English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 05 Agustus 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7 percikan darah di atas tabut perjanjian, artinya...

Ibadah Raya Surabaya, 26 Mei 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 10 Juli 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 23-25
26:23. Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang...

Ibadah Raya Surabaya, 07 Juli 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Paskah Malang, 12 April 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Terjadi kegoncangan, badai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Februari 2012 (Kamis Sore)
Bersamaan dengan Pembukaan Lempin-El Kristus Ajaib Angkatan XXXIV.

Matius 26:57-68 berjudul "

Ibadah Doa Surabaya, 06 Mei 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 20 Mei 2018 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan hari Pentakosta

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Doa Malang, 29 Agustus 2013 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Wahyu 16:15
16:15 ôLihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan...

Ibadah Raya Surabaya, 15 Januari 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Paskah Surabaya, 01 April 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat paskah, selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Doa Surabaya, 27 November 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan Jakarta I, 17 November 2015 (Selasa Sore)
Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahatera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 Agustus 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 26 Februari 2011 (Sabtu Sore)
Markus 15:20b-57 menunjuk pada 7 hal yang berkaitan dengan kematian Yesus

Ad.6. Sengsara salib mengenai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 11 September 2016 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 5: 1
5:1. Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.

'gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya', ini diterangkan dalam Yohanes 1: 1
1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

'gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya' sama dengan firman Allah (logos) yang tertulis dalam alkitab/kitab suci--gulungan kitab itu menjadi kitab suci.

Yohanes 1: 14
1:14. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Logos aatau firman Allah lahir menjadi manusia, yaitu pribadi Yesus.
Jadi, 'gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya' sama dengan FIRMAN ALLAH, bukan tulisan biasa dan bukan perkataan biasa, sebab logos adalah pribadi Yesus sendiri.

Sekarang kita belajar aktititas dari logos/firman Allah:

  1. Yohanes 1: 2-3
    1:2. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
    1:3.
    Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

    Aktifitas logos yang pertama: menciptakan langit dan bumi beserta isinya--ditulis di dalam kitab kejadian.

    Langit, bumi dan segala isinya serta kita semua diciptakan oleh firman, berarti di dalam firman ada kuasa penciptaan: dari tidak ada menjadi ada; yang mustahil menjadi tidak mustahil. Jadi sayang sekali kalau kita tidak gemar akan firman Allah. Kita harus gemar akan firman, sebab di dalamnya ada kuasa penciptaan.


  2. 2 Timotius 3: 15-17
    3:15. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
    3:16. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk
    mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
    3:17. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah
    diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

    Di sini, rasul Paulus menuliskan aktifitas logos yang kedua, yiatu:


    1. Mengajar,
    2. menyatakan kesalahan atau dosa,
    3. memperbaiki kelakuan--yang salah ditunjukkan supaya diselesaikan dan menjadi baik; seperti mobil rusak, diperbaiki dulu baru bisa dipakai,
    4. mendidik orang dalam kebenaran, supaya setelah diperbaiki--sudah benar--, jangan kembali lagi pada yang lama.


    Inilah aktifitas logos. Selain mencitpakan langit dan bimi beserta isinya, kalau kita menerima firman, logos juga bisa menciptakan manusia baru, sehingga kita diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik (ayat 17).

    Tadi, kalau kita menerima firman, kita mengalami kuasa penciptaan: dari tidak ada menjadi ada; yang mustahil menjadi tidak mustahil.

Kesimpulan: logos sama dengan mengajar, artinya firman pengajaran yang benar; tertulis di alkitab; tulisan yang diilhamkan/diwahyukan oleh TUHAN--dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab. Itulah firman Allah yang sebenaranya.

Yohanes 7: 14-15
7:14. Waktu pesta itu sedang berlangsung, Yesus masuk ke Bait Allah lalu mengajar di situ.
7:15. Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: "Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!"

'mengajar'= logos/firman pengajaran yang benar.
Setiap kali Yesus tampil di Bait Allah, Dia selalu mengajar, karena pengajaran ini adalah pribadi Yesus.
'tanpa belajar'= tidak belajar tetapi bisa mengajar. Dari mana? Jelas dari ilham yang diberikan TUHAN--Yesus bisa mengajar sekalipun tidak belajar pada manusia.
Jadi, Yesus menyampaikan firman pengajaran--logos--yang merupakan ilham/wahyu dari TUHAN.

"Siswa-siswi Lempin-El perhatikan! Kita belajar di Lempin-El hanya persiapan menjadi seorang hamba TUHAN. Selanjutnya, belajar di bawah kaki TUHAN--ilham/wahyu dari TUHAN. Sidang jemaat juga belajar, logos merupakan wahyu dari TUHAN."

Hadirnya Yesus sebagai imam besar dalam setiap ibadah pelayanan--kita beribadah melayani sebagai imam-imam dan Dia Imam Besar--, dibuktikan dengan adanya pemberitaan firman pengajaran yang benar--logos. Jangan ragu kalau ada pembeirtaan firman pengajaran yang benar! Di situ ada aktifitas Yesus sebagai imam besar--tadi dijelaskan, logos adalah pribadi Yesus, jadi logos dan pribadi Yesus tidak bisa dipisahkan. Kalau hanya lawak atau lain-lain, akan sama seperti Simson--gambaran Roh Kudus--disuruh melawak di kuil Dagon--bukan di Bait Allah, tetapi pemberhalaan.

Salah satu contoh bagaimaana aktitifas logos sama dengan aktifitas Yesus di dalam Bait Allah sebgai imam besar: Lukas 6: 6-11
6:6. Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.
6:7. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia.
6:8. Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri.
6:9. Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?"
6:10. Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.
6:11. Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

Yesus mengajar pada hari Sabat--Sabat menunjuk pada perhentian dalam Roh Kudus/urapan Roh Kudus--, artinya Yesus menyampaikan firman dalam urapan Roh Kudus untuk menghadapi orang yang mati tangan kanannya. Ini penting. Sudah ada firman pengajaran yang benar, tetapi juga harus diurapi Roh Kudus.
Sebab itu perlu kita doakan, supaya firman disampaikan dalam urapan Roh Kudus, bukan dengan emosi atau lawakan.

Pengertian rohani mati tangan kanannya, aritnya:

  1. Pengertian pertama 'mati tangan kanannya':


    1. yang gerak hanya yang kiri= ibadah pelayanan yang setengah-setengah.
      Artinya:


      1. Tidak menggunakan waktu sebaiik-baiknya. Kalau ada kesempatan kita tidak terlambat, jangan terlambat. Kita berusaha semua. Kalau harus terlambat, berdoa, supaya TUHAn tolong ktia smeua.


      2. Tidak memusatkan perhatian--setengah di dalam, setengah di luar--: mulai dari saat doa pembukaan, pujian, apalagi saat mendengar firman.
        Kita harus memusatkan perhatian sampai saat mendengarkan firman Allah.


      3. Ibadah pelayanan yang suam-suam kuku, seperti jemaat Laodikia.
        Wahyu 3: 15-16
        3:15. Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
        3:16. Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

        Suam-suam kuku= tidak dingin dan tidak panas.
        Tidak dingin= tidak sejuk= tidak ada damai sejahtera; yang ada hanya berkobar-kobar dalam iri hati, kebencian, dendam, gosip dan lain-lain. Ini seperti Kain yang panas hatinya/berk-barkobar iri hatinya kepada Habel dan akhirnya membunuh Habel.
        Kalau tidak damai, akan mengarah pada aniaya dan pembunnuhan oleh antikris.
        Sebab itu kalau ada kebencian dan lain-lain harus diselesaikan.

        Tidak panas= tidak setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.


      Inilah mati tangan kanannya. Kita sama-sama diperiska, apakah tangan kanan kita mati atau tidak. Apakah kita mengulur-ulur waktu, tidak memusatkan perhatian dalam biadah pelayanan, dan suam-suam kuku?


    2. Tangan kanan mati, berarti semua dilakukan oleh tangan kiri= tidak berkenan--seperti memberi pada orang lain dengan menggunakan tangan kiri.
      Kalau ibadah pelayanan kita hanya setengah-setengah, ktia akan dimuntahkan oleh TUHAN--tidak berkenan, tidak berguna, bahkan jijik dan dalam kenajisan yang akan dibinasakan selamanya. Ini bahayanya kalau mati tangan kanannya.


    Inilah mati tangan kanan yang hanya bisa dihadapi dengan logos. Ini gunanya firman pengajaran (logos), yaitu menunjukkan kesalahan, sesudah itu bukan dihukum, tetapi kalau kita mau menanggapi, kita akan dididik pada kebaikan dan kebenaran--ditunjukan dulu kesalahan-kesalahannya, baru diperbaiki.


  2. Matius 6: 3-4
    6:3. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
    6:4. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

    Pengertian kedua 'mati tangan kanannya': 'apa yang diperbuat tangan kananmu'= memberi sedekah dengan tangan kanan. Kalau tangan kanannya mati, berarti tidak bsia memberi, sehingga menjadi kikir dan serakah.

    Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan TUHAN dan sesama yang membutuhkan.
    Serakah=


    1. Merampas milik orang lain, terutama milik TUHAN (persepuluhan dan persembahan khusus). Hati-hati! TUHAN tidak butuh uangnya, tetapi pengakuannya. Persepuluhan adalah pengakuan bahwa kita milik TUHAN dan kita hidup dari TUHAN. Kita sungguh-sungguh!


    2. Mencuri milik orang lain; mengambil hak orang lain, korupsi tidak bayar. Sekarang, banyak penipuan di dalam Bait Allah. Hati-hati! Banyak dilakukan anak TUHAN dan hamba TUHAN.

      "Karena itu di dalam Lempin-El di ajarkan: tidak boleh hutang. Maksudnya, supaya nanti lebih sedikit, bisa terjadi serakah. Apalagi hutang pada jemaat, mana ada jemaat mau menagih hamba TUHAN. Ini benar-benar terjadi dalam rumah TUHAN. Saya pernah cerita, seorang yang baru kenal dengan kita di Israel. Dia sudah dengar firman bertahun-tahun tetapi tidak mau dibaptis. Tetapi setelah ikut ke Israel dan mendengar firman, dia mau. Orang tuanya bahagia. Tetapi setelah ketemu lagi, dia tidak mau lagi masuk ibadah. Kenapa? Karena kerjasama dengan sesama orang kristen dan dia ditipu. Ini terjadi."

      Kami hamba TUHAN dan pelayan TUHAN, sidang jemaat, banyak penipuan di dalam Bait Allah. Banyak yang mati tangan kanannya sekalipun ada di Bait Allah. Hati-hati dengan ikatan akan uang! Yang tidak boleh adalah keinginannya. Kalau sudah ingin, akan mata gelap dan akhirnya hidupnya benar-benar gelap.


    Kikir dan serakah ini nasibnya akan seperti Yudas Iskariot--seorang rasul dan bendhara; hebat, tetapi kenyataannya tidak baik.

    "Jadi, saya tidak tikut-ikut soal berdagang. Tetapi yang firman tekankan adalah: jangan ada keinginan! Ini yang membuat kita kikir dan serakah--membuat tangan kanan mati. Kalau tidak ada logos, kita tidak sadar. Dipikir tidak ada hubungan antara berdagang dengan tabhisan. Ada hubungannya. Kalau kita tidak benar dalam berdagang--menipu dan lain-lain--, ada hubungannya dengan tahbisan--membuat mati tangan kanannya. Ada hubungan semuanya. TUHAN tolong kita. Dia mau sembuhkan semua."


  3. Mazmur 141: 2
    141:2. Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang.

    Pengertian ketiga 'mati tangan kanannya': kalau tangan kanannya mati, berarti tidak bisa diangkat lagi= tidak bisa menyembah TUHAN.
    'ukupan'= doa penyembahan.

    Tidak bisa menyembah TUHAN sama dengan bersungut-sungut kepada TUHAN sampai menyangkal TUHAN, bahkan menghujat TUHAN. Haati-hati! Menghujat TUHAN artinya menyalahkan pengajaran yang benar dan mendukung yang salah--gosip-gosip. Kita harus hati-hati! Justru yang benar disalahkan karena tidak cocok dengan keinginan kita. Seringkali ingin A, tetapi firman katakan: B. Seperti Herodes ingin isterinya orang, tetapi firman katakan: tidak boleh, harus yang sah, dan dia marah.

    Ini yang sering terjadi, yaitu tidak bisa menyembah TUHAN, tetapi bersungut-sungut, menyangkal TUHAN sampai menghujat TUHAN, sehingga rohaninya kering.

Ini yang bahaya! Masih ada di Bait Allah, tetapi tangan kanannya mati.
Akibatnya: seperti domba masuk ke lobang.

Matius 12: 9-11
12:9. Setelah pergi dari sana, Yesus masuk ke rumah ibadat mereka.
12:10. Di situ ada seorang yang
mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepada-Nya: "Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?" Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia.
12:11. Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan
domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya?

Hat-hati! Sudah jadi domba yang digembalakan, tetapi kalau tidak ada pengajaran--logos; pribadi Yesus sebagai imam besar--, bahaya! Nanti tidak sadar, tangan kanannya mati. Merasa hebat, padahal tangan kanannya mati dan akibatnya: seperti domba yang jatuh ke lobang pada hari Sabat.
Lobang ini menunjuk pada lobang jurang maut.

Wahyu 9: 2-3
9:2. Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.
9:3. Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.

Lobang jurang maut adalah tempat dari roh jahat dan najis--demon-demon.
Artinya: kalau mati tangan kanannya, rohaninya mati, ia akan bergaul dengan roh jahat dan najis, mencari kepuasan-kepuasan di dunia sampai jatuh dalam dosa-dosa dan puncaknya dosa: doa makan-minum dan kawin-mengawinkan. Ini disebut dengan Sabat maut--perhentian maut.

Orang cari perhentian, tetapi di lobang, seharusnya cari perhentian di dalam Bait Allah. Hanya merasa puas sebentar, tetapi kepuasan yang menipu; sebenarnya ia tidak puas; saat keluar, lebih tidak puas lagi.
Terus menggali lobang yang lebihh dalam.
Kalau mencari kepuasan di dalam lobang jurang maut--roh jahat dan najis; dosa-dosa--, semakin hari ia semakin turun--semakin tidak puas--sampai turun di lautan api dan belerang--neraka.
Itulah akibatnya. Sekalipun sudha jadi domba yang digembalakan, tetapi tanpa firman pengajaran yang benar, bahaya!

Semua ibadah pelayanan tanpa firman pengajaran yang benar, bahaya. Tanpa kita sadari, tangan kanan kita sedang mati--ada cacat cela--dan akibatnya sangat dahsyat. Domba sudah digembalakan, tetapi tidak ada pribadi Yesus, akan jatuh ke lobang; mati tangan kanannya--bergual dengan roh jahat dan najis, mencari kepuasan di dunia sampai jatuh dalam dosa, atau kepuasan di dunia dimasukkan dalam Bait Allah, sehingga jemaat merasa puas, tetapi kepuasan semu. Ssebenarnya jemaat sedang tidak puas. Lebih tidak puas lagi, berarti masuk jurang. Begitu seterusnya sampai masuk lautan api dan belerang--neraka.

Sebab itu, ktia harus berdoa, supaya dalam tiap ibadah dan dalam penggembalaan ada pembukaan firman; ada pribadi Yesus sebagai imam besar. Kita sungguh-sungguh pada kesempatan siang ini.
Kaum muda, jangan mencari perhentian maut--perhentian yang tidak sesuai dengan firman pengajaran yang benar; tanpa kebenaran dan penyucian---!
Bahkan sampaipun di dalam Bait Allah, kalau tidak ada pengajaran yang benar, ia tetap mengalami perhentian maut dan mati tangan kanannya--cacat cela.

Jalan keluarnya: Yesus harus menyampaikan firman pengajaran yang benar/logos--Yesus mengajar.
Lukas 6: 6
6:6. Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.

Yesus menyampaikan firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus.
Artinya sekarang, seorang gembala dipakai TUHAN untuk menyampaikan firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus--firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
Sekalipun firmannya benar tetapi kalau tanpa urapan, itu adalah pedang tumpul; menyakitkan dan tidak bisa diterima.

Praktik/aktifitas logos--firman pengajaran benar--:

  1. Lukas 6: 8
    6:8. Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri.

    Praktik/aktifitas logos yang pertama: 'Bangunlah dan berdirilah di tengah!' => mungkin tadinya tidak ada yang melihat, tetapi begitu Yesus mengajar, Ia berkata: 'Berdirilah di tengah!'.
    'di tengah', artinya:


    1. Arti yang pertama: berdiri di tengah, sama dengan berdiri di antara Yesus dan sidang jemaat. Tadinya mungkin dia sembunyi-sembunyi, tetapi begitu firman diberitakan, TUHAN katakan: Berdiri di tengah!, semua mata mlihat--terang-terangan.

      2 Timotius 3: 16
      3:16. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

      Jadi, logos/firman pengajaran yang benar menunjukkan kesalahan/dosa-dosa secara terang-terangan, supaya kita bisa mengaku dosa kepada TUHAN dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi! Tunjukkan dosa dan kesalahan kita secara terang-terangan!


    2. Arti yang kedua: berdiri di tengah, di antara Yesus dan sidang jemaat, itulah seorang imam.
      Imam adalah seorang yang berdiri di antara Yesus dan sidang jemaat, sehingga bisa ikut pelayanan pendamaian, bukan tukang adu domba.

      Dari yang tadinya berbuat dosa--jatuh ke lobang yang dalam--diperbaiki dan berdiri di tengah. Artinya kembali pada posisi sebagai imam untuk dipakai dalam pelayanan pendamaian.

      Jadi, logos memperbaiki kelakuan orang-orang berdosa, sehingga bisa diangkat menjadi seorang imam.
      2 Timotius 3: 16
      3:16. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

      Tadi kelakuannya dosa, sekarang diangkat menjadi seorang imam--pelayan TUHAN--; memperbaiki kelakuan.
      Yang penting kita mau dengar firman. Sekalipun kita jahat dan najis--sudah ada di lobang--, bahkan sudah ada di lautan api dan belerang, tetapi kalau kita mau dengar firman dan mengakui kesalahan kita dengan sungguh-sungguh, kita masih bisa diperbaiki dan diangkat menjadi seorang imam.

      Imam diperlengkapi dengan perbuatan, perkataan, perasaan yang baik; ikut dalam pelayanan pendamaian untuk mencapai kesatuan tubuh. Mari, imam-imam jangan sampai merugikan orang lain, merugikan perasaan orang lain sampai terjadi perpecahan!


    3. Arti yang ketiga 'berdiri di tengah': berdiri di antara Yesus dan sidang jemaat, kita pelajari dari Tabernakel.
      Tabernakel terdiri dari tiga ruangan:


      • Halaman = tempatnya sidang jemaat.
      • Ruangan suci = tempatnya imam-imam (di tengah-tengah).
      • Ruangan maha suci = tempatnya Yesus.


      Jadi, 'berdiri di tengah', artinya kita berada di dalam ruangan suci, itulah kandang penggembalaan.
      Di sini, logos mendidik orang dalam kebenaran--menuntun kita ke kandang penggembalaan.

      2 Timotius 3: 16
      3:16. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

      Inilah kegunaan firman pengajaran yang benar, yaitu sampai kita menjadi kehidupan yang tergembala.
      Ditunjukkan dulu kesalahan/dosa-dosa untuk diperbaiki(1), lalu diangkat menjadi seorang imam(2)--diperlengkapi perbuatan, perkataan dan perasaan yang baik sehingga tidak merugikan orang lain dan memecah belah tubuh, tetapi selalu ikut dalam pelayanan pendamaian untuk kesatuan tubuh Kristus. Mulai dari dalam nikah, jangan menjadi pemecah belah, tetapi menyatukan! Kemudian di dalam penggembalaan.

      Kemudian, logos mendidik orang dalam kebenaran(3)--menuntun kita ke tempat penggembalaan yang benar dan baik--ruangan suci--; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


      • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya.
      • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus.
      • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persektuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


      Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa dan roh kita melekat kepada Allah Tritunggal, sehingga setan tritunggal tidak bisa menjamah kita. Ini yang penting! Pekerjaan Logos adalah menyatakan kesalahan, diangkat jadi imam--yang sudah menjadi imam, pertahankan!--, dan dibawa pada kandang penggembalaan.

      "Ini kekuatan logos. Sudah pernah saya katakan, kita ini seperti anak domba di tengah serigala. Saya baru terhenyak, kaum muda di tengah kesibukannya, hari senin, rabu, sabtu dan minggu tetap bisa datang beribadah. Bagaimana ya? Secara logika memang mustahil, mengerikan dan menakutkan. Mana waktunya untuk yang sekolah, yang bekerja, apalagi yang kerjanya sebagai dokter. Ada satu dokter spesialis di Medan sampai ditanya: Bagaimana kamu ini, kok praktiknya tutup terus? Setiap Selasa dan Kamis tutup, ditambah lagi Jumat juga tutup. Pertanyaannya: Makan dari mana? Saya juga bertanya-tanya: 'Kok bisa ya?' Inilah kekuatan logos yang membawa kita ke dalam kandang penggembalaan. Yang sudah beberapa persen, kita berdoa, untuk yang belum, kita juga berdoa, supaya tetap berada di kandang penggembalaan."

      Kalau tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal--kita hidup dalam tangan Gembala Agung--, hasilnya:


      • Ada damai sejahtera/ketenangan di tengah kegoncangan dunia; di tengah lautan dunia yang bergelora yang penuh dengan badai dan gelombang. Kita tetap tenang sehingga semua menjadi enak dan ringan.

        Hidup kita mulai enak dan ringan sebab sudah berada di dalam tangan Gembala Agung dan setan tidak bisa lagi menjamah kita.

        Yang membuat berat adalah kalau kita berada di luar tangan TUHAN, sehingga kita dijamah oleh setan--sekalipun kaya, hidupnya letih lesu dan berbeban berat. Tetapi kalau kita berada di dalam tangan TUHAN, setan tidak bisa menjamah kita, sehingga kita mulai tenang, enak dan ringan sekalipun kita masih dalam kekurangan. Setelah itu tinggal tunggu waktu TUHAN sampai kita bisa berkata: 'takkan kekurangan aku.' Diberikan damai/ketenangan lebih dulu.

        Kalau saat kekurangan atau sakit kita bisa tenang, maka saat kita diberkati atau sembuh kita juga bisa tenang. Banyak orang yang diberkati tetapi tidak tenang--ikut di lautan--, karena bukan dari Bapa.

        Inilah penggembalaan. Banyak diajarkan tentang kelimpahan dulu di dalam penggembalaan, tetapi tidak mau masuk pintu. Masuk pintu yang sempit dulu dulu, baru di baliknya ada kelimpahan. Itu yang benar!


      • Hasil kedua: 'takkan kekurangan aku' artinya kita dipelihara oleh TUHAN dalam kelimpahan--selalu mengucap syukur--, sampai sempurna seperti Dia; tidak ada cacat cela.


    Inilah aktifitas pertama dari logos untuk menghadapi orang yang mati tangan kanannya, yaitu 'Bangunlah dan berdirilah di tengah!'.


  2. Lukas 6: 10
    6:10. Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.

    Praktik/aktifitas logos yang kedua: 'Ulurkanlah tanganmu!'
    Ini di luar logika kita. Orang sakit tangan kanannya, tetapi disuruh mengulurkan tangan; orang lumpuh, disuruh berdiri dan berjalan. Ini memang cara TUHAN; hikmat dari TUHAN, di luar logika manusia.

    Seringkali logos di luar logika kita, karena firman pengajaran merupakan hikmat/kebijaksanaan dari TUHAN sehingga berada di luar jangkauan logika manusia--tidak masuk akal--tetapi itu merupakan uluran tangan TUHAN, pertolongan dari TUHAN bagi kita.
    Sikap kita: jangan ragu, tetapi hanya taat dengar-dengaran pada firman pengajaran sekalipun di luar logika.

    Firman ini keras dan tajam sekali: 'Ulurkan tanganmu yang mati,' bisa tersinggung: 'Sudah tahu tanganku tidak bisa gerak, malah disuruh gerak.' Tetapi sikap kita adalah taat dengar-dengaran sekalipun di luar logika. Kita menyerah sepenuh kepada TUHAN dan mengulurkan tangan kepada TUHAN. Maka, TUHAN juga mengulurkan tangan-Nya kepada ktia. Kita mengulurkan tangan--menyembah TUHAN--hari-har ini, dan Dia akan mengulurkan tangan kepada kita.

    Hasilnya:


    1. Matius 17: 4
      17:4. Kata Petrus kepada Yesus: "TUHAN, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."

      Hasil pertama: mengalami kebahagiaan sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh segala sesuatu di dunia.
      Ini sama dengan mengalami perhentian kekal--kepuasan kekal; Sabat kekal--, bukan perhentian maut.
      Kalau mencari kepuasan di dunia, akan mengarah pada perhentian maut. Kepuasan dunia dimasukkan dalam gereja; greja disulap menjadi diskotik dan lain-lain, supaya ada kepuasan. Tidak ada! Yang memuaskan hanya firman pengajaran/logos. Itu yang bisa membahagiakan dan membawa kita menyembah TUHAN.

      Tadi, logos membawa kita ke tengah--tinggalkan dosa, menjadi imam dalam perbuatan baik, dan digembalakan. Kita dipelihara oleh TUHAN sampai sempurna.

      Kemudian, logos membuat kita bisa menyembah TUHAN.


    2. Matius 17: 2-3
      17:2. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
      17:3. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.

      Yang kedua: mengalami mujizat secara rohani yaitu keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

      Ini adalah mujizat terbesar yang tidak bisa ditiru oleh setan. Kalau setan bisa bertobat dan meninggalkan dosa, sudah dari dulu dia bertobat karena dia tahu bagaimana neraka. Tetapi dia tidak bisa, sebab dia adalah roh, bukan darah dan daging. Setan itu dulunya malaikat/roh dan begitu jatuh dalam dosa, tidak bisa bertobat dan berubah lagi. Tetapi kita manusia darah dan daging masih diberi kesempatan lewat doa penyembahan.

      Tadi, lewat pemberitaan firman, yang pertama: kita berhenti berbuat dosa, menjadi imam, dan digembalakan. Hidup itu menjadi lebih baik dan lebih indah lagi.
      Dan yang kedua, kita bisa menyembah TUHAN, sehingga kita bisa diubahkan. Masih ada kesempatan!

      Kita diubahkan seperti Musa dan Elia.
      Salah satunya adalah Musa dan Elia pernah kecewa dan putus asa dalam pelayanan. Mereka adalah orang hebat--Musa mengubah air jadi darah; Elia bisa menurunkan dan menghentikan hujan--, tetapi bisa putus asa dan kecewa.

      Keluaran 6: 8-11
      6:8. Lalu Musa mengatakan demikian kepada orang Israel, tetapi mereka tidak mendengarkan Musa karena mereka putus asa dan karena perbudakan yang berat itu.
      6:9. Kemudian TUHAN berfirman kepada Musa:
      6:10. "Pergilah menghadap, katakanlah kepada Firaun, raja Mesir, bahwa ia harus membiarkan orang Israel pergi dari negerinya."
      6:11. Tetapi Musa berkata di hadapan TUHAN: "Orang Israel sendiri tidak mendengarkan aku,
      bagaimanakah mungkin Firaun akan mendengarkan aku, aku seorang yang tidak petah lidahnya!"

      Waktu Mus menyampaikan firman, orang Israel tidak mau mendengarkan dia karena putus asa akan perbudakan yang berat.
      Lalu TUHAN memerintahkan Musa untuk menyampaikan firman kepada Firaun, tetapi ia ikut-ikut putus asa seperti bangsa Israel.

      Ini yang harus diubah. Musa putus asa dan kecewa dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.

      1 Raja-raja 19: 1-4
      19:1. Ketika Ahab memberitahukan kepada Izebel segala yang dilakukan Elia dan perihal Elia membunuh semua nabi itu dengan pedang,
      19:2. maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: "Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu."
      19:3. Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.
      19:4. Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian
      ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku."

      Elia juga putus asa, bahkan ingin mati.
      Tadi, Musa tidak mau melayani lagi--putus asa dan kecewa--, karena perbudakan, kesulitan di dunia, masalah-masalah.
      Elia, bukan hanya tidak ingin melayani, tetapi minta mati. Ini gambaran bagi kita.

      Siang ini mungkin ada yang putus asa dan kecewa dalam pelayanan atau bahkan ingin mati, baik mati secara jasmani atau mati rohani--'Ya sudahlah, dosa ini tetap saja, sudah mati dan binasa saja. Mau masuk neraka, ya sudahlah, mau apa lagi.' Jangan! TUHAN tolong kita.

      Lewat doa penyembahan, TUHAN sanggup mengubahkan dari putus asa dan kecewa menjadi kuat dan teguh hati, artinya:


      • Tetap hidup benar.
      • Tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.
      • Tetap percaya dan berharap TUHAN apapun yang kita hadapi.
      • Tetap menyembah TUHAN apapun yang kita hadapi hari-hari ini.


      Mari, ulurkan tangan dan menyembah Dia! Kita sungguh-sungguh hari-hari ini. TUHAN tolong kita semua. Kuat dan teguh hati! TUHAN pasti sanggup menolong kita.

      Contoh-contoh kehidupan yang kuat dan teguh hati:


      • PEREMPUAN Kanani--bangsa kafir--yang anaknya dirasuk setan, tdiak bisa apa-apa. Dia datang pada Yesus, bukannya dijawab malah diusir, tetapi dia tetap kuat teguh hati: 'Benar TUHAN, anjing butuh remah-remah roti,' dan anaknya sembuh.

        Markus 7: 27-29
        7:27. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
        7:28. Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, TUHAN. Tetapi
        anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
        7:29. Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."

        Anaknya dirasuk setan, artinya mengalami kehancuran nikah-buah nikah, dan kemustahilan. Dia datang kepada TUHAN, tidak dijawab malah dikatakan: Kamu anjing! Inilah logos/firman pengajaran yang benar, yang bekerja untuk menunjukkan kesalahan: 'Kamu ini salah, kamu seperti anjing, terutama lidahmu itu, yaitu lidah yang menjilat muntah. Itu kesalahanmu!'

        Perempuan ini mau ditunjukkan dosanya, mau diperbaiki dan mau mengaku: 'Benar, TUHAN, tetapi sekarang saya mau menjilat roti,' dan dia bisa menyembah TUHAN--tetap kuat teguh hati--, sehingga ia mengalami mujizat TUHAN. Mujizat jasmani juga terjadi, yaitu anaknya disembuhkan, yang mustahil menjadi tidak mustahil, selesai semuanya; kehancuran nikah dan buah nikah dipulihkan oleh TUHAN.


      • Sadrakh, Mesakh, dan Abednego--gambaran dari KAUM MUDA--diperhadapkan dengan api yang dipanaskan tujuh kali, tetapi mereka berkata: 'Sekalipun TUHAN tidak menolong, kami tetap tidak mau menyembah patung, kami tetap menyembah TUHAN.'

        Inilah gambaran dari kaum muda yang diperhadapkan pada kehancuran masa depan, kemustahilan dan lain-lain.
        Mari, tetap terima dan ikuti logos--memperbaiki kesalahan, digembalakan, menjadi imam-imam sampai tetap menyembah TUHAN (kuat teguh hati)--, sehingga yang mustahil menjadi tidak mustahil, masalah diselesaikan, ada masa depan yang berhasil dan indah, dan dipakai menjadi saksi TUHAN.


      • Yohanes 4: 46-50, 52
        4:46. Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.
        4:47. Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab
        anaknya itu hampir mati.
        4:48. Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."
        4:49. Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "TUHAN, datanglah sebelum anakku mati."
        4:50. Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!"
        Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.
        4:52. Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "
        Kemarin siang pukul satu demamnya hilang."

        Seorang BAPAK--bangsa kafir--anaknya sakit demam. TUHAN tidak mau datang, tetapi berkata: 'Anakmu hidup,' dan ia percaya.
        Demam artinya ada yang tidak beres.

        Siang hari ini, mungkin bapak-bapak ada sesuatu yang tidak beres; mungkin keuangan dan lain-lain, mari kuat dan teguh hati. Kekuatan logos membuat kita kuat dan teguh hati--tetap percaya dan berharap TUHAN--, sehingga mujizat terjadi yaitu anaknya sembuh--ada kuasa kesembuhan.
        'anaknya itu hampir mati' = penyakit yang tidak bisa ditolong, tetapi TUHAN sanggup menolong kita semua pada siang hari ini.

        Sampai nanti kalau TUHAN datang kedua kali, kita mengalami mujizat yang terakhir yaitu kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia. Kita layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai, kita duduk di takhta sorga selamanya.

Kuat dan teguh hati hari-hari ini, jangan putus asa dan kecewa! Apapun keadaan kita, yang pertama: kembali ke posisi semula, yaitu berdiri di tengah, artinya:

  • Akui dosa-dosa.
  • Menjadi imam--yang belum menjadi imam, berdoa; yang sudah, jangan ditinggalkan; yang sudah meninggalkan, kembali. Kalau tidak kembali, akan menuju ke lobang. Tinggal pilih, mau ke tengah atau ke lobang; mau ke ruangan suci atau ke lobang; mau ke sorga atau ke lobang! Tinggal pilih, tidak ada pilihan lainnya!


  • Kita tergembala yang baik, sehingga TUHAN memelihara kita.

Yang kedua: ulurkan tangan, banyak menyembah TUHAN. Kuat dan teguh hati apapun yang kita hadapi. Kita tetap percaya kepada TUHAN, dan berseru kepada Dia. Dia sanggup menolong kita.

Kalau kita menyembah TUHAN, Dia berikan kebahagiaan kepada kita.
Seorang ayah ada demam--ada yang tidak beres: nikah tidak beres, keuangan atau apapun--, TUHAN sanggup menolong. Tetap kuat teguh hati!
Seorang ibu dan kaum muda, juga TUHAN tolong.

Jangan berharap pada yang lain, tetapi kepada Dia! Jangan putus asa dan kecewa! Memang dunia ini sulit, jahat, najis, menghancurkan, dan menbinasakan. Seorang bapak, ibu, dan anak hendak dibuat putus asa. Mungkin tidak ada yang tahu keadaan kita, tetapi TUHAN tahu. Apapun pergumulan kita, tetap kuat teguh hati, jangan mundur! Jangan ada keraguan! Percaya dan berharap pada TUHAN! TUHAN tolong kita.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-04 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 23-24 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 05-10 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 22-24 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 10-12 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top