English Language | Form Penggembalaan
kebaktian lain
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Lain (Jumat Pagi, 14 Maret 2008)
Tayang: 03 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Sore, 14 Maret 2008)
Tayang: 03 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 16 November 2011)
Tayang: 02 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Ibadah Paskah III, 15 Mei 2014 (Kamis Sore))
Tayang: 08 Juni 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 25 Mei 2011)
Tayang: 24 Juni 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Penataran Imam II-Senin Sore, 05 November 2012)
Tayang: 24 Januari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 24 Mei 2011)
Tayang: 24 Juni 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Ibadah Paskah II, 14 Mei 2014 (Rabu Sore))
Tayang: 08 Juni 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 30 Juli 2008)
Tayang: 07 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Agung Surabaya, 18 April 2014)
Tayang: 19 September 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa, 11 Maret 2008)
Tayang: 06 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Sore, 25 Agustus 2010)
Tayang: 03 Oktober 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Senin Sore, 23 Desember 2013 (Natal))
Tayang: 03 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Sore, 30 Juli 2008)
Tayang: 07 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Lain
Tanggal: Kamis Pagi, 26 Mei 2011
Tempat: Poso-Meko
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 13 Juli 2011

Ibadah kita pagi ini tetap dengan tema kita yang terdapat di dalam injil Lukas 17: 32, Ingatlah akan isteri Lot!

Ini merupakan peringatan yang tegas kepada orang yang sudah selamat supaya tetap berjuang sampai mencapai kesempurnaan, jangan menjadi seperti istri Lot yang di tengah perjalanan ia menjadi tiang garam.

Kejadian 19: 26, Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.

Istri Lot menoleh ke belakang sehingga ia menjadi tiang garam --> ini yang harus diingat.

Arti dari tiang garam adalah:
  • sesuatu yang tidak berguna --> sudah menjadi hamba TUHAN, pelayan TUHAN tetapi tidak berguna bagi sesama dan juga tidak berguna bagi TUHAN bahkan memalukan dan memilukan Hati TUHAN.

  • tidak dapat lari ke pegunungan karena stagnant/tidak dapat maju lagi = tidak dapat menjadi sempurna = ketinggalan saat YESUS datang kedua kali sehingga tidak dapat masuk Yerusalem Baru = mati lenyap/binasa untuk selama-lamanya. Inilah tiang garam yang harus diingat.

1 Timotius 3: 15, Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.

Supaya kita tidak menjadi tiang garam, maka kerohanian kita harus meningkat menjadi tiang penopang di bait ALLAH/di rumah ALLAH. Ini jalan keluarnya.

Tadi malam kita sudah mendengar ada tiga hal supaya tidak menjadi tiang garam/binasa, maka kita harus:
  • tetap berada di peranginan,
  • tetap berada di ladang,
  • dan jangan menoleh ke belakang.

Jadi, sekarang ini ada dua pilihan yaitu mau menjadi tiang garam atau mau menjadi tiang penopang di dalam rumah ALLAH. Kita akan mempelajari tentang tiang penopang.

Ada tiga macam tiang penopang di dalam rumah ALLAH yaitu:
  1. tiang penopang pada tabernakel.
    Ada enam puluh tiang pada halaman tabernakel yang terdiri dari dua bagian yaitu:
    • empat tiang pintu gerbang yang menunjuk pada empat pribadi yang menulis empat injil yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes/Yahya. Pintu gerbang keselamatan lewat empat injil.

    • lima puluh enam tiang yang lain yang dapat kita dapatkan di dalam injil.

      Lukas 3: 23-34
      23. Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,
      34. anak Yakub, anak Ishak, anak Abraham,

      Jika saudara membaca seterusnya, maka semuanya itu berjumlah lima puluh enam.
      Jadi, lima puluh enam tiang, menunjuk pada Abraham sampai dengan Yusuf ayah dari YESUS. Abraham yang dipanggil dan dipilih oleh TUHAN merupakan tiang pertama sampai pada Yusuf yang merupakan tiang yang kelima puluh enam. Semoga kita dapat mengerti ini.

    Tiang pada halaman tabernakel adalah tiang iman. Jadi, tiang penopang di rumah ALLAH = tiang iman. Tiang pada halaman tabernakel yaitu enam puluh orang adalah pahlawan iman.

    Contoh dari tiang iman, saya ambil tiang pertama yaitu Abraham yang dikenal sebagai bapak iman.

    Kita belajar praktek dari Abraham sebagai tiang iman dan ini yang perlu kita contoh bagaimana kalau kita menjadi tiang penopang di rumah ALLAH yaitu:
    • Kejadian 14: 17-23
      17. Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja.
      18. Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.
      19. Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,
      20. dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.
      21. Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu."
      22. Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi:
      23. Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasut pun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya.

      Ay 17 --> raja Sodom menyongsong = kita harus berhati-hati, jika sudah berada di dalam kemenangan dan berhasil, maka segera disongsong/ditemui oleh raja Sodom. Itu sebabnya kita jangan sombong sehingga merasa diri hebat dan luar biasa sebab itu berarti raja Sodom sudah datang di situ.

      Ay 18 --> Melkisedek Raja Salem itulah TUHAN YESUS, juga ada di situ.

      Ay 20 --> Abraham memberikan sepersepuluh = praktek dari tiang iman.
      Raja Sodom ikut-ikutan juga, kita tinggal memilih, setelah menang dll, kita mau ikut Raja Salem atau raja Sodom. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, setelah kita selamat, berhasil, dipakai oleh TUHAN, kita mau ikut Raja Salem atau raja Sodom? Kalau tiang iman, maka kita mengikuti Raja Salem.

      Ay 21 --> raja Sodom menawarkan harta benda; kalau Raja Salem memberkati dan memberikan kemenangan.

      Ay 22 --> inilah tiang iman. Sepotong benang = tidak mau diikat. Jangankan dengan rantai, dengan sepotong benang-pun, Abraham tidak mau diikat = tidak ada hubungan dengan raja Sodom.

      Jadi saya simpulkan, praktek dari Abraham sebagai tiang iman/tiang penopang yang pertama adalah Abraham mengembalikan persepuluhan yang menjadi milik TUHAN. Jika gembala yang mencuri milik TUHAN, ia tidak dapat menjadi tiang iman bahkan roboh; demikian juga dengan sidang jemaat, jika mencuri milik TUHAN, tidak dapat menjadi tiang iman dengan Yudas sebagai contoh yang roboh, pecah dan hancur. Ada yang mengatakan bahwa persepuluhan itu taurat, Abraham sudah memberikan persepuluhan sebelum taurat. Jadi, sebelum taurat sudah ada persepuluhan. Jika ada yang mengatakan bahwa mengembalikan persepuluhan adalah taurat, maka saudara itu tidak membaca alkitab. Semoga kita dapat mengerti.

      Persepuluhan adalah: pengakuan bahwa Abraham hidup dari TUHAN --> ia diberkati oleh TUHAN, diberi kemenangan oleh TUHAN = semuanya dari TUHAN. Persepuluhan itu bukan uangnya sebab TUHAN tidak membutuhkan uang kita, tetapi yang TUHAN butuhkan adalah pengakuan kita --> kita hidup dari siapa, dari TUHAN atau dari Sodom/dari dunia?

      Pengakuan bahwa kita hidup dari TUHAN, kita dipelihara oleh TUHAN, diberi kemenangan oleh TUHAN seperti Abraham. Saudara memiliki perusahaan, memiliki kebun dll --> silahkan! Tetap mengaku bahwa saya hidup dari TUHAN.

      Di bagian atas dikatakan bahwa raja Sodom hendak memberikan harta benda, tetapi ditolak oleh Abraham yang mengatakan 'bahwa satu utas benang-pun aku tidak mau menerima' jadi persepuluhan itu merupakan bukti bahwa kita terlepas dari ikatan Sodom dan Gomora = tidak ada kaitan dengan Sodom dan Gomora. Kita hanya memiliki kaitan dengan Yerusalem Baru.
      Bagi yang sudah memberikan persepuluhan, biar saudara menjadi semakin mantap, tidak perlu bingung; bagi yang belum memberikan persepuluhan, mari! biar TUHAN menolong kita supaya kita jangan diikat oleh Sodom dan Gomora. Semoga kita dapat mengerti.

    • Roma 4: 19-21
      19. Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.
      20. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,
      21. dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.

      Tidak bimbang terhadap janji ALLAH/pada Firman pengajaran yang benar sekalipun menghadapi kemustahilan.

      Banyak dari kita pada waktu permulaan masuk Lempin-El, sangat mengakui pengajaran, tetapi sekarang menjadi ragu dengan mengatakan kalau berpegang pengajaran, tidak ada orang yang mau datang. Marilah, dicampur-campur supaya banyak yang datang = mulai ragu, hanya karena uang, hanya karena jemaat. Ini berarti sudah tidak ada keyakinan lagi dan hal ini sangat menyedihkan sebab tidak ada tiang iman.

      Harus seperti Abraham yang sudah berumur seratus tahun, istrinya Sarah juga sudah tua dan sudah mati haid --> mana mungkin dapat memiliki anak, tetapi Abraham tetap percaya pada Firman pengajaran yang benar/janji TUHAN. Mari! bagi para hamba-hamba TUHAN untuk bersungguh-sungguh, saya tidak menggurui, tetapi lewat Firman ini yang mengingatkan kita supaya kita tidak bimbang terhadap janji ALLAH/pengajaran yang benar sekali-pun kita menghadapi kemustahilan.

      Abraham/kita yakin bahwa ALLAH sanggup:
      1. menggenapi janji-Nya,
      2. menghapus segala kemustahilan.

      Kita harus tetap berpegang pada janji TUHAN, sebab itu merupakan tiang iman yang tidak akan pernah roboh. Saya tidak perduli dengan yang lain --> silahkan! sebab kita sendiri memiliki pengajaran sendiri. Semoga kita dapat mengerti.

      Jika kita mencampur-campur, seperti istri Lot yang mau ke pegunungan/Yerusalem Baru, tetapi ia juga mau menoleh kebelakang --> kita mau keduanya yaitu ke Yerusalem Baru dan Sodom dan Gomora, kita masih hidup di dunia dan masih membutuhkan = istri Lot = bimbang sehingga menjadi tiang garam. Jika kita mencampur aduk = tiang garam; tidak memberikan persepuluhan = tiang garam.

    • Kejadian 22: 9-14
      9. Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
      10. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.
      11. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."
      12. Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
      13. Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
      14. Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."

      Bagi rekan-rekan hamba TUHAN, saudara tidak perlu bingung. Domba itu dikirim oleh TUHAN kalau kita menjadi tiang iman. Itu sebabnya dasar/landasannya terlebih dahulu yaitu tiang iman, barulah TUHAN mengirim domba, saudara tidak perlu mencari apalagi sampai berebut. Semoga kita dapat mengerti.

      Pengajaran yang benar jangan diragukan dengan yang lain-lain, yang penting kita yakin bahwa kita memiliki pengajaran yang benar. Yang lain terserah, tetapi jangan dicampur aduk.

      Abraham mempersembahkan Isak di gunung Moria yang juga menjadi tempat bagi Salomo membangun bait ALLAH. Jadi tiang iman adalah tidak menolak apa yang TUHAN minta/apa yang TUHAN gerakan hati kita untuk pembangunan tubuh Kristus. Dulu bait ALLAH Salomo, sekarang pembangunan tubuh Kristus.

    Tadi malam sudah saya katakan, sekarang ini saya ulangi lagi yaitu 'semua harus dikorbankan'(Isak merupakan anak satu-satunya dari Abraham, tetapi dikorbankan). Seringkali kita mengorbankan tubuh Kristus karena anak --> tidak dapat beribadah karena anak/cucu. Bukannya tidak boleh, tetapi contohlah Abraham yang sekali-pun harus disembelih, Abraham memberikan anak itu. Itu sebabnya kita jangan mengorbankan YESUS karena anak. Semua harus dikorbankan, kecuali satu yaitu pengajaran yang benar jangan dikorbankan sebab itu merupakan Pribadi YESUS.

    Tubuh Kristus ini dimulai dari menikah. Bagi kaum muda, saudara jangan asal menikah tetapi lihat pengajaran, saudara jangan mengorbankan pengajaran sekali-pun ada perbedaan walau sedikit --> jangan saudara lakukan, sebab itu berarti saudara mengorbankan YESUS.

    Demikian juga jika kita hendak masuk penggembalaan, kita harus melihat pengajaran. Juga berfellowship, juga harus melihat pengajaran. Bukan pribadi seseorang yang dilihat, tetapi lihat pengajarannya/lihat kilat. Lebih baik tidak menikah, daripada mengorbankan pengajaran, untuk ini kita harus tegas dihari-hari ini. Semoga kita dapat mengerti.

    Manusia secara jasmani, sudah berbeda, kalau yang rohani juga berbeda, mana mungkin dapat menjadi satu? biar sampai TUHAN datang, tidak mungkin dapat menyatu. Sekali-pun jasmani berbeda, tetapi rohani sama, maka nikah itu dapat menjadi satu daging.

    Saya tidak mau memberkati nikah yang beda baptisan, sekali-pun dikatakan saya ini rewel, saya acuh saja sebab yang penting adalah kebenaran. Pernah ada nikah yang tidak direstui oleh orang tua, saya menolak untuk memberkati nikah itu sehingga ada sepuluh orang yang mau keluar --> saya katakan 'silahkan'. Sebab saya tidak mau menukar kerajaan surga dengan sepuluh orang.
    Demikian juga berfellowship, jangan tukar dengan pengajaran yang benar sebab itu hanyalah bersilaturahmi kalau pengajarannya tidak sama. Semoga kita dapat mengerti.

    Sebagai seorang hamba TUHAN, kita jangan menggerakan sidang jemaat untuk berkorban dan sidang jemaat, jika saudara digerakan oleh gembala, jangan mau!! Hanya Firman saja yang menggerakan. Mengapa kita jangan mau berkorban kalau digerakan oleh gembala? Sebab kalau saudara mendengarkan suara manusia, maka saudara akan menjadi asing/tidak mengerti kalau mendengar suara sangkakala/Firman.

    Tetapi kalau sekarang kita mau beribadah karena didorong oleh Firman, mau berfellow-ship karena didorong oleh Firman, mau berkorban juga karena didorong oleh Firman, dan kalau sangkakala berbunyi, maka kita akan terlepas dari bumi ini.

    Jika kita berkorban untuk pembangunan tubuh Kristus, maka kita akan bertemu dengan Yehova Yirre/TUHAN Yang menyediakan. Tahu-tahu ada domba; kalau saya dan saudara memang diangkat oleh TUHAN menjadi gembala, maka TUHAN tidak bodoh, pasti ada domba.

    Masakan TUHAN lebih bodoh dari universitas, kalau unversitas jurusan tehnik, pasti akan ke bangunan, tidak mungkin sekolah tehnik, kemudian menggoreng pisang. Sebaliknya menggoreng pisang, tidak mungkin membangun. Dunia saja mengerti, apalagi TUHAN, jauh lebih mengerti. TUHAN Yang menyediakan semuanya.

    Bagi kaum muda, saudara jangan ragu mengorbankan apa saja untuk pembangunan tubuh Kristus, sebab TUHAN/Yehova Yirre menyediakan semuanya yang ada di dunia (jodoh dllnya) tetapi lebih dari itu TUHAN menyediakan kita untuk menjadi Mempelai yang siap sedia untuk menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya dan ini merupakan puncak dari segala-galanya.

    Wahyu 19: 7, Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

    Apa gunanya ada jodoh dllnya, tetapi tidak menjadi Mempelai yang siap sedia? Menjadi seperti istri Lot yang ketinggalan. Jadi tiang penopang itu, memiliki kaitan dengan Mempelai Yerusalem Baru.

  2. tiang penopang pada bait ALLAH Salomo.
    2 Tawarikh 3: 17, Tiang-tiang itu didirikannya di depan Bait Suci, yang satu di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri; tiang kanan dinamainya Yakhin, dan tiang kiri Boas.

    Di dalam bait ALLAH Salomo ada dua tiang penopang yaitu:
    • Tiang Yakhin = TUHAN akan meneguhkan.
    • Tiang Boas = dalam TUHAN ada kekuatan.

    Jadi kalau keduanya digabung, menunjuk kuat dan teguh hati. Semoga kita dapat mengerti.

    Arti/praktek dari kuat dan teguh hati adalah:
    • tidak mau berbuat dosa = mempertahankan kebenaran. Sekali-pun ada kesempatan, ada keuntungan, tetapi juga ada ancaman. Inilah orang yang kuat dan teguh hati. Contohnya: adalah Yusuf yang memiliki kesempatan dengan istri Potifar. Juga ada keuntungan, jika Yusuf mau, maka ia akan mendapatkan kedudukan dllnya. Sebaliknya, jika Yusuf menolak, maka ia akan mendapatkan ancaman, tetapi Yusuf tidak goyah. Juga di pekerjaan, saudara mungkin diancam agar melakukan korupsi, tetapi saudara harus tetap mempertahankan kebenaran. Inilah orang yang kuat dan teguh hati sehingga dapat menjadi tiang penopang bukan tiang garam.

      Demikian juga bagi para hamba-hamba TUHAN, di dalam organisasi, saudara juga harus benar dengan mempertahankan kebenaran. Kebenaran di dalam organisasi adalah yang sesuai dengan ad/rt, kalau kebenaran secara rohani, harus sesuai dengan Firman. semuanya ini harus dipertahankan, saudara jangan ikut-ikutan tidak benar sebab saudara tidak dapat menjadi tiang sehingga akan roboh. Semoga kita dapat mengerti.

    • tidak putus asa, tidak kecewa, tidak berharap pada yang lain pada saat menghadapi pencobaan apa-pun juga, tetapi hanya berharap kepada TUHAN.

      Kita belajar dari kedua belas pengintai. Kedua belas pengintai ini terbagi dua yaitu sepuluh dengan dua --> lebih banyak mana sepuluh dengan dua? Tentu sepuluh, tetapi saya tekankan untuk ini yaitu jangan soal jumlah, sebab sepuluh orang itu tawar hati dengan mengatakan untuk jangan masuk kota Yerikho. Kita hanyalah belalang, sedangkan orang Yerikho itu raksasa-raksasa.

      Dua = Yusak dan Kaleb mengatakan 'yakin bahwa TUHAN beserta kita'. Di dalam pembangunan tubuh Kristus, kalau bagi saya, saya merasa seperti belalang yang harus menghadapi raksasa dan memang susah. Sebab dari segi apapun saya tidak memiliki kemampuan. Tidaklah mengapa kalau belalang harus melawan raksasa, asal TUHAN beserta, daripada raksasa tetapi tanpa TUHAN akan tumbang seperti Goliat yang tumbang.

      Saya banyak menerima terpaan, tetapi tidaklah mengapa untuk saya, sebab yang penting, jangan TUHAN meninggalkan saya dan saya tetap berharap kepada TUHAN. Demikian juga dengan jemaat yang menginginkan begini dan begitu --> silahkan! Yang penting jangan TUHAN Yang meninggalkan saya.
      Namanya juga seorang hamba TUHAN, jadi kita bergantung hanya kepada TUHAN, bukan kepada jemaat. Tetapi banyak kali jemaat yang dibela, TUHAN Yang kita buang. Sekali-pun ditolak oleh jemaat dan itu bukan salah kita sebagai seorang hamba TUHAN --> terserah! Asal TUHAN bersama dengan kita. Kita jangan putus asa dan tawar hati tetapi tetap berharap kepada TUHAN. Kesalahan kita adalah TUHAN selalu dibuang sebab selalu berharap kepada jemaat. Semoga kita dapat mengerti.

    • tidak bimbang di saat menghadapi ajaran-ajaran lain/ajaran-ajaran sesat, tetapi tetap berpegang teguh pada ajaran yang benar, apa-pun risiko yang harus kita hadapi.

      Kita harus berhati-hati, jangan seperti istri Lot yang ingin tahu, mengapa ia dilarang untuk menoleh kebelakang. Ia ingin melihat dan dalam sekejap habislah ia. Itu sebabnya saudara jangan ingin tahu, ingin tahu sebab menganggap diri kuat, tetapi ternyata menjadi tiang garam. Istri Lot hanya sekali saja menoleh kebelakang, tidak dua, sepuluh kali menoleh, hanya satu kali dan ia menjadi tiang garam. Demikian juga dengan Hawa yang hanya sekali saja berbicara dengan ular. Saya takut hanya ingin tahu satu kali, saya menjadi seperti Hawa dan juga menjadi istri Lot. Itu sebabnya jika tidak ada kepastian dan kebenaran yang sesuai dengan Firman, saudara jangan ingin tahu sebab akan berbahaya. Semoga kita dapat mengerti.

      Mari, kita berpegang teguh pada ajaran yang benar yang sudah pernah saudara terima, dimana-pun kita berada. Semoga kita dapat mengerti.
      Ajaran yang lain itulah yang memecah belah. Mengapa sampai terjadi perpecahan? Kita jangan melihat siapa-siapa, tetapi lihat pada Firman saja. Ini tujuan dari ajaran lain, supaya tubuh Kristus tidak terbentuk. Jadi mengapa terjadi perpecahan di dalam tubuh Kristus/tubuh Kristus tercabik-cabik? Jawabannya --> Roma 16: 17, Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

      Waspada = ingatlah akan istri Lot.

      Siapa pemecah belah?
      1. orang yang mengajarkan ajaran lain --> pemecah belah.
      2. orang yang mau datang sekali-pun ia sudah tahu bahwa ajaran itu berlainan, tetapi ia tidak menghindar = pemecah belah.

      Semoga kita diberi kejujuran untuk kuat dan teguh hati.

    Yosua 1: 6, 7, 9, 18
    6. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.
    7. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi.
    9. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi."
    18. Setiap orang yang menentang perintahmu dan tidak mendengarkan perkataanmu, apa pun yang kauperintahkan kepadanya, dia akan dihukum mati. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu!"

    Waktu Yosua hendak memimpin bangsa Israel masuk ke Kanaan = kegerakan Roh.Kudus hujan akhir. Yang dibutuhkan bukan kepandaian, kekayaan tetapi yang dibutuhkan empat kali TUHAN memesan untuk kuatkan dan teguhkan hati dan ini yang dicari oleh TUHAN. Sekali-pun kita ini bodoh, tinggal di desa, gereja mungkin masih kontrak dan juga masih terbuat dari papan, sidang jemaat hanya dua orang, tetapi kalau kita kuat dan teguh hati, maka itu yang dipakai untuk masuk ke Kanaan, sedangkan yang lainnya yang merasa lebih hebat dari Kaleb dan Yosua tergeletak bergelimpangan di padang gurun. Itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh serius.

    Mengapa sampai empat kali TUHAN katakan kepada Yosua untuk kuat dan teguh hati? sebab memang di akhir jaman penyesat itu juga sebanyak empat kali --> Matius 24: 3-5, 11, 24,
    3. Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"
    4. Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
    5. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
    11. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.
    24. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

    Ay 5 --> banyak yang menyesatkan = banyak yang disesatkan.

    Penyesatan terakhir pada orang pilihan. Pdt Totaijs alm sempat menerangkan di tahun 91, bahwa orang-orang pilihan adalah orang-orang yang berada di dalam kabar Mempelai.
    Empat kali menunjuk pada empat penjuru bumi, itu sebabnya TUHAN berfirman kepada Yosua untuk kuatkan sebanyak empat kali dalam menghadapi banyak penyesatan yang juga disebutkan sebanyak empat kali.

    Empat kali menunjuk pada empat penjuru bumi = penyesatan ini sudah mendunia. Banyak yang penyesat dan banyak yang disesatkan, berarti hanya sedikit yang bertahan/yang kuat hati pada yang benar/minoritas. Sehingga diberi cap sebagai kelompok extrim, kebenaran sendiri, fanatik, pemecah belah dll, sebab hanya sedikit.

    Kita sudah membaca, bahwa justru yang mengajarkan pengajaran yang lain itulah pemecah belah dan juga yang datang pada pengajaran yang lain, mereka juga pemecah belah. Jangan dibalik-balik, sebab itu saya mohon hikmat dari TUHAN supaya saudara membaca ayatnya. Semoga kita dapat mengerti.

    Pengajaran yang sesat, membawa pada pelayanan dan penyembahan yang juga sesat; sedangkan pengajaran yang benar, mendorong kita pada pelayanan dan penyembahan yang benar. Ini sudah jelas seperti yang sudah diterangkan bahwa pengajaran itu merupakan kepala/komando; itu sebabnya kita jangan sampai ditipu oleh orang yang mengatakan bahwa tidak mengapa kalau pelayanan dan penyembahannya tidak sama tetapi pengajarannya sama --> tidak ada yang seperti ini sebab ini berarti kebenaran diri sendiri. Kalau pengajarannya sama, pasti pelayanan dan penyembahannya juga sama.

    Sekarang kita akan melihat penyembahan yang benar yang juga ditulis sebanyak empat kali. Inilah luar biasanya TUHAN dan sedikit-pun tidak meleset.

    Wahyu 19: 1, 3, 4, 6
    1. Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,
    3. Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya."
    4.
    Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin, Haleluya."
    6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

    Ay 1,3, 4 --> penyembahan yang terjadi di surga.
    Ay 6 --> penyembahan kita yang terjadi di bumi --> pertemuan diawan-awan yang permai, satu tubuh Kristus yang sempurna dengan satu suara dan juga satu penyembahan.

    Empat kali dituliskan tentang haleluyah yang merupakan penyembahan Mempelai. Jadi, di surga dan di bumi, harus sama yaitu penyembahan Mempelai dengan kata haleluyah.

    Itu sebabnya, mengapa diseluruh dunia harus satu pengajaran? Sebab kalau pengajarannya sama/satu pengajaran, akan menuju pada satu penyembahan/satu suara. Tubuh Kristus ini 'satu' dan sudah barang tentu suaranya juga satu. Satu Kepala itulah YESUS/Satu pengajaran yang benar dengan satu tubuh, itulah gereja yang sempurna dengan satu suara/satu penyembahan.

    Semoga kita jujur, sebab di luar ini, maka pengajarannya berbeda dan juga berbeda tubuh --> ada tubuh Kristus dan tubuh Babel. Dulu, sebenarnya manusia itu diciptakan oleh TUHAN dengan satu suara (ktb Kej), tetapi ketika manusia mendirikan menara Babel/tubuh Babel, maka dicerai-beraikan oleh TUHAN sehingga terjadi banyak suara, sampai terjadi bahasa Poso.

    Jadi, kalau ada banyak pengajaran dan juga banyak penyembahan, kita harus berhati-hati (maksudnya bukan banyak menyembah) sebab itu adalah Babel. Oleh sebab itu, lewat satu pengajaran yang benar/gerakan hujan akhir, semua yang berbeda-beda akan dijadikan satu tubuh yang sempurna/Mempelai Wanita = kembali kepada TUHAN dengan satu suara lagi, itulah haleluyah. Semoga TUHAN memberikan kemurahan sehingga kita dapat jujur.

    Inilah kuat dan teguh hati dan biarlah urapan Roh.Kudus menolong kita agar sekarang ini kita dapat tegas memilih yang mana? Babel atau tubuh Kristus. Kita tidak dapat memilih keduanya sebab kita tidak akan mampu sehingga pada akhirnya kita akan memilih Babel.

    Salomo seorang yang hebat, siapa yang dapat melawan Salomo? Tetapi begitu ia mendengarkan ajaran-ajaran yang lain dari istrinya, maka Salomo memilih yang salah. Tidak ada kekuatan atau yang namanya filter, sebab itu merupakan ciptaan manusia.

    Itu sebabnya, kita yang pasti saja seperti waktu dulu kita sekolah dan guru mengajarkan bahwa dua ditambah dua sama dengan tiga koma sembilan-sembilan-sembilan dan menganggap bahwa hal itu sama saja, maka murid-murid itu tidak akan lulus ketika mengikuti ujian nasional sampai pada hari ini.

    Mengapa untuk hal yang jasmani, kita memprotes dengan keras, tetapi mengapa untuk hal rohani, kita tidak tegas, padahal yang rohani ini lebih dari segala sesuatu.
    Saya mau bercerita, dulu saya menjadi seorang guru, ada seorang anak didik saya tidak naik kelas, kemudian orang tuanya menitipkan anaknya itu kepada saya. Saya keras terhadap anak itu, sehingga hasil dari semester satu, ia mendapatkan nilai yang bagus, sehingga pada semester dua saya menjadi lengah dan akibatnya anak itu tidak naik kelas lagi. Saya memberi les dirumah salah satu murid, dan anak ini datang, saya tidak berani menemuinya dan bersembunyi di kamar mandi dan menangis. Ini hal yang jasmani, sebagai guru, bukan salah saya, tetapi saya bertanggung jawab, apa lagi untuk hal yang rohani, saya tidak mau main-main.

    Saya sudah berani meninggalkan hal-hal yang jasmani (semua berkat-berkat lewat yang jasmani sudah saya tinggalkan) yang sebenarnya sangat menjanjikan untuk masa depan saya, kalau yang rohani saya setengah-setengah, saya tidak mau. Itu sebabnya saya memilih satu dan untuk ini jangan coba-coba untuk mempengaruhi saya, sekali-pun saya pernah tidak makan dan tidak minum demi untuk hal yang rohani.

    Orang yang diurapi harus memiliki ketegasan --> 1 Timotius 4: 1, Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

    Hamba/anak TUHAN yang diurapi Roh.Kudus, memiliki ketegasan untuk memegang pada pengajaran yang benar, penyembahan yang benar dan juga pelayanan yang benar dan juga pada nikah yang benar. Kalau sidang jemaat, pekerjaan dllnya semua harus benar, dan juga ada ketegasan untuk menolak yang tidak benar; kita jangan menganggap semuanya sama.

    Jika kita kuat dan teguh hati, maka kita akan dipakai untuk masuk ke Kanaan/kegerakan Roh.Kudus hujan akhir = pembangunan tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai Wanita yang siap untuk menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya. Jadi, tiang dengan Mempelai memiliki kaitan = Yerusalem Baru.

    Jadi, jika kita masih bimbang sehingga menganggap semuanya sama saja, maka kita dapat datang ke tiang di kuil Dagon, kuil Dagon ini juga memiliki dua tiang. Kita sering mengatakan: mari kita beribadah di bait ALLAH yang TUHAN berkati, padahal TUHAN berkata --> 'kamu beribadah di kuil Dagon'.

    Salah satu yang terjadi di kuil Dagon adalah Simson yang disuruh untuk melawak; kita harus berhati-hati, kalau ibadah dengan lawakan-lawakan, sebab kita berkata, kita berada di bait ALLAH, tetapi TUHAN katakan: kalian berada di panggung srimulat. Kita harus berhati-hati dengan sukacita dan lawakan yang bukan dari Firman, sebab itu sama dengan kuil Dagon.

    Hakim-hakim 16: 23-25, 27-30
    23. Sesudah itu berkumpullah raja-raja kota orang Filistin untuk mengadakan perayaan korban sembelihan yang besar kepada Dagon, allah mereka, dan untuk bersukaria; kata mereka: "Telah diserahkan oleh allah kita ke dalam tangan kita Simson, musuh kita."
    24. Dan ketika orang banyak melihat Simson, mereka memuji allah mereka, sambil berseru: "Telah diserahkan oleh allah kita ke dalam tangan kita musuh kita, perusak tanah kita, dan yang membunuh banyak teman kita."
    25. Ketika hati mereka riang gembira, berkatalah mereka: "Panggillah Simson untuk melawak bagi kita." Simson dipanggil dari penjara, lalu ia melawak di depan mereka, kemudian mereka menyuruh dia berdiri di antara tiang-tiang.
    27. Adapun gedung itu penuh dengan laki-laki dan perempuan; segala raja kota orang Filistin ada di sana, dan di atas sotoh ada kira-kira tiga ribu orang laki-laki dan perempuan, yang menonton lawak Simson itu.
    28. Berserulah Simson kepada TUHAN, katanya: "Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin."
    29. Kemudian Simson merangkul kedua tiang yang paling tengah, penyangga rumah itu, lalu bertopang kepada tiang yang satu dengan tangan kanannya dan kepada tiang yang lain dengan tangan kirinya.
    30. Berkatalah Simson: "Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini." Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.

    Simson dengan tujuh tokong/jalinan rambut merupakan gambaran dari Roh.Kudus.
    Ay 25 --> kita jangan senang dengan lawakan, sebab itu bait ALLAH atau kuil Dagon dan memang berada di kuil Dagon itu lebih enak sebab ada suka ria.
    Ay 27 --> kalau ada lawakan, akan laris sebab tiga ribu orang yang datang. Sedangkan kalau pengajaran, dari dulu jumlah sidang jemaat lima belas orang; dua kaum muda masuk universitas sehingga tinggal tiga belas orang, kemudian meninggal dua orang, tinggal sebelas orang. Ini merupakan ujian. Kalau lawakan, gereja baru dibuka, jumlah sidang jemaat, sudah tiga ribu orang.

    Ay 28 --> 'buatlah aku kuat' = Simson menjadi kuat dan teguh hati.

    Mari! kita memilih yang mana? Sebab kalau hanya pengajaran, jemaat tetap lima belas orang, itu sebabnya kita sebentar melihat lawakan Simson supaya banyak orang yang datang.

    Dua tiang di kuil Dagon yang merupakan lawan dua tiang di bait ALLAH Salomo (ay 29).
    Ay 30 --> biar banyak (tiga ribu orang) tetapi mati. Kalau tidak ada pengajaran yang benar, sekalipun banyak, tetapi mati. Mari! bagaimana pertanggung jawabannya? Tiga ribu orang dibuat mati. Sementara mereka sudah memberi persepuluhan dlsbnya --> hamba TUHAN nya makmur/jaya, tetapi semua jemaatnya mati/binasa, bagaimana hamba TUHAN itu memberi pertanggungan jawabannya kepada TUHAN? Ngeri, ngeri.

    Mari, bagi rekan-rekan hamba TUHAN yang berada di dalam Firman pengajaran, mari, sekali-pun jemaat kita masih sedikit, tunggu! Sebab nanti pada gerakan hujan akhir/gerakan Firman pengajaran, semua orang akan mencari Firman pengajaran. Kita harus yakin, sekarang ini masih seperti embun, kemudian akan menjadi gerimis, sehingga ada pertanyaan ini apa? mulai bingung. Kemudian ketika hujan lebat, kita tinggal membuka pintu gereja dan orang-orang itu akan masuk semuanya, sebab mereka semuanya membutuhkan pengajaran ini. Itu sebabnya, mari kita bertahan.

    Sebab kalau kita bimbang dalam soal pengajaran, maka kita akan diperhadapkan pada dua tiang Dagon, bukan pada dua tiang bait ALLAH Salomo.

    Tiang Dagon adalah:
    • tiang hiburan jasmani dan
    • tiang kemakmuran jasmani.

    Kedua hal ini yang sekarang dicari oleh orang --> masuk gereja supaya mendapatkan hiburan dari artis-artis atau dari pelawak-pelawak, daripada harus membayar. Siapa yang tidak mau mendapatkan hiburan secara cuma-cuma/gratis? Dan juga kemakmuran jasmani.

    Jika kita sebagai hamba TUHAN/anak-anak TUHAN beribadah dan melayani TUHAN hanya untuk mencari kemakmuran jasmani dan hiburan/sukacita jasmani, maka akibatnya tiga ribu orang akan mati. Di dalam tabernakel, maka angka tiga ribu, menunjuk pada ruangan suci dan ruangan maha suci.

    Ruangan suci memiliki ukuran p = 20, l = 10, t = 10 --> 20 x 10 x 10 = 2000.
    Ruangan maha suci memiliki ukuran p = 10, l = 10, t = 10 --> 10 x 10 x 10 = 1000.
    Ruangan suci = kesucian, sedangkan ruangan maha suci = kesempurnaan.
    Jadi, 2000 + 1000 = 3000.

    Jika, kita berfellowship dan beribadah di gereja hanya untuk mencari hiburan dan mencari kemakmuran secara jasmani --> berbahaya!!!! sebab tiga ribu orang yang akan mati, berarti tidak dapat hidup suci sehingga tidak dapat menjadi sempurna = ketinggalan saat YESUS datang kembali seperti istri Lot.
    Di mulai saat menikah, jangan mencari hiburan dan kemakmuran, tetapi harus tergembala di gereja masing-masing. Jangan mencari gedung gereja yang besar/gereja yang kecil, tetapi cari pengajaran. Sebab jika mencari hiburan dan kemakmuran, maka tiga ribu yang mati = tidak dapat menjadi suci dan sempurna.
    Lebih celaka, kalau hamba TUHAN/gembala yang datang dalam ibadah hiburan dan kemakmuran, hamba TUHAN/gembala itu secara pribadi akan mengalami kematian secara rohani --> tidak dapat suci dan menjadi sempurna. Jika ia memiliki sidang jemaat sebanyak seribu orang, maka seribu orang itu juga akan mati secara rohani yaitu tidak dapat suci dan juga tidak dapat menjadi sempurna. Ini sungguh-sungguh benar. Semoga kita diyakinkan.

    Inilah tiang kedua yaitu kuat dan teguh hati, kita dipakai di dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna/menjadi Mempelai Wanita.

  3. tiang di Yerusalem Baru.
    Lot keluar dari Sodom dan Gomora, dengan tujuan lari ke pegunungan dan pegunungan itu adalah Yerusalem Baru = Mempelai Wanita yang sempurna = kerajaan surga/kota Mempelai. Jadi, harus menjadi Mempelai terlebih dahulu, baru dapat masuk ke dalam surga.

    Wahyu 3: 12
    , Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.

    Sokoguru = tiang penopang di Yerusalem Baru. Ini merupakan janji TUHAN kepada sidang jemaat Filadelfia.

    Syarat untuk menjadi tiang penopang di Yerusalem Baru adalah:
    • Wahyu 3: 7, 8
      7."Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
      8. Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

      Jadi, syarat untuk menjadi tiang penopang di Yerusalem Baru adalah menuruti Firman-Ku = taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar, apa-pun risikonya.

      Seringkali di saat kita taat kepada Firman, mungkin dianggap bodoh oleh orang lain. Seperti Petrus sebagai seorang nelayan yang tentunya ia mengetahui bahwa untuk menangkap ikan/melempar jala, harus pada waktu malam hari. Tetapi pada waktu malam, Petrus tidak berhasil menangkap apa-apa, dan siang hari YESUS datang (ini merupakan Firman TUHAN yang keras = pengajaran) dan memerintahkan Petrus untuk menebarkan jalanya. Jika Petrus melakukan dan dilihat oleh nelayan yang lain, pasti menganggap bahwa Petrus ini kasihan sebab sudah stress, seharusnya pada siang hari digunakan untuk membetulkan dan membersihkan jala. Jadi, ketika diperintahkan untuk menebarkan jala pada siang hari, pasti akan terjadi pertentangan --> nanti kalau, nanti kalau.

      Sudahlah saudaraku, apa-pun risikonya, kalau Firman itu benar, maka harus ditaati. Sekali-pun sepertinya mempermalukan diri kita, tetapi begitu ditaati, maka hasilnya akan luar biasa. Biarlah, kalau kita sekarang ini dipermalukan --> terserah! Tetapi satu waktu, kita akan diakui.

    • tidak menyangkal Nama-Ku, artinya tetap setia dan berkobar-kobar di dalam ibadah dan pelayanan = tetap setia dan tekun menantikan kedatangan TUHAN Yang kedua kalinya. Mari, kita sungguh-sungguh setia = tidak menyangkal Nama TUHAN.

      Kita jangan menyerah kalah/jangan menyerah di tengah jalan tetapi harus sampai di garis akhir yaitu sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang kembali. Jika kita menyerah di tengah jalan, maka itu berarti kita sudah menyangkal TUHAN.
      Hanya karena mengalami kesulitan, sehingga mengatakan bahwa saya tidak mau menjadi gembala lagi, tidak mau ikut dalam paduan suara lagi = menyangkal TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

      Keadaan dari sidang jemaat Filadelfia ini kecil --> 'kekuatanmu tidak seberapa' --> sekali-pun kekuatan kita tidak seberapa/tidak berarti apa-apa, tetapi kalau taat dan setia, maka kita akan mendapatkan kunci Daud yaitu kemurahan dan kebaikan TUHAN.

    Kunci Daud ini didapatkan di dalam sistim penggembalaan; itu sebabnya kita jangan beredar-edar sebab kalau kita beredar-edar, maka kita tidak akan mendapatkan kunci Daud.

    Mazmur 23: 6, Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

    Kebajikan dan kemurahan mengikuti aku = di dapat oleh Daud mulai ia berada di dalam kandungan sampai mati, ia mengakui di mana letak kuncinya yaitu di dalam kemurahan dan kebaikan TUHAN. Bukan karena Daud pandai dan hebat, tetapi kuncinya adalah Daud tergembala di dalam kebaikan dan kemurahan TUHAN Sang Gembala Agung. Semoga kita dapat mengerti.

Hasil dari kunci Daud:
  1. untuk menutup pintu yang tidak dapat dibuka oleh siapapun. Artinya: Tangan kemurahan dan kebaikan TUHAN/Gembala Agung sanggup melindungi kita dari segala pencobaan, mara bahaya, dari antikrist dan juga sampai pada hukuman TUHAN atas dunia dan juga neraka-pun tidak dapat menjamah kita. Dan ini berarti betul-betul ditutup oleh kekuatan dari kunci Daud.

    Sudah dibuktikan pada waktu jaman Nuh yaitu pintu bahtera Nuh ditutup oleh Tangan TUHAN. Ini bedanya antara bahtera Nuh dengan bahtera yang lain. Saya kira pada waktu itu ada banyak kapal-kapal yang mungkin lebih modern dlsbnya, tetapi pada kapal-kapal itu tidak ada Tangan TUHAN, di sini letak perbedaannya. Sedangkan bahtera Nuh, mungkin dibuat secara tradisional, tetapi pada waktu itu yang menutup adalah Tangan TUHAN yang tidak dapat dibuka oleh siapa-pun. Inilah kunci Daud.

    Mari, rekan-rekan hamba TUHAN, baik yang pandai, yang bodoh, yang kecil maupun yang hebat dan juga siapa-pun --> saudara jangan bergantung pada apa-pun, tetapi bergantung pada kunci Daud itulah kemurahan dan kebaikan TUHAN/Sang Gembala Agung.

  2. membuka pintu-pintu bagi kita yang tidak dapat ditutup oleh siapa-pun.

    Pintu apa saja?
    1. pintu pemeliharaan TUHAN. artinya: Tangan kemurahan dan kebaikan TUHAN sanggup memelihara kehidupan kita sampai tidak kekurangan. Seperti Daud yang di mulai dari kandungan, Daud terus terpelihara sehingga ia mengakui bahwa TUHAN adalah Gembala-ku, takkan kekurangan aku, sekali-pun ia hanya memiliki domba dua tiga ekor domba, tetapi Daud berani mengaku bahwa 'takkan kekurangan aku'. Apalagi bagi kami para gembala yang memiliki domba lima belas/dua puluh, mau kita tinggalkan dengan melihat yang lain-lain/yang tiga ribu tetapi mati semuanya. Semoga kita dapat mengerti.

      Di mulai dari kandungan harus kita syukuri. Sebab saya pernah membaca sebuah artikel yang waktu itu saya masih menjadi guru di sekolah Minggu, bahwa satu hari kandungan/anak yang digugurkan di dunia dan di Indonesia itu banyak sekali. Jadi, kalau saya dan kita semua termasuk yang tidak digugurkan, itu sudah merupakan kunci Daud/kemurahan dan kebaikan TUHAN.

    2. pintu kemenangan. Daud selalu menang, artinya: Tangan kemurahan dan kebaikan TUHAN memberikan kemenangan atas:
      • musuh-musuh,
      • dosa,
      • pencobaan-pencobaan/masalah dapat selesai.

    3. pintu masa depan/pintu keberhasilan terbuka. Daud hanyalah seorang gembala dengan dua tiga ekor domba, ia bukan seorang tentara, apalagi memiliki latar belakang sebagai seorang tentara. Waktu TUHAN memerintahkan Samuel (karena Saul sudah tidak taat, itu sebabnya Saul harus diganti) untuk datang ke rumah Isei untuk melihat anak-anaknya. Begitu Samuel melihat Eliab kakak Daud yang memang memiliki bentuk tubuh dari seorang raja/perwira yang mengikuti latihan berperang dllnya --> segeralah mata manusia mengira bahwa inilah dia. Tetapi TUHAN mengatakan 'bukan yang ini',sebab TUHAN tidak memandang penampakan luar, tetapi TUHAN melihat hati yang taat dan setia.

      Daud masih muda dan kemerah-merahan, dan ia berada di penggembalaan dengan dua tiga ekor domba, tidak diperhatikan oleh orang, tetapi Daud dapat menjadi seorang raja. Tangan kemurahan kebaikan TUHAN mampu memberikan masa depan yang indah dan berhasil.

      Bagi kaum muda, dengarkan ini dengan baik! Mungkin engkau sekolah sampai tinggi --> puji syukur! Atau karena masalah ekonomi, engkau tidak dapat sekolah. Jangan salahkan orang tua, sebab baik yang sekolah atau yang tidak, sekarang terimalah kunci Daud sebab ini yang menentukan dan membuka pintu masa depan yang indah dan berhasil bagi saudara. Semoga kita dapat mengerti.

    4. pintu pengangkatan/pemulihan. Daud jatuh dengan Bethseba dan seharusnya Daud mati sebab ia berzinah dan sesuai hukum taurat, maka orang yang berzinah harus dilempar batu sampai mati. Tetapi mengapa Daud tidak dilempar dengan batu? Inilah bedanya dari orang yang tergembala dengan yang tidak tergembala. Kristen jalanan/hamba TUHAN jalanan dengan hamba TUHAN yang berada di dalam penggembalaan. Sebab Kristen/hamba TUHAN jalanan = pohon ara yang berada di pinggir jalan, begitu tidak berbuah, YESUS datang dan merasa lapar tetapi Ia tidak menemukan buah, segera pohon ara itu dikutuk dan mati. Ini kalau berada dipinggir jalan sebab tidak ada yang membela.

      Tetapi pohon ara yang berada di kebun anggur, Tuan/Yang empunya kebun anggur datang dan mengatakan sebab sudah tiga tahun tidak berbuah, maka pohon ara itu diperintahkan untuk dipotong. Tetapi penunggunya mengatakan --> 'jangan tuan, beri waktu lagi selama satu tahun supaya dapat berbuah. Inilah bedanya kehidupan yang tergembala dengan yang tidak tergembala.

      Kehidupan yang tergembala --> sejatuh-jatuhnya orang, tetapi jika ia berada di dalam penggembalaan, maka ia masih dapat diangkat/dipulihkan kembali.

      Inilah Tangan kemurahan dan kebaikan TUHAN Yang mampu:
      • mengangkat kita dari kejatuhan-kejatuhan.
      • memulihkan kita dari kegagalan-kegagalan.

      Mari! bersungguh-sungguh, siapa saya, siapa saudara yang sekali-pun sudah jatuh atau mengalami apa saja, datanglah kepada Gembala Agung sebab ada pintu pemulihan, sedangkan bagi yang sudah gagal, masih ada pintu pengangkatan.

      Saya berbahagia:
      Pintu ditutup --> mara bahaya dlsbnya tidak dapat masuk.
      Pintu dibuka --> tidak ada yang dapat menutup kalau kita berada di dalam Tangan kemurahan dan kebaikan TUHAN, maka TUHAN akan tolong. Semoga kita yakin.

    5. pintu Yerusalem Baru terbuka bagi kita. Apa buktinya? Sekarang ini kita dapat mengetahui apakah pintu Yerusalem Baru terbuka bagi kita atau tidak? Ini bukanlah teori. Bukti kalau pintu Yerusalem Baru terbuka adalah kita mengalami pembaharuan --> Wahyu 21: 8, ini tidak boleh ada lagi, sebab kalau delapan hal ini ada, berarti bahtera Nuh tertutup dan kita tidak dapat masuk ke dalamnya.

      Wahyu 21: 8, Tetapi orang-orang (1)penakut, orang-orang (2)yang tidak percaya, (3)orang-orang keji, (4)orang-orang pembunuh, (5)orang-orang sundal, (6)tukang-tukang sihir, (7)penyembah-penyembah berhala dan semua (8)pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

      Penakut = takut berkorban, takut perasaan dllnya.
      Orang yang tidak percaya = bimbang.
      Orang-orang keji = jahat.
      Orang-orang pembunuh = kebencian.
      Orang-orang sundal sudah tidak boleh ada lagi.
      Tukang-tukang sihir --> hati-hati dengan ramalan-ramalan. Kita harus berhati-hati, sebab sekarang ini banyak menggunakan sihir; sekarang ini banyak orang yang belajar hipnotis sampai-pun hamba TUHAN juga mempelajari hipnotis. Kelihatan hebat, padahal itu hanyalah sihir, sehingga tidak dapat masuk Yerusalem Baru. Orang yang melakukan sihir dan juga orang yang datang, sama! Tidak dapat masuk Yerusalem Baru.

      Penyembah-penyembah berhala --> hati-hati dengan jimat-jimat, sebab sekarang ini banyak hal yang rohani yang dijadikan jimat. Jangan-jangan kita belajar, dari Daud yang mengalahkan Goliat memakai lima batu, maka saudara diberikan lima batu untuk dikantongi supaya terus menang. Jadi bukan TUHAN Yang maju tetapi lima batu Daud dan ketika lima batu itu tertinggal di rumah, menjadi bingung. Mungkin juga ada tanah yang dianggap suci, waktu saya ke Israel, dan datang ke tanah Gosyen, saya membawa tanah Gosyen yang menyuburkan orang Israel dan juga orang Israel bebas dari hukuman dan meletakan tanah itu di rumah dengan menganggap sebagai perlindungan. Ini berhala sebab bukan TUHAN tetapi tanahnya. Mengapa tidak mengambil lumpur dari laut Mati dan meletakkannya di lantai rumah sehingga tidak ada orang datang bertamu sebab merasa jijik. Maafkan kalau saya membuka hal ini, supaya saudara tercelik.

      Terakhir yang paling dekat dengan api adalah dusta yang menghasilkan perkataan yang sia-sia. Tidak jujur, seperti orang Niniwe yang tidak dapat membedakan tangan kanan dengan tangan kiri --> orang macam apa ini? Apakah orang yang terbelakang mental? --> masakan seluruh penduduk Niniwe semuanya terbelakang mentalnya? Bukan itu!! Tetapi karena orang-orang Niniwe tidak jujur sebab menganggap tangan kanan dan tangan kiri itu sama saja. Ajaran ini berbeda --> tidak! Sama saja, dan ini berarti dusta sehingga hukuman ALLAH yang datang.

      Itu sebabnya kejujuran itu merupakan hal yang sungguh-sungguh serius dan jangan berdusta. Dusta ini menimbulkan segala sesuatu yang berupa fitnahan, menjelekan orang dan ini berawal dari dusta.

      Pintu Yerusalem terbuka kalau kedelapan dosa ini dengan tegas kita buang, sebab kalau pintu Yerusalem terbuka, maka pintu-pintu yang lain pasti akan terbuka. Kunci Daud membuka pintu-pintu bagi kita.

TUHAN memberkati kita sekalian.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top