English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 21 Januari 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:12-17
6:12 Maka aku melihat, ketika...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 26 Maret 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2-3 dalam susunan tabernakel terkena...

Ibadah Doa Surabaya, 27 April 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Oktober 2014 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat sore, selamat bersekutu di dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.
Pada kesempatan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 April 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 Juli 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:10-17 tentang Yesus memberi makan lima ribu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Juli 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 26 November 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 02 Agustus 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Mei 2011 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha. S. Toding

Matius 7: 15-23
7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 11 Februari 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:26-33
1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi...

Ibadah Raya Malang, 25 Maret 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangNya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:1-8 tentang orang-orang yang dimeteraikan dari bangsa Israel.
Orang-orang...

Ibadah Doa Malang, 27 September 2016 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 17:1-8
17:1 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus,...

Ibadah Raya Surabaya, 02 Maret 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 09 Oktober 2010 (Sabtu Sore)
Markus 15 dalam susunan Tabernakel terkena pada 7 percikan darah di atas tabut perjanjian, artinya...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 02 Juni 2018 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang harus disalibkan/dirobek:

  1. Ayat 1-3= kemunafikan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Desember 2017 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 06 Januari 2018).


  2. Ayat 4-12= ketakutan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 13 Januari 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 10 Maret 2018).


  3. Ayat 13-21= keinginan/ketamakan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 Maret 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 21 April 2018).


  4. Ayat 22-34= kekuatiran (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 28 April 2018).
  5. Ayat 35-48= kelengahan; tidak berjaga-jaga; lalai.

AD. 4. KEKUATIRAN
Lukas 12: 22-23
12:22. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.
12:23. Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.

Biasanya yang dikuatirkan adalah kehidupan jasmani--apa yang dimakan, diminum, dan dipakai--, tetapi kehidupan rohani diabaikan, padahal kehidupan rohanilah yang terpenting, dan menentukan masa depan kita sampai kehidupan kekal di sorga. Jasmani tanpa yang rohani hanya sementara; tidak menentukan. Harus bekerja dan sekolah yang keras, tetapi kehidupan rohani yang menentukan semuanya.

Malam ini kita belajar dari rumput.
Lukas 12: 28
12:28. Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya!

Di sini, ada dua kelompok manusia:

  1. Kelompok manusia alamiah/manusia darah daging. Ini adalah kelompok yang tidak mewarisi kerajaan sorga.
    1 Korintus 15: 50
    15:50. Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

    Bagian jasmani ini yang sering diingat, padahal binasa. Banyak orang hebat gagal. Tetapi hidup rohani bisa membawa sampai hidup kekal, terlebih lagi yang jasmani, pasti bisa.

    Tanda manusia alamiah:


    • Kurang percaya; bimbang; ragu akan pribadi Tuhan (firman pengajaran yang benar) dan kuasa Tuhan.
      Seringkali orang alamiah memakai logika.
      Orang yang bimbang tidak akan tenang hidupnya; tidak ada damai sejahtera, tetapi letih lesu, beban berat, air mata, kegagalan.

      Kegagalan sama dengan suasana kutukan/rumput duri. Manusia alamiah yang bimbang pada Tuhan sama dengan rumput duri, dia akan letih lesu, berbeban berat, susah payah, air mata, dan gagal.

      Kejadian 3: 17-18
      3:17. Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
      3:18. semak duri dan
      rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;

      Hawa bimbang. Tuhan sudah berkata: Semua buah pohon di dalam taman boleh kamu makan buahnya dengan bebas, kecuali satu. Selama taat, bahagia, tetapi begitu mendengar suara ular, ia bimbang, dan akhirnya hanya menuai rumput duri.
      Hawa bimbang karena suara ular; Adam bimbang karena suara isteri. Akhirnya hanya menghasilkan rumput duri--hidup dalam kutukan.


    • Hanya mendandani/menghiasi kehidupan daging dengan kekayaan, kepandaian, kedudukan, tetapi tidak mendandani yang rohani; hanya mencari dan mengandalkan kepandaian, kekayaan, kedudukan, sehingga mengabaikan kehidupan rohani/ibadah pelayanan kepada Tuhan. Rohaninya tidak didandani.

      Akibatnya: hidupnya hanya seperti rumput; memang semarak--hebat, pintar--, tetapi semaraknya rumput hanya sebentar, setelah itu kering dan dibakar--binasa selamanya.


    Mari sungguh-sungguh, ada hidup jasmani tetapi ada yang rohani juga. Jangan seperti manusia rumput!

    Tadi rumput duri bimbang pada firman, kemudian hanya bergantung pada yang jasmani saja dan mengabaikan yang rohani, dan akhirnya hanya menjadi seperti rumput.
    Yakobus 1: 9-11
    1:9. Baiklah saudara yang berada dalam keadaan yang rendah bermegah karena kedudukannya yang tinggi,
    1:10. dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan
    lenyap seperti bunga rumput.
    1:11. Karena matahari terbit dengan panasnya yang terik dan melayukan rumput itu, sehingga gugurlah bunganya dan
    hilanglah semaraknya. Demikian jugalah halnya dengan orang kaya; di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap.

    Percuma kuliah kalau tidak memperhatikan yang rohani, ia hanya seperti rumput yang berbunga, dan sebentar lagi hilang lenyap--binasa.
    Jangan sampai kita seperti rumput duri--dalam kutukan karena tidak percaya pada Tuhan--atau seperti bunga rumput--bagus tetapi cepat layu; kecewa, putus asa. Berapa banyak anak muda yang lulus sekolah kemudian gantung diri. Ini kenyataan yang ada, kalau rohani tidak didandani, semaraknya hanya sebentar saja; tidak tahan menghadapi pencobaan. Tuhan tolong kita.


  2. Kelompok manusia rohani.
    Tandanya: mendandani/menghiasi kehidupan rohani lewat ibadah melayani Tuhan sampai memuncak pada doa penyembahan.

    Doa penyembahan adalah proses perobekan/penyaliban daging dengan segala keinginan.
    Hawa menginginkan apa yang dilarang Tuhan. Kaum muda, perhatikan, berjodoh boleh, tetapi jangan memilih yang dilarang Tuhan. Jangan cari yang aneh-aneh! Keinginan daging yang meraksasa ini yang membuat aneh, sampai orang berkata: Kok bisa?

    Juga daging dengan segala hawa nafsu dan tabiatnya dirobek, supaya kita bisa mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani sama dengan mendandani/menghiasi hidup kita dengan perhiasan rohani.
    Doa penyembahan yang Tuhan ajarkan adalah doa penyembahan satu jam, dipercepat dengan doa puasa dan doa semalam suntuk.

    1 Petrus 3: 3-6a
    3:3. Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
    3:4. tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang
    lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
    3:5. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka
    tunduk kepada suaminya,
    3:6a.
    sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya.

    Perhiasan rohani adalah:


    • Lemah lembut= tidak kasar dalam berkata-kata; tidak meledak-ledak, tetapi bisa mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

      "Saya sering gagal, kadang-kadang kalau sudah keterlaluan, meledak juga. Tetapi belajar juga."


    • Pendiam= tenteram= banyak berdiam diri, artinya koreksi diri lewat ketajaman pedang firman.
      Jangan menghakimi atau bergosip, itu sama dengan menelanjangi diri! Semakin banyak kita menghakimi orang dan bergosip, semakin kita menelanjangi diri sendiri. Jangan! Banyak berdiam diri!
      Koreksi diri lewat ketajaman pedang firman, kalau ditemukan dosa, akui kepada Tuhan dan sesama.

      Kita sudah salah berbuat atau berkata-kata, ada pedang firman yang mengingatkan, jangan marah.
      Kalau tidak salah, tetap diam, jangan membela diri, supaya Tuhan yang membela.

      Lemah lembut = mengampuni; pendiam= mengaku. Kalau kita sudah bisa saling mengaku dan mengampuni, darah Yesus akan menghapus segala dosa kita sehingga kita mendapatkan hati yang damai sejahtera. Itu yang penting.

      Kalau mau damai yang sesungguhnya, selesaikan dosa. Kalau dosa disembunyikan, tidak akan bisa tenang; seperti rumput duri. Sungguh-sungguh!

      Dosa dibasuh oleh darah Yesus dan kita memiliki hati damai; tidak merasakan apa-apa lagi yang daging rasakan: benci, tersinggung dan sebagainya, tetapi kita hanya merasakan kasih Allah--bisa mengasihi Tuhan, sesama, dan musuh--, sehingga hidup itu benar-benar enak dan ringan. Kalau bisa mendoakan orang yang memusuhi kita, hati kita akan lebih damai lagi, hidup lebih enak dan ringan lagi.

      Jangan dibodohi oleh setan! Nikmati masa muda. Jangan sampai baru SMP sudah berat, apalagi karena jodoh! Jangan! Bagaimana bisa nikmat? Buang dosa! Kita akan merasa enak dan ringan; perhentian; kelegaan.


    • Tunduk= taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, seperti Sarah tunduk pada Abraham.
      Ini sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan; percaya dan mempercayakan diri kepada Tuhan, tidak ada lagi kebimbangan, kekuatiran, dan ketakutan. Kita menyerah sepenuh pada Tuhan. Kalau hidup sudah enak dan ringan--lemah lembut dan pendiam; dosa dihapus semua--, kita bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan anugerah yang besar kepada kita.


    Biar kita kecil dan tak berdaya, ada tangan anugerah Tuhan yang besar, yang diulurkan kepada kita. Jangan takut! Semua lakukan yang baik, tetapi jangan lupa dandani yang rohani sampai bisa menyembah Tuhan dan dihiasi oleh Tuhan/diubahkan: lemah lembut, pendiam, dan penurut. Mulai lembut dengan orang tua. Semakin keras berkata kepada orang tua, semakin gagal hidup itu.

    Kita belajar melembut malam ini, mengaku dosa dan mengampuni, supaya hidup enak dan ringan. Kemudian bisa taat, mengulurkan tangan pada Tuhan.

    Contoh dan hasilnya: Petrus.
    Dua kali Petrus mengulurkan tangan:


    • Dalam keadaan bimbang, takut; membutuhkan sesuatu. Malam ini kalau ada yang bimbang, ragu masih diberi kesempatan oleh Tuhan.

      "Dulu ada teman kaum muda, saya kagum: 'Dia dipakai Tuhan, ya.' Satu waktu dia sudah sekolah, pintar, dapat beasiswa ke luar negeri, lalu pulang, dia lihat kita ibadah tetap selasa, jumat, sabtu, minggu, lalu dia bertanya: 'Apa sudah betul yang kamu lakukan?' Sombong, karena dia sudah menghiasi yang jasmani. Hati-hati yang sekolah ke luar negeri, ya! Waktu itu sulit untuk sekolah ke luar negeri. Tahun 1980-an. Tidak ada internet. Jadi pulang, dia sombong. Sekarang saya tidak dengar bagaimana kabarnya. Mestinya hebat. Jangan begitu! Jangan bimbang pada Tuhan."

      Petrus diberi kesempatan, itulah kebaikan Tuhan. Apapun keadaan kita malam ini, masih diberi kesempatan untuk mengulurkan tangan. Saling mengaku dan mengampuni dulu, tenang, baru berserah dan berseru kepada Tuhan.

      Matius 14: 29-32
      14:28. Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
      14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
      14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "
      Tuhan, tolonglah aku!"
      14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau
      bimbang?"
      14:32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

      'apabila Engkau itu'= coba-coba pada Tuhan. Jangan!

      "Seperti saya dulu, mau masuk Lempin-El, saya coba-coba, bilang pada Tuhan: 'Kalau adik saya bisa diterima di perguruan tinggi negeri, saya masuk.' Itu artinya bimbang."

      Lain dengan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego: "Kalau Tuhan tidak menolong, aku tetap menyembah Tuhan." Full 100%, tidak bimbang.

      Petrus mengulurkan tangan karena hampir tenggelam. Tidak apa-apa. Malam ini mungkin ada kemerosotan secara jasmani, kita boleh berseru pada Tuhan. Tuhan itu baik. Nilai merosot, pekerjaan merosot, ibadah pelayanan mulai merosot, berseru pada Tuhan, selagi belum tenggelam. Namanya 'hampir', masih bisa ditolong oleh Tuhan.

      Sudah jatuh dalam dosa-dosa dan puncaknya dosa, berseru pada Tuhan. Tuhan akan pulihkan semua; semua selesai, yang jatuh bisa hidup benar dan suci, gagal bisa berhasil dan indah.
      Yang sudah bimbang, percaya kepada Tuhan--seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego: Kalaupun Tuhan tidak menolong, aku tetap percaya Tuhan. Ini iman yang teruji.

      Malam ini, biar kita percaya pada Tuhan apapun yang Dia izinkan terjadi.


    • Petrus mengulurkan tangan karena mengasihi Tuhan lebih dari semua; rela berkorban semua sampai nyawa untuk Tuhan.
      Yohanes 21: 18-19
      21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
      21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana
      Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

      Gunakan masa muda dengan sungguh-sungguh! Nikmati, percayakan hidup pada Tuhan, usaha, tetapi Tuhan yang menentukan. Angkat tangan kepada Tuhan bila kita butuh sesuatu, tetapi lebih dari itu kita mengangkat tangan karena mengasihi Tuhan bukan karena kebutuhan.

      Tadi Petrus takut mati, tapi sekarang rela mengorbankan nyawa untuk Tuhan.

      Tangan anugerah Tuhan yang besar diulurkan untuk memuliakan Petrus, artinya:


      1. Memakai Petrus dalam pelayanan; sekarang memakai kita dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
        Tangan anugerah Tuhan akan membawa kita pada kegerakan yang lebih besar. Lebih mengasihi Tuhan, lebih besar kita dipakai.


      2. Diubahkan menjadi kuat teguh hati, tidak takut apapun: tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan; tetap pegang teguh pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran; tetap hidup benar dan suci apapun yang terjadi; tetap beribadah melayani Tuhan; tetap menyembah Tuhan.


      3. Mujizat jasmani juga terjadi: mustahil jadi tidak mustahil.
        Di dalam pelayanan Petrus menyembuhkan orang lumpuh, bahkan ada yang mati dibangkitkan.
        Petrus sudah menyerah sepenuh pada Tuhan.

        Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Bagi Tuhan lebih mudah dari membalik telapak tangan. Jangan batasi kuasa Tuhan! Kalau sudah tidak mampu, serahkan pada Tuhan, biar Dia mengadakan mujizat. Berserah dan berseru pada Dia.

        Mulai tenggelampun, malam ini berserah dan berseru, sampai mengasihi Tuhan.

        Sampai kalau Tuhan datang kembali kita diubahkan jadi sempurna untuk layak bertemu Tuhan di awan-awan yang permai dan masuk ke takhta sorga.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Palopo)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • 05 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Sore))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • 26 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

  • 30 April 2019 - 02 Mei 2019
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top