English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 14 Mei 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6 adalah tentang sidang jemaat Sardis.
Wahyu...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 02 September 2014 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita belajar tentang tabut perjanjian.
Keluaran 25:10-22 tentang...

Ibadah Raya Malang, 29 Maret 2009 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
Salah satu arti dari 'Hermon' adalah mulia....

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan [Wahyu 1:13-16]:
[ayat 13]...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 04 Februari 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:1
11:1 Pada suatu kali Yesus sedang...

Ibadah Doa Surabaya, 13 Juli 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 22 Maret 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran,...

Ibadah Doa Surabaya, 17 Februari 2016 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat sore, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus...

Ibadah Raya Malang, 12 Juni 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:14-16   Pengkhianatan terhadap Anak Domba Paskah.

Yudas Iskariot mengkhianati Yesus sebagai...

Ibadah Raya Malang, 22 Desember 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Raya Malang, 19 Juni 2011 (Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK.

Markus 10:13-16
10:13. Lalu orang membawa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Januari 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 17 April 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22
3:21 Barangsiapa menang, ia akan...

Ibadah Raya Malang, 14 September 2014 (Minggu Pagi)
Bersamaan dengan Penataran Imam-imam dan Calon Imam I.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Doa Surabaya, 17 Maret 2010 (Rabu Sore)
Markus 2: 18-20
Waktu berpuasa (ay. 20), yaitu saat terjadi jarak antara kita...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 04 Juni 2017 (Minggu Siang)

Bersamaan dengan hari Pentakosta

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 5-6
6:5. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya.
6:6. Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum
sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

Ini adalah pembukaan METERAI KETIGA--penghukuman yang ketiga dari Allah Roh Kudus--atas dunia ini, yaitu kegerakan kuda hitam, yang menimbulkan KELAPARAN secara dobel: secara jasmani dan terutama secara rohani--kelaparan akan firman Allah--(diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Mei 2017).
Akibatnya: manusia termasuk hamba Tuhan/pelayan Tuhan banyak yang rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi; nyanyian di tempat suci menjadi ratapan, artinya: jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa, kemudian hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa, dan akhirnya enjoy dalam dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan, dan binasa selamanya.

Jalan keluar untuk menghadapi kelaparan dobel yang akan datang: (ayat 6) (diterangkan mulai dari Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 25 Mei 2017):

  1. Yang pertama: 'Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar')= dibutuhkan satu dinar (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 25 Mei 2017 sampai Ibadah Doa Surabaya, 29 Mei 2017).
    Pengertian satu dinar:


    1. Satu dinar adalah upah bekerja di kebun anggur (diterangkan pada Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 25 Mei 2017).
      Hari-hari ini kita harus masuk kebun anggur/kebun mempelai--pengembalaan yang dibina oleh kabar mempelai/firman pengajaran.
      Kabar mempelai adalah peningkatan dari kabar baik. Penginjilan/kabar baik penting, tetapi harus ditingkatkan menjadi kabar mempelai/makanan keras; kalau hanya susu saja, akan lapar juga.

      Bekerja di kebun anggur juga berarti: pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga. Jadi, kita melayani bukan untuk memperbesar gereja dan lain-lain, itu terlalu kecil, tetapi sampai pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.


    2. Kehidupan yang kembali pada gambar dan tulisan Allah (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 28 Mei 2017 sampai Ibadah Doa Surabaya, 29 Mei 2017). Kalau di dunia, ada gambar cap kaisar pada satu dinar; kalau satu dinar sorga ada gambar dan capnya Tuhan--milik Tuhan selamanya.


  2. Jalan keluar yang kedua: 'janganlah rusakkan minyak dan anggur itu'= kita harus punya minyak dan anggur.

AD. 2
Minyak menunjuk pada minyak urapan Roh Kudus.
Untuk menghadapi kelaparan harus punya satu dinar--bekerja di kebun anggur dan kehidupan yang kembali pada gambar dan tulisan Allah--, dan kita harus memiliki minyak urapan Roh Kudus.

Kita akan belajar minyak urapan dalam perjanjian lama; masih berupa bahan-bahan secara jasmani--Tabernakel jasmani--, jadi urapannya juga secara jasmani. Ttabernakel jasmani sudah hancur, dan kita belajar Tabernakel rohani; bahan-bahan ini dalam arti rohani.

Keluaran 30: 22-24 => tentang minyak urapan
30:22. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
30:23. "Ambillah rempah-rempah pilihan, mur tetesan lima ratus syikal, dan kayu manis yang harum setengah dari itu, yakni dua ratus lima puluh syikal, dan tebu yang baik dua ratus lima puluh syikal,
30:24. dan
kayu teja lima ratus syikal, ditimbang menurut syikal kudus, dan minyak zaitun satu hin.

Ini adalah bahan-bahan untuk membuat minyak urapan kudus:

  1. Minyak zaitun satu hin--kurang lebih enam liter.
  2. Mur tetesan/getah mur lima ratus syikal.
  3. Kayu manis dua ratus lima puluh syikal.
  4. Tebu yang baik dua ratus lima puluh syikal.
  5. Kayu teja lima ratus syikal.

Dulu harus menyediakan ini semua; Tabernakelnya secara jasmani, minyak urapannya juga secara jasmani.

Hari ini kita memperingati hari Pentakosta (pencurahan Roh Kudus). Dulu, zaman Taurat secara jasmani, sekarang sesudah perjanjian baru sudah beralih pada pencurahan Roh Kudus.
Yohanes 16: 7
16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

'Penghibur'= Roh Kudus.
'Yesus pergi', artinya Ia harus mati di kayu salib, bangkit, masih tinggal selama empat puluh hari di dunia, lalu naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa, dan sepuluh hari kemudian Ia mencurahkan Roh Kudus--mulai dari loteng Yerusalem sampai sekarang.
Jadi pembaptis Roh Kudus adalah Tuhan Yesus sendiri, hamba Tuhan hanya dipakai untuk menolong lewat penumpangan tangan dan lain-lain.

Jadi, beralih dari Taurat ke perjanjian baru. Tinggal bagaimana kita menerima Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus, kita hanya yatim piatu secara rohani.
Yohanes 14: 16-18
14:16. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
14:17. yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
14:18. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

Yesus naik ke sorga dan Ia akan datang kembali, sementara itu kita masih di dunia.
Dia sudah di sorga, tetapi Dia tidak mau meninggalkan kita sebagai yatim piatu sehingga Dia mengutus Roh Kudus kepada kita. Sehebat apapun manusia--termasuk rohaniawan--, tanpa Roh Kudus, ia hanya seperti yatim piatu secara rohani, artinya:

  • Lemah secara rohani; tidak ada sandaran: gampang kecewa, putus asa, bangga, tersinggung, minder. Itu suatu kejatuhan.
  • Seperti tidak pernah dilahirkan= tidak mengalami kelahiran baru; tetap mempertahankan manusia darah daging yang dikuasai oleh keinginan/hawa nafsu daging sehingga berbuat dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan, dan itu berarti kebinasaan selamanya.

Oleh sebab itu Tuhan rela mati, bangkit dan naik ke sorga untuk mencurahkan Roh Kudus. Kita mutlak membutuhkan urapan Roh Kudus.
Dari pihak Tuhan, Roh Kudus sudah dicurahkan mulai dari loteng Yerusalem sampai sekarang. Yakinlah!

Dari pihak kita, proses menerima minyak urapan Roh Kudus--dulu membawa minyak zaitun, sekarang tidak perlu. Kalau urapan karena minyak zaitun, betapa bahagianya kita, tinggal beli berapa drum. Bukan begitu, sekarang dalam arti rohani--:

  1. Yang pertama: minyak zaitun satu hin--kurang lebih enam liter; angka 6 menunjuk pada manusia daging.
    Minyak zaitun ini berasal dari buah zaitun yang sudah masak, kemudian dijemur dan diperas sehingga keluar minyaknya.
    Buah zaitun ini banyak terdapat di bukit Zaitun.

    Kalau ingat bukti Zaitun, kita ingat Yesus, yang ditandai dengan tetesan air mata, lelehan keringat dan tetesan darah-Nya; yang menunjukkan kesungguhan Yesus untuk bergumul dan menyelamatkan manusia berdosa. Sementara ibadah pelayanan kita hanya menggunakan uang dan waktu, apa beratnya? Kalau terlalu berat, ingat bukti Zaitun! Di situ ada tetesan air mata, lelehan keringat dan tetesan darah Yesus; begitu berat.

    Oleh sebab itu biarlah kita bergumul untuk bisa sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan hari-hari ini; mungkin hanya ditandai dengan tetesan air mata dan keringat, belum ada darah.

    Yesus bagaikan buah zaitun yang diperas untuk menghasilkan minyak urapan--ini tanda keselamatan.
    Apa yang diperas?
    Lukas 22: 42-44
    22:42. "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."
    22:43. Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.
    22:44. Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.

    'bukanlah kehendak-Ku'= kehendak daging.
    'Malaikat'= urapan Roh Kudus.

    Markus 14: 33-34
    14:33. Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar,
    14:34. lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah."


    • Kesedihan daging.
    • Kehendak daging.
    • Ketakutan daging.


    Sekarang, kita juga harus bergumul dalam doa penyembahan, supaya terjadi pemerasan daging/penyaliban daging:


    • Kesedihan daging. Kalau sedih, karena apapun, mungkin menjurus pada kecewa, mari bergumul. Kalau sedih berarti tidak ada Roh Kudus.
      Kesedihan diperas sampai bisa mengucap syukur kepada Tuhan.


    • Kehendak daging diserahkan pada Tuhan untuk menerima kehendak Tuhan; kita bisa taat dengar-dengaran.
    • Ketakutan/kekuatiran daging--membuat tidak setia--diperas sampai jadi takut akan Tuhan. Ini adalah puncak urapan, dan kita mengalami minyak urapan Roh Kudus.
      Yesaya 11: 1-3 => Yesus Raja Damai
      11:1. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
      11:2. Roh TUHAN(1) akan ada padanya, roh hikmat(2) dan pengertian(3), roh nasihat(4) dan keperkasaan(5), roh pengenalan(6) dan takut akan TUHAN(7);
      11:3. ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

      'Tunggul'= sesuatu yang tidak ada harapan, tetapi bisa bertunas dan berbuah karena ada urapan Roh Kudus.
      Puncak dari urapan Roh Kudus adalah takut akan Tuhan; membenci dosa dan dusta; tidak mau berbuat dosa.

      Hasilnya: sekalipun hanya tunggul--tidak berharga, tidak punya harapan, gagal--kalau diurapi Roh Kudus, ada harapan baru sampai berbuah-buah yang manis; ada keberhasilan.

      Lihat tetesan air mata, lelehan keringat dan tetesan darah Yesus! Kita akan bersungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai kita rela diperas juga, dan minyak urapan turun; hari Pentakosta tidak sia-sia.

      Sekalipun hanya tunggul; sesuatu yang tidak berdaya dan tidak berharga, bisa ada harapan baru, ada keberhasilan dan buah-buah yang manis, kalau diurapi Roh Kudus.


  2. Yang kedua: mur tetesan--getah mur--lima ratus syikal.
    Ini menunjuk pada darah Yesus--kulit pohon dilukai baru keluar darah; getah mur didapatkan dari kulit pohon mur yang dilukai, dan berbau sangat harum; waktu orang majus datang, mereka membawa mur dan kemenyan.

    Getah mur menunjuk pada Yesus yang disalibkan dengan luka-luka yang mengeluarkan darah di seluruh tubuh-Nya.
    Secara keseluruhan, luka-luka Yesus terdiri dari:


    • Yang pertama: empat luka utama yang dipaku--dua di tangan dan dua di kaki--untuk menebus dan menyelamatkan bangsa Israel karena melanggar hukum Taurat. Karena itu waktu bangkit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: Lihat tangan-Ku, lihat kaki-Ku, lihat lambung-Ku!
      Ini adalah kasih Allah kepada bangsa Israel. Bangsa Israel dicari dengan empat luka utama.


    • Satu luka di lambung--luka yang terbesar dan terdalam yang mengeluarkan darah dan air--untuk menyelamatkan bangsa kafir yang berbuat dosa sampai puncaknya dosa--seperti anjing dan babi. Ini adalah kemurahan Tuhan bagi bangsa kafir.
      Luka kelima terjadi setelah Yesus mati (Yohanes 19).

      Ketika penjahat pertama dan kedua belum mati, kakinya dipatahkan supaya cepat mati, dan ketika sampai pada Yesus, Ia sudah mati, kaki-Nya tidak dipatahkan, tetapi prajurit menikam lambung-Nya dengan tombak.
      Kalau empat luka utama, Yesus masih hidup dan Ia ingat bangsa Israel; umat pilihan-Nya. Ini adalah kasih-Nya bagi bangsa Israel.
      Tetapi setelah matipun Ia rela dittombak karena Ia ingat pada bangsa kafir. Ini adalah kemurahan Tuhan yang besar kepada bangsa kafir.

      Jadi bangsa kafir bisa selamat kalau menerima tanda darah dan air.
      Tanda darah= percaya dan bertobat; berhenti berbuat dosa, mati terhadap dosa.
      Tanda air= baptisan air; orang yang sudah bertobat--mati terhadap dosa--harus dikubur dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru yaitu hidup dalam kebenaran.
      Setelah hidup benar baru ada urapan. Kalau tidak benar, tidak ada urapan.

      Urapan dengan dosa bertolak belakang. Kalau mempertahankan dosa--dosa apa saja--, kita akan kering; kalau mulut masih bergosip, akan kering.

      Kalau sudah hidup benar, akan ada urapan Roh Kudus; ada getah mur yang dibawa untuk bangsa kafir.
      Kalau tidak membawa getah mur, tidak bisa jadi minyak urapan. Tabernakel begitu teliti, salah sedikit saja tidak boleh, karena ini wahyu dari Tuhan--Musa langsung menerima wahyu dari Tuhan. Tidak boleh salah! Sorga itu harus persis, tidak boleh diganti-ganti sedikitpun, tidak sempurna nanti.

      Lima luka--dua di tangan, dua di kaki, dan di lambung--inilah yang merupakan luka untuk keselamatan.


    • Bilur-bilur.
      Yesaya 53: 5
      53:5. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

      1 Petrus 2: 24
      2:24. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

      Bilur-bilur Yesus ini untuk kesembuhan kita, bukan untuk keselamatan.

      Jadi lima luka Yesus yang utama, berbeda dengan bilur-bilur. Yang untuk keselamatan adalah dua di tangan, dua di kaki dan lambung.

      Dua kali ditulis 'bilur-bilur' berarti untuk kesembuhan penyakit tubuh--lahir--dan batin--mungkin hati sangat pedih. Ingat bilur Yesus! Dalam batin yang terdalam, mungkin sudah tidak kuat, di sinilah kegunaan bilur. Jangan putus asa.


    • Luka di kepala karena duri-duri.
      Kepala menunjuk pada pikiran. Seringkali pikiran tertusuk duri--stres, tidak tenang. Kalau kita ingat kepala yang ditusuk duri, kita tidak perlu stres, karena semua sudah ditanggung Tuhan. Serahkan pada Tuhan! Dalam keadaan stres, tidak tenang, gelisah, ingat kepala yang sudah ditusuk duri, dan kita akan jadi tenang, damai sejahtera. Serahkan pada Tuhan!

      "Kaum muda apalagi, masih kecil-kecil sudah berteriak: Pusing aku. Saya kasihan, apalagi kalau menangis. Jangan pusing-pusing dulu! Ingat kepala Yesus yang ditusuk duri!"


    Jadi, kalau dalam doa penyembahan kita ingat luka-luka Yesus yang mengeluarkan darah--ini namanya membawa getah mur--, kita akan mengalami urapan Roh Kudus; kita bisa hancur hati dan mengalami urapan Roh Kudus. Serahkan semua! Mungkin sedih, serahkan, dan bisa hancur hati. Mungkin memikirkan anak, dalam berdoa ingat Dia sudah ditusuk duri, serahkan pada Dia, dan kita akan menerima urapan Roh Kudus.

    Tadi, bawa minyak zaitun, artinya daging mau diperas sampai takut akan Tuhan. Beres! Ada minyak urapan yang kita alami.
    Yang kedua membawa getah mur, artinya dalam penyembahan ingat luka Yesus yang mengeluarkan darah. Mungkin ada dosa, ingat lambung Yesus: Ampuni, aku mau bertobat, Tuhan. Minyak urapan akan datang. Perempuan yang tercemar saja bisa diurapi, masa kita tidak bisa? Tuhan berikan kesempatan kepada kita semua.

    Pada hari Pentakosa ini, semoga bukan hanya urapan, tetapi dipenuhi sampai meluap-luap dalam Roh Kudus.


  3. Kayu manis= kasih Allah Bapa yang manis, yang dinyatakan dengan pengorbanan Anak-Nya yang tunggal.
    Kayu manis ini berbau harum dan rasanya manis; kurban Kristus berbau harum.

    1 Yohanes 4: 9-10
    4:9. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
    4:10. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

    Efesus 5: 2
    5:2. dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

    Kurban Kristus itu manis dan berbau harum.

    Kalau kita menyembah Tuhan dengan didorong oleh kasih Allah--bukan terpaksa, tetapi menikmati penyembahan--, kita akan berbau harum--berkenan--pada Tuhan, dan kita akan merasakan rasa yang manis--manis bagi jiwa kita.
    Itulah urapan Roh Kudus. Waktu bangsa Israel ada di Mara, airnya pahit, Musa meletakkan sepotong kayu, jadi manis--Mara dan Elim menunjuk pada Roh Kudus.

    Mau pahit/getir hidup di dunia ini, kalau bisa menyembah Tuhan dengan dorongan kasih Tuhan, kita akan menyembah Tuhan baik saat kita ditolong atau tidak--seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego: Kalau Tuhan menolong, kami menyembah Tuhan, kalau tidak, kami tetap menyembah Tuhan. Tidak menuntut apa-apa, tetapi hanya menikmati dan menyerahkan kepada Tuhan, sampai berbau harum dan berkenan pada Tuhan. Roh Kudus akan turun dan kita akan merasakan rasa manis; jiwa kita mengalami rasa manis; pahit getir menjadi manis/bahagia.

    "Saya paling ingat waktu tidak bisa makan dan minum. Pertama, saya tidak mau lagi jadi hamba Tuhan. Tetapi setelah menyembah, saya katakan: Biar aku seratus kali digaji, aku pilih Engkau sekalipun tidak dikasih makan. Itu yang penting; berbau harum berarti dagingnya sudah dibakar semua. Tidak menuntut apa-apa karena hanya mengasihi Tuhan. Itulah kasih. Dasarnya bukan lagi minta uang, tetapi kasih: Terserah Engkau, Tuhan. Di situ saya merasa manis, ada urapan."

    Mari, pahit getir soal apapun, serahkan semua, yang penting kita mengasihi Tuhan. Di situ kita akan merasakan kemanisan.

    Bawa kayu manis--penyembahan yang didorong oleh kasih, bukan minta ini itu tetapi terserah mau diapakan oleh Tuhan, yang penting kita mengasihi Tuhan, tidak ada yang lainnya.

    Praktikkan! Bawa minyak zaitun--peras--, bawa getah mur--ingat darah Yesus supaya kita hidup benar, saat menyembah ingat darah Yesus, pasti kita diurapi--dan bawa kayu manis!


  4. Tebu yang baik--dringu--dua ratus lima puluh syikal. Dringu ini semacam umbi yang rasanya pahit/getir, tetapi berbau harum dan dapat menyembuhkan luka-luka--sebagai obat.
    Ini menunjuk pada salib Tuhan.

    Salib Tuhan terasa pahit/getir/sengsara bagi daging--minggu seharusnya libur tetapi harus ibadah, datang dari jauh-jauh untuk ibadah dan lain-lain--, tetapi memiliki kuasa kesembuhan dan mujizat--itu adalah urapan Roh Kudus.
    Di mana ada urapan, di situ ada mujizat dan kesembuhan: ekonomi dan sebagainya. Di balik salib ada urapan Roh Kudus; terjadi mujizat, pertolongan dan kesembuhan, termasuk keubahan hidup.

    Tanpa salib tidak ada urapan Roh Kudus; kering. Kalau tidak mau salib, kita akan kering.

    "Karena itu saya tadi tidak bercanda. Kalau hamba Tuhan menerangkan: Ayo kita beli minyak zaitun, ini urapan. Saya nomor satu yang paling senang, tidak usah salib, tinggal beli minyak. Biar beli di Israel, kita beli, kalau itu betul. Tetapi itu tidak benar. Tanpa salib, tidak ada urapan Roh Kudus. Harus lewat salib, bentuknya macam-macam: puasa, doa semalam suntuk, doa malam. Inilah salib untuk mendapatkan urapan, kesembuhan dan mujizat. Jangan ragu-ragu!"

    "Saya sudah bersaksi. Om Pong di akhir hidupnya bertanya kepada saya secara pribadi dan sekaligus berpesan: 'Kamu puasa?': 'Iya': 'Oh, papa juga.' Beliau waktu itu berusia 66 tahun. Beliau mengatakan: 'Bagus untuk kesehatan tubuh, terlebih kesehatan jiwa--urapan.' Saya jalankan terus amanatnya."

    Kalau ada urapan tanpa salib, apapun bentuknya--mungkin beli minyak dan sebagainya--, itu bukan dari Tuhan, tetapi dari roh lain: roh dunia, roh daging, roh emosi, sampai roh setan--tidak jarang ada yang kerasukan; katanya kepenuhan Roh Kudus, tetapi kerasukan.

    "Saya menemukan beberapa. Sekarang sudah jadi jemaat kami; menikah di tempat kami dan anak-anaknya melayani. Pertama saya kenal dari kakaknya: Tolong pak, dia ikut kepenuhan Roh Kudus, tetapi jadi agak gila sedikit. Saya datangi, saya doakan, dan saya ajak ke gereja. Masuk ibadah kaum muda, sampai sekarang sudah jadi imam-imam semua, anak kecilnya ikut sekolah minggu. Kalau orang kerasukan setan banyak, tetapi yang heran itu, saat saya tanya kapan terjadinya, dijawab saat kepenuhan Roh Kudus. Kaget juga saya saat menemukan. Karena itu jangan sembarangan! Kalau tidak ada salib, bukan Roh Kudus itu, tetapi roh daging, dan kalau roh setan, akan kerasukan. Jangan main-main! Harus ada salib!"


  5. Yang kelima: kayu teja; rasanya lebih manis dari kayu manis dan lebih harum dari kayu manis.
    Tadi kayu manis menunjuk pada kasih Allah yang memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk dikorbankan di kayu salib--kurban Kristus itu manis dan harum. Sekarang, kayu teja lebih manis dari kayu manis dan lebih harum dari kayu manis--lebih manis dan lebih harum dari kasih Allah. Apa itu? Kemurahan dan anugerah Tuhan yang besar.

    Kasih itu diberikan pada bangsa Israel, umat pilihan Tuhan; tetapi anugerah diberikan kepada orang yang tidak layak, itulah bangsa kafir.

Dari lima bahan ini, ada satu kesempatan bagi bangsa kafir untuk menerima urapan. Seharusnya bangsa kafir tidak bisa menerima urapan Roh Kudus; loteng Yerusalem hanya untuk umat Israel, tetapi lewat kayu teja ada anugerah Tuhan yang besar kepada bangsa kafir.
Di kitab Kisah Rasul 2 terjadi pencurahan Roh Kudus untuk bangsa Israel, sampai pasal-pasal berikutnya Roh Kudus dicurahkan hanya untuk bangsa Israel, dan akhirnya di kitab Kisah Rasul 10 anugerah Tuhan yang besar terbuka bagi bangsa kafir--kayu teja.

Kisah Rasul 10: 44-45
10:44. Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.
10:45. Dan semua orang percaya dari
golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,

'golongan bersunat'= bangsa Israel yang menerima kasih Allah.
'Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga'= ini kayu teja; yang terakhir untuk bangsa kafir; hanya satu kesempatan--sama dengan luka Yesus yang kelima.

Siang ini, siapapun kita bangsa kafir, kita memang tidak dipiih, tetapi dikasihani; yang tidak layak justru yang mendapat urapan Roh Kudus--perempuan berdosa mendapatkan; bangsa kafir yang berdosa juga dapat.
Kalau kasih, itu pemberian Tuhan kepada orang pilihan. Tetapi kalau orang tidak layak bisa menerima, itu adalah anugerah, itulah kehidupan kita semua.
Sampai detik ini, masih diberikan anugerah oleh Tuhan. Tuhan mau berikan kemurahan-Nya kepada kita untuk menerima urapan Roh Kudus.

Inilah kunci bangsa kafir untuk mendapatkan anugerah Tuhan--bisa menerima kepenuhan Roh Kudus--, yaitu kalau kita merasa tidak layak. Kalau merasa layak, tidak akan dipilih oleh Tuhan karena kita bukan bangsa Israel--yang layak adalah bangsa Israel.
Secara kasih kita memang tidak dapat, tetapi anugerah Tuhan kita dapatkan asal kita merasa tidak layak.

Merasa tidak layak; tidak mampu apa-apa, tidak bisa apa-apa, di situlah kunci bangsa kafir untuk mendapatkan urapan Roh Kudus.
Siang ini tidak ada alasan, siapapun kita, kalau merasa tidak layak, tidak mampu, di situ ada anugerah Tuhan yang besar dan Roh Kudus akan dicurahkan.

Jangan menyia-nyiakan kemurahan Tuhan di hari Pentakosta ini! Kita hanya mengaku tidak layak, tidak mampu. Buka semua ketidaklayakan kita--dosa-dosa--dan ketidakmampuan kita! Jujur! Roh Kudus akan dicurahkan.

Kegunaan Roh Kudus bagi bangsa kafir:

  1. 1 Petrus 1: 1-2
    1:1. Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia,
    1:2. yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya
    taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

    'orang-orang pendatang'= bangsa kafir.

    Kegunaan pertama: Roh Kudus membuat kita tahan uji--percikan darah adalah ujian. Kalau ada Roh Kudus kita menjadi tahan uji, artinya:


    1. Tidak kecewa, putus asa, bangga akan sesuatu dan tinggalkan Tuhan apapun yang kita hadapi, tetapi selalu mengucap syukur pada Tuhan. Kalau bangga, akan meninggalkan Tuhan; kalau kecewa juga meninggalkan Tuhan.


    2. Tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan apapun yang kita hadapi.
    3. Tetap taat dengar-dengaran pada pengajaran yang benar apapun yang kita hadapi.
    4. Tetap menyembah Tuhan.


    Mari, apapun yang kita hadapi, berseru pada Tuhan!


  2. Titus 3: 5
    3:5. pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

    Kegunaan kedua: Roh Kudus melakukan mujizat dalam hidup kita:


    1. Secara rohani: keubahan hidup dari manusia daging jadi manusia rohani seperti Yesus; hanya berseru: Ya Abba, ya Bapa--jujur dan taat; kita menjadi rumah doa; hanya mengangkat tangan kepada Tuhan; berserah dan berseru kepada Tuhan dan Ia akan mengulurkan tangan kepada kita.


    2. Roh Kudus mampu menolong kita dan mujizat jasmani terjadi--laut Kolsom terbelah.
      Keluaran 14: 16, 21
      14:16. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
      14:21. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan
      angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

      Ayat ini sering kita baca, supaya mantap dan menjadi pengalaman.
      'Angin timur'= Roh Kudus; anugerah Tuhan yang besar bagi bangsa kafir.

      Roh Kudus sanggup membuat jalan di tengah laut, artinya:


      1. Menyelesaikan semua masalah yang mustahil.
      2. Memelihara kita.
      3. Melindungi kita yang kecil dan tak berdaya di tengah kesulitan dunia sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun, bahkan sampai hidup kekal. Percayalah!

        Kalau sudah tidak bisa sekalipun sudah banyak berusaha, tinggal ke atas saja, mohon pertolongan Tuhan. Tuhan akan tolong.

        "Tadi malam ada kesaksian. Mahasiswa merasa bisa, dia diam-diam. Akhirnya Tuhan kasih kesulitan dan dia datang kepada saya--ingat pada gembala: Om, saya tidak bisa, doakan saya, Om. Tuhan tolong. Kemudian satu waktu juga ada kaum muda, sedang ujian akhir skripsinya. Dosen pengujinya baik-baik, malah dosen pembimbingnya hantam dia, di tengah-tengah dosennya berkata: Oh, mengulang ini. Di saat itu kami sedang doa puasa, saya doa firman sudah selesai, mau mendengar firman, baru kali itu saya berkata: Tunduk kepala lagi--saya ingat dia ujian di Bandung--, kita berdoa untuk yang ujian. Di situ ajaibnya, dia sudah keluar, lalu dua dosennya keluar, dan tinggal dosen pembimbingnya. Sudah takut dia, karena tadi sudah bilang: Mengulang ini, tetapi ternyata bukan mengulang, dosennya malah bertanya: Kamu mau ke Korea membawa skripsimu ke sana? Tidak ada yang mustahil. Tinggal ulurkan tangan kalau tidak mampu. Tadinya divonis mengulang, ternyata disuruh ke Korea."


      4. Ada masa depan yang berhasil dan indah bagi kita.


           
    3. Sampai mujizat terakhir kalau Tuhan datang kita menjadi sempurna, tidak salah dalam perkataan, kita terangkat seperti Elia dan Yesus, dengan sorak sorai: Haleluya; kita bertemu Dia selamanya.

Mari, hari Pentakosta, ada janji Tuhan untuk mencurahkan Roh Kudus. Seharusnya hanya untuk bangsa Israel, sedangkan bangsa kafir tidak boleh dari segi apapun. Tetapi pelajaran Tabernakel tepat, masih ada satu yaitu kayu teja; anugerah Tuhan bagi kita bangsa kafir; kita bisa mendapatkan Roh Kudus.
Kalau merasa tidak mampu, tidak bisa dan tidak layak, serahkan! Roh Kudus yang akan menolong kita.
Tuhan mencari bangsa kafir yang merasa tidak layak.

Kita bangsa kafir tidak bisa apa-apa tanpa Roh Kudus--dalam kesulitan dan kemustahilan--, kita sangat butuh Roh Kudus, menjadi rumah doa, dan tahan uji. Yang pahit jadi manis, yang busuk jadi harum, yang hancur jadi baik, yang mustahil jadi tidak mustahil. Kita hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan. Musa hebat tetapi tidak bisa apa-apa dan ia hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan, apalagi kita bangsa kafir.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top