English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum (Minggu, 22 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 12 Agustus 2007)
Tayang: 14 Juli 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 19 Agustus 2007)
Tayang: 12 Agustus 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 02 September 2007)
Tayang: 07 November 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 04 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 09 Maret 2008)
Tayang: 05 Agustus 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 20 April 2008)
Tayang: 21 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 01 Juni 2008)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 20 Mei 2007)
Tayang: 24 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 05 Agustus 2007)
Tayang: 18 Mei 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 21 Oktober 2007)
Tayang: 28 Maret 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 16 September 2007)
Tayang: 26 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum
Tanggal: Minggu Pagi, 02 September 2007
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 07 November 2010

Kita masih membaca injil Matius yang secara keseluruhan merupakan penghukuman TUHAN atas gereja TUHAN/penghukuman TUHAN atas dunia ini dan terjadi pada saat kedatangan YESUS Yang kedua kalinya dimana dunia beserta isinya akan hancur dan lenyap itu sama dengan kiamat.

Kita mempelajari Matius 24 supaya kita tidak masuk kiamat/ hancur lenyap bersama dunia tetapi justru waktu kedatangan YESUS Yang ke dua kali, kita akan terangkat dan dipermuliakan bersama Dia selama-lamanya. Inilah pengharapan kita sekalian dengan mempelajari Matius 24.

Matius 24 : 3 - 5
3. Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"
4. Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
5. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.

Ada tujuh nubuat yang harus terjadi menjelang kedatangan YESUS Yang kedua kalinya.

Ketujuh nubuat itu adalah:
  1. nubuat tentang penyesat-penyesat --> ay 3-ay 5
  2. nubuat tentang bangsa-bangsa --> ay 6-ay 8
  3. nubuat tentang pencobaan atas anak-anak TUHAN --> ay 9-ay 14
  4. nubuat tentang antikrist --> ay 15-ay 25
  5. nubuat tentang kedatangan YESUS Yang kedua kalinya --> 26-ay 31
  6. nubuat tentang Israel --> ay 32-ay 35
  7. nubuat tentang penghukuman atas dunia pada saat kedatangan YESUSYang kedua kalinya --> ay 36-ay 44
Tanda yang pertama ay 3 sampai ay 5 adalah tentang penyesat-penyesat = nubuat tentang penyesat-penyesat atau pengajaran sesat. Banyak penyesat dan banyak yang disesatkan dihari-hari ini, hanya sedikit gereja yang benar/gereja yang berpegang pada Firman pengajaran yang benar.  

Kita sudah mempelajari banyak tentang penyesat, dan sekarang ini kita maju satu langkah lagi untuk membahas bentuk-bentuk penyesatan, yang di dalam alkitab, pengajaran sesat ini di gambarkan sebagai ragi.

Galatia 5 : 9
Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.

Kalau kita membaca dengan sungguh-sungguh --> 'sedikit ragi mengkhamirkan seluruh adonan'. Seharusnya sedikit, maka yang rusak juga sedikit, kalau banyak, akan merusak banyak. Racun sedikit, akan merusak sedikit, racun yang banyak akan merusak seluruh tubuh. Tetapi lain dengan ragi --> sedikit ragi merusak seluruh adonan --> ini menujuk betapa dahsyatnya pekerjaan dari pengajaran-pengajaran sesat. Kita jangan berkata hanya satu kali mendengar, hanya sedikit --> jangan!!! Sebab berbahaya.

Dahsyatnya pengajaran sesat ini untuk menghancurkan Tubuh Kristus, yang dimulai dengan menghancurkan nikah dan juga menghancurkan nikah dari anak-anak TUHAN. Jadi kita harus berhati-hati dengan ajaran-ajaran sesat ini, sebab menghancurkan seluruh adonan, itulah Tubuh Kristus secara keseluruhan.

Ada tiga macam ragi yaitu:
  • ragi herodes
    Markus 8 : 15
  • ragi Parisi
  • ragi orang Saduki Matius 16 : 6
Inilah tiga macam ragi/ pengajaran sesat.  

Kita akan mempelajari tentang RAGI HERODES --> Markus 8 : 15, Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes."

Jadi, ragi herodes adalah ragi pengajaran sesat yang menghasilkan tabiat herodes. Jadi kalau kita terkena pengajaran ragi herodes, maka nanti kita akan memiliki tabiat dari herodes.

Tabiat herodes adalah:
  1. benci/kebencian sampai memuncak pada pembunuhan. Jadi jika kita menerima pengajaran-pengajaran sesat/ragi herodes, maka akan menghasilkan tabiat membenci, terus membenci, sampai dapat membunuh.

    Matius 2 : 16
    Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.

    Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah" -->
    sangat marah = marah tanpa sebab = membunuh. Inilah ragi herodes.

    Pengajaran herodes yang menghasilkan tabiat herodes, pengajaran sesat yang menghasilkan nomer satu kebencian sampai pada puncaknya yaitu membunuh.

    Hati-hati dalam nikah, jangan ada kebencian sebab itu adalah ragi herodes.
    Kemudian dalam penggembalaan, juga harus berhati-hati.

    Mari dilengkapi ragi herodes yaitu kebencian/marah dan sebagainya dengan membaca di dalam 2 Korintus 12 : 20, Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.

    Jadi, kekuatiran dari rasul Paulus, bukan sidang jemaat tidak makan --> tidak!! Bukan ini. Tetapi ketakutan/kekuatiran dari rasul Paulus adalah: supaya jangan ada ragi herodes sebab ini yang akan menghancurkan.

    "Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan."
    = egois, ini yang akan meningkat menjadi pembunuhan.

  2. dusta, tadi herodes membunuh tetapi ia mengatakan bukan untuk membunuh tetapi ia mau menyembah. Hati-hati saudaraku, kelihatan beribadah tetapi yang ada hanyalah kebencian --> berbicaranya manis sekali tetapi di dalamnya ada kebencian-kebencian. Inilah dusta herodes.

    Matius 2 : 7- 8
    7. Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.
    8. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia."

    Ayat 7 --> "Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu" --> kita harus berhati-hati sebab kalau sudah diam-diam = pertemuan diam-diam --> hati-hati sudah ada herodes disitu. Semoga kita bisa mengerti.

    Inilah pengajaran-pengajaran sesat dihari-hari ini. Kita bisa saja menerima pengajaran benar, tetapi jika kita tidak mempraktekkannya --> bisa menjadi ragi herodes yaitu kita bisa membenci, bisa berdusta. Semoga kita bisa mengerti.

  3. kesombongan, --> Kirah rasul 12 : 21, 22,
    21. Dan pada suatu hari yang ditentukan, Herodes mengenakan pakaian kerajaan, lalu duduk di atas takhta dan berpidato kepada mereka.
    22. Dan rakyatnya bersorak membalasnya: "Ini suara allah dan bukan suara manusia!"
Ragi herodes menghasilkan tabiat-tabiat herodes yang dimulai dengan:
  • perselisihan, iri hati yang akan mengarah kepada kebencian dan memuncak pada pembunuhan.
  • Dusta.
  • kesombongan.
Praktek dari kesombongan?
  1. Kisah Para Rasul 12 : 1-3
    1. Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat.
    2. Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang.
    3. Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi.

    Jadi praktek kesombongan pertama dari herodes ini adalah memenjarakan dan membunuh hamba TUHAN yang memiliki jabatan pelayanan dan ditahbiskan oleh TUHAN.

    Apa artinya sekarang ini kepada kita secara rohani? memenjara membunuh itu adalah:
    • tidak setia sampai meninggalkan ibadah dan jabatan pelayanan. Kesombongan herodes, kalau dulu dia memenjara dan membunuh Petrus yang dipakai TUHAN.

      Mari! sungguh-sungguh serius sebab ini adalah kesombongan. Kita yang sudah diangkat dan ditahbiskan oleh TUHAN dalam jabatan pelayanan apa saja, mungkin sebagai gembala, mungkin sebagai penyanyi, pemusik, pembersih gereja, tetapi langsung kita tinggalkan = tidak setia dalam jabatan pelayanan = kesombongan.

      Atau sebaliknya, kita memenjara jabatan --> dulu Petrus yang memiliki jabatan, sekarang kita melayani tetapi tanpa jabatan pelayanan yang benar dari TUHAN = melayani tidak sesuai dengan jabatan pelayanan.
      Dia diberi jabatan pelayanan/diangkat oleh TUHAN sebagai penyanyi, tetapi mau menjadi gembala --> penyanyi itu tangan, gembala itu kaki = tangan mau jadi kaki, akibatnya rusak. Hati-hati saudaraku, ini-ini sungguh-sungguh merupakan kesombongan.

      Kemudian gembala mau menjadi penginjil yang pergi kesana kemari --> untuk ini saya juga dikoreksi, saya hanya karena pengajaran ini, saya mau diutus untuk pembangunan tubuh, sesudah selesai, saya cepat kembali, sebab tidak ada ampun bagi saya kalau tidak cepat kembali untuk bisa melayani karena saya seorang gembala. Mari, kita jangan tidak setia di dalam pelayanan dengan meninggalkan jabatan pelayanan = sombong atau melayani dengan seenaknya saja/melayani tidak sesuai dengan jabatan pelayanan tetapi melayani dengan seenaknya sendiri, maka kedua-duanya ini bukan membangun Tubuh tapi merusak Tubuh Kristus/ menghancurkan adonan, tidak setia itu menghancurkan adonan.

      1 Korintus 3 : 17
      Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia

      Bait ALLAH = Tubuh Kristus.
      Tidak ada ampunan dari TUHAN, kalau kita merusak Tubuh Kristus, maka kehidupan itu juga akan dirusak dan dibinasakan oleh TUHAN.

      Mungkin rusak:
      1. secara ekonomi --> tidak mengapa saya ini tidak setia sebab sekali-pun saya tidak setia, saya tetap memiliki banyak uang, tetapi rusak.
      2. kesucian, nikahnya dirusak. Semuanya rusak, sebab dia merusak Tubuh Kristus sehingga dia juga akan dirusak oleh TUHAN. Semoga kita bisa mengerti.

    • tidak tergembala. Melayani, tetapi tidak tergembala, dan ini juga merupakan suatu kesombongan.

      1 Petrus 5 : 5
      Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."

      Di bagian atas ditulis tentang orang muda dan ini adalah gambaran dari kekuatan, sebab orang muda ini masih kuat-kuatnya daging. Jadi kesombongan itu tidak mau tergembala karena merasa kuat/mengandalkan kekuatan sendiri/ kemampuan sendiri. Jadi, orang tidak tergembala/ kesombongan = orang yang mengandalkan kekuatan sendiri/kemampuan sendiri seperti yang dimiliki oleh kaum muda.

      Ini saya katakan kekuatan dan kemampuan yang dimiliki kaum muda sebab merupakan kekuatan yang terbesar; sesudah masa muda menjadi masa tua yang kekuatannya menjadi semakin merosot.

      Dari bayi tidak memiliki kekuatan dan kemampuan --> untuk mengambil susu saja, seorang bayi tidak kuat, tetapi ia bertumbuh dan bertambah kuat, sehingga ia dapat memegang botol susunya. Terus bertumbuh, sampai memasuki masa muda --> disinilah puncak kekuatan dari masa muda. Sesudah itu masuk masa tua yang mulai menurun kekuatannya. Mengapa TUHAN menulis masa muda ini gambaran dari puncaknya kekuatan dan orang tidak tergembala itu betul-betul dia sombong = dia mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri seperti seorang muda yang memang kuat, tetapi berbahaya kalau tidak tergembala sebab ada akibatnya yaitu:
      1. akan tersesat.
      2. letih lesu dan jatuh.

      Kalau tidak tergembala, seperti nanti akan banyak kaum muda yang jatuh, menjelang kedatangan TUHAN seperti yang dituliskan dalam alkitab --> teruna/ kaum muda akan jatuh dan ini adalah gambaran dari orang yang mengandalkan kemampuan dan juga yang tidak mau tergembala akan tersesat dan jatuh.

      Amos 8 : 13, 14
      13. Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus
      14. mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."

      Kesombongan --> kalau sudah rebah tidak bangkit lagi. Itu sebabnya bagi kaum muda, saudara harus berhati-hati, dan juga kita semua jangan mengandalkan kekuatan dan kemampuan, sekalipun kita seperti kaum muda yang memiliki puncak kekuatan, tetapi kita tidak akan mampu kalau tidak tergembala. Akibat dari tidak tergembala, arahnya akan tersesat dan jatuh tidak bangkit- bangkit lagi = binasa.

      Itu sebabnya bagi sidang jemaat perhatikan penggembalaan; siapapun dia, harus tergembala di mulai dari saya sebagai gembala, kemudian rasul, nabi, guru, semua harus tergembala supaya tidak tersesat dan tidak jatuh. Semoga kita bisa mengerti.

      Tetapi kalau dalam penggembalaan, ini diakui sendiri oleh firaun yang adalah gambaran dari setan --> diantara tanah di Mesir/di dunia, yang paling baik hanyalah tanah di Gosyen. Sekarang dunia ini, berlomba-lomba untuk menciptakan suatu sistim yang canggih untuk memelihara pertanian, tetapi tidak ada sistim yang lebih canggih lagi, sebab setan sendiri mengakui, yang paling canggih adalah penggembalaan.

      Itu sebabnya, mari kita semua sungguh-sungguh masuk kandang penggembalaan dengan memperhatikan ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, sebab tidak ada lagi sistim yang lebih canggih dari itu.

      Jadi jika mau tergembala, harus memperhatikan kandang penggembalaan yang di dalam tabernakel menunjuk pada ruangan suci, di mana ada tiga macam alat yaitu:

      Jaman Musa
      Jaman hujan awal (Kis. Rsl 2 : 42)
      Jaman hujan akhir
      (sekarang)
      Pelita emas
      Ketekunan di dalam persekutuan

      Ketekunan di dalam ibadah raya
      Meja roti sajian
      Ketekunan di dalam pemecahan roti
      Ketekunan di dalam ibadah pendalaman alkitab di sertai dengan perjamuan suci
      Mezbah dupa emas
      Ketekunan di dalam doa
      Ketekunan di dalam ibadah doa penyembahan

    Syarat tergembala
    :
    • Harus ada di kandang penggembalaan = ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
    • Dan dengar-dengaran pada Firman penggembalaan, jangan mendengarkan suara asing yaitu pengajaran lain, kemudian gosip-gosip. Jangan saudara dengar, sebab nanti saudara akan merasa asing.

    Saya selalu mengatakan, dan ini bukan hanya di bibir saja, tetapi sungguh-sungguh, bukan pura-pura --> seandainya saya tidak mengerti pengajaran tentang tiga macam ketekunan, betapa enaknya saya. Dari Sibolga saya dapat tinggal di Medan selama seminggu, nanti baru kembali ke Malang minggu depan dan untuk pelayanan, saya dapat menyuruh orang lain saja, sebab saya mau bersantai-santai dulu di danau Toba. Tetapi karena saya mengerti penggembalaan di dalam tiga macam ibadah, maka saya tidak bisa melakukan hal seperti itu; sebab ini tanggung jawab ku sebagai seorang gembala. Semoga kita bisa mengerti.

    Inilah sistem yang canggih (Kejadian 43), tidak ada sistem di dunia yang lebih canggih dari sistem penggembalaan di tanah Gosyen dan ini merupakan pengakuan setan sendiri. Itu sebabnya setan mau menghancurkan penggembalaan.

    TUHAN sudah memperingati kepada Petrus --> Petrus, malam ini, Gembala akan dibunuh, dan domba akan tercerai - berai. Gembala terlebih dahulu yang dibunuh. Sekarang gembala-gembala, dulu yang tidak lagi sebagai gembala dibunuh oleh setan, jabatan pelayanan dirampas oleh setan, tidak lagi jadi seperti gembala, sidang jemaat juga tercerai berai, saya nomer satu harus berhati-hati.

    Kejadian 47 : 5, 6
    5. Lalu berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Ayahmu dan saudara-saudaramu telah datang kepadamu.
    6. Tanah Mesir ini terbuka untukmu. Tunjukkanlah kepada ayahmu dan kepada saudara-saudaramu tempat menetap di tempat yang terbaik dari negeri ini, biarlah mereka diam di tanah Gosyen. Dan jika engkau tahu di antara mereka orang-orang yang tangkas

    Jadi ini Gosyen tempat terbaik/sistem terbaik, tanah Gosyen itu menunjuk pengembalaan/sistem penggembalaan adalah sistem yang terbaik yang paling canggih untuk menghadapi keadaan dunia yang seperti padang gurun, yang gersang dan sulit untuk menuai menabur dan banyak binatang buas = mara bahaya di segala bidang. Tetapi kalau kita tergembala, kita dipelihara oleh TUHAN bagaikan Biji Mata TUHAN Sendiri.

    Ulangan 32 : 9, 10
    9. Tetapi bagian TUHAN ialah umat-Nya, Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya.
    10. Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.

    Ayat 10 --> "Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan --> inilah keadaan kita, dulu Yakub Israel, sekarang Israel rohani kembali kepada padang pasir tandus. Kalau saudara mengakui --> tahun- tahun yang lalu lebih enak untuk berjualan, tetapi sekarang agak sulit. Kalau saudara bisa mengaku begitu = sekarang menuju ke ketandusan/padang pasir, itulah hidup kita.

    Kehidupan yang tergembala, akan dipelihara oleh TUHAN, bagaikan Biji Mata-Nya Sendiri, artinya:
    • TUHAN memelihara kita secara langsung di dalam dunia yang gersang/ di padang pasir dunia yang gersang dan yang sulit untuk menabur menuai.
    • kita dilindungi dari ancaman-ancaman secara rohani, itulah pengajaran sesat, dosa-dosa yang memuncak sampai dosa sex dan makan minum. Kita dilindungi seperti biji mata supaya tidak sebutir pasir pun yang dapat masuk di mata kita. Masalah di dunia/pencobaan-pencobaan di dunia ini bagaikan pasir banyaknya, tetapi tidak akan menghancurkan kita.

      Jangan sombong, kalau sombong = kita menggunakan kekuatan sendiri/ kemampuan/cara sendiri = sesat dan jatuh bagaikan teruna yang jatuh dan tidak bisa bangkit. Kita dapat membayangkan, orang yang mempunyai kekuatan full/kekuatan penuh, tidak dapat bangkit, apalagi yang tidak mempunyai kekuatan, betul-betul akan hancur. Semoga kita dapat mengerti.

  2. Kisah Para rasul 12 : 21- 23
    21. Dan pada suatu hari yang ditentukan, Herodes mengenakan pakaian kerajaan, lalu duduk di atas takhta dan berpidato kepada mereka.
    22. Dan rakyatnya bersorak membalasnya: "Ini suara allah dan bukan suara manusia!"
    23. Dan seketika itu juga ia ditampar malaikat Tuhan karena ia tidak memberi hormat kepada Allah; ia mati dimakan cacing-cacing.

    Mau menjadi sama dengan TUHAN tetapi dengan cara sendiri/cara daging.

    Mari saudaraku, memang kita harus menjadi sama dengan TUHAN, kalau tidak sama, nanti waktu kiamat, kita akan betul-betul masuk kiamat. Tetapi disini kesalahan herodes, ia mau menjadi sama dengan TUHAN, tetapi dengan cara sendiri, dengan cara daging, mengangkat-angkat diri seperti Hawa di taman Eden --> setan mengatakan 'kalau kamu makan buah yang dilarang, maka kamu akan menjadi sama dengan TUHAN' = mau menjadi sama dengan TUHAN dengan melanggar Firman.

    Akibatnya, herodes di tampar oleh malaikat dan dia mati di makan cacing-cacing, mati di makan cacing itu artinya masuk ke neraka dimana cacing-cacingnya/ulat-ulatnya tidak mati.

    Itu sebabnya ibadah pelayanan jangan memakai cara sendiri, tetapi harus memakai cara dari TUHAN. Salah satu Firman, seperti pelayanan Marta dan Maria yang secara logika, pelayanan Marta yang hebat. Tetapi kalau pelayanan itu tidak sesuai Firman, akan ditolak oleh TUHAN, sekali-pun hebat di mata orang, tetapi ditolak oleh TUHAN.

    Itu sebabnya kita jangan sembarangan:
    • dengan mau menjadi sama dengan TUHAN dengan cara sendiri.
    • jangan beribadah dan melayani TUHAN dengan cara sendiri/menggunakan logika, tetapi kembali pada Firman Pengajaran yang benar = duduk mendengar Firman TUHAN, apa yang menjadi perintah TUHAN.
Inilah herodes yang sombong:
  • tidak mau tergembala,
  • mau melayani tanpa jabatan,
  • tidak setia = meninggalkan jabatan itu,
  • mau jadi sama dengan TUHAN dengan memakai cara sendiri/mau ibadah pelayanan dengan cara dunia, seperti dalam hal keuangan, cara menyanyi yang memang secara dunia di akui hebat luar biasa, tertata rapi, tetapi dihadapan TUHAN, TUHAN katakan --> Marta! Marta! engkau susah, kuatir bagaikan hidup ditengah duri.
Kita memang harus menjadi sama dengan TUHAN, tetapi harus melewati proses penyaliban daging/perobekkan daging. Ibadah pelayanan yang benar harus ditandai salib, jangan yang enak- enak bagi daging, jangan!!!

Mau menjadi sama dengan TUHAN harus:
  • lewat jalan salib, perobekan daging,
  • penyucian dan
  • keubahan hidup itu perobekkan daging = salib, jangan ciptakan ibadah pelayanan yang enak bagi daging, justru harus ditandai jalan salib.
Kalau saudara beribadah dengan memilih - milih --> saya dapat beribadah di sini, bisa bekerja di sini = bukan jalan salib.

Tetapi kalau saudara beribadah sampai harus mengorbankan waktu, mengorbankan tenaga, mengorbankan pekerjaan = jalan salib. Seperti Kain dan Habel yang sama-sama beribadah, Kain juga beribadah, Habel juga beribadah melayani, tetapi salah satu kelemahan Kain ialah ia tidak memiliki tanda darah/tidak ada tanda salib.

Inilah saudaraku, kita beribadah dengan sungguh-sungguh. Mau menjadi sama dengan TUHAN harus lewat jalan salib/perobekkan daging, penyucian dan keubahan hidup oleh Firman Pengajaran yang benar/oleh Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua --> ini bagaikan tamparan malaikat.

Lebih baik ditempeleng/ditampar sekarang lewat ibadah pelayanan yang benar dari pada nanti di tempeleng/ditampar hanya untuk dibinasakan. Kita memilih yang mana?

Kalau kita mau ditempeleng/ditampar sekarang, ini bagaikan ulat dosa itu diinjak dan di matikan, dari pada kita di "elus-elus" sehingga merasa terhibur dan senang-senang, maka cacingnya juga merasa senang. Semoga kita dapat mengerti. Saya berbahagia menyampaikan berita yang sederhana ini, tetapi ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius.

Yohanes 10 merupakan pasal penggembalaan.
Yohanes 10 : 22, Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.

Hari raya pentahbisan bait ALLAH, untuk sekarang arti rohani dari bait ALLAH adalah Tubuh Kristus. Pentahbisan bait ALLAH sama dengan Tubuh Kristus sudah mengalami penyucian, keubahan, perobekkan daging sampai sempurna menjadi sama mulia dengan TUHAN lewat sistim penggembalaan.

  Di dalam penggembalaan, kita akan mengalami penyucian dan diubahkan, bagaikan kita ditampar oleh Firman pengajaran yang benar. Dimulai dari lima indera/panca indera itu sama dengan hati. Kalau panca indera sudah diubahkan, maka semua juga dapat berubah. Jika, hatinya mengamuk, maka matanya akan melotot, biar mata sipit tetapi juga dapat melotot kalau mengamuk. Inilah panca indera saling berhubungan dengan hati yang menjadi pusat dari segalanya sehingga ditampar oleh malaikat.
  1. Panca indera yang disucikan/yang ditampar --> Yohanes 10 : 24,
    Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan ? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."

    Ini pipi/kulit dari panca indera yang pertama kali ditampar. Perasaan, peraba yang sering bimbang yang harus disucikan.

    Perasaan bimbang:
    • terhadap pencobaaan, waktu mengalami pencobaan, mari diubahkan menjadi penyerahan --> berharap dan menyerah sepenuh kepada TUHAN. Banyak kali kita bimbang apakah TUHAN dapat menolong/tidak? kita masih ingat kepada manusia sehingga kita tidak dapat tertolong.

    • terhadap pengajaran, bimbang karena pengajaran yang sesat, pengajaran lain, bimbang karena mendengar suara asing. Mari! kalau ditampar, maka kita akan berpegang teguh pada satu Firman pengajaran yang benar.

    Inilah orang yang mau ditampar pipinya/kulitnya/perasaan sehingga tidak menjadi bimbang, tetapi hanya percaya, berharap dan berserah hanya kepada TUHAN. Dan di saat menghadapi suara asing --> tolak!! tetap berpegang pada satu Firman pengajaran yang benar.

  2. Yohanes 10 : 27, 28
    27. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
    28. dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

    Mendengar = telinga yang ditampar.
    Ini luar biasa. Mendengar dan dengar-dengaran pada Firman penggembalaan = telinga yang ditampar/yang disucikan dan diubahkan menjadi telinga yang mendengar dan dengar-dengaran pada Firman penggembalaan --> domba-domba-Ku mendengar = dengar-dengaran. Inilah praktek taat pada Firman.

    Hasilnya
    kita atau domba, akan hidup di tangan Gembala Agung dimana ada jaminan kepastian dari TUHAN untuk hidup sekarang sampai hidup kekal.

    Kita harus berhati-hati, disaat kita mendengarkan suara asing terutama bagi kaum muda yang sudah tergembala lalu berani tidak dengar-dengaran:
    • dengan mulai mendengarkan suara asing,
    • mulai tidak dengar-dengaran,
    • mulai lepas dari tangan gembala. Banyak kaum muda yang melawan soal jodoh, kalau saya sudah memberi nasehati tentang jodoh, maka suara di luar turut berbicara sehingga berkata, mengapa gembala harus ikut-ikutan berbicara? Ini sangat berbahaya, sebab kalau terlepas dari Tangan TUHAN, akan diterima oleh tangan setan. Jadi, lebih baik sekarang ini telinga kita ditampar sampai kita hanya mendengar dan dengar-dengaran pada Firman penggembalaan yang benar sehingga kita benar-benar berada di dalam Tangan Gembala Agung. Semoga kita dapat mengerti.

  3. Yohanes 10 : 32, 33
    32. Kata Yesus kepada mereka : "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu ; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"
    33. Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."

    Yang Ku- perlihatkan = mata, mata ditampar. Ini didalam sistim penggembalaan kita memang harus mengalami perobekkan daging dan didalam susunan tabernakel, maka Yohanes 10 ini terkena pada pintu tirai = perobekkan daging.

    Sebagai contoh: saudara mau masuk kandang/tiga macam ibadah, benar-benar daging terobek --> dari kantor/pekerjaan, belum mandi, masuk gereja, demikian juga dengan pelajar, besok ulangan, pulang gereja, baru belajar --> ini memang daging dirobek, tapi disitu kita berbahagia, lebih baik, kita ditampar sekarang daripada nanti menjadi seperti herodes yang ditampar untuk di makan oleh cacing. Sekarang di tampar untuk mematikan cacing-cacing dosa. Semoga kita dapat mengerti.

    Mata ditampar supaya mata kita hanya:
    • memandang YESUS Imam Besar disebelah kanan ALLAH Bapa,
    • memandang pekerjaan-pekerjaan TUHAN yaitu dengan lebih mengutamakan ibadah pelayanan daripada yang lain dihari-hari ini.

  4. Yohanes 10 : 35, 36
    35. Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah --sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan--,
    36. masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata berkata : Aku Anak Allah?

    Berkata = mulut/lidah ditampar = disucikan.
    Supaya jangan:
    • mengeluarkan perkataan sia-sia,
    • berdusta,
    • menjelekkan orang lain,
    • menghakimi orang lain --> jangan!!! Tetapi mulut ini hanya mengaku YESUS, dan ini yang sulit.

    Orang Yahudi yang pandai, yang kaya, tetapi mulut mereka sulit untuk mau mengaku bahwa YESUS, Engkau-lah Mesias.

    Itu sebabnya, sekarang ini memang mulut harus di tampar, sebab banyak mulut hanya mengeluarkan perkataan sia-sia, dusta, fitnah. Biarlah kita mohon agar mulut/lidah ditampar, supaya kita hanya mengeluarkan perkataan yang mengaku YESUS yang dimulai dari mengaku dosa. Banyak mengaku dosa itu sama dengan menginjak cacing; semakin kita menghakimi orang lain, cacing dosa/virus dosa itu menjadi semakin hidup.

    Mari! dihari-hari ini, mulut hanya untuk mengaku dosa = memuliakan TUHAN --> Engkau Mesias. Ini yang sulit diakui oleh orang Yahudi.
    Biarlah dimana-mana, jika kita bersalah, maka kita mengaku, sebab ini adalah mengaku YESUS dan memuliakan YESUS, sehingga kita diampuni tetapi jangan berbuat dosa lagi = cacing diinjak sampai mati. Semoga kita dapat mengerti.

  5. Yohanes 10 : 31
    Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.

    Ini hidung, hidung itu berbicara tentang doa penyembahan.

    Disini orang Yahudi mengambil batu = mengangkat tangan untuk melempari YESUS dengan batu --> salah!!! Hidung harus ditampar/disucikan, supaya tangan kita diangkat hanya untuk menyembah TUHAN.

    1 Timotius 2 : 8
    Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

    Menadahkan tangan itu = menyembah TUHAN. Mari, inilah kalau hidung ditampar/disucikan. Hidung itu nafas = doa penyembahan. Tangan kita akan diangkat, tangan yang suci, hati yang suci. Tangan yang suci akan diangkat untuk menyembah TUHAN di hari-hari ini --> bukan melempari TUHAN/melempar YESUS dengan batu.

    Banyak kali kita secara tidak sadar telah melempar YESUS dengan batu, apalagi disaa-t-saat kita menghadapi pencobaan, banyak kali kita melempar batu = semua kesalahan dilemparkan kepada TUHAN, dengan mengatakan --> bagaimana ini TUHAN! saya sudah setia, saya sudah ini dan sudah itu, tetapi mengapa menjadi begini? TUHAN itu tidak adil = melempar batu kepada TUHAN.

    Banyak kali, kita mengangkat tangan kita bukan untuk menyembah TUHAN, tetapi untuk melempar batu kepada TUHAN.
    Melempar batu = menuntut TUHAN = memaksa TUHAN dihari-hari ini.
Seperti dulu:
  • saudara-saudara YESUS memaksa YESUS untuk datang ke perayaan.
  • waktu di pesta kawin, ibu YESUS mengatakan bahwa mereka kehabisan air anggur. Tetapi YESUS berkata 'waktu -Ku belum tiba'.
Sering kita menuntut TUHAN untuk menolong dan untuk mengabulkan doa yang sesuai dengan keinginan kita, sesuai waktu kita, sesuai target kita = melempar batu.  

Tetapi, mari! biar hidung disucikan/ ditampar sampai kita:
  • mengangkat tangan, bukan
  • melempar batu, bukan
  • menyalahkan TUHAN
  • bukan menuntut TUHAN/menodong TUHAN, tetapi kita menyerah sepenuh kepada TUHAN = doa penyembahan.
Kita mengangkat tangan/mengulurkan tangan sebagai tanda penyerahan sepenuh --> terserah Engkau TUHAN, dengan mengakui bahwa:  
  • saya tidak layak untuk meminta, tidak layak untuk menyembah.
  • saya tidak mampu untuk melakukan apa-apa.
  • kita mengaku tidak layak dan tidak mampu berbuat apa-apa dan kita menyerah sepenuh kepada TUHAN, dan di saat itu, TUHAN mengulurkan Dua Tangan kepada kita untuk melakukan segala sesuatu untuk kita. Inilah penyembahan yang benar.
Hasilnya:
  1. Matius 8 : 2, 3
    2. Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
    3. Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir. " Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.

    Ini! --> kalau kita mengulurkan tangan kepada TUHAN, dan TUHAN juga mengulurkan Tangan kepada kita, maka terjadi kuasa penyembuhan/kuasa kesembuhan dari penyakit jasmani/kusta. Penyakit kusta ini adalah sesuatu yang dulu itu sulit disembuhkan. Tetapi TUHAN mampu menyembuhkan.

    Sedangkan secara rohani, penyakit kusta ini berbicara tentang kebenaran sendiri. Seringkali kita berdosa, tetapi kita menyalahkan orang lain untuk menjadi benar = ini yang menghancurkan Tubuh Kristus.

    Kalau ada kebenaran diri sendiri, maka nikah akan hancur. Kalau dosa membunuh, maka semua orang tahu, tetapi dosa kebenaran sendiri, ini betul-betul sulit. Itu sebabnya kalau dalam nikah, selalu terjadi pertentangan, itu berarti ada kusta --> mohon jamahan TUHAN, angkat tangan kepada TUHAN, jangan melempar batu, melempar istri, melempar suami, melempar anak, melempar jemaat, melempar gembala.

  2. Lukas 7 : 13, 14
    13. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan terus, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"
    14. Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"

    Di bagian atas kuasa penyembuhan, sekarang lebih meningkat lagi yaitu kuasa kebangkitan untuk:
    • membangkitkan nikah dan buah nikah yang sudah porak poranda/yang sudah mati. Mungkin nikah serasa mati/tawar, yang ada hanyalah kebencian. Atau buah nikah kita/ anak kita seperti mati, sebab sudah berbuat ini itu, tetapi sudah diberi tahu tidak bisa, bahkan melawan. Tetapi kalau ada yang mau merendahkan diri = mengangkat dua tangan = TUHAN mengulurkan Tangan dengan kuasa kebangkitan untuk membangkitkan nikah dan buah nikah yang sudah mati. Jangan melempar anak dengan mengatakan bahwa anak-ku yang bersalah tetapi kita juga mengaku --> TUHAN, saya tidak mampu, jamah saya dengan kuasa kebangkitan. Semoga kita mengerti.

    • dan kuasa kebangkitan untuk menghapus air mata kita, sebab air mata itu adalah tanda maut. Adanya air mata, air mata kesedihan, kesusahan berarti ada maut disitu/dikuasai maut dan hanya bisa dikalahkan dengan kuasa kebangkitan. Tangan TUHAN/Tangan kuasa kebangkitan akan menghapus air mata kita, sampai satu waktu tidak akan ada setetes pun air mata di Yerusalem Baru. Banyak air mata dihari-hari ini, mari, angkat tangan kepada TUHAN dengan sungguh-sungguh. Bukan kebiasaan! tetapi ini pernyataan kita yang sungguh-sungguh tidak mampu/tidak layak; biar TUHAN Yang mengulurkan Tangan kepada kita dihari-hari ini. Alkitab sendiri yang mengajarkan untuk menadahkan tangan/angkat tangan, itu sebabnya kita jangan ragu-ragu.

    • kuasa kebangkitan menghapus kemustahilan --> yang mati bisa bangkit.
    • 1 Petrus 5 : 6, Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

      Kuasa kebangkitan = kuasa pengangkatan.

    Contoh --> Matius 14 : 29-32,
    29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
    30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
    31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
    32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

    Kuasa pengangkatan secara rohani --> mungkin ada yang sudah ada tenggelam /mengalami kejatuhan dalam dosa, mungkin sudah sampai pada puncak dosa yaitu dosa sex dan dosa makan minum.

    Kaum muda, jangan berputus asa, kalau saudara mau ditempeleng/ditampar dihari-hari ini sampai saudara dapat merendahkan diri --> saya memang sudah jatuh seperti Daud, tetapi TUHAN masih mampu mengangkat kita secara rohani dari kejatuhan-kejatuhan dan jangan mengulangi lagi maka TUHAN akan menolong kita.

    Mungkin juga ada kemerosotan/ ketenggelaman secara jasmani. Saya juga selalu berteriak agar jangan ibadah pelayanan kami merosot TUHAN, sebab apa artinya saya hidup dan melayani TUHAN kalau pelayanan merosot --> tidak ada artinya.

    Itu sebabnya saya selalu berteriak --> tolong kami, angkat kami apa yang merosot dan tenggelam hari-hari ini , TUHAN akan angkat kita sampai satu waktu TUHAN akan mengangkat kita di awan-awan yang permai. Saat Dia datang, kita tidak masuk kiamat/tidak tenggelam/hilang bersama dunia, tetapi kita diangkat bersama Dia selamanya.

    1 Tesalonika 4 : 16, 17
    16. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;
    17. sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

    Baik yang sudah mati mendahului kita maupun kita yang masih hidup, kita akan diangkat saat YESUS datang dengan kuasa pengangkatan, kita diangkat di awan-awan bersama Dia selama-lamanya. Semoga kita bisa mengerti.
Mari! ada Tangan yang berlubang paku yang diulurkan dengan:
  • kuasa penyembuhan,
  • kuasa kebangkitan,
  • kuasa pengangkatan untuk menolong kita.
TUHAN memberkati kita.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top