English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malam Surabaya, 10 November 2017 (Jumat Malam)
Ratapan 2: 18-19
2:18. Berteriaklah kepada Tuhan dengan nyaring, hai, puteri Sion, cucurkanlah air mata bagaikan sungai siang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Mei 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus:

Wahyu 1:13-16 merupakan 4 wujud penampilan pribadi...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 Agustus 2018 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan baptisan air

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima...

Ibadah Doa Malang, 08 Januari 2016 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus.

Wahyu 3:14-22 tentang jemaat di Laodikia, sekarang menunjuk jemaat akhir...

Ibadah Doa Malang, 09 Juni 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6 tentang sidang jemaat di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Maret 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:57-68 adalah tentang SAKSI dan KESAKSIAN.

Ada 2 macam saksi dan...

Ibadah Doa Malang, 17 Agustus 2017 (Kamis Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Natal di Mojoagung, 13 Desember 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Kaum Muda Malang, 14 Februari 2009 (Sabtu Sore)
Markus 12:41-44, dalam Tabernakel menunjuk pada petinya Tabut Perjanjian, kayu yang disalut emas,...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 30 Maret 2015 (Senin Malam)
Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 September 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:17-25 --> makan Perjamuan Paskah.
Matius 26:26-29 --> makan Perjamuan Suci.
Jadi, terjadi peralihan dari...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Maret 2010 (Senin Sore)
Matius 25:
= terkena pada tongkat Harun y ang bertunas, berbunga dan berbuah.
Tongkat= kayu...

Ibadah Kunjungan di Jayapura II, 18 Oktober 2018 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 22:20
22:20 Ia yang memberi kesaksian...

Ibadah Doa Malang, 18 November 2008 (Selasa Sore)
Matius 24: 29 -> Keadaan pada masa kedatangan Yesus ke 2x.
Yaitu :...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 November 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 (Minggu Sore)

Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (tujuh sidang jemaat di akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Ada tujuh sidang jemaat yang mengalami percikkan darah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014)
    . Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11).

SIDANG JEMAAT SMIRNA

Wahyu 2: 8-9

2:8. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali:
2:9. Aku tahu
kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun engkau kaya--dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.

Hati-hati! Kalau memfitnah orang yang benar (pelayan Tuhan dan hamba Tuhan yang benar), justru akan menjadi sidang jemaat iblis. Jika memfitnah/mendakwa, nanti akan menjadi seperti setan.
Disini, Tuhan menampilkan diri sebagai:

  • 'Yang Awal dan Yang Akhir'= kasih Tuhan yang besar (dari kasih mula-mula sampai dengan kasih yang sempurna),
  • 'yang telah mati dan hidup kembali'= kematian dan kebangkitan Tuhan.

ay. 9= keadaan sidang jemaat di Smirna, sehingga Tuhan menampilkan pribadiNya sebagai yang mati dan yang hidup, yaitu DALAM KEMATIAN BERSAMA TUHAN= mengalami sengsara daging bersama Tuhan.

"orang Yahudi" = sekarang menunjuk orang Kristen, tetapi suka memfitnah (bergosip).
Mengapa Tuhan mengijinkan sidang jemaat Smirna mengalami sengsara daging bersama Yesus?
1 Petrus 2: 19

2:19. Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

Salah satu contoh penderitaan daging karena kehendak Tuhan (bukan karena kehendak kita) adalah malam ini di mana kita semestinya beristirahat karena selama satu Minggu kita sudah bekerja, tetapi malam ini kita malah datang beribadah, nanti pulangnya agak malam dan besok masih harus kerja/kuliah lagi.

Tuhan ijinkan jemaat Smirna mengalami penderitaan bersama Tuhan karena ini sama dengan menerima kasih karunia Tuhan.
Kasih karunia dikaitkan dengan tahbisan (ibadah pelayanan) kita.
Imam adalah seorang yang beribadah dan melayani Tuhan (mentahbiskan diri kepada Tuhan).
Kita sebagai pelayan Tuhan harus memiliki kasih karunia Tuhan, bukan kekayaan, kemiskinan, kepandaian, kebodohan dan sebagainya.

2 Timotius 2: 1
2:1. Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.

Surat Timotius adalah surat tahbisan (tentang ibadah pelayanan kepada Tuhan).
Kegunaan kasih karunia Tuhan:

  • memberi kekuatan kepada kita untuk bisa mengikut dan melayani Tuhan, sehingga kita tidak gugur ditengah jalan.
  • memberi kekuatan untuk menghadapi berbagai macam halangan dan rintangan dalam melayani Tuhan, sehingga kita tidak kecewa, putus asa dan meninggalkan Tuhan.
    Dalam melayani Tuhan tentu banyak halangan dan rintangannya. Contohnya: Rasul-rasul dibelenggu, dimasukkan dalam penjaran dan sebagainya. Halangan yang kita hadapi juga bermacam-macam (dalam ekonomi dan sebagainya).


  • memberi kekuatan untuk bisa menantikan kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Ini sebabnya Tuhan ijinkan kita (sidang jemaat Smirna) mengalami penderitaan daging karena Tuhan, yaitu supaya kita bisa menerima kasih karunia.

Dalam 2 Timotius 2, terdapat 3 macam kekuatan dalam kasih karunia Tuhan:

  1. 2 Timotius 2: 3-4
    2:3. Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.
    2:4. Seorang prajurit yang
    sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

    Kekuatan dalam kasih karunia Tuhan yang pertama: kekuatan sebagai seorang prajurit.
    Imam-imam dan raja-raja (pelayan Tuhan) itu bagaikan prajurit Tuhan yang sedang berperang, tidak bisa santai.

    Kekuatan seorang prajurit:


    • kekuatan prajurit yang pertama: kekuatan untuk menderita karena melakukan kehendak komandannya, bukan kehendaknya sendiri. Contohnya: TNI yang taat kepada perintah komandannya untuk berjaga-jaga di pos.
      Komandan kita adalah Tuhan Yesus. Perintah Tuhan adalah firman pengajaran yang benar.
      Kekuatan untuk menderita karena melakukan kehendak komandannya, artinya: kekuatan untuk taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar, sekalipun tidak cocok/sengsara bagi daging.
      Di luar kasih karunia, kita tidak akan bisa taat, karena daging ini memiliki banyak kehendak sendiri.

      Contoh kehidupan yang taat adalah Yesus sendiri sebagai Sang komandan yang memberikan contoh kepada kita tentang ketaatan.
      Filipi 2: 8-10
      2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
      2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
      2:10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

      "di langit" = setan.
      "yang ada di atas bumi" = nabi palsu.
      "yang ada di bawah bumi" = dari dalam laut (binatang buas) itulah antikris.
      Setan, nabi palsu, antikris = setan tritunggal.

      Yesus taat dengar-dengaran kepada Allah Bapa sampai mati di kayu salib. Sebenarnya, Yesus tidak berdosa dan tidak boleh mati di kayu salib. Semestinya hanya orang yang terkutuk yang harus disalibkan, tetapi Ia rela taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib sekalipun sakit bagi daging.

      ay. 10= Yesus menerima nama di atas segala nama (kuasa kemenangan atas setan tritunggal).

      Kalau kita taat, kita akan menang, kalau tidak taat, kita akan kalah.


    • 2 Timotius 2: 4
      2:4. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

      "dengan soal-soal penghidupannya" = soal makan minumnya, 'nanti istri saya makan apa dan sebagainya'.

      Kekuatan prajurit yang kedua: kekuatan untuk selalu berjuang dalam ibadah pelayanan.
      Artinya: kekuatan untuk selalu setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, tidak mau dan tidak bisa terhalang oleh apapun juga.
      Tuhan sudah memberi contoh. Saat murid-murid ada di dalam ruangan yang kamarnya terkunci, Yesus tetap bisa masuk ke dalamnya berkata "damai sejahtera bagimu".

      Kalau kita membuka peluang untuk tidak setia sekalipun hanya satu kali saja, halangan akan datang terus menerus sampai satu waktu tidak bisa ibadah lagi.
      Tetapi, kalau kita tidak mau terhalang, lama kelamaan halangan itu tidak bisa menghalangi kita.

      Wahyu 17: 14
      17:14. Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."

      'terpanggil dan dipilih'= imam-imam.
      Tadi, dalam ibadah di Malang juga diterangkan, imam-imam merupakan kehidupan yang dipanggil, dipilih dan ditetapkan oleh Tuhan.
      Kalau kita setia, kita juga mengalami kuasa kemenangan.
      Kalau sudah dipanggil dan dipilih, tetapi tidak setia, maka akan gugur.


    Kesimpulan: kasih karunia Tuhan memberikan kekuatan kepada imam-imam dan raja-raja untuk selalu SETIA dan TAAT dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, sehingga kita selalu menang bersama Tuhan.
    Jika selalu menang bersama Tuhan, hasilnya:


    • 2 Timotius 2: 4
      2:4. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

      Hasil pertama: tidak kuatir soal kehidupan sehari-hari (makan minum, pakaian dan sebagainya) dan masa depan, sebab Tuhan yang memberikan jaminan kepastian untuk memelihara hidup kita sehari-hari secara berkelimpahan.
      Kita dipelihara secara berkelimpahan, artinya tidak akan kekurangan, bahkan mengucap syukur kepada Tuhan.

      Tugas seorang prajurit adalah berperang dan berjuang. Kebutuhan makan minumnya sudah disediakan oleh Sang komandan (Tuhan).


    • Tuhan memberikan masa depan yang indah. Serahkan semua pada Tuhan. Tugas kita hanya berperang (melayani Tuhan dengan setia dan taat).
    • Tuhan menyelesaikan segala masalah kita dan
    • memberikan damai sejahtera kepada kita, sehingga semua enak dan ringan.


    Urusan kita adalah bagaimana kita setia dan taat kepada Tuhan. Yang lainnya adalah urusan Tuhan.
    Kita yang bekerja, tetap bekerja, yang kuliah tetap kuliah, tetapi urusan kita yang sesungguhnya adalah setia dan taat dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.


  2. 2 Timotius 2: 5
    2:5. Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.

    "Seorang olahragawan" = di sini, imam-imam digambarkan sebagai atlit.
    "bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga" = atlit bulu tangkis, atlit lari cepat, atlit sepak bola masing-masing punya peraturannya. Kalau tidak mengikuti peraturan, akan dikeluarkan (diskualifikasi) dan gagal.

    Kekuatan dalam kasih karunia Tuhan yang kedua: kekuatan sebagai seorang olahragawan, yaitu kekuatan untuk memenuhi aturan pertandingan.
    Secara rohani, artinya: kekuatan untuk berada dalam TAHBISAN YANG BENAR (ibadah pelayanan yang benar).

    Di luar tahbisan yang benar= gugur ('enyahlah engkau').
    Sekalipun terlihat hebat ('kami sudah bernubuat, kami sudah mengusir setan'), tetapi kalau tidak sesuai aturan, Tuhan akan katakan 'enyahlah engkau!'. Ini yang bahaya bagi kita semua.

    Kesaksian:
    "Dulu saya senang mengikuti lomba gerak jalan mulai dari 8, 17, 34, 35 Km dan lomba lari jauh. Saya sudah berlari nomor satu dan hati saya senang, tetapi ada yang menyalib dengan naik sepeda motor, tiba-tiba sudah ada didepan. Akhirnya saya berhenti saja dan menjadi malas, karena ada peserta yang tidak memenuhi aturan lomba. Mari kita memenuhi aturan-aturan pertandingan. Yang tidak memenuhi aturan, kalau ketahuan panitia lomba atau jika ada yang lapor kalau tidak memenuhi aturan, saat garis finis tidak akan diakui ('enyahlah engkau'). Kita jangan gampang-gampang menilai (dahsyat, luar biasa), tetapi tidak memenuhi aturan dan menghalalkan segala cara."

    Bagi saudara yang akan melayani, harus memenuhi aturan yang benar (tahbisan yang benar).

    Imamat 21: 12
    (kudusnya pada imam)
    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    'ia' = imam-imam.
    Supaya tahbisan kita benar, seorang imam harus berada di ruangan suci ('tempat kudus'). Inilah salah satu tahbisan yang benar.
    Dulu, Musa naik ke gunung Sinai dan melihat Surga, kemudian Tuhan perintahkan kepada Musa untuk membuat surga di bumi, itulah Tabernakel (kemah suci). Dulu, pada zaman Musa, ini memang secara jasmani, dibuat papan-papan, Pelita emas dari emas 34 Kg dan sebagainya.
    Tetapi di Perjanjian Baru, Yesus berdoa 'supaya di bumi sama seperti di Surga'.
    Artinya: kerajaan Surga turun di bumi dalam arti rohani. Ruangan suci (tabernakel) sudah hancur semuanya, tetapi sekarang dalam arti yang rohani.

    Firman tentang ruangan suci ini selalu diulang-ulang untuk:


    • memberi keteguhan pada kita yang sudah masuk dalam ruangan suci. Jadi yang sudah masuk 3 macam ibadah bertambah teguh dan tidak mundur.
    • memberi keyakinan kepada orang yang belum masuk ruangan suci = memberi keyakinan supaya bisa melakukan firman.


    Kesaksian:
    "Seperti dulu ada kesaksian, saat menerangkan firman bahwa 'kita hidup bukan dari gaji'. Ada yang mengatakan "apa itu, ini tidak mungkin, saya menerima gaji dua digit dalam juta". Akhirnya Tuhan mengijinkan gajinya dipotong terus sampai nol, bahkan minus. Setelah itu, orang tersebut baru sadar bahwa dia hidup bukan dari gaji.
    Kita jangan sampai seperti itu, lebih baik kita mendengarkan firman yang diulang-ulang terus. Saat firman diulang-ulang terus, yang masih ragu akan diyakinkan, sampai benar-benar menjadi yakin 'saya mau masuk kandang'. Jadi, firman diulang ini bukan karena kehabisan bahan.
    "

    Ruangan suci = kandang penggembalaan. Terdapat 3 macam alat dalam ruangan suci= ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


    • pelita emas= ketekunan dalam Ibadah Raya= persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam karunia-karuniaNya. Di dalam Pelita ada minyaknya. Contohnya: ada karunia menyanyi, bersaksi dan sebagainya.

      Kalau kita tekun, karunia-karunia akan ditambah terus, sehingga melimpah dan harus mengalir pada yang lain. Contohnya: karunia gembala semakin melimpah (karunia menimbang roh, pembukaan firman yang melimpah), pemain musik karunianya semakin melimpah, semuanya melimpah.
      Kebaktian semacam ini akan membesar menjadi ibadah persekutuan (antar penggembalaan).
      Jadi pelita emas juga termasuk kebaktian persekutuan tubuh Kristus (ibadah kunjungan-kunjungan).


    • meja roti sajian= ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci= persekutuan dengan Anak Allah dalam Firman pengajaran benar dan kurban Kristus.
    • mezbah dupa emas= ketekunan dalam Ibadah Doa penyembahan= persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasihNya.


    Imam harus berada dalam ruangan suci (TERGEMBALA), sebab, didalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa dan roh kita mengalami penyucian secara terus menerus oleh Allah Bapa, Anak Allah dan Roh Kudus.
    Kalau di luar kandang, seorang imam justru melanggar kesucian= berbuat dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan).

    Contoh yang positif (mengalami penyucian) adalah Yusuf.
    Yusuf berada dalam kandang penggembalaan dan mengalami penyucian terus menerus.

    Kejadian 37: 2-3
    37:2. Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun--jadi masih muda--biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.
    37:3. Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat
    jubah yang maha indah bagi dia

    'biasa menggembalakan kambing domba'= ketekunan dalam kandang penggembalaan, sehingga Yusuf mengalami penyucian sampai penyucian perkataan, yaitu 'menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya'= tidak berdusta dan tidak kompromi dengan dosa apapun resikonya.
    Yusuf dimusuhi oleh saudara-saudaranya dan saudaranya iri hati kepada Yusuf, tetapi Yusuf tidak takut menyampaikan kabar kejahatan mereka.
    Mulut disucikan sampai tidak salah dalam perkataan (sempurna) = tubuh, jiwa dan rohnya sempurna (Yakobus 3: 2).

    Yakub= gambaran dari Allah Roh Kudus. Abraham gambaran dari Allah Bapa. Ishak gambaran dari Anak Allah.
    ay. 3= setelah mengalami penyucian dalam penggembalaan, maka Yusuf menerima karunia Roh Kudus.
    Karunia Roh Kudus berguna untuk menetapkan jabatan pelayanan.
    Misalnya:


    • senang main gitar, lalu dia latihan terus, sungguh-sungguh berdoa dan hidupnya disucikan, maka bermain gitar menjadi karunia (diberi karunia). Kalau sudah diberi karunia oleh Tuhan, akan ditetapkan sebagai pemain musik (jabatannya).
    • seorang pengerja, mau digembalakan dengan baik dan hidupnya disucikan terus. Lalu dia belajar khotbah, nanti akan diberikan karunia menimbang roh, setelah itu diangkat untuk memiliki jabatan gembala.

      Kesaksian:
      "dulu saya seringkali belajar khotbah sendiri, coba-coba berkhotbah dengan membayangkan di depan ribuan orang. Sampai pernah dilihat banyak anak kecil lewat korden dan saya menjadi malu. Itulah latihan-latihan.
      Jadi, semuanya ada prosesnya, tapi harus di sertai dengan kesucian. Kalau main musik tanpa kesucian, nanti diangkat menjadi pemain musik di alun-alun ( menjadi group band)."


    Jadi, jabatan pelayanan di tambah karunia Roh Kudus sama dengan jubah maha indah.

    Sehebat apapun manusia di bumi ini, sebelum ditetapkan menjadi imam dan raja (belum memiliki jubah maha indah), maka hidupnya belum indah (masih telanjang).
    Kita harus memiliki jubah maha indah. Syaratnya adalah berada di ruangan suci (tergembala). Seperti Yusuf tergembala pada usia 17 tahun, Yesus masuk di Bait Allah (dalam pengajaran) pada usia 12 tahun. Jadi, usia 12-17 tahun adalah usia efektif untuk masuk dalam kandang penggembalaan, lalu segera mendapatkan jubah maha indah.

    Kalau sudah tergembala, disucikan terus menerus sampai mulut jujur/tidak berdusta, nanti otomatis akan rindu untuk melayani (tidak usah disuruh untuk melayani).
    Jubah maha indah inilah yang menentukan hidup kita indah atau tidak.

    Di dalam kandang penggembalaan, kita mengalami penyucian dan ada urapan Roh Kudus. Kegunaan urapan Roh Kudus:


    • memberikan karunia-karunia Roh Kudus,
    • membuat ibadah pelayanan kita menjadi tertib, teratur dan bersuasana sukacita Surga. Kalau suka cita dunia itu 'urakan' = tidak tertib dan teratur.


    • Kisah Para Rasul 20: 24
      20:24. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

      Kegunaan urapan Roh Kudus yang ketiga: urapan Roh Kudus memberikan kekuatan extra, sehingga kita bisa beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayan yang Tuhan berikan kepada kita sampai garis akhir (meninggal dunia atau hidup sampai Tuhan datang kembali ke dua kali).
      Sampai garis akhir berarti sama seperti atlit yang mencapai garis finish dan mendapatkan mahkota kebenaran.

      2 Timotius 2: 5
      2:5. Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.

      2 Timotius 4: 7-8
      4:7. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
      4:8. Sekarang telah tersedia bagiku
      mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

      "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik" = kita melayani Tuhan seperti olahragawan yang bertanding sampai garis akhir.
      "mencapai garis akhir " = pertandingan yang baik harus mencapai garis akhir. Inilah yang hebat.
      "mahkota kebenaran" = mahkota mempelai.

      "tetapi bukan hanya kepadaku" = garis akhir Rasul Paulus adalah melayani Tuhan sampai meninggal dunia,
      "melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya
      " = kita yang hidup sampai dengan kedatangan Tuhan Yesus ke dua kali.

      Jadi garis akhir ada dua:


      • ada yang meninggal dunia seperti Rasul Paulus, sesepuh-sesepuh kita, orang tua kita, ini juga akan menerima mahkota.
      • kita yang masih hidup juga harus berjuang. Kita berdoa kepada Tuhan, kalau boleh sampai dengan kedatangan Yesus kedua kali (tidak usah meninggal). Kita boleh berdoa seperti itu, tetapi tidak boleh memaksa Tuhan. Semoga garis akhir kita sampai kedatangan Tuhan kedua kali dan kita juga akan menerima mahkota.


    Kesaksian:
    "Saya mendapat masukan-masukan dari kaum muda saat mereka diinterview dalam mencari pekerjaan. Saya selalu mengajari mereka, kalau ibadah di Malang selain Minggu adalah hari Selasa dan Kamis. Saya bertanya, jam berapa pulang "jam 6-jam 7". Saya katakan, 'bilang saja, kalau hari Selasa dan Kamis, mohon Pak, saya jam 5 pulangnya karena ada kebaktian, kalau hari-hari lain silahkan ditambah jam kerja saya'. Ada atasannya yang orang Kristen juga, malah mengamuk "di mana ada gereja, ibadahnya 3 kali, apa itu?". Jadi kalau bukan kasih karunia, tidak akan bisa masuk dalam ruangan suci (tergembala). Hanya oleh kekuatan kasih karunia, kita bisa memenuhi aturan pertandingan (seorang imam harus berada di ruangan suci)."


  3. 2 Timotius 2: 6
    2:6. Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.

    Kekuatan dalam kasih karunia Tuhan yang ketiga: kekuatan sebagai seorang petani, yaitu SABAR dan TEKUN.

    Yakobus 5: 7-11
    5:7. Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.
    5:8. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!
    5:9. Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.
    5:10. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan
    kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.
    5:11. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah
    bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

    Kita sabar dan tekun terutama dalam 2 hal:


    • sabar dan tekun saat menghadapi Getsemani (penderitaan daging menjelang kedatangan Yesus kedua kali)= masa pra aniaya antikris. Semua harus mengalami ini.
      Kita akan menghadapi kebencian tanpa alasan di segala bidang, aniaya dan dosa-dosa sampai puncaknya dosa (kegelapan). Kalau sudah benci tanpa alasan, akan menghalalkan segala cara.

      Oleh sebab itu, jangan sampai membenci. Kalau sudah benci atau iri, tetapi tidak dicabut, satu waktu akan jadi kebencian tanpa alasan.
      Misalnya: ada orang Kristen yang pandai, jujur dalam pekerjaan, tetapi malah dipecat tanpa diketahui alasannya.

      Kita harus tetap sabar dan tekun, artinya: jangan sampai menyangkal dan meninggalkan Tuhan atau berbuat dosa, tetapi kita tetap mengikut dan melayani Tuhan sampai Ia datang kembali, tetap mengucap syukur sekalipun dalam penderitaan.
      Kalau mengomel dalam penderitaan, berarti kita sudah lemah. Tetap mengucap syukur dalam penderitaan, itulah kekuatan kita.
      Jangan dipikir-pikir sendiri yang justru membuat kita mengomel, tetapi serahkan semua pada Tuhan!

      Kesaksian:
      "Saya mendengar kabar, waktu kebaktian di Tarakan, ada Pendeta yang meninggal dunia. Katanya hari Jumat dimakamkan, saya berencana dari Tarakan langsung ke Jakarta. Karena ini juga murid saya dan saya diminta tolong untuk melayani pelepasan jenazah, akhirnya saya bersedia. Tahu-tahu diubah hari Sabtu, bagiamana ini? Hari Sabtu ada baptisan air, tetapi ini tidak saya pikirkan, karena saya sudah janji juga. Jadi, sabtu pagi jam 4 pagi saya ke Jakarta, kemudian kembali ke Surabaya dan lanjut ke Malang untuk ibadah kaum muda dan baptisan air. Tuhanlah yang menolong semuanya dan saya mengucap syukur. Kalau dipikir-pikir bisa pusing. Setelah selesai baptisan dan pulang semuanya, baru lega. Dalam menghadapi apa saja, dalam penderitaan, harus mengucap syukur kepada Tuhan. Itulah kekuatan kita."


    • sabar dan tekun untuk menanti waktuNya Tuhan.
      Firman Tuhan selalu mengingatkan, kalau Tuhan belum menolong kita dari masalah-masalah, berarti Tuhan masih sibuk dengan pribadi kita (keadaan rohani kita) yang banyak kelemahan dan kekurangan untuk diubahkan dan dipulihkan oleh Tuhan.

      Jadi, kita jangan putus asa kalau belum ditolong oleh Tuhan. Paling minimal, kita sudah diubahkan menjadi sabar dan tekun untuk menunggu waktu Tuhan.

      Contoh: Ayub.
      Ayub 42: 5-6
      42:5. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
      42:6. Oleh sebab itu
      aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

      Ayub diijinkan mengalami ujian habis-habisan supaya ia sabar dan tekun sampai bisa duduk di atas debu.
      Sebelumnya, Ayub banyak berbantah-bantah dan Tuhan belum menolong sampai Ayub bisa duduk di atas debu.
      Ada banyak perdebatan Ayub dalam Kitab Ayub, sampai Ayub merasa lebih benar dari orang lain.

      Duduk di atas debu artinya


      • mengaku hanya tanah liat yang tidak layak di hadapan Tuhan (bukan siapa-siapa).
      • mengaku banyak kesalahan dan banyak kekurangan.
        Kita bisa mengaku dosa pada Tuhan dan sesama.
        Saat-saat menghadapi masalah, jangan salahkan orang lain, tetapi duduk, sehingga kita bisa mengaku dosa dan jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
        Kalau masih menyalahkan orang lain, berarti belum duduk (masih jalan-jalan).


      • merasa tidak mampu dan tidak berdaya (bukan apa-apa)= tidak mengandalkan apapun (ijazah, kepandaian, keuangan, kekuatan), tetapi hanya bergantung pada kasih karunia anugerah Tuhan.
      • pantas untuk diinjak-injak (tanah liat itu hanya untuk diinjak-injak) dan tidak berharga= merendahkan diri di hadapan Tuhan, tersungkur di hadapan Tuhan, kita hanya menyembah pada Tuhan.

        Ayub mencabut perkataan-perkataannya yang banyak salah (banyak menyalahkan orang) dan hanya menyembah Tuhan.
        Kita menggunakan mulut hanya untuk menyembah Tuhan 'Haleluya, Yesus'


      Kalau kita mengaku sebagai tanah liat, maka kehidupan kita ada dalam Tangan anugerah, belas kasih karunia Tuhan Sang Pencipta.
      Ingat Kitab Kejadian! Tanah liat diambil oleh Tuhan, lalu dalam tangan Tuhan, tanah liat diciptakan menjadi manusia.

      Jika berada di dalam tangan Tangan Tuhan Sang Pencipta, hasilnya:


      • Yakobus 5: 11
        5:11. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

        Hasil pertama: pemeliharaan secara dobel (apa yang hilang, dikembalikan 2 kali lipat).
        Artinya: Tangan Tuhan Sang Pencipta mampu memelihara kita secara dobel:


        1. secara jasmani= dari tidak ada menjadi ada. Dari tanah liat, bisa menjadi manusia.
        2. secara rohani= tidak ada anggur menjadi ada anggur, hidup yang getir/pahit menjadi manis (ada kebahagiaan surga).


      • tanah liat dibentuk menjadi bejana kemuliaan Tuhan (Roma 9).
        Artinya: kita dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir = kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna (mempelai wanita surga).

        Kegerakan dalam doa sudah banyak (doa sepenanggungan sampai sedunia). Doa sepenanggungan ini maksudnya kalau ada gereja yang dibakar, kita juga ikut berdoa dan sebagainya. Kegerakan penginjilan setiap saat sudah ada baik lewat televisi dan apa saja.

        Yang ditunggu saat ini adalah kegerakan dalam firman pengajaran! Sebab itu dibutuhkan bejana kemuliaan, bukan bejana yang biasa.


      • waktu Tuhan menciptakan langit bumi beserta isinya, Tuhan berkata 'semuanya baik'.
        Artinya: Tangan anugerah Sang Pencipta mampu menjadikan semua baik pada waktuNya.


      • yang terakhir, kita diciptakan kembali seperti manusia mula-mula. Artinya: Tangan anugerah Sang Pencipta mampu menciptakan kita menjadi manusia baru yang sama mulia dengan Yesus dan siap menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali.

Inilah pentingnya KASIH KARUNIA TUHAN! Sidang jemaat Smirna diijinkan menderita bersama Tuhan, supaya bisa menerima kasih karunia dari Tuhan.
Untuk apa kasih karunia? Supaya kita menerima 3 macam kekuatan:

  1. kekuatan prajurit= urusan kita hanya berjuang untuk ibadah (taat dan setia) dan urusan lainnya adalah urusan Tuhan.
  2. kekuatan olahragawan= kita mengikuti aturan dalam perlombaan (berada dalam ruangan suci sampai mendapatkan jubah indah dan mahkota).
  3. kekuatan seorang petani= kita bersabar dan bertekun. Kita hanya mengandalkan tangan kasih karunia, anugerah, kemurahan Tuhan yang bisa melakukan apa saja dalam kehidupan kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-04 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 23-24 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 05-10 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 22-24 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 10-12 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top