English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 17 Maret 2013 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Lukas 2:12
2:12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 11 Juni 2009 (Kamis Malam)
Keluaran 28:31-35 adalah tentang gamis baju efod, yang berwarna ungu tua / biru...

Ibadah Raya Malang, 19 Januari 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:7
1:7 Lihatlah, Ia datang dengan...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 10 September 2009 (Kamis Malam)
Markus 14: 32-36
ada 3 tingkatan doa:kelompok 8 murid, dimana Yudas sudah keluar. Dalam Tabernakel ini...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 14 November 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:28-32, adalah NUBUAT TENTANG POHON ARA.
Di sini pohon ara sudah melembut rantingnya, mulai...

Ibadah Raya Surabaya, 17 April 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Oktober 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Doa Malang, 16 Oktober 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 3:1
3:1 Adapun Musa, ia biasa...

Ibadah Raya Surabaya, 22 Januari 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Kaum Muda Malang, 30 Mei 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13 menunjuk pada 7 nubuat di akhir zaman; nubuat adalah sesuatu yang akan terjadi...

Ibadah Doa Malang, 15 Maret 2016 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Salam sejahtera bagi kita sekalian.

Matius 16:1-4
16:1 Kemudian datanglah orang-orang Farisi...

Ibadah Doa Surabaya, 25 September 2013 (Rabu Sore)
Kita sudah mempelajari pembagian Kitab Wahyu mulai pasal 1 sampai dengan pasal 12. Diterangkan dalam ibadah pendalaman Alkitab 23-09-2013.

SEKARANG KITA...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 April 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di...

Ibadah Doa Malang, 17 Februari 2009 (Selasa Sore)
Kebaktian Penataran Imam-imam Malang II

Matius 24:29-31 adalah...

Ibadah Raya Surabaya, 26 Oktober 2014 (Minggu Sore)
Penyerahan Anak
Bayi adalah kehidupan yang lahir baru sekaligus kehidupan yang empunya kerajaan Surga.
Dari seorang bayi (seorang yang lahir...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 29 September 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 10 dalam susunan Tabernakel terkena pada tujuh kali percikan darah di atas tutup pendamaian--menunjuk pada sengsara daging yang dialami oleh Yesus sampai mati di kayu salib untuk:

  • Memperdamaikan segala dosa manusia.
  • Menyempurnakan kita semua.

Wahyu 10: 1-3

10:1. Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan(1), dan pelangi ada di atas kepalanya(2) dan mukanya sama seperti matahari(3), dan kakinya bagaikan tiang api(4).
10:2. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka
(5). Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi(6),
10:3. dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum
(7). Dan sesudah ia berseru, ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya.

'seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga'= pribadi Yesus, bintang timur yang gilang-gemilang (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 08 September 2019).

Ayat 1-3= tujuh percikan darah yang dialami oleh Yesus menghasilkan tujuh sinar kemuliaan untuk menaungi gereja Tuhan yang lemah tak berdaya--melindungi dan memelihara--bahkan menyempurnakan: (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019):

  1. Berselubungkan awan. Artinya: pribadi yang diurapi oleh Roh Kudus sepenuhnya. (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 13 September 2019).


  2. Pelangi ada di atas kepalanya. Ini menunjuk pada Roh kemuliaan. (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 15 September 2019).


  3. Mukanya sama seperti matahari, supaya kita juga bersinar bagaikan matahari (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 22 September 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 27 September 2019).


  4. Kakinya bagaikan tiang api.
  5. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka.
  6. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi.
  7. Ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum.

AD. 4: KAKINYA BAGAIKAN TIANG API
Wahyu 2: 18
2:18. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga:

Kakinya bagaikan tiang api--kaki-Nya bagaikan tembaga dalam perapian--, artinya: pendirian yang teguh untuk menghukum dosa-dosa--tembaga menunjuk pada penghukuman, kaki menunjuk pada pendirian--; sama dengan kehidupan tanpa dosa.

Kalau ada dosa, kita akan terpisah dari Tuhan; tidak ada hubungan dengan Tuhan.
Yesaya 59: 1-2
59:1. Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
59:2. tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Kalau kita punya pendirian yang teguh untuk menghukum dosa, kita akan mengalami persekutuan dengan Tuhan--hubungan yang baik dengan Dia--lewat ibadah pelayanan yang sungguh-sungguh kepada Dia, sampai puncaknya kita berdoa menyembah Dia.
Selama ada dosa, itu yang membuat kita malas untuk beribadah, karena ada sekat antara kita dengan Tuhan--tidak ada hubungan yang baik dengan Tuhan.

Kesibukan dan lain-lain hanya merupakan cara supaya tidak datang ibadah, tetapi masalah yang sesungguhnya adalah dosa. Harus ada pendirian yang teguh untuk menghukum dosa, supaya ada hubungan yang indah dengan Tuhan, bahkan hubungan yang baik dengan sesama.

Ada hubungan dengan Tuhan berarti ada hubungan antara bumi dan sorga; kalau tidak ada hubungan dengan sorga berarti putus hubungan dengan sorga, berarti hanya ada kutukan dan kebinasaan.
Matius 6: 9-10
6:9. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10. datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu
di bumi seperti di sorga.

Doa penyembahan yang benar adalah kita berdoa supaya di bumi seperti di sorga--membuka hubungan antara bumi dan sorga.
Artinya: sekalipun kita masih hidup di bumi yang penuh kutukan--letih lesu dan beban berat--tetapi lewat ibadah dan doa penyembahan kita bisa merasakan suasana sorga. Ini yang penting.

Kita terlalu lelah di bumi untuk kuliah, kerja, tetapi hanya bersuasana duri/kutukan. Kalau tidak beribadah, kita bisa stres. Banyak orang stres hari-hari ini, termasuk orang pandai, karena tidak pernah merasakan suasana sorga. Mengapa begitu? Karena ada dosa yang menghalangi hubungan kita dengan Tuhan.
Mari, kita menghukum dosa, kita hidup tanpa dosa--ada hubungan baik dengan Tuhan lewat beribadah sungguh-sungguh dan berdoa--, supaya di bumi seperti di sorga. Saat-saat beribadah dan berdoa semacam ini bumi tidak berpengaruh lagi karena kita merasakan suasana sorga yaitu suasana kebahagiaan dan damai sejahtera. Ini yang kita cari, bukan bergantung pada kaya atau miskin--orang kaya banyak yang bunuh diri--; mau kaya atau miskin kalau dekat dengan Tuhan kita akan mengalami suasana sorga dan kebahagiaan. Kuliah dan bekerja yang bagus, tetapi jangan lupa mohon pada Tuhan supaya kita mengalami suasana sorga.

Banyak kebutuhan kita dalam dosa, tetapi intinya adalah supaya di bumi seperti di sorga; kita bisa merasakan suasana sorga di bumi.
Jangan pelihara dosa! Jangan pertahankan dosa, supaya kita tidak dihukum! Kalau ada dosa, sejak di bumi kita sudah dihukum yaitu hidup dalam kutukan--letih lesu, beban berat, susah payah, air mata--, sampai bosan hidup. Hukum dosa, mulai bangun hubungan yang baik dengan Tuhan--ibadah yang baik--!

Ada tiga macam kebutuhan pokok anak Tuhan, supaya bersuasana sorga di tengah suasana kutukan--ini yang kita doakan--:

  1. Matius 6: 11
    6:11. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

    Kebutuhan pokok yang pertama, supaya bersuasana sorga: makanan rohani yang secukupnya, bahkan berkelimpahan.

    Dulu, makanan rohani dalam bentuk manna yang Tuhan kirimkan kepada bangsa Israel setiap pagi, setiap orang memungut satu gomer--3,6 liter; berkelimpahan.

    Sekarang, manna menunjuk pada firman penggembalaan--roti malaikat.
    Ini yang mau dihantam oleh setan yaitu gembala digoda atau dijatuhkan supaya tidak bisa lagi mempersiapkan firman penggembalaan, sehingga sidang jemaat tidak ada harapan untuk bersuasana sorga, tetapi bersuasana padang gurun/kutukan.
    Gembala dijatuhkan lewat dosa, sehingga ia kering; bersalah soal persepuluhan saja dia sudah kering karena persepuluhan ada kaitan dengan makanan.
    Setan juga bisa menjatuhkan gembala lewat tidak setia.

    Di sinilah Tuhan mau memberikan hubungan dengan sorga yaitu lewat manna. Doakan gembala-gembala, supaya bisa mempersiapkan manna, sehingga jemaat bisa bersuasana sorga di tengah padang gurun.
    Mazmur 78: 23-25
    78:23. Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit,
    78:24. menurunkan kepada mereka
    hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit;
    78:25. setiap orang telah makan
    roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.

    Firman penggembalaan adalah firman yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, berkesinambungan, diulang-ulang, dan berlimpah-limpah.
    Firman penggembalaan bisa kita terima lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--kandang penggembalaan.

    Ada dua macam makanan rohani dalam penggembalaan:


    • Firman penginjilan; susu, untuk membawa orang berdosa supaya percaya Yesus dan diselamatkan--menjadi anak-anak Allah--, tidak dihukum tetapi diberkati.


    • Firman pengajaran; makanan keras, untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat supaya disucikan sampai sempurna seperti Yesus; menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.


    Apa yang harus disucikan? Kita belajar dari manna:


    • Bangsa Israel mengumpulkan satu gomer setiap hari selama 5 hari.
      Lima hari menunjuk pada pancaindera/hati. Ini yang harus disucikan.


    • Pada hari keenam memungut manna secara dobel: satu gomer untuk hari keenam--penyucian pancaindera--dan satu gomer untuk hari ketujuh--Sabat, kita menyambut kedatangan Yesus kedua kali, masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya.


    Mari hari-hari ini kita berdoa, supaya ada makanan rohani--mantap dalam keselamatan (hidup benar), kita diberkati, dan lanjutkan dengan pengajaran (pancaindera harus disucikan).

    Tadi, satu hari satu gomer, artinya kebutuhan hamba/pelayan Tuhan adalah penyucian, bukan beras dan lain-lain. Kalau ada penyucian, di dalamnya sudah ada pemeliharaan yang berlimpah--manna 3,6 liter--, dan semuanya juga berkelimpahan.

    Sekali lagi, yang harus disucikan adalah pancaindera: penyucian telinga dan mulut:
    Markus 7: 37
    7:37. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."


    • Telinga disucikan supaya hanya mendengar suara gembala, bahkan harus mendengar suara gembala--firman penggembalaan yang benar, pembukaan rahasia firman yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab--; sama seperti dulu Israel hanya memungut manna, tidak ada yang lain, bahkan harus memungut manna, kalau tidak, mati.

      Kalau kita mendengar suara asing kita seperti mengumpulkan pasir. Sia-sia! Benar-benar dalam kekeringan dan kehancuran!
      Jangan dengar ajaran lain termasuk gosip! Kalau sudah tahu itu lain kenapa harus dengar? Ini sama seperti mencari guru les, dia ajarkan 2+2= 5, tetapi kita tetap mau les dan membayar dia. Bodoh sekali!

      "Termasuk di sini, kalau saya aneh-aneh dalam pengajaran, penyembahan dan nikahnya aneh, jangan datang, rugi, dan saya menjadi penipu."

      Pada cerita Musa, pasir hanya untuk menimbun mayat, sepertinya menyelesaikan masalah tetapi sesungguhnya tidak pernah selesai--bau--, sampai ia dikejar oleh Firaun. Tidak pernah selesai. Sungguh-sungguh! Kalau di sini tidak benar, jangan datang, kalau benar, jangan ditolak--menolak yang benar sama dengan mengambil pasir juga.

      Mengapa pekerjaan masih begini-begini saja, melayani dari dulu masih begini-begini? Karena masih menimbun pasir. Bahaya! Pasir--ajaran palsu termasuk gosip--hanya menimbun kesalahan dan menyalahkan orang lain. Tetapi manna untuk menyucikan pancaindera kita sendiri, dan itu yang diberkati Tuhan. Di situlah bedanya.


    • Mulut.
      Kalau telinganya disucikan, mulut juga pasti disucikan, sehingga mulut hanya berkata benar dan baik--jujur--, bersaksi, dan menyembah Tuhan.


    Ini yang kita butuhkan setiap hari.
    Kalau telinga dan mulut baik--masuk dalam penyucian terus menerus di dalam penggembalaan--, Tuhan akan menjadikan semuanya baik--'Ia menjadikan segala-galanya baik'. Dia mampu memelihara kita secara berkelimpahan, menjadikan semua baik--yang hancur menjadi baik, yang baik bertambah baik sampai sempurna--, dan secara rohani kita mengalami damai sejahtera.

    Inilah kebutuhan pokok kita yaitu makanan rohani, supaya kita mengalami suasana takhta sorga, dan kita sudah tenang.


  2. Matius 6: 12
    6:12. dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

    Kebutuhan pokok yang kedua, supaya bersuasana sorga: pakaian pengampunan.

    Mengapa butuh pakaian? Sejak Adam dan Hawa berbuat dosa, semua manusia sudah berbuat dosa, dan akibatnya:


    • Telanjang--kehilangan pakaian kemuliaan yaitu pakaian kebenaran dan kesucian--= tidak berharga, bahkan dipermalukan.
      Roma 3: 23
      3:23. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,


    • Kering dan mati rohani, yaitu hidup dalam dosa, enjoy dalam dosa sehingga tidak pernah menyadari dan menyesali dosa bahkan tidak mengaku dosa, malah menyalahkan orang lain.
      Semakin banyak menyalahkan orang lain, hidup akan semakin banyak air mata, banyak masalah--hidup menjadi minus.

      Efesus 2: 1
      2:1. Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

      Ini yang berat, kalau ketelanjangan dibiarkan, pelan tapi pasti akan dipermalukan, dan akan membawa pada kematian rohani.


    • Kematian kedua di neraka selamanya; cucuran air mata selamanya.


    Oleh sebab itu kita semua harus memiliki pakaian pengampunan. Kalau tidak, kita akan mengalami tiga akibat di atas.

    Dari mana kita dapat pakaian pengampunan? Di atas kayu salib Yesus ditelanjangi untuk memberikan pakaian-Nya kepada kita, supaya ketelanjangan kita ditutupi.

    Dari pihak kita: kita harus berdamai satu dengan yang lain---saling mengaku dan mengampuni--:


    • Oleh dorongan pedang firman kita bisa mengaku.
      Kita mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi, berarti sudah berhenti dari ketelanjangan.


    • Oleh dorongan pedang firman kita sadar bahwa kita masih banyak kesalahan dan cacat cela, sehingga mendorong kita untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.


    "Tanpa dorongan firman kita tidak akan mampu mengaku dan mengampuni.
    Saya dulu pernah menghadapi pada tahun 1980an, suami isteri yang tidak mau mengaku dan mengampuni. Kami datang ke rumahnya diterima di dua sisi: isterinya menerima di dapur sampai belakang, suaminya di kamar tamu. Begitu akibatnya kalau tidak ada dorongan pedang firman. Tetapi akhirnya Tuhan tolong untuk bisa berdamai--saling mengaku dan mengampuni.
    "

    Kalau kita bisa saling mengaku dan mengampuni, darah Yesus akan menghapus segala dosa kita; kita menerima pakaian pengampunan yang menutupi segala ketelanjangan kita.

    Tadi, bukti kita memiliki makanan rohani--digembalakan--adalah kita mengalami penyucian, mulai dari telinga dan mulut. Hasilnya kita kenyang; mengalami kelimpahan, dan Tuhan menjadikan semua baik.

    Sekarang, bukti menerima pakaian pengampunan:


    • Kita dibenarkan dan hidup dalam kebenaran--kita ada hubungan dengan sorga--, dan menjadi senjata kebenaran untuk dipakai Tuhan--hamba/pelayan Tuhan yang melayani Tuhan dengan setia dan benar.
      Dulu manusia punya pakaian kemuliaan, enak. Tetapi setelah telanjang, manusia diusir oleh Tuhan.


    • Yesaya 32: 17
      32:17. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

      Bukti kedua: kita mengalami damai sejahtera; tidak ada iri, benci; semua menjadi enak dan ringan.

      Perhatikan! Kalau dijadikan senjata kebenaran, bukan untuk diperberat, tetapi semua justru enak dan ringan--kalau menjadi senjata kebenaran pasti ada damai sejahtera--, berhasil dan indah pada waktunya--pakaian pengampunan/pakaian pelayanan sama dengan jubah indah. Tuhan tidak pernah menipu kita.

      Kalau tidak melayani Tuhan, hidup itu akan berat, karena dicengkeram oleh setan. Tetapi kalau sudah menjadi pelayan Tuhan, kita sudah jadi milik Tuhan, sehingga semua menjadi enak dan ringan, bahkan indah pada waktunya.


    Inilah kebutuhan pokok kita yaitu hidup di padang pasir tetapi bersuasana sorga--ada hubungan antara bumi dan sorga.
    Yang pertama: perhatikan makanan rohani, supaya diberkati, dipelihara, dan semua dijadikan baik pada waktunya.
    Yang kedua: Tuhan memberikan pakaian, sehingga hidup menjadi enak dan ringan, semua indah pada waktunya.


  3. Matius 6: 13
    6:13. dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

    'Engkaulah yang empunya Kerajaan'= Kerajaan adalah rumah kita.

    Kebutuhan pokok yang ketiga, supaya bersuasana sorga: menjadi rumah doa, bukan sarang penyamun.

    Kalau jadi sarang penyamun, Tuhan akan datang dengan membawa cambuk, bukan Kerajaan sorga, untuk menghajar.
    Tetapi kalau menjadi rumah doa, Tuhan akan hadir untuk membawa suasana sorga.

    Rumah doa= kehidupan yang gemar untuk menyembah Tuhan.
    Doa penyembahan adalah tempat perlindungan dari:


    • Dari luar: si jahat dengan panah apinya--'lepaskanlah kami dari pada yang jahat'.
      Panah api si jahat adalah dosa-dosa sampai puncaknya dosa, ajaran palsu yang menyesatkan kita, pencobaan di segala bidang yang mustahil, yang membuat kita kecewa, putus asa, dan tinggalkan Tuhan, sampai nanti antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun.

      Kita harus banyak menyembah Tuhan.
      Kalau terpaksa atau dipaksa untuk menyembah dan beribadah melayani Tuhan, kita nanti akan dipaksa untuk menyembah antikris dengan ancaman, siksaan, sampai pemancungan kepala.

      Mari, gemar beribadah melayani dan menyembah Tuhan--bersukacita saat menyembah Tuhan--, dan Dia akan melindungi kita untuk menghadapi panah api si jahat.


    • Dari dalam: kita menghadapi daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya yang meraksasa, melampaui batas wajar. Ini yang melanda dunia bahkan gereja. Dulu Tuhan memberikan Hawa kepada Adam--satu laki-laki satu wanita--, sekarang tidak wajar, satu laki-laki mau lima wanita dan sebagainya; seharusnya makan dan minum secukupnya, tetapi sekarang makan-minum, mabuk dan lain-lain.

      Kita perlu menyembah Tuhan untuk menghadapi daging yang meraksasa.
      Yakobus 1: 13-14
      1:13. Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
      1:14. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

      Setan memakai musuh dari dalam untuk memikat kita, supaya keluar dari kehendak Tuhan. Kalau sudah keluar dari kehendak Tuhan--tidak taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar--, kita tinggal diseret pada maut, kehancuran dan kebinasaan.

      Doa penyembahan adalah proses perobekan daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya sehingga kita tetap taat dengar-dengaran pada kehendak Tuhan sampai daging tidak bersuara lagi--Yesus taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib.
      Kita hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan.

      Ini saja kebutuhan pokok kita: makanan rohani--penyucian, kita akan mengalami kelimpahan, damai sejahtera, dan semua menjadi baik pada waktunya--, pakaian--saling mengaku dan mengampuni, kita jadi senjata kebenaran, semua enak dan ringan, bahkan indah pada waktunya--, dan doa penyembahan--gemar menjadi rumah doa, sampai hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan; menyerah sepenuh kepada Tuhan, mulai dari menyerahkan segala kekurangan dan kelemahan, bukan kelebihan. Itu saja yang dituntut oleh Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan belas kasih dan kuasa-Nya kepada kita, sehingga tidak ada istilah putus asa bagi kita.

      Contoh dan hasilnya:


      1. Bapak-bapak:


        1. Petrus.
          Yohanes 21: 17-19
          21:17. Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.
          21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
          21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

          'Sedih hati Petrus'= kekurangan Petrus adalah menyangkal Tuhan.
          Tetapi akhirnya Petrus bisa mengulurkan tangan untuk menyerahkan hati yang sering bimbang bahkan sampai menyangkal Tuhan.

          Petrus bisa mengulurkan tangan artinya ia bisa percaya dan berharap Tuhan sampai berkorban nyawa--dia yakin pada Tuhan--, dan Tuhan memakai dia untuk kemuliaan nama-Nya, mengangkat dan memberkati dia.


        2. Musa.
          Keluaran 14: 15-16
          14:15. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.
          14:16. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.

          Musa berseru-seru karena menghadapi pencobaan--laut Kolsom dai belakang Firaun.
          Musa banyak kelemahan yaitu ia mengomel, bersungut saat menghadapi kemustahilan, bahkan menyalahkan orang lain dan Tuhan. Kalau tidak menyerahkan semua kekurangan dan kelemahan, malah bangga, kita akan mati.

          Untunglah Musa diubahkan, ia bisa mengulurkan tangan, sehingga dari berseru-seru diubahkan menjadi berseru dan berserah; percaya kepada Tuhan, dan tangan-Nya diulurkan untuk membelah laut Kolsom. Semua masalah yang mustahil bisa selesai pada waktunya.
          Musa juga dipakai Tuhan untuk kemuliaan nama-Nya.


        Mari sungguh-sungguh! Ini gambaran dari bapak-bapak termasuk gembala saat menghadapi ekonomi dan pelayanan. Jangan mudah menyalahkan orang tetapi periksa diri! Jangan putus asa! Cukup berseru dan berserah kepada Tuhan, semua akan selesai.


      2. Wanita: perempuan yang sakit pendarahan dua belas tahun.
        Markus 5: 24-28

        5:24. Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.
        5:25. Adalah di situ seorang
        perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
        5:26. Ia telah berulang-ulang diobati oleh
        berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
        5:27. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan
        menjamah jubah-Nya.
        5:28. Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."

        Kelemahan wanita adalah berharap sesuatu di dunia: uang, manusia, sampai tidak berharap Tuhan.
        Bukan tidak boleh ke dokter, tetapi harapan kita harus tetap Tuhan.

        Karena itu Tuhan izinkan kita mengalami ujian habis-habisan, nikah buah nikah hancur, menghadapi kemustahilan, penderitaan, dan air mata. Tuhan tunggu sampai bisa menyerahkan segala kelemahan.

        Perempuan ini akhirnya berharap hanya kepada Tuhan, dia mengulurkan tangan dan menjamah ujung jubah Tuhan sekalipun melewati ujian iman--namanya berdesak-desakan, pasti berjuang. Kalau menyerah kalah, habis, kalau menyerah sepenuh, kita akan menang, waktunya Tuhan untuk menolong kita. Kita bahagia dan semua dipulihkan.


      3. Kaum muda: Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.
        Daniel 3: 16-19, 24-25
        3:16. Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
        3:17. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
        3:18. tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
        3:19. Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar, air mukanya berubah terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego; lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lebih panas dari yang biasa.
        3:24. Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"
        3:25. Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"

        Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menghadapi masa depan yang hancur. Seringkali kelemahan kaum muda adalah melihat bukti. Kalau tidak ditolong merasa percuma.

        Sekarang kita datang kepada Tuhan bukan untuk ditolong tetapi mengasihi Dia--menyerahkan diri kepada Dia.
        Mau ditolong atau tidak, terserah Tuhan, yang penting kita mengasihi Tuhan. Ini yang ditunggu oleh Tuhan.

        Tadi, Petrus bimbang, Musa menyalahkan orang lain, perempuan mengandalkan orang lain sampai melawan Tuhan.

        Jangan tunggu habis-habisan! Sekalipun sudah habis-habisan, Tuhan tolong.

        Terakhir, anak muda, jangan jadikan Tuhan sebagai dukun atau dokter! Kita datang kepada Dia karena kita mengasihi Dia, bukan ditolong atau tidak. Hidup kita dalam tangan Tuhan, dan Dia menyelesaikan semua. Dia memberikan masa depan yang berhasil dan indah--Tuhan juga mengasihi kaum muda.

        Sampai terakhir, kalau Tuhan datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia, untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Serahkan seluruh hidup kepada Tuhan!

Inilah kaki yang bagaikan tiang api--kaki seperti tembaga yang menyala-nyala. Kita harus punya sikap yang teguh untuk menghukum dosa, supaya kita bersuasana sorga di dunia. Jangan berbuat dosa, supaya suasana sorga turun lewat makanan rohani--penyucian--, pakaian pengampunan--pelayanan; kita mengalami damai sejahtera--, dan menjadi rumah doa.

Kita banyak menyembah Tuhan; mengasihi Dia bukan karena ditolong atau tidak tetapi, percaya kepada Dia. Kita hanya mengandalkan Tuhan. Tuhan akan tolong kita.
Serahkan semua kelemahan kita kepada Tuhan!

Asalkan ada pendirian teguh untuk menghukum dosa-dosa, hubungan dengan Tuhan akan menjadi baik. Kita tidak bimbang lagi tetapi hanya percaya kepada Dia; tidak mengandalkan apapun di dunia, tetapi Tuhan; tidak membutuhkan apa-apa lagi, tetapi hanya mengasihi Dia. Hidup kita ada di dalam tangan-Nya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top