English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa (Selasa, 29 April 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 08 April 2008)
Tayang: 12 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 10 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 28 Agustus 2007)
Tayang: 03 Oktober 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 16 Oktober 2007)
Tayang: 10 Maret 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 14 Agustus 2007)
Tayang: 14 Juli 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 18 Maret 2008)
Tayang: 12 Agustus 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 07 Agustus 2007)
Tayang: 20 Juni 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa Sore, 08 April 2008)
Tayang: 24 Februari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa Sore, 01 April 2008)
Tayang: 04 November 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 15 April 2008)
Tayang: 17 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 03 Juni 2008)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa
Tanggal: Selasa, 04 Maret 2008
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 15 Juli 2012

Kita masih membahas nubuat yang keempat yaitu nubuat tentang antikrist --> Matius 24: 15-25,
Antikrist tampil sebagai pembinasa keji, waktu bangsa Israel berada di Mesir, firaun hanya memperbudak bangsa Israel, tetapi begitu bangsa Israel keluar dari Mesir, firaun mengejar untuk membunuh dan membinasakan.

Begitu juga di akhir zaman/menjelang gereja TUHAN keluar dari dunia ini, dulu waktu Israel keluar dari Mesir mau ke laut Kolsom, itu betul-betul firaun mengejar untuk membunuh, membinasakan. Dan sekarang di akhir jaman/gereja TUHAN akan keluar dari dunia ini untuk bertemu dengan TUHAN di awan-awan, maka antikrist tampil sebagai pembinasa keji untuk memburu, membunuh dan membinasakan gereja TUHAN. Ini yang harus kita sadari.

Dan tindakan/sikap kita sekarang, adalah menyingkir dari antikrist. Ada tiga macam tindakan penyingkiran.

Tindakan penyingkiran --> Matius 24: 16-18,
  1. ay 16 --> “orang di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan”,
  2. ay 17 --> “orang yang sedang diperanginan, jangan turun untuk mengambil barang dirumah,
  3. ay18 --> “orang yang sedang diladang, jangan kembali untuk mengambil pakaiannya”.
Kita masih akan membahas tindakan penyingkiran yang pertama
Matius 24: 16, maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri kepegunungan.

Waktu yang lalu kita sudah mendengar bahwa orang Yudea/orang yang diselamatkan TUHAN harus melarikan diri ke pegunungan --> itulah Yerusalem Baru/kesempurnaan.

Jadi inilah saudaraku, naik ke pegunungan/tindakan penyingkiran/orang Yudea melarikan diri ke pegunungan = meningkatkan kerohanian kita atau memantapkan dan meningkatkan keselamatan yang sudah kita terima dari TUHAN sampai dengan kesempurnaan seperti YESUS supaya kita jangan diterkam oleh antikrist.

Itu sebabnya kita harus naik ke pegunungan/meningkatkan kerohanian atau meningkatkan keselamatan sampai dengan kesempurnaan seperti YESUS, barulah kita aman.

Hagai 1: 8, Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.

Perintah TUHAN lewat nabi Hagai --> naiklah ke gunung= Matius 24: 16, orang Yudea harus naik ke pegunungan = meningkatkan keselamatan sampai dengan kesempurnaan.

Kalau dulu membangun bait ALLAH secara jasmani, naik ke gunung untuk mengambil kayu, sekarang ini, naik ke gunung berarti meningkatkan keselamatan sampai dengan kesempurnaan seperti YESUS lewat pelayanan pembangunan tubuh Kristus/pembangunan rumah yang rohani. Di mulai dalam nikah, di penggembalaan/di gereja. Mari! sungguh-sungguh melayani pembangunan tubuh Kristus. Semoga kita dapat mengerti ini.

Tetapi untuk dapat meningkatkan keselamatan sampai kesempurnaan, ada syaratnya yaitu harus membawa kayu. Kalau mau membangun rumah ALLAH harus membawa kayu. Saudara tahu kalau di gunung, kayu itu bukan dalam bentuk papan-papan, tetapi masih dalam bentuk pohon-pohon; kalau disuruh untuk membawa kayu untuk membangun bait ALLAH berarti pohonnya itu harus dipotong terlebih dahulu, baru bisa dibuatkan papan/balok untuk dipakai membangun rumah ALLAH.

Jadi inilah syarat untuk meningkatkan kerohanian, untuk meningkatkan keselamatan sampai kesempurnaan lewat pelayanan pembangunan tubuh. Syarat masuk dalam pelayanan pembangunan tubuh ini sama, yaitu kayu harus dipotong/mengalami penyaliban/perobekan daging.

Jika kita mau meningkatkan kerohanian, tetapi kalau daging-nya tidak dirobek, maka tidak akan mampu, sehingga tidak dapat masuk pelayanan pembangunan tubuh Kristus. Baru di dalam nikah saja, sudah bosan, dalam penggembalaan apalagi antar penggembalaan, sudah tidak terpikir sama sekali kalau ada daging; itu sebabnya kayu itu harus dipotong/kayu harus lewat pemotongan atau lewat penyaliban/perobekan daging.

Daging ini harus dirobek/perobekan daging, apa yang harus dirobek? Dalam cerita ini, TUHAN mengeluh --> Hagai 1: 2, 4,
2. "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!"
4. "Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?

Jadi, yang yang harus dirobek adalah egois/mementingkan diri sendiri. Kalau untuk TUHAN --> tunggu dulu!!
  • mau berdoa, tunggu dulu sebab masih mengantuk, masih ada urusan,
  • mau berkorban tunggu dulu, sebab masih mau membeli ini dan itu,
  • mau ikut serta dalam kunjungan-kunjungan, tunggu dulu sebab masih sibuk. Ini-lah menjadi awasan bagi TUHAN/cemburu bagi TUHAN. Egois/mementingkan diri sendiri, kita harus betul-betul berhati-hati, dan ini yang harus di robek.
Kalau kita mau tahu, saya Wijaya egois atau tidak, saudara egois atau tidak, maka prakteknya adalah:
  1. Orang egois ini menjadikan rumah TUHAN sebagai reruntuhan, sedangkan rumahnya sendiri bagus sekali, dipapani dengan baik, ini orang egois, sebab dia sudah menerima berkat dari TUHAN, sudah menerima nafas dari TUHAN, tetapi membiarkan rumah TUHAN dalam reruntuhan. Ini orang yang benar-benar egois/mementingkan diri sendiri, dengan praktek menjadikan rumah TUHAN sebagai reruntuhan/tidak berguna.

    Dulu mungkin gerejanya itu sudah bocor-bocor, sudah ambruk tetapi dibiarkan dulu, rumahku dulu mengganti papan dari kayu yang diukir, tetapi rumah TUHAN dibiarkan dulu sampai ambruk sehingga tidak ada orang yang beribadah sebab takut kalau beribadah nanti akan tertimpa reruntuhan.

    Sekarang arti yang rohani, dulu yang jasmani betul-betul terjadi di ktb Hagai, dan untuk sekarang rumah TUHAN itulah kehidupan saya, dan juga kehidupan saudara. Seringkali kita menjadikan rumah TUHAN/ kehidupan yang dulunya sudah ditebus oleh Darah, tetapi menjadi reruntuhan yang tak berguna.

    Arti rohani untuk sekarang adalah:

    • malas, tidak setia dalam ibadah pelayanan = egois/menjadikan rumah TUHAN menjadi reruntuhan, suatu yang tak berguna artinya sekarang kehidupan yang malas, tidak setia dalam ibadah pelayanan,

    • tidak berguna.
      Matius 25: 26, 30,
      26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
      30. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

      Inilah saudaraku --> tidak setia, tidak berguna = malas dalam ibadah pelayanan/ dalam jabatan pelayanan = dulu membiarkan rumah TUHAN dalam reruntuhan, tidak berguna.

      Dan untuk ini bukan tanpa akibat, tetapi ada akibatnya yaitu: dia hidup dalam ratap tangis/hidup dalam suasana ratap tangis, kertak gigi, penderitaan lahir dan batin.

    Mari, kita berusaha jangan egois, tetapi daging yang egois harus disalibkan/dirobek sehingga tidak menjadikan rumah TUHAN itu menjadi reruntuhan yang tak berguna. Kalau tidak setia dan malas pasti akan menjadi jahat dan akan mempengaruhi orang, jahat, dan akibatnya hidup dalam kertak gigi/ratapan dan kertak gigi= penderitaan lahir dan batin.

  2. orang egois menjadikan rumah TUHAN sebagai sarang penyamun --> Markus 11: 17, Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!"
Arti dari menjadikan rumah TUHAN sebagai sarang penyamun adalah:
  1. Markus 11: 15, Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya,

    Menjadikan rumah TUHAN sebagai sarang penyamun artinya rumah TUHAN menjadi tempat jual beli = tempat mencari keuntungan-keuntungan jasmani/ perkara-perkara jasmani, sampai meja yang seharusnya diisi roti diganti dengan uang, hanya untuk mendapatkan keuntungan yang jasmani. Sudah tidak lagi memperhatikan Firman pengajaran yang benar/sudah tidak menghiraukan Firman; masuk gereja hanya untuk mendapatkan keuntungan/mendapatkan perkara jasmani, mendapatkan pujian, mendapatkan keuntungan.

    Rumah TUHAN/kehidupan kita menjadi tempat roh jual beli yaitu merpati dijual sehingga tidak ada lagi ketulusan --> masuk gereja tidak dengan hati yang tulus, sebab hanya untuk mencari kedudukan, mencari muka. Apa yang benar dia jadikan salah hanya untuk mendapatkan keuntungan.

    Hati-hati, di kantor, seringkali kalau kita mau mendapat keuntungan dari pimpinan, misalnya ketika ditanya --> bagaimana menurut anda? oooh baik pak, baik baik, padahal diluar dengan temannya, ia berkata pimpinan macam apa itu. Ini sudah tidak tulus, kalau sudah ada egois, mencari keuntungan, maka ada roh jual beli yang = roh dari antikrist.

  2. Maleakhi 3: 8, 9,
    8. Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
    9. Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

    Arti dari menjadikan rumah TUHAN yang pertama adalah datang ke gereja hanya untuk mencari keuntungan jasmani/ada roh jual beli tanpa lagi menghiraukan kebenaran/Firman pengajaran yang benar. Sudah tidak ada lagi kebenaran, tidak ada lagi ketulusan, sebab ketulusan/merpati juga sudah dijual. Kemudian arti selanjutnya adalah mencuri milik TUHAN itulah persepuluhan dan persembahan khusus. Itulah kehidupan yang menjadi sarang penyamun, bukan menjadi rumah doa.

    Mari kembalikan persepuluhan, persembahan khusus yang menjadi milik TUHAN = kembalikan kepada TUHAN, jangan menjadi sarang penyamun.
    Satu lagi artinya sarang penyamun itu tidak dapat menyembah TUHAN.

    Tidak dapat menyembah TUHAN = bukan menjadi rumah doa lagi --> “Rumah Ku adalah Rumah doa, tapi kamu jadikan sarang penyamun”. Sarang penyamun = tidak ada doa, yang ada dansa-dansi/hura-hura. Karena tidak menyembah TUHAN/tidak mau menyembah TUHAN, maka dari mulut yang tidak menyembah TUHAN, keluar perkataan-perkataan yang sia-sia, banyak kata-kata yang tidak baik.

    Jadi syarat membangun rumah ALLAH adalah memotong kayu/perobekan daging yaitu egois/mementingkan diri sendiri dengan praktek:

    • menjadikan rumah TUHAN sebagai reruntuhan = tak berguna dan tidak setia artinya jahat dan malas = dalam suasana kertak gigi,
    • menjadikan rumah TUHAN sebagai sarang penyamun = roh jual beli, mencari keuntungan = tanpa kebenaran, tanpa merpati = tanpa ketulusan lagi. Mencuri milik TUHAN = masuk dalam suasana kutukan

    • dan tidak menyembah TUHAN = bukan menjadi rumah doa lagi; tidak mau menyembah TUHAN melainkan mengeluarkan perkataan-perkataan yang sia-sia, yang tidak baik seperti memfitnah, membicarakan kesalahan orang dan lain-lain. sehingga kerohaniannya menjadi kering = mati rohani. Semakin banyak kata-kata salah yang keluar, semakin kering rohani; sebaliknya, semakin banyak kata-kata penyembahan, semakin bahagia = semakin indah dihadapan TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

  3. 1 Korintus 6: 18-20,
    18. Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.
    19. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
    20. Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu dan rohmu yang kedua-duanya adalah milik Allah,

    Praktek yang ketiga menjadikan rumah TUHAN/bait-Nya menjadi tempat dari roh najis itulah percabulan/dosa sex dan dosa makan minum = tempatnya dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa sex dan makan minum. Inilah saudaraku, roh-roh najis/dosa sex dan makan minum, supaya rumah TUHAN jangan menjadi rumah yang najis = menjadi bait dari roh najis, sehingga TUHAN berkeluh kesah. Itu sebabnya kita mohon kepada TUHAN supaya kita menghindari roh najis lewat pandangan, lewat pikiran, lewat perbuatan. Semoga kita dapat mengerti.

    Kalau daging yang egois dirobek/disalibkan/kayu dipotong, daging dirobek disalibkan, maka Roh Kudus akan turun untuk mengurapi dan memenuhi kehidupan kita. Sehingga fungsi kehidupan kita/rumah ALLAH kembali menjadi rumah Roh Kudus/tempatnya Roh Kudus, bukan tempat dari roh lain, sebab:

    • TUHAN tidak mau ada roh jual beli,
    • TUHAN tidak mau ada roh najis,
    • TUHAN tidak mau ada roh yang tidak setia, dan juga roh egois, tetapi TUHAN menginginkan Roh Kudus yang ada didalam kita/bait ALLAH sehingga kita dapat menjadi bait dari Roh Kudus = kembali kepada fungsi yang benar.
Kegunaan Roh Kudus adalah untuk menjadikan kita menjadi rumah doa, kalau kita menjadi rumah dari Roh Kudus, maka otomatis kita menjadi rumah doa --> Roma 8: 26, Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

Dengan keluhan dan erangan/keluhan tak terucapkan kepada TUHAN bagaikan wanita yang mau melahirkan = penyembahan. Kalau ada rumah Roh Kudus
(1 Korintus) = daging dipotong/disalibkan, roh najis dibuang, roh jual beli dibuang, roh egois dibuang maka Roh Kudus turun mengurapi/memenuhi kehidupan kita, dan kita menjadi rumah doa, sebab Roh Kudus akan membantu/menolong kita dari kelemahan-kelemahan daging yang tidak dapat menyembah TUHAN agar kita dapat menyembah kepada TUHAN dengan keluhan dan erangan-erangan sampai kehadirat TUHAN.

Hasilnya:
  1. Roma 8: 22, 23,
    22. Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin
    23. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

    Hasil pertama terjadi pembebasan tubuh/kelahiran baru = pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani sampai satu waktu menjadi sama mulia dengan TUHAN YESUS/sempurna seperti TUHAN YESUS, dan merupakan mujizat yang terbesar dan yang tidak dapat dilakukan oleh siapapun, setan- pun tidak bisa melakukan.

    Keubahan hidup yang nomor satu sebab jika sakit menjadi sembuh, miskin menjadi kaya --> silakan!! Apalagi sekarang ini banyak yang diminta oleh orang, tetapi tanpa keubahan hidup, maka semuanya akan menjadi sia-sia sebab hanya sampai di liang kubur/hanya sampai kepada kebinasaan.

    Itu sebabnya, nomer satu kita harus mencari ini, yaitu mujizat yang terbesar yaitu keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani, sedikit demi sedikit sampai satu waktu kita diubah menjadi sama mulia dengan TUHAN YESUS dan dimulai dengan tidak berdusta.

  2. Keluaran 3: 7, 8,
    7. Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.
    8. Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.

    Ayat 7: “dan Aku telah mendengar seruan mereka” --> mendengar, dalam terj. lama disebut dengan erangan mereka. Kita bandingkan dengan Keluaran 6: 4 “ Aku mendengar erangan Bangsa Israel”.

    Ayat 8: “menuntun mereka keluar dari negeri itu” --> kemana?

    “ke suatu negeri yang baik dan luas”= ke negeri yang baik dan luas.

    Yang kedua, kalau kita mengeluh dan mengerang maka TUHAN akan mendengar keluhan dan erangan kita sehingga TUHAN menolong kita “Aku akan melepaskan mereka dari penderitaan mereka” TUHAN menolong kita tepat pada waktu- Nya, = melepaskan kita dari masalah-masalah tepat pada waktu Nya. Kita jangan mengeluh kepada orang lain, tetapi mari, mengeluh dan mengerang kepada TUHAN; kalau kita sungguh-sungguh mengeluh dan mengerang, maka TUHAN akan mendengar sehingga TUHAN menolong kita dan melepaskan kita dari masalah/dari penderitaan tepat pada waktu Nya.

    Saya bandingkan dengan Roma 8: 28, Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

    ALLAH turut bekerja dan akan menjadikan semua baik = TUHAN menolong dan menjadikan semuanya baik, kalau kita mengeluh dan mengerang, TUHAN menolong dari segala masalah kita tepat pada waktu Nya.

    Kemudian bukan hanya menolong dan menjadikan semuanya baik, tetapi TUHAN juga akan menuntun kita. Sebab kalau tersesat, tidak akan ada gunanya. Kalau kita mengeluh dan mengerang, maka TUHAN:

    • akan mengulurkan Tangan untuk menolong kita, menjadikan semua baik
    • dan TUHAN mengulurkan Tangan untuk menuntun kita ke tanah Kanaan Samawi dan sekarang, menuntun kita ke Yerusalem Baru/tempat penggembalaan terakhir = tanah yang baik.

    TUHAN mengulurkan tangan untuk menolong menjadikan semua baik, dan juga menuntun kita sampai Yerusalem Baru, sehingga mujizat secara jasmani juga akan terjadi --> Wahyu 7: 17, Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

    Air mata dihapus = bahagia, TUHAN akan menuntun kita ke masa depan yang baik dan bahagia, air mata dihapus sampai ke tempat terakhir/tempat penggembalaan terakhir itulah Yerusalem baru, kita bersama dengan Dia untuk selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.
Mari, saudaraku, kalau kita:
  • masih seperti reruntuhan, mari perbaiki, rumah TUHAN jangan menjadi sarang penyamun --> perbaiki, jangan menjadi tempat dari roh najis, mari perbaiki, biar-lah sekarang ini.

  • rumah TUHAN menjadi tempat Roh Kudus,
  • rumah TUHAN menjadi rumah doa --> kita mengeluh mengerang, dan TUHAN akan mengulurkan Tangan untuk membuat segala sesuatu menjadi untuk kita sekalian.
TUHAN memberkati kita.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top