Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 2-3
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk pada tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjianyang sama dengan tujuh suratyang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir(terjadi di Ruangan Maha Suci) yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafirsupaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus.

Surat yang pertama ditujukan kepada sidang jemaat di EFESUS(Wahyu 2:1-7) (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014).

Wahyu 2: 4
2:4. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.

Sidang jemaat Efesus, diakui oleh Tuhan bahwa dalam pelayanan dan pekerjaannya begitu baik/ada kelebihan-kelebihan, tetapi kalau ada cela, tidak akan berkenan pada Tuhan, sehingga semua tidak ada gunanyakarena tidak bisa sempurna= tertinggal saat Yesus datang kedua kali dan binasa selamanya.
Oleh sebab itu Tuhan mengadakan penyucian terakhir bagi sidang jemaat Efesus karena sidang jemaat Efesus telah KEHILANGAN KASIH YANG MULA-MULA(kasih Allah/kasih agape lewat kurban Kristus).

Malam ini, kita belajar tentang akibat kalau kehilangan kasih mula-mula.
Wahyu 2: 5
2:5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

Akibat kalau kehilangan kasih mula-mula adalah kaki dian diambil dari tempatnya= gelap.

Dalam Tabernakel, satu-satunya penerangan di Ruangan Suci adalah kaki dian emas. Kalau kaki dian diambil, artinya hidup dalam kegelapan.

Keluaran 10: 21-23
10:21 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu ke langit, supaya datang gelap meliputi tanah Mesir, sehingga orang dapat meraba gelap itu."
10:22 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan datanglah gelap gulita di seluruh tanah Mesir selama tiga hari.
10:23
Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnyaselama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya.

Pada waktu bangsa Israel mau keluar dari Mesir, di Mesir terjadi kegelapan selama tiga hari. Ini menubuatkan bahwa pada waktu gereja Tuhan akan keluar dari dunia ini untuk bertemu dengan Yesus yang datang kedua kali di awan-awan permai, maka keadaan dunia termasuk keadaan sidang jemaat adalah hidup dalam kegelapan.
Banyakanak Tuhan, hamba Tuhan dan pelayan Tuhan yang hidup dalam kegelapan. Ini betul-betul ngeri, kita harus waspada hari-hari ini.

Praktek hidup dalam kegelapan (tanpa kasih mula-mula):

  1. Praktik pertama hidup dalam kegelapan: tidak dapat melihat sesama.
    Yaitu:

    • sesama dalam nikah(suami tidak bisa melihat isteri).

      Tidak dapat melihat sesama, artinya egois= hanya mementingkan diri sendiri, tidak bisa memberi dan mengunjungisesama yang membutuhkan = tanpa kasih Allah = tanpa MATAHARI.
      Dalam Alkitab, kasih diibaratkan matahari.

      Orang yang egois tidak mau masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus yang benar, artinya tidak mau masuk dalam nikah, penggembalaan dan antar penggembalaan yang benar.

      Oleh sebab itu kita harus memperhatikan sesama yang dalam kebutuhan, mulai dari dalam nikah (mengasihi orang tua).

      "Saya selalu mengingatkan kaum muda, kalau sudah bekerja, ingatlah orang tua dan saudara-saudara yang dalam kebutuhan, supaya tidak gelap. Bagi kaum muda yang belum bekerja, mengasihi orang tua yaitu lewat prihatin. Jangan menuntut orang tua tetapi hidup sederhana."


    • sesama yang membutuhkan di dalam penggembalaan(sesama yang sedang dalam duka cita) dan antar penggembalaan(kebaktian-kebaktian kunjungan).


    Kalau tidak bisamemberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan, pasti akan timbul kebencian tanpa alasan.
    Kebencian tanpa alasan dimulai dari perasaan tidak suka. Kalau timbul perasaan tidak suka, harus cepat-cepat diselesaikan. Kalau dibiarkan, akan menjadi kebencian tanpa alasan = tanpa matahari.

  2. Keluaran 10: 23
    10:23 Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnyaselama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya.

    Praktik kedua hidup dalam kegelapan: tidak bisa bangun dari tempatnya.
    Arti rohaninya:

    • tidak mengalami kebangunan rohaniyaitu tetap jatuh bangun dalam dosa sampai puncak dosa.
      Puncak dosayaitu:

      1. dosa makan-minum: merokok, mabuk, narkoba, judi.
      2. dosa kawin-mengawinkan: dosa seks dengan berbagai ragamnya (penyimpangan seks, homoseks, lesbian, seks pada diri sendiri) sampa pada nikah yang salah (kawin-cerai dan kawin-mengawinkan/free sex).

      Akibat kalau jatuh bangun dalam dosa adalah rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi= tidak bisa bertobat, binasa selamanya = tanpa penebusan = tanpa BULAN.

      Rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi, artinya enjoy dalam dosa (tidak menyesal saat berbuat dosa, malah bangga), kalau dibiarkan, satu waktu tidak bisa bertobat lagi.
      Kalau kita senang dengan suatu dosa, maka kita makin masuk dalam perangkap. Tetapi, kalau saat berbuat dosa, kita merasa menyesal, maka kita keluar dari perangkap dosa.

    • kelumpuhan rohaniyang terjadi di depan Pintu Gerbang Indah (pintu gerbang bait Allah).
      Kisah Para Rasul 3: 1-2
      3:1 Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.
      3:2 Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnyasehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah.

      Artinya: tidak setiasampai tinggalkan ibadah, jabatan pelayanandan karunia Roh Kudusyang Tuhan percayakan kepada seorang hamba Tuhan/pelayan Tuhan, sehingga hidupnya tidak indah.
      Jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus bagaikan jubah Yusuf yang maha indah. Itu yang menentukan hidup kita indah atau tidak, bukan dari ijazah, gaji, banyaknya jemaat dan lain-lain.

      Oleh sebab itu, kita harus mempertahankan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, kecuali karena mutasi. Kalau mutasi dari Tuhan, pelayanan kita pasti meningkat.

      Kesaksian:
      "Saya dulu juga dimutasi ke Gending dan Malang. Om Pong mengatakan, 'kalau mutasi dari Tuhan (Tuhan yang pindahkan), maka kamu pasti akan meningkat.' Kalau keinginan saya, 'wah tidak enak di desa, lebih baik saya berusaha pindah ke kota', maka tidak bisa meningkat."

      Tidak indah = tanpa BINTANG(tanpa urapan Roh Kudus).

Jadi, kehidupan anak Tuhan/hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang kehilangan kasih mula-mula adalah gelap = tanpa matahari, bulan dan bintang. Keadaannya sama dengan kapal yang dinaiki Rasul Paulus dan terkena angin badai.

Kisah Rasul 27: 18-20
27:18 Karena kami sangat hebat diombang-ambingkan angin badai, maka pada keesokan harinya mereka mulai membuang muatan kapal ke laut.
27:19 Dan pada hari yang ketiga mereka membuang alat-alat kapal dengan tangan mereka sendiri.
27:20 Setelah beberapa hari lamanya baik
mataharimaupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyatterus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.

Kehidupan Anak Tuhan/hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang hidup dalam kegelapanbagaikan kapal yang diterpa angin badaidan menuju ketenggelaman= binasa.

Anginadalah ajaran-ajaran palsuyang menimbulkan masalah-masalah (badai) di segala bidang, baik secara jasmani maupun rohani, sehingga mengakibatkan ketenggalaman dan kebinasaan selamanya.

Jadi, angin badai benar-benar mengintai kehidupan yang kehilangan kasih mula-mula(tanpa matahari, bulan dan bintang).

Kesaksian:
"Saya selalu ingat ajaran Pdt. In Juwono (alm.) dan Pdt. Pong (alm.), bahwa hamba Tuhan tidak ada pensiun, karena ditahbiskan untuk selama-lamanya. Oleh karena itu, kita sesama hamba Tuhan harus saling mendoakan."

Ada tiga macam angin:

  1. Kisah Para Rasul 27: 13
    27:13 Pada waktu itu angin sepoi-sepoi bertiup dari selatan. Mereka menyangka, bahwa maksud mereka sudah tentu akan tercapai. Mereka membongkar sauh, lalu berlayar dekat sekali menyusur pantai Kreta.

    Angin yang pertama: angin sepoi-sepoi= angin selatan.
    Sebenarnya, Rasul Paulus sudah menasehatkan supaya jangan berlayar, tetapi nakhoda bilang supaya tetap berlayar.
    Sekarang artinya, lebih percaya pada Paulus (gembala yang dipakai oleh Tuhan, ada wahyu/pembukaan Firman) atau pada nakhoda (orang yang pandai, yang sudah berpengalaman puluhan tahun).
    Kalau percaya pada nakhoda, akhirnya terkena badai. Rasul Paulus memang bukan ahli pelayaran, tetapi Paulus mengetahui supaya jangan berlayar. Rasul Paulus juga tidak menikah, tetapi bisa mengajar tentang nikah, karena Rasul Paulus mendapat wahyu dari Tuhan(yang hanya bisa dipelajari langsung dari Tuhan).

    Angin sepoi-sepoi yaitu angin yang menipu, memutar balikkanFirman pengajaran yang benar/Alkitab.

    Prakteknya:

    • menafsirkanFirman supaya cocok dengan daging.
      Kalau Firman yang benar dan tajam seperti pedang (Firman yang dibukakan rahasianya) malah ditolak, karena sakit bagi daging.

      Salah satu contoh yang dikatakan Om Totaijs adalah janda-janda lebih baik kawin dari pada hangus yang ditafsirkan sendiri. Padahal, janda di dalam Alkitab memiliki kriteria tertentu.

      1 Korintus 7: 8-9
      7:8 Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-jandaaku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku.
      7:9 Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu.

      'Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu': ini yang sering ditasirkan oleh orang, sehingga banyak janda karena bercerai diizinkan menikah lagi.
      Kalau Firman ditafsirkan, maka cocok bagi daging, tetapi kalau Firman dibukakan, maka sakit bagi daging.

    • Firman yang diilmiahkan(menjadi pengetahuan).
      Logis, bisa diterima oleh otak, tetapi sudah kehilangan arti rohani.

      1 Timotius 6: 20-21
      6:20 Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan,
      6:21 karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman. Kasih karunia menyertai kamu!

      Akibatnya: menyimpang dari iman/kebenaran.

    • menambahdan mengurangiFirman, sehingga yang tidak boleh, menjadi boleh. Akibatnya: seperti Hawa, yaitu hidupnya telanjang dan dalam suasana kutukan.

      "Saya seringkali mengatakan, “Masa Alkitab kalah dengan buku matematika?” Karena saya dulu guru pengajar matematika.
      Banyak orang yang mengarang buku matematika, tetapi bisa sama. Dua tambah dua sama dengan empat, bukan empat koma satu. Sedangkan Alkitab yang hanya satu, mengapa bisa berbeda? Karena ditambah dan dikurang. Ini yang membuat tidak sama.
      "

      Di akhir zaman, orang yang menambah dan mengurangi Firman tidak bisa masuk Firdaus dan akan binasa selamanya (Wahyu 22: 18-19).

    Lukas 12: 55
    12:55 Dan apabila kamu melihat angin selatanbertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi.

    Angin selatan (angin pengajaran palsu) membawa panas terik= membawa kekeringan rohani, sampai mati rohanidan binasa selamanya. Salah satu tanda kering rohani adalah tidak lagi bergairah terhadap perkara yang rohani(tidak bergairah mendengar Firman pengajaran benar dan tidak bisa mengaku dosa) sampai tenggelam dalam lautan api dan belerang.

  2. Kisah Para Rasul 27: 4
    27:4 Oleh karena angin sakalkami berlayar dari situ menyusur pantai Siprus.

    Angin yang kedua: angin sakal(angin yang bertiup/menentang dari depan).

    Angin sakal= angin/ajaran yang menentang pembangunan Tubuh Kristus yang benar. Yang tidak benar, malah yang didukung.

    Filipi 3: 18-19
    3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orangyang hidup sebagai seteru salib Kristus.
    3:19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

    Dasar pembangunan Tubuh Kristus adalah salib.

    Angin sakal adalah ajaran yang menentang salib(tidak mau sengsara daging bersama Yesus), sehingga mengarahkan sidang jemaat kepada perkara-perkara jasmaniyaitu kemakmuran dan hiburan jasmani.

    Dalam ibadah kaum muda, diterangkan tentang gereja yang dibuat seperti kuburan modern. Kuburan modern adalah diskotik dan gedung bioskop. Sekarang gereja malah ditata sama dengan dengan diskotik dan bioskop = gereja menjadi kuburan modern. Ini yang lebih disenangi, sebab kalau datang pada pengajaran benar sama dengan menerima salib.

    Kalau ibadah pelayanan kita sengsara bagi daging, itu sudah betul.

    Salah satu ajaran angin sakal yang terkenal adalah ajaran Bileam, yaitu beribadah melayani Tuhan hanya untuk mendapat upah secara jasmani. Kalau mendapat upah jasmani, maka kehilangan upah hidup yang kekal.

    Kesaksian:
    "Satu waktu, saya diuji soal guru sekolah Minggu yang diberi insentif. Memang ada program dari pemerintah bahwa guru sekolah Minggu bisa mendapat insentif. Saya didatangi. Tetapi kebijakan saya sebagai gembala, saya tidak mau. Kalau dulu waktu saya menjadi guru biasa, memang betul harus dibayar. Tetapi kalau guru sekolah Minggu melayani Tuhan, yang saya kuatirkan, memang dapat insentif, tetapi kehilangan upah yang rohani. Ini kebijakan saya sebagai seorang gembala, sekalipun ditentang oleh orang banyak."

    Angin sakal juga membawa kepada kegelapan = tanpa arahkepada pembangunan Tubuh Kristus = menuju pembangunan Babel.

  3. Kisah Para Rasul 27: 14
    27:14 Tetapi tidak berapa lama kemudian turunlah dari arah pulau itu angin badai, yang disebut angin "Timur Laut".

    Angin yang ketiga:Angin badai (angin timur laut).
    Artinya sekarang adalah ajaran setan-setan.

    Wahyu 2: 20
    2:20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.

    Praktiknya:

    • ajaran Izebel.
      Yaitu ajaran palsu yang mengizinkan wanita mengajar dan memerintah laki-laki. Ini jangan disalah-artikan bahwa perempuan tidak boleh melayani.

      1 Timotius 2: 11-14 =>Perikop: Mengenai sikap orang laki-laki dan perempuan dalam ibadahjemaat.
      2:11 Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.
      2:12 Aku tidak mengizinkan perempuan mengajardan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.
      2:13 Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.
      2:14 Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.


      Ini dikaitkan dengan kejatuhan Hawa. Di Taman Eden, Tuhan memerintahkan kepada Adam dan Hawa, "semuabuah pohon dalam taman ini boleh kaumakanbuahnya dengan bebas, kecuali satuyang tidak boleh."
      Artinya, wanita boleh melayani apa sajadalam ibadah, kecuali satu, yaitu tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki dalam ibadahtermasuk dalam rumah tangga.

      "Ada yang bertanya, bagaimana kalau wanita melatih paduan suara? Latihan paduan suara kan bukan ibadah karena mana ada ibadah latihan paduan suara."

      Kesaksian:
      "Memang mempertahankan pengajaran benar ini mahal harganya. Saya banyak menerima ancaman hari-hari ini, saya mau diblacklist dan lain-lain. Tidak mengapa, semua di tangan Tuhan."

      Akibat kalau ada ajaran Izebel adalah dicelaoleh Tuhan = tidak sempurnadi hadapan Tuhan, ibadah kita tidak diterima oleh Tuhan.

      Kesaksian:
      "Tadi, waktu mengajar Lempin-El, saya minta didoakan untuk organisasi kita supaya pengajaran benar bisa ditegakkan kembali. Karena saya banyak mendengar berita, keadaan organisasi kita sudah payah, banyak yang miring."

      1 Korintus 14: 34-35
      14:34 Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat.
      14:35 Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat.

      Wanita boleh mengajar, asalkan kepada sesama wanita dan dalam sekolah Minggu.

      Mengapa wanita harus berdiam diri dalam pertemuan jemaat (ibadah) dimana ada laki-laki?
      Kalau wanita berdiam diri, maka laki-laki menjadi kepala= menempatkan laki-laki pada posisi sebenarnya, yaitu menjadi kepala atas wanita.
      Kalau laki-laki menjadi kepala atas wanita, maka Yesus menjadi kepaladi dalam ibadah, sehingga sidang jemaat menjadi suci.
      Kalau Yesus menjadi kepala dalam nikah, maka nikah menjadi suci, sebab dalam 1 Korintus 13 disebutkan bahwa Yesus sebagai kepala dari laki-laki dan laki-laki menjadi kepala atas wanita.
      Kalau posisinya benar, maka ada kaki dian pada tempatnya dan pelita berada di atas kaki dian, sehingga ibadah dan rumah tangga menjadi terang/suci.

      Kalau wanita yang menjadi kepala, maka kaki dian diambil (gelap) dan ditaruh di bawah gantangdan di bawah tempat tidur= terjadi kegelapan ekonomi(gantang juga berbicara tentang dosa makan-minum) dan kegelapan nikah(mulai terjadi pertengkaran, kekerasan, perselingkuhan = dosa kawin-mengawinkan).

      Jadi, angin badai membawa kepada kenajisan.

    • Wahyu 2: 24
      2:24 Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu.

      Angin badai juga artinya ajaran setan-setan.
      Yaitu ajaran palsu yang mempelajari tentang seluk-beluk iblis. Artinya, mempelajari tentang setan secara mendalam sampai mempelajari tentang neraka (rumahnya setan). Ini yang lebih disenangi. Kalau pengajaran Tabernakel dianggap porno.
      Kalau mempelajari tentang seluk-beluk iblis, ini benar-benar menentang pengajaran Tabernakel (tentang Kerajaan Surga).

      Jangan mendengar maupun membaca yang lain!

      Salomo, awalnya juga hanya menertawakan ajaran isteri-isterinya. Tetapi lama-lama Salomo melepaskan yang benar dan menerima yang tidak benar.
      Hawa, sudah menerima pengajaran benar sekian lama di Taman Eden, begitu mendengar suara ular, langsung terhilang.

      Satu kali saja kita mendengar atau membaca ajaran lain, maka saat kita lemah, kita akan melepaskan yang benar dan menerima yang tidak benar.

      Ajaran setan-setan juga ajaran orang Farisidan ajaran Saduki.

      1. ajaran orang Farisi.
        Markus 10: 2, 10-12
        10:2 Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: "Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?"
        10:10 Ketika mereka sudah di rumah,
        murid-murid itu bertanyapula kepada Yesus tentang hal itu.
        10:11 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.
        10:12 Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."


        Yaitu ajaran yang memperbolehkan kawin-cerai.

        'murid-murid itu bertanya'= murid-murid/rasul pun tidak mengerti tentang kawin-cerai.
        Hati-hati!Bapak Pdt. Totaijs selalu mengatakan supaya kita berhati-hati kalau meminta nasihat terutama nasihat soal nikah, kepada pendeta pun harus hati-hati, apalagi kepada orang dunia, jangan bertanya pada orang dunia!

      2. ajaran Saduki.
        Yaitu ajaran yang mengajarkan tidak ada kebangkitan setelah kematian(setelah mati, habis perkara).

    Kisah Para Rasul 27: 20
    27:20 Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kamiuntuk dapat menyelamatkan diri kami.

    Akibat dari angin badaiadalah putus asa, kecewa, hancur dalam segala bidang, tenggelam dan binasa untuk selama-lamanya.

    Mungkin malam ini keadaan kita sudah menghadapi angin badai, sudah diombang-ambingkan, bahkan sudah mau hancur dan tenggelam, Tuhan masih memberi jalan keluar kepada kita.

Kisah Para Rasul 27: 21-22
27:21 Dan karena mereka beberapa lamanya tidak makan, berdirilah Paulus di tengah-tengah mereka dan berkata: "Saudara-saudara, jika sekiranya nasihatku dituruti, supaya kita jangan berlayar dari Kreta, kita pasti terpelihara dari kesukaran dan kerugian ini!
27:22 Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorang pun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.

'jika sekiranya nasihatku dituruti'= jika mau menuruti wahyu/Firman pengajaran yang benar, maka tidak akan mengalami musibah.
Itulah bedanya, kalau sekarang kita menentang pengajaran yang benar, maka nanti kita akan berkata 'aduh, aku rugi'. Tetapi kalau sekarang kita menuruti Firman pengajaran benar, mungkin sekarang diolok-olok, dianggap kebenaran diri sendiri, tetapi satu waktu kita akan berkata, 'untung saya menuruti pengajaran benar'.

Kesaksian:
"Tuhan memberi saya pengalaman menjadi guru. Kalau murid saya tidak naik kelas, saya menangis, saya merasa gagal. Sekarang Tuhan angkat saya menjadi gembala, tanggung jawab saya lebih dari itu. Dulu saya pernah berbuat salah, ada murid saya yang tidak naik kelas sampai dua kali, saya menyarankan dia supaya membeli raport saja karena ingin menolong dia. Karena waktu itu saya belum jadi hamba Tuhan, saya memberi nasihat yang salah.
Kalau sekarang, persoalan jiwa, tanggung jawabnya terlalu berat. Tidak bisa main-main. Doakan saya. “cuma beda sedikit, Om”, saya tidak mau, sekalipun saya harus dibuang. Terserah, asalkan arah tujuan jemaat jelas, yaitu kepada pengajaran benar/Yesus sebagai kepala. Sekalipun sekarang kita masih jauh, tetapi kita harus mencapainya.
"

Jalan keluar menghadapi angin badai:

  1. yang pertama: harus ada pemberitaan Firman pengajaran yang benar dalam kesabaran.
    Pemberitaan Firman pengajaran benar dalam kesabaran artinya Firman diulang-ulang, yang berisi (2 Timotius 4: 2):

    • menyatakan apa yang salah: supaya kita menyadari dosa, menyesali dosa dan mengaku dosa, sehingga kita diampuni dan tidak dihukum.
    • tegoran yang keras: supaya kita berhenti berbuat dosa. Karena seringkali kita sudah mengaku dosa, tetapi masih berbuat lagi.
    • Nasehat:

      • tuntunan tangan Tuhan supaya kita tetap hidup dalam kebenaran dan kesucian.
      • jalan keluar dari segala masalah.

        Seringkali kita banyak salah. 'Om, saya tidak mau di pengajaran, karena tidak ada mujizat, kalau penginjilan banyak mujizat'.
        Siapa bilang? Yang salah bukan pengajarannya, tetapi yang salah adalah kita dalam pengajaran masih ditunjuk dan ditegor, mengaku tetapi berbuat lagi, maka tidak akan pernah ada jalan keluar.
        Tetapi kalau dosa kita ditunjuk, ditegor dan kita berhenti/stop berbuat dosa, kita tetap hidup benar dan hidup suci maka pasti ada jalan keluar dari segala masalah.

        Saat bangsa Israel membawa Tabut Perjanjian, saat melewati Sungai Yordan, maka air Sungai Yordan terbelah dan tembok Yerikho hancur.
        Asal kita sudah sampai pada nasihat, maka Tuhan pasti membuka jalan bagi kita.

    Firman pengajaran yang benar membuat kita kuat dan teguh hati, artinya tidak kecewa/putus asa, tetapi tetap percaya dan berharap Tuhan, tetap berada di kapalartinya tetap berada dalam penggembalaan yang benar(tergembala dengan benar dan baik). Di situlah kita terpelihara.

    Kisah Para Rasul 27: 22, 30-31
    27:22 Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorang pun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.
    27:30 Akan tetapi anak-anak kapal berusaha untuk melarikan diri dari kapal. Mereka menurunkan sekoci, dan berbuat seolah-olah mereka hendak melabuhkan beberapa sauh di haluan.
    27:31 Karena itu Paulus berkata kepada perwira dan prajurit-prajuritnya: "Jika mereka tidak tinggal di kapal, kamu tidak mungkin selamat."


  2. Kisah Para Rasul 27: 33-36
    27:33 Ketika hari menjelang siang, Paulus mengajak semua orang untuk makan, katanya: "Sudah empat belas harilamanya kamu menanti-nanti saja, menahan lapar dan tidak makan apa-apa.
    27:34 Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorang pun di antara kamu akan kehilangan sehelai pun dari rambut kepalanya."
    27:35 Sesudah berkata demikian, ia mengambil roti, mengucap syukur kepada Allah di hadapan semua mereka, memecah-mecahkannya, lalu mulai makan.
    27:36 Maka kuatlah hati semua orang itu, dan mereka pun makan juga.


    Yang kedua: makan roti pada hari yang ke empat belas= Perjamuan Suci (kurban Kristus).

    Hari ke empat belas= domba Paskah disembelih.

    Keluaran 12: 5-6
    12:5 Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
    12:6 Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belasbulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.

Jadi, Firman pengajaran benardan perjamuan suciadalah uluran dua tangan Gembala yang Baik, yang penuh dengan kemurahan, belas kasih dan anugerah kepada kita, supaya kita tetap kuat dan teguh hati, dan hanya menyembah kepada Tuhan.
Menyembah Tuhan = mengulurkan dua tangan iman kita kepada Tuhan.

Iman ditambah belas kasih, maka akan terjadi mujizat. Sehelai rambut pun tidak akan jatuh sekalipun di tengah gelombang. Kalau sehelai rambut jatuh, tidak ada yang memperhatikan.

Sehelai rambut= kehidupan yang tidak berharga, tidak berdaya, tidak layak dan berada di tengah gelombang. Tetapi kalau berada dalam tangan Gembala yang Baik, maka sehelai rambut pun tidak akan jatuh. Artinya:

  • Tangan anugerah Tuhan mampu memeliharahidup kita di tengah kesulitan dan kemustahilan, sekalipun kita tidak berdaya apa-apa.

    Kesaksian:
    "Tadi kami masuk di pom bensin jalan tol. Kami membaca pengumuman, sejak tanggal 6 Agustus tidak menjual premium, harus membeli pertamax. Yang beli sepi. Kalau dulu, jalan tol ramai, banyak kendaraan, saya berpikir, 'satu hari bisa menjual berapa ribu kiloliter?' Tetapi sekarang menjadi sepi, hanya banyak yang parkir, tapi yang mengisi cuma satu-dua saja. Kemudian isteri saya menyeletuk,”Ya itu kalau mau gaya-gaya. Kalau di luar Tuhan mau apa kita?”
    Kalau dulu penjual kerupuk. Waktu saya masih khotbah di GPPS Bibis Surabaya, dulu cuma ada satu penjual kerupuk di jalan tol. Tetapi setelah saya berkotbah sekitar setengah tahun, banyak sekali penjual kerupuk di sepanjang jalan tol. Saya menyeletuk kepada pengerja,”Coba lihat, betapa susahnya sekarang cari uang. Siapa yang mau beli kalau yang jual sebanyak itu?”
    "

  • Tangan anugerah Tuhan mampu melindungi kita dari celaka dan marabahaya, melindungi kita dari dosa-dosa supaya kita tetap hidup suci dan benar/tidak gugur sampai Yesus datang.

  • Tangan anugerah Tuhan mampu memakaikehidupan kita dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna (kegerakan hujan akhir).

  • sehelai rambut tidak jatuh = kita menjadi satu Tubuh Kristus yang utuh/yang sempurna/tidak bercacat-cela, yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

  • kita dituntunmenuju masa depan yang berhasil, indah dan bahagia, bahkan sampai ke Pelabuhan Damai Sejahtera (pelabuhan kesukaan) yaitu Firdaus yang Akan Datangdan Yerusalem Baru.

    Mazmur 107: 28-30
    107:28 Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dikeluarkan-Nya mereka dari kecemasan mereka,
    107:29 dibuat-Nyalah badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya tenang.
    107:30 Mereka bersukacita, sebab semuanya reda, dan
    dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka.

Jangan kehilangan kasih mula-mula dan jangan gelap. Kalaupun sudah gelap, tanpa matahari, bulan dan bintang, yang ada hanya badai, tetapi masih ada pertolongan Tuhan lewat Firman pengajaran benar dan perjamuan suci= uluran tangan Tuhan.
Kita harus kuat dan teguh hati, kita ulurkan tangan pada Tuhan, menyembah Tuhan dan kita hanya percaya dan berharap Tuhan. Memang kita hanya sehelai rambut, tetapi kita hanya bergantung dari anugerah dan tetesan darah Yesus, tidak berharap yang lain.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Malang, 17 Mei 2020 (Minggu Pagi)
    ... Gomora Sodom adalah orang-orang dunia yang tidak memperhatikan bahkan menolak firman pengajaran yang benar. Tetapi hati-hati Sodom juga menunjuk pada gereja Tuhan yang murtad menolak pedang firman penyucian sama dengan tanpa firman. Akibatnya Ibadah pelayanan termasuk doa penyembahannya tanpa firman pengajaran yang benar tanpa penyucian sehingga ditolak oleh Tuhan membuat Tuhan benci ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 29 Juni 2016 (Rabu Sore)
    ... Laodikia Inilah firman dari Amin Saksi yang setia dan benar permulaan dari ciptaan Allah Aku tahu segala pekerjaanmu engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas Jadi karena engkau suam-suam kuku dan tidak dingin atau panas Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. Salah satu yang harus ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 30 Juni 2010 (Rabu Sore)
    ... menuntut untuk menampi kamu seperti gandum . tetapi Aku telah berdoa untuk engkau supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau jikalau engkau sudah insaf kuatkanlah saudara-saudaramu. Penampian dari setan ini lewat dosa sampai puncaknya dosa. Sebab itu kita harus berhati-hati terhadap dosa sekecil apapun. pencobaan-pencobaan. ajaran-ajaran sesat. Tujuan penampian ini adalah ...
  • Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 01 Maret 2015 (Selasa Siang)
    ... melayani sampai garis akhir sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan datang kedua kali . Panggilan datangnya dari Tuhan dan disampaikan pada tiap pribadi yang dikehendaki oleh Tuhan. Tuhan memanggil Musa Musa artinya Tuhan sangat mengenal dengan jelas orang yang dipanggilnya dengan segala kekurangan dan kelemahan. Panggilan mempunyai tujuan serta maksud Tuhan ...
  • Ibadah Doa Malam Surabaya, 13 Juni 2018 (Rabu Malam)
    ... dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan dan tersesat oleh ajaran-ajaran palsu--kehilangan arah ke Yerusalem baru. Berarti ia menjadi domba yang terhilang selamanya. Musuh dari luar Dosa kejahatan dan kenajisan. Binatang buas serigala ajaran palsu termasuk gosip untuk mencerai-beraikan dan membinasakan--domba seperti diterkam dan mati. ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Oktober 2014 (Senin Sore)
    ... ular dalam kehidupan tersebut. Bukti kalau ada ular yaitu Musa lari karena takut akan digigit ular. Di manapun kita berada dan dalam kondisi apapun setiap pelayan Tuhan harus tetap memegang salib disertai dengan rela sengsara daging artinya rela menderita untuk berhenti berbuat dosa dan sengsara daging tanpa dosa mungkin dosa itu ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 September 2019 (Rabu Sore)
    ... - . Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar berkatalah seorang Larilah selamatkanlah nyawamu janganlah menoleh ke belakang dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan larilah ke pegunungan supaya engkau jangan mati lenyap. . Kata Lot kepada mereka Janganlah kiranya demikian tuanku. . Sungguhlah hambamu ini ...
  • Ibadah Raya Malang, 02 September 2012 (Minggu Pagi)
    ... di kayu salib Israel berjalan di tengah Laut Kolsom di tanah kering pintu gerbang . Keluaran Dan engkau angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut dan semalam-malaman itu TUHAN ...
  • Ibadah Raya Malang, 17 Januari 2010 (Minggu Pagi)
    ... masuk penghukuman bersama dunia tetapi terangkat bersama Tuhan. Matius - berjaga-jaga menghadapi kedatangan Tuhan yang tidak terduga waktunya adalah berjaga-jaga pada waktu pembagian makanan rohani setia dan bijaksana pada waktu pembagian makanan rohani. Wahyu setia dan bijaksana untuk membaca mendengar dan menuruti firman pengajaran yang benar. menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk bisa membaca ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 16 Maret 2014 (Minggu Sore)
    ... fungsi kegunaan dari korban Kristus didalam Bait Allah kehidupan kita Korban Kristus sebagai korban penghapus dosaYohanes Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata Lihatlah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia. Yesus Anak Domba Allah harus mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita sehingga kita ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.