English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 10 Maret 2010 (Rabu Sore)
Matius 25
= dalam susunan tabernakel terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan berbuah.
Ini menunjuk...

Ibadah Raya Malang, 21 Juni 2009 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
Mazmur 128:1-6, ada 3 oknum yang menentukan...

Ibadah Pendalaman Alkitab, 03 September 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah. Ini dikaitkan...

Ibadah Raya Malang, 27 November 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:30-35 adalah tentang PERINGATAN KEPADA PETRUS.

Sebelumnya, Yudas Iskariot diperingatkan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 09 April 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:43b-45
9:43b Ketika semua orang itu masih...

Ibadah Doa Malang, 02 Februari 2016 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:18-19
3:18...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Januari 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.
Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, bahagia...

Ibadah Retreat Family II Malang, 29 Desember 2012 (Sabtu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

1 Korintus 3:16-17
3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa...

Ibadah Raya Surabaya, 15 September 2013 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Doa Surabaya, 20 Februari 2012 (Senin Sore)
Ibadah Pendalaman Alkitab dialihkan pada hari Rabu
Pembicara: Pdm. Gideon

Matius 26: 69-75
PETRUS MENYANGKAL YESUS.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus yaitu:
Petrus menyangkal...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Desember 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:33-37 Nubuat ke-7: tentang berjaga-jaga.
Perumpamaan orang yang pergi jauh menunjuk kepada...

Ibadah Doa Malang, 06 Oktober 2015 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:12

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Mei 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1 "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang...

Ibadah Doa Malang, 13 Agustus 2013 (Selasa Sore)
(Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:10-22 tentang...

Ibadah Raya Surabaya, 06 Januari 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Malam Surabaya, 30 Agustus 2019 (Jumat Malam)

Wahyu 10 dalam susunan Tabernakel terkena pada tujuh kali percikan darah di atas tutup pendamaian.
Ada dua kali tujuh percikan darah:

  1. Tujuh kali percikan darah di atas tabut perjanjian (tutup pendamaian)= sengsara Yesus di kayu salib untuk memperdamaikan segala dosa kita; menyucikan dan menyempurnakan kita semua.


  2. Tujuh kali percikan darah di depan tabut--menunjuk gereja Tuhan--= sengsara daging bersama Yesus; sengsara daging karena Yesus.
    Seperti Yesus mengalami percikan darah, kita juga mengalami percikan darah.
    1 Petrus 4: 1-2
    4:1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
    4:2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

    'Kristus telah menderita penderitaan badani' = percikan darah di atas kayu salib.
    'kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian'= kita juga harus mengalami percikan darah.

    Percikan darah di depan tabut perjanjian sama dengan kita harus mempersenjatai diri dengan salib; memegang salib--dulu Musa memegang tongkat, kalau tongkat dibuang, jadi ular.
    Kita harus memegang salib hari-hari ini.

    Praktik percikan darah atau memegang salib dalam kehidupan sehari-hari:


    • 'karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa' = sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa; bertobat, mati terhadap dosa, dan bangkit untuk hidup dalam kebenaran--semua aspek hidup kita harus benar. Inilah mati dan bangkit bersama Yesus.

      Pengalaman kematian dan kebangkitan dimulai dari baptisan air.
      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu hidup dalam kebenaran.

      Saat berbuat dosa kita menjadi senjata kelaliman--senjata setan. Setelah hidup dalam kebenaran kita menjadi senjata kebenaran, itulah imam-imam dan raja-raja---hamba/pelayan Tuhan yang melayani Tuhan. Jangan melayani dosa lagi!
      Yang sudah baptisan air, setelah itu mau ke mana? Harus menjadi senjata kebenaran.

      Kalau hanya hidup benar tetapi tidak jadi senjata kebenaran, bahaya, bisa ditarik lagi oleh setan, malah lebih parah.

      Karena itu setelah hidup benar harus menjadi senjata kebenaran--hamba/pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan; tidak berhubungan lagi dengan setan.


    • Praktik kedua: sengsara daging untuk taat dengar-dengaran kepada kehendak Tuhan/firman pengajaran yang benar.
      Yesus Imam Besar taat sampai mati di kayu salib.
      Dalam Filipi 2 mulai ayat 5 ada tujuh pikiran dan perasaan Yesus atau tabiat Yesus yaitu merendahkan diri, menghampakan diri, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah, sampai yang terakhir taat sampai mati di kayu salib (ayat 8).

      Kita juga berusaha untuk taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.
      Ini adalah tabiat seorang imam. Contohnya: Abraham taat kepada Tuhan untuk mempersembahkan anaknya sendiri.

      Matius 7: 21-23
      7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
      7:22. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
      7:23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian
      pembuat kejahatan!"

      Ukuran keberhasilan dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan--menjadi seorang imam--sampai membuka pintu sorga bukanlah kehebatan dalam pelayanan, tetapi ketaatan kepada kehendak Tuhan.

      Kalau pintu sorga terbuka, pintu-pintu di dunia juga pasti terbuka. Sabar!
      Yang penting kita mau mengalami percikan darah seperti Yesus, yaitu memegang salib.
      Praktiknya yaitu mati terhadap dosa dan bangkit dalam hidup yang benar dimulai dari baptisan air. Sesudah itu menjadi senjata kebenaran; imam dan raja.

      Kalau sudah ditolong Tuhan, lalu berbuat dosa lagi, keadaannya akan menjadi lebih buruk dari pada keadaan semula. Kalau sudah jatuh dalam dosa, buang dosanya, tetap pegang salib. Jangan buang salibnya! Jangan buang pelayanannya!

      Praktik selanjutnya yaitu berusaha taat, sampai satu waktu pintu sorga terbuka dan pintu di dunia juga terbuka bagi kita. Harus bersabar, sebab ada waktunya Tuhan.

      Sekalipun pelayanan itu dianggap hebat oleh manusia kalau tidak taat pada firman pengajaran (tidak sesuai terhadap firman pengajaran yang benar), ia akan ditolak oleh Tuhan, bahkan dianggap sebagai pembuat kejahatan, akibatnya diusir dari sorga, dan binasa untuk selamanya. Ukurannya adalah ketaatan.


    1 Petrus 2: 19
    2:19. Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

    Kalau kita mau mengalami percikan darah kita akan mengalami kasih karunia.
    Kisah Rasul 5: 41
    5:41. Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.

    Sebenarnya manusia berdosa tidak layak mengalami salib, apalagi kemuliaan. Karena itu kalau kita dianggap layak menderita karena Tuhan, kita harus mengucap syukur, jangan mengomel atau menyalahkan Tuhan, sebab kita mendapatkan kasih karunia Tuhan.

    Salah satu wujud kasih karunia Tuhan kepada bangsa kafir adalah baptisan Roh Kudus; urapan Roh Kudus; kepenuhan Roh Kudus.
    Kisah Rasul 10: 44-45
    10:44. Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.
    10:45. Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa
    karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,

    'bangsa-bangsa lain'= bangsa kafir.
    Tanpa Roh Kudus bangsa kafir hanya anjing dan babi--tidak punya akal budi--, bahkan seperti setan yang akan dibinasakan. Kita mutlak membutuhkan Roh Kudus.
    Roh Kudus ini yang jadi akal budi kita, sehingga kita berbeda dengan binatang.

    Malam ini kita mohon Roh Kudus. Roh Kudus inilah yang mendorong kita untuk berdoa menyembah Tuhan--menjadi rumah doa. Dia yang membantu kita untuk bisa menyembah Tuhan dengan keluhan tak terucapkan--hancur hati sampai berbahasa roh.

    Roma 8: 26
    8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

    Tanpa Roh Kudus kita akan kering, tidak suka menyembah. Tetapi kalau Roh Kudus menyentuh, kita bisa menyembah Tuhan; kita gemar menyembah Tuhan sampai menjadi rumah doa.

    Apapun keadaan kita, ada Roh Kudus di tengah kita.
    Hasilnya:


    • Roh Kudus mengadakan mujizat secara rohani yaitu pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari kuat teguh hati, artinya:


      1. Berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran sehingga kita hidup benar dan suci.
      2. Tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan.
      3. Tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan apapun yang dihadapi.
      4. Tidak bangga dengan sesuatu tetapi tetap percaya dan berharap Tuhan; menyembah Dia.


    • Yosua 1: 6
      1:6. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.

      Tuhan mencari kehidupan yang taat, yang benar dan menjadi senjata kebenaran dan kuat teguh hati.

      Yosua dipakai Tuhan untuk membawa bangsa Israel masuk ke Kanaan. Musa dipakai Tuhan untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir sampai gunung Sinai dan dari gunung Sinai sampai tapal batas Kanaan--sungai Yordan.

      Hasil kedua: kita dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus--dulu Yosua dipakai dalam kegerakan menuju Kanaan--mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tubuh yang sempurna.


    • Yohanes 16:33
      16:33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

      Hasil ketiga: kuasa Roh Kudus mengalahkan dunia dengan segala pengaruhnya: kesulitan, aniaya karena Yesus, godaan, kesukaan dunia, dosa-dosa, sehingga hati kita menjadi damai sejahtera; tidak merasakan lagi apa-apa yang daging rasakan: kecewa, sedih, bangga dan lain-lain, tetapi hanya merasakan kasih Allah, semua menjadi enak dan ringan.
      Mungkin masih dalam pencobaan tetapi kita tidak terpengaruh lagi.


    • 1 Tawarikh 19: 13
      19:13. Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."

      Ayat 13= perang melawan musuh-musuh yang lebih hebat.

      Hasil keempat: Roh Kudus memberikan kuasa kemenangan atas musuh yang lebih kuat; menyelesaikan semua masalah yang mustahil--Roh Kudus mengadakan mujizat jasmani.

      Mungkin belum waktunya Tuhan, tetap bertahan. Yang Tuhan tunggu adalah kuat teguh hati--landasan yang kuat. Tuhan tidak melihat besarnya musuh; hebatnya masalah, tetapi Tuhan melihat kuat dan teguh hati. Saat tidak ditolong Tuhan bagaimana? Seperti Sadrakh, Mesakh, Abednego: Sekalipun Tuhan tidak menolong, kami tetap menyembah Tuhan. Inilah kuat dan teguh hati yang ditunggu Tuhan.
      Landasan harus dikuatkan lagi, sampai terjadi mujizat jasmani; semua masalah selesai.

      Roh Kudus menjadikan semua berhasil dan indah pada waktunya.

      Dan kalau Tuhan datang kembali terjadi mujizat yang terakhir yaitu kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali di awan-awan yang permai.

Yesus mengalami percikan darah, kita juga harus mengalami percikan darah.
Pegang salib! Praktiknya yaitu masuk pengalaman kematian dan kebangkitan bersama Yesus mulai baptisan air, hidup benar, menjadi senjata kebenaran. Kemudian taat dengar-dengaran apapun resikonya. Kita akan dapat kasih karunia, salah satu bentuknya urapan Roh Kudus. Ini kekuatan bangsa kafir untuk bisa mendorong kita berdoa--rumah doa. Serahkan semua kepada Tuhan, maka kita akan mengalami mujizat rohani, kuat teguh hati, dan mujizat jasmani, sampai kesempurnaan.
Mohon kekuatan Roh Kudus!

Kelemahan jasmani, rohani atau apapun, biar dijamah oleh Roh Kudus.
Mohon kepada Tuhan supaya kita menjadi kuat teguh hati--landasan diperbaiki. Lemah menghadapi dosa, lemah dalam berdoa dan ibadah, mohon kekuatan ekstra dari Tuhan. Jangan mundur setapakpun! Jangan mengandalkan yang lain! Mungkin sudah di ambang keputusasaan, serahkan semua kepada Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top