubahkan sampai jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai bangsa kafir akan jadi sama mulia dengan Yesus; menjadi mempelai wanita sorga yang ditampilkan di gunung Yerusalem baru, bukan gunung penyembahan lagi.

    Wahyu 21: 9-11
    21:9. Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
    21:10. Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.
    21:11. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

    Dari batu keras di kubangan--anjing dan babi--, kita diambil, ditenggelamkan dalam baptisan air untuk menjadi keturunan Abraham--roti rohani; hidup benar/hidup dari iman; kita mengenyangkan dan menyenangkan Tuhan sehingga Ia menyenangkan dan memberkati kita sampai ke anak cucu--, kemudian digembalakan--menjadi imam; batu hidup (hidup dari kemurahan Tuhan; kita menjadi biji mata Tuhan)--, dan terakhir naik ke gunung penyembahan, supaya kita diubahkan sampai sama mulia dengan Tuhan dan ditempatkan di Yerusalem baru.

    Yerusalem baru ditandai dengan batu permata.
    Artinya: bangsa kafir DARI BATU KERAS MENJADI BATU PERMATA di Yerusalem baru.
    Itulah rencana Tuhan bagi bangsa kafir.

    "Lempin-El ini tugas kita. Yesus menerima tanggung jawab dari Allah, dan sudah Dia lakukan dengan sempurna. Sekarang Dia mengutus kita bangsa kafir. Mari, di pundak kita, para hamba Tuhan dan imam-imam, berita ini harus diberitakan. Rencana Allah harus disebarkan."

    Mari bangsa kafir yang sudah berada di kubangan, masih bisa. Percaya Yesus dan masuk baptisan, bisa menjadi keturunan Abraham, batu indah, batu hidup--jubah indah; biji mata Tuhan--, dan batu permata seperti Yesus. Luar biasa.

    "Anjing dan babi, terutama saya. Saya dulu pemain sepak bola, pergaulannya seperti anjing dan babi, tetapi ditemukan oleh Tuhan. Tuhan tolong kita semua."

    Rencana Allah adalah sampai bangsa kafir menjadi batu permata di Yerusalem baru.

    Pencobaan ketiga ini tentang doa penyembahan. Iblis mau menjadikan Yesus raja dunia, sedangkan rencana Allah menjadikan Yesus sebagai Raja segala raja sehingga bangsa kafir bisa menjadi batu permata--imam dan raja; mempelai wanita Tuhan.

    Yohanes 6: 15
    6:15. Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.

    Ini adalah cerita tentang Yesus memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan. Karena itu orang-orang ini mau menjadikan Yesus sebagai raja untuk memenuhi kebutuhan jasmani/berkat jasmani. Kalau kita membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan hanya untuk diarahkan: Saudara diberkati! Luar biasa!, itu sama dengan setan yaitu menjadikan Yesus raja dunia.
    Kalau jadi gembala lalu mengarahkan jemaat hanya untuk berkat jasmani, ia juga menjadikan Yesus raja dunia, dan ia sama dengan iblis.

    Jangan! Arahkan jemaat kepada keturunan Abraham, batu hidup--berapa yang sudah tergembala hari-hari ini? Banyak kali kita sombong, hari minggu ribuan, pendalaman alkitab mulai ratusan, ibadah doa hanya di ujung. Tugas gembala bukan beranak domba tetapi memasukkan domba ke dalam penggembalaan.

    "Seorang berkata kepada saya: 'Om sudah enak, dulu di Gending, sekarang berhasil ya di Malang.': 'Lebih berhasil di Gending.': 'Kok bisa?': 'Iya, dulu sepuluh sampai dua puluh orang, ibadah pendalaman alkitab sembilan puluh sampai seratus persen yang masuk. Sekarang di malang masih tujuh puluh lima sampai delapan puluh persen yang masuk. Tugas saya masih berat.' Saya bersama isteri banyak berpuasa, untuk memasukkan domba ke kandang, memastikan bahwa diri sendiri dan jemaat benar-benar batu indah, batu hidup, sampai batu permata."

    Hati-hati dengan pencobaan ini. Karena itu kita berpuasa untuk melawan pencobaan ini. Kita tetap menjadi batu permata. Pertahankan!
    Lewat doa puasa KITA BERTAHAN UNTUK MENJADI BATU PERMATA; kita mengalami keubahan hidup--mujizat terbesar yang harus kita capai.

    Apa pengertian menjadi batu permata? Batu permata itu 'jernih seperti kristal', artinya:


    • Jujur; terang-terangan. Bangsa kafir yang dulunya berdusta, sekarang jujur, tidak mau memihak siapapun kecuali Tuhan.

      Jujur artinya:


      1. Ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar.
      2. Jujur mengakui apa adanya seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menjawab raja: Tetapi seandainya Tuhan tidak menolong, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.


    • Iman yang tulus ikhlas; percaya sepenuhnya kepada Tuhan.


    Jujur dan percaya, itulah batu permata.
    Bangsa kafir yang adalah batu keras menjadi batu permata, jujur dan percaya. Kita bisa menyembah Tuhan dengan jujur dan percaya. Ada apa-apa, kita tinggal mengangkat tangan kepada Tuhan; tersungkur di bawah kaki Tuhan.

    Keluaran 20: 24-26
    20:24. Kaubuatlah bagi-Ku mezbah dari tanah dan persembahkanlah di atasnya korban bakaranmu dan korban keselamatanmu, kambing dombamu dan lembu sapimu. Pada setiap tempat yang Kutentukan menjadi tempat peringatan bagi nama-Ku, Aku akan datang kepadamu dan memberkati engkau.
    20:25. Tetapi jika engkau membuat bagi-Ku mezbah dari batu, maka jangan engkau mendirikannya dari batu pahat, sebab apabila engkau mengerjakannya dengan beliung, maka engkau melanggar kekudusannya.
    20:26. Juga
    jangan engkau naik tangga ke atas ke mezbah-Ku, supaya auratmu jangan kelihatan di atasnya."

    'jangan engkau mendirikannya dari batu pahat'= batunya lonjong atau retak-retak tidak usah dipahat bagus-bagus, biarkan saja apa adanya.

    Kehidupan yang jujur dan taat bisa menyembah Tuhan; berada di mezbah Tuhan.
    Mari, datang ke mezbah Tuhan dengan jujur dan percaya. Artinya:


    • Datang apa adanya= merasa tidak layak.-'banyak kesalahanku, kenajisanku, iri hatiku, ampunilah Tuhan.' Kalau masih batu keras, datang apa adanya, jangan dibuat bagus.


    • 'jangan engkau naik tangga ke atas'= jangan sombong. Begitu mengandalkan kemampuan, aurat langsung kelihatan. Bahaya!
      Biarpun pandai, jangan mengandalkan kepandaian; biarpun mampu, jangan mengandalkan kemampuan, supaya auratnya jangan kelihatan.
      Aurat kelihatan artinya dipermalukan.

      Petrus dan kawan-kawan kembali jadi penjala ikan, mereka pandai dalam menjala, punya pengalaman dan lain-lain, tetapi dipermalukan. Ikan kecilpun tidak dapat. Jangan sombong! Begitu sombong, akan dipermalukan.


    • Merasa tidak mampu. Menjadi gembala, mendatangkan satu jiwa saja tidak mampu. Dalam pekerjaan tidak mampu.


    Mari datang apa adanya pada kesempatan ini, sampai mengaku dan tersungkur bahwa kita hanya tanah liat yang tidak bisa apa-apa, dan hanya bergantung pada belas kasih Tuhan--'Kaubuatlah bagi-Ku mezbah dari tanah'. Tuhan akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya, dan mujizat pasti terjadi.

    Contoh dari bangsa kafir:


    • Matius 8: 5-8
      8:5. Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:
      8:6. "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita."
      8:7. Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya."
      8:8. Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "
      Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.

      Bangsa kafir datang, jujur dan percaya kepada Tuhan--'katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh'. Dia bangsa kafir seharusnya tidak berhubungan dengan bangsa Israel, tetapi ia jujur mengakui bahwa ia tidak mampu lagi, lalu ia datang kepada Yesus dan percaya kepada-Nya, dan terjadi kesembuhan.

      Bapak-bapak, mungkin menghadapi penyakit lumpuh secara rohani (najis, jemaat lumpuh; tidak ada yang datang ibadah, pelayanan lumpuh, masalah yang mustahil, penyakit jasmani yang mustahil, kering rohani, kering pelayanan; pelayanan tidak bisa maju), datang apa adanya. Mohon tangan belas kasih Tuhan. Mujizat pasti terjadi. Tuhan tolong.


    • Matius 15: 21-23
      15:21. Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
      15:22. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
      15:23. Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."

      'Kasihanilah aku'= bukan 'Kasihanilah anakku'. Ini sama dengan berkata: 'Anakku sakit gara-gara aku'= jujur. Kalau dia jatuh, tanah yang dipukul. Sudah diberitahu: Jangan lari!, dia lari, jatuh, tanahnya yang dipukul. Anaknya tidak pernah salah, akhirnya besar jadi monster. Siapa mau salahkan anak? Tuhanpun tidak bisa--anak kerasukan setan.

      Tuhan menjawab perempuan ini: Tidak patut roti untuk anak-anak diberikan kepada anjing.
      Ibu-ibu, banyak salah dengan lidah; banyak bergosip, sehingga anaknya kerasukan setan, hancur-hancuran, menderita. Kalau isteri gembala bergosip, jemaatnya hancur-hancuran, menderita.

      Mari, perbaiki! Tadi bapak-bapak sering menggunakan kemampuan. Jangan! Rendahkan diri. Wanita banyak salah dalam kata-kata, mari banyak menyembah Tuhan.
      Tuhan akan pulihkan semua; kehancuran nikah dan buah nikah, pelayanan dipulihkan oleh Tuhan. Ada damai sejahtera--anaknya bisa tidur--, semua menjadi enak dan ringan.


    • Kaum muda, seperti anak yang kerasukan setan; hidup dalam dosa, najis,tidak ada masa depan, susah, menderita. Datang juga kepada Tuhan!
      Biar tangan Roh Kudus menolong kita. Tuhan pasti menolong kita. Ada mezbah dari tanah liat di hadapan-Nya; Dia tidak tahan kalau ada kehidupan yang hancur hati, mengaku tidak bisa apa-apa, dan hanya bergantung belas kasih Tuhan lewat kurban Kristus.

      Tuhan ada di tengah kita, dan Dia akan menyelesaikan semua.


    Sampai mujizat terakhir saat Tuhan datang kembali, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia. Kita sungguh-sungguh layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia selamanya.

Ini persiapannya. Batu keras menjadi anak Abraham (hidup benar dan diberkati).
Kemudian meningkat, kita digembalakan, jadi batu hidup/batu indah. Ada jubah indah, kita menjadi biji mata Tuhan.
Meningkat lagi, kita diubahkan menjadi jujur dan percaya. Kita sungguh-sungguh menjadi mempelai wanita Tuhan. Setan dikalahkan. Kalau jujur dan percaya, setan tidak bisa berbuat apa-apa.

Jangan sombong, jangan keras! Tidak ada gunanya. Tanah liat yang ada di dalam tangan Tuhan. Bangsa kafir tidak ada apa-apanya. Mari buat mezbah tanah liat! Jangan dibuat bagus, tetapi datang apa adanya. Bapak-bapak, ibu-ibu, dan kaum muda, berbisik pada Tuhan. Hanya Ia yang memperhatikan kita. Datang kepada Dia! Melembut, supaya menjadi batu permata.

Renungkan rencana Allah bagi bangsa kafir; persiapan bagi bangsa kafir. Bukan angan-angan. Kalau masih banyak melihat kekurangan dan kelemahan, serahkan kepada Dia, semua sudah ditanggung Yesus di kayu salib. Kita keluar dari tempat ini dengan hidup yang dibaharui. Dia yang menyedot semua kekurangan, kelemahan, kenajisan, kejahatan kita sampai kedalaman hati kita, Dia menanggung semua untuk membaharui bangsa kafir dari batu keras bisa menjadi batu permata di Yerusalem baru.

Tidak ada alasan untuk ditolong Tuhan! Jangan keras, tetapi melembut, kita bangsa kafir tidak bisa apa-apa. Serahkan kegagalan dan keberhasilan kepada Tuhan!
Perjamuan suci adalah uluran tangan belas kasih Tuhan yang mampu menyelamatkan bangsa kafir, menyucikan menjadi batu indah/batu hidup--imam-imam--, sampai mengubahkan menjadi batu permata.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Palopo)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • 05 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Sore))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • 26 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

  • 30 April 2019 - 02 Mei 2019
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top