English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 13 April 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 11 Desember 2010 (Sabtu Sore)
Markus 15 menunjuk pada tujuh percikan darah di atas tabut perjanjian, yaitu sengsara Tuhan Yesus untuk menyelamatkan,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 November 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Agustus 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7 percikan...

Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 13 Mei 2010 (Kamis Sore)
Kenaikan Tuhan Yesus dikaitkan dengan 3 hal:
Penyertaan...

Ibadah Doa Malang, 03 November 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:36-44 adalah nubuat tentang HUKUMAN ATAS DUNIA SAAT KEDATANGAN YESUS KEDUA KALI....

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 31 Mei 2012 (Kamis Sore)
Matius 27 menunjuk pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian.
Sekarang artinya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Oktober 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 secara keseluruhan menunjuk pada 7...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 26 Oktober 2015 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus Kristus. Kiranya...

Ibadah Doa Malang, 15 Mei 2012 (Selasa Sore)
Matius 27 dalam susunan tabernakel terkena pada 7 percikan darah di atas tabut perjanjian.
Sekarang...

Ibadah Raya Surabaya, 28 April 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 02 Februari 2016 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 2:3-4
2:3 Tetapi ia tidak dapat...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 27 Agustus 2014 (Rabu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lima macam rempah-rempah ini ada dalam...

Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada masa kedatangan Yesus yang kedua kali.Menghadapi badai dasyat, hanya bisa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 14 Maret 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata:...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 20 Oktober 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 10: 1-3
10:1. Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan(1), dan pelangi ada di atas kepalanya(2) dan mukanya sama seperti matahari(3), dan kakinya bagaikan tiang api(4).
10:2. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka
(5). Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi(6),
10:3. dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum
(7). Dan sesudah ia berseru, ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya.

Ayat 1-3= tujuh kali percikan darah yang dialami oleh Yesus menghasilkan tujuh sinar kemuliaan--penampilan pribadi Yesus dengan tujuh sinar kemuliaan--(diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019):

  1. Berselubungkan awan. Artinya: pribadi yang diurapi oleh Roh Kudus sepenuhnya. (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 13 September 2019).


  2. Pelangi ada di atas kepalanya. Ini menunjuk pada Roh kemuliaan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 15 September 2019).


  3. Mukanya sama seperti matahari, supaya kita juga bersinar bagaikan matahari (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 22 September 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 27 September 2019).


  4. Kakinya bagaikan tiang api (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 29 September 2019 sampai Ibadah Raya Surabaya, 06 Oktober 2019).


  5. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka. Ini menunjuk pada pembukaan rahasia firman (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 13 Oktober 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 18 Oktober 2019).


  6. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi.
  7. Ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum.

Penampilan Yesus dengan tujuh sinar kemuliaan berguna untuk menyinari kita manusia hina, lemah, dan berdosa sampai satu waktu sempurna, sama mulia dengan Tuhan; menjadi mempelai wanita sorga yang layak untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.
Tuhan harus kena percikan darah supaya Ia bisa menyinarkan sinar kemuliaan kepada kita.

AD. 6: IA MENGINJAKKAN KAKI KANANNYA DI ATAS LAUT DAN KAKI KIRINYA DI ATAS BUMI
Ini menunjuk pada kewibawaan dan kuasa Tuhan untuk mengalahkan musuh-musuh, yaitu: 'kaki kanannya di atas laut', artinya mengalahkan musuh yang keluar dari dalam laut, itulah antikris.

Wahyu 13: 1-2, 5
13:1. Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
13:2. Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
13:5. Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya
empat puluh dua bulan lamanya.

'empat puluh dua bulan'= tiga setengah tahun masa antikris berkuasa.
Kita harus menerima sinar kemuliaan dari Tuhan; sama dengan kita harus menerima kewibawaan dan kuasa-Nya untuk mengalahkan antikris. Jangan sampai kita dijajah oleh antikris.

Siapa antikris?

  1. 2 Tesalonika 2: 3-4
    2:3. Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,
    2:4. yaitu
    lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

    Yang pertama: antikris adalah manusia durhaka; sama dengan melawan Tuhan--tidak taat dengar-dengaran pada firman Tuhan ('lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah').
    Ini berarti tanpa firman.


  2. 1 Yohanes 2: 22
    2:22. Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

    Yang kedua: antikris adalah pendusta; tanpa urapan Roh Kudus--'menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus'.

    Kalau berani berdusta, berarti tidak setia. Hati-hati!
    Suami berdusta pada isteri, berarti tidak setia pada isteri, begitu juga sebaliknya. Kita juga, kalau berdusta, berarti tidak setia kepada Tuhan.

Kita harus menerima kewibawaan dan kuasa dari Tuhan, supaya menang atas antikris.
Praktiknya:

  1. TAAT dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar apapun resikonya, sampai daging tidak bersuara lagi.
    Kalau taat kita akan diSUCIkan.


  2. Kita harus menjadi kehidupan yang JUJUR DAN SETIA, sehingga kita hidup dalam urapan Roh Kudus--jujur/tulus sama dengan memiliki hati merpati; merpati gambaran dari Roh Kudus.
    Kita harus setia dalam ibadah pelayanan hari-hari ini.

Kalau sudah menang atas antikris lewat kewibawaan dan kuasa Tuhan, Dia akan mengaruniakan kepada kita kedua sayap dari burung nasar yang besar--firman Allah dalam urapan Roh Kudus; tadi taat adalah bukti kita memiliki firman, dan jujur/setia bukti kita memiliki Roh Kudus.

Wahyu 12: 14
12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Inilah tanda kemenangan kita atas antikris.
Perhatikan ketaatan mulai dari dalam nikah, pribadi, dan ibadah pelayanan, kemudian jujur dan setia! Kalau kita pertahankan, satu waktu akan menjadi kedua sayap dari burung nasar yang besar, yang akan menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun--'satu masa dan dua masa dan setengah masa'.
Jauh dari mata antikris= bukan hanya tidak bisa dijamah, tetapi sampai tidak bisa dilihat oleh antikris.

Antikris adalah puncak dari masalah dan pencobaan. Kalau kedua sayap burung nasar bisa menyingkirkan kita dari antikris, kita percaya, kedua sayap burung nasar juga mampu untuk membawa kita melintasi badai di lautan dunia--kita bisa menghadapi segala masalah dan pencobaan.
Semua pencobaan ini akan meningkat, sekalipun dunia, sampai puncaknya saat antikris berkuasa di bumi. berusaha.

Daniel 9: 24, 27
9:24. Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus.
9:27. Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."

'menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa'= satu kali tujuh masa adalah masa yang sangat berat. Ini menunjuk pada kitab Wahyu yang berlangsung selama tujuh tahun.
Tujuh tahun ini dibagi menjadi dua:

  • Tiga setengah tahun masa pra aniaya antikris. Kita akan menghadapi kesulitan-kesulitan.
  • Tiga setengah tahun antikris sudah benar-benar berkuasa di bumi.

Ini yang kita lewati, karena itu dituliskan 'menjadi berat bagi banyak orang'.
Menghadapi tiga setengah tahun masa pra aniaya antikris--Getsemani--sudah sulit dan berat, apalagi saat antikris benar-benar berkuasa--terjadi siksaan sampai pemancungan kepala. Jangan sampai kita masuk aniaya antikris.
Nanti, untuk beribadah saja kita tidak tahu bagaimana. Karena itu sungguh-sungguh selama kita masih bebas beribadah.

Kita harus memiliki kedua sayap dari burung nasar sebagai hasil dari kewibawaan dan kuasa Tuhan yang mengalahkan antikris, dan menjadikan kita taat, suci, jujur, dan setia.
Kalau ada sayap, kita akan merasa ringan sekalipun orang berkata: Berat.

Daniel menubuatkan tentang akhir zaman yaitu:

  • 'akan datang yang membinasakan'= kedatangan antikris untuk menyiksa dan membinasakan gereja Tuhan yang ketinggalan di dunia karena tidak memiliki kedua sayap burung nasar. Mengapa? Karena sering tidak taat, jujur, dan setia.

    Tetapi saat Yesus datang kembali, antikris akan dibinasakan--'pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu'. Gereja Tuhan yang ketinggalan, harus berjuang sangat berat, banyak yang tidak kuat dan akhirnya menyangkal Tuhan.


  • Penyingkiran gereja Tuhan.

'satu kali tujuh masa'= tujuh tahun yang terakhir terbagi menjadi dua bagian:

  1. Tiga setengah tahun yang pertama--masa pra aniaya antikris--, di mana ada tiga hal yang terjadi:


    1. Melenyapkan kefasikan--kejahatan dan kedurhakaan.
    2. Mengakhiri dosa.
    3. Menghapuskan kesalahan.


    Ini semua menunjuk pada penebusan atau penyucian terakhir bagi gereja Tuhan.
    Masa penebusan ini agak berat karena sudah ada antikris kecil-kecil; kita sudah menghadapi kesulitan-kesulitan.

    "Saya tidak bicara soal politik, tetapi kenyataan-kenyataan dihadapi. Kemarin ada seorang bercerita, ijazahnya tidak diberikan padahal sudah puluhan tahun mengajar, sehingga tidak bisa naik pangkat. Mengapa? Yang pertama: karena orang kristen. Bagi orang dunia, biasa, tetapi bagi orang kristen, berat. Saya bukan menakut-nakuti."

    Mengapa Tuhan izinkan kita menghadapi pra aniaya antikris? Supaya kita mengalami penebusan, bukan berputus asa--penyucian terakhir bagi gereja Tuhan; Tuhan akan mencurahkan pembukaan firman pengajaran dan kuasa Roh Kudus secara dobel.
    Penginjilan sudah harus meningkat pada pengajaran, supaya gereja Tuhan mengalami penyucian dari dosa-dosa yang tersembunyi, yang tidak disadari, sampai gereja Tuhan tampil sempurna tak bercacat cela, itulah mempelai wanita Tuhan.
    Doakan, supaya ada pembukaan firman, supaya kita bisa menyadari dosa-dosa yang dulu kita anggap bukan dosa.

    "Dulu saat ada peraturan harus memakai helm, lalu ada yang tidak pakai helm, saya biarkan orangnya karena pembukaan firman belum menekankan sampai di sana. Setelah saya ditekankan, baru saya katakan: Tidak boleh, itu melanggar."

    Tiga setengah tahun sangat singkat. Karena itu jangan pernah berkata: Mana kesatuan gereja? Sekarang tambah pecah-pecah. Jangan! Waktu tiga setengah tahun masih dipotong dua tahun untuk waktu penyucian terakhir, dan satu setengah tahun adalah Kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Kalau Tuhan bekerja, sangat cepat dan bisa terjadi. Kalau kita berlambat-lambat, kita akan terhilang dan berhadapan dengan antikris.

    Karena itu, lebih baik menerima pedang firman untuk menghukum dosa-dosa dari pada menghadapi pedang antikris. Mendengar firman serasa berat bagi daging, tetapi nanti enak, saat antikris datang kita terbang dengan kedua sayap dari burung nasar yang besar.

    Waktu penyucian sangat singkat! Kita harus menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk disucikan, apalagi kita beribadah hanya berapa lama dibandingkan waktu satu hari. Mari gunakan sebaik-baiknya! Kita beribadah jangan untuk bergurau dan lain-lain, tetapi sungguh-sungguh untuk disucikan lewat tergembala dengan benar dan baik. Jangan lupakan itu, kita harus selalu berada di kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--!

    Tekuni penggembalaan, memang berat bagi daging tetapi hidup semakin ringan karena sayap semakin bertumbuh sampai satu waktu kita terbang ke padang gurun, jauh dari mata antikris.

    Mengapa di dalam penggembalaan? Karena di dalam kandang penggembalaan kita mengalami penyucian secara terus menerus dan semakin mendalam, sampai kita tidak bercacat cela; sempurna seperti Yesus, dan menjadi mempelai wanita sorga.

    Gunakan kesempatan sebaik-baiknya untuk mendengar firman dalam urapan Roh Kudus! Semakin disucikan kedua sayap burung nasar akan semakin besar, karena firman dan Roh Kudus itulah yang menjadi kedua sayap dari burung nasar yang besar.


  2. Tiga setengah tahun yang kedua.
    Wahyu 12: 1, 14
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Ayat 1= gereja Tuhan yang sudah sempurna--sayap sudah maksimal--; tampil sebagai terang dunia seperti Yesus, sehingga menerima kedua sayap dari burung nasar yang besar untuk menyingkirkan ke padang gurun selama tiga setengah tahun, jauh dari mata ular, sementara antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

    Yang terutama dikuasai antikris adalah ekonomi dunia.
    Karena itu bagi kita orang kristen memang semua dipersulit. Bagi orang dunia, gampang dan enak, tinggal menyembah antikris--dicap 666--, sudah terjamin.

    "Tidak perlu menyelidiki 666-nya di mana. Dulu di satu daerah ada yang tidak mau membuat e-KTP. Saya bukan bicara masalah politik, tetapi ini laporan kepada saya: 'Om, saya tidak mau e-KTP, di situ ada ini, itu, antikris.': 'Salah! Ini peraturan pemerintah' Yang dimaksud dengan cap 666 adalah tubuh, jiwa, dan rohnya daing, artinya hanya mengikuti keinginan dan hawa nafsu daging--melawan firman dan urapan Roh Kudus. Itu yang disebut antikris. Tidak usah dicari di mana capnya. Setiap hari orang kristen ada yang dicap 666. kalau kita mengikuti daging yang tidak sesuai dengan firman, itu sudah dicap. Kalau ikut firman, kita akan dicap oleh Tuhan, dan antikris tidak ada tempat. Tetapi antikris menunggu, begitu kita tidak taat, kita akan dicap. Kesalahan kita adalah sibuk mencari cap 666-nya sampai tidak mencari Tuhan. Tuhan tolong kita, semuanya dirohanikan, itu yang lebih penting."

    Sementara itu anak-anak Tuhan yang tidak mau disucikan dan digembalakan hari-hari ini, tetapi tetap hidup menurut keinginan dan hawa nafsu daging akan berhadapan dengan antikris untuk mengalami siksaan yang dahsyat, yang belum pernah terjadi, sampai pemancungan kepala. Tetapi saat Yesus datang kembali ia akan dibangkitkan dan memiliki tubuh sempurna, sementara antikris dibinasakan.

    Lebih baik sekarang kita dipancung pedang firman, segala dosa dipotong dan dibaharui, sampai leher dipancung, artinya bisa menyembah Tuhan, bahkan gemar menyembah Tuhan dari pada nanti dipaksa antikris baru menyembah Tuhan, tidak akan kuat--hanya sedikit yang bisa bertahan; banyak yang menyangkal Tuhan.
    Gunakan kesempatan ibadah pendalaman alkitab! Mungkin capek, tetapi kekuatan Roh Kudus lebih dari daging kita. Kita bisa melakukannya dengan pertolongan Roh Kudus.

Daniel 9: 24
9:24. Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus.

Setelah gereja Tuhan disingkirkan ke padang gurun, apa yang kita alami di sana?

  1. 'untuk mendatangkan keadilan yang kekal'. Jika hari-hari ini kita diperlakukan tidak adil, dan kita diam saja, semuanya akan dikembalikan kepada kita.
    Jadi, jangan sampai berlaku tidak adil di dunia ini. Mau berbuat apa-apa, timbang dulu.

    Keadilan harus berasal dari firman. Kalau tidak adil, kita sama dengan pencuri dan orang cabul yang tidak mewarisi sorga (1 Korintus 6: 9-10).
    Di dalam rumah tangga harus adil, apapun kedudukan kita dalam rumah tangga.

    Adil= tidak memihak tetapi hanya memihak Tuhan/firman. Kalau memihak manusia pasti tidak adil.


  2. 'untuk menggenapkan penglihatan dan nabi'= penggenapan dari pembukaan rahasia firman; janji-janji Tuhan digenapkan semua--firman pengajaran sudah mendarah daging dalam hidup kita.


  3. 'untuk mengurapi yang maha kudus'= kita mengalami puncak dari urapan Roh Kudus.
    Yesaya 11: 1-4
    11:1. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
    11:2. Roh TUHAN(1) akan ada padanya, roh hikmat(2) dan pengertian(3), roh nasihat(4) dan keperkasaan(5), roh pengenalan(6) dan takut akan TUHAN(7);
    11:3. ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.
    11:4. Tetapi ia akan
    menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik.

    Perikop: Raja damai yang akan datang. Ini adalah pribadi Yesus.

    'menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan'= urapan Roh Kudus ada kaitan dengan keadilan.
    Urapan maha kudus= puncak dari urapan Roh Kudus; urapan Roh Kudus yang sempurna, yaitu takut akan Tuhan.

    Praktiknya:


    • Amsal 8: 13
      8:13. Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

      Yang pertama: takut akan Tuhan artinya membenci dosa sampai dusta--tadi antikris adalah pendusta yang menyangkal Yesus sebagai Kristus (menyangkal urapan Roh Kudus).
      Belajar mulai dari sekarang! Kalau tidak kuat, sebut nama Yesus. Kita akan menang atas dosa dan dusta.


    • Wahyu 14: 7
      14:7. dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air."

      Yang kedua: takut akan Tuhan artinya kita selalu memuliakan dan mengagungkan Tuhan.
      Jangan memalukan dan memilukan Tuhan seperti zaman Nuh.

      Kalau memilukan dan memalukan Tuhan, tinggal tunggu waktunya, air bah--hukuman Tuhan--akan datang, tidak bisa lagi ditahan.
      Kita belajar untuk memuliakan Tuhan.

      Bagaimana cara untuk memuliakan Tuhan?


      1. Amsal 3: 9
        3:9. Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,

        Yang pertama: kita memuliakan Tuhan dengan harta kita yaitu kita memuliakan Tuhan lewat buah sulung--hasil pertama--, mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus untuk pekerjaan Tuhan, dan memberi untuk sesama yang membutuhkan.

        Kalau kikir dan serakah, kita akan memilukan dan memalukan Tuhan. Bahaya! Ini yang menarik penghukuman Tuhan.
        Kikir= tidak bisa memberi.
        Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

        Amsal 3: 10
        3:10. maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

        Kalau memuliakan dan memuaskan Tuhan, Dia akan memuaskan kita: ada pemeliharaan secara jasmani dengan berlimpah ('lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah')--sampai mengucap syukur kepada Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain--, pemeliharaan secara rohani ('bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya')--mengalami kepuasan sorga--, dan nikah-buah nikah juga berbahagia sampai masuk perjamuan kawin Anak Domba.

        Kalau kehabisan air anggur dalam nikah, periksa, apakah kita sudah takut akan Tuhan sehingga memuliakan Tuhan atau tidak? Kalau sudah membenci dosa dan dusta, pasti bisa memuliakan Tuhan lewat harta kita.
        Kalau masih memilukan dan memalukan Tuhan, tidak akan ada anggur, sehingga hidup dan nikah kita menjadi pahit getir.


      2. Yang kedua: kita memuliakan Tuhan lewat ibadah pelayanan yang berkenan kepada-Nya--kita memuliakan Tuhan lewat tubuh kita.
        1 Korintus 6: 19-20
        6:19. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
        6:20. Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

        'muliakanlah Allah dengan tubuhmu!'= dalam bahasa lain: 'muliakanlah Allah dengan tubuhmu dan rohmu yang keduanya adalah milik Allah!', artinya memuliakan Allah secara lahir dan batin.

        Ibadah pelayanan yang berkenan kepada Tuhan adalah beribadah melayani dengan setia dan benar, bukan dengan kehebatan--Tuhan berkata: 'Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya'. Kalau tidak setia dan benar, tidak ada gunanya; tidak menjadi berkat.

        Kalau hanya untuk kuliah dan bekerja yang hebat kita tidak usah ditebus.
        Ayat di atas jelas menuliskan: Kita sudah dibeli untuk menjadi bait Roh Kudus, artinya kita ditebus untuk menjadi Bait Allah; beribadah melayani Tuhan--memuliakan Dia--, bukan untuk kuliah atau kerja lebih dulu.

        Karena itu kalau kita tidak mengutamakan ibadah pelayanan, satu waktu orang akan menertawakan kita. Tetapi sebaliknya kalau kita mengutamakan ibadah pelayanan, mungkin sekarang orang menertawakan kita, tetapi satu waktu Tuhan akan memuliakan kita--roda tidak selalu di bawah, satu waktu akan di atas dalam sekejap.

        Mari belajar untuk memuliakan Tuhan hari-hari ini lewat harta dan tubuh kita.


      3. Wahyu 14: 7
        14:7. dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air."

        Yang ketiga: kita memuliakan Tuhan lewat menyembah Dia--kita memuliakan Tuhan dengan seluruh hidup kita.


    Kalau kita masih berbuat dosa dan berdusta, kita masih jauh dari Tuhan.. karena itu benci dosa dan dusta dulu, baru datang untuk memuliakan Tuhan lewat harta, tubuh--ibadah pelayanan--, dan seluruh hidup kita--menyembah Tuhan.
    Doa penyembahan= kita hanya bergantung pada Tuhan; kita berserah dan berseru kepada Dia; mengangkat tangan kepada Dia, dan Dia akan mengulurkan tangan kuasa-Nya kepada kita, kehidupan yang takut akan Tuhan.

    Hasilnya:


    • Wahyu 14: 7
      14:7. dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air."

      Hasil pertama: kita mengalami kuasa penciptaan--dari tidak ada menjadi ada.

      Kalau Tuhan bisa menjadikan langit dan bumi yang kita diami sekarang, masakan Dia tidak memberikan makanan dan pakaian kepada kita? Pasti Dia jamin.
      Kalau sudah takut akan hidup sehari-hari, lihat matahari, bulan dan semuanya yang sudah diciptakan Tuhan! Pasti Dia bisa. Memang enak kalau takut akan Tuhan, kita tinggal menunggu waktu-Nya. Semua butuh proses. Percikan darah dulu baru ada kemuliaan; pikul salib dulu baru ada kemuliaan.

      Kita mengalami kuasa penciptaan di tengah badai lautan dunia: dari tidak ada menjadi ada untuk memelihara hidup kita secara ajaib; dari mustahil menjadi tidak mustahil untuk menyelesaikan semua masalah yang mustahil.
      Kalau sudah mengalami kuasa penciptaan kita hanya berkata: Kok bisa, ya?

      "Kalau tanya saya: Kok bisa ada ibadah di WR Supratman ini? Saya hanya jawab: Kok bisa? Dulu saya setengah mati cari kontrakan untuk gereja. Ada yang telepon saya: 'Pak Wi, saya boleh carikan?': 'Boleh.' Sebentar lagi telepon lagi: 'Pak Wi, sudah dapat.': 'Di mana?': 'WR Supratman 4.' Saya tambah ciut, saya bilang: 'Tanya dulu ya.' Dia berkata: 'Bisa muat untuk 250 orang.' Tambah ciut lagi saya, karena saya hanya mencari tempat untuk 20-25 orang saja untuk melayani empat keluarga yang ke Malang supaya bisa tiga macam ibadah, bahkan saya cari tempat sekolah minggunya saja, bukan gerejanya. Besok disuruh datang, saya datang, dan dijawab: Terserah mau pakai kapan. Saya pulang hanya berkata: Kok bisa?"

      Kaum muda, tidak usah bingung, tetap kuliah dan kerja keras, tetapi ingat antikris akan berkuasa. Mari, terima kewibawaan dan kuasa Tuhan untuk mengalahkan antikris.
      Buktinya: taat dan setia. Ini yang akan menjadi kedua sayap dari burung nasar yang besar, yang menyingkirkan kita ke padang gurun, sampai membuat kita takut akan Tuhan. Praktiknya: menyembah Tuhan.


    • Keluaran 1: 17, 20
      1:17. Tetapi bidan-bidan itu takut akan Allah dan tidak melakukan seperti yang dikatakan raja Mesir kepada mereka, dan membiarkan bayi-bayi itu hidup.
      1:20. Maka Allah berbuat baik kepada bidan-bidan itu; bertambah banyaklah bangsa itu dan sangat berlipat ganda.

      Hasil kedua: Tuhan sanggup menjadikan semua baik pada waktunya; semua berhasil dan indah pada waktunya.

      Mari, yang sudah hancur, Tuhan mampu menolong. Tetap bekerja dan sekolah yang bagus, tetapi itu hanya usaha kita, selanjutnya kita mengangkat tangan kepada Tuhan. Tangan kita hanya satu hasta, tetapi tangan Tuhan tidak terbatas.


    • Keluaran 1: 21
      1:21. Dan karena bidan-bidan itu takut akan Allah, maka Ia membuat mereka berumah tangga.

      Hasil ketiga: masuk dalam nikah rohani; nikah sempurna--perjamuan kawin Anak Domba.
      Saat Yesus datang kembali kita diubahkan jadi sempurna; kita menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya, kita masuk perjamuan kawin Anak Domba dan kerajaan sorga selamanya.

Laut sedang bergelora, antikris akan berkuasa, pra aniaya sudah mau datang. Tuhan sudah menginjakkan kaki-Nya di laut, kita tinggal menerima kuasa dan kewibawaan-Nya untuk mengalahkan antikris.
Taat, jujur, dan setia--kedua sayap dari burung nasar--, ini yang akan menyingkirkan kita, supaya kita disucikan, diurapi, sampai takut akan Tuhan. Kita mengulurkan tangan, dan Dia mengulurkan tangan bagi kita, sampai mengangkat kita ke awan-awan yang permai.

Apa yang tidak bisa dijangkau, dipikir, dan dilakukan, tinggal angkat tangan, biar Tuhan turun tangan di tengah-tengah kita. Dia tidak pernah menipu kita. Jangan putus asa! Dia tahu keadaan kita hari-hari ini, biar Dia yang menolong kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top