English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Juni 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 17-19
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di...

Ibadah Raya Surabaya, 01 September 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 05 Mei 2010 (Rabu Sore)

Pembicara: Sdr. Budiman Tampubolon

Matius 25: 1, 13
25:1 "Pada waktu itu hal...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Agustus 2015 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Mei 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 28 Desember 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:9-10
2:9 Aku tahu kesusahanmu dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Mei 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 17
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di...

Ibadah Raya Surabaya, 21 Juni 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 23 Mei 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:12
9:12 Celaka yang...

Ibadah Doa Surabaya, 03 Juni 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 01 September 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 14-30
ay. 14= Tuhan mempercayakan harta Surga kepada manusia berdosa= KEMURAHAN TUHAN.
ay. 15= Tuhan...

Ibadah Paskah Kaum Muda Remaja, 14 Mei 2011 (Sabtu Sore)
Markus 16 adalah tentang KEBANGKITAN YESUS.

Markus 16:1-4
16:1. Setelah lewat...

Ibadah Doa Surabaya, 18 April 2012 (Rabu Sore)
Matius 27 ini menunjuk tentang 7 PERCIKAN DARAH DI ATAS TABUT PERJANJIAN.
Itu artinya sekarang yaitu sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Doa Surabaya, 02 Maret 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 6-13
26:6. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,
26:7. datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa...

Ibadah Persekutuan Kartika Graha Malang V, 21 Agustus 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014 (Minggu Sore)

Penyerahan Anak
Daniel 1: 5-6, 8
1:5. Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja.
1:6. Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni
Daniel, Hananya, Misael dan Azarya.
1:8. Daniel berketetapan untuk
tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

'Hananya, Misael dan Azarya' = Sadrakh, Mesakh dan Abednego.
Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego dididik selama 3 tahun, mereka juga diberikan makanan dan minuman raja, tetapi apa yang diperbuat oleh Daniel? (ay. 8).

Daniel adalah kehidupan yang benar-benar dipakai oleh Tuhan.
Daniel adalah orang buangan. Saat itu, Nebukadnezar menyerang Yehuda dan banyak orang yang dibuang/ditawan ke kerajaan Babel. Salah satunya termasuk Daniel.

ay. 8= sikap hidup Daniel adalah

  1. Daniel tidak menajiskan diri dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum oleh raja= hidup dalam kesucian.

    Mereka ini dididik selama 3 tahun.
    3 tahun ini mengingatkan kita pada pohon ara yang ditanam di kebun anggur yang tidak berbuah selama 3 tahun, tetapi masih diberikan kesempatan 1 tahun lagi.
    Tetapi disini, Daniel sudah berbuah (3 tahun sudah ada buah kesucian). Dalam arti rohani inilah masa-masa penggembalaan= tergembala dengan benar dan baik.


  2. sesudah itu Daniel menghadapi dakwaan karena ia disuruh untuk menyembah raja, tetapi ia tidak mau menyembah raja sekalipun harus dimasukan dalam gua singa= kuat teguh hati untuk berpegang teguh pada satu pengajaran dan penyembahan yang benar serta taat dengar-dengaran, sehingga ibadah pelayanan dan penyembahannya benar di hadapan Tuhan.

Hasilnya
: Tuhan memberikan kebijaksaan Surga kepada Daniel.
Daniel 12: 3
12:3. Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

Tuhan akan memberikan kebijaksaan Surga, sehingga kita bisa tampil sebagai bintang-bintang bercahaya.
Artinya: dipakai Tuhan untuk menjadi kesaksian:

  • di dalam rumah tangga => menjadi anak yang taat dengar-dengaran kepada orang tua dan membahagiakan orang di dalam rumah tangga.


  • di hadapan orang => menuntun banyak orang kepada keselamatan dan kebenaran. Kita juga dituntun kepada masa depan yang berhasil, indah dan bahagia dihadapan Tuhan.


  • sampai satu waktu, kita akan tampil sebagai terang dunia = perempuan dengan matahari, bulan dan bintang (Wahyu 12: 1) = mempelai wanita Surga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus ke dua kali.

Ibadah Raya

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (tujuh sidang jemaat di akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir tidak bercacat cela, menjadi sempurna seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Surga.

Ada tujuh sidang jemaat yang mengalami percikkan darah. Yang pertama adalah sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014).

Wahyu 2: 4, 7
2:4. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
2:7. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan
Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."

(ayat 4) => sidang jemaat memiliki banyak kelebihan, tetapi ada celanya, yaitu KEHILANGAN KASIH MULA-MULA. Biar hebat, tetapi kalau ada celanya akan tertinggal saat Yesus datang kembali dan tidak ada artinya. Oleh sebab itu perlu penyucian yang terakhir sampai sempurna seperti Yesus.

Inilah penyucian terakhir bagi sidang jemaat Efesus, yaitu sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula.

(ayat 5) => kalau tidak mau kembali pada kasih mula-mula, kaki dian akan diambil, sehingga hidup dalam kegelapan dan binasa.

(ayat 7) => jika sidang jemaat Efesus kembali pada kasih mula-mula (menerima kasih mula-mula), maka sidang jemaat Efesus akan kembali ke Taman Firdaus Allah untuk makan buah dari pohon kehidupan (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 31 Agustus 2014).
Makan buah dari pohon kehidupan, artinya: hidup kekal selama-lamanya= nama tertulis dalam kitab kehidupan.

Dulu, Adam dan Hawa diusir dari taman Firdaus karena mereka berbuat dosa. Mengapa mereka di usir? Kalau dalam keadaan berdosa mereka makan buah dari pohon kehidupan, mereka akan kekal dalam dosanya dan binasa selamanya.
Tetapi sekarang, Tuhan mau kembalikan kita (sidang jemaat akhir zaman) ke taman Firdaus Allah.

Waktu murid-murid diutus oleh Tuhan, mereka bahagia karena bisa mengusir setan dan sebagainya, tetapi Tuhan katakan 'berbahagialah jika namamu tertulis dalam kerajaan Surga' (tertulis di dalam kitab kehidupan).

Proses supaya nama tertulis dalam kitab kehidupan (makan buah kehidupan):

  1. Filipi 4: 3
    4:3. Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.

    Proses pertama supaya nama tertulis dalam kitab kehidupan: kita harus memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara di bumi, sebab Tuhan sudah memperjuangkan ibadah pelayanan kita sampai mengorbankan nyawaNya.
    Ini bukan berarti kita tidak boleh bekerja dan kuliah, melainkan kita harus memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara di bumi.

    Dulu, Israel tidak bisa ibadah karena dihalangi oleh Firaun (Mesir), lalu Tuhan menghukum Mesir dengan 10 tulah, sehingga Israel bisa beribadah kembali kepada Tuhan.
    Tetapi bagi bangsa kafir, supaya bangsa kafir bisa beribadah, Tuhan harus rela dihukum sampai mati di atas kayu salib.

    Kalau hanya untuk bisa kuliah atau kaya, Tuhan tidak perlu mati. Tetapi Tuhan rela mati supaya kita bangsa kafir bisa beribadah.
    Semua aktifitas di dunia di luar ibadah akan sia-sia. Hanya aktifitas ibadah ini yang bisa membawa kita sampai ke Surga. Di dalam kitab Wahyu 22: 3-4, sampai di tahta surga kita akan tetap beribadah kepada Tuhan.

    Kisah Rasul 20: 24
    20:24. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

    'aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun'= memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara apapun di bumi= kita tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir apapun yang harus kita korbankan= kita mempertahankan jubah (jabatan pelayanan) sampai garis akhir.
    Jika nyawanya sendiri saja tidak dihiraukan, ini berarti ada kesungguhan dalam beribadah.
    Garis akhir= sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan datang kembali ke dua kali.

    Kesaksian:
    "Saya bersaksi, untuk anak saya yang suka olahraga dan lain-lain, saya juga senang jika anak saya berjuang. Lalu saya ingatkan, 'kalau untuk ibadah harus begitu juga, bahkan harus lebih'. Jangan hanya untuk perkara jasmani saja kita berjuang, sebab nanti akan rugi. Berjuang untuk perkara jasmani memang bagus dan saya hargai, tetapi jangan hanya berhenti sampai disitu saja. Yang rohani juga harus diperjuangkan, kalau tidak semuanya akan menjadi sia-sia."

    Yohanes 4: 34
    4:34. Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

    "Makanan-Ku" = makanan Yesus.
    "menyelesaikan pekerjaan-Nya" = selesai sampai dengan garis akhir.

    Tanda-tanda ibadah pelayanan yang benar dan berkenan kepada Tuhan:


    • melayani sampai selesai atau sampai garis akhir= setia,
    • melakukan kehendak Tuhan/Firman Allah= taat dengar-dengaran.


    Jika kita beribadah melayani dengan taat dan setia, berarti kita memberi makan Tuhan= mengenyangkan, menyenangkan dan memuaskan Tuhan.
    Hari-hari ini, biarlah kita BERJUANG UNTUK IBADAH PELAYANAN YANG BENAR SAMPAI GARIS AKHIR.

    Hasilnya:


    • Tuhan pasti memuaskan kita (Tuhan memberikan kepuasan yang sejati/kepuasan surga), sehingga kita tidak mencari kepuasan di dunia sampai jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa.
      Contoh: perempuan Samaria. Karena tidak ada kepuasan/haus, dia mencari kepuasan di dunia, sampai kawin cerai 5 kali= terperosok dalam dosa kawin mengawinkan.


    • urusan makan minum kita adalah urusan Tuhan, artinya Tuhan sanggup memelihara kehidupan kita secara ajaib sekalipun kita tidak berdaya.
      Hidup kita bukan dari gaji.

      Kesaksian:
      "Tadi, ada jemaat yang bersaksi di Malang. Waktu saya menyampaikan firman "kita memiliki gaji, toko dan hamba Tuhan memiliki sidang jemaat, tetapi kita semuanya tidak hidup dari itu, melainkan hidup dari Tuhan". Lalu jemaat tersebut protes dan marah, dalam hati dia berkata "ini penipu, ini karena jemaat sudah banyak, enak saja ngomongnya". Apalagi dia mempunyai gaji 2 digit dalam juta (dia pegawai Negeri di bidang keuangan dari tahun 85) dan kalau di Indonesia ini gaji yang cukup besar. Tetapi satu waktu Tuhan ijinkan terjadi suatu peristiwa dimana gajinya dipotong tiap bulan sampai nol, bahkan sampai minus. Selama 3 bulan, dia tidak berani mengadu pada saya. Tetapi setelah itu dia menghadap saya dan berkata "Om, saya mencabut kata-kata saya dan saya mengaku kalau sudah menghina Firman". Akhirnya Tuhan hajar dia sampai harus jual tahu 500 rupiah tiap sore, ini supaya tidak menghina Tuhan. Gaji dan lain-lain hanya sarana, tetapi Tuhan yang menentukan.
      Maaf sidang jemaat, saya hidup bukan dari jemaat. Dulu saya berhenti bekerja dan tidak ada jemaat juga tetap hidup, ada jemaat cuma 6 orang juga hidup. Ini berarti saya hidup dari Tuhan."


    • Lukas 10: 17, 20
      10:17. Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."
      10:20.
      Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

      Hasil ketiga: Tuhan sedang menuliskan/mengukir nama kita di dalam kitab kehidupan, sehingga kita bisa kembali ke Firdaus dan makan buah dari pohon kehidupan.

      Jadi, kalau kita melayani dengan bersungut-sungut, kita harus waspada. Contoh: saat ada orang yang mengurapi kepala dan kaki Yesus untuk penguburan (untuk pelayanan pembangunan tubuh Kristus), Yudas berkata "ini pemborosan". Yudas bersungut, berbantah, komentar negatif dan terlalu perhitungan, sehingga namanya dihapus dari kitab kehidupan.
      Artinya: kalau kita melayani dengan bersungut-sungut, nama kita sedang dihapus dari kitab kehidupan, tetapi kalau kita beribadah melayani dengan sukacita surga, ini bukti bahwa nama kita sedang ditulis dalam kitab kehidupan.
      Kalau nama sudah dihapus, tidak bisa ditulis lagi dan Yudas diganti oleh Matias.


  2. Wahyu 13: 8
    13:8. Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.

    Wahyu 13 = tentang binatang yang keluar dari laut, ini menunjuk antikris. Kalau menyembah antikris, namanya dihapus dari kitab kehidupan. Kalau nama mau tertulis dalam kitab kehidupan, jangan menyembah antikris.

    Proses kedua supaya nama tertulis dalam kitab kehidupan: tidak menyembah antikris.

    Terdapat 2 golongan kehidupan anak Tuhan/hamba Tuhan/anak Tuhan:


    • kelompok yang disingkirkan ke padang belantara pada saat antikris berkuasa 3,5 tahun di bumi ini, sehingga antikris tidak bisa menjamahnya, bahkan tidak bisa melihat (dalam Alkitab terjemahan lama). Tuhan betul-betul memelihara dan melindungi bagaikan biji mata Tuhan sendiri.

      Wahyu 11: 1-2
      11:1. Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.
      11:2.
      Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

      'Bait Suci Allah" = ruangan suci dan ruangan maha suci.
      'mezbah'= mezbah hanya satu itulah mezbah dupa emas.
      '"Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah' = salah satu yang diukur adalah penyembahan.
      'mereka yang beribadah di dalamnya' = mereka yang menyembah di dalamnya (arti Alkitab terjemahan bahasa inggris).
      'empat puluh dua bulan'= 3,5 tahun masa aniaya antikris.

      Kelompok ini adalah kehidupan yang penyembahannya memenuhi ukuran sampai tirai terobek (perobekan daging), yaitu taat dengar-dengaran sampai daging tak bersuara lagi.
      Dalam tabernakel, sesudah mezbah dupa emas ada pintu tirai (sampai tirai terobek).
      Kalau tidak menyembah antirkis, maka tidak bisa dijamah antikris, ini berarti nama tertulis dalam kitab kehidupan.

      Abraham adalah contoh kehidupan yang taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara saat ia disuruh menyerahkan Ishak. Tirai terobek (daging tidak bersuara lagi), berarti kita mengasihi Tuhan lebih dari semuanya (lebih dari istri, anak, suami dan sebagainya).
      Kalau kita mengasihi Tuhan lebih dari semua, kita tidak akan sulit untuk taat dengar-dengaran.

      Pada Ibadah Kaum Muda hari Sabtu diterangkan: ada seorang pemuda yang kaya dan baik (sudah memenuhi hukum-hukum Tuhan), tetapi cuma tinggal satu saja yaitu Tuhan suruh untuk menjual hartanya. Inilah ujian terakhir (ukuran penyembahan). Sebenarnya mudah melakukannya kalau ia mengasihi Tuhan. Tetapi karena ia mengasihi uangnya, ia tidak bisa taat pada perintah Tuhan.

      Himbauan! Kita harus tekun dan gemar menyembah Tuhan. Jangan sampai menyembah dengan terpaksa. Kalau menyembah dengan terpaksa, satu waktu akan dipaksa oleh antikris untuk menyembah.
      Mari kita tekuni penyembahan secara pribadi, keluarga di rumah dan secara berjemaah di gereja.


    • kelompok yang tertinggal pada jaman antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun di bumi.

      Mengapa bisa tertinggal?
      Wahyu 12: 17

      12:17. Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

      'menuruti hukum-hukum Allah'= meja roti sajian.
      'memiliki kesaksian Yesus'= pelita emas.

      Kelompok ini bisa tertinggal, karena tidak memiliki mezbah dupa emas (sudah ada meja roti sajian dan pelita emas, tetapi tidak memiliki mezbah dupa emas).
      Artinya: tidak mau menyembah Tuhan atau penyembahannya tidak sampai pada ukurannya (daging masih bersuara).
      Contoh: daging Yudas yang masih bersuara. Kalau ada yang mengorbankan uang, dibilang pemborosan.

      Kelompok yang tertinggal ini ada 2 kemungkinan:


      1. menyembah antikris karena tidak tahan disiksa oleh antikris. Memang ia hidup, tidak mengalami siksaan, tetapi saat Yesus datang kembali kedua kali, ia menjadi sama dengan antikris dan dibinasakan untuk selama-lamanya di neraka.


      2. tetap menyembah Yesus sekalipun disiksa sampai dipancung kepalanya.
        Tetapi, saat Yesus datang kembali ke dua kali, ia akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan dan menjadi imam-imam dan raja-raja yang memerintah bersama Tuhan dalam kerajaan 1000 tahun damai (kembali ke Firdaus).
        Kerajaan 1000 tahun damai = taman Firdaus Allah.

        Wahyu 20: 4
        20:4. Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.

        'hidup kembali' = dibangkitkan.
        'seribu tahun'= kerajaan 1000 tahun damai (Firdaus yang akan datang).


    Banyak perjuangan kita di dunia, tetapi biarlah kita berjuang supaya nama kita tertulis dalam kitab kehidupan. Ini perjuangan kita yang terakhir.
    Kita berjuang untuk ibadah pelayanan sampai garis akhir dan BERJUANG UNTUK MENYEMBAH TUHAN SAMPAI MEMENUHI UKURAN (daging tidak bersuara lagi).


  3. Wahyu 21: 27
    21:27. Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

    Proses ketiga supaya nama tertulis dalam kitab kehidupan: tidak ada dosa= mengalami pelayanan pendamaian oleh Imam Besar.
    Kita berjuang untuk ibadah pelayanan, menyembah Tuhan dan BERJUANG UNTUK MENGALAMI PELAYANAN PENDAMAIAN OLEH IMAM BESAR.

    Dalam Perjanjian Lama, Harun sebagai Imam Besar melakukan pelayanan pendamaian setahun sekali dengan masuk ke ruangan maha suci dan membawa dupa dan darah binatang. Darah dipercikkan 2 kali tujuh kali:


    • darah dipercikan tujuh kali di atas tabut = untuk Yesus.
    • darah dipercikan tujuh kali di depan tabut = untuk kita (Wahyu 2 dan 3).


    Tabut ini menunjuk pada kehidupan kita, sedangkan tutupnya menunjuk pada pribadi Yesus.

    Begitu darah dipercikkan 2 kali tujuh kali, dosa-dosa diampuni apapun dosanya dan terjadi shekina glory (sinar kemuliaan). Dosa pribadi, keluarga dan dosa jenis apa saja diampuni oleh Tuhan semuanya.

    Dalam Perjanjian Baru, Imam Besar adalah Yesus. Pelayanan pendamaian dilakukan oleh Yesus sebagai Imam Besar dengan membawa dupa dan darahNya sendiri.
    Ini bedanya dengan Perjanjian Lama.

    Pendamaian selalu ditandai dengan dupa (doa penyembahan) dan darah (percikan darah).

    1 Yohanes 2: 1-2
    2:1. Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.
    2:2.
    Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.

    'pengantara'= juru syafaat (terjemahan lama)= dupa (ayat 1). Inilah doa syafaat dari Yesus sebagai Imam Besar yaitu:


    • doa untuk pengampunan atas dosa-dosa.
      Jadi, kalau kita berbuat dosa, ada Tuhan Yesus yang berdoa supaya kita bisa mengaku dosa dan dosa diselesaikan.


    • doa supaya kita tidak berbuat dosa.
      Ini seperti Yesus mengulurkan tangan untuk menarik kita ke atas supaya kita jangan jatuh dalam dosa.


    ay. 2= 'pendamaian'= darah = percikan darah.

    Percikan darah adalah sengsara daging (salib).
    Ada 2 tingkatan percikan darah
    :

    • 1 Petrus 4: 1-2
      4:1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
      4:2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi
      menurut kehendak Allah.

      Tingkatan pertama: sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan hidup menurut kehendak Tuhan (hidup dalam kebenaran).

      Berhenti berbuat dosa= bertobat (mezbah korban bakaran). Kita berhenti berbuat dosa bagaikan dosa-dosa dibakar, setelah itu sengsara daging untuk masuk baptisan air supaya kita mendapatkan hidup baru (hidup dalam kebenaran). Kalau sudah mati (bertobat) harus dikubur (baptisan air).

      Baptisan air merupakan sengsara daging paling ringan bagi kita.
      Kalau ini saja tidak mau, bagaimana bisa sengsara untuk Tuhan yang lainnya?
      Untuk bisa bertobat memang sengsara bagi daging.

      Kesaksian:
      "Banyak kesaksian-kesaksian, salah satunya adalah dosa merokok. Pengalaman saya, ayah saya Almarhum susah untuk berhenti merokok. Begitu berhenti merokok, ayah saya tidak bisa bangun dari tempat tidur selama 3 hari, inilah sengsara. Lalu saya beri nasehat "merokok lagi saja sedikit-sedikit". Ini karena waktu itu saya belum menjadi hamba Tuhan. Akhirnya kami berdoa terus, 1 tahun kemudian waktu liburan, saya pulang dan tahu-tahu saat ayah saya merokok terasa pahit semua dan bisa berhenti merokok. Kalau dari Tuhan bisa langsung selesai semuanya (tanpa syarat), tidak usah makan permen dan sebagainya."

    • 1 Petrus 4: 12-14
      4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
      4:13.
      Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
      4:14.
      Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

      'Roh kemuliaan' = Roh Allah = sinar kemuliaan.

      Tingkatan kedua: sengsara daging tanpa dosa seperti Yesus supaya kita mengalami Roh Kemuliaan (sinar kemuliaan) yang mengubahkan kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Yesus tidak berdosa tetapi disalibkan.

      Sudah tidak berdosa dan hidup benar, tetapi masih mengalami sengsara, ini supaya meningkat yaitu terjadi pembaharuan/keubahan hidup.
      Contoh: Setelah Yesus dibaptis, Yesus dibawa ke padang gurun untuk menghadapi pencobaan-pencobaan.

      Efesus 4: 24-26
      4:24. dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
      4:25.
      Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
      4:26.
      Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.

      Manusia baru (manusia rohani seperti Yesus) ditandai dengan tidak berdusta dan tidak marah tanpa kasih.
      Kita boleh marah kalau ada sebabnya atau marah dengan kasih untuk menolong/mengangkat orang tersebut.

      Kesaksian:
      "Kalau ada orang yang membaca Alkitab tetapi tidak mengerti akan dipraktikkan sungguhan:
      (1)Saya berkotbah di sebuah bank terkenal di Malang, firmannya "jangan marah sampai matahari terbenam". Ternyata ada jemaat yang marah mulai dari subuh sampai matahari terbenam (supaya lama, marahnya mulai dari subuh saja). Padahal bukan itu maksudnya, tetapi tidak boleh marah tanpa kasih.
      (2)Saya juga pernah kotbah di Surabaya, waktu itu firmannya "celakalah perempuan hamil/mengandung". Setelah saya terangkan, Direktur bank mengucapkan terima kasih kepada saya. Saya bertanya 'kenapa?' Dia katakan 'saya menyuruh istri saya supaya jangan hamil sebab Tuhan mau datang', padahal maksudnya bukan seperti itu.
      Jadi, kalau ada orang yang tidak mengerti firman, akan gampang disesatkan dan diombang-ambingkan oleh Pendeta. Kita harus berhati-hati dan berpegang teguh dalam pengajaran yang benar.
      "

      Kita tidak boleh marah dengan emosi (tanpa kasih) yang bisa menimbulkan kebencian, pertengkaran dan sebagainya.

      Contoh: Petrus berdusta (menyangkal Yesus 3 kali) dan marah tanpa kasih, sehingga telinga Malkus putus (merugikan orang).
      Kalau Petrus yang hebat bisa begitu, siapa kita? Itu sebabnya, perlu dupa dan darah. Kita banyak menyembah supaya kuat menghadapi percikan darah tingkat pertama dan kedua.

    Kalau kita berubah (tidak ada dusta dan tidak marah tanpa kasih), maka satu waktu kita tidak ada dosa lagi, kita tidak bercela dan menjadi mempelai wanita Tuhan.

    Kalau dosa sudah diperdamaikan (mengalami pelayanan Imam Besar), pasti mengalami uluran tangan Tuhan untuk menolong kita.
    Dosa itulah yang menghalangi kita dengan Tuhan. Tuhan katakan "telinga Ku tidak kurang tajam untuk mendengar, tangan Ku tidak kurang panjang untuk menolong, tetapi dosalah yang menajdi pemisahnya."

    Kuncinya adalah kalau kita mau mengalami percikan darah, maka pertolongan Tuhan nyata dalam hidup kita.

    Ibrani 2: 17-18
    2:17. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
    2:18. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat
    menolong mereka yang dicobai.

    'mendamaikan dosa'= Tuhan mendamaikan dosa lebih dulu. Setelah itu (ayat 18), barulah kita mengalami pertolongan Tuhan tepat pada waktuNya (Ibrani 4).

    Jika kita mengalami pelayanan pendamaian (penyelesaian dosa dan pembaharuan), maka kita mengalami uluran tangan Imam Besar yang setia dan penuh belas kasihan untuk dapat menolong kita tepat pada waktuNya.
    'dapat menolong'= tidak dapat dibatasi oleh apapun, yang matipun bisa dibangkitkan (menghapus segala kemustahilan).
    'tepat pada waktuNya'= tidak terlambat dan tidak terlalu cepat.

    Yang penting adalah kita mau mengalami percikan darah. Jika kita banyak menaikan doa, kita akan kuat untuk bertobat, hidup benar dan berubah (shekinah glory).

    Kesaksian:
    "Saya mendapatkan SMS dari Jerman yang pernah mengundang kita dahulu. Keponakannya sendiri di undang, tetapi tidak mendapatkan visa, setelah dua kali baru mendapatkan visa dan beliau mengucapkan terima kasih atas doanya. Sedangkan kita dahulu 35 orang, tetapi hanya satu orang saja yang mengundang, ini tidak mungkin dan sudah terlambat waktunya, sampai di marahi oleh Satpam karena rombongannya banyak. Akhirnya ditolong juga, sampai gol semuanya. Saya mengangkat topi betul, sebab itulah uluran tangan dari Tuhan.
    Tadi keponakannya sendiri, demikian juga dengan kunjungan ke Australia. Adiknya sendiri dari orang yang mengundang ke Australia sampai hari ini belum dapat Visa, padahal sudah di Australia sudah 36 tahun.
    Kita 30 orang lebih, acak-acakan bisa dapat semuanya, termasuk mama saya dan Om Pang yang harus diasuransikan karena 75 tahun keatas. Inilah pelayanan pendamaian Imam Besar yang
    dapat dan tepat waktuNya. Saya tidak tahu apa-apa, tetapi Tuhan yang menolong semuanya."

    Petrus juga ditolong oleh Tuhan (mengalami pelayanan Imam Besar yang 'dapat dan tepat pada waktuNya'. Petrus juga mengalami hal ini saat ia tenggelam.

    Matius 14: 23, 29-31
    14:23. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
    14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
    14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
    14:31.
    Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"

    Waktu Petrus tenggelam, harus tepat waktu untuk menolongnya. Kalau tenggelam tidak ditolong tepat waktu bisa meninggal.

    'naik ke atas bukit'= bukit Golgota= darah (percikan darah).
    'berdoa'= dupa.

    Yakinlah! Tuhan tidak pernah menipu kita!
    Sampai hari ini, Ia berdoa apapun keadaan kita. Yang penting, kita mengalami percikan darah dan pelayanan pendamaian Imam Besar. Bukan itu saja, tetapi sampai tangan Tuhan menuliskan nama kita di kitab kehidupan.

    Saat tabernakel dan Imam Besar Harun belum ada, waktu Israel menyembah lembu emas (dosa yang besar), Musa naik ke gunung untuk mengadakan pendamaian.
    Inilah pentingnya penggembalaan.

    Keluaran 32: 30-33
    32:30. Keesokan harinya berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Kamu ini telah berbuat dosa besar, tetapi sekarang aku akan naik menghadap TUHAN, mungkin aku akan dapat mengadakan pendamaian karena dosamu itu."
    32:31. Lalu kembalilah Musa menghadap TUHAN dan berkata: "Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas bagi mereka.
    32:32. Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu--dan jika tidak,
    hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis."
    32:33. Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.

    ay. 32= 'hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis'= tanggung jawab gembala yang sangat berat sampai rela namanya dihapus dari kitab kehidupan supaya nama jemaat bisa ditulis, tetapi Tuhan tidak mau (ay. 33).
    Dosa tidak bisa dilempar-lempar (tidak bisa ditukar-tukar tempatnya) dan harus ditanggung sendiri.
    Misalnya: kalau suami salah, jangan dilempar-lempar ke istri ('karena kamu kurang perhatian dan sebagainya'). Dosa itu bersifat pribadi dan harus dipertanggung jawabkan sendiri.
    Yang boleh adalah dosa harus diperdamaikan oleh Imam Besar (dosa-dosa diakui).

    Musa= gambaran Tuhan Yesus (Musa dengan tongkatnya) dan gembala manusia yang menuntun Israel ke padang gurun untuk beribadah kepada Tuhan.
    Dari atas, Gembala Agung (doa syafaat) menarik kita.
    Dari bawah, gembala manusia menjunjung jemaat dengan doa penyahutan.
    Betapa indahnya kalau kita tergembala dengan benar dan baik, kita tidak akan terjatuh lagi, sampai nama kita tertulis dalam kitab kehidupan.

    "Doakan saya supaya jangan menjadi gembala pandir atau gembala pedagang yang hanya menjual domba (tidak mau memberi makan, malah mencari yang jasmani terus)."

    Bukti nama tertulis dalam kitab kehidupan: hati damai sejahtera (pelayanan pendamaian), tidak ada lagi kekuatiran, ketakutan, kepahitan, kenajisan, kebencian dan sebagainya, tetapi yang ada hanya mengalami kasih Tuhan yang besar= tidak merasakan apa-apa lagi yang daging rasakan, tetapi hanya merasakan kasih Allah yang besar, sehingga semua menjadi enak dan ringan sekalipun kita ada dalam pencobaan.

    Tetapi, kalau hidup kita letih lesu dan berbeban berat, berarti nama kita belum tertulis dalam kitab kehidupan.
    Sekalipun kita masih ada tanggungan, tetapi semua sudah diserahkan kepada Tuhan dan semuanya menjadi enak dan ringan. Itulah nama tertulis dalam kitab kehidupan dan jika Tuhan Yesus datang kembali ke dua kali, kita bersama-sama dengan Dia selama-lamanya.

Hari-hari ini, mari kita (1)perjuangkan ibadah pelayanan lebih dari segala sesuatu, (2)perjuangkan untuk menyembah Tuhan dan (3)mengalami pelayanan pendamaian sampai nama tertulis dalam Kitab Kehidupan. Hadapilah lautan yang bergelora dengan hati yang damai (diam dan tenang), sebab Tuhan sudah ada di sana.
Kita mohonkan hati damai sejahtera malam ini dan Tuhan ada bersama dengan kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top