English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 12 April 2016 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 6:27-29 sampai Keluaran 7:1-13 tentang kepemimpinan.
Dalam sidang jemaat...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 01 Maret 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran,...

Ibadah Raya Surabaya, 06 Desember 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Juli 2012 (Kamis Sore)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk pada 7 percikan darah di atas Tabut Perjanjian.
Sekarang...

Ibadah Doa Malang, 14 Juli 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7
3:7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Maret 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Malang, 13 April 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 April 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Januari 2011 (Senin Sore)
Matius 26:
= secara keseluruhan (ay. 1-75), dalam susunan Tabernakel, terkena pada buli-buli emas berisi manna, artinya:kehidupan...

Ibadah Persekutuan Malang II, 01 Agustus 2012 (Rabu Pagi)
Tema: "Mempelai datang! Songsonglah Dia!" (Matius 25:6)

Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru:...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 23 Maret 2019 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Raya Surabaya

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 10-13 => menyembuhkan...

Ibadah Doa Surabaya, 05 Oktober 2011 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Doa puasa adalah salah satu bentuk Gesemane dan kita mengalami pemerasan daging tanpa dosa.
Kegunaan doa...

Ibadah Raya Surabaya, 19 Maret 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 22 April 2011 (Jumat Pagi)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15....

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 09 Januari 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-29
9:28 Kira-kira delapan hari sesudah segala...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 19 Juni 2016 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 6b-7
4:6 Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal;
(6b)di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.
4:7 Adapun makhluk yang pertama sama seperti
singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.

Di pulau Patmos, rasul Yohanes melihat empat makhluk di sekeliling takhta sorga; sama dengan Musa melihat empat tiang pintu tirai.

Empat mahkluk/empat tiang pintu tirai adalah empat orang yang pernah hidup di dunia yang penuh kutukan, tetapi dalam suasana takhta sorga, sampai benar-benar terangkat ke takhta sorga.
Empat orang tersebut adalah Henokh, Musa, Elia, dan TUHAN Yesus.

Di ayat 7, empat makhluk ini memiliki empat muka, yaitu seperti singa, anak lembu, manusia, dan burung nasar.

Empat makhluk dengan empat muka ini juga dilihat oleh nabi Yehezkiel.
Yehezkiel 1: 5-6, 10, 12, 26, 13-14
1:5. Dan di tengah-tengah itu juga ada yang menyerupai empat makhluk hidup dan beginilah kelihatannya mereka: mereka menyerupai manusia,
1:6. tetapi masing-masing mempunyai empat muka dan pada masing-masing ada pula empat sayap.
1:10. Muka mereka kelihatan begini: Keempatnya mempunyai
muka manusia di depan, muka singa di sebelah kanan, muka lembu di sebelah kiri, dan muka rajawali di belakang.
1:12.
Masing-masing berjalan lurus ke depan; ke arah mana roh itu hendak pergi, ke sanalah mereka pergi, mereka tidak berbalik kalau berjalan.
1:26. Di atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka ada menyerupai takhta yang kelihatannya seperti permata lazurit; dan di atas yang menyerupai takhta itu ada yang kelihatan seperti rupa manusia.
1:13. Di tengah makhluk-makhluk hidup itu kelihatan
seperti bara api yang menyala, seperti suluh, yang bergerak kian ke mari di antara makhluk-makhluk hidup itu, dan api itu bersinar sedang dari api itu kilat sabung-menyabung.
1:14. Makhluk-makhluk hidup itu
terbang ke sana ke mari seperti kilat.

Yang dilihat oleh rasul Yohanes hanya empat makhluk dengan empat muka, kemudian dilengkaip di dalam kitab Yehezkiel. Inilah firman pengajaran benar, yaitu ayat menerangkan ayat dalam alkitab--yang di dalam kitab Wahyu, bisa diterangkan dalam kitab Yehezkiel--; pembukaan firman; firman pengajaran yang benar. Tidak perlu diterangkan dari buku-buku lain.

Di dalam kitab Wahyu, hanya disebutkan: empat makhluk dengan empat muka; di kitab Yehezkiel disebutkan empat makhluk ini terbang ke sana kemari seperti kilat.
Artinya: ada kegerakan rohani di takhta sorga atau IBADAH PELAYANAN SISTEM TAKHTA SORGA.

Kegerakan rohani di dunia harus merupakan pantulan dari ibadah pelayanan atau kegerakan rohani di takhta sorga. Jangan mencontoh yang lain-lain, tetapi harus mencontoh yang di sorga!

Tanda kegerakan rohani atau ibadah pelayanan sistem takhta sorga--ditinjau dari empat makhluk--:

  1. Wahyu 4: 6b
    4:6. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; (6b)di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.

    Tanda ibadah pelayanan sistem takhta sorga yang pertama: harus penuh dengan mata.
    Artinya: hamba TUHAN/pelayan TUHAN harus memiliki mata terbuka untuk:


    • Hanya melihat pribadi TUHAN lewat pembukaan firman Allah--firman pengajaran yang benar (alkitab). Jangan melihat yang lain!
      Musa melihat manusia/menoleh kiri kanan, akhirnya menjadi pembunuh; isteri Lot menoleh ke belakang melihat Sodom Gomora, akibatnya menjadi tiang garam--garam yang tawar.

      Hanya melihat TUHAN lewat firman pengajaran benar artinya hanya percaya dan berharap kepada Yesus sebagai imam besar, sama dengan beribadah dan melayani TUHAN sesuai dengan kehendak TUHAN--firman pengajaran yang benar dan tahbisan yang benar. Di mana ada pembukaan firman, di situ ada pribadi TUHAN.

      "Melayani jangan salah, jangan ngawur! Kalau salah, akan diusir oleh TUHAN; tidak diterima oleh TUHAN."


    • Melihat diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelemahannya, sama dengan koreksi diri lewat ketajaman pedang firman. Jangan melihat orang! Ini sistem sorga, bukan menghakimi orang.

      Jika ada dosa, kekurangan dan kelemahan, harus diakui kepada TUHAN dan sesama. Jangan disembunyikan! Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi, sehingga kita bisa melayani TUHAN dalam kebenaran dan kesucian.

      "Bukan kekayaan, kepandaian, kebodohan; bukan itu ukuran sorga. Di dunia ukurannya memang itu, memang dibedakan. Yang miskin dengan yang kaya dibedakan, yang pandai dengan yang bodoh dibedakan. Tempat duduknya saja dibedakan antara yang kaya dengan yang miskin. Kedudukan tinggi dan kedudukan rendah dibedakan. Di dalam TUHAN, yang menjadi ukuran adalah kebenaran dan kesucian."


    Kalau kita bisa melayani TUHAN sesuai dengan kehendak TUHAN, dan melayani TUHAN dalam kebenaran dan kesucian, maka hadirat TUHAN selalu ada di tengah-tengah kita, dan mata TUHAN sebagai imam besar selalu tertuju kepada kita. Kita mendapat lawatan dan perhatian TUHAN; ada berkat dan pertolongan TUHAN yang nyata. Kalau kita ada masalah, TUHAN akan menyelesaikan semuanya.

    Tetapi kalau seorang hamba TUHAN dan pelayan TUHAN menyembunyikan dosa, bahaya!. Hadirat TUHAN akan tersembunyi sehingga suasana ibadah mengalami kekeringan rohani--semua mengalami kekeringan rohani--, dalam suasana kutukan, dan penghukuman TUHAN. Kita semua bertanggung jawab. Mulai dari gembala, pemain musik dna semua pelayan TUHAN bertanggung jawab.

    Mari, kita semua beribadah dan melayani seperti di sorga; harus merupakan pantulan dari takhta sorga. Jangan menciptakan ibadah pelayanan sendiri! Sudah ada contohnya di takhta sorga.
    Yang pertama adalah punya banyak mata. Artinya: mata kita hanya tertuju kepada TUHAN lewat pembukaan firman--kita percaya dan berharap TUHAN--, dan kita melayani dalam kebenaran dan kesucian.


  2. Yehezkiel 1: 5, 12
    1:5. Dan di tengah-tengah itu juga ada yang menyerupai empat makhluk hidup dan beginilah kelihatannya mereka: mereka menyerupai manusia,
    1:12.
    Masing-masing berjalan lurus ke depan; ke arah mana roh itu hendak pergi, ke sanalah mereka pergi, mereka tidak berbalik kalau berjalan.

    Tanda ibadah pelayanan sistem takhta sorga yang kedua: 'mereka tidak berbalik kalau berjalan'= tidak perlu menoleh kalau berjalan--misalnya kalau jalan ke kanan muka manusia, ke kiri muka singa dan seterusnya, karena tiap makhluk ini memiliki empat muka (ayat 6: 'masing-masing mempunyai empat muka').
    Artinya: bekerjasama untuk menciptakan satu kesatuan, bukan saling menjatuhkan.

    "Tadi, empat makhluk mempunyai empat muka. Masing-masing di sebelah depan, belakang, kiri dan kanan. Jadi, bisa melihat dari segala arah dan tenang saja, bisa berjalan."

    Kalau sudah hidup dalam kebenaran dan kesucian, pasti diberi jabatan dan karunia. Kita bisa bekerja sesuai dengan karunia dan jabatan. Karunia dan jabatan berbeda-beda, tetapi bisa saling bekerja sama satu dengan yang lain, sehingga tercipta satu kesatuan tubuh Kristus.

    Efesus 4: 7, 11-12
    4:7. Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk memperlengkapi
    orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    'kasih karunia' = karunia Roh Kudus.
    [ayat 11] = jabatan pelayanan.

    Jika hamba TUHAN/pelayan TUHAN hidup dalam kesucian, pasti diperlengkapi dengan karunia Roh Kudus dan jabatan pelayanan, sehingga kita bisa melayani sesuai dengan karunia Roh Kudus dan jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita. Ada yang menjadi gembala, layani sebagai gembala; pemain musik, layani sebagai pemain musik; zangkoor/group koor, layani sebagai penyanyi. Yang penting suci!

    Karunia memang berbeda-beda, tetapi bisa bekerja sama. Ada yang menjadi gembala dan lain-lain, sama seperti tubuh kita: ada tangan, kaki, perut dan lain-lain.

    "Saya selalu beri contoh. Kalau kita mau minum, semua anggota tubuh harus bekerja sama. Tangan, kaki, mulut, kerongkongan saling bekerjasama. Kalau tidak mau, percuma. Mau berjalan ke tempat gelas minumnya, kalau kakinya tidak mau, percuma. Sudah sampai di tempat gelasnya, tangan tidak mau bekerjasama, percuma juga. Kaki, tangan, dan mulut sudah mau bekerjasama, tetapi kerongkongan tidak mau, percuma juga. Oleh sebab itu dasarnya harus kesucian, sehingga bisa bekerjasama. Kalau tidak benar/tidak suci, tidak bisa bekerjasama. Seandainya tangan dalam keadaan sakit/tidak benar--secara rohani, sakit sama dengan dalam kedaan tidak benar/tidak suci, berbuat dosa. Kalau tangan sakit/keseleo, lalu disuruh ambil gelas, tidak bisa. Sebenarnya dia mau bekerjasama, tetapi tidak bisa karena keadaannya tidka suci--berdosa. Mau dipaksakan bagaimanapun juga, tidak akan bisa. Yang membuat kita bisa bekerjasama adalah kalau ada kebenaran dan kesucian. Kalau dalam keadaan sakit, tidak bisa dipaksa. Suami-isteri, kalau salah satu sakit secara rohani, tidak bisa bekerjasama. Harus benar dan suci dulu, baru kita bisa bekerjasama sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia yang TUHAN berikan kepada kita. Isteri bisa tunduk kepada suami, suami bisa mengasihi isteri seperti diri sendiri; ini saling bekerja sama. Misalnya, kalau suami sakit secara rohani yaitu berselingkuh, tidak benar/berbuat dosa, ia tidak bisa bekerjasama lagi. Kalau tidak bisa bekerjasama, kita harus terus koreksi diri; ini pesan terakhir almarhum Pendeta Pong: 'Saya sudah koreksi diri, saya tidak salah, ini percikan darah.' Suami-isteri, kalau tidak bisa bekerjasama, harus periksa diri, siapa yang tidak benar. Hamba TUHAN kalau tidak bisa bekerjasama, koreksi diri juga, siapa yang tidak benar. Benar dengan tidak benar--terang dengan gelap--, tidak mungkin bisa bekerja sama. Harus dibenarkan dulu, suci dulu, baru kita bekerja sesuai dengan jabatan pelayanan dari TUHAN dan pasti bisa bekerjasama."

    1 Korintus 12: 7-8, 11
    12:7. Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.
    12:8. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.
    12:11. Tetapi semuanya ini
    dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

    Ayat 11: 'tiap-tiap orang', artinya masing-masing punya karunia, tetapi di ayat 7: 'untuk kepentingan bersama', artinya bisa bekerjasama.

    Karunia dan jabatan memang berbeda-beda, tetapi harus bisa bekerjasama untuk kepentingan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, yang dikomando oleh satu kepala--satu firman pengajaran yang benar--, itulah Yesus sebagai kepala--komando yang benar.

    "Banyak hamba TUHAN yang salah menerangkan: 'Tidak apa-apa berbeda, tangan dengan kaki beda.' Boleh, itu karunia dan jabatan. Tetapi kepalanya tidak boleh beda, harus satu, yaitu Yesus. Bayangkan kalau kepalanya ada dua. Kepala yang satu bilang: 'Maju!', yang satu lagi bilang: 'Mundur!' Kita akan terjatuh. Karunia dan jabatan harus berbeda, tetapi kepalanya harus satu."

    Kalau kepalanya dua, tidak akan bisa bekerjasama, malah bertentangan. Kalau kepalanya salah--misalnya sedang pusing atau ada stroke--, komandonya akan salah, sehingga pelayanannya salah.

    Kita perhatikan sungguh-sungguh! Pelayanan sistem kerajaan sorga yang pertama adalah memandang TUHAN--sesuai dengan kehendak TUHAN, dan dalam kebenaran dan kesucian.

    Yang kedua: kalau sudha bena rdan suci, kita akan diberi karunia dan jabatan pelayanan. Karunia dan jabatan bisa berbeda-beda, tetapi harus bekerjasama--jangan saling meniadakan--untuk kepentingan pembangunan tubuh Kristus, yang dikomando oleh satu kepala--satu firman pengajaran yang benar--, sebab ada kepala yang lain, yaitu serigala dan burung.

    Serigala dan burung menjadi kepala, sehingga Yesus mengeluh: 'Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.'
    Serigala menunjuk pada roh jahat; burung menunjuk pada roh najis. Kalau kepalanya serigala dan burung, akan membawa kepada pembangunan Babel. Jangan salah kepala!

    Inilah tanda yang kedua, yaitu tidak perlu menoleh kalau berjalan.


  3. Yehezkiel 1: 12
    1:12. Masing-masing berjalan lurus ke depan; ke arah mana roh itu hendak pergi, ke sanalah mereka pergi, mereka tidak berbalik kalau berjalan.

    Tanda ibadah pelayanan sistem takhta sorga yang ketiga: berjalan lurus ke depan; tidak perlu berbalik.

    'berjalan lurus ke depan' = maju terus; istilah di alkitab: 'berangkat'--seperti TUHAN perintahkan kepada Musa: 'Berangkat saja!' Tidak usah mundur lagi.
    Artinya: tidak bisa dihalangi atau dirintangi oleh apapun juga.

    Inilah ibadah pelayanan atau kegerakan rohani sistem takhta sorga, supaya nanti kita bisa sampai ke takhta sorga. Seperti empat makhluk ini, dulu mereka hidup dalam sistem takhta sorga--ibadahnya sistem takhta sorga--dan akhirnya bis anaik ke takhta sorga. Sekarang giliran kita. Yang kelima nanti kita yang naik ke takhta sorga. Gereja TUHAN akan terangkat ke takhta sorga saat Yesus datang kembali.
    Mulai sekarang, kita hidup dalam suasana takhta sorga; ibadah pelayanannya sesuai dengan sistem takhta sroga.

    Keluaran 14: 15-16
    14:15. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.
    14:16. Dan engkau,
    angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.

    Saat Musa keluar dari Mesir bersama rombongan bangsa Israel, mereka sudah senang, tetapi masih harus menghadapi laut Kolsom di depan, di belakang ada Firaun dengan pasukannya, kiri dan kanan hanya padang gurun. Tidak bisa ke mana-mana. Kalau memakai sistem dunia, pasti akan mundur dan mati di tangan Firaun. Tetapi kalau sistem sorga, tidak peduli ada laut bahkan api sekalipun, tetap berangkat saja. Jangan menoleh lagi--bisa bekerjasama (point kedua)--, dan tidak perlu berbalik!

    Kalau mundur sama dengan mati konyol, sebab Firaun sudah siap dengan kereta dan pasukannya, siap untuk membunuh bangsa Israel.
    Kalau maju/berangkat sama dengan mati bersama Yesus.

    Syarat mati bersama Yesus: 'angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu.'
    Tongkat = salib.
    Mengangkat tangan = menyerah.
    Artinya menyerah sepenuh--jangan tanggung-tanggung--kepada kasih karunia dan kemurahan TUHAN di dalam kayu salib--kurban Kristus.

    Salib bukan untuk menghancurkan kita, tetapi justru menolong kita, sebab di dalamnya mengandung kasih karunia dan kemurahan TUHAN. Kita bergantung sepenuh pada kemurahan TUHAN, bukan yang lainnya.

    "Musa memang pandai dan hebat, tetapi menghadapi laut dan musuh yang kuat, ijazahnya tidak mampu; kalau Musa mengangkat ijazah, laut tidak akan terbelah. Silakan punya ijazah, tetapi itu bukan andalan kita. Kalau sistem dunia, yang menjadi andalan memang ijazah, uang dan lain-lain. Tetapi dalam sistem sorga, yang menjadi andalan kita adalah salib. Sederhana."

    Di dalam salib ada kasih karunia dan kemurahan TUHAN yang besar, lebih besar dari apapun di dunia, ini yang harus kita andalkan hari-hari ini. Menghadapi apapun juga, maju terus, angkat salib, dan menyerah sepenuh kepada kasih karunia TUHAN yang besar dari kurban Kristus!

    Kasih karunia dan kemurahan TUHAN yang besar sanggup mengadakan mujizat yang besar yaitu laut Kolsom terbelah, artinya kita terlepas dari segala halangan dan rintangan, dan segala masalah yang mustahil diselesaikan oleh salib TUHAN.

    Semakin besar masalah dan halangan-rintangan yang dihadapi, yang penting adalah kita semakin menyerah kepada TUHAN.

    "Kalau kita hanya menyerah 30%, masih mau menggunakan kekuatan sendiri 70%, maka kasih karunia TUHAN hanya bekerja 30%; kalau kita menyerah 60%, TUHAN bekerja 60%. Kalau kita menyerah 100%, maka TUHAN bekerja 100% atas hidup kita. Inilah mengapa TUHAN izinkan terjadi pada kita, sudah berdoa tetapi pencobaan semakin berat. TUHAN menghendaki penyerahan yang sungguh-sungguh. Kita semakin menyerah kepada TUHAN, sampai 100% menyerah. Di saat itulah, tangan anugerah dan kasih karunia TUHAN yang besar, 100% sanggup melepaskan kita dari segala tantangan, halangan, dan rintangan; sanggup untuk menyelesaikan segala masalah yang mustahil. Siswa-siswi Lempin-El "Kristus Ajaib", kita disucikan untuk semakin menyerah. Semakin kita menyerah, semakin terbuka jalan dalam pelayanan, dan semua masalah yang mustahil diselesaikan oleh TUHAN. Kita juga, sidang jemaat dan pelayan-pelayan TUHAN. Semoga semakin hari, kita semakin sungguh-sungguh menyerah kepada TUHAN."

    inilah ibadah pelayanan sistem takhta sroga. Yang pertama: memililiki banyak mata, artinya mata terbuka hanya untuk memandang TUHAN lewat pembukaan firman pengajaran yang benar, sehingga pelayanan kita sesuai dengan kehendak TUHAN dan tidak salah arah.
    Kemudian mata terbuka untuk memandang diri sendiri dengan segala kekurangannya, bukan kelebihannya. Kita koreksi diri lewat ketajaman pedang firman. kalau ada dosa, kita akui, supaya kita melayani dengan kebenaran dan kesucian. Ini sayartnya, tidak peduli pandai atau bodoh, yang penting benar dan suci, itulah pelayanan kerajaan sorga.

    Yang kedua: mahkluk memiliki empat muka dan tidak usah menoleh kalau berjalan. Artinya: bisa bekerjasama.
    Kalau sudah suci, kita bekerja bukan mengandalkan kemampuan, tetapi karunia dan jabatan dari TUHAN, sehingga kita pasti bisa bekerjasama.
    Kalau tidak suci, tetapi malayani, berarti menggunakan kehebatan sendiri.

    "Paling mudah contohnya adalah pemain musik, karena terdiri dari banyak alat. Kalau melayani dengan kesucian dan karunia, sekalipun ditambah alat apa saja, akan tetap bisa bekerjasama dengan bagus dan enak kedengarannya. Tetapi kalau ada yang tidak benar dan tidak suci--hanya mau menonjol karena hawa nafsunya, merasa pandai--, pasti mainnya sudah tidak karuan. Main musik di dunia dengan di sini berbeda. Di sini dengan kebenaran dan kesucian, baru bisa bermain dengan karunia dan jabatan. Pasti bisa bekerjasama satu dengan yang lain."

    Yang ketiga: tidak perlu berbalik arah. Berjalan lurus saja ke depan; berangkat saja apapun halangan dan rintangannya. Kita hanya mengangkat tangan kepada TUHAN--bergantung pada kemurahan TUHAN yang besar, yang mampu mengatasi segala tantangan dan rintangan, dan menyelesaikan semua masalah sampai yang mustahil.

    Mari, hari-hari ini yang dibutuhkan adalah penyerahan sepenuh kepada TUHAN. Itulah sistem sorga. Bukan semakin mengandalkan diri.


  4. Yehezkiel 1: 13-14
    1:13. Di tengah makhluk-makhluk hidup itu kelihatan seperti bara api yang menyala, seperti suluh, yang bergerak kian ke mari di antara makhluk-makhluk hidup itu, dan api itu bersinar sedang dari api itu kilat sabung-menyabung.
    1:14. Makhluk-makhluk hidup itu terbang ke sana ke mari
    seperti kilat.

    Api dan kilat itu sama. Karena tenaganya dari api, maka kecepatannya seperti kilat.

    Tanda ibadah pelayanan sistem takhta sorga yang keempat: didorong oleh kekuatan api dari sorga, yaitu api firman pengajaran yang benar, api Roh Kudus, dan api kasih Allah.
    Ini dorongan ibadah pelayanan kita, bukan didorong oleh hawa nafsu, emosi, dan ambisi.

    Kalau didorong oleh api sorga, hasilnya:


    • Hasil yang pertama: selalu setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN, sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia yang TUHAN percayakan kepada kita, sampai garis akhir.
      Semakin bertambah usia, apinya semakin kuat bekerja.
      Garis akhir = sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang kedua kali.

      Kalau berhenti di tengah jalan, berarti dulu emosi atau ikut-ikutan--teman kita melayani apa, kita ikuti. Tetapi kalau didorong oleh api firman pengajaran, api Roh Kudus, dan api kasih Allah, pelayanan kita akan kekal--sebab kasih itu kekal.
      Artinya kita beribadah dan melayani TUHAN bukan hanya sampai garis akhir saja, tetapi sampai di takhta sorga.

      Mari, kita minta dorongan api dari sorga. TUHAN tolong kita semua.


    • Hasil yang kedua: 'secepat kilat', artinya tidak menunda-nunda waktu untuk melakukan apa yang digerakkan TUHAN dalam kehidupan kita.

      Waktu TUHAN akan menghukum Mesir dengan 10 tulah, TUHAN selalu mengatakan kepada Musa: 'Nantikanlah Firaun!' Firaun selalu ke sungai Nil; sebelum Firaun masuk ke sungai Nil, orang lain tidak boleh masuk. Itu peraturannya, sebab Firaun hendak menanamkan kuasanya di air sungai. Ini gambaran dari setan yang mau menanamkan dosa dan tabiatnya di dalam aliran dunia.
      Oleh sebab itu TUHAN selalu perintahkan Musa: 'Nantikanlah Firaun!,' artinya Musa lebih cepat tiba di sungai Nil dari pada Firaun.

      "Begitu juga dengan kita. Jangan kita selalu mengatakan: 'Nanti saja.' TUHAN sudah gerakkan kita untuk masuk baptisan air, kita katakan: 'Nanti saja.' Digerakkan apa saja oleh TUHAN, kita katakan: 'Nanti saja.' Ini berbahaya! Kita bisa tertinggal. Kita harus secepat kilat. Tidak menunda-nunda waktu untuk melakukan apa yang digerakkan oleh TUHAN dalam hidup kita. Jangan berlambat-lambat dan menunda waktu, tetapi kita harus segera bertindak secepat kilat."

      Sudah setia dan berkobar, tetapi masih belum cukup. Harus ditambah dengan secepat kilat--tidak menunda-nunda waktu.
      Mengapa demikian?
      Sebab kita berlomba dengan waktu kedatangan Yesus kedua kali yang secepat kilat.

      Matius 24: 27
      24:27. Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.

      Kalau kita berlambat-lambat atau menunda waktu, kita akan tertinggal. TUHAN tolong kita semua.


    Inilah kekuatan api dari sorga.
    Kalau sudah tidak setia dan berkobar, berarti sudah tidak ada lagi api sorga. Bahaya, sebab hanya ada dua api yang kekal, yaitu api sorga dan api neraka. Kalau api sorganya sudah berkurang--tidak setia dan berkobar lagi--, berarti sudah dekat dengan api neraka ('Campakkanlah hamba yang jahat dan malas itu ke dalam kegelapan yang paling gelap--api neraka--!').

    Mari kita semua, baik usia tua maupun muda, kita tidak bergantung pada usia, tetapi ada apinya atau tidak. Kalau ada api dari sorga, kita tidak bergantung usia.

    "Saya sudah melihat dengan mata kepala sendiri, para hamba TUHAN yang sudah lanjut usia. Tetapi kalau apinya masih ada, tetap setia dan berkobar. Apalagi yang masih muda, secara logika seharusnya lebih bisa. Tetapi kalau tidak ada apinya, sekalipun masih muda, akan susah. Tidak bisa. Bergantung api dari sorga."

    Mari, yang pertama tadi: banyak mata. Kita memandang TUHAN lewat pembukaan firman, supaya pelayanan kita ssesuai dengan kehendak TUHAN. Kita melihat diri sendiri terus dan selalu menjaga kebenaran dan kesucian. Itu syarat melayani sorga. Jaga kebenaran dan kesucian, supaya hadirat TUHAN nyata, dan mata TUHAN selalu tertuju pada kita--Dia melawat kita semua.

    Yang kedua: tidak usah menoleh, artinya bisa bekerjasama. Kita bekerja bukan dengan kemampuan dan kehebatan. Boleh saja kalau mau les, tetapi jangan andalkan itu. Itu hanya sarana. Yang diandalkan adalah jabatan dan karunia dari TUHAN.
    Semakin suci, karunia semakin ditambahkan dan jabatan semakin ditetapkan.

    "Kami juga. Kalau gembala semakin disucikan, karunia sebagai gembala akan semakin ditambah dan jabatan semakin ditetapkan. Jemaat bisa merasakannya: 'Saya bisa makan.' Makin hari makin jelas. Begitu juga dengan pemain musik, makin hari makin jelas. Orang yang mendengar bisa semakin menikmati. Jangan andalkan lesnya. Gembala juga jangan andalkan pengalamannya. Saya sudah jadi gembala selama 21 tahun. Kalau di dunia, sudah diperhitungkan. Tetapi bukan dari itu. Harus tetap benar dan suci. Harus makin benar dan suci, supaya karunia semakin bertambah."

    Yang ketiga: tidak perlu berbalik. Artinya: maju terus apapun tantangan dan rintangannya. Kita angkat salib, artinya menyerah pada TUHAN--bergantung pada tangan kasih karunia TUHAN. Semua bisa diatasi dan diselesaikan oleh TUHAN.

    Yang keempat: dorongannya bukan emosi, ambisi, dan keinginan, tetapi api dari sorga. Kita bisa setia dan berkobar sampai garis akhir, bahkan sampai kekal, dan kita tidak berlambat-lambat atau menunda-nunda waktu--cepat. Kalau TUHAN gerakkan kita lewat firman dna Roh Kudus apapun bentuknya, cepat lakukan, jangan tunda-tunda waktu. Kalau menunda waktu, akan disabot oleh setan, dan kita tidak bisa lagi berbuat sesuatu. Kedatangan TUHAN begitu cepat dan kita akan ketinggalan. TUHAN tolong kita semua.


  5. Wahyu 4: 8-11
    4:8. Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."
    4:9. Dan setiap kali makhluk-makhluk itu
    mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
    4:10. maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan
    mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
    4:11. "Ya TUHAN dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

    Tanda ibadah pelayanan sistem takhta sorga yang kelima: disertai ucapan syukur dan penyembahan kepada TUHAN. Ini adalah puncak dari kegerakan rohani/ibadah pelayanan kita.
    Jangan mengomel atau bersungut-sungut! Itu bukan sistem sorga, tetapi sistem dunia.

    'Engkau layak menerima puji-pujian' = doa penyembahan kepada TUHAN, yaitu:


    • Kita mengaku hanya TUHAN layak ditingikan dan kita tidak layak. Kita mengaku bahwa kita hanya tanah liat yang banyak kekurangan dan kelemahan, tidak mampu apa-apa, tidak berharga apa-apa, dan hanya untuk diinjak-injak.

      "Sudah di ataspun, tanah liat jadi genting, satu waktu kalau bocor masih tetap saja diinjak-injak. Jangan sombong!"


    • Proses penyaliban daging/perobekan daging sehingga kita bisa mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu taat dengar-dengaran.
      Yesus taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib; kita, taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.

      Contohnya, Abraham ketika ia diperintah TUHAN untuk mempersembahkan Ishak. Kalau tidak taat, tidak akan bisa. Tetapi kalau daging tidak bersuara, hanya berkata: 'Ya, TUHAN.'

      Janda Sarfat berkata: 'Tepung dan minyak tinggal sedikit, untukku dan untuk anakku.' Tetapi Elia berkata: 'Buatlah untuk aku dulu--untuk hamba TUHAN; untuk pekerjaan TUHAN lebih dulu!' Kalau menggunakan suara daging atau logika, tidak akan bisa taat. Kalau daging tidak bersuara, baru bisa taat.
      Begitu juga dengan Yesus,. Menurut perasaan daging/logika, Ia tidak boleh dicambuk apalagi disalib, sebab Ia tidak berdosa. Tetapi karena ini kehendak TUHAN, sampai mati terkutuk di kayu salib, Dia rela.


    Ini yang menjadi pergumulan kita hari-hari ini. Kita bergumul supaya bisa taat sampai daging tidak bersuara.
    Matius 7: 21-23
    7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: TUHAN, TUHAN! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
    7:22. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: TUHAN, TUHAN, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
    7:23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

    'melakukan kehendak Bapa-Ku'= taat.
    Ukuran keberhasilan dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai masuk kerajaan sorga, bukan mujizat besar, jemaat banyak dan lain-lain, tetapi kita harus taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.
    Ini pergumulan kita hari-hari ini.
    Kita bisa taat kalau kita merasa seperti tanah liat.

    Tanah liat mau dibentuk menjadi apa saja, dia taat. Sampai dibantingpun, tidak ada tanah liat yang loncat sendiri. Tetap mau dibentuk, sesuai dengan kehendak TUHAN. Kalau kita masih merasa ada ijazah, kehebatan, kita tidak akan bisa taat. Kita harus bergumul. Kelihatannya gampang, tetapi kenyataan di alkitab banyak yang gagal. Banyak kali kita menyalahkan perintah TUHAN, kita mengatakan perintah TUHAN itu sulit. Padahal sebenarnya perintah TUHAN itu mudah. Isteri Lot, perintahnya hanya lari dan tidak boleh menoleh ke belakang. Gampang. Kalau disuruh lari sambil menoleh ke belakang, itu yang sulit. Perintahnya mudah tetapi gagal. Musa, diperintahkan oleh TUHAN untuk berkata pada gunung batu. Gampang, tetapi Musa tidak taat. Lebih mudah berkata pada gunung batu dari pada memukul gunung batu.

    Jadi, taat atau tidak, bukan bergantung kepada firmannya, tetapi diri sendiri. Jangan salahkan TUHAN! Jangan ikuti keinginan daging! Keinginan daging dan hawa nafsu daging harus diserahkan pada TUHAN, harus dirobek/disalibkan, supaya kita bisa taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.

    Taat dengar-dengaran sama dengan mengulurkan tangan kepada TUHAN dan TUHAN mengulurkan tangan-Nya kepada kita. Kita hidup dalam pelukan tangan TUHAN Gembala Agung yang penuh dengan anugerah yang besar. Luar biasa!
    Dipeluk artinya TUHAN sedang memperhatikan, mempedulikan dan bergumul untuk kita semua.
    Orang yang taat dibela oleh TUHAN.

    Kita bergumul supaya bisa taat, dan TUHAN juga bergumul untuk kita. Dalam menghadapi masalah, penyakit, pergumulan kita hanyalah mendengar firman dan bergumul supaya kita bisa taat. Kalau sudah dipeluk TUHAN, Dia memperhatikan dan mempedulikan keadaan dan kekurangan kita; TUHAN bergumul untuk kita.

    Hasilnya:


    • Yohanes 10: 27-28
      10:27. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
      10:28. dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka
      pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

      'mendengarkan suara-Ku'= taat dengar-dengaran.

      Hasil yang pertama: tangan anugerah TUHAN yang besar sanggup memberikan jaminan kepastian untuk memelihara hidup kita mulai sekarang di padang gurun dunia yang tandus, sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun, bahkan sampai hidup kekal.

      "Yang dibutuhkan domba hanya rumput, yang didapatkan dari gembalanya. Oleh sebab itu, jangan mengatakan domba hanya butuh rumput. Sekarang dia bisa mencari rumput sendiri, tetapi begitu hidup di padang gurun, mau cari rumput di mana? Kalau kebutuhan domba adalah gembala, maka gembala yang mencarikan rumput ke mana-mana. Mohon maaf, ijazah dan deposito belum pasti menjamin. Apalagi nanti saat zaman antikris, itu semua akan dibekukan. Kalau kita hidup dalam tangan TUHAN, ada jaminan kepastian."

      Kaum muda, mari taat sungguh-sungguh, itu jaminan kepastian hidup kita.


    • Hasil yang kedua: 'seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku'= tangan anugerah TUHAN sanggup memberikan jaminan kepastian untuk memberikan kemenangan kepada kita terhadap musuh-musuh yang jauh lebih kuat dari kita--menjadikan kita lebih dari pemenang--, sebab tangan anugerah TUHAN yang berperang ganti kita.

      Seperti Daud melawan Goliat, tidak mungkin menang. Tetapi karena tangan TUHAN yang berperang bagi Daud, maka Goliat dikalahkan.

      Tangan anugerah TUHAN memberikan kemenangan kepada kita terhadap musuh-musuh, artinya:


      1. Kita tidak tersandung, terjatuh, dan tersesat di akhir zaman, tetapi tetap mengikut dan melayani TUHAN sampai Ia datang.
      2. Segala masalah sampai yang mustahil diselesaikan oleh TUHAN.


      Mari, taat dengar-dengaran dan hidup dalam tangan Gembala Agung. Dia yang memperhatikan dan mempedulikan kita, sampai menyerahkan nyawa-Nya.


    • 1 Petrus 5: 4
      5:4. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

      Hasil yang ketiga: tangan Gembala Agung yang penuh dengan anugerah yang besar sanggup memberikan kita makhota kemuliaan yang tidak dapat layu pada saat kedatangan-Nya kedua kali.

      Istilah 'kemuliaan' sama dengan diangkat/dipermuliakan; kita diangkat/dipermuliakan.
      Artinya:


      1. Kita diangkat dari kegagalan, sehingga semua menjadi berhasil dan indah.
      2. Kita diangkat dari kejatuhan, dan semua dipulihkan oleh TUHAN, supaya kita bisa hidup benar dan suci.
        Daud sudah jatuh dengan Batsyeba, tetapi bisa dipulihkan kembali.

        Apapun keadaan kita malam ini, serahkan hidup dalam tangan TUHAN dan layani dengan sistem takhta sorga sampai yang terakhir yaitu taat dengar-dengaran. Kita mengulurkan tangan dan TUHAN ulurkan tangan kepada kita. Kita hidup dalam pelukan tangan anugrah TUHAN yang besar. Ada jaminan kepastian untuk pemeliharaan hidup, kemenangan atas musuh-musuh--kita tidak akan tersandung, terjatuh, dan tersesat, tetapi kita tetap mengikut melayani TUHAN sampai selama-lamanya. Dan kita juga menerima mahkota kemuliaan.

        Malam ini, apa keadaan kita, biar TUHAN tolong kita semua.


      3. Kita dipakai oleh TUHAN dalam kegerakan hujan akhir--pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
      4. Kita disucikan dan diubahkan sampai saat Yesus datang kedua kali, kita sempurna seperti Dia dan mendapat makhota mempelai.
        Kita layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai, kita bersama dengan Dia, sampai duduk di takhta bersama Dia selamanya.

Inilah rambu-rambu ibadah pelayanan yang benar/kegerakan rohani yang sesuai takhta sorga:

  1. Mata memandang TUHAN = kebenaran dan kesucian.
  2. Bekerjasama dengan karunia dan jabatan; tidak saling menghalangi.
  3. Maju terus/berangkat terus. Jangan mundur!
  4. Didorong oleh api; secepat kilat= setia dan berkobar-kobar.
  5. Taat dengar-dengaran.
    Kita mengulurkan tangan kepada TUHAN. Kita dipeluk oleh tangan TUHAN. Dia sedang memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk kita.

Kita bergumul untuk taat, TUHAN bergumul untuk kita semua, apapun keadaan kita.
Hamba TUHAN, pelayan TUHAN, dan anak TUHAN tidak dibiarkannya, tetapi Ia bergumul untuk kita semua.

Seorang diri di kayu salib, Yesus berseru: 'Sudah selesai!' Semua dipergumulkan oleh Dia. Kita seorang diri juga berserah kepada Dia. Kalau tidak ada yang mau tahu kepada kita, itulah kesempatan untuk kita seorang diri bersama TUHAN. Kita menyerah dan taat dengar-dengaran pada TUHAN. Biar Dia yang mengulurkan tangan dan bergumul untuk kita. Tunjukkan segala pergmulan kita kepada TUHAN! Kaum muda, serahkan semua kepada UTHAN!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top