English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 16 Maret 2010 (Selasa Pagi)
Keluaran 17-18 dalam Tabernakel menunjuk pada Pelita Emas, yaitu Roh Kudus dengan segala...

Ibadah Doa Malang, 20 Juni 2017 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 23 Oktober 2010 (Sabtu Sore)
Markus 15 -> 7 percikan darah, sengsara Yesus untuk menyelamatkan gereja Tuhan, untuk memberkati, dengan jalan mati...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Oktober 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 36-46= GETSEMANI.
'Getsemane'= tempat pemerasan.
Di taman Getsemani, Yesus mengalami pemerasan daging (sengsara daging tanpa dosa= percikan darah).
Di akhir jaman, gereja Tuhan juga harus mengalami...

Ibadah Raya Malang, 02 Desember 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:1-5
8:1 Dan ketika Anak...

Ibadah Doa Malang, 08 November 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:30-35 tentang PERINGATAN KEPADA PETRUS, terutama tentang penggembalaan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 April 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 18-21 (kita baca ayat 18-19) => perumpamaan tentang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 April 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:18-29 tentang sidang jemaat di Tiatira.

Wahyu 2:26-29

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Februari 2011 (Kamis Sore)
Matius 26 adalah tentang buli-buli emas berisi manna.

Ibrani 9:4
9:4 Di situ...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 26 Agustus 2018 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang,...

Ibadah Raya Malang, 01 Mei 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:1
4:1 Kemudian dari pada itu aku...

Ibadah Doa Surabaya, 01 September 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 20 Juli 2017 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita belajar tentang Pintu Kemah.
Keluaran 26:36-37...

Ibadah Doa Surabaya, 23 Desember 2009 (Rabu Sore)
Matius 23: 43-44
Kita harus berjaga-jaga supaya tidak masuk dalam api penghukuman Tuhan. Disini, yang...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Persekutuan II di Tentena-Poso, 24 September 2014 (Rabu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita melanjutkan tema didalam Markus 13: 29b= 'Waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu'.
Markus 13: 29
13:29 Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.

'waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu', artinya: waktu kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga di awan-awan permai sudah dekat (sudah tidak lama lagi).
Kita harus mempersiapkan diri dalam waktu yang sudah dekat ini untuk bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga supaya kita bisa bersama dengan Dia selama-lamanya dan masuk ke Yerusalem Baru (kerajaan surga yang kekal).

Apa yang harus dipersiapkan pada waktu yang sangat singkat ini (waktu yang sudah dekat)?
1 Korintus 7: 29-32
7:29 Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;
7:30 dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;
7:31 pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.
7:32 Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.

'waktu telah singkat' = waktu kedatangan Tuhan sudah dekat
'orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri '= ini maksudnya bukan diceraikan, tetapi kita tidak boleh diikat/dipengaruhi oleh istri sampai hubungan dengan Tuhan tidak baik.
'orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis '= jangan dipengaruhi oleh tangisan sampai kita putus asa.
'orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira '= jangan dipengaruhi kegembiraan sampai kita lupa Tuhan.
'orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli'= boleh membeli sesuatu, tetapi tidak boleh terikat oleh barang yang dibeli sampai jauh dari Tuhan.

Jadi, yang harus dipersiapkan adalah (ay. 32) hidup tanpa kekuatiran= perasaan daging harus dipersiapkan supaya kita hidup tanpa kekuatiran.
Kekuatiran adalah ketakutan akan sesuatu yang belum terjadi. Ini lawan dari Firman nubuat. Firman nubuat memberitakan sesuatu yang belum terjadi tetapi pasti terjadi.
Contoh kekuatiran: 'kalau saya tutup toko dan datang kebaktian, nanti pelanggan datang kepada orang lain dan sebagainya.'
Kekuatiran ini merupakan sifat tabiat dari bangsa kafir.

Matius 6: 25, 31-32, 34
6:25. "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
6:31 Sebab
itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

'bangsa yang tidak mengenal Allah'= bangsa kafir.

Ada 3 macam kekuatiran:

  1. kuatir akan kehidupan sehari-hari (apa yang dimakan, diminum dan dipakai),
  2. ay. 34: 'janganlah kamu kuatir akan hari besok' = kuatir akan masa depan,
  3. Lukas 21: 25-27
    21:25 "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
    21:26
    Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
    21:27 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.

    'bangsa-bangsa akan takut' = kekuatiran.
    ay. 27 = kedatangan Tuhan yang ke dua kali = Markus 13: 29b.

    ay. 25-26= kuatir/takut menghadapi kegoncangan-kegoncangan di bumi atau menghadapi krisis/pencobaan di segala bidang di dunia ini yang mengakibatkan kematian tubuh.
    Kalau kita banyak cemas/kuatir, hormon dalam tubuh bekerja dengan tidak baik dan membawa kematian secara tubuh. Tetapi lebih dari itu, kekuatiran bisa menyebabkan kematian rohani (kering rohani/mati rohani).
    Contoh kering rohani: mungkin berdoa sudah tidak bisa lagi, malas baca Firman dan sebagainya.

    Kematian rohani inilah yang membawa pada kematian kedua (neraka selama-lamanya).

Inilah yang harus kita persiapkan (perasaan daging harus dipersiapkan), yaitu supaya kita tidak hidup dalam kekuatiran.

Lukas 10: 40-41
10:40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
10:41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,

Kekuatiran ini bukan hanya melanda orang-orang diluar Tuhan, tetapi justru melanda hamba Tuhan, pelayan Tuhan dan anak Tuhan.
'Marta'= gambaran dari pelayan tuhan.
Sebagai contohnya adalah Marta melayani Tuhan tetapi dalam kekuatiran.

Kuatir adalah gejala tidak menempatkan Yesus sebagai kepala, tetapi menempatkan diri sendiri sebagai kepala.
Marta berkata kepada Tuhan 'suruhlah Maria membantu aku'. Padahal, dalam kitab Kejadian, wanita adalah penolong laki-laki.
Jadi, disini, Marta mau menempatkan diri sebagai kepala.
Kalau hamba Tuhan mau menempatkan diri sebagai kepala, ia akan kuatir, begitu juga dengan wanita. Jika seorang wanita menempatkan dirinya sebagai kepala atas laki-laki, maka akan terjadi kekuatiran dan duri-duri.

Matius 6: 33
6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Ini yang benar, yaitu kalau tidak kuatir, kita bisa mencari kerajaan Surga lebih dulu. Kalau kuatir adalah kebalikannya.

Praktik pelayan Tuhan yang kuatir:

  1. tidak bisa mengutamakan Tuhan/kerajaan Surga= tidak setia bahkan tinggalkan ibadah pelayanan.
    Seringkali, kita banyak mengurus perkara-perkara dunia sampai ibadah pelayanan terbengkalai. Saudara yang melayani Tuhan, tetapi bukan fulltimer (masih bekerja di dunia) perhatikan juga hal ini!

    Terlebih lagi sebagai hamba Tuhan sepenuh (fulltimer), jika tidak setia dalam ibadah pelayanan, ini berarti sudah gawat! Contoh: karena kuatir yang di dunia, kita mengejar perkara dunia sampai tidak setia lagi sebagai gembala.


  2. 'utamakan Surga dan kebenarannya' (kalau tidak kuatir, kita bisa hidup benar). Jadi kalau kuatir, berarti tidak bisa hidup dalam kebenaran, termasuk tidak bisa melayani dengan benar (tidak ada tahbisan yang benar).


  3. Lukas 10: 41
    10:41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,

    'menyusahkan diri dengan banyak perkara'= hidup dalam suasana duri (kutukan)= suasana kesusahan, kepedihan, air mata sampai stress (duri sudah menancap di kepala) yang bisa membuat gila dan sebagainya.

    Sekarang, banyak hamba Tuhan yang stress. Kaum muda juga banyak stress karena terlalu banyak kekuatiran.
    Sebenarnya, kita tidak perlu lagi stress, karena Yesus sudah dimahkotai duri. Duri-duri sudah menancap di kepala Yesus, berarti segala duri, stress sudah ditanggung oleh Yesus.
    Seharusnya, kita bisa berbahagia di dalam Tuhan, bukan lagi mengalami stress.

Keadaan hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang kuatir:
Amsal 12: 25
12:25. Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

Kuatir= bungkuk.
Jadi, keadaan hamba Tuhan/pelayan Tuhan/anak Tuhan yang kuatir adalah seperti perempuan bungkuk 18 tahun di Bait Allah.

Lukas 13: 10-11
13:10. Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
13:11 Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.

Perempuan bungkuk 18 tahun di Bait Allah= gambaran dari hamba Tuhan/pelayan Tuhan/anak Tuhan yang bungkuk secara rohani (cacat rohani, tidak bisa sempurna), sehingga tidak bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali (ketinggalan saat Yesus datang ke dua kali) dan binasa selama-lamanya.

Mengapa terjadi cacat rohani di Bait Allah? Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, perempuan yang bungkuk 18 tahun bisa disembuhkan (ada di ayat-ayat selanjutnya). Ini berarti, sebelumnya tidak ada Firman pengajaran di Bait Allah.
Jadi, cacat rohani terjadi di Bait Allah, sebab di dalam Bait Allah tidak ada Firman pengajaran benar (Firman nubuat). Inilah yang bisa melawan kekuatiran. Kalau kita mendengarkan Firman nubuat yang mengungkapkan segala sesuatu yang akan terjadi, maka kita tidak akan kuatir lagi (sebab kita sudah tahu apa yang akan terjadi).
Tanpa firman pengajaran benar, Bait Allah hanya diisi oleh orang bungkuk.

Kesaksian:
'Berada di Bait Allah ini berarti sudah selamat. Dulu saya pergi ke kuburan untuk mencari keselamatan, tetapi akhirnya bisa masuk ke Bait Allah."

Jika sudah berada di Bait Allah, tetapi menjadi bungkuk, ini percuma saja, sebab saat Yesus datang, ia akan ketinggalan. Oleh sebab itu Firman penginjilan (keselamatan) harus ditingkatkan menjadi Firman pengajaran. Tugas dan tanggung jawab seorang gembala adalah harus memberitakan Firman pengajaran yang bisa mencegah terjadinya kekuatiran.
Tadi sudah dijelaskan, kuatir adalah takut kepada sesuatu yang belum terjadi, sedangkan Firman nubuat itu mengungkapkan sesuatu yang belum terjadi dan pasti terjadi. Ini sudah cocok, Firman nubuatlah yang bisa menghilangkan kekuatiran.

Tadi, salah satu praktik kekuatiran adalah tidak bisa hidup benar.
Contoh: ada toko lain yang menjual barang palsu tetapi dibilang asli dengan harga lebih murah. Karena kuatir barang dagangannya tidak laku dan tidak bisa makan, akhirnya malah ikut-ikut menjual barang palsu tetapi dibilang asli. Ini berarti tidak bisa hidup benar.

Praktik bungkuk rohani:

  1. Lukas 13: 15-16
    13:15 Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?
    13:16
    Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"

    ay. 15 = waktu itu Yesus mau menyembuhkan pada hari Sabat, mereka marah. Lalu Tuhan bilang 'mengapa lembu dan keledai pada hari Sabat diberi minum, semestinya pada hari Sabat tidak boleh bekerja, jadi lembu dan kambing juga tidak boleh diberi minum'.

    ay. 16 = jika lembu saja pada hari Sabat diberi minum, terlebih lagi perempuan ini. Selama perempuan ini diikat oleh iblis, ia seperti lembu yang tidak diberi minum. Jadi, ia harus dilepaskan seperti lembu yang diberi minum.

    Praktik bungkuk rohani yang pertama: haus, tidak mengalami kepuasan, kering rohani, seperti lembu dan keledai yang tidak diberi minum karena diikat oleh iblis. Perempuan yang 18 tahun diikat oleh iblis ini tidak bisa minum.

    Hamba Tuhan, pelayan Tuhan, anak Tuhan yang kering rohani bisa dideteksi dari perkataannya yang kering= perkataan sia-sia, dusta, gosip yang tidak benar, fitnah, perkataan yang tidak menjadi berkat bagi orang lain dan lain-lain.

    Kalau kering, jangan ikut-ikut! Kalau kita ikut-ikut, justru akan terbakar.
    Hati-hati bangsa kafir! Jika dalam ibadah pelayanan, bangsa kafir tidak mengalami kepuasan rohani, pasti mencari kepuasan semu di dunia, sehingga menjadi sama seperti perempuan Samaria yang haus terus. Perempuan Samaria ini sudah kawin cerai 5 kali tetapi tetap tidak puas dan akhirnya lari pada:


    • dosa makan minum = merokok, mabuk, narkoba.
    • dosa kawin mengawinkan = dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks (homoseks, lesbian, seks kepada diri sendiri), sampai nikah yang salah (kawin campur, kawin cerai, kawin mengawinkan/seks bebas).


    Ini yang berbahaya. Kalau ibadah tidak puas, semuanya tidak akan puas.
    Atau, kalau ibadahnya kering, kepuasan semu dari dunia dimasukkan ke dalam rumah Tuhan.

    Kesaksian:
    "dulu, saya masih menjadi guru di sekolah biasa. Kemudian kami mengadakan kebaktian di lapangan basket dan murid saya yang memimpin pujian berkata 'ayo..kalau di diskotik, kita bisa loncat-loncat, di sini juga loncat-loncat'. Ini sudah sama dengan yang di diskotik. Saya sampai terkejut, karena rumah Tuhan dijadikan diskotik. Inilah sekarang, kepuasan semu dimasukkan dalam gereja, sepertinya puas, padahal kering."

    Kalau kepuasan dunia masuk dalam Bait Allah, akibatnya: pelayan Tuhan menjadi sama seperti pelayan duniawi.

    Kepuasan sejati hanya ada dalam Firman pengajaran yang benar. Inilah pintu untuk mendapatkan kebahagiaan (pintu kepuasan sejati). Di dalam kitab Wahyu, ada 7 kebahagiaan (angka 7 menunjuk pada kesempurnaan) dan dimulai dari 'berbahagialah orang yang membaca dan mendengar kata-kata nubuat' (Wahyu 1).


  2. Lukas 13: 13
    13:13 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.

    Kalau bungkuk rohani karena kuatir, tidak bisa mencapai awan-awan permai, tidak bisa menyambut kedatangan Yesus di awan-awan permai.

    Praktik bungkuk rohani yang kedua: tidak dapat memuliakan Tuhan. Selama ini, perempuan yang bungkuk tidak bisa memuliakan Allah. Setelah Yesus mengajar, perempuan ini bisa disembuhkan dan barulah ia bisa memuliakan Tuhan.

    Jadi, pengajaran sama dengan jamahan tangan Tuhan yang menyembuhkan bungkuk.

    Tidak dapat memuliakan Tuhan, artinya: hanya menghasilkan:


    • perbuatan-perbuatan yang memilukan hati Tuhan. Seperti jaman Nuh, manusia melakukan perbuatan yang memilukan hati Tuhan dengan dosa makan minum dan kawin mengawinkan, sehingga manusia dihukum dengan air bah.


    • perbuatan-perbuatan yang memedihkan orang tua. Seperti Esau yang mengambil istri dari orang Het, sehingga memedihkan hati Yakub.
      Hati-hati! Jangan sampai anak-anak memilukan Tuhan.
      Kalau sudah memilukan Tuhan, pasti memedihkan orang tua.


    • perbuatan-perbuatan yang membuat gembala berkeluh kesah.
      Kalau anak hamba Tuhan bisa triple: bisa memilukan Tuhan, memedihkan orang tua dan membuat keluh kesah gembala. Gembalanya ini sekaligus orang tuanya.

      Sebab itu, anak hamba Tuhan harus menanggung hukuman yang berat kalau memedihkan orang tuanya sendiri yang juga membuat gembala berkeluh kesah.

      Kalau ada anak muda yang memilukan hati Tuhan, gembala yang benar pasti akan berkeluh kesah, terlebih lagi jika anak muda tersebut adalah anaknya sendiri, akan menjadi keluh kesah ditambah dengan pedih.


    Sebaliknya, kalau kita bisa memuliakan Tuhan, membuat hati orang tua senang, membuat hati gembala gembira untuk menaikkan doa (triple juga), kita juga mendapatkan berkat berlipat ganda dari Tuhan.


  3. 2 Timotius 3: 1-5
    3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
    3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri
    (1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
    3:3 tidak tahu mengasihi
    (9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
    3:4 suka mengkhianat
    (15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
    3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!


    Praktik bungkuk rohani yang ketiga: tidak mengalami keubahan hidup= tetap mempertahankan manusia daging dengan 18 sifat tabiat daging (tadi perempuan bungkuk selama 18 tahun). Kalau tidak ada pengajaran, keluar masuk tempat ibadah tidak berubah hidupnya.

    'masa-masa yang sukar'= terutama kesukaran untuk berubah dari manusia daging menjadi manusia rohani. Sudah masuk dalam Bait Allah pun tetap tidak bisa berubah. Inilah kesukaran di akhir zaman yang melebihi kesukaran di bidang ekonomi dan sebagainya.

    'Manusia akan mencintai dirinya sendiri' = egois. Hati-hati kalau sudah egois, akan menjadi hamba uang.
    'mereka akan menjadi pemfitnah' = yang benar jadi salah, yang salah jadi benar.
    'mereka akan berontak terhadap orang tua' = anak yang memberontak kepada orang tua itu sukar berubah. Sudah menjadi aktivis di gereja, aktivis di kampus, aktivis di persekutuan doa, tetapi di rumah memberotak kepada orang tua.

    'tidak mempedulikan agama'= ini bukan berarti atheis, tetapi mencampur adukan agama dan mempelajari agama-agama lain. Ini sudah terlalu keduniawian dan berkhianat kepada Tuhan.

    Kesaksian:
    "suatu waktu, keponakan saya di Unair Surabaya mendapat pelajaran agama dan disuruh membuat tugas untuk membandingkan agama satu dengan agama yang lainnya. Lalu dia bertanya kepada saya sebagai gembalanya dan saya katakan 'tidak usah dikerjakan, kalau dia marah dan dikasih nilai merah, panggil saya. Ini pelajaran agama Kristen, tetapi disuruh belajar agama lain, apa itu maksudnya? Saya sebagai gembala kamu, tidak memperbolehkan'. Bilang saja apa adanya 'gembala saya tidak menyetujui dalam hal ini, saya belajar agama Kristen dan tidak belajar agama lain'. Akhirnya, dia tidak dipanggil dan nilainya tetap baik. Saya tegaskan, jangan berkhianat kepada Tuhan dan jangan merasa kuat."
    "Kita ingat, ada seorang beragama lain, dia mempelajari agama Kristen untuk menghantam orang Kristen, tetapi akhirnya dia malah menjadi orang Kristen. Dia menjadi seorang penginjil yang terkenal di Indonesia. Jangan-jangan ada hamba Tuhan belajar agama lain dan menjadi seperti ini. Sekalipun masih menjadi seorang Pendeta, tetapi isinya menjadi seperti yang dia pelajari. Kita harus bersikap tegas, sebab hari-hari ini sudah sukar."

    'lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Tuhan'= tidak taat. Firman bilang A, hawa nafsu bilang B, dia melakukan B.

    Tidak taat, contohnya: Herodes yang mengikuti hawa nafsunya. Ia ingin istri orang lain, tetapi Yohanes Pembaptis menegor dia, akhirnya dia tetap mengambil istri orang lain tersebut.

    ay. 5= mereka ini beribadah, tetapi menolak kuasa ibadah. Kuasa ibadah adalah Firman pengajaran benar (setelah Yesus mengajar, perempuan yang bungkuk langsung sembuh).
    Inilah ibadah secara jasmaniah saja. Ibadah tanpa pengajaran benar adalah ibadah secara ceremonial saja, sehingga hatinya tidak pernah disentuh oleh Tuhan.
    Contoh: Perut hati Yudas tidak pernah disentuh oleh pengajaran yang benar.

    Kalau datang beribadah, berfellowship tanpa pengajaran yang benar, ini ibadah secara jasmani saja dan menjadi sia-sia, sebab hati tidak pernah disentuh oleh Tuhan (pengajaran yang benar).

    Jika perut hati tidak pernah disentuh oleh pengajaran yang benar seperti Yudas, akibatnya adalah hidupnya tidak pernah berubah, tetap mempertahankan 18 sifat tabiat daging, sehingga dicap 666 (angka 18) = menjadi sama dengan antikris.

    Yang kita pelajari dari cap 666 adalah tanda-tandanya di Alkitab (ada 18 sifat tabiat daging sebagai tanda-tandanya). Lebih baik kita percaya Alkitab dari pada yang lainnya.

    Sangat ironis, ada di Bait Allah, tetapi menjadi sama dengan antikris, bukan menjadi sama dengan Tuhan. Inilah pengaruh dari kekuatiran. Kedatangan Tuhan sudah dekat, persiapkan perasaan kita supaya jangan hidup dalam kekuatiran.

Jalan keluarnya supaya kita hidup tanpa kekuatiran:
Matius 6: 26-30
6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
6:29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

ay. 26 = burung yang tidak menabur menuai diberi makan oleh Tuhan, terlebih lagi hamba Tuhan yang berada di rumah Tuhan pasti dipelihara oleh Tuhan. Saat kita mulai kuatir (soal makanan), pandang burung lebih dulu.
ay. 28-29 = soal pakaian, kita belajar pada bunga bakung.
ay. 30 = kalau rumput kering saja didandani oleh Tuhan, apalagi kita hamba Tuhan, anak Tuhan.

Jadi, jalan keluar supaya kita tidak kuatir adalah Tuhan menunjukan 3 hal supaya kita bisa belajar percaya dan mempercayakan diri kepada Tuhan:

  1. pelajaran pertama: 'burung di langit tidak menabur dan tidak menuai, tetapi diberi makan oleh Bapa di Surga' (Matius 6: 26). Kita hamba Tuhan/pelayan Tuhan/anak Tuhan (berada di rumah Tuhan) lebih dari burung di langit.
    Artinya (secara rohani): kita harus masuk dalam kegiatan menabur dan menuai secara rohani, yaitu penaburan benih Firman pengajaran yang benar.

    Syarat menabur benih Firman Allah:


    • Imamat 19: 19
      19:19. Kamu harus berpegang kepada ketetapan-Ku. Janganlah kawinkan dua jenis ternak dan janganlah taburi ladangmu dengan dua jenis benih, dan janganlah pakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan.

      Syarat pertama: benihnya harus benar, yaitu harus satu benih= satu Firman pengajaran benar.

      Firman pengajaran benar yaitu


      1. Firman yang tertulis di Alkitab, bukan di buku-buku lain. Sebenarnya pengajarannya ini satu saja, sebab Alkitabnya di seluruh dunia hanya satu.
        Dalam berkhotbah, biarlah kita menaburi ladang Tuhan dengan satu benih saja yang tertulis di Alkitab.
        Kalau pengetahuan dunia atau lainnya (lawakan-lawakan) dimasukan dalam khotbah, itulah yang membuat kita tidak satu benih lagi. Tetapi kalau kita membaca Alkitab dan percaya, kita bisa satu benih.
        Alkitab jangan ditambah dan dikurangi!


      2. Firman yang diwahyukan/diilhamkan oleh Tuhan, dibukakan rahasianya oleh Tuhan, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab.


      3. 2 Korintus 2: 17
        2:17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

        Yang ketiga: Firman yang diberitakan dengan murni, tidak untuk mencari keuntungan jasmani (uang, kedudukan dan sebagainya).


      4. Firman yang dipraktikkan. Kalau tidak dipraktikan, berarti itu pengajaran palsu.
        Contoh: berkhotbah/mengajarkan tentang perpuluhan, tetapi dia sendiri tidak perpuluhan atau yang mendengar firman tidak praktik firman. Ini palsu!
        Seringkali, kita memalsukan yang benar, karena kita sudah memberitakan yang benar, tetapi tidak mempraktikannya.


    • syarat kedua: tanah hati yang baik, yaitu rendah hati dan lemah lembut, sehingga bisa menerima benih Firman pengajaran yang benar.
      Kalau tanah hatinya keras, tidak akan bisa ditaburi benih.


    Dimana kita bisa melakukan kegiatan menabur menuai Firman Pengajaran?
    Kegiatan menabur dan menuai dalam tabernakel ditunjukkan dengan alat Meja Roti Sajian.
    Dulu, kalau bangsa Israel beribadah kepada Tuhan alat ini harus ada.
    Meja Roti Sajian ini terdiri dari 12 roti yang disusun menjadi 2 susun, masing-masing 6 roti= 66= Alkitab. Jadi, kita tidak usah membuat meja terbuat dari kayu penaga, kemudian dilapis dengan emas murni luar dalam dan sebagainya.

    Sekarang dalam arti rohani, ini menunjuk pada ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.

    Mengapa disebut ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci?
    ROTI= menunjuk pada Firman dan tubuh Kristus.

    Kesaksian:
    "Dulu ada seorang Profesor Doctor dokter Spesialis bertanya kepada saya, 'roti itu menunjuk Firman pengajaran dan tubuh Kristus, saya bisa terima, tetapi darahnya dari mana?' Kalau saya jawab dari lain-lain, bisa kalah saya, sebab bukunya banyak (Alkitabnya dari beberapa bahasa, bahkan ada yang bahasa aslinya). Akhirnya, saya jawab dari Alkitab. Jadi firman harus diterangkan dengan ayat-ayat (ayat menerangkan ayat). Saat saya menunjukkan ayat dalam Keluaran 25: 29, ada korban curahan dari anggur yang menunjuk darah Yesus, beliau berkata 'saya terima' dan saya langsung dipeluk.
    Kalau ayat-ayat dari Alkitab, tidak perlu lagi diperdebatkan. Kalau buku-buku di dunia perlu diperdebatkan dan didiskusikan, sebab belum tentu benar. Kalau ayat dalam Alkitab yang sudah pasti benar, mengapa didiskusikan? Tinggal diterima saja. Kalau selama hidup dalam mengikut Yesus belum percaya kebenaran Alkitab, bagaimana kita bisa hidup benar dan menjadi sempurna? Kita harus yakin, kalau Alkitab itu benar, menyucikan dan menyempurnakan."

    Keluaran 25: 29
    25:29 Haruslah engkau membuat pinggannya, cawannya, kendinya dan pialanya, yang dipakai untuk persembahan curahan; haruslah engkau membuat semuanya itu dari emas murni

    = ada kendi untuk persembahan curahan. Korban curahan itu dari anggur.
    Meja Roti Sajian adalah satu-satunya alat yang memiliki korban curahan (ANGGUR= darah Yesus).
    Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci= persekutuan dengan Anak Allah (Yesus) sebagai roti kehidupan.

    Dulu di padang gurun, bangsa Israel menerima manna dari surga. Sekarang kita, dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, Yesus sedang mencurahkan manna dari Surga secara berkelimpahan untuk memelihara kerohanian kita supaya:


    • kita tidak jatuh pada masa kelaparan.
    • Firman pengajaran mendarah daging dalam kehidupan kita = menjadi tabiat dalam kehidupan kita.


    Jika Tuhan mampu memelihara kerohanian kita dengan roti surga, Tuhan pasti mampu memelihara kehidupan jasmani kita secara berkelimpahan sampai mengucap syukur.
    Kami gembala-gembala, hamba Tuhan sepenuhnya, tidak hidup dari sidang jemaat, tetapi hidup dari roti kehidupan. Demikian juga sidang jemaat yang punya gaji, toko, kebun, itu semuanya hanya sarana saja dan kita tidak hidup dari hal itu, melainkan hidup dari roti kehidupan.

    Kesaksian:
    "ada seorang jemaat yang bekerja sebagai pegawai negeri dalam keuangan mulai tahun 85 (tingkatnya tinggi) dan gajinya 2 digit dalam juta (kalau di Indonesia ini termasuk besar). Waktu saya katakan 'jemaat tidak hidup dari gaji, itu semuanya hanya sarana saja', Ia marah, karena ia menerima gaji 2 digit dalam juta setiap bulannya. Dia katakan, 'masa saya dibilang tidak hidup dari gaji, lalu hidup darimana itu?' Sebentar lagi ada kejadian, gajinya dipotong sampai nol, bahkan minus. Setelah itu, dia menjual tahu naik sepeda, tetapi sulit mencari uang Rp 500. Akhirnya, ia tidak tahan, lalu menghadap saya 'saya minta ampun dan mengaku bahwa saya sudah melawan Firman'. Saya doakan dan ia mulai dipulihkan oleh Tuhan. Jangan main-main, sebab hidup kita dari roti kehidupan surga."

    Kita harus masuk kegiatan menabur dan menuai (ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci), sampai kehidupan rohani kita dipelihara oleh Tuhan dan tabiat Yesus ada dalam diri kita.
    Sebab itu, kalau kita menerima gaji 2 digit dalam juta atau toko kita laris, jangan malah sombong, tetapi mengakui bahwa itu semuanya dari Tuhan.


  2. pelajaran kedua: 'bunga bakung di ladang tidak dapat menenun dan memintal tetapi pakaiannya lebih indah dari Salomo dalam kemegahannya' (Matius 6: 28-29).

    Pada jaman Salomo dalam kemegahannya, perak sudah seperti batu-batu, karena emasnya banyak sekali, tetapi pakaiannya yang paling indah masih kalah dengan bunga bakung.
    Kita lebih dari bunga bakung (berarti kita lebih dari Salomo).
    Artinya: kita harus masuk kegiatan menenun dan memintal secara rohani untuk mendapatkan pakaian yang indah (lebih dari pakaiannya Salomo secara jasmani).

    Dimana kita bisa melakukan kegiatan menenun dan memintal secara rohani untuk mendapatkan pakaian yang indah?
    Kegiatan menenun dan memintal pakaian yang indah ini ditunjukkan dengan alat Pelita Emas dalam tabernakel.
    Dulu, memang harus membuat emas 34 kg.
    Sekarang dalam arti rohani, ini menunjuk pada ketekunan dalam Ibadah Raya (kebaktian umum) atau Ibadah Persekutuan yang benar (berdasarkan pengajaran yang benar sebagai pokoknya)= persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapanNya dan karunia-karuniaNya. Di dalam pelita emas ada minyaknya, itu menunjuk pada minyak urapan Roh Kudus.

    Lewat ibadah ini, Roh Kudus menolong/mendorong kita semua untuk:


    • memberikan karunia-karunia Roh Kudus supaya kita bisa melayani Tuhan.
      Karunia Roh Kudus adalah kemampuan ajaib dari Roh Kudus. Kalau ada karunia Roh Kudus, maka ada jabatan pelayanan. Karunia dan jabatan ini menjadi satu.
      Contoh: kalau saudara bisa bermain gitar, lalu berdoa dan tekun main gitar terus, rajin dan setia dalam kebaktian umum (termasuk kebaktian persekutuan), maka akan menjadi karunia. Kalau sudah menjadi karunia Roh Kudus, maka ditahbiskan dalam jabatan pemain musik.
      Karunia Roh Kudus dan jabatan pelayanan sama dengan pakaian indah atau jubah maha indah (seperti yang dimiliki Yusuf) yang lebih indah dari pakaian Salomo secara jasmani.

      Mungkin jabatan kita hanya pembersih gereja, tetapi tidak masalah, karena semua jabatan pelayanan sama mulia di hadapan Tuhan. Yang penting, kita melayani sesuai dengan karunia Roh Kudus dan jabatan pelayanan.


    • tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir (sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan Yesus datang ke dua kali).
      Jangan berhenti di tengah-tengah, nanti nasibnya seperti Yudas!
      Kalau kita sudah punya pakaian indah, antikris yang bagaikan binatang buas dengan cakar beruang berusaha untuk merobek pakaian kita sampai telanjang.
      Pakaian dirobek saat kita mulai tidak setia.
      Dan menjadi telanjang saat kita tinggalkan ibadah pelayanan.
      Yudas bukan hanya pakaiannya yang dicakar (telanjang), bahkan sampai dirobek perutnya dan hidupnya benar-benar hancur, tidak indah sama sekali.

      Disinilah bisa dibedakan: kalau kita melayani dengan kemampuan daging, semakin tua akan semakin loyo. Kalau melayani dengan urapan Roh Kudus, semakin tua, semakin setia berkobar-kobar dan semakin indah pakaian itu sampai satu waktu menjadi pakaian mempelai (mempelai wanita Tuhan yang tidak tertandingi oleh apapun).
      Tidak ada kata pensiun kalau melayani Tuhan dengan urapan Roh Kudus dan kalau diijinkan Tuhan meninggal dunia, pakaiannya sudah menjadi pakaian putih berkilau-kilau.

      "Kami diberi teladan oleh guru-guru kami, gembala kami, sesepuh-sesepuh yang setia dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir. Semoga garis akhir kita yaitu sampai dengan Tuhan Yesus datang ke dua kali. Kita boleh berdoa demikian, tetapi tidak boleh memaksa Tuhan."


    Persekutuan yang benar (bedasarkan Firman pengajaran yang benar) adalah tempat persemaian yang subur bagi karunia-karunia Roh Kudus.

    Contoh: jika gembala setia dalam persekutuan yang benar, maka kotbahnya akan menjadi semakin maju dan jemaat bisa lebih mengerti Firman.

    Kesaksian:
    "satu waktu ada gembala bersaksi. Dia datang satu kali dalam ibadah persekutuan. Setelah pulang kebaktian persekutuan, jemaatnya berkata "Om, kalau ada persekutuan seperti ini lagi, kami mau urunan supaya Om bisa datang ke persekutuan naik pesawat, Om harus datang". Jemaatnya menjadi senang, karena cara penyampaian firman dari gembalanya sudah berbeda dan sudah lebih bisa dimengerti. Inilah karunia semakin ditambah-tambahkan."

    Kalau mengikuti persekutuan yang kering (tanpa Firman pengajaran yang benar), karunia akan diambil oleh Tuhan.
    Jangan main-main dalam persekutuan yang benar!
    Panitia dan pembicara harus bertanggung jawab. Kalau pembicara tidak bicara tentang firman dan pembukaan firman, sedangkan panitia hanya untuk mencari keuntungan, itu menjadi hutang darah yang tidak bisa dibayar oleh apapun sampai ke dalam neraka.

    Kesaksian:
    "saya juga menikmati. Saya pernah membaca buku Bpk. Pdt. van Gessel. Salah satu yang saya tulis di hati adalah 'persekutuan yang benar adalah tempat persemaian yang subur bagi karunia-karunia Roh Kudus'. Saya mengalami. Dulu, persekutuan semacam ini, saya yang bertugas mengangkat barang-barang ke kapal, ke pesawat, membenahi gedung, membawa tasnya Pendeta dan sebagainya. Kalau setia, akan ditambah-tambah karunianya, saya menjadi pemimpin pujian. Terus ditambah lagi, saya berkotbah di kaum muda. Lalu karunia ditambahkan lagi, saya berkotbah di kebaktian umum sampai sekarang ini."

    Kalau ada pakaian indah, pertahankan sampai garis akhir dan menjadi pakaian putih berkilau-kilauan.


  3. pelajaran yang ketiga: 'belajar pada rumput kering di ladang yang tidak bisa berdandan, tetapi dihiasi oleh Tuhan' (Matius 6: 30).
    Kita lebih dari rumput kering.
    Artinya: kita harus masuk dalam kegiatan berdandan/berhias secara rohani.

    Rasul Petrus juga mengajar tentang perhiasan secara jasmani, tetapi jangan terlalu berlebihan.
    Kegiatan ini menunjuk pada alat Mezbah Dupa Emas.
    Sekarang, ini menunjuk pada ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.

    Dalam doa penyembahan, kita berdandan secara rohani.

    Kesaksian:
    "ini pesan dari Opa Totaijs, menantu dari Opa van Gessel. Saya sebutkan ini supaya kita mengingat-ingat orang yang dipakai oleh Tuhan dan doakan juga keluarganya. Beliaulah yang dipakai oleh Tuhan mula-mula dalam Firman pengajaran, kita ini hanya melanjutkan.
    Pesannya satu, 'kalau pendeta yang masih muda lebih dari 5 menit di depan cermin, ia jatuh'. Ini pesan orang tua terutama untuk laki-laki
    ."

    Ketekunan dalam Ibadah Doa= persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasihNya yang bagaikan matahari terbit yang dipancarkan ke bumi ini.
    Jadi, dalam doa penyembahan, kita sedang disinari kasih Allah Bapa= didandani oleh kasih Allah Bapa, sehingga kita mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Waktu Yesus berada di atas gunung untuk berdoa dan menyembah Tuhan, wajahNya tiba-tiba bercahaya seperti matahari.

    Rasul Petrus menuliskan tentang perhiasan rohani.
    1 Petrus 3: 3-5
    3:3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
    3:4 tetapi perhiasanmu ialah
    manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
    3:5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka
    tunduk kepada suaminya,

    Perhiasan rohani kita adalah


    • lemah lembut= tidak kasar.


    • pendiam ('tenteram') = tidak banyak komentar, apalagi yang negatif dan rela dikoreksi.
      Yudas tidak pendiam (tidak punya perhiasan rohani). Begitu ada perempuan meminyaki Yesus dengan minyak narwastu, ia langsung berkomentar yang negatif 'pemborosan'.


    • penurut ('tunduk') = taat dengar-dengaran.
      Kalau sudah bisa tunduk, pintu rahim Sarah terbuka= pintu di dunia terbuka, kita mengalami keberhasilan sampai pintu Surga juga terbuka. Keberhasilan tertinggi adalah saat kita masuk kerajaan surga yang kekal.

Kesimpulan: supaya tidak kuatir, kita harus masuk ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok. Ini sama dengan masuk ruangan suci= masuk kandang penggembalaan.

Musa melihat kerajaan surga di gunung Sinai, lalu Tuhan perintahkan kepada Musa untuk membuat surga di bumi, itulah Tabernakel (kemah suci). Ini ada didalam Keluaran 25.

Tabernakel terdiri dari 3 bagian:

  1. setelah pintu gerbang (pintu pertama), masuk ke halaman= keselamatan,
  2. setelah pintu kedua, masuk ke ruangan suci,
  3. setelah pintu tirai (pintu ketiga), masuk ke ruangan maha suci= kesempurnaan. Didalam ruangan maha suci ada tabut perjanjian.

Kita sudah selamat, tetapi belum sempurna. Sebab itu, saat ini kita berada dalam ruangan suci. Ruangan suci merupakan persiapan supaya kita menjadi sempurna (masuk ke ruangan maha suci). Kita menjadi kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik= duduk di bawah kaki Tuhan (5000 orang laki-laki yang duduk).
Kalau kita sudah duduk, maka tangan Tuhan bekerja. Kalau kita belum duduk (jalan-jalan), tangan Tuhan belum bekerja dan kita bekerja sendiri, sedangkan Tuhan hanya duduk dan melihat kita.

Tetapi saat ini, Tuhan tawarkan kita untuk duduk dan Tuhanlah yang bekerja.

Bukti kita sudah tergembala dengan benar dan baik:

  1. 1 Petrus 5: 7
    5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

    Pasal 5= pasal penggembalaan ('gembalakanlah kawanan domba Allah').

    Bukti yang pertama: bisa menyerahkan segala kekuatiran kepada Tuhan, sehingga kita menjadi tenang (menguasai diri) dan bisa berdoa.

    Hasilnya:


    • tangan Tuhan bekerja untuk memelihara tubuh, jiwa dan roh kita,
    • tangan Tuhan bekerja untuk menjadikan semua enak dan ringan. Kalau sudah tenang/damai sejahtera, semuanya menjadi enak dan ringan.
      Tidak ada yang tinggalkan ibadah pelayanan kalau enak dan ringan. Begitu juga dalam nikah.

      Kesaksian:
      "Saya 2 kali mau lari meninggalkan Tuhan: (1)Baru Sekolah Alkitab sudah mau meninggalkan Tuhan, (2)setelah melayani Tuhan, istri saya keguguran, saya mau lari meninggalkan Tuhan. Sejak Bpk. Pdt. Pong Dongalemba meninggal pada tahun 2002, saya tidak kuat karena dihantam dari luar dan dari dalam. Saya tetap mempertahankan pengajaran dan fellowship yang benar. Saya dipaksa untuk ikut yang lainnya, tetapi saya tidak mau. Akhirnya istri saya keguguran dan saya berdoa kepada Tuhan supaya dipindahkan ke desa. Untunglah Tuhan menolong saya. Inilah kalau hati berbeban berat, letih lesu, sekalipun dengan alasan apa saja."

      Kalau ada yang meninggalkan ibadah pelayanan bukan karena mutasi dari Tuhan, ia sedang letih lesu berbeban berat. Ia sedang bekerja dengan tangannya sendiri dan Tuhan duduk. Tetapi, secepatnya ia duduk, Tuhan akan tolong dia dan menjadikan enak ringan.


  2. Matius 6: 27
    6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

    'sehasta'= satu langkah kaki atau satu denyut jantung.
    Kalau kuatir, bukan menambah umur, tetapi malah mengurangi umur kita.
    Kalau kita tenang (tergembala), itulah yang menambah umur kita.
    'hasta'= ukuran yang dipakai dalam Tabernakel. Jadi, ini ada kaitannya dengan tabernakel.

    Bukti yang kedua: 'kekuatiran tidak bisa menambah sehasta hidup kita'= kalau kita tergembala dengan benar dan baik, kita bisa menyerahkan setiap detak jantung/langkah hidup kita untuk aktif dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna (pembangunan tabernakel).
    Kita tidak boleh egois sebab masih ada kandang-kandang yang lainnya.

    Pembangunan tubuh Kristus sama dengan menempatkan Yesus sebagai Kepala.
    Tubuh= mempelai wanita.
    Kepala= Mempelai Pria.

    Jangan seperti Marta, wanita ingin menjadi kepala!
    Tetapi, kita menempatkan Yesus sebagai Kepala dalam hidup kita.

Syarat bagaimana membangun tubuh Kristus/Bait Allah yang rohani (dipelajari dari pembangunan Bait Allah Salomo secara jasmani):

  1. 1 Tawarikh 28: 11, 19
    28:11. Lalu Daud menyerahkan kepada Salomo, anaknya, rencana bangunan dari balai Bait Suci dan ruangan-ruangannya, dari perbendaharaannya, kamar-kamar atas dan kamar-kamar dalamnya, serta dari ruangan untuk tutup pendamaian.
    28:19 Semuanya itu terdapat
    dalam tulisan yang diilhamkan kepadaku oleh TUHAN, yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.

    'rencana bangunan dari balai Bait Suci dan ruangan-ruangannya' = kalau kita mau membangun gedung harus ada rencananya.
    'diilhamkan' = ilham, bukan ilmiah.

    Syarat pertama: rencana pembangunan tubuh Kristus harus berdasar ilham/wahyu dari Tuhan (Firman pengajaran benar).

    Kesaksian:
    "Kabar mempelai dalam terang tabernakel diwahyukan oleh Tuhan kepada Pdt van Gessel, kemudian dilanjutkan oleh Pdt Totajis, Pdt In Juwono, Pdt Pong Dongalemba, sampai sekarang ini kita yang melanjutkan."

    Wahyu tidak pernah salah dan tidak perlu didiskusikan atau dikoreksi lagi, sebab semua berdasarkan ayat-ayat Firman Tuhan. Kita jangan terpengaruh, kalau ada yang bilang pengajaran van Gessel salah, sebab wahyu tidak pernah salah. Mengatakan salah berarti sama dengan mengatakan sesat, kita jangan main-main dan pertahankanlah wahyu dari Tuhan.

    Kita semua sudah berada di akhir penyelesaian, tetap bertahanlah kepada ilham/wahyu. Kenapa kita mau menggali lagi dan merubah dari awal? Tidak perlu, tetapi kita lanjutkan saja sampai selesai.
    Sesepuh kita yang berjuang (meletakkan dasar, membangun dindingnya dan sebagainya), sekarang kita sudah tinggal menikmati dan melanjutkan saja (tinggal membangun atapnya saja).

    Kesaksian:
    "Dulu saya ingat waktu jaman Bapak Pendeta Pong Dongalemba, dari Surabaya ke Pulau Nias dengan membawa sound system di lapangan. Sekarang saya datang ke Nias, sound system sudah ada di lapangan, menyewa cuma 25 juta, selesai semuanya. Inilah namanya melanjutkan dan kita tidak usah susah-susah lagi.
    Dulu sesepuh kita yang berjuang hebat, harus mengajak 400 orang ke Poso, mengajak 600 orang ke Nias, berapa biayanya? Sekarang saya berdua dengan istri, bersyukur kalau ada yang ikut dan orang-orang sudah bisa datang ke persekutuan. Ini maksudnya bukan kita lebih dari sesepuh kita, beliaulah yang mengggali, meletakkan dasar, membangun tiang dan kita tinggal melanjutkan saja.
    "


  2. 1 Raja-raja 6: 7
    6:7 Pada waktu rumah itu didirikan, dipakailah batu-batu yang telah disiapkan di penggalian, sehingga tidak kedengaran palu atau kapak atau sesuatu perkakas besipun selama pembangunan rumah itu.

    Syarat kedua: 'tidak terdengar perkakas besi'= pelaksanaan pembangunan dalam kedamaian dan kesucian (tidak ribut-ribut).
    Persekutuan itu dalam kewajaran, seperti orang makan bersama.
    Kalau orang tidak mau datang dalam persekutuan (sudah kenyang), tidak perlu dipaksa untuk makan. Kalau orang lapar, pasti akan datang dengan sendirinya.
    Kalau damai dan suci, kita bukan melihat manusia dan lainnya, tetapi melihat Yesus Imam Besar dalam kemuliaan yang melayani kita semua.

    Ibrani 12: 14
    12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

    Kalau suci pasti damai. Kalau tidak suci, pasti bertengkar.
    Semoga dalam persekutuan ini, kita melihat Yesus Imam Besar dalam kemuliaan-Nya dan Dia yang menyediakan semua kebutuhan kita, bahkan mempersiapkan kita menjadi mempelai wanita. Kita tidak akan pernah kecewa selama-lamanya, karena Dia mengerti akan keadaan kita.


  3. 1 Tawarikh 28: 20
    28:20 Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

    Syarat ketiga: penyelesaian pembangunan tubuh Kristus, yaitu kuat dan teguh hati.

    4 pilar kuat teguh hati, yaitu:


    • berpegang teguh kepada satu pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran ('lebih baik ditolak bersama pengajaran yang benar, daripada diterima tanpa pengajaran yang benar'). Jangan bimbang dan jangan mendengarkan yang lainnya.


    • tetap hidup dalam kebenaran ('lebih baik tidak ... daripada tidak benar'). Mulai dari SIM, KTP, pakaian, ijin bangunan gereja, semuanya harus benar. Jangan tidak benar!

      Kesaksian:
      "saya pernah disuruh Om Pong untuk memberikan gereja kepada orang lain sekalipun saya punya SK nya. Saya berikan saja, daripada nanti bertengkar dan tidak benar. Semestinya gereja saya dua di Malang. Saat lagi membangun, kemudian yang satunya digugat, padahal SK nya milik saya. Ini hanya karena satu jemaat pindah ke GPT A, lalu pendetanya menulis surat ke pusat 'ada jemaat yang pindah, berarti di sana membutuhkan gembala'. Bpk Pdt Pong sebagai Ketua Umum bilang 'serahkan saja dan suratnya tidak usah dibalas'. Ini terjadi sungguhan."


    • tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir,
    • tetap menyembah Tuhan apapun yang terjadi, tidak putus asa, tidak kecewa, Tuhan menolong atau tidak menolong kita tetap menyembah Tuhan = percaya dan berharap sepenuh kepada Tuhan.
      Contoh: seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego, 'kalau Tuhan tolong, kami menyembah Tuhan, kalau Tuhan tidak tolong, kami tetap menyembah Tuhan dan tidak mau menyembah patung'


    Kalau ada 4 pilar kuat teguh hati, Tuhan tidak akan pernah tinggalkan kita. Tuhan tidak pernah menipu kita dan Tuhan beserta dengan kita.

    Jika Tuhan tidak meninggalkan kita dan Tuhan beserta dengan kita, Hasilnya:


    • 1 Tawarikh 19: 13
      19:13 Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."

      Hasil pertama: Tuhan mampu membuat semua menjadi baik pada waktu-Nya. Semua menjadi berhasil dan indah pada waktu-Nya.
      Mungkin sekarang kita tidak punya apa-apa, tetapi kalau kita kuat teguh hati, satu waktu Tuhan akan menjadikan baik pada waktu-Nya.
      Yang sudah berhasil jangan sombong! Kalau di saat berhasil, kita tidak kuat teguh hati, bimbang, satu waktu akan hancur dan tenggelam seperti Petrus.


    • Mazmur 27: 14
      27:14 Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

      Hasil kedua: kita akan tetap kuat untuk menantikan kedatangan Tuhan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kita tidak akan pernah tersandung dan terjatuh.


    • 1 Tawarikh 28: 20
      28:20 Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

      Hasil ketiga: Tuhan sanggup menyelesaikan segala sesuatu:


      1. secara jasmani: semua masalah selesai, bahkan sampai masalah yang mustahil diselesaikan oleh Tuhan.
        Contoh: waktu Yosua menyeberang ke Kanaan dan menghadapi sungai Yordan, tembok Yerikho, Ai dan raja-raja, Tuhan hanya berpesan satu, 'kuatkan dan teguhkan hatimu' dan semuanya dilibas oleh Tuhan.


      2. secara rohani: Tuhan menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita sampai selesai, yaitu kita menjadi tubuh Kristus yang sempurna = kita menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Yesus ke dua kali di awan-awan yang permai.

        Salomo yang tidak berpengalaman, tetapi karena kuat dan teguh hati, dia bisa menyelesaikan Bait Allah. Tuhan yang pernah menolong Salomo dan Yosua, sekarang ini, Dia tetap mampu untuk menolong kita. Dia MASIH sanggup dan PASTI sanggup untuk menolong kita.
        Jaminannya adalah kurban Kristus. Jika maut sudah dikalahkan, maka yang lainnya pasti dikalahkan dan semuanya diselesaikan oleh Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-04 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 23-24 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 05-10 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 22-24 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 10-12 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top