Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 6b-7
4:6 Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal;
(6b)di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhlukpenuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.
4:7 Adapun makhluk yang pertama sama seperti
singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasaryang sedang terbang.

Di pulau Patmos, rasul Yohanes melihat empat makhluk di sekeliling takhta sorga. Ini adalah empat pribadi yang pernah hidup di dunia dalam suasana takhta sorga sampai benar-benar terangkat ke takhta sorga, yaitu Henokh, Musa, Elia dan Yesus.

Di ayat 7, empat makhluk ini memiliki empat muka.
Yehezkiel 1: 5, 14
1:5. Dan di tengah-tengah itu juga ada yang menyerupai empat makhluk hidup dan beginilah kelihatannya mereka: mereka menyerupai manusia,
1:14. Makhluk-makhluk hidup itu
terbang ke sana ke mari seperti kilat.

Empat makhluk di takhta sorga terbang ke sana kemari seperti kilat. Ini menunjuk pada kegiatan rohani atau ibadah pelayanan dalam sistem kerajaan sorga--sistem takhta sorga--(diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 19 Juni 2016).

Ini menjadi contoh atau teladan bagi kita. Kegiatan ibadah pelayanan/kegerakan rohani di bumi harus sama dengan ibadah pelayanan di takhta sorga--seperti yang diteladankan oleh pelayanan Yesus. Pelayanan Yesus di dunia ini mencontoh/meneladani pelayanan di takhta sorga.

Tadi, empat makhluk mengelilingi takhta sorga; kalau di dunia, EMPAT MURID MENGELILINGI YESUS.
Matius 4: 18-22
4:18. Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
4:19. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
4:20. Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
4:21. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu
Yakobus anak Zebedeusdan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka
4:22. dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

Yesus memanggil empat murid yang sedang sibuk dalam pekerjaannya--bukan orang yang menganggur. Kemudian mereka tinggalkan pekerjaannya--meninggalkan jalanya. Ini menunjuk pada kewibawaan Yesussebagai imam besar untuk melepaskan kita dari segala ikatan-ikatan dunia, supaya bisa beribadah melayani TUHAN dengan setia berkobar-kobar--tidak terhalang--, dan setia-benar.

Memang ada kegiatan di dunia (harus bekerja keras, bersekolah, kuliah dan lain-lain), tetapi jangan terikat dengan dunia. Harus ada kesempatan untuk beribadah melayani TUHAN. Karena itu TUHAN memanggil murid-murid yang lagi sibuk, bukan menganggur.

Sebenarnya ada lima orang--termasuk ayah dari Yakobus dan Yohanes (Zebedeus)--, tetapi yang dipanggil hanya empat orang.
Artinya: ibadah pelayanan di bumi harus sesuai dengan ibadah pelayanan di takhta sorga--ada empat makhluk yang mengelilingi takhta sorga, maka ada empat murid mengelilingi Yesus di bumi; ibadah pelayanan di bumi harus sesuai dengan pola Tabernakel. Musa melihat kerajaan sorga di gunung Sinai dan TUHAN perintahkan Musa membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel. Jadi pola kerajaan sorga, sama dengan pola Tabernakel.

Dari lima orang tetapi dipanggil empat orang, artinya:

  1. Ibadah pelayanan tidak boleh dipengaruhi oleh dagingdengan segala keinginan, hawa nafsu, dan perasaannya--sungkan, takut, kasihan secara daging, hutang budi dan sebagainya.

    Di sini orang tua (ayahnya) yang ditinggalkan. Seringkali kita main perasaan dan diajak juga--menjadi lima orang--, sehingga beda dengan sorga, karena ikut maunya daging.

  2. Memang, dalam ibadah pelayanan terjadi pemisahanantara ayah dan anak--orang tua dengan anak. Jangan heran! Mana yang ikut sorga dan ikut dagingnya sendiri, akan berpisah--tidak mungkin menjadi satu. Kalau sama-sama ikut sorga, tidak akan terpisah.

    Di sini terjadi pemisahan antara orang tua dan anak, kakak adik, sampai yang paling mengerikan, suami-isteri bisa terpisah dalam ibadah pelayanan karena yang satu ikut pola sorga--Tabernakel--, tetapi satunya ikut pola daging. Pasti terpisah, tidak mungkin tidak. Harus dicamkan baik-baik!

    Kita sungguh-sungguh pada malam hari ini. Kita belajar empat makhluk yang terbang ke sana ke mari. Ini merupakan kegerakan rohani/ibadah pelayanan sistem kerajaan sorga. Yesus meneladani sistem kerajaan sorga dan kita juga harus menelandai kerajaan sorga.

    Sorga tidak mau yang sisa-sisa, karena itu yang dipanggil adalah orang yang lagi giat dalam pekerjaan. Ini adalah wibawa Yesus. Kalau mau melayani dengan sistem kerajaan sorga, tidak boleh ada ikatan dengan dunia--tidak boleh ada halangan di dunia.
    Kemudian tidak ada perasaan daging dengan hawa nafsu, sungkan dan lain-lain. Harus sesuai dengan kerajaan sorga, apapun yang dihadapi. Di sini, orang tuanya sendiri yang ditinggalkan.

    Setelah itu terjadi pemisahan sampai dua orang di tempat tidur terpisah. Kalau hal ini terjadi, semua rencana TUHAN, kita berserah kepada TUHAN dan kita hanya bisa berdoa.

Empat murid yang dipanggil oleh TUHAN memiliki karunia-karunia Roh Kudus yang khusus; yang berbeda satu dengan lainnya. Karunia Roh Kudus bisa berbeda, tetapi harus bekerjasama. Kalau kita hidup dalam kesucian dan diberi karunia Roh Kudus, kita bisa bekerjasama karena dikomando oleh satu kepala, itulah Yesus--firman pengajaran yang benar.

YAKOBUS
Mewakili muka manusia. Menulis surat Yakobus: menunjuk pada iman dan perbuatan iman.

Yakobus 2: 14-17
2:14. Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?
2:15. Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari,
2:16. dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?
2:17. Demikian juga halnya dengan iman:
Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Iman tanpa perbuatan iman--tanpa praktik--sama dengan iman yang mati; tidak bisa menyelamatkan.

Roma 10: 17
10:17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Iman yang benarberasal dari mendengar firman Kristus--firman yang diurapi Roh Kudus--, bukan karena melihat.
Artinya:

  • Roh Kudus menolong kita untuk mendengar firman dengan sungguh-sungguh dan dengan suatu kebutuhan.
  • Roh Kudus menolong kita untuk mengerti firman.
  • Roh Kudus menolong kita untuk percaya/yakin pada firman Allah, sehingga firman Allah menjadi imandi dalam hati. Kalau hanya di dalam hati dan mulut--mengaku--, tetapi tidak melakukannya--tidak dipraktikkan--, itu tidak menyelamatkan--iman yang mati.

    Contohnya berkata: saya percaya Yesus, tetapi perbuatannya lain. Sebab itu harus dilanjutkan lagi.

  • Roh Kudus menolong kita untuk praktikfirman. Ini adalah perbuatan iman.

Perbuatan imanadalah hidup dalam kebenaran. Iman itu kebenaran. Kalau kita memiliki iman dan mengaku Yesus, tetapi perbuatannya dalam dosa, berarti imannya mati dan tidak selamat.

1 Yohanes 3: 7-9
3:7. Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;
3:8. barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.
3:9. Setiap orang yang lahir dari Allah,
tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

Kalau punya iman, bisa membinasakan perbuatan dosa, sehingga bisa HIDUP BENAR.
Hidup dalam kebenaran, artinya:

  • Tidak berbuat dosa lagi. Dosa A kita sudah minta ampun, diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
    Kita tidak berbuat dosa lagi sekalipun ada kesempatan, keuntungan, dan ancaman, apapun resikonya. Tidak mau mengulang-ulang dosa yang dulu.

    Contoh: Yusuf mau dibujuk, dirayu, sampai dipaksa, bahkan dipenjara oleh isteri Potifar, tetapi ia tidak mau berbuat dosa. Inilah perbuatan iman.

  • Sampai satu waktu tidak dapat berbuat dosa dan tidak dapat disesatkan (ayat 7). Ini sama dengan BENAR SEPERTI YESUS BENAR--seperti TUHAN YESUS tidak dapat berbuat dosa.

    Tadi pertama, kita tidak berbuat dosa lagi, berarti dulu pernah berbuat dosa. Setelah percaya Yesus, kita praktik iman atau ada perbuatan iman; hidup benar; tidak mau berbuat dosa lagi apapun resikonya, sampai satu waktu tidak dapat berbuat dosa--tidak berbuat dosa A, dosa B, sampai dosa Z--dan tidak dapat disesatkan.

Inilah Yakobus--makhluk dengan muka manusia--yaitu iman dengan perbuatan iman. Kesempatan ini, kalau ibadah pelayanan kita mau seperti empat makhluk yang mengelilingi takhta sorga, yang pertama adalah kita harus benar seperti Yesus benar. Inilah ibadah pelayanan sistem takhta sroga--pola Tabernakel. Harus benar!Tidak boleh tidak benar.

Salah sekali kalau dikatakan: 'Biarlah main musik, supaya bertobat.' Apalagi berkata: 'Biarlah dia berkhotbah, siapa tahu terkena khotbahnya sendiri, lalu bertobat.' Itu bukan pola sorga, melainkan sistem dunia--perasaan daging. Bukan sok, tetapi kalau bukan pola sorga, percuma.

Harus dibenarkan dulu, supaya jadi benar seperti Yesus benar. Kalau sudah benar seperti Yesus benar, hasilnya: kita selamat dan diberkati oleh TuHAN--kita melayani dalam sistem takhta sorga dan ada gunanya.
Kalau memakai perasaan, mengerikan. Contohnya: masa ayahnya sendiri ditinggalkan, kasihan, ikutkan saja, nanti apa kata orang? Pilih kata orang atau kata TUHAN? Harus ada ketegasan. Yesus tegas, karena di sorga ada empat makhluk, maka yang dipanggil juga empat murid--tidak boleh lima. Tegas! Bukan main perasaan, tetapi inilah pola kerajaan sorga yang tidak bisa diganggu gugat oleh apapun.

PETRUS
Mewakili muka singa. Menulis surat 1-2 Petrus yang menunjuk pada pengharapan dan perbuatan pengharapan--kesucian.

Pengharapan harus diperbuat juga menjadi kesucian.
1 Petrus 1: 15-16
1:15. tetapi hendaklah kamu menjadi kudusdi dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
1:16. sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Ayat 15= kita harus mengalami penyucian seluruh hidup kita oleh kekuatan firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua--pedang firman--sampai SUCI SEPERTI YESUS SUCI.
Tadi, iman dan perbuatan iman menghasilkan hidup benar seperti Yesus benar.

Kolose 3: 5-9
3:5. Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan(1), kenajisan(2), hawa nafsu(3), nafsu jahat(4)dan juga keserakahan(5), yang sama dengan penyembahan berhala(6),
3:6. semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).
3:7. Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.
3:8. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah
(1), geram(2), kejahatan(3), fitnah(4)dan kata-kata kotor(5)yang keluar dari mulutmu.
3:9. Jangan lagi kamu saling mendustai
(6), karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

Kolose 3: 5-9= penyucian seluruh hidup.

'Dahulu kamu juga melakukanhal-hal itu' = perbuatan dosa di luar.

Apa yang harus disucikan?

  1. Ayat 5= enam perbuatan dosa--di luar atau secara lahir--; puncaknya adalah penyembahan berhala.
  2. Ayat 8-9= enam dosa di dalam--secara batin--; puncaknya adalah dusta.

Dosa-dosa inilah yang harus disucikan. Kita disucikan dari dosa lahir dan batin yang puncaknya adalah penyembahan berhala dan dusta.

Penyembahan berhala, artinya kita selalu diperhadapkan pada dua pilihan: pribadi TUHAN atau sesuatu di dunia--uang, kedudukan, suami, isteri, anak, orang tua, dan sebagainya.
Seperti tadi, diperhadapkan mengiikut Yesus atau ikut orang tua--Zebedeus. Kalau ikut orang tua, akan gagal--menuju kebinasaan karena tidak mengikuti pola sorga. Tetapi kalau ikut TUHAN, akan dipakai TUHAN sampai kekal selamanya.

Namanya pedang firman, harus tegas. Lewat penyucian oleh pedang firman, kita harus tegas untuk memilih, dan di dalamnya ada belas kasih TUHAN.
Seperti waktu Salomo menghadapi dua perempuan sundal yang berebut anak. Tadinya dua perempuan sundal masing-masing memliki anak satu, tetapi salah satu anaknya mati, sehingga anak yang masih hidup diperebutkan. Salomo ambil pedang. Kelihatannya kejam sekali, sudah tinggal satu anaknya, tetapi mau dibelah menjadi dua. Tetapi inilah ketegasan pedang firman; ketegasan pilihan kita. Kalau tegas memilih dan mau disucikan, di dalamnya ada belas kasihan TUHAN. Saat anaknya mau dibelah, ibunya langsung berteriak: Jangan! Serahkan saja pada dia! Inilah belas kasihan TUHAN. Ini yang keliru, kalau ikuti dosa orang, kita dipuji; kalau tidak mau, dibilang jahat. Padahal kalau mau, itulah belas kasih.

Kalau kita memilih TUHAN/pedang firman, maka kita akan mengalami penyucian secara lahir dan batin, yaitu sampai tidak ada berhala lagi--hanya pribadi TUHAN yang kita harapkan--, dan tidak ada dusta lagi--jujur.

Tadi ada 6 dosa secara lahir dan ada 6 dosa secara batin, ini menunjuk pada dosa yang mendarah daging.

Semua bergantung pada pilihan. Kalau pilih TUHAN atau pengajaran yang benar memang sakit bagi daging, tetapi kita disucikan secara lahir dan batin.

Kalau sudah mengalami penyucian lahir--sampai tidak ada berhala--, dan penyucian batin--sampai tidak ada dusta--, hasilnya:

  1. Kita hanya berharap pada TUHAN dan dapat diharapkan untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus--kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan yang besar.

    Kalau berharap pada sesuatu--uang, manusia--, pasti goyah dan gugur. Tetapi kalau berharap TUHAN, kita disucikan, sehingga kita bisa diharapkan dan dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus.

  2. Kalau disucikan lahir dan batin, maka kita bisa suci seperti Yesus suci.

Inilah pelayanan sistem takhta sorga, yaitu KESUCIAN, bukan kepandaian dan kekayaan. Kalau suci, kita tidak berharap pada apapun di dunia, tetapi kita hanya berharap TUHAN, sampai kita suci seperti Yesus suci.

Tadi, ibadah pelayanan takhta sorga adalah benar seperti Yesus benar, sehingga kita selamat--tidak dihukum--, dan diberkati oleh TUHAN.
Sekarang, suci seperti Yesus suci, sehingga kita diperlengkapi dengan jabatan dan karunia Roh Kudus--jubah maha indah--dan dipakai oleh TUHAN dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.
Semakin dipakai, hidup kita semakin indah.

Efesus 4: 11-12
4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12.
untuk memperlengkapi orang-orang kudusbagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Kalau dipakai oleh TUHAN--dalam nikah, penggembalaan, dan antar penggembalaan--, kita tidak disksa, tetapi hidup kita semakin indah.
Semakin suci, kita semakin dipakai dan hidup kita semakin indah.

Inilah pelayanan dengan pola kerajaan sorga.
Iman dan perbuatan iman sampai benar seperti Yesus benar.
Kemudian, pengharapan dan kesucian sampai suci seperti Yesus suci. Jangan berharap lainnya di dunia ini, tetapi hanya berharap Yesus, itulah yang dipakai dan indah.

Semakin disucikan, kita semakin berharap pada TUHAN--tidak berharap yang lain--, semakin kita dipakaidan semakin indah hidup kita. Kalau berharap sesuatu di dunia, akan hancur. Sekalipun kita punya semua, tetapi jangan berharap pada itu!

YOHANES
Mewakili muka burung nasar. Menulis surat 1-3 Yohanes yang menunjuk pada kasih dan perbuatan kasih.

Kasih ini juga bukan teori, tetapi ada perbuatan kasih.
Kalau sudah hidup benar--iman--, hidup suci--pengharapan--, kita pasti memiliki kasih.
1 Petrus 1: 22
1:22. Karena kamu telah menyucikandirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

Jika sudah hidup benar dan suci, maka kita memiliki KASIH, sehingga:

  1. Bisa mengamalkan kasih persaudaran yang tulus ikhlas; sama dengan dapat mengasihi sesama seperti diri sendiri dengan kasih yang tulus ikhlas--tanpa pamrih--, bahkan mengasihi musuh. Ini sama dengan loh batu kedua.

  2. Dapat mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu. Ini sama dengan loh batu pertama.

Kehidupan yang memiliki dua loh batu, hasilnya:

  1. Bisa bersandar di dada TUHAN--seperti rasul Yohanes--; dalam pelukan tangan TUHAN.
  2. Matius 5: 43-44, 48
    5:43. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
    5:44. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
    5:48.
    Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

    Ayat 43 = hukum Taurat.
    Ayat 44= kalau mengasihi sesama dan musuh, berarti juga mengasihi TUHAN. Dua loh batu ini tidak bisa dipisah. Kalau memiliki loh batu kedua, pasti memiliki loh batu pertama. Kalau memiliki loh pertama, harus memiliki loh batu kedua.

    Hasil kedua: kita bisa SEMPURNA SEPERTI YESUS SEMPURNA.

Inilah ibadah pelayanan dengan pola Tabernakel, yaitu sampai ada kesempurnaan--menjadi mempelai wanita TUHAN.
Jangan sembarangan dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.
Kita belajar dari empat mahkluk di takhta sorga yang bergerak secepat kilat--yang maju terus dan bekerjasama. Malam ini, kita belajar dari empat makhluk dan Yesus memberikan contoh.

Di sorga, empat makhluk mengelilingi takhta sorga; di bumi, empat murid mengelilingi Yesus. Harus sama dengan pola kerajaan sorga--pola Tabernakel. Sekalipun mereka sibuk, tetapi TUHAN panggil mereka. Ini wibawa TUHAN. Betapa indahnya, di tengah kesibukan, kita bisa beribadah melayani TUHAN.
Kalau tidak ada wibawa Imam Besar, kita tidak akan bisa.

Ada lima orang, tetapi hanya dipanggil empat. Tidak ada perasaan atau suara daging sedikitpun dalam ibadah pelayanan pola kerajaan sorga. Bukan tanpa kasih, tetapi harus menggunakan pedang firman. Kalau kita ikuti daging, justru tidak punya kasih, karena daging hanya ada hawa nafsu, keinginan, ambisi, emosi yang menjerumuskan. Kalau ikuti kasih TUHAN, kita akan menuju kerajaan sorga.

Memang terjadi pemisahan. TUHAN katakan: 'Aku datang membawa pedang--pemisahan.' Kalau menolak pedang, akan terpisah. Jangan ikut-ikutan orang yang menolak pedang! Rugi! Kalau kita tetap teguh, satu waktu kita bisa berdoa, bersaksi, dan menolong yang lain. Kalau sama-sama mendukung yang salah, bagaimana bisa menolong? Jangan pakai daging! Itu menyesatkan, tetapi pakai penyucian--kasih TUHAN.

Iman dan perbuatan iman. Kita hidup benar, kita akan selamat dan diberkati.
Kemudian, kita melayani TUHAN harus dengan kesucian--bukan pandai, bodoh. Kita diberi jabatan dan karunia. Semakin suci, semakin dipakai, dan semakin indah.

"Mari berdoa, supaya pemberitaan firman mengarah kepada baptisan air dan ada penataran calon imam dan iman-imam. Imam-imam juga mengikuti penataran, seperti pelajaran batu-batu indah. Batu permata yaspis digosok--seperti kita ikut penataran imam--, supaya semakin bersinar. Yang belum melayani, berdoa kepada TUHAN dengan kerinduan supaya bisa masuk baptisan dan mendapatkan jubah indah--tidak telanjang--, sampai menjadi jubah mempelai--kesempurnaan--untuk bisa menyambut kedatangan TUHAN yang kedua kali."

Kemudian, kita melayani dengan kasihsampai sempurna; kita menjadi mempelai wanita TUHAN.

ANDREAS
Mewakili muka lembu.

Yohanes 1: 35-40
1:35. Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya.
1:36. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"
1:37. Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.
1:38. Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?"
1:39. Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.
1:40. Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah
Andreas, saudara Simon Petrus.

"Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?"= mereka ingin tahu rumahnya Yesus; dan Andreas salah satunya. Kalau sudah ingin tahu rumahnya, berarti sudah ingin tahu lebih dekat.

Jadi, Andreas adalah seorang yang memiliki kerinduan untuk mengenal Yesus lebih dekat lewat rumahnya.
'guru'= pengajaran.
'rumah'= Tabernakel.
Inilah pengajaran Tabernakel--kerajaan sorga.

Sekarang artinya: kesetiaan pada firman pengajaran Tabernakel; kabar mempelai dalam terang Tabernakel; fiman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

Hanya ini yang bisa membawa kita dekat kepada Yesus. Kabar mempelai dalam terang Tabernakel--lewat penyucian--sanggup untuk membawa kita dalam hubungan yang paling dekat dengan Yesus, yaitu hubungan kepala--Mempelai Pria Sorga--dengan tubuh--mempelai wanita sorga--yang tidak bisa terpisah selamanya.

Kalau mengenal Yesus sebagai penolong, pemberi berkat, masih bisa terpisah. Mengenal Yesus sebagai tabib, sewaktu sakit kita butuh. Kalau tidak sakit, kita pergi tinggalkan Yesus.

Sudah rindu untuk mengerti pengajaran dan setia pada pengajaran Tabernakel, tetapi masih ada halangannya.
Yohanes 6: 8-9
6:8. Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:
6:9. "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai
lima roti jelaidan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini

Perikop: Yesus memberi makan lima ribu orang. Waktu itu sudah malam, sunyi, lalu TUHAN bilang: Berikan mereka makan!

Di sini, Andreas tampil. Ia pakai logika. Memang betul, lima roti dua ikan untuk lima ribu orang laki-laki ditambah perempuan dan anak-anak, apa gunanya? Ini kekurangan dari Andreas yang harus disucikan.

Dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus, jangan pakai logika. Kalau pakai logika, pelayanan tidak akan bisa berlanjut. Mau pakai sistem dunia, bukan sistem sorga.
Kalau sistem sorga, iman; kalau sistem dunia, logika.

Secara dunia, benar, tetapi bagi sistem sorga, justru menghambat.
Andreas sudah menerima panggilan TUHAN dan dipakai TUHAN dalam kegerakan besar--kegerakan hujan akhir--, tetapi masih memiliki kelemahan, yaitu menggunakan logika, bukan iman.

Jadi, kabar mempelai dalam terang Tabernakel sanggup menycuikan logika kita, sehingga kita bisa MENYERAH PADA TUHAN. Kalau logika, tidak akan bisa menyerah pada TUHAN. Sekarang, itu yang digunakan, mau ibadah melayani TUHAN harus pakai logika duniawi. Akibatnya minus terus (5 roti dan 2 ikan, untuk 5000 orang tidak pernah terjadi). Justru kita yang dari iman (kabar mempelai dengan iman), malah dibalik karena menggunakan logika manusia. Akibatnya macet, tidak bisa berhasil.

Kalau ada iman, jangankan lima roti dan dua ikan (hanya sedikit), dari tidak ada ikan dan rotipun bisa jadi ada ikan dan roti--tidak ada menjadi ada. Mari melayani dengan iman!

Jadi, keberhasilandalam beribadah melayani TUHAN sampai kita mencapai takhta sorga seperti empat makhluk, sangat membutuhkan:

  1. Panggilan. Kita menerima firman, dipanggil oleh TUHAN: mau melayani apa? Ada yang dipanggil menjadi hamba TUHAN sepenuh, atau panggilan menjadi zangkoor dan sebagainya.

    "Dulu saya masih muda, tertawa-tawa juga saat pendeta bilang: Bisa dipanggil sepenuhnya. Melihat-lihat temannya, padahal dia sendiri yang dipanggil sepenuhnya."

  2. Penyerahan. Andreas sudah dipanggil TUHAN--sudah tinggalkan semuanya--, tetapi tidak menyerah: '5 roti, 2 ikan untuk 5000 orang, mana bisa?' Dalam TUHAN, tidak ada yang tidak bisa. Semuanya bisa.

    Sudah dipanggil, harus ditambah dengan penyerahan total kepada TUHAN. Serahkan semua dalam tangan TUHAN.

Akhirnya, Andreas menyerah dengan membawa anak kecil yang memilki lima roti dan dua ikan kepada TUHAN--menyerah sepenuh.

"Saya dulu bodoh. 10 tahun lari karena menggunakan logika: orang tuaku bukan pendeta, nanti setelah pulang, jaga toko. Akhirnya tokonya dihabiskan. Sombong sekali kalau mengandalkan segala sesuatu di dunia."

Serahkan semua pada TUHAN dan biar Dia yang buka jalan bagi kita.

Singkatnya, Andreas menyerah pada TUHAN.
Yohanes 6: 10
6:10. Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya

Andreas menyerah sepenuh dengan membawa anak kecil kepada Yesus. Setelah lima roti dan dua ikan diserahkan ke dalam tangan TUHAN--penyerahan sepenuh--, maka TUHAN bekerja dengan sistem penggembalaanyang benar --'duduk di rumput' dulu, kalau jalan-jalan, tidak terjadi pemecahan roti--, yaitu

  1. Yesus tampil sebagai pokok anggur yang benar--makanan yang benar; pengajaran yang benar. Ini sistem penggembalaan yang benar.
  2. Yesus tampil sebagai Gembala Agung dan Imam Besar untuk mengepalai ibadah pelayanan kita dan melayani kita dengan pelayanan pendamaian.
    Kalau tidak ada pribadi Yesus, percuma, tidak ada artinya kita beribadah.

Ada pengajaran yang benar--makanan yang benar--dan ada pribadi Yesus. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan. Ada makanan yang benar, ada hadirat Imam Besar. Kalau tidak ada makanan yang benar, tidak ada hadirat TUHAN, dan tidak terjadi mujizat, bahkan kering--lapar.

Lima ribu laki-laki duduk di atas rumput--laki-laki menunjuk pada suami, gembala--, artinya

  • Suami harus tanggung jawab untuk mantap dalam penggembalaan yang benar, supaya isteri dan anak bisa duduk juga di rumput--mantap dalam penggembalaan yang benar--, sehingga tidak ada yang jatuh dan terpelihara di dalam TUHAN.
    Kalau jalan-jalan, bisa jatuh dan banyak jatuhnya. Kalau duduk di rumput, tidak akan pernah jatuh.

  • Gembala juga harus mantap dalam penggembalaan yang benar, supaya domba-domba juga mantap dalam penggembalaan. Jangan salahkan domba kalau ia pergi, karena gembalanya sendiri tidak mantap. Kalau ada domba keluar dan kita koreksi diri, kita bisa maju. Kalau menuduh domba, tidak akan bisa maju; begitu juga kalau menuduh hamba TUHAN yang lain.

Syaratuntuk mantap dalam pengembalaan:

  1. Tekun dalam kandang penggembalaan--TERGEMBALA--; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Itu suatu keharusan, karena kita terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh:

    • Pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya (kebaktian umum); persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya.
    • Meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman alktitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
    • Mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.

    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga setan tritunggal tidak bisa menjamah kita--setan dengan roh jahat dan najis, antikris dengan roh jual beli, nabi palsu dengan roh dusta--gosip, dusta, ajaran palsu--tidak akan bisa menjamah kita.

    Inilah namanya mantap dalam penggembalaan--duduk--, sehingga tidak bisa jatuh; tidak bisa diganggu gugat oleh setan. Yang penting kita sungguh-sungguh dalam ibadah; bisa menikmati firman.

  2. Harus memenuhi ukuran Tabernakel--kerajaan sorga--, yaitu 5000 (100 x 50).
    Markus 6: 39-40
    6:39. Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.
    6:40. Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok,
    ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.

    Ini bukan kelompok sel. Bukan itu yang diperintahkan oleh TUHAN.
    100 x 50 adalah ukuran Tabernakel--panjang: 100, lebar: 50.

    100= 10--mendengar hukum-- x 10--melakukan hukum; dengar-dengaran--= taat dengar-denganan pada firman.
    Kalau mendengar tetapi tidak melakukan (tidak taat) = 10 x 0= 0.
    Kalau mendengar tetapi melawan firman = 10 x -1= -10, melawan lagi -20, melawan lagi -30, sampai -100. Angka 100 itu kerajaan sorga--taat dengar-dengaran--, kalau -100 berarti masuk neraka.

    50= Pentakosta--urapan Roh Kudus yang membuat kita setia berkobar-kobar.

    Jadi, memenuhi ukuran kerajaan sorga adalah TAAT DAN SETIA. Kita harus taat dan setia hari-hari ini.

Inilah orang yang tergembala.
Taat dan setia sama dengan mengulurkan dua tangan kepada TUHAN dan TUHAN ulurkan tangan anugerah kemurahan yang besar, seperti janji TUHAN kepada Israel: Kalau kamu taat-setia, hujan kemurahan anugerah TUHAN akan turun.

Ulangan 11: 13-14
11:13. Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamupada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimudan dengan segenap jiwamu,
11:14. maka
Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu,

'sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu' = taat.
'beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu' = setia.

Hasilnya:

  1. Tangan anugerah TUHAN yang besar sanggup memeliharakehidupan kita secara jasmani dan rohani di tengah kesulitan dan kekeringan dunia sampai zaman antikris--yang paling kering; jasmani dan rohani kering.

    • Secara jasmani: kita dipelihara sampai berkelimpahan (sampai mengucap syukur kepada TUHAN). Saat zaman antikris, kita disingkirkan ke padang gurun selama 3,5 tahun, jauh dari mata antikris dan kita dipelihara langsung dengan firman pengajaran dan perjamuan suci. Ibadah malam ini adalah latihan untuk menyingkir (hidup di padang gurun).

    • Secara rohani: kita merasakan kepuasan sorga di tengah kekeringan dunia--dunia tidak ada kasih lagi--sehingga tidak jatuh dalam dosa ssampai puncaknya dosa dan tidak usah mencari kepuasan dunia.

  2. Hakim-hakim 2: 18
    2:18. Setiap kali apabila TUHAN membangkitkan seorang hakim bagi mereka, maka TUHAN menyertai hakim itu dan menyelamatkan mereka dari tangan musuh mereka selama hakim itu hidup; sebab TUHAN berbelas kasihan mendengar rintihanmereka karena orang-orang yang mendesak dan menindas mereka.

    'sebab TUHAN berbelas kasihan' = kemurahan dan anugerah TUHAN.

    Hasil kedua: tangan anugerah TUHAN yang besar sanggup melepaskan kita dari letih lesu,beban berat, air mata dan kesusahan, sehingga semua jadi enak dan ringan, semuanya berhasil dan indah pada waktunya. Seperti terjadi di zaman Hakim-hakim, saat Israel ditindas, TUHAN kirimkan Hakim-hakim untuk melepaskan bangsa Israel.

    Malam ini, ada pemeliharaan bagi kita yang dalam kesulitan dan kekeringan. Kalau ada yang kering, perbaiki sistem ibadah pelayanan kita!Kalau di dunia ini saja diberikan upah, apalagi kalau kita sudah melayani TUHAN, tidak mungkin TUHAN tidak mengingat kita. Kalau sistemnya salah, akan susah dan kering.

    Kalau sistem sorga, kita tidak akan kekurangan--5 roti 2 ikan untuk 5000 orang. Bukan sombong, tetapi ini kenyataan dari TUHAN. Jika di dalam tangan TUHAN lima roti dua ikan bisa untuk 5000 orang.

    "BpkPong berkata kepada saya--beliau tahu berapa penghasilan saya dulu saat bekerja dari persepuluhan--: Pak Wi sekarang menjadi fulltimer, lima ribu yang kamu terima sekarang, di dalamnya ada kemurahan TUHAN. Dulu saya tidak ngerti, tetapi saat saya diizinkan tidak makan dan minum, tetapi masih bisa melayani, saya mengerti. Itulah kemurahan TUHANyang tidak bisa ditukar dengan apapun."

    Kalau jasmani dan rohaninya kering, perbaiki sistemnya! Perhatikan kebenaran, bukan kehebatan. Kalau benar, akan selamat dan diberkati. Kemudian, kesucian--diberi jubah--, kasih--kesempurnaan--, dan penyerahan kepada TUHAN. Setelah itu serahkan semua pada TUHAN. Ada kering, letih lesu, beban berat, serahkan kepada TUHAN. Kita tergembala, taat dan setia, maka semua menjadi urusan TUHAN. Yang penting kita tergembala dengan baik dan serahkan apa yang jadi kekurangan kita kepada TUHAN. Taat dan setia, itulah penyerahan kepada TUHAN.

  3. Matius 18: 27
    18:27. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihanakan hamba itu, sehingga ia membebaskannyadan menghapuskan hutangnya.

    Hutang orang ini banyak sekali dan tidak bisa dilunaskan.

    Hasil ketiga: tangan kemurahan anugerah TUHAN sanggup menyelesaikan segala hutang dosa dan apa yang belum beres.

    Dosa ini beban terberat, tidak ada pakarnya dan tidak bisa dibereskan dengan kekuatan dunia. Di kayu salib, Yesus berseru: 'Sudah selesai!'
    Artinya: Ia sanggup membereskan segala sesuatu yang belum beres. Nikah, keuangan dan apapun yang belum beres, bisa TUHAN bereskan.

    Eneas--artinya: yang terpuji--, tetapi lumpuh 8 tahun. Banyak kehidupan yang terpuji (pejabat, hamba TUHAN), tetapi tidak beres nikah dan buah nikahnya, karena salah sistem. Kita juga, kalau nikahdan buah nikah, keuangan dan lainnya tidak beres, berarti salah sistem. Sistemnya TUHAN itu sudah benar, tetapi seringkali kita menggunakan perasaan daging. Kalau itu kita ikuti, semuanya akan kering. Kalau berani ikuti sistem sorga, kita menjadi basah--kalau ada yang kering, tinggal kita siram.

    Perasaan daging harus dipedang. Harus pegang pedang firman dengan tegas. Memang terlihat jahat dan kejam, tetapi ada kasih TUHAN di dalamnya. Asalkan kita mengikuti pedang, satu waktu aliran hujan akan sampai kepada orang yang kering.

    Rut 3: 18
    3:18. Lalu kata mertuanya itu: "Duduk sajalah menanti, anakku, sampai engkau mengetahui, bagaimana kesudahan perkara itu; sebab orang itu tidak akan berhenti, sebelum diselesaikannya perkara itu pada hari ini juga."

    'Duduk sajalah menanti' = jangan jalan-jalan.

    TUHAN tidak pernah berhenti bekerja sebelum semua selesai pada hari inijuga, sampai kita menjadi mempelai wanita-Nya yang sempurna.
    Jangan batasi dengan logika! Apa yang belum selesai, serahkan semua pada TUHAN! Kita sudah dipanggil, baik menjadi hamba TUHAN sepenuh, ataupun sebagai zangkoor, pemain musik, tinggal menyerah kepada TUHAN.

    Ada yang sulit dan kecil, tinggal penyerahan kepada TUHAN--tinggal tergembala, taat, dan setia. Itu saja. Biar TUHAN yang bekerja. Dia tidak akan berhenti bekerja sampai selesai.

    Yesus berkata kepada penjahat di sebelah kanan-Nya: 'Hari ini, engkau bersama Aku di Firdaus.' Penajah yang kotor, najis dan jahat, masih mendapatkan belas kasih TUHAN, apalagi pelayan TUHAN, pasti dapat kasih dan anugerah TUHAN yang besar.

Apapun kesulitan kita, tinggal menyerah kepada TUHAN. Perbaikilah semuanya, yaitu hidup benar, suci, ada kasih, dan sempurna. Sampai penyerahan kepada TUHAN, yaitu duduk tergembala, taat, dan setia. Dan biar tangan anugerah yang besar yang bekerja.

Rut bangsa kafir diperhatikan. Kita juga diperhatikan oleh TUHAN. Kalau kita duduk, Dia yang bekerja. Kalau kita jalan-jalan, Dia akan duduk. Penjahatpun masih ditolong oleh TUHAN. Mungkin ada yang jatuh, gagal, susah, masih bisa ditolong oleh TUHAN. TUHAN akan tolong kita semuanya.

Panggilan, sudah, yaitu perbaiki: hidup benar, suci, sampai sempurna. Ditambah dengan penyerahan: duduk, ulurkan tangan--taat dan setia. Ada kegagalan, kehancuran, ketakutan akan masa depan dan lain-lain, serahkan pada TUHAN! Yang sudah berhasil juga, serahkan kepada TUHAN! Jangan lepas dari tangan TUHAN!

Kekeringan dan kenajisan semakin hebat, biar anugerah-Nya semakin besar dalam hidup kita. Bukan hanya cukup untuk kita, tetapi berlimpah untuk nikah rumah tanggan dan untuk yang lain.
Menghadapi kekeringan dunia, kejahatan, kenajisan, kesulitan, dan celaka marabahaya, hanya bisa ditanggulangi dengan tangan anugerah TUHAN.

Kita hanya duduk diam dan menyerah sepenuh, biar tangan anugerah TUHAN yang bekerja untuk apapun yang kita butuhkan malam ini. Perjamuan suci adalah sumbernya uluran tangan anugerah TUHAN. Percayalah!

TUHAN memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Malang, 10 April 2016 (Minggu Pagi)
    ... yang benar. Wahyu - Aku tahu segala pekerjaanmu baik kasihmu maupun imanmu baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama. Tetapi Aku mencela engkau karena engkau membiarkan wanita Izebel yang menyebut dirinya nabiah mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan ...
  • Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 16 November 2010 (Selasa Malam)
    ... Dari sekian banyak bidan di Mesir HANYA bidan yang takut akan Tuhan. Jadi kita harus memeriksa diri terus menerus. Malam ini kita membahas pembunuhan setelah lahir. Pengaruh dunia ada yang terang-terangan dan ada yang halus yang seringkali tidak kita sadari. KITA BAHAS PENGARUH DUNIA YANG TERANG-TERANGAN Yohanes . Tetapi firman yang ada tertulis dalam ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 Oktober 2010 (Kamis Sore)
    ... atau hal-hal rohani. Lukas - . sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata Tuhan tidakkah Engkau peduli bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri Suruhlah dia membantu aku. . Tetapi Tuhan menjawabnya Marta Marta engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara Ini terjadi karena tidak hidup dalam ...
  • Ibadah Kaum Muda Malang, 02 Mei 2009 (Sabtu Sore)
    ... sungguh-sungguh. Mungkin saat ini sengsaranya dalam bentuk capek tidak tidur dll tetapi nanti akan benar-benar berhadapan dengan orang dipukul dibunuh dll. Kisah Rasul untuk masuk Sorga juga bukan enak-enakan kita harus menghadapi sengsara aniaya daging. Masuk ibadah masuk Sorga Kejadian - . Tidak mau masuk ibadah tidak masuk Sorga. Dalam perjalanan ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 16 Januari 2013 (Rabu Sore)
    ... orang yang sudah selamat untuk disucikan dan disempurnakan menjadi mempelai wanita surga. Jadi untuk menyongsong kegerakan Roh Kudus hujan akhir kita harus hidup dalam KESUCIAN sampai mencapai kesempurnaan. Salah satu cara untuk bisa hidup dalam kesucian adalah lewat DOA PUASA. Matius Tetapi apabila engkau berpuasa minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Juni 2010 (Sabtu Sore)
    ... akan mengalami pemerasan daging percikan darah sengsara tanpa dosa. Sengsara tanpa dosa ini bisa dalam bentuk menghadapi kesulitan-kesulitan di dunia karena menjadi orang Kristen menghadapi kebencian tanpa alasan. Sengsara tanpa dosa ini tidak bisa ditanggulangi dengan kekuatan manusia tetapi hanya bisa ditanggulangi lewat berjaga-jaga dan berdoa. Ada tingkatan berjaga-jaga dan berdoa ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 26 September 2010 (Minggu Sore)
    ... kepadaku kota yang kudus itu Yerusalem turun dari sorga dari Allah. Mempelai wanita itulah kesempurnaan mempelai yang digambarkan seperti kota Yerusalem baru diatas gunung yang tinggi. Karena itu kita harus mencapai kesempurnaan mempelai untuk bisa mencapai kota Yerusalem baru. Jadi setelah selamat kita harus BERJUANG UNTUK NAIK ke gunung Yerusalem baru. Naik ini artinya ...
  • Ibadah Raya Malang, 24 Juni 2018 (Minggu Pagi)
    ... pengalaman kematian bersama Yesus Bersungut-sungut mengomel kecewa putus asa sehingga akan mengalami kebinasaan selamanya. Mencari jalan sendiri di luar firman melawan firman sama dengan jalan buntu dan kebinasaan selamanya. Matius Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu. Sikap yang benar terhadap pengalaman kematian ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Februari 2010 (Senin Sore)
    ... boleh menghakimi Matius - sebab orang yang menghakimi dia sendiri juga akan dihakimi. Matius - sebab dosa orang yang menghakimi lebih besar dari dosa orang yang dihakimi. Sebab itu tidak layak untuk menghakimi orang lain. Korintus Korintus sebab waktunya belum tiba. Saat Yesus datang kembali baru kita akan menghakimi dunia ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 17 Februari 2013 (Minggu Sore)
    ... menabur. Yohanes - . Bukankah kamu mengatakan Empat bulan lagi tibalah musim menuai Tetapi Aku berkata kepadamu Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. . Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita. Pekerjaan menabur ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.