English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 30 November 2008 (Minggu Sore)
Matius 24: 28 -> sikap dari gereja Tuhan untuk menantikan kedatangan Yesus yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Juni 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 26 April 2009 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
1 Korintus 7:12-14, kebijaksanaan Rasul Paulus tentang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 November 2010 (Senin Sore)
Matius 25 : 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan...

Ibadah Doa Malang, 12 April 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22
3:21 Barangsiapa menang, ia akan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 14 Juni 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya...

Ibadah Raya Surabaya, 16 Januari 2011 (Minggu Sore)
Matius 26:
= secara keseluruhan (ay. 1-75), dalam susunan Tabernakel, terkena pada buli-buli emas berisi manna.

Kita sudah mempelajari,...

Ibadah Raya Surabaya, 21 Maret 2010 (Minggu Sore)
Matius 25:
= tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan berbuah= Roh Kudus yang permanen.
Tanpa Roh...

Ibadah Persekutuan Malang IV, 02 Agustus 2012 (Kamis Pagi)
Bersamaan dengan Penamatan Siswa/i Lembaga Pendidikan El-Kitab "Kristus Ajaib" Angkatan XXXIV

Tema: "Mempelai datang! Songsonglah Dia!"...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Desember 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 24 November 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 2:41-52 berjudul "Yesus pada umur...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 14 September 2010 (Selasa Malam)
Kita mempelajari tentang PELITA EMAS
Keluaran 25: 37
25:37. Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu...

Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 05 Februari 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk pada shekinah...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 14 Agustus 2013 (Rabu Malam)
Mazmur 141: 1-4
141:1. Mazmur Daud. Ya TUHAN, aku berseru kepada-Mu, datanglah segera kepadaku, berilah telinga kepada suaraku, waktu...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 22 September 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 10 dalam susunan Tabernakel terkena pada tujuh kali percikan darah di atas tutup pendamaian--menunjuk pada sengsara daging yang dialami oleh Yesus sampai mati di kayu salib untuk:

  • Memperdamaikan segala dosa manusia.
  • Menyempurnakan kita semua.

Wahyu 10: 1-3

10:1. Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan(1), dan pelangi ada di atas kepalanya(2) dan mukanya sama seperti matahari(3), dan kakinya bagaikan tiang api(4).
10:2. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka
(5). Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi(6),
10:3. dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum
(7). Dan sesudah ia berseru, ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya.

'seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga'= pribadi Yesus, bintang timur yang gilang-gemilang (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 08 September 2019).

Ayat 1-3= tujuh percikan darah yang dialami oleh Yesus menghasilkan tujuh sinar kemuliaan: (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019):

  1. Berselubungkan awan. Artinya: pribadi yang diurapi oleh Roh Kudus sepenuhnya. (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 13 September 2019).


  2. Pelangi ada di atas kepalanya. Ini menunjuk pada Roh kemuliaan. (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 15 September 2019).
  3. Mukanya sama seperti matahari.
  4. Kakinya bagaikan tiang api.
  5. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka.
  6. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi.
  7. Ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum.

AD. 3: MUKANYA SAMA SEPERTI MATAHARI
Wajah menunjuk pada pancaindera.
Jika pancaindera tidak dipercik dengan darah, pancaindera akan rusak; muka menjadi muram seperti yang dialami oleh Hawa, termasuk Adam.
Tadinya wajah Adam dan Hawa sama mulia dengan Tuhan; segambar dengan Allah, tetapi karena tidak dipercik darah, pancainderanya rusak.

Sebaliknya, kalau dipercik dengan darah, pancaindera akan menjadi wajah yang mulia seperti Yesus.
Tutup pendamaian dipercik darah, karena itu kita juga harus mengalami percikan darah--di depan tabut juga terjadi percikan darah.

Percikan darah pada pancaindera:

  1. Kejadian 3: 1
    3:1. Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"

    'Ular itu berkata'= ular berkata kepada Hawa, berarti Hawa mendengar suara ular.

    Yang pertama: telinga.
    Jika telinga tidak mengalami percikan darah, setan akan mengarahkan gereja Tuhan--dulu telinga Hawa--untuk mendengar ajaran-ajaran palsu termasuk gosip-gosip yang tidak benar, sehingga menimbulkan pertanyaan--'jangan kamu makan buahnya, bukan?'; sama dengan kebimbangan terhadap pengajaran yang benar, sampai satu waktu gugur dari iman/firman pengajaran yang benar.

    Selama ini Hawa bahagia di taman Eden karena mendengar suara Tuhan, tetapi mendadak ular berbicara dengan dia, sehingga ia mulai bimbang terhadap pengajaran yang benar.

    Oleh sebab itu Tuhan berkata: perhatikanlah cara kamu mendengar.
    Lukas 8: 18
    8:18. Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."

    'perhatikanlah cara kamu mendengar', artinya: telinga harus dipercik darah, sehingga telinga diurapi oleh Roh Kudus--di mana ada percikan darah di situ ada Roh Kudus.

    Buktinya:


    1. Kita ada ketegasan untuk MENDENGAR SATU FIRMAN PENGAJARAN YANG BENAR, yang diulang-ulang--firman penggembalaan--yang sudah menjadi pengalaman hidup kita, dan tidak memberikan kesempatan satu kalipun untuk mendengar suara asing.

      "Hawa sekian lama mendengar suara Tuhan, dan sudah cukup, ia bahagia, hidup di taman Eden, tidak kekurangan. Kita juga. Harus diakui kalau kita sudah diubahkan, disucikan, dan ditolong."

      1 Timotius 4: 1
      4:1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

      Kalau mendengar ajaran asing, saat kita lemah suara asing itu akan muncul, dan tidak sadar kita memusuhi yang benar, sampai gugur dari iman. Jangan merasa kuat! Hati-hati!

      Untuk mendengar satu suara Tuhan memang sakit--seperti Hawa tidak boleh makan satu buah yang dilarang Tuhan--, tetapi di baliknya ada urapan Roh Kudus. Harus dipercik darah supaya ada urapan Roh Kudus.


    2. Kita bukan hanya mendengar firman pengajaran yang benar dengan sungguh-sungguh dalam urapan Roh Kudus, tetapi sampai bisa mengerti, percaya, dan mempraktikkannya--taat dengar-dengaran. Kita bisa HIDUP DALAM KEBENARAN DAN KESUCIAN.

      Percaya pada firman pengajaran yang benar= firman menjadi iman di dalam hati. Setiap kita percaya pada firman, iman kita sedang dipertambahkan--'siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi'--sampai menjadi IMAN YANG TEGUH; tidak bisa disesatkan.

      Kalau yang didengar salah, bagaimana bisa hidup benar? Kalau komandonya salah, pasti salah.

      Mari, Kalau sudah bertekad untuk mendengar yang benar, kita lanjutkan sampai mempraktikkannya--taat dengar-dengaran.


  2. Kejadian 3: 2-3
    3:2. Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
    3:22. Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."
    3:2. Lalu
    sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
    3:3. tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan
    ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

    Kejadian 2: 16-17
    2:16. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
    2:17. tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu,
    janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

    Kalau telinga sudah diombang-ambing--hati bimbang--, maka mulutnya sudah lain yaitu menambah dan mengurangi firman dengan suara daging, supaya cocok dengan daging--Hawa menambah kata 'raba', dan mengurangi kata 'bebas'.

    Yang kedua: mulut.
    Kalau mulut tidak dipercik dengan darah--tidak diurapi Roh Kudus--, setan akan mengarahkan mulut gereja Tuhan untuk menambah dan mengurangi firman dengan suara daging: pengetahuan, lawak dan lain-lain, sehingga cocok bagi daging. Ini sama dengan menyuburkan keinginan dan hawa nafsu daging.

    Sebenarnya, firman pengajaran yang benar mematikan daging, tetapi karena sudah ditambah dan dikurangi, justru menyuburkan keinginan dan hawa nafsu daging.
    Contoh: sepuluh pengintai yang menambah kata 'hanya', akhirnya tidak masuk Kanaan, binasa semuanya.

    Bilangan 13: 27-28
    13:27. Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya.
    13:28.
    Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.

    Mereka mengakui bahwa firman itu benar--'....memang ...'--, tetapi ditambahi dengan suara daging, sehingga menyuburkan daging dan tidak ada nilai rohani tetapi hanya bernilai daging.
    Suara daging ini yang sering berkumandang sehingga kita tidak hormat pada Allah.

    Akhirnya mereka bimbang terhadap suara Tuhan sekalipun suara Tuhan sudah nyata dalam hidup mereka. Kenapa masih ragu? Rugi sekali, hanya gara-gara suara daging!
    Sepuluh pengintai bimbang, gugur dari iman, dan tidak masuk Kanaan--bukan berarti Tuhan jahat. Mereka sendiri yang memilih untuk tidak masuk Kanaan, bukan dipaksa atau dipecat.

    Jaga mulut! Jangan menambah dan mengurangi firman!
    Galatia 4: 13-16
    4:13. Kamu tahu, bahwa aku pertama kali telah memberitakan Injil kepadamu oleh karena aku sakit pada tubuhku.
    4:14. Sungguhpun demikian keadaan tubuhku itu, yang merupakan pencobaan bagi kamu, namun kamu tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang hina dan yang menjijikkan, tetapi kamu telah menyambut aku, sama seperti menyambut seorang malaikat Allah, malahan sama seperti menyambut Kristus Yesus sendiri.
    4:15. Betapa bahagianya kamu pada waktu itu! Dan sekarang, di manakah bahagiamu itu? Karena aku dapat bersaksi tentang kamu, bahwa jika mungkin, kamu telah mencungkil matamu dan memberikannya kepadaku.
    4:16. Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

    'Betapa bahagianya kamu pada waktu itu!'= sekalipun rasul Paulus sakit, semua senang mendengar pemberitaan firman dari dia, bahkan dia dianggap seperti malaikat bahkan Yesus sendiri.
    Bagaimana dengan kita saat menerima firman pengajaran?

    "Saya ingat dulu 6-8 jam PP ke Surabaya, biarpun bisnya tidak ada AC dan besok sekolah karena sangat bahagia mendengar firman pengajaran ini."

    'Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?'= sebelumnya mereka datang sekalipun Paulus menyatakan kebenaran, tetapi sekarang malah dimusuhi. Mengapa? Karena mempertahankan yang tidak benar.
    Tetapi rasul Paulus tegas, ia tidak mau menambah dan mengurangi firman; ia tetap menyatakan kebenaran sekalipun ia dimusuhi.

    Siapa yang memusuhi? Manusia daging yang mempertahankan sesuatu yang salah. Inilah manusia daging, terutama mulutnya yang suka menambah dan mengurangi.
    Sebenarnya kalau mau mengaku kesalahannya, beres semuanya.
    Jangan sampai kita yang salah tetapi masih berdalih.

    Kita harus tetap berpegang pada kebenaran sekalipun harus berhadapan dengan orang tua, kakak, adik. Secara keluarga tetap kita hormati, tetapi soal pengajaran kita harus tegas.
    Mulut harus dipercik darah yaitu hanya MENYATAKAN KEBENARAN; tidak boleh ditambah dan dikurangi.


  3. Kejadian 3: 5-6
    3:5. tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
    3:6. Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

    Yang ketiga: mata.
    Jika mata tidak dipercik darah, setan akan mengarahkan mata kita untuk memandang sesuatu yang enak bagi daging sekalipun dilarang oleh Tuhan/bertentangan dengan firman pengajaran--termasuk jodoh yang tidak seiman, tontonan yang tidak baik dan lain-lain.
    Mohon supaya mata dipercik dengan darah!

    Contoh: Lot memiliki pandangan daging, tetapi Abraham pandangan salib--mata dipercik darah.
    Kejadian 13: 9-11
    13:9. Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri."
    13:10. Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. --Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. --
    13:11. Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah.

    Lot memilih yang enak bagi daging; ia memandang Sodom dan Gomora seperti taman TUHAN karena menguntungkan daging, Sekalipun pergaulannya tidak benar--orang Sodom dan Gomora adalah orang yang jahat dan najis.
    Bahaya! Akhirnya isteri Lot menjadi korban.

    Dengar! Kalau kita mau menikah karena pandangan daging, pasti ada korban, entah isteri atau anak kita.

    Sebaliknya, Abraham memiliki PANDANGAN SALIB.
    Kejadian 13: 14-15, 17
    13:14. Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,
    13:15. sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.
    13:17. Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu."

    'ke timur dan barat, utara dan selatan'= salib.
    Pandangan daging hanya mengarah ke Sodom dan Gomora, tetapi pandangan salib mengarah ke Kanaan.
    Kaum muda, jangan berpandangan daging! Mungkin menjanjikan, tetapi kalau tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, jangan, itu adalah lautan api dan belerang.
    Gunakan pandangan salib sesuai dengan kehendak Tuhan, memang sakit bagi daging, tetapi di balik itu ada Kanaan--sekarang artinya hidup berkelimpahan, sampai masuk kerajaan sorga yang kekal; bahagia selamanya.

    Jaga telinga, mulut, dan mata! Kalau tiga indera ini dijaga, semua akan menjadi baik.
    Markus 7: 37
    7:37. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

    Dengar satu pengajaran yang benar sampai menjadi iman yang teguh--tidak disesatkan dan jatuh dalam dosa--, dan praktik firman--hidup benar dan suci.
    Kemudian mulut berkata dalam kebenaran.
    Terakhir, mata memiliki pandangan salib.

    Ini yang harus kita jaga. Kalau bimbang, hidup akan susah terus. Tegaskan mulai sekarang! Biar Tuhan memercik kita dengan darah apapun yang kita hadapi, yang penting kita bersama Tuhan. Semua akan menjadi baik, kita mengalami suasana kelimpahan mulai di bumi, sampai kekal selamanya. Kita tinggal tunggu waktu Tuhan.


  4. Kejadian 3: 5-6
    3:5. tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
    3:6. Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

    Yang keempat: hidung--menunjuk pada doa penyembahan.
    Kalau hidung tidak dipercik darah, setan akan mengarahkan gereja Tuhan untuk menjadi sama dengan Allah lewat mencium bau busuk: keinginan dan hawa nafsu daging, dosa-dosa; gereja Tuhan memupuk, mempertahankan, dan mencari keinginan/ambisi daging untuk menjadi sama dengan Allah. Tidak akan bisa, tetapi justru mati.

    Tetapi kalau hidung dipercik darah, kita akan mencium bau dupa, artinya SELALU MENYEMBAH TUHAN sehingga terjadi perobekan daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya.
    Banyak menyembah Tuhan hari-hari untuk mengalami perobekan daging dari manusia daging menjadi manusia rohani sedikit demi sedikit, sampai sempurna seperti Yesus. Tidak ada jalan lain!

    Mari, awali semuanya dengan doa penyembahan, supaya pekerjaan, pelayanan, sekolah dan sebagainya tidak mati, supaya jangan ada keinginan, ambisi, dan emosi daging yang mematikan semuanya, tetapi kita mengikuti kehendak Tuhan yang mampu menghidupkan sampai kita mencapai hidup kekal. Semua keinginan, ambisi, dan emosi daging harus dirobek, barulah pekerjaan, pelayanan dan sebagainya bisa hidup.

    "Saya ingat pelayanan di Surabaya ini. Saya buka hari senin karena ada beberapa keluarga yang ke Malang. Lalu ada yang berkata: 'Kalau om buka hari minggu, keluarga ini...itu...mau datang.' Saya berdoa dulu, saya tidak mau ceroboh. Kira-kira dua tahun kemudian baru saya buka ibadah doa untuk melayani jemaat yang benar-benar ke Malang, supaya mereka bisa menjadi imam-imam. Untuk menjadi imam-imam harus masuk dalam tiga macam ibadah pokok, tetapi mereka bekerja sehingga tidak memungkinkan untuk ke Malang. Setelah itu baru Tuhan tetapkan untuk buka ibadah hari minggu. Begitu juga ibadah di Jakarta dan Medan, sudah lama mereka minta, tetapi saya berdoa dulu, jangan sampai karena keinginan, ambisi, dan emosi daging, tetapi benar-benar kehendak Tuhan."

    Dalam segala hal, kalau ada ambisi dan emosi daging, pasti mati--seperti makan buah yang dilarang Tuhan--, tetapi kalau mengikuti kehendak Tuhan, kita akan tetap hidup sekalipun orang mau mematikan, bahkan sampai hidup kekal.
    Banyak berdoa, jangan terburu-buru!

    Kalau empat indera ini sudah dikuasai setan, kehidupan itu pasti tidak taat--tangan mengambil buah yang dilarang Tuhan dan memakannya--; sama dengan berbuat dosa, hanya mengikuti keinginan, emosi, dan hawa nafsu daging.
    Kejadian 3: 6
    3:6. Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

    Akibatnya: telanjang.
    Kejadian 3: 7
    3:7. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

    Kalau berbuat dosa, pasti telanjang, dan satu waktu akan dipermalukan, lebih dahsyat lagi seperti Yudas Iskariot. Dia mencuri, sampai meninggalkan pelayanan dan Tuhan untuk bersekutu dengan orang-orang yang menentang ajaran Yesus. Ia kelihatan dipakai dan diberkati, sampai saat perjamuan terakhir murid-murid berpikir Yudas pergi karena disuruh Tuhan. Tetapi akhirnya ia ditelanjangi, dan isi perutnya terburai ke luar.

    Empat indera ini sudah cukup bagi setan untuk menelanjangi sampai menghancurkan kita.


  5. Kejadian 3: 10
    3:10. Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."

    Yang kelima: kulit--peraba/perasaan.
    Karena sudah telanjang, manusia menjadi takut dan malu; tidak ada damai sejahtera.
    Takut di sini bukan takut akan Tuhan tetapi takut secara negatif, yaitu menjauh dari Tuhan; terpisah dari Tuhan.

    Akibatnya: diusir dari taman Eden.
    Kejadian 3: 17, 23
    3:17. Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
    3:23. Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.

    Manusia diusir dari taman Eden ke dalam dunia sehingga bersuasana kutukan: letih lesu, beban berat, susah payah, air mata, kepedihan, duri-duri dan lain-lain, sampai binasa di neraka selamanya. Hati-hati!

Inilah keadaan lima indera kalau tidak dipercik dengan darah.

Lalu, bagaimana cara Tuhan menolong? Dia tampil dengan wajah kemuliaan untuk menolong manusia. Sejak Adam dan Hawa berbuat dosa, semua pancaindera manusia di dunia juga sudah berbuat dosa sehingga hidupnya rusak, hancur, telanjang, dan binasa.

Kejadian 3: 21
3:21. Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

Cara Tuhan menolong: Dia membuat pakaian dari kulit binatang untuk menutupi ketelanjangan manusia--binatangnya masih samar-samar.
Kemudian di zaman Taurat binatangnya diperjelas, yaitu korban pendamaian dari kambing, domba, lembu.
Di perjanjian baru, semua korban pendamaian sudah digenapkan oleh kurban Yesus di kayu salib--korban Anak Domba Allah--sehingga kita tidak perlu lagi membawa korban binatang.

Bagaimana kita bisa menggunakan korban pendamaian/kurban Kristus untuk menutupi ketelanjangan kita? Oleh pekerjaan firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang menunjuk segala dosa-dosa kita di hati, pikiran, perbuatan, dan perkataan, kita bisa menyadari, menyesal, dan berdamai dengan Tuhan dan sesama.
Kalau tidak sadar dan menyesal, tidak akan bisa berdamai. Karena itu dengar firman pengajaran yang menunjuk dosa kita!

Kita mengaku kepada Tuhan, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
Kemudian saling mengaku dan mengampuni dengan sesama--jika kita salah, kita mengaku dan tidak berbuat dosa lagi; jika kita benar kita mengampuni dan melupakan dosa orang lain.
Hasilnya: darah Yesus menutupi ketelanjangan sehingga kita mengalami damai sejahtera.

Tadi kalau pancaindera rusak--telanjang--, kita tidak akan mengalami damai.
Tetapi sekarang, kalau hati sudah damai, berarti pancaindera sudah dipulihkan oleh percikan darah Yesus dan wajah berseri.
Hati damai dan pancaindera yang dipulihkan adalah dasar untuk mengalami kuasa Tuhan.

Hati damai sama dengan diam dan tenang.
Diam= banyak mengoreksi diri oleh ketajaman firman, kalau ditemukan dosa, mengaku, kalau tidak, diam, tidak usah membela diri--sama dengan bertobat.
Tenang= menguasai diri supaya dapat berdoa.

Ada apa-apa, mari bertobat dan berdoa.
Bertobat dan berdoa sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita untuk:

  1. Ibrani 2: 17-18
    2:17. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
    2:18. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

    'mendamaikan'= memercik darah.

    Yang pertama: 'mendamaikan'= tangan Tuhan yang setia dan berbelas kasih untuk menyucikan dan mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu kuat teguh hati, artinya:


    1. Tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan apapun yang kita hadapi.
    2. Tidak berbuat dosa apapun yang kita hadapi; tetap hidup benar dan suci.
    3. Tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
    4. Tetap percaya dan berharap Tuhan.


    Kita akan dipakai oleh Tuhan dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Jangan berharap orang, tetapi Tuhan.


  2. Yang kedua: 'Ia dapat menolong mereka yang dicobai'= tangan Tuhan yang setia dan berbelas kasih dapat dan tepat waktu untuk menolong kita; menyelesaikan semua masalah yang mustahil.
    Kita tinggal menunggu waktu Tuhan.

    Banyak diam dan tenang di tengah gelombang. Jaga hati damai; jaga pancaindera; jaga wajah berseri. Itu saja landasan kita. Tuhan akan membuat semua berhasil dan indah pada waktunya. Percayalah! Kalau diam dan tenang, badai akan segera berlalu.


  3. 1 Tesalonika 5: 23-24
    5:23. Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
    5:24. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

    Yang ketiga: tangan Tuhan yang setia dan menggenapi janji-Nya sanggup melindungi dan memelihara kita secara jasmani di tengah badai lautan dunia--kita terpelihara dengan damai, berkelimpahan, semua enak dan ringan--, sampai menyempurnakan kita--mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut Dia. Wajah kita seperti matahari; sempurna seperti Yesus.

    Matius 13: 43
    13:43. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

    'Siapa bertelinga'= mulai dari telinga--apa yang didengar--harus hati-hati.
    Jangan dengar yang aneh-aneh hari-hari ini! Kalau wajah mau bercahaya seperti matahari, jaga telinga.

    Jaga lima indera: hati damai, bertobat dan berdoa--diam dan tenang--, itu saja. Biar tangan yang setia, berbelas kasih, dan menggenapi janji-Nya yang bekerja dalam hidup kita untuk menghadapi badai gelombang apapun, sampai wajah kita bercahaya bagaikan matahari.

Tuhan tahu bahasa air mata. Apapun keadaan kita, kita bisa berseru kepada Dia, Dia tahu keadaan kita.
Suami, isteri, anak, orang tua tidak tahu, kita seorang diri di tengah badai, kesempatan untuk diam dan tenang. Tetapi kalau semua baik kepada kita, jangan berhenti sampai di situ, satu waktu kita akan kecewa. Semua manusia gampang untuk berubah, tetapi hanya Yesus yang tidak berubah.

Jangan lihat gelombangnya, tetapi kuasa Tuhan!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top