English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 01 Februari 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 menunjuk pada 7 kali percikan darah di...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 03 September 2013 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 19-24 adalah tentang Mezbah Dupa Emas.
Pengertian...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 12 Februari 2013 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 4:18-31 adalah tentang Musa harus...

Ibadah Raya Malang, 27 Juni 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Maret 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 12 November 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan, kiranya kasih karunia dan berkat dari Tuhan senantiasa...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 April 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Raya Malang, 17 April 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22
3:21 Barangsiapa menang, ia akan...

Ibadah Raya Malang, 25 September 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:6
4:6 Dan di hadapan takhta...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 Januari 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 :11-15 adalah tentang dusta...

Ibadah Raya Malang, 18 Desember 2016 (Minggu Pagi)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Februari 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah bahagia...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 September 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 08 November 2016 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Ada 3 macam bekal pengutusan [mulai dibahas...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 September 2014 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, bertemu dengan Yesus Mempelai Pria Surga untuk selama-lamanya.

Ada tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014).

SIDANG JEMAAT di SMIRNA

Wahyu 2: 9

2:9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu -- namun engkau kaya -- dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.

Keadaaan sidang jemaat Smirna adalah dalam penderitaan/sengsara daging bersama Yesus = dalam pengalaman kematian bersama Tuhan (PENGALAMAN SALIB).

Mengapa sidang jemaat Smirna (bangsa kafir) diizinkan mengalami pengalaman kematian bersama Tuhan?:

  1. supaya mendapat kasih karunia (sudah dipelajari mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 21 September 2014).


  2. supaya sidang jemaat bangsa kafir sama dengan sidang jemaat bangsa Israel yang juga diizinkan mengalami pengalaman kematian bersama Tuhan, sehingga Israel dan kafir bisa menjadi satu.

Malam ini, kita membahas yang kedua.
Keluaran 1: 1-5
1:1 Inilah nama para anak Israel yang datang ke Mesir bersama-sama dengan Yakub; mereka datang dengan keluarganya masing-masing:
1:2 Ruben, Simeon, Lewi dan Yehuda;
1:3 Isakhar, Zebulon dan Benyamin;
1:4 Dan serta Naftali, Gad dan Asyer.
1:5 Seluruh keturunan yang diperoleh Yakub berjumlah tujuh puluh jiwa. Tetapi Yusuf telah ada di Mesir.

'datang ke Mesir'= Israel diizinkan oleh Tuhan turun dari Kanaan ke Mesir.
Kanaan= negeri yang penuh susu dan madu (negeri perjanjian).
Mesir= gambaran dari dunia.

Mengapa Tuhan izinkan Israel turun dari Kanaan (negeri penuh susu madu) menuju ke Mesir (dunia)?:

  1. Israel (umat pilihan Allah) turun dari Kanaan menuju Mesir. Kalau Yesus, turun dari Surga ke bumi.
    Alasan pertama Tuhan ijinkan Israel turun dari Kanaan ke Mesir: sebab seirama dengan jalan Yesus turun dari Surga ke bumi = pengalaman kematian/jalan salib.

    Kalau bangsa Israel diizinkan Tuhan untuk turun dari Kanaan menuju Mesir, maka sidang jemaat Smirna (bangsa kafir) juga diizinkan dalam keadaan sengsara/menderita (miskin dan lain-lain).
    Jadi, bangsa Israel dan bangsa kafir sama-sama diizinkan mengalami pengalaman kematian/pengalaman salib bersama Tuhan.

    1 Petrus 4: 1-2
    4:1 Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, -- karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa --,
    4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

    Praktek sehari-hari pengalaman kematian/jalan salib: sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan hidup menurut kehendak Allah = HIDUP DALAM KEBENARAN.

    Jadi, dalam pengalaman kematian:


    • kita tidak kompromi/setuju/toleransi dengan dosa sedikitpun.
      Kita harus memiliki ketegasan sekalipun memang sakit bagi daging.
      Contoh: di kantor semua korupsi tetapi kita tidak mau karena kita mau hidup benar, kita bukan dipuji, tetapi dikatakan benar sendiri, dimusuhi, dibenci tanpa alasan dan lain-lain.


    • kita tidak menghakimi orang berdosa, sebab kita dulu juga berdosa dan sudah mengalami pengampunan dosa.
      Kita tidak menghakimi orang berdosa, tetapi membawa orang berdosa kepada Tuhan lewat ibadah (mendengar Firman Tuhan) dan lain-lain, terutama lewat berdoa.


    Kalau kita bersama-sama dalam pengalaman kematian/jalan salib (pengalaman kematian membawa kita untuk BISA SATU JALAN SALIB, tidak mau yang berdosa dan hanya mau yang benar), maka kita akan mengalami kesatuan (benar dengan benar akan bersatu dengan sendirinya, tidak perlu diatur atau dirayu), sehingga kita tidak terpisah satu dengan yang lain dan tidak terjadi benturan satu dengan yang lain.
    Di mulai dari dalam nikah rumah tangga, lalu membesar dalam penggembalaan, antar-penggembalaan, sampai nanti Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna.

    Kalau benar dengan salah (tidak satu jalan), maka tidak akan terjadi kesatuan sekalipun dipaksa, dirayu dan sebagainya, tetapi justru terjadi perpisahan, perceraian, pertentangan dan benturan.

    Supaya kita berada pada satu jalan yaitu jalan salib, maka kita harus siap untuk saling mengaku dan mengampuni. Kalau bersalah (salah dalam perkataan, perbuatan, salah dalam mengajar, salah dalam tahbisan), harus mengaku kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Yang benar, mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.
    Mulai dari dalam rumah tangga, kalau suami salah, harus mengaku dan istri siap untuk mengampuni dan melupakan apapun dosanya seperti Yesus mengampuni dan melupakan apapun dosa kita. Begitu juga suami, kalau istri salah, maka suami juga harus siap mengampuni dan melupakan apapun dosanya (belajar pada salib).

    Tetapi, kalau kita saling menyalahkan dan menghakimi, maka kita akan tetap berada di jalan yang berbeda, sehingga terjadi benturan-benturan, perpisahan dan perceraian.

    Keluaran 1: 1
    1:1 Inilah nama para anak Israel yang datang ke Mesir bersama-sama dengan Yakub; mereka datang dengan keluarganya masing-masing:

    'mereka datang dengan keluarganya masing-masing' = kita harus membawa keluarga masing-masing (isteri, anak dan cucu) untuk masuk dalam pengalaman kematian/berada di satu jalan yaitu jalan salib, supaya bisa menyatu, tidak terpisah/tercerai-berai dan mengalami berkat Tuhan secara penuh (di balik salib ada berkat, kebangkitan dan kemuliaan Tuhan atau kita mengalami kebangkitan dan kemuliaan Tuhan).

    Jalan salib = hidup dalam kebenaran.
    Jadi, kita harus membawa keluarga kita dalam nikah yang benar, ibadah yang benar, pelayanan yang benar dan semua harus benar.
    Jangan dibiasakan berkata, 'oh, tidak apa-apa, cuma salah sedikit kok', nanti akan tercerai-berai.
    Jangan membiasakan anak kita untuk dibawa kepada yang tidak benar, tetapi semua harus benar mulai dari pribadi harus benar, sekolah, nikah dan ibadah pelayanan harus benar. Di jalan raya juga harus benar, contohnya anak tidak punya SIM, jangan diperbolehkan membawa kendaraan sendiri, supaya tidak tercerai-berai. Sebab kalau orang tuanya benar ada SIM, sedangkan anaknya tidak, maka akan tercerai-berai.

    Keluaran 1: 2-5
    1:2 Ruben, Simeon, Lewi dan Yehuda;
    1:3 Isakhar, Zebulon dan Benyamin;
    1:4 Dan serta Naftali, Gad dan Asyer.
    1:5 Seluruh keturunan yang diperoleh Yakub berjumlah tujuh puluh jiwa. Tetapi Yusuf telah ada di Mesir.

    = nama anak-anak Yakub yang turun ke Mesir (mengalami pengalaman kematian) disebutkan satu per satu.
    Artinya:


    • Tuhan selalu mengingat satu per satu/secara pribadi anak Tuhan, hamba Tuhan, pelayan Tuhan yang mengalami pengalaman salib/pengalaman kematian.
      Jangan ragu-ragu untuk berada dalam pengalaman salib/pengalaman kematian!

      kita hidup benar dan mau menderita untuk Tuhan, misalnya dalam ibadah, mungkin berpuasa, menderita dalam pelayanan, yang mahasiswa, nanti sepulang dari gereja masih harus belajar, sedangkan teman-teman yang lain sudah tidur. Tuhan akan selalu mengingat orang-orang yang berada dalam pengalaman kematian. Tidak akan sia-sia!


    • Wahyu 2: 9
      2:9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu -- namun engkau kaya -- dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.

      'Aku tahu' = Tuhan bukan hanya mengingat, tetapi Tuhan juga tahu, artinya:


      1. Tuhan sangat menghargai hamba Tuhan, pelayan Tuhan, anak Tuhan yang mengalami pengalaman kematian/jalan salib.
      2. Tuhan tidak membiarkan kita sendiri dalam kesusahan, kemiskinan dan penderitaan karena Tuhan (dalam pelayanan, berpuasa dan lain-lain), tetapi:


        1. Tuhan turut merasakan penderitaan kita, artinya, kalau istilah Bapak Pendeta In Juwono, Tuhan menyedot/menganggung segala penderitaan kita. Tubuh Kristus ini menyedot/menyerap segala kelemahan dan penderitaan kita.


        2. Tuhan mau memberi kekuatan ekstra kepada kita, supaya kita bertahan dalam penderitaan, tidak mundur sedikitipun.
        3. Tuhan memberi jalan keluar bagi kita semua.
          Sebenarnya, Tuhan bisa langsung menolong kita, tetapi ada maksud Tuhan kalau saat dalam penderitaan kita belum ditolong oleh Tuhan.


    Tuhan ingat dan Tuhan tahu anak Tuhan, hamba Tuhan dan pelayan Tuhan yang berada dalam pengalaman kematian.
    Oleh sebab itu, dalam pengalaman kematian/jalan salib, kita juga HARUS mengingat Tuhan saja, jangan ingat yang lain. Ini sama seperti bayi yang hanya menangis pada ibunya (hanya mengingat ibunya).


  2. Alasan kedua Tuhan ijinkan Israel turun dari Kanaan ke Mesir: sebab di Mesir ada gandum.
    Pada waktu itu, Kanaan menderita kelaparan (tidak ada gandum), sehingga harus mencari gandum ke Mesir.

    Waspada! Kanaan adalah negeri kegerakan. Sekarang artinya, banyak terjadi kegerakan rohani, tetapi hanya menuju kelaparan rohani, sebab tidak menampilkan/tidak mengutamakan gandum atau pembukaan Firman Allah (pribadi Yesus), tetapi yang ditampilkan hanya perkara-perkara dunia/jasmani.
    Ini sama seperti kita tidak makan, tetapi bergerak terus (kelihatan hebat), sehingga lapar, pingsan (= suam-suam rohani) sampai mati rohani (binasa).

    Sebenarnya rohaninya suam-suam, tetapi ditutupi dengan kumpul-kumpul dan sebagaginya sehingga terlihat senang, padahal kering.

    Banyak ibadah-ibadah yang menentang untuk menampilkan pembukaan Firman/gandum, terutama ibadah kaum muda, 'kalau perlu tidak usah Firman supaya kaum muda senang dan diberi suasana ini itu supaya kaum muda senang', tetapi hanya menuju kelaparan.

    Sebab itu, Tuhan izinkan Israel turun dari Kanaan ke Mesir untuk mendapatkan gandum, artinya dalam pengalaman kematian, Tuhan membukakan rahasia firman allah secara berkelimpahan (pengalaman kematian terjadi SUPAYA ADA GANDUM) = Tuhan menyediakan roti kehidupan dari Surga (makanan dari Surga).
    Sama seperti Rasul Yohanes saat berada di pulau Patmos, ia menangis karena kitab yang termeterai, tetapi akhirnya dibukakan saat ia dalam pengalaman kematian.

    Kesaksian:
    "Saya selalu mengajarkan kepada Lempin-El Kristus Ajaib setelah mereka lulus, bahwa di dalam Lempin-El ini kita mempelajari pengajaran Tabernakel dan Mempelai terutama untuk membentuk karakter seorang hamba Tuhan. Sesudah itu, masih perlu melanjutkan sekolah lagi di 'Universitas Pengalaman Kematian', kampusnya di bawah kaki Tuhan, kuliaahnya 24 jam non-stop dan di situ terjadi pembukaan Firman Tuhan."

    Yohanes 6: 33, 35
    6:33 Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."
    6:35 Kata Yesus kepada mereka: "
    Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

    Kegunaan pembukaan rahasia Firman Allah/roti kehidupan dari Surga (= manna):


    • kegunaan pertama: memberi kehidupan kepada kita baik secara jasmani (hidup sehari-hari dan masa depan yang indah), terlebih hidup rohani, yaitu hidup kekal selama-lamanya. Kalau kita makan Firman (roti hidup), kita pasti hidup.
      Jadi, hidup kita hanya bergantung pada pembukaan rahasia Firman Allah/roti kehidupan dari Surga.
      Kalau sekarang, untuk hidup jasmani di dunia saja mulai sulit dan susah, apalagi nanti pada zaman antikris, apa yang kita banggakan di dunia tidak bisa digunakan, sebab itu mulai sekarang, kita harus hidup dari Firman Allah dan perjamuan suci.

      Mulai sekarang, dalam setiap ibadah, kita harus mengumpulkan gandum seperti Yusuf. Mungkin sekarang dihina, 'apa maksudnya mendengar Firman sampai dua jam?'
      Tetapi satu waktu akan berguna.


    • Yohanes 6: 35
      6:35 Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

      Kegunaan kedua: pembukaan Firman Allah sanggup untuk memberikan kepuasan/kebahagiaan Surga.


    Itulah sebabnya, Tuhan tidak ragu-ragu mengizinkan Israel turun dari Kanaan ke Mesir, juga meingizinkan sidang jemaat Smirna mengalami penderitaan, sebab ada maksud Tuhan yang indah di balik semuanya, yaitu supaya ada pembukaan rahasia Firman.

    Kalau sidang jemaat masuk dalam pengalaman kematian, maka jemaat bisa menikmati pembukaan Firman, kalau hamba Tuhan, bisa mendapat pembukaan Firman.

    Kalau sudah ada kehidupan dan kepuasan/kebahagiaan Surga, maka sidang jemaat akan terdorong untuk bisa TERGEMBALA DENGAN BENAR DAN BAIK. Tidak perlu beredar-edar lagi, sebab ada gandum dan tidak ada lagi yang dibutuhkan selain hidup dan kepuasan.

    Jadi, titik berat dalam penggembalaan adalah soal makanan rohani. Tugas seorang gembala adalah menyediakan makanan rohani bagi sidang jemaat, bukan yang lain-lain.
    "Kemarin di Malang, diterangkan dalam Roma 14: 17, 'hal kerajaan surga bukanlah soal makan dan minum', ini perkara jasmani yang nomor satu. Jadi, surga bukan soal mobil bagus, rumah besar, gaji besar atau gereja besar. Saya andaikan, kalau kita urunan beli mobil paling bagus untuk jemaat, tetapi tidak boleh makan-minum, apa mau? Kalau tidak boleh makan dan minum, sekalipun naik mobil paling bagus tetapi mungkin hanya bertahan sampai 40 hari saja, sesudah itu mati."

    Jadi dalam penggembalaan, jangan berpikir 'oh, gembala ini baik bisa memberi ini dan itu', itu sangat berbahaya! Karena kalau hanya memberi hal-hal jasmani saja, tapi hanya tahan sampai 40 hari saja sesudah itu mati.
    Kelihatannya baik, tetapi sesungguhnya ia adalah gembala yang jahat.
    Contoh: ada seorang ibu yang menggendong bayinya dan orang berkata 'ibunya baik karena anaknya dikasih mobil, deposito dan sebagainya', tetapi tidak dikasih makan. Bagaimana? Sebentar lagi, ibu itu masuk koran karena anaknya mati.
    Sebab itu, jangan salah dan jangan terkecoh!

    Gembala yang benar dan baik adalah gembala yang bisa memberi makanan rohani. Sekalipun gembala tidak bisa memberi apa-apa yang lain, tetapi kalau bisa memberi makanan rohani, itu sudah lebih dari semuanya. Syukur-syukur kalau gembala juga diberkati Tuhan untuk bisa memberi yang lain.

    Jadi, Tuhan ijinkan kita mengalami pengalaman kematian supaya (1)kita bisa satu jalan salib (hidup benar). Di luar kebenaran hanya ada kebinasaan. Dan (2)supaya ada gandum (ada kehidupan dan kebahagiaan yang mendorong kita untuk tergembala dengan benar dan baik).
    Tetapi masih belum cukup, masih ada alasan ketiga.


  3. Alasan ketiga Tuhan ijinkan Israel turun dari Kanaan ke Mesir: sebab di Mesir ada Yusuf.
    Keluaran 1: 5
    1:5 Seluruh keturunan yang diperoleh Yakub berjumlah tujuh puluh jiwa. Tetapi Yusuf telah ada di Mesir.

    Kalau tidak ada Yusuf, berarti belum utuh (masih 11 orang), masih kurang 1 suku, harus 12 suku. Karena di Mesir ada Yusuf, maka bisa menggenapkan dua belas suku Israel = kesatuan Tubuh Kristus dari bangsa Israel (inti dari Mempelai Wanita).

    Jadi, inilah pentingnya pengalaman kematian. Kalau kita masih diizinkan menderita seperti jemaat Smirna, jangan mencari jalan keluar sendiri! Tetapi ini merupakan kesempatan bagi kita untuk berhenti berbuat dosa dan hidup benar.
    Sesudah itu, kita akan dibimbing untuk masuk dalam penggembalaan, sehingga ada gandum, kehidupan dan kebahagiaan dari Tuhan.
    Sesudah itu lebih lagi, yaitu kita dibimbing kepada kesatuan Tubuh Kristus.

    Jadi, dalam pengalaman kematian/pengalaman salib, TUBUH KRISTUS TERBENTUK di dunia, sampai Israel dan kafir menjadi satu Tubuh Kristus yang sempurna lewat salib, bukan lainnya (Mempelai Wanita Surga).
    Kalau tidak ada pengalaman salib, tubuh Kristus tidak mungkin terbentuk.

    Efesus 2: 13-16
    2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
    2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
    2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan
    keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
    2:16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam
    satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

    'jauh'= bangsa kafir.
    'menciptakan keduanya'= Israel dan kafir.
    Bukti bahwa kita berada dalam kesatuan Tubuh Kristus, yaitu DAMAI SEJAHTERA = 'merobohkan tembok pemisah' = membangun tembok Yerusalem Baru.
    Damai sejahtera ini yang harus kita jaga.

    Damai sejahtera artinya tidak ada lagi iri, dendam, dosa kejahatan, dosa kenajisan, kepahitan = kita tidak merasakan apa-apa lagi yang daging rasakan, kecuali merasakan kasih Allah (kita mengasihi Tuhan lebih dari semua, mengasihi sesama seperti diri sendiri sampai mengasihi musuh).
    Kalau malam ini kita datang dengan kepahitan, iri, dendam, singkirkan semuanya!
    Kita belajar dari salib. Yesus selalu damai sejahtera, bahkan sampai mau matipun, Ia berdoa 'Bapa, ampunilah mereka'. Dia tidak mau ada kepahitan atau dendam.

Tanda-tanda hamba Tuhan, pelayan Tuhan, anak Tuhan yang berada dalam pengalaman kematian
(seperti bayi Musa yang dibuang ke sungai Nil):

  1. Tanda pertama: tidak salah tetapi disalahkan (Musa tidak bersalah apa-apa), malah dibenci tanpa alasan (Musa mau dibunuh).
    Sikap kita: harus berdiam diri sekalipun berat bagi daging (= masuk pengalaman kematian).
    Kalau melawan, berarti kita gagal.


  2. Keluaran 2: 4
    2:4 kakaknya perempuan berdiri di tempat yang agak jauh untuk melihat, apakah yang akan terjadi dengan dia.

    Kedua orang tua Musa sudah membuang dia, dan kakaknya hanya melihat dari jauh.

    Tanda kedua: sampai seperti ditinggalkan sendirian, semua orang tidak mau tahu.
    Seperti saat Yesus di salib, Dia berseru, 'Eloi, Eloi, lama sabakhtani' ('Allahku, mengapa Engkau tinggalkan aku?').

    Jangan marah kalau semua orang tidak mau tahu, itu berarti kita berada dalam pengalaman salib, sudah ada dalam jalan salib dan Tuhan mengingat dan tahu keadaan kita.
    Kita harus selalu ingat, bahwa Tuhan selalu menyertai dan mempedulikan kita. Kita hanya tinggal tunggu waktuNya Tuhan.
    Ini harus jadi keyakinan kita dalam keadaan apapun juga.
    Kalau semua orang tidak mau tahu, ini merupakan kesempatan emas untuk kita selalu diingat oleh Tuhan, Tuhan selalu menyertai, mempedulikan dan tidak pernah meninggalkan kita. Tinggal kita menunggu waktu Tuhan, kita hanya berserah sepenuh pada Tuhan.
    Jangan putus asa/kecewa!


  3. Keluaran 2: 5-6
    2:5 Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya.
    2:6 Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani."

    Saat itu, Firaun mengeluarkan peraturan, bahwa bayi laki-laki orang Ibrani harus dibunuh.
    Jadi, bayi Musa dibuang ke sungai Nil bukan bertambah baik, tetapi sampai ke tangan puteri Firaun di mana peraturan itu dikeluarkan dan tinggal dibunuh = puncak pencobaan.

    Tanda ketiga: kita menghadapi masalah yang seolah-olah makin memuncak (yang penting kita seperti bayi yang selalu hidup benar), sampai tidak ada jalan keluar, seperti bayi Musa berada di tangan puteri Firaun dan harus mati.

    Saat menghadapi masalah, kita harus koreksi diri. Kalau kita sudah hidup benar tetapi masalah makin memuncak, maka kita harus mengingat bahwa kita seperti Israel yang diizinkan turun ke Mesir, seperti jemaat Smirna yang difitnah oleh orang-orang Yahudi = mengalami pengalaman kematian.
    Orang Yahudi= gambaran dari orang Kristen.
    Hati-hati! Kalau jemaat memfitnah orang benar, itu sama dengan jemaat iblis.

    Kalau kita diizinkan mengalami pengalaman kematian yang makin memuncak, sebenarnya kita sedang diutus oleh Tuhan untuk:


    • menolong orang yang sedang berada dalam puncak kenajisan dan kejahatan untuk diselamatkan (= seperti puteri Firaun; Firaun gambaran dari setan dan puterinya berarti jahat dan najis). Kalau tidak ada pengalaman kematian, tidak mungkin seorang anak budak bisa sampai ke puteri Firaun.


    • menolong orang yang berada dalam puncak penderitaan, hampir putus asa, kecewa dan tinggalkan Tuhan.

Sikap kita dalam pengalaman kematian: seperti bayi Musa yang menangis, sehingga ia tidak jadi dibunuh.
Keluaran 2: 6
2:6 Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani."

Seringkali, dalam pengalaman kematian, kita masih menyalahkan orang lain, sehingga kita malah mati (kalau saat itu Musa mengejek puteri Firaun, ia akan langsung dibunuh).
Kami hamba Tuhan juga, kalau mengalami kesulitan dalam pelayanan mulai tunjuk-tunjuk orang, akibatnya tidak mungkin ditolong Tuhan, tetapi malah habis.

Tetapi, kalau kita menangis saat dalam penderitaan apalagi kita tahu bahwa kita yang bersalah, tidak mungkin kita dihancurkan, tetapi ada belas kasih Tuhan atas kita.

Bayi Musa yang menangis artinya:

  • menyembah Tuhan dengan hancur hati, kita mengaku tidak layak (banyak kesalahan dan kekurangan), tidak mampu, tidak berdaya apa-apa.
    Kita mengakui segala kesalahan dan kekurangan kita kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat lagi, sampai kita hidup benar (semua benar, kata-kata juga benar).


  • menyembah Tuhan dengan kuat dan teguh hati = bayi yang menangis hanya berharap ibunya = hanya berharap pada belas kasih Tuhan, bukan yang lain = mengulurkan tangan kepada Tuhan.
    Selama kita belum berharap Tuhan, kita belum menjadi bayi.

Penyembahan semacam ini yang mampu menarik belas kasih Tuhan atas hidup kita. Kita mengulurkan tangan kepada Tuhan dan Tuhan mengulurkan tangan belas kasih-Nya pada kita sebagai bayi-bayi yang tidak berdaya, seperti yang dialami Musa.
Hari-hari ini, mungkin kita ada dalam puncak pengalaman kematian. Semua sudah tidak bisa kita lakukan lagi. Jangan putus asa/kecewa, masih ada satu langkah terakhir, yaitu sikap kita hanya seperti bayi Musa yang menangis. Kita menyembah dengan hancur hati sampai kita hidup benar dan menyembah dengan kuat teguh hati (kita berharap hanya kepada Tuhan).
Hasilnya: tangan anugerah Tuhan/tangan Tuhan yang berlobang paku lewat perjamuan suci diulurkan untuk:
Keluaran 2: 10
2:10 Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: "Karena aku telah menariknya dari air."

  1. Hasil pertama: tangan anugerah Tuhan sanggup mengangkat Musa dari air.
    Kalau keranjang Musa tidak ditarik dari air, lama-lama akan kemasukkan air, belum lagi menghadapi buaya dan kuda nil.

    Artinya: tangan berlobang paku sanggup memelihara dan melindungi kita di tengah dunia yang sudah sulit dan krisis, sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun (zaman yang mustahil). Kita dipelihara secara langsung oleh Tuhan lewat Firman pengajaran dan perjamuan suci. Kita menjadi fulltimer semua, hanya beribadah dan melayani Tuhan.
    Sekarang kita memang masih bekerja/kuliah di dunia, tetapi jangan terikat dan mengarah pada kelepasan, artinya kita harus kuliah/bekerja dengan keras tetapi kita harus mengutamakan Tuhan lebih dari semua.

    "Ini nasihat untuk Lempin-El dan lulusan Lempin-El. Setelah menjadi hamba Tuhan fulltimer, jangan coba-coba bekerja lagi di dunia untuk mencari tambahan. Sekarang banyak diajarkan di sekolah Alkitab cara memelihara ayam, berkebun. Kalau ada yang tanya saya, saya jawab 'Boleh, tapi jangan dijual, kalau ada lebih, bagikan ke tetangga'. Jangan bergantung! Sekarang yang sedang bekerja di dunia ini saja mengutamakan Tuhan, apalagi yang sudah fulltimer mau belajar pelihara ikan dan sebagainya untuk dijual, justru akan ketinggalan."

    Kesaksian:
    "Waktu kami ibadah kunjungan ke Australia, ada seorang dokter spesialis dari Medan bersaksi pada kami, bahwa dia lebih banyak menggunakan jam-jam praktiknya untuk beribadah. Saya kaget. Padahal dia dokter spesialis, satu kali ketemu pasien berapa biayanya. Tetapi dia bersaksi pada saya, dia lebih banyak menggunakan waktu untuk beribadah daripada waktu untuk praktik. Bahkan dia juga ikut masuk dalam kebaktian kaum muda, sekalipun di Medan siaran langsung."


  2. Hasil kedua: 'anak budak jadi anak raja'= tangan Tuhan mengangkat anak budak menjadi anak raja, artinya:


    • tangan berlobang paku/tangan anugerah Tuhan pasti sanggup untuk memberikan masa depan yang indah dan berhasil pada waktuNya.
      Jangan takut! Kita belajar dari surat Petrus 'kamu akan ditinggikan pada waktuNya'.

      Kita belajar dari roda, tidak selamanya roda ada di bawah, satu waktu pasti di atas.
      Ini rumus bagi kita, kalau kita mau tekun dan menikmati pengalaman kematian, satu-waktu kita akan berada di atas.


    • kita diangkat menjadi imam dan raja untuk dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir (pembangunan tubuh Kristus yang sempurna).
      Anak budak = kita dulunya menjadi budak dosa kejahatan dan kenajisan.
      Anak raja = imam dan raja.

      Kita sudah bekerja selama enam hari, tetapi masih harus masuk dalam ibadah dan pelayanan, bukan untuk menyiksa kita tetapi supaya kita tidak masuk dalam pembangunan Babel.
      Kalau tidak mau menjadi imam dan raja, kita akan terus menjadi budak dosa, yaitu masuk dalam pembangunan Babel untuk dibinasakan selamanya.

      Tinggal 2 pilihan, masuk dalam pembangunan tubuh Kristus (makin benar, makin suci dan makin sempurna) atau masuk jadi budak.
      Yang membuat sengsara adalah kalau kita masuk pembangunan Babel (menjadi budak dosa/budak setan), kita makin jahat dan makin najis sampai binasa selamanya.

      Hati-hati! Bawa sekeluarga kita, kalau belum bisa dibawa langsung, kita bawa dalam doa supaya sekeluarga bisa masuk pengalaman kematian sampai bisa jadi imam dan raja semuanya, bahkan ada berkat Tuhan sepenuhnya. Betapa bahagianya kita.


    • Tangan berlobang paku sanggup menghapus segala kemustahilan.


    Sesudah kita dipelihara dan dilindungi, jangan lupa, kita harus kerja. Kita dipakai menjadi imam dan raja.
    Kalau tidak mau, maka nasibnya menjadi seperti burung. Ini pelajaran dari ibadah kunjungan di Tentena-Poso.
    Kita belajar dari burung yang tidak menabur dan tidak menuai (tidak bekerja), tetapi diberi makan oleh Tuhan.
    Sebaliknya, kalau kita sudah dipelihara tetapi tidak bekerja, maka menjadi seperti burung (burung gambaran dari setan dan egois), nasibnya juga seperti burung yang hanya berakhir di penggorengan.


  3. Ulangan 34: 5-6
    34:5 Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN.
    34:6 Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.

    'sesuai dengan firman TUHAN'= sangat enak jika hidup mati sesuai dengan Firman Tuhan.
    'tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini'= Musa mati tetapi dibangkitkan dan diangkat ke Surga.
    Nanti akan kita pelajari dalam Wahyu 4, ada empat makhluk yang mengelilingi takhta Surga, dua makhluk yaitu Musa dan Tuhan Yesus untuk mewakili yang mati dan naik ke Surga, dua makhluk yang lain adalah Henokh dan Elia untuk mewakili yang hidup tetapi langsung diangkat ke Surga.

    Yudas 1: 9
    1:9 Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: "Kiranya Tuhan menghardik engkau!"

    = mayat Musa diperebutkan oleh iblis dan malaikat Tuhan.
    Hati-hati! Ini pelajaran bagi kita hamba Tuhan dan pelayan Tuhan. Sampai matipun kita masih diperebutkan oleh setan, apalagi semasa hidup. Oleh sebab itu, kita harus sungguh-sungguh berada dalam tangan Tuhan, itulah tempat yang paling aman, kalau di luar tangan Tuhan, akan ditarik oleh setan.

    Hasil ketiga: Tangan Tuhan yang berlobang paku mampu mengangkat Musa ke Surga. Artinya: tangan Tuhan yang berlobang paku mampu menyucikan dan mengubahkan kita sampai satu waktu menjadi sempurna seperti Yesus dan terangkat ke Surga.

    Penyucian dan keubahan (= diangkat) dimulai dari melembut (mengakui segala kekurangan kita) dan taat dengar-dengaran. Kita belajar dari pohon ara yang melembut.
    Sebagai anak, harus taat dengar-dengaran pada orang tua yang benar, gembala yang benar dan Firman pengajaran yang benar.

    Melembut dan taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara = kita berada dalam tangan Tuhan yang berlobang paku, yang sudah menang atas maut, sehingga maut tidak bisa merebut kita.
    Tuhan sanggup melindungi kita dari maut. Saat kita hidup, maut tidak bisa mencengkeram kita, bahkan kalau diizinkan meninggal dunia, maut tidak bisa merebut kita seperti Musa. Kita tetap berada dalam tangan anugerah Tuhan sampai kita terangkat ke Surga.

Kalau dulu, tangan yang berlobang paku sanggup melakukan segala sesuatu untuk bayi Musa.
Sekarang sanggup melakukan segala sesuatu kepada kehidupan yang mau mengalami jalan kematian/jalan salib bersama Tuhan. Tuhan masih sanggup dan pasti sanggup mengangkat dan menolong kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top