Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Bersamaan dengan pengutusan Lempin-El "Kristus Ajaib" angkatan XLII

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: Wahyu 12:1

Wahyu 12 dalam susunan Tabernakel terkena pada shekinah glory(sinar kemuliaan).

Wahyu 12:1
12:1.Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

'perempuan' = gereja Tuhan dengan matahari, bulan, dan bintang, yang tampil sebagai terang dunia/ terang kemuliaan seperti Yesus, artinya sempurna seperti Yesus. Inilah mempelai wanita Sorga yang siap untuk disingkirkan ke padang gurun, jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun, dan siap untuk diangkat ke awan-awan yang permai untuk bertemu dengan Yesus yang datang kembali kedua kali. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan kerajaan Sorga selamanya.
Kita harus menjaga nikah, sebab itu adalah pintu masuk ke perjamuan kawin Anak Domba.

Matius 5:14
5:14. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunungtidak mungkin tersembunyi.

'Kamu adalah terang dunia' merupakan kehendak Tuhan bagi setiap kehidupan kita, supaya kita menjadi terang dunia seperti Dia.
Mengapa begitu? Untuk mencapai kota terang, Yerusalem Baru (kota di atas gunung). Tidak ada lagi air mata tetapi penuh kebahagiaan selamanya. Ini tujuan utama kita.

Kalau tidak menjadi terang dunia seperti Yesus, kita pasti menjadi paling gelap di dunia seperti setan untuk menuju kegelapan yang paling gelap di mana terdapat ratap tangis dan kertak gigi selamanya.

Kehendak Tuhan adalah kita menjadi terang dunia, tetapi kenyataannya sejak Adam dan Hawa berbuat dosa, semua manusia di bumi sudah berbuat dosa dan kehilangan terang kemuliaan Allah.
Lalu dari mana kita mendapatkan terang? Dari kerajaan Sorga/ Tabernakel.

Ada tiga macam sumber terang dalam Tabernakel:
  1. Terang dari mezbah korban bakaran yang terdapat di halaman Tabernakel.
    Dulu binatang korban yang dibakar untuk menerangi dosa-dosa bangsa Israel.

    Sekarang bagi kita, ini menunjuk pada terang kebenaran/ terang dari Anak Domba Allah (Yesus harus dikorbankan di kayu salib untuk menerangi manusia berdosa, sehingga kita menjadi anak-anak terang).

    Efesus 5:2-3,8
    5:2.dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.
    5:3.Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.
    5:8. Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu
    hiduplah sebagai anak-anak terang,

    Proses menjadi anak terang:
    • Masuk pintu gerbang = percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat. Jangan ragu!

    • Mezbah korban bakaran = bertobat, berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan. Kita mati terhadap dosa.

    • Bejana pembasuhan = baptisan air.
      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat, mati terhadap dosa, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit keluar dari dalam air bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/ hidup Sorgawi, yaitu hidup dalam urapan Roh Kudus. Inilah anak-anak terang/ anak-anak Allah, dan akan berbuah terang, yaitu:

      Efesus 5:8-9
      5:8.Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
      5:9.karena terang hanya berbuahkankebaikan dan keadilan dan kebenaran,

      1. Terang kebenaran = hidup benar sesuai dengan firman Allah dalam segala aspek hidup kita. Kita tidak berbuat dosa. Kalau ada kesalahan, cepat kembali pada kebenaran.
        Ibadah persekutuan adalah persekutuan dalam terang, tidak ada yang tersembunyi.

      2. Terang keadilan = tidak memihak siapa pun tetapi hanya memihak Tuhan/ firman pengajaran yang benar/ kebenaran.
        Saat Musa turun dari gunung dan melihat anak lembu emas, ia berkata "Siapa memihak Tuhan?" bukan "Siapa memihak aku?"
        Untuk bertahan pada keadilan memang sakit bagi daging.

        Kalau tidak adil, tidak akan bisa menyembah Tuhan. Sebab leher ada di tengah-tengah.

      3. Terang kebaikan = berbuat baik bahkan membalas kejahatan dengan kebaikan.
        Kalau sudah ada terang kebenaran dan keadilan pasti ada terang kebaikan, tidak pura-pura.

        Hasilnya adalah semua jadi baik. Bumi yang hancur lebur bisa menjadi baik ketika ada terang.

    Mari kita menerima terang dari mezbah korban bakaran/ korban Kristus. Semua akan menjadi baik.

  2. Terang dari pelita emas di ruangan suci.
    Ini menunjuk pada terang Roh Kudus/ terang kesucian.

    Mengapa dibutuhkan terang kesucian?
    • Kalau pelita dinyalakan, tiga macam alat di ruangan suci akan terlihat jelas.
      Artinya Roh Kudus menuntun kita untuk masuk ruangan suci/ kandang penggembalaan, ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok seperti yang dilakukan oleh jemaat gereja hujan awal.

      Kisah Rasul 2:41-42
      2:41.Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
      2:42.Mereka bertekundalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

      Banyak yang hanya puas sampai baptisan air. Setelah itu ke mana? Jangan sampai seperti banyak ikan masuk jala Petrus, sehingga jala mulai koyak dan ikan kembali lagi ke laut.

      Angka 3000 menunjuk pada ruangan suci (20 x 10 x 10 hasta) ditambah dengan ruangan maha suci (10 x 10 x 10 hasta).
      Jadi, sesudah baptisan air harus lanjut untuk masuk ruangan suci.
      1. Pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia Roh Kudus.

      2. Meja roti sajian = ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan korban Kristus.

      3. Mezbah dupa emas = ketekunan dalam ibadah doa, persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.

      Roh Kudus menuntun kita untuk masuk dalam ketekunan.
    • Terang kesucian dibutuhkan untuk menghadapi kegelapan dunia akhir zaman dengan tanda utama penyesatan.
      Matius 24:3-5,11,24
      24:3.Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"
      24:4.Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!(1)
      24:5.Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang(2).
      24:11. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang
      (3).
      24:24. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga
      (4).

      Empat kali disebutkan tentang 'penyesatan'.
      Artinya:
      1. Penyesatan sudah mencapai seluruh bumi.
      2. 'menyesatkan orang-orang pilihan' = orang dalam Kabar Mempelai juga disesatkan.
      Kalau pengajarannya sesat, penyembahannya juga akan palsu, melawan penyembahan yang benar.

      Wahyu 19:1,3-4,6

      19:1.Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "Haleluya!(1)Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,
      19:3.Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "Haleluya!(2)Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya."
      19:4.Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin, Haleluya(3)."
      19:6.Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya!(4)Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

      Empat makhluk = Henokh, Musa, Elia, dan Yesus.

      1 Yohanes 2:27

      2:27.Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

      Untuk menghadapi penyesatan, kita harus memiliki terang dari pelita emas.

      Jika kita berada dalam terang Roh Kudus, kita tidak perlu diajar orang lain. Bukan berarti tidak butuh gembala, tetapi kita memiliki hati nurani yang peka, sehingga bisa membedakan dengan tegas antara pengajaran yang benar dan palsu, dan kita memiliki ketegasan untuk berpegang pada satu firman pengajaran yang benar. Di mana ada Roh Kudus, di situ ada pengajaran yang benar.

      1 Timotius 4:1-2
      4:1.Tetapi Roh dengan tegasmengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
      4:2. oleh tipu daya pendusta-pendusta yang
      hati nuraninya memakai cap mereka.

      'hati nuraninya memakai cap mereka' = kalau hati sudah dicap oleh darah Yesus dan Roh Kudus, maka tidak akan bisa disesatkan. Tetapi satu kali kita mendengar ajaran sesat, kita akan hancur seperti Hawa.
      Jangan main-main dengan ajaran! Semua ajaran ada capnya.

      Roma 16:17
      16:17.Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

      Mendengar ajaran sesat berarti sudah tergoda, sesudah itu pecah, dan kalau sudah pecah pasti memilih yang tidak benar.
      Kalau sudah dicap ajaran sesat, sulit untuk kembali kecuali ada kemurahan Tuhan.

    Inilah perlunya terang pelita emas, yaitu menerangi penggembalaan dan firman pengajaran yang benar.
    Jadi terang Roh Kudus menuntun kita untuk tergembala pada satu firman pengajaran yang benar, seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar atau keledai tertambat pada pokok anggur yang benar.

    Kejadian 49:11
    49:11.Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.

    Di dalam kandang penggembalaan, bangsa kafir mengalami penyucian dari tabiat kekafiran yang melekat padanya, yaitu:
    • Roh durhaka.
      Efesus 2:2
      2:2.Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

      Praktiknya:
      1. Durhaka kepada Tuhan = tidak setia sampai tidak mau beribadah melayani dan menyembah Tuhan.
        Menjelang kedatangan Tuhan, nasihat tertinggi adalah nasihat tentang ibadah kepada Tuhan.

        Kalau tidak mau menyembah Tuhan, bangsa kafir akan menyembah berhala.
        Berhala artinya segala sesuatu di dunia ini yang diandalkan lebih dari Tuhan.
        Biar kita disucikan, sehingga kita kembali suci dan setia kepada Tuhan.

      2. Durhaka dalam rumah tangga = tidak setia dalam rumah tangga, tidak setia dalam pacaran, tunangan, dan nikah.
        Kemudian suami kasar pada istri, istri tidak tunduk pada suami, anak tidak taat pada orang tua, kakak adik saling membenci.

        Ini harus disucikan, sehingga kembali pada nikah yang benar, suci, dan satu untuk mencapai perjamuan kawin Anak Domba.

      Kalau ada roh durhaka, kita akan stres, sangat menderita, tidak ada damai sejahtera, tetapi hanya letih lesu dan berbeban berat.
      Markus 7:30
      7:30.Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

    • Tabiat anjing dan babi.
      Anjing menjilat muntah = perkataan sia-sia.
      Anjing menjilat darah = menghakimi orang benar untuk menutupi kesalahan, sampai menghujat firman pengajaran yang benar/ Tuhan.

      Babi dimandikan kembali ke kubangan = perbuatan dosa sampai puncaknya dosa.
      Ini semua mengarah pada Babel.

    Kalau bangsa kafir sudah disucikan dari tabiat kekafiran, maka keledai bisa ditunggangi oleh Yesus.
    Efesus 4:11-12
    4:11.Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12.untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Kita diperlangkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

    Ini sama dengan keledai ditunggangi Yesus menuju Yerusalem, sekarang menuju Yerusalem Baru.
    Kita melayani Tuhan sesuai dengan beban yang Tuhan percayakan kepada kita, supaya mengarah ke Yerusalem baru. Dan pelayanan kita disertai dengan kegerakan iman (memberi) sampai menyerahkan hidup kepada Tuhan. Kita hanya bergantung pada Yesus, Imam Besar.
    Layani dengan baik, dan semua akan jadi baik.

    Hasilnya adalah 'takkan kekurangan aku', artinya:
    • Kita dipelihara secara berlimpah sampai antikris berkuasa bahkan sampai hidup kekal.
    • Kita dipelihara secara rohani yaitu hidup dalam ketenangan. Semua enak dan ringan sampai hidup kekal.

  1. Terang kemuliaan di ruangan maha suci.
    Imamat 16:12-16
    16:12.Dan ia harus mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN, serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir.
    16:13.Kemudian ia harus meletakkan ukupan itu di atas api yang di hadapan TUHAN, sehingga asap ukupan itu menutupi tutup pendamaian yang di atas hukum Allah, supaya ia jangan mati.
    16:14.Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaiandi bagian muka, dan ke depan tutup pendamaianitu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.
    16:15.Lalu ia harus menyembelih domba jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa bagi bangsa itu dan membawa darahnya masuk ke belakang tabir, kemudian haruslah diperbuatnya dengan darah itu seperti yang diperbuatnya dengan darah lembu jantan, yakni ia harus memercikkannya ke atas tutup pendamaian dan ke depan tutup pendamaian itu.
    16:16.Dengan demikian ia mengadakan pendamaian bagi tempat kudus itu karena segala kenajisan orang Israel dan karena segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka. Demikianlah harus diperbuatnya dengan Kemah Pertemuan yang tetap diam di antara mereka di tengah-tengah segala kenajisan mereka.

    Terang kemuliaan/ shekinah glorymerupakan hasil dari dua kali tujuh percikan darah.
    Setelah ada terang kebenaran dan kesucian, kalau tidak ada percikan darah, tidak akan sampai pada terang kemuliaan.

    'ke atas tutup pendamaian' = tujuh kali percikan darah untuk Yesus, Mempelai Pria Sorga.
    'ke depan tutup pendamaian' = tujuh kali percikan darah untuk kita, mempelai wanita Sorga.

    Setelah dua kali tujuh percikan darah, barulah terjadi shekinah glory.
    Percikan darah = sengsara daging tanpa dosa/ sengsara daging karena Yesus/ sengsara daging bersama Yesus.

    Untuk mengadakan dua kali tujuh percikan darah, Imam Besar Harun harus membawa dupa.
    Artinya daging tidak mampu menghadapi percikan darah, karena itu harus dihadapi dengan banyak menyembah.
    Darah ditambah dengan dupa itulah yang menghasilkan terang kemuliaan.
    Lewat doa penyembahan kita tahan uji sampai mengalami shekinah glory.

    Mengapa kita harus mengalami percikan darah? Supaya kita mengalami shekinah glory(terang kemuliaan/ terang keubahan hidup).

    1 Petrus 4:12-14

    4:12.Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaanyang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13.Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14.Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Kita mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, dari manusia daging yang bertabiat kafir menjadi manusia rohani yang bertabiat Allah Tritunggal seperti Yesus.

    Tabiat Allah Tritunggal adalah buah-buah roh.

    Galatia 5:22-23

    5:22.Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
    5:23.kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

    'kasih, sukacita, damai sejahtera' = tabiat Allah Bapa.
    'kesabaran, kemurahan, kebaikan' = tabiat Anak Allah.
    'kesetiaan,kelemahlembutan, penguasaan diri' = tabiat Allah Roh Kudus.
    Kita kembali pada gambar Allah Tritunggal. Kita kembali pada ciptaan semula.

    Kalau dimampatkan, kembali pada gambar Allah Tritunggal artinya:
    • Jujur/ tulus.
      Pengkhotbah 7:29
      7:29.Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih.

    • Taat dengar-dengaran dan setia.

    Inilah hati seorang hamba yaitu suci, jujur, taat, dan setia. Di sinilah tempat Yesus lewat dengan kuasa dan belas kasih-Nya.
    Apa keadaan kita sekarang, Dia masih bisa menolong.

    Paling tidak lima kali Yesus melawat:
    • Yesus melawat Bartimeus. Bartimeus mau jujur dan taat, sehingga ia yang buta sejak lahir mengalami kuasa Tuhan. Ia mengalami kuasa kesembuhan.
      Penyakit dosa bisa menjadi hidup dalam kebenaran. Buang dosa!

      Secara rohani, Bartimeus tidak bisa melihat Yesus, artinya tidak bisa menyembah. Siapa tahu pada kesempatan ini kita dijamah oleh Tuhan, sehingga kita bisa menyembah Dia.
    • Yesus melawat Zakheus, pemungut cukai. Pemungut cukai digolongkan sama dengan orang sundal, tidak beguna, tetapi Tuhan berbelas kasih.
      Dari kehidupan yang tidak berguna bisa jadi berguna bagi orang tua, anak.
      Yang busuk jadi harum di hadapan Tuhan.

      Lukas 19:8-9
      19:8.Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."
      19:9.Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.

      'empat kali lipat' = kembali pada firman pengajaran dan penyembahan yang benar.
    • Yesus melawat sepuluh orang kusta, ada satu orang kafir.
      Kusta menunjuk pada kebenaran sendiri, artinya kebenaran di luar firman, menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain dan Tuhan/ firman pengajaran yang benar.
      Kusta juga menunjuk pada kenajisan, terpisah dari tubuh Kristus.

      Bisa dipulihkan sehingga kembali pada kebenaran Tuhan, kemudian saling mengaku dan mengampuni.
      Kita juga bisa mengucap syukur.

    • Yesus melawat perempuan Kanaan.
      Perempuan Kanaan mengalami kehancuran nikah, tetapi Dia masih melawat bangsa kafir.

      Nikah bangsa kafir dipulihkan kembali asal ada kejujuran.

    • Yesus melawat pemuda Nain yang mati dan keluar dari Nain.
      Pemuda mati = gagal total. Diubahkan jadi berhasil dan indah.

      Ibu janda menangis terus. Ada tangisan kita malam ini? Tetapi apakah kita pernah menangis saat kita tidak bisa beribadah? Saat terpisah dari Yesus adakah kita menangis? Mungkin masih menangis karena pencobaan, tidak apa-apa, bawa kepada Tuhan. Tuhan akan menghapuskan air mata kita.
      Yang mustahil menjadi tidak mustahil, dosa selesai, dan semua masalah selesai.

    Kuasa dan belas kasih Yesus berasal dari lima luka Yesus.
    Dan kalau Tuhan datang kembali kita diubahkan menjadi sempurna untuk siap menyambut kedatangan-Nya kedua kali bersama keluarga kita masing-masing. Kita bahagia, tidak ada setetes pun air mata.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Surabaya, 19 Februari 2012 (Minggu Sore)
    ... tempat penggembalaan Petrus menyangkal penggembalaan tidak tergembala . Sudah selamat masuk halaman Tabernakel. Kesempurnaan ruangan maha suci. Jadi kita bertumbuh di ruangan suci penggembalaan dengan macam ibadah pokok . Matius - . Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Yerikho orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. . Ada dua orang buta yang duduk di ...
  • Ibadah Kunjungan Mangkutana II, 26 Juni 2013 (Rabu Pagi)
    ... dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan. Tetapi Tuhan membuka kesempatan bagi bangsa Kafir lewat jalur kemurahan seharga darah Yesus di kayu salib. Jadi harga panggilan dan pilihan bangsa Kafir adalah seharga darah Yesus yang tidak bisa dibeli atau ditukar dengan apa pun juga di dunia ini. Selama kita bisa ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2009 (Minggu Sore)
    ... sebagai makanan rohani dan sekaligus untuk menyucikan sidang jemaat sampai jadi sama dengan Tuhan. Kalau kita telusuri Mempelai Pria adalah Yesus adalah manusia darah daging yang mati di kayu salib dan bangkit dalam tubuh kemuliaan daging yang mulia . Kalau Ia tidak jadi darah daging Ia tidak bisa menjadi Mempelai sebab ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Mei 2018 (Selasa Sore)
    ... segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. Memberi dimulai dengan mengembalikan perpuluhan dan persembahan khusus milik Tuhan. Baru kita bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan untuk sesama yang membutuhkan. Maka Tuhan akan melimpahkan kasih karunia Untuk memelihara hidup kita secara berkecukupan bahkan berkelimpahan mulai dari dunia yang sulit sampai ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 09 Maret 2016 (Rabu Sore)
    ... menerima kasih mula-mula kita harus bertobat. Mezbah dupa emas--di ruangan suci-- berdoa menyembah. Ini kasih yang bertambah-tambah. Di dalam penyembahan kita semakin diubahkan. Semakin diubahkan kasihnya semakin bertambah. loh batu--isi dari tabut perjanjian di dalam ruangan maha suci-- puncaknya kasih kasih yang sermpurna. Tabut perjanjian takhta sorga. Jadi kita orang berdosa ...
  • Ibadah Doa Malam Surabaya, 03 April 2013 (Rabu Malam)
    ... Tuhan mengangkat tangan pada Tuhan menyerah sepenuh pada Tuhan . Doa malam hari untuk menghadapi hal ay. 'demi hidup anak-anakmu yang jatuh pingsan karena lapar' untuk menghadapi kelaparan jasmani krisis didunia dan rohani krisis rohani . Amos - . Sesungguhnya waktu akan datang demikianlah firman Tuhan ALLAH Aku akan mengirimkan kelaparan ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 06 Desember 2009 (Minggu Sore)
    ... adalah bisa makan Firman penggembalaan sampai bisa praktik Firman penggembalaan. Dan segala kebutuhan kita ada di dalamnya. Nasib domba itu bergantung pada makanan Firman penggembalaan. Kalau Firman itu salah maka domba itu akan mati. Kalau domba tergembala ia benar-benar ada dalam Tangan Gembala Agung. Dalam hidup sehari-hari kita juga harus ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Juni 2017 (Kamis Sore)
    ... bait Allah yang rohani yaitu tubuh Kristus. Terjadi peralihan dari pembangunan bait Allah jasmani kepada pembangunan bait Allah yang rohani yaitu tubuh Kristus. Mengapa demikian Sebab bait Allah jasmani dibangun dalam sistim Taurat. tahun menunjuk hukum pada loh batu pertama dan hukum pada loh batu kedua yaitu hukum Taurat. Bait ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Februari 2018 (Jumat Sore)
    ... permai. Korintus - . Saudara-saudara inilah yang hendak kukatakan kepadamu yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa. . Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia kita tidak akan mati semuanya tetapi kita semuanya akan diubah ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Juni 2017 (Kamis Sore)
    ... mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan. Setiap kemenangan akan mendapatkan mahkota. Wahyu - Lalu aku melihat sorga terbuka sesungguhnya ada seekor kuda putih dan Ia yang menungganginya bernama Yang Setia dan Yang Benar Ia menghakimi dan berperang dengan adil. Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.