English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 09 April 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Mei 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Januari 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 14 Oktober 2012 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 26 Mei 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 15 Maret 2011 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session 3

Doa penyembahan adalah proses perobekan...

Ibadah Raya Malang, 23 Juni 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:13-21
Sangkakala yang keenam adalah hukuman...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 01 Mei 2010 (Sabtu Sore)
disertai dengan Pemberkatan Nikah

Markus 14:12-21 adalah tentang

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Juli 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 29 Mei 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:2
4:2 Segera aku dikuasai oleh...

Ibadah Raya Malang, 15 Februari 2009 (Minggu Pagi)
KEBAKTIAN PENYERAHAN ANAK
Mazmur 144:12, kita doakan supaya anak yang diserahkan menjadi...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 Februari 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:11-15 adalah tentang dusta mahkamah...

Ibadah Kunjungan Mangkutana II, 26 Juni 2013 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 4:19b
4:19 ... kamu akan Kujadikan penjala...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Maret 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:1
7:1 Kemudian dari pada itu...

Ibadah Kunjungan di Manokwari I, 19 Maret 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

1 Yohanes 4:8
4:8 Barangsiapa tidak mengasihi,...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 25 Mei 2017 (Kamis Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 5-6
6:5. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya.
6:6. Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

Ini adalah pembukaan METERAI KETIGA--penghukuman yang ketiga dari Allah Roh Kudus--atas dunia ini, yaitu kegerakan kuda hitam, yang menimbulkan KELAPARAN secara dobel: secara jasmani dan terutama secara rohani--kelaparan akan firman Allah--(diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Mei 2017).

Kelaparan ini melanda dunia, tetapi juga melanda gereja TUHAN; gereja TUHAN akan dilanda dengan kelaparan akan firman TUHAN.

Akibatnya:

  1. Amos 8: 10
    8:10. Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan. Aku akan mengenakan kain kabung pada setiap pinggang dan menjadikan gundul setiap kepala. Aku akan membuatnya sebagai perkabungan karena kematian anak tunggal, sehingga akhirnya menjadi seperti hari yang pahit pedih."

    Ini menunjuk pada gereja TUHAN yang banyak memuji TUHAN dan menyanyi; luar biasa nyanyiannya, tetapi sayang, tidak ada firman; tidak menampilkan firman.

    Akibat pertama: satu waktu nyanyian dalam gereja TUHAN akan menjadi ratapan, kepedihan dan sengsara; gereja TUHAN benar-benar dalam keadaan pahit getir, letih lesu dan berbeban berat.


  2. Amos 8: 14
    8:14. mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."

    Akibat kedua: rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi, artinya hidup dan enjoy dalam dosa sqmpai puncaknyd dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan dosa kawin mengawinkan (dosa percabulan dengan berbagai ragamnya).

    Melayani, kelihatan luar biasa, tetapi cabul, nikahnya salah--kawin campur, kawin cerai, kawin mengawinkan--, merokok dan lain-lain. Sudah enjoy, tidak dianggap salah, karena tidak ada firman. Ia tidak bisa bangkit lagi karena sudah tidak ada firman, berarti binasa untuk selamanya.

Inilah akibat dari kelaparan. Sekarang, di gereja TUHAN paling 'alergi' mendengar firman; kalau menyanyi boleh lama-lama, tetapi kalau firman tidak mau. Lama-lama akan sakit--seperti tubuh hanya makan satu sendok nasi--, kemudian berbuat dosa sampai tinggal di dalam dosa; sudah tibak bisa bangkit lagi--tidak bisa bertobat lagi, dan binasa selamanya.

Jalan keluar untuk mennghadapi kelaparan: kita harus punya SATU DINAR, bukan sejuta dolar dan sebagainya.
Wahyu 6: 6
6:6. Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

Satu dinar adalah upah bekerja di kebun anggur. Untuk membeli bahan makanan butuh satu dinar, bukan sejuta dolar.
Kebun anggur menunjuk pada kebun mempelai; karena bagi orang Israel, harus ada air anggur kalau menikah. Artinya:; nikah, penggembalaan dan fellowship yang dibina oleh kabar mempelai. Atau, kita harus aktif dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Tubuh Kristus mulai dari dalam nikah--nikah yang dibina oleh kabar mempelai, ada air anggur di dalamnya--, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna--mempelai wanita sorga. Yesus adalah kepala, itulah Raja/Suami/Mempelai Pria; tubuh adalah isteri/mempelai wanita.
Harus punya satu dinar--akitf dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--untuk menghadapi kelaparan!

Sekarang kita memperingati kenaikan TUHAN. Ada kaitan antara satu dinar di kebun anggur dengan kenaikan TUHAN ke sorga.
Tadi, kita menghadapi kelaparan, sekarang kita menghadapi kenaikan TUHAN, dan juga kedatangan TUHAN--ini sama, ada kaitannya.

Yohanes 14: 1-3
14:1. "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
14:2. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab
Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
14:3. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu,
Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

'Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu'= Yesus naik ke sorga bukan menganggur tetapi berkeja untuk menyediakan tempat bagi kita, yaitu kerajaan sorga yang kekal/Yerusalem baru.
Ayat 3: 'Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku'= setelah itu Yesus akan segera datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai kepala, yaitu Raja, Suami, dan Mempelai Pria Sorga--bukan sebagai bayi lagi--, untuk mengangkat gereja TUHAN yang sempurna, bukan yang berdosa--kalau berdosa, akan ketinggalan. Kita menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita sorga. Kita terangkat ke awan-awan yang permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba (Wahyu 19: 9)--nikah rohani antara Kristus dengan kita--, kemudian masuk kerajaan Seribu Tahun Damai--Firdaus yang akan datang (Wahyu 20)--dan Yerusalem baru, kerjaan sorga yang kekal (Wahyu 21-22).

Inilah makna kita memperingati kenaikan TUHAN, yaitu Dia naik untuk menyediakan tempat bagi kita. Untuk apa? Dia akan datang kembali, dan kalau kita sempurna, Dia akan mengangkat kita, dan membawa kita ke tempat di mana Dia berada; kita tidak terpisah lagi selamanya.
Untuk bisa sempurna dan terangkat saat Yesus datang kembali, kita harus masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--kebun anggur.

Jadi untuk menghadapi kelaparan kita harus masuk kebun anggur--pembangunan tubuh Kristus. Layani nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tubuh yang sempurna!
Sekarang, Yesus sudah menyediakan tempat bagi kita, dan Dia akan datang kembali untuk mengangkat kita ke tempat di mana Dia berada. Siapa yang diangkat bersama dengan Yesus? Kehidupan yang sempurna. Oleh sebab itu, kita harus aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus--harus bekerja di kebun anggur.

Kesmpulan: kita harus aktif bekerja di kebun anggur--pelayanan pembangunan tubuh Kristus--untuk dua hal:

  1. Yang pertama: kita harus aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus untuk mendapat upah satu dinar, supaya bisa menghadapi kelaparan yang melanda dunia dan gereja TUHAN sehingga kita tetap mengikut dan melayani TUHAN sampai TUHAN datang--tidak rebah.


  2. Yang kedua: kita harus aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus untuk menyambut kedatangan Yesus yang kedua kali di awan-awan, dan mengalami penyucian sampai sempurna sehingga kita bisa mneyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk perjamaun kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai, sampai Yerusalem baru--di tempat di mana Yesus berada, kitapun berada; kita bersama Dia selamanya, tidak terpisah lagi.

Memperingati kenaikan TUHAN, untuk menghadapi kelaparan dan kedaatangan TUHAN, sama, yaitu kita harus menyediakan tempat bagi TUHAN--tubuh adalah tempatnya kepala--, artinya: masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Yesus menyediakan tempat di sorga, kita juga menyediakan tempat bagi Dia; kita aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--harus bekerja di dalam kebun anggur.

"Mohon maaf kalau dianggap sombong. Dulu ssaya mengambil mata kuliah sampai 26 kredit, tetapi tetap ibadah. Biasanya 24 paling tinggi, tetapi waktu itu boleh 26. Kerja keras, silahkan, tetapi jangan lupa bekerja di kebun anggur!"

Kita harus aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh kristus, mulai dari dalam nikah. Jangan sampai karena kerja, nikah terbengkalai; karena kuliah, tidak taat pada orang tua. Dalam penggembalaan, fellowship, sampai Israel dan kafir jadi satu tubuh yang sempurna. Harus aktif, tidak boleh tidak. Kalau tidak:

  • Kita tidak punya satu dinar, akibatnya: lapar;
  • kita tidak disucikan, akibatnya: kita akan tertinggal saat Yesus datang, dan binasa selamanya.
    Tidak ada artinya semua yang kita dapatkan di dunia; habis semua; binasa.
    Ada tiga kali tujuh penghukuman atas dunia ini, ditambah dengan kiamat, dan berakhir pada neraka.

    Apa gunanya kaya, gereja besar, tetapi harus masuk tiga kali tujuh penghukuman, ditambah kiamat, sampai neraka selamanya?

Marilah, dalam kesempatan memperingati kenaikan TUHAN, kita berkobar-kobar untuk menantikan kedatangan TUHAN. Kita harus aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh. Nikah, penggembalaan dan antar penggembalaan dilayani, sampai tubuh Kristus yang sempurna.

"Kalau bukan karena tubuh Kristus, tidak perlu persekutuan di Square Ballroom, sementara kita mau membangun di Malang. Kalau di sini diizinkan senin ganti jumat, tembok belakang ini harus dirobohkan juga, perlu biaya juga. Jangan-jangan di sini dulu baru di Malang yang dibangun. Tidak usah kuatir. Perlu biaya semua. Untuk apa ke Square Ballroom? Untuk apa ke Medan? Tidak perlu. Tetapi ini untuk tubuh Kristus--satu dinar; penyucian dan kesempurnaan--, harus dilayani! Mari, kita aktif semua. Kalau yang jauh-jauh datang, tetapi kita yang dekat tidak datang, bahaya."

Matius 20: 1-7
20:1. "Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
20:2. Setelah ia
sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
20:3. Kira-kira pukul
sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
20:4. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi.
20:5. Kira-kira pukul
dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
20:6. Kira-kira pukul
lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?
20:7. Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.

'upah sedinar'= sejuta dolar tidak bisa, tetapi satu dinar saja; itulah upah bekerja di kebun anggur.

"Kerja di perusahaan mana, gajinya luar biasa, tetapi tidak laku. Yang laku untuk menghadapi kelaparan dan kedatangan TUHAN adalah bekerja di kebun anggur dengan upah satu dinar. Artinya: silahkan bekerja di dunia, tetapi jangan lupa bekerja di kebun anggur. Kecuali saya, 100% harus bekerja di kebun anggur."

Pagi-pagi benar sudah keluar, lalu jam sembilan pagi, dua belas siang, tiga petang, dan lima petang. Inilah usaha TUHAN, Dia tahu sehebat apapun manusia, kalau tidak bekerja di kebun anggur; tidak dapat satu dinar, hidup itu akan sia-sia--yang hebat saja bisa jadi sia-sia, apalagi yang tidak hebat.
TUHAN yang berusaha, supaya kita bisa bekerja dalam kebun anggur--aktif dalam pembangunan tubuh Kristus.

Ada tiga macam pekerja:

  1. Yang pertama: pekerja yang datang pagi-pagi benar dengan ikatan janji. Ini adalah bangsa Israel asli; umat pilihan TUHAN, itu yang berhak mendapatkan janji TUHAN.
  2. Yang kedua: pekerja yang datang jam sembilan pagi, dua belas dan tiga petang adalah pekerja yang bekerja berdasarkan salib Kristus; kasih TUHAN kepada bangsa Israel.
    Markus 15: 25, 33-34
    15:25. Hari jam sembilan ketika Ia disalibkan.
    15:33. Pada jam
    dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga.
    15:34. Dan pada jam
    tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

    Siapa pekerja-pekerja itu? Bangsa Israel yang hilang. Bangsa Israel adalah dombanya TUHAN/umat TUHAN. Hanya bangsa Israel/dombanya TUHAN yang hilang, yang dicari TUHAN lewat kayu salib.

    Matius 15: 24
    15:24. Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

    Ada perempuan Kanaan--bangsa kafir--yang anaknya dirasuk setan berkata kepada TUHAN: Tolonglah aku, anakku kerasukan setan. Tetapi TUHAN menjawab: Aku diutus hanya kepada domba, sedangkan kamu anjing. Roti untuk anak/domba tidak patut diberikan pada anjing. Ini hanya untuk domba dari Israel; berdasarkan salib Kristus.

    Yesus mati di kayu salib dengan empat luka utama--dua di tangan dan dua di kaki--untuk menebus dan menyelamatkan domba Israel yang hilang, dan sekaligus menempatkan mereka untuk bekerja di kebun anggur.


  3. Yang ketiga: pekerja yang datang jam lima petang. Ini adalah pekerja yang bekerja karena kemurahan TUHAN bagi bangsa kafir.
    Waktu Yesus sudah mati dengan empat luka utama, dua penjahat di sebelah-Nya belum mati. Yesus disalib menjelang hari Sabat. Pada hari Sabat, tidak boleh ada mayat tergantung di kayu salib. Kalau belum mati, kakinya dipatahkan supaya cepat mati. Dua penjahat belum mati, lalu dipatahkan kakinya supaya cepat mati. Sampai pada Yesus, Ia sudah mati dengan empat luka utama, sehingga kaki-Nya tidak dipatahkan. Tetapi seorang prajurit menikam lambung-Nya dengan tombak--luka kelima yang terbesar dan terdalam--, sehingga mengalir keluar darah dan air.

    Ini untuk menebus kita bangsa kafir; bangsa anjing dan babi--kata-katanya seperti anjing yang menjilat muntah, terus berdusta, bergosip dan sebagainya; babi dimandikan kembali lagi ke kubangan, terus dalam dosa merokok, mabuk, narkoba, dan percabulan. Itulah kita--anjing dan babi--, tetapi dengan adanya luka kelima, bangsa kafir yang berbuat dosa sampai puncaknya dosa--seperti anjing dan babi--bisa ditebus untuk diselamatkan, dan sekaligus bisa bekerja di kebun anggur--menjadi imam dan raja.

    Kalau tidak ada luka kelima, habislah kita, tidak ada kerja di kebun anggur dan tidak dapat upah satu dinar. Sungugh-sungguh, ini yang disebut dengna kemurahan TUHAN. Tadi, Yesus sudah mati dengan empat luka utama, itu adalah kasih-Nya bagi bangsa Israel. Sudah matipun, Dia masih ingat bangsa kafir; ini adalah kemurahan-Nya bagi bangsa kafir, supaya bangsa kafir selamat dan bisa bekerja di kebun anggur--menjadi imam dan raja.

    Selamat artinya dibenarkan. Orang berdosa itu seperti mobil yang rusak; kalau berbuat dosa lagi, berarti menabrak lagi. Jadi perhatikan! Kalau mau berbuat dosa, berkaca dulu: Jangan-jangan nanti rusak lagi. Jangan sampai rusak lagi, itu sama seperti mobil menabrak.

    Kalau sudah dibenarkan/ditebus/diselamatkan--diperbaiki--, tetapi tidak dipakai, untuk apa? Setan datang lagi. Dulu setan yang memakai dia--karena mobilnya rusak-rusak, jaraknya dari WR Supratman ke Juanda--yaitu merokok. Tetapi setelah diperbaiki, lalu tidak mau dipakai TUHAN, setan datang lagi dan ia berbuat dosa lebih jauh lagi; dulu hanya merokok, sekarang narkoba.

    Harus dipakai TUHAN!
    Sudah diselamatkan, setelah itu harus bekerja di kebun anggur, supaya setan tidak bisa menjamah kita lagi.

    Bangsa kafir hanya bekerja satu jam; hanya sedikit waktu kita untuk bekerja. Karena itu mari kita kerja keras, bukan malah menganggur.

    "Saya beritahu murid-murid Lempin-El saya, masih muda-muda. Saya bilang: 'Di mana kau melayani?': 'Di sini, om, ada om satu orang mau dilayani, jaraknya empat jam.': 'Layani!' Kita bekerja hanya satu jam, layani saja. 'Oh, empat jam, om': Empat jam itu saya ke Medan, masak kalah? Akusudah setengah abad lebih, kamu baru dua puluh lima. Ayo kerja!' Sekarang, semangat dia, cari tempat-tempat, ada satu orang dilayani. Hanya satu jam kita bekerja. Saya percaya, kegerakan ini sejak Pdt In Juwono, satu tahun berapa kali, Pdt Pong satu tahun lebih banyak lagi. Sekarang satu bulan satu-dua kali. Ini adalah kegerakan kilat, karena waktunya hanya satu jam."

    Kita berlomba dengan pembangunan Babel yang dibinasakan dalam satu jam juga.
    Kalau tidak mau dipakai di kebun anggur--pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--, kita akan dipakai dalam pembangunan Babel yang sempurna dalam kejahatan dan kenajisan; dalm satu jam hancur.

    Wahyu 18: 16
    18:16. mereka berkata: "Celaka, celaka, kota besar, yang berpakaian lenan halus, dan kain ungu dan kain kirmizi, dan yang dihiasi dengan emas, dan permata dan mutiara, sebab dalam satu jam saja kekayaan sebanyak itu sudah binasa."

    Waspada! Kalau tidak mau menggunakan kesempatan dan kemurahan TUHAN untuk bekejra di kebun anggur dengan sebaik-baiknya, kita akan dipakai dalam pembangunan Babel; gereja palsu yang hanya menggembar-gemborkan kekayaan, tetapi tidak ada firman; tidak ada penyucian; hanya hidup dalam dosa sampai kesempurnaan dalam kehahtan dan kenajisan, yang akan dibinasakan dalam satu jam.

    Pilih! Satu jam di kebun anggur atau di Babel. Kalau di kebun anggur, akan terangkat bersama TUHAN selamanya. Kalau di Babel, akan binasa selamnyha. Tidak ada jalan tengah. Sebentar lagi harus memilih: mau di kebun anggur atau di Babel! Tidak ada lainnya lagi. Sungguh-sungguh hari-hari ini.

Kalau sudah bekerja, ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam pelayanan di kebun anggur--pembangunan tubuh Kristus--:

  1. Matius 20: 11-12
    20:11. Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
    20:12. katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.

    Sudah ditebus dan bekerja di kebun anggur, bagus, tetapi masih harus memperhatikan tiga hal.
    Ikut TUHAN jangan digampang-gampangkan! Banyak yang bilang: Itu urusan nanti, yang penting kita naik sorga. Jangan! Bukan urusan nanti, tetapi sekarang!

    "Saya dulu guru. Kalau bilang: Naik kelas, urusan nanti. Lalu santai-santai, tidak akan naik kelas. Urusan sekarang. Kalau nilainya delapan terus, tidak usah tunggu kenaikan, sudah pasti naik kelas. Kalau nilainya tiga, dari sekarang sudah tidak naik. Masalah sorga juga sekarang, bukan nanti. Kalau sekarang berbuat dosa terus, jangan bilang nanti masuk sorga."

    Di sini, yang bekerja mulai dari pagi-pagi benar--bekerja dua belas jam--bersungut-sungut, karena dia hitung sudah bekerja dua belas jam.

    "Makanya, jangan hitung-hitung!
    Saya dulu begitu. Om Pong ke Belanda, saya lagi membangun di Malang. Saya disuruh khotbah enam kali menggantikan beliau. Saya dulu penghitung kolekte--isteri saya ini dulu pacar saya, dia bilang: Sudah pesan sama bendahara: Kali ini pak Wi kasih kolektenya untuk membangun. Saya sudah hitung-hitung, enam kali ibadah, mau beli ini itu untuk bangunan. Ternyata tidak dikasih, bendaharanya lupa mungkin. Sampai hari ini tidak dikasih. Itu akibatnya kalau hitung-hitung. Tetapi setelah saya minta ampun, ada orang--bukan jemaat Lemah Putro-Johor, dan bukan jemaat Malang--, dia hanya lihat-lihat, lalu datang ke om Pong dan bawa enam kali ibadah itu--cocok dengan pikiran saya--; dibungkus koran. Karena itu jangan hitung-hitung! Kerja saja untuk dapat satu dinar, itu sudah kemurahan TUHAN. Kalau dijadikan dolar, kita akan bersungut-sungut: Aku sudah sekian tahun jadi hamba TUHAN, hanya naik sepeda, dia yang baru, sudah naik mercy. Itu yang terjadi kalau dinar dijadikan dolar. Dinar tetap dinar, itulah kemurahan TUHAN.
    "

    Yang pertama harus diperhatikan: penyucian karakter.

    Biar hebat pelayanannya, kalau karakternya jelek, tidak bisa dipakai TUHAN.
    Karekter yang disucikan adalah:


    • Karakter pertama: bersungut-sungut dan berbantah-bantah. Ini menunjuk pada ketidakpuasan hati dan ketidaktaatan.
      Orang yang selalu bersungut dan berbantah, ia sama seperti bintang yang gugur.

      Filipi 2: 14-15
      2:14. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
      2:15. supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka
      seperti bintang-bintang di dunia,

      Kalau bersungut dan berbantah, bintangnya akan bertabrakan dan gugur. Hati-hati terutama di dalam rumah tangga. Suami isteri sudah melayani TUHAN, puji TUHAN, tetapi di rumah bertengkar; itu seperti bintang bertabrakan dengan bintang, dan kedua-duanya akan habis. Anak dengan orang tua juga.
      Hamba TUHAN juga, dipakai dalam pembangunan tubuh dan sebagainya, tetapi bersungut dan berbantah, sehingga hancur.
      Lebi baik diam saja. Mau diapakan saja, diam, dari pada bersungut dan berbantah.

      Kalau bersungut dan berbantah, bintang pasti gugur, tidak bisa menyambut kedatangan TUHAN kedua kali; tertinggal saat TUHAN datang kembali dan binasa selamanya.

      Biarlah setiap kita beribadah melayani TUHAN, baik di rumah tangga atau penggembalaan, kita selalu mengucap syukur kepada TUHAN apapun yang sedang kita alami. Ini adlaah penyucian dari karakter bersungut dan berbantah.


    • Karakter kedua: iri hati.
      Matius 20: 15
      20:15. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?

      Orang ini marah-marah, padahal dia sudah sepakat dengan upah satu dinar. Kalau tuannya maumemberikan satu dinar kepada yang bekerja satu jam, itu haknya dia.
      'karena aku murah hati'= hanya karena kemurahan, bangsa kafir bisa bekerja di kebun anggur. Yang lain bekerja dua belas jam dapat satu dinar, tetapi kita satu jam saja dapat satu dinar. Karena itu kita harus sungguh-sungguh. Kalau tidak ada kemurahan--luka kelima--habislah kita, sehebat apapun kita.

      Mengapa iri hati?


      1. Yang pertama: iri hati karena berkat jasmani; dinar dijadikan dolar; kemurahan TUHAN diukur dengan uang dan lain-lain. Jangan! Melayani TUHAN itu untuik mencari satu dinar; untuk menembusi kelaparan dan menyambut kedatangan TUHAN, itu yang penting. Kalau TUHAN memberi bonus berkat jasmani, silahkan, kalau tidak, tidak masalah.
        Yang penting satu dinar ini yang kita pegang. Kalau kelaparan terjadi, kita selamat. Mau punya dolar atau tidak, nanti akan sama saja; zaman antikris semua akan diblokir. Punya deposito dan tidak punya, sama-sama diblokir saat antikris berkuasa. Hanya dinar ini yang bertahan. Dinar ini yang harus kita pegang baik-baik dalam hidup kita! Jangan dilepaskan!

        Kalau semua diukur dengan berkat jasmani, itu yang membuat iri. Berkat kemurahan TUHAN, keselamatan dan kesempurnaan, itu yang kita kejar.


      2. Yang kedua: iri hati soal karunia. Kakak-kakak Yusuf iri hati pada Yusuf yang punya jubah maha indah. Masing-masing dipakai oleh TUHAN.

        "Saya sudah kasih contoh yang ekstrem. Coba kalau gereja ini tidak dipel--di sini ada tim kebersihan, saya juga ikut kalau ada waktu, senang, olahraga itu enak--; coba kalau tidak dibersihkan satu tahun, lama-lama jemaat tidak datang lagi sekalipun khotbahnya hebat. Tidak bisa!"

        Semua sama di hadapan TUHAN; karunia apapun sama di hadapan TUHAN.

        "Dari ujung rambut sampai ujung kaki sama. Coba hina salah satu, misalnya: jantung kecil, untuk apa kamu? Ini lho tangan, hebat. Coba hina, lalu dia berhenti, habis juga."

        Semua pekerjaan TUHAN itu mulia.

        Iri hati ini sepihak. Yusuf tidak tahu apa-apa, tetapi kakaknya iri. Iri hati ini menimbulkan perselisihan secara sepihak.
        Yakub menyuruh Yusuf mengunjungi kakak-kakaknya di Sikhem dengan membawa makanan, tetapi kakak-kakaknya marah-marah. Aneh! Karena itu jangan ada iri hati; iri hati itu hanya sepihak. Rugi sekali kalau iri hati, itu seperti bertepuk sebelah tangan.

        1 Korintus 3: 3-4
        3:3. Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?
        3:4. Karena jika yang seorang berkata: "
        Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?

        Iri hati dan perselisihan--sama-sama sepihak--inilah yang menimbulkan golongan-golongan--bukan persekutuan, tetapi persekongkolan, yang hanya menyerang yang benar; menyerang Yesus. Yesus diserang dari golongan-golongan; golongan-golongan ini tadinya bermusuhan lalu berkumpul untuk menyerang Yesus, artinya: menyerang yang benar dan memecah belah tubuh Kristus.

        Tidak usah iri dan berselisih, tetapi serahkan saja pada TUHAN!


    Inilah, karakter harus disucikan. Karakter iri hati dan bersungut harus disucikan, karena hal itu tidak menghargai kemurahan TUHAN; kehilangan kemurahan TUHAN, berarti kehilangan segalanya. Kalau TUHAN datang, ia akan ketinggalan; kalau kelaparan datang, ia akan masuk dalam kelaparan.


  2. Yang kedua harus diperhatikan: upah, yaitu satu dinar.
    Satu dinar adalah kemurahan dan keadilan TUHAN, yang lebih dari apapun di dunia; yang bekerja dua belas jam, sembilan jam, tiga jam, sampai satu jam, sama-sama mendapatkan satu dinar.

    Misalnya jemaatnya ribuan atau satu dua orang, tetapi TUHAN katkaan: di mana dua tiga orang berkumpul, Aku ada di sana. Jadi upahnya sama: satu dinar, asalkan kita bersungguh-sungguh.

    "Ada satu hamba TUHAN datang ke fellowship dan menangis: 'Saya merasa terhina, saya dibilang tidak dipakai TUHAN karena jemaat hanya lima belas orang, di desa lagi.' Yang menghina adalah hamba TUHAN di kota, jemaatnya ribuan. Saya katakan: 'Tidak usah berkecil hati! Jangan menangis om, bilang ke hamba TUHAN itu: Kalau boleh ditukar, ganti sementara, om yang di desa satu minggu saja, sedangkan saya di kota.' Coba di desa satu minggu, lihat air sungai saja (mandi di sungai, sikat gigi di sungai), sudah lari duluan dia. Jangan menghina! Sama-sama satu dinar. Belum tentu dia bertahan kalau lihat air sungainya. Kami pernah ke pedalaman Kalimantan (dari Palangkaraya, naik pesawat kecil lagi). Buka kamar mandi, airnya seperti es teh. Belum bantalnya. Rasakan baunya. Semalam bertahan, besok dijemur, beres. Sama, semua satu dinar. Jangan menghina satu dengan yang lain!"

    Satu dinar berguna untuk:


    • Menembusi kelaparan yang akan datang (Wahyu 6), terutama kelaparan akan firman TUHAN.
    • Menantikan kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.


    Pegang satu dinar ini lebih dari apapun di dunia ini!
    Mari bekerja terus di kebun anggur! Jangan berhenti! Yang belum melayani, mari bekerja di ladang TUHAN!

    "Saya doakan terus, siapa tahu bisa diangkat TUHAN sebagai tim doa, zangkoor, group koor, dana, doa."

    Yang sudah bekerja, jangan tinggalkan! Kalau meninggalkan, akan kehilangan satu dinar, dan semua sia-sia.


  3. Yang ketiga harus diperhatikan: buah.
    Ini yang penting untuk menantikan kedatangan TUHAN dan masuk pesta nikah Anak Domba. Ingat pesta di Kana! Kalau makanannya kurang, masih tidak apa-apa, tetapi kalau anggurnya yang kurang, tidak boleh. Mutlak harus ada air anggur. Sebab itu kita harus menghasilkan buah anggur.
    Kebun anggur harus menghasilkan buah anggur yang manis.

    Syarat berbuah:
    Yohaens 15: 1, 3-4
    15:1. "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
    15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
    15:4.
    Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

    'tinggal' = melekat.


    • Syarat pertama untuk berbuah: ranting harus melekat pada pokok anggur yang benar. Artinya:


      1. Yang pertama: kita harus tergembala pada firman pengajaran yang benar, bukan pada manusia.
        Kalau melekat pada manusia, nanti saat manusianya dipindah, kita sudah lupa.

        "Lempin-El perhatikan! Jangan ikut orangnya! Kalau ikut orangnya, namanya 'nebeng' Kalau jemaatnya banyak, kita ikut. Coba jemaatnya tiga orang, apa mau ikut? Tidak mau ikut. Tetapi setelah orangnya pergi, lupa pada pengajaran. Jangan ikut orangnya, tetapi TUHANnya (pokoknya)!"

        Kita tergembala pada firman pengajaran yang benar sehingga kita masuk ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Firman penggembalaan (tongkat gembala) membawa kita masuk ke kandang--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.

        Kerajaan sorga yang dilihat Musa ada tiga ruangan: halaman--percaya Yesus, bertobat, baptisan--, ruangan suci--kepenuhan Roh Kudus--, ruangan maha suci--kesempurnaan.
        Kita sudah selamat--halaman--, tetapi belum sempurna. Berarti kita ada di ruangan suci--kandang penggembalaan.

        Kalau kita melekat pada pengajaran yang benar--tongkat gembala--, maka tongkat itu menggiring kita masuk ke kandang. Mulai dari gembalanya dulu berada di kandang, baru domba-dombanya.

        "Yang sekarang terjadi, dombanya disuruh masuk, tetapi gembalanya ada di Batu dan sebagainya. Tidak bisa!
        Mulai dari gembalanya dulu. Kalau gembalanya berada di kandang, dombanya akan ikut semua.
        "

        Ada tiga macam alat di dalam ruangan suci, yang menunjuk pada tiga macam ketekunan:


        1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Alah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya--ada kesaksian, nyanyian--; domba diberi minum (menjadi segar, tidak dehidrasi di padang gurun).


        2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan perjamuan suci; domba diberi makan, supaya tidak lapar dan rebah, tetapi tetap kuat mengikut TUHAN--melayani sampai TUHAN datang.

          Sekarang banyak hamba TUHAN yang pensiun karena lapar; tidak pernah makan. Kalau tidak lapar, pasti kuat.

          "Guru dan gembala saya (Bpk Pdt In Juwono, Pdt Pong, Pdt Totaijs), sampai usia tua, tidak pernah ganti, mereka tetap kuat sampai garis akhir."


        3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya; domba bernafas.
          Biarpun sudah makan dan minum, kalau tidak bernafas, akan mati juga.

          Kasih itu kekal, berarti kita bernafas dalam kekekalan--bernafas sampai hidup kekal selamanya.


        Inilah carang melakat pada pokok anggur yang benar.


      2. Yang kedua: ranting melekat pada pokok anggur yang benar artinya: kesetiaan dalam jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita, sampai garis akhir--sampai meninggal atau sampai TUHAN datang.


    • Syarat kedua untuk berbuah: dibersihkan.
      Yohanes 15: 3
      15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

      Kebun anggur ini berbeda dengan kebun yang lain. Kalau dalam kebun anggur, setiap hari dilihat--ada perhatian khusus. Kalau mau berbuah harus diperhatikan dengan khusus. Artinya kita harus disucikan.

      Kita disucikan dari dosanya pelayan TUHAN yaitu:


      1. Dosa Yudas= mencuri milik TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus--kejahatan. Kalau gembalanya mencuri, jemaat tidak ada harapan. Karena itu doakan sungguh-sungguh!

        "Sebelum meninggal, Bpk Pdt Pong tegor saya soal dua hal: Pak Wi, kalau masih ada Lempin-El, sungguh-sungguh ya! Kedua: Kamu ada Yayasan, persepuluhannya? Saya jawab: Iya, Pa tetap persepuluhan. Beliau menjawab: Pertahankan! . Soal Lempin-El dan persepuluhan inilah yang dipesanka."

        Kalau tidak hati-hati soal persepuluhan, kasihan jemaatnya.

        "Saya bertanggung jawab di hadapan TUHAN. Sebaliknya saudara juga jangan jadi pencuri seperti Yudas Iskariot."

        Pakaian harus disucikan!


      2. Dosa Hofni dan Pinehas yaitu berzinah; berzinah lewat tontonan, pikiran, perkataan--kenajisan. Berhenti! Dari Handphone hati-hati! Itu memang menghalangi buah!


      3. Dosa Kain yaitu iri, dendam, gosip dan membenci.
        Jangan ada kepahitan! Kalau ada kepahitan, tidak akan berbuah; pelayanan rontok, nikah rontok, pekerjaan rontok, sekolah rontok. Lebih baik kita disucikan.


      Tadi, mencuri milik TUHAN (keinginan akan uang) sama dengan kikir dan serakah. Kalau pelayan TUHAN disucikan dari kejahatan--bisa memberi--, kenajisan--bisa hidup suci--, dan dosa Kain--bisa saling mengasihi--, langkah hidup kita adalah langkah-langkah yang indah.

      Roma 10: 15
      10:15. Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

      Kabar baik= penginjilan; untuk yang belum percaya Yesus.
      Kabar mempelai= penyucian. Yang sudah percaya Yesus, ditingkatkan, bekerja di kebun anggur--kabar mempelai.

      Mari langkah kita yang pertama: tidak ada kikir-serakah, tetapi kita semua bisa memberi: waktu, tenaga, uang dan sebagainya. Nomor satu saya sebagai gembala harus memberi.

      Langkah kedua; nikah yang benar, kesucian kaum muda, dan langkah ketiga: tidak ada kepahitan tetapi saling mengasihi.

      Hasilnya: langkah-langah kita adalah langkah yang indah (Roma 10: 15). Masa depan yang indah TUHAN berikan kepada kita--langkah itu ke depan. Tidak usah khawatir! TUHAN tidak pernah menipu. Yang jelek dan hancur Dia tanggung, yang indah Dia berikan kepada kita--dalam perjamuan suci--; karakter yang baik TUHAN berikan, upah satu dinar TUHAN berikan dan Dia juga memberikan buah.

      Kalau menjadi hamba TUHAN, pelayan TUHAN yang tekun, setia, ditambah suci, sekalipun kita kecil seperti ranting, kita bisa berbuah yang lebat.

      Munhkin gaji kecil dan sebagainya, terserah! Tetapi kalau ada kesucian, kesetiaan dan ketekunan, ranting yang kecil akan dipercayakan buah yang lebat dan manis oleh TUHAN, dan 'Bapa-Kulah pengusahanya', artinya: TUHAN yang memelihara kita; TUHAN yang membela kita; Dia yang melakukan segala sesuatu bagi kita; ada buah-buah yang manis.

      Apakah pesta nikah diberi buah anggur? Yang disajikan adalah air anggur--bukan buah anggur. Masih ada satu lagi, yaitu harus diperas. Itulah ikut TUHAN, jangan digampang-gampangkan! Jangan asal melayani! Mau masuk pintu kedutaan saja susah, apalagi pintu sorga. Sungguh-sungguh! Sudah berbuah manis, masih harus diperas.


    • Syarat ketiga: pemerasan. Sudah berbuah, belum cukup, masih harus diperas. Diperas= sengsara daging karena Yesus, bukan karena berbuat dosa. Bentuknya macam-macam: berpuasa, doa semalam, berpacu dengan waktu karena melayani, difitnah (tidak salah disalahkan), digosipkan dan sebagainya.

      "Misalnya: pulang kuliah belum belajar, lalu melayani. Tidak apa-apa, inilah sengsara karena Yesus. Atur waktu, waktu untuk tidur dikorbankan, gunakan untuk belajar, nanti pulang gereja belajar lagi. Kalau besok ujian, siang tidak usah tidur gunakan untuk belajar, pulang gereja belajar lagi. Inilah pengorbanan; pemerasan supaya menghasilkan air anggur yang manis."

      Air anggur yang manis ini mengalir; artinya: kuasa Roh Kudus mengubahkan hidup kita.

      Yesus naik ke sorga, selain menyediakan tempat, Dia juga mencurahkan Roh Kudus---Dia ingat kita yang masih ada di bumi. Di balik salib---pemerasan--, ada Roh Kudus yang dicurahkan untuk mengubahkan kita, supaya kita menampilkan air anggur yang manis di mulut kita; bisa dicicipi.

      Kidung Agung 7: 9
      7:9. Kata-katamu manis bagaikan anggur!" Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya, melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur!

      Kenapa diizinkan diperas padahal sudah baik, suci dan setia--tahu-tahu mengalami yang tidak enak--? Itu adalah pemerasan, supaya Roh Kudus dicurahkankan kepada kita sehingga kita mengalami keubahan mulai dari mulut, bisa menghasilkan air anggur yang manis; perkataan yang manis, yaitu perkataan yang benar--tidak dusta lagi--, perkataan yang baik--jadi berkat bagi orang lain--, bersaksi dan menyembah TUHAN; menyeru nama Yesus.

      Kalau anggur tidak diperas, tidak ada air anggurnya. Mari, mulut ini harus kita jaga. Jangan dusta! Mau bicara, pagari dengan kebenaran, kebaikan, bersaksi dan menyembah! Jangan melemahkan orang lain! Kalau melemahkan, kita berhutang darah.

      'anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya' = perkataan manis itu mengalir pada orang lain yang butuh. Ada orang lain yang susah payah, letih lesu, berbeban berat, pahit getir, alirkan kesaksian kita!
      "Ajak ibadah persekutuan ke Square Ballroom! Siapa tahu anggur pahit jadi anggur manis."

      Inilah mengalir kepada sesama: suami, isteri, anak, orang tua, tetangga, kakak, adik, teman sekantor, teman sekolah. Mari bersaksi! Beri air anggur yang manis!

      Kalau sudah bisa mengalir, akan bisa memancar ke atas (ke bibir orang yang sedang tidur).

      Kemudian, 'melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur.' Yang sedang tidur adalah Yesus. Yesus tidur di buritan kapal yang ditimpa angin dan gelombang. Mungkin kapal kehidupan kita dilanda angin gelombang--ekonomi, kesehatan, nikah-buah nikah, pelajaran di sekolah, masa depan, kebusukan, kehancuran, dosa-dosa--, mari berseru kepada Yesus! Awalnya murid-murid menggunakan kekuatan, Yesus dibiarkan tidur. Akhirnya anggur manis mengalir: TUHAN tolonglah, kami binasa! TUHAN berkata: Diam dan tenang! Selesai.

      Di tengah gelombang, jangan putus asa, kecewa, tetapi berseru pada TUHAN: Yesus tolong. TUHAN berkata: Diam ,tenang; teduh, semua masalah selesai, damai sejahtera, enak dan ringan hidup itu.

      Ada lagi, bukan kapal, tetapi orangnya yang mau tenggelam. Petrus pelayan TUHAN yang hebat--bisa berjalan di air yang bergelombang--, tetapi karena ia bimbang karena ajaran lain, ia mulai tenggelam. Mungkin ada yang dimbang-ambingkan, serukan nama Yesus dan Dia akan tolong.

      Periksa mulut! Kalau mulut sembarangan, ombak dan gelombang akan datang. Kalau mulut manis: Yesus tolong, semua akan teduh.

      Saat hampir tenggelam, Petrus berseru pada TUHAN; mengulurkan tangan kepada TUHAN dan Dia mengangkat Petrus. Inilah kuasa pengangkatan--bukan hanya kuasa pertolongan, tetapi ada kuasa pengangkatan. Mungkin jasmani rohani merosot; kesucian sudah merosot, pelayanan merosot atau apa saja, angkat dua tangan! Dia akan mengulurkan tangan, dan Dia akan mengangkat dan memulihkan semua yang merosot.

      "Saya juga paling takut kalau merosot/kering. Tetapi saya mau berseru juga pada TUHAN."

      Yunus sudah di dasar lautpun, tetapi ia berseru pada TUHAN dan bisa diangkat.

      Inilah kuasa pengangkatan dan TUHAN pulihkan semuanya. Mari, serahkan semua pada TUHAN! Bukan hanya diangkat di dunia, tetapi kalau TUHAN datang kembali, kita akan disempurnakan, kita diangkat di awan-awan sampai di sorga.

      Dulu Dia yang terangkat, nanti kita yang akan terangkat bersama Dia selamanya.

Yang pahit dan getir, serahkan semua! Pulang dengan kemanisan dan keindahan.
Mungkin tidak indah hidup ini--seperti Yudas Iskariot--, mungkin tidak manis--seperti Petrus yang tenggelam--, mungkin seperti murid-murid yang diombang-ambingkan gelombang; menghadapi kesulitan, kepahitan, kepedihan, kenajisan dan kejahatan, mari berserulah pada TUHAN.
Mungkin banyak yang mengalami kemerosotan, kesulitan hari-hari ini, mari berseru pada TUHAN: Ini saya TUHAN, saya tidak tahu masa depan saya. Saya serahkan pada TUHAN.

TUHAN hanya mencari anggur yang manis, lewat kata-kata yang manis; kata-kata mempelai. Kuasa pengangkatan TUHAN mengangkat kita dari ketenggelaman, sampai di tempat di mana Yesus berada, kitapun berada, tidak ada air mata lagi.
Air anggur yang manis dimulai dari mulut. Kalau rumah tangga mau manis, perkataan harus manis; bukan kerjanya yang ditingkatkan, tetapi perkataan manis. Hidup mau manis, harus ada perkataan yang manis.

Sumber kemanisan dari hati. Biar kasih-Nya dicurahkan; kaum muda, sampai engkau merasa manis hidupmu.
Yakinlah, yang pahit dan getir sudah diminum oleh Yesus, yang buruk sudah ditanggung oleh Dia, yang najis, jahat, hancur dan merosot sudah ditanggung Dia. Kita pulang harus dalam kemanisan. Serahkan semua pada Dia!

Kita memperingati kenaikan TUHAN; naik itu artinya manis, indah, berhasil dan masalah selesai.
Betapa kita bangsa kafir harus bersyukur. Yang tadinya tidak masuk hitungan TUHAN--baru masuk jam lima petang--, tetapi dia mau memakai kita. Yang tadinya pahit getir--seperti anjing dan babi--; tidak ada masa depan, tenggelam dan merosot semuanya, tetapi Dia mau mengangkat kita; Dia mau menanggung semua

jangan ragu! Petrus ragu, dia sudah bisa berjalan di atas air bergelombang, tetapi karena dia ragu/bimbang terhadap pengajaran yang benar--pribadi TUHAN--dan kuasa TUHAN, ia tenggelam. Mari kembali, jangan ragu! Beriman sungguh-sungguh kepada Dia, serahkan sungguh-sungguh, kita hanya berseru kepada Dia: Saya rindu pulang dalam kemanisan, saya sudah capek dengan semua ini, saya serahkan kepada-Mu di kayu salib, TUHAN. Aku mau pulang dalam keindahan dan kemanisan di hadapan TUHAN.
Uluran tangan TUHAN mempu menjadikan harum, indah, baik dan berhasil semua, sampai sempurna seperti Dia, kita masuk Yerusalam baru, dan tentu berbahagia jika bersama dengan seluruh keluarga kita.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top