English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 November 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 5:35-39
5:35 Tetapi akan datang waktunya, apabila...

Ibadah Raya Malang, 20 Desember 2015 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Bukti bahwa anak merupakan karunia/ anugerah dari Tuhan:
Mata hanya tertuju kepada Tuhan.
1...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Juli 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 19 Oktober 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 03 Juni 2014 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 17-18 dalam susunan tabernakel terkena pada pelita emas.
Pelita...

Ibadah Doa Surabaya, 24 Juni 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat malam, salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera,...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Juni 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 32-35
Nubuat ke-6= NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman: jaman...

Ibadah Doa Malang, 31 Januari 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Doa Malang, 11 Agustus 2009 (Selasa Sore)
digabung dengan doa puasa session IIIMarkus 2:18-22, waktu untuk berpuasa adalah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Maret 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1-4
5:1 Maka aku melihat...

Ibadah Paskah Kaum Muda Malang, 07 April 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita memperingati Paskah terdiri dari dua bagian:

Memperingati Jumat Agung--kematian Yesus.
Memperingati Paskah--kebangkitan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 November 2008 (Senin Sore)
Pembicara: Pdm. Dadang

Markus 2: 13-17 -> tentang suasana iman...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Februari 2010 (Senin Sore)
Matius 24: 45-51
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Tuhan yang tidak diduga waktunya, yaitu: ay. 45-47= dikaitkan...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 08 Maret 2011 (Selasa Malam)
Keluaran 12:8 berbicara tentang PASKAH.

Keluaran 12:8
12:8 Dagingnya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 November 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 21 September 2014 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (tujuh sidang jemaat di akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Sorga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Ada tujuh sidang jemaat yang mengalami percikkan darah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014).

SIDANG JEMAAT di SMIRNA

Wahyu 2: 8-9

2:8. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali:
2:9. Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun engkau kaya--dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.

Keadaan sidang jemaat di Smirna yaitu mengalami sengsara daging bersama Yesus/MENGALAMI PENGALAMAN SALIB bersama Yesus.

Mengapa Tuhan ijinkan sidang jemaat Smirna mengalami sengsara daging bersama Yesus?
1 Petrus 2: 19
2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

Jawabannya adalah supaya menerima kasih karunia Tuhan.
Kasih karunia adalah pemberian Tuhan kepada manusia yang tidak layak.

Malam ini, kita pelajari praktik sehari-hari kehidupan yang menerima kasih karunia Tuhan:

  1. Filipi 1: 29
    1:29. Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

    'dikaruniakan' = kasih karunia.

    Praktik menerima kasih karunia yang pertama: iman/percaya kepada Yesus yang sudah mati di kayu salib untuk menebus dosa kita, bangkit dan naik ke Surga untuk menyediakan tempat bagi kita.

    Bukti percaya kepada Yesus:


    • 2 Korintus 5: 7
      5:7. --sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat--

      Bukti pertama: hidup kita bukan karena melihat perkara-perkara di dunia, tetapi karena melihat Tuhan= mendengar dan dengar-dengaran pada Firman Tuhan.
      Contoh: Abraham tidak melihat negeri yang akan dituju, tetapi ia mendengar Firman ('Abraham tinggalkanlah negaramu').
      Iman adalah sesuatu yang tidak bisa kita lihat dengan mata, melainkan kita mendengarnya dari firman. Kalau karena melihat yang di dunia ini itu bukanlah iman.
      Kalau iman dipraktikkan, itulah yang akan jadi kenyataan dalam hidup kita.


    • 2 Korintus 5: 8
      5:8. tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.

      Bukti kedua: tabah/kuat teguh hati dalam menghadapi segala sesuatu, sehingga kita tidak kecewa, putus asa, bersungut-sungut, dan meninggalkan Tuhan, tetapi kita selalu mengucap syukur dan tetap percaya/berharap sepenuh kepada Tuhan.

      Kalau tidak tabah, kita akan mulai bersungut/mengomel saat menghadapi pencobaan-pencobaan sampai yang mustahil. Setelah itu akan kecewa, putus asa dan tinggalkan Tuhan.


    • 2 Korintus 5: 9
      5:9. Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.

      Bukti ketiga: kita selalu berusaha untuk hidup berkenan kepada Tuhan= hidup di dalam kebenaran.
      Semua harus benar, mulai dari pribadi, nikah, dalam pelayanan, dalam berlalu lintas, dalam bekerja sampai semua aspek hidup kita.
      Sesudah hidup dalam kebenaran, kita bisa menjadi senjata kebenaran= imam-imam dan raja-raja yang dipakai untuk beribadah melayani Tuhan= menjadi hamba Tuhan atau pelayan Tuhan.

      Keluaran 19: 6
      19:6. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."

      'kerajaan imam' = imam-imam dan raja-raja.

      Sebenarnya, yang layak menjadi imam dan raja hanyalah bangsa Israel asli (suku Lewi) dan keturunannya. Ibadah pelayanan itu merupakan kasih karunia/belas kasihan Tuhan yang seharga korban Kristus.

      Lalu bagaimana dengan bangsa kafir? Ini dituliskan dalam perjanjian baru.
      1 Petrus 2: 9-10
      2:9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
      2:10. kamu, yang dahulu 
      bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

      'imamat yang rajani' = imam-imam dan raja-raja.
      'bukan umat Allah'= bangsa kafir.
      'beroleh belas kasihan' = memperoleh kasih karunia.

      Secara jalur keturunan, bangsa kafir tidak bisa dan tidak boleh menjadi imam-imam (tidak bisa beribadah melayani Tuhan). Oleh sebab itu, Tuhan membuka jalan lewat jalur belas kasihan/kasih karunia Tuhan yang seharga darah Yesus, sehingga bangsa kafir bisa ditebus dari dosa-dosa dan diangkat menjadi imam-imam dan raja-raja.
      Manfaatkan dan hargai sungguh-sungguh, karena pelayanan kita seharga darah Yesus/kurban Kristus!
      Kalau bangsa kafir tidak setia dalam ibadah pelayanan, bahkan tinggalkan jabatan pelayanan (ibadah pelayanan), maka ia sedang menghina dan menginjak-injak darah Yesus. Jika menghina dan meninjak-injak darah Yesus, itu berarti kesengsaraan, ratap tangis dan kebinasaan untuk selama-lamanya.

      Biarlah lewat penataran calon imam-imam malam ini, yang belum melayani bisa melayani, yang sudah melayani bisa ditingkatkan pelayanannya, yang sudah tinggalkan pelayanan bisa kembali lagi untuk melayani Tuhan.


  2. Filipi 1: 29
    1:29. Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

    'Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus'= tadi pada praktik pertama, kalau kita bisa percaya Yesus sampai diangkat menjadi imam-imam, itu merupakan kasih karunia Tuhan (bukan karena kepandaian kita dan sebagainya), sebab banyak orang yang menolak Yesus.
    Praktik menerima kasih karunia yang kedua: kita rela menderita bersama Yesus.
    Rela menderita bersama Yesus, contohnya:


    • rela menderita karena mempertahankan pengajaran benar. Seperti Rasul Paulus, karena memberitakan Injil, dia dibelenggu, mengalami penderitaan dan lain-lain.


    • rela menderita karena melayani Tuhan dalam pelayanan yang benar. Ini seperti jubah dicelup dalam darah.


    Contoh lainnya: kita menderita karena hidup benar. Setelah 6 hari bekerja, kuliah dan lain-lain, hari Minggu seharusnya kita beristirahat, tetapi kita malah datang beribadah dan melayani Tuhan. Ini merupakan salah satu tanda bahwa kita menerima kasih karunia Tuhan.

    Dalam 2 Korintus 6, ini merupakan pengalaman dari Rasul Paulus yang menderita dalam pelayanan. Demikian juga kita sebagai pelayan-pelayan Tuhan.

    2 Korintus 6: 4-5
    6:4. Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran,
    6:5. dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa;

    Ibadah pelayanan yang benar bukan enak-enak, tetapi ditandai dengan salib (penderitaan daging).

    Kisah Rasul 5: 41
    5:41. Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.

    'dianggap layak' = kasih karunia Tuhan.

    Tidak gampang untuk menderita karena Tuhan. Seringkali kita dianggap tidak layak (tidak diijinkan oleh Tuhan) menderita karena Tuhan. Jangankan untuk hidup di surga, untuk menderita bersama Yesus saja seringkali kita tidak layak.
    Jadi, hanya orang yang menerima kasih karunia yang dianggap layak menderita karena Yesus.

    Sikap kita: berbahagia, jangan mengomel dan kita juga akan layak untuk dipermuliakan bersama Dia dan masuk dalam kerajaan Surga bersama Dia.

Mengapa Tuhan ijinkan kita menderita bersama dengan Dia?

2 Korintus 4: 16-17
4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
4:17. Sebab 
penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

Sebab, di balik penderitaan daging ada kemuliaan Tuhan yang kekal (shekina glory), yaitu keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia baru/rohani seperti Yesus= kita menjadi ciptaan baru. Inilah yang penting! Sebab banyak orang yang berhenti hanya kepada kemuliaan yang jasmani, seperti memiliki gereja yang besar dan sebagainya.

Baik bangsa Israel maupun kafir harus menjadi ciptaan baru.
Galatia 6: 15
6:15. Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.

'Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya'= tanda-tanda lahiriah. Baik bangsa Israel atau bangsa Kafir itu sama saja (tidak ada artinya).

Tanda-tanda lahiriah ini tidak ada artinya (tidak penting). Yang ada artinya (yang penting) adalah kita harus memperjuangkan untuk menjadi ciptaan baru, sebab manusia lama (manusia darah daging) tidak mewarisi kerajaan Surga dan tidak bisa masuk kerajaan Surga.

Penampilan atau tanda-tanda manusia baru:
Kolose 3: 10-14
3:10. dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
3:11. dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.
3:12. Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah 
belas kasihan(1)kemurahan(2)kerendahan hati(3)kelemahlembutan(4)dan kesabaran(5).
3:13. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan 
ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian(6).
3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah 
kasih(7), sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

  1. ada belas kasihan= tidak menghakimi orang berdosa dan tidak menyetujui orang berdosa, tetapi membawa orang berdosa kepada Tuhan lewat doa atau ibadah kepada Tuhan.
    Orang berdosa itu sudah berat, kalau dihakimi, akan bertambah berat lagi.


  2. kemurahan= dermawan (bisa memberi),
  3. kerendahan hati= kemampuan untuk mengaku dosa dan jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
    Kalau orang berdosa tidak mau mengaku, itu berarti sombong, kalau malah salahkan orang, berarti sama dengan setan (pendakwa). Setan itu tidak pernah mengakui kesalahannya, tetapi terus mendakwa orang.


  4. kelemahlembutan= kemampuan untuk menerima Firman Tuhan sekeras dan setajam apapun untuk menyucikan hidup kita.
    Ini yang kita harapkan! Kita berdoa kepada Tuhan supaya dalam tiap ibadah, kita selalu menerima Firman yang keras untuk mengoreksi kehidupan kita, menunjukkan dosa-dosa dan menyucikan kita.


  5. kesabaran= sabar dalam menderita, selalu mengucap syukur (tidak bersungut-sungut) dan sabar menunggu waktu Tuhan.
    Tuhan memiliki waktu sendiri (tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat). Sebab itu, jangan ambil jalan sendiri diluar Firman.
    Banyak kita mengambil jalan sendiri diluar Firman. Jalan diluar Firman adalah jalan buntu dan kebinasaan.
    Contohnya:


    • pergi ke dukun karena sulit dalam pekerjaan.
    • supaya lulus ujian lalu menyontek.
    • soal jodoh. Karena hubungan tidak disetujui orang tua, kaum muda mengambil jalan belakang.


    Kalau mengambil jalan diluar Firman, ia akan mengalami kesulitan terus sampai akhirnya binasa. Kita harus kembali kepada Firman (kebenaran), itulah jalan Tuhan.
    Sekalipun mustahil, kalau itu Firman Allah, di situ ada kuasa Tuhan untuk menyelesaikan semua masalah.


  6. saling mengampuni dosa orang lain dan melupakan. Kita ingat bahwa kita juga meminta ampun kepada Tuhan, Tuhan sudah mengampuni dosa kita dan Tuhan melupakannya.
    Dosa-dosa kita sejak dari kecil sampai sekarang, sudah bagaikan gunung-gunung. Kalau Tuhan tidak melupakan dosa kita, dosa kita tetap seperti gunung dan kita tidak boleh ada disini (karena terlalu jahat dan najis).
    Sebab itu, kita juga harus mengampuni orang yang sudah mengaku kepada kita dan jangan diungkit-ungkit lagi. Kalau diungkit-ungkit lagi seringkali itulah yang menimbulkan pertengkaran.


  7. kasih= sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Kalau memiliki kasih, praktiknya:

  1. bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri =


    • tidak merugikan orang lain.
      Kalau diri sendiri tidak mau dipukul orang lain, jangan memukul orang lain. Kalau tidak bisa mendengar suara yang keras (bentak-bentak), jangan bentak-bentak orang lain.
      Apa yang kita mau orang lain perbuat kepada kita, kita perbuat dulu kepada orang lain. Misalnya: kalau ingin orang lain baik kepada kita, kita berbuat baik dulu kepada orang lain.

      Suami mengasihi istri seperti diri sendiri, itu berarti tidak merugikan istri. Kalau suami tidak mau istrinya kasar, jangan berbuat kasar kepada istri. Demikian juga sebaliknya.


    • bahkan mengasihi musuhmengasihi orang yang memusuhi kita lewat berdoa supaya ia diampuni dan diberkati= rela dirugikan oleh orang lain.
      Contoh: di kayu salib, Yesus tetap mengasihi musuh-musuhNya, 'Ya, Bapa ampunilah mereka, mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat'. Padahal mereka sudah mencambuk, menghina sampai menyalibkan Yesus.


  2. mengasihi Tuhan lebih dari segala sesuatu.
    Yohanes 14: 15
    14:15. "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

    Mengasihi Tuhan lebih dari segala sesuatu= taat dengar-dengaran kepada Firman Tuhan sekalipun tidak cocok dengan daging (tidak cocok dengan logika).
    Kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.

    Contoh: Yesus.
    Filipi 2: 8-10
    2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan 
    mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
    2:10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

    Secara daging, ini tidak cocok, sebab yang disalib seharusnya adalah orang jahat yang sudah sangat terkutuk. Sedangkan Yesus tidak berbuat dosa, Yesus sudah berbuat baik, menolong dan menyelamatkan, tetapi Ia harus mati di kayu salib.
    Secara logika, tidak cocok, tetapi Ia harus taat kepada Firman.

    'di langit'= setan dengan roh jahat dan roh najis.
    'di atas bumi'= nabi palsu dengan ajaran palsu.
    'di bawah bumi'= dari dalam laut itulah antikris dengan kekuatan mamon (kekuatan ekonomi).

    Karena Yesus taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib, maka Yesus menerima nama di atas segala nama yang mengandung kuasa kebangkitan untuk mengalahkan setan tritunggal yang selalu berusaha menghancurkan anak-anak Tuhan.

    Sebab itu, kita hati-hati. Sesudah melayani, kita harus rela menderita sampai menjadi manusia baru yang taat dengar-dengaran. Kalau tidak taat, setan akan menghancurkan kehidupan kita.

    Karena Yesus sebagai Imam Besar sudah taat sampai mati di kayu salib, maka Yesus menjadi persembahan harum di hadapan Tuhan.
    Begitu juga dengan kita. Sebagai imam-imam dan raja-raja, kita harus taat sampai daging tidak bersuara.
    Contoh: Abraham yang taat saat disuruh menyembelih Ishak anaknya. Kalau menurut manusia daging ini berat sekali dan di luar logika, tetapi bagi manusia baru yang mengasihi Tuhan lebih dari semuanya, hal ini tidaklah berat. Abraham tahu (yakin), sebab Tuhan yang menyuruh dan Tuhan yang akan bertanggung jawab = Tuhan mampu membangkitkan orang mati.

    Kalau kita taat dengar-dengaran, kita juga menerima kuasa kebangkitan dalam Nama Yesus untuk mengalahkan setan tritunggal.

    Filipi 2: 10 = setan tritunggal dikalahkan.
    Filipi 2: 11
    2:11. dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

    Bukti bahwa kita sudah taat sampai daging tidak bersuara, sehingga menerima kuasa kebangkitan dalam nama Yesus untuk mengalahkan setan tritunggal: lidahnya hanya untuk memuliakan Tuhan
    Artinya: lidahnya hanya menghasilkan:


    • perkataan yang benar, tidak ada dusta lagi.
      Kalau sering dusta atau fitnah, berarti ia dikuasai oleh setan tritunggal. Setan tritunggal itu binatang buas semuanya, kalau lidah dikuasai setan tritunggal, lidah menjadi sangat buas (lidah tidak bisa ditaklukan).


    • perkataan baik, bukan perkataan jahat, gosip atau fitnah, tetapi perkataan yang menjadi berkat bagi orang lain (perkataan yang berguna bagi orang lain) dan untuk bersaksi demi kemuliaan nama Tuhan.


    • lidah hanya digunakan untuk berdoa menyembah Tuhan.


    Kesaksian:
    "Kita sering mengatakan 'tidak apa-apa kalau dusta sedikit', Ini tetap tidak boleh. Ada anak Tuhan bersaksi: seorang anak Tuhan ingin ikut KKR, tetapi tidak diijinkan oleh perusahaannya. Namun ia berdusta dengan menggunakan alasan yang dibuat-buat untuk bisa ikut KKR. Tetapi ini salah. Sebenarnya, kalau tidak boleh, berarti bukan seijin Tuhan. Kalau kita berdoa supaya mendapat ijin dari Tuhan dan Tuhan ijinkan, pasti ada jalan.
    Suatu waktu, saya sudah Sekolah Alkitab tetapi saya masih membantu mengajar di Petra. Kemudian anak-anak datang kepada saya karena rindu ikut KKR ke Makasar, padahal saat bertepatan dengan jadwal sumatif. Saya datang kepada kepala sekolah, tetapi yang ada wakil kepala sekolah. Kemudian saya katakan bahwa anak-anak mau ikut KKR ke Makasar. Akhirnya wakil kepala sekolah yang mengijinkan, sehingga anak-anak bisa ikut ujian susulan setelah pulang dari KKR. Ini sudah benar, karena wakil kepala sekolah bagian dari kurikulum yang mengijinkan. Kalau tidak diijinkan, berarti bukan kehendak Tuhan dan saya larang mereka ikut.
    Kita jangan menggunakan dusta dan lain-lain sekalipun untuk pekerjaan Tuhan."

    Manusia baru atau lama dilihat dari lidahnya. Sekalipun hamba Tuhan, kalau masih berdusta, ia masih manusia lama.
    Lidah ini sebagai penentunya! Kalau lidah berdusta, perbuatannya pasti tidak baik.
    Kalau lidah sudah berkata benar, baik dan bisa menyembah Tuhan, maka perbuatan-perbuatan kita juga merupakan perbuatan yang benar dan baik, sehingga kita juga menjadi persembahan berbau harum yang naik di hadirat Tuhan, sekalipun kita adalah bangsa kafir.
    Perbuatan benar dan baik, salah satunya adalah bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan (sedekah).

    Contoh: Kornelius yang berdoa (lidah menyembah Tuhan) dan bersedekah (perbuatan benar dan baik). Ini bagaikan asap berbau harum yang naik ke hadirat Tuhan.

    Kisah Para Rasul 10: 1-2, 4
    10:1. Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
    10:2. Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak 
    sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.
    10:4. Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "
    Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.

    Kisah Para Rasul 10 ini tentang pembukaan pintu bagi bangsa kafir yang diwakili oleh Kornelius (seorang Perwira bangsa kafir).
    Di Alkitab, bangsa kafir diibaratkan seperti anjing dan babi (binatang haram dalam perjanjian lama) yang tidak boleh dipersembahkan pada Tuhan. Tetapi di sini, bangsa kafir bisa menjadi binatang halal yang bisa dibakar dan menjadi bau harum di hadapan Tuhan. Ini terjadi kalau bangsa kafir menerima kasih karunia Tuhan:


    • bisa percaya kepada Yesus,
    • tabah,
    • hidup benar,
    • menjadi pelayan Tuhan,
    • rela menderita bersama Yesus (bagaikan jubah dicelup dalam darah), sehingga mengalami pembaharuan sampai taat dengar-dengaran, lidah juga dibaharui menjadi lidah yang benar dan baik sampai perbuatan juga dibaharui.


    "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah" = bagaikan asap berbau harum yang naik ke hadirat Tuhan.
    'Allah mengingat engkau'= kalau kita bisa menaikan asap berbau harum di hadapan Tuhan, Ia selalu mengingat, mempedulikan, memperhatikan dan bergumul untuk kita.

    Yesaya 49: 14-15
    49:14. Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
    49:15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, 
    Aku tidak akan melupakan engkau.

    a
    y. 14 = Sion mengalami kesengsaraan.
    'Sekalipun dia melupakannya' = sekarang ada ibu kandung yang membuang anak kandungnya = kasih ibu sudah bergeser.
    'Aku tidak akan melupakan engkau' = kasih Tuhan tidak pernah berubah (tidak pernah bergeser).

    Kalau bangsa kafir bisa menaikkan asap dupa yang berbau harum di hadapan Tuhan, maka Tuhan mengingat kita sebagai bayi-bayi dalam gendongan tangan Tuhan.

    Yesaya 46: 4
    46:4. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

    'Aku menggendong kamu' = bayi-bayi dalam gendongan tangan Tuhan.

    Tugas kita hanya menerima kasih karunia seperti jemaat Smirna, yaitu kita percaya kepada Yesus yang sudah mati, bangkit dan naik ke Surga untuk menyiapkan tempat bagi kita (kita dengar-dengaran pada Firman, tabah, hidup benar dan menjadi senjata kebenaran) dan rela menderita supaya ada pembaharuan (mulut dan perbuatan dibaharui menjadi asap dupa berbau harum di hadapan Tuhan), sehingga kita selalu diingat oleh Tuhan seperti bayi dalam gendongan tangan Tuhan.

    Hasilnya:


    • 'mau menanggung kamu terus'. Artinya: Tuhan bertanggung jawab untuk menenentukan mati dan hidupnya kita (kalau bayi dalam gendongan ibunya, yang menentukan mati hidupnya adalah ibunya), yaitu:


      1. tangan belas kasihan Tuhan mampu memelihara kehidupan kita di tengah ketidak berdayaan dan kesulitan atau kemustahilan yang kita hadapi (bayi itu tidak berdaya dan berada dalam kesulitan).

        Kesaksian:
        "Tadinya saya lemah sekali, saya mau berhenti sekolah Alkitab dan mau bekerja lagi. Tetapi begitu saya menyelami, akhirnya saya ditolong oleh Tuhan. Inilah kesaksian yang tidak pernah saya lupakan. Saat tidak bisa makan, minum, tidak ada air dan tidak ada uang, saya berputus asa. Begitu saya bisa berdoa, Tuhan tidak pernah menipu saya. Saya tidak meminta dan tidak hutang, tetapi Tuhan bisa datangkan orang. Ini pengalaman hidup saya yang tidak saya lupakan sampai Tuhan datang."


      2. tangan belas kasih Tuhan mampu memberikan masa depan yang berhasil dan indah sampai hidup kekal.
      3. tangan belas kasih Tuhan mampu memberikan hidup kekal.


    • 'mau memikul kamu'.
      Artinya:


      1. tangan belas kasih Tuhan menanggung segala letih lesu beban berat kita, sehingga kita merasakan kelegaan (perhentian/damai sejahtera) dan semua menjadi enak dan ringan.

        Kalau bayi beratnya 15 kg dan ia digendong, maka semua berat 15 kg yang ditanggung = semuanya ditanggung oleh Tuhan.

        Kalau semuanya digendong pasti enak dan ringan, sekalipun mau dibawa kemana saja.


      2. tangan anugerah Tuhan sanggup menyelesaikan segala masalah kita sampai yang mustahil (seperti bayi yang tidak bisa berbuat apa-apa saat dalam masalah, kalau gatal saja bayi sulit untuk menggaruk badan).


    • 'menyelamatkan kamu'.
      Artinya:


      1. tangan kasih karunia Tuhan sanggup menyelamatkan kita, mengampuni dosa-dosa kita supaya kita tidak dihukum bersama keluarga kita. Asal ada 1 saja pribadi dalam keluarga yang menaikan asap berbau harum, maka ada harapan satu keluarga bisa diselamatkan oleh Tuhan, seperti Kornelius mengumpulkan sanak keluarganya.

        Kisah Rasul 10: 24
        10:24. Dan pada hari berikutnya sampailah mereka di Kaisarea. Kornelius sedang menantikan mereka dan ia telah memanggil sanak saudaranya dan sahabat-sahabatnya berkumpul.


      2. istilah 'menyelamatkan', berarti menyelamatkan sepenuhnya = menyempurnakan.
        Tangan kasih karunia anugerah Tuhan sanggup memandikan bayi-bayi yang kotor= menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia. Dan jika Yesus datang kembali kedua kali, kita menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai sampai masuk kerajaan surga yang kekal.

Kita sudah menerima kasih karunia, biarlah kita praktikkan dengan (1)percaya sampai menjadi imam dan raja, (2)mau dicelup dalam darah/sengsara sampai taat dengar-dengaran. Kita menjadi asap yang berbau harum di hadapan Tuhan, sehingga Tuhan mengingat, memperdulikan, mengerti keadaan kita dan bergumul untuk kita.
Ia bertanggung jawab, memikul dan menyelamatkan/menyempurnakan kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top