English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 21 Juli 2014)
Tayang: 21 Juli 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Februari 2008)
Tayang: 03 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 04 November 2013)
Tayang: 06 Arpil 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 02 April 2007)
Tayang: 22 Oktober 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 01 Juli 2013)
Tayang: 25 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 26 Februari 2007)
Tayang: 11 Juli 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 12 November 2007)
Tayang: 09 Agustus 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 16 Juni 2014)
Tayang: 01 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 02 Juni 2014)
Tayang: 14 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 09 September 2013)
Tayang: 22 Oktober 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 28 Juli 2014)
Tayang: 27 Agustus 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin, 25 November 2013
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 11 Mei 2014

Kita masih membaca di dalam kitab Wahyu 1: 7, Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.

TUHAN masih memberikan sesuatu yang baru bagi kita setelah beberapa kali membaca ayat ini, biarlah kita menyimak kembali apa yang menjadi kehendak TUHAN di dalam hidup kita sekalian.

Jadi, ay 7 merupakan pemberitahuan kepada kita tentang kedatangan YESUS/Anak ALLAH Yang kedua kalinya dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan juga sebagai Mempelai Laki-laki Surga.

Keluaran 19: 18-20, --> kita melihat ALLAH Bapa sudah datang ke dunia ini.
18. Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena TUHAN turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat.
19. Bunyi sangkakala kian lama kian keras. Berbicaralah Musa, lalu Allah menjawabnya dalam guruh.
20. Lalu turunlah TUHAN ke atas gunung Sinai, ke atas puncak gunung itu, maka TUHAN memanggil Musa ke puncak gunung itu, dan naiklah Musa ke atas.

Jadi, pada waktu ALLAH Bapa datang ke dunia yaitu di atas gunung Sinai dan keadaannya sungguh-sungguh sangat dahsyat bahkan di dalam srt Ibrani disebutkan sangat mengerikan sehingga Musa dan seluruh bangsa Israel menjadi gemetar dan ketakutan.

Kemudian kita lihat di dalam Kisah rasul 2: 1-4, --> ini tentang ALLAH Roh.Kudus. yang datang ke dunia.
1. Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
3. dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
4. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Demikian juga pada waktu ALLAH Roh. Kudus datang ke dunia di loteng di Yerusalem, maka terjadilah goncangan yaitu bunyi seperti tiupan angin keras dan lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran. Inilah kedatangan dari ALLAH Roh.Kudus yang begitu dahsyat.

Sekarang kita menghadapi kedatangan YESUS Anak ALLAH Yang kedua kali yang ditulis di dalam kitab Wahyu 1: 7, pemberitahuan tentang kedatangan YESUS kedua kalinya dalam kemuliaan sebagai Raja di atas segala raja dan juga sebagai Mempelai Pria Surga dan juga akan diikuti/terjadi dengan sesuatu yang dahsyat.

Di dalam injil Matius 24: 30 , 31,
30. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
31. Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.

Ay 30, meratap = Wahyu 1: 7.
Ay 31, orang-orang pilihan-Nya = Mempelai Wanita TUHAN.

Jadi, disaat kedatangan YESUS/Anak ALLAH di dalam kemuliaan sebagai Raja di atas segala raja dan juga sebagai Mempelai Pria Surga Yang kedua kalinya, akan ditandai dengan tiupan sangkakala oleh malaikat-malaikat yang dahsyat bunyinya untuk mengumpulkan orang-orang pilihan/mengumpulkan Mempelai Wanita TUHAN dari ke empat penjuru bumi.

Wahyu 19: 6, 7, 9,
6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Jadi, di bagian atas sudah disebutkan bahwa malaikat meniupkan sangkakala dengan bunyi yang sangat dahsyat untuk mengumpulkan orang-orang pilihan/Mempelai Wanita TUHAN dari empat penjuru bumi = Mempelai Wanita TUHAN yang sudah siap sedia (Wahyu 19: 7).

Jadi, Mempelai Wanita TUHAN yang siap sedia akan bersorak sorai dengan suara yang dahsyat yaitu suara haleluyah untuk menyambut kedatangan YESUS Anak ALLAH Yang kedua kali sebagai Mempelai Pria Surga di awan-awan yang permai untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba/perjamuan yang besar = nikah yang rohani/nikah yang sempurna antara Kristus/Mempelai Pria Surga dengan sidang jemaat/Mempelai Wanita TUHAN untuk masuk ke firdaus. Nikah itu di firdaus dan untuk kembali ke firdaus/kerajaan seribu tahun damai, sesudah itu masuk Yerusalem yang Baru untuk selama-lamanya.

Waktu yang lalu sudah disampaikan bahwa TUHAN menciptakan nikah Adam dan Hawa dan diletakan di firdaus, bukan di dunia; tetapi karena berbuat dosa, maka dibuang ke dunia, dan sekarang mau dikembalikan lewat perjamuan kawin Anak Domba yaitu nikah yang rohani/nikah yang sempurna.

Sekarang hendak:

  • dikembalikan ke firdaus/kerajaan seribu tahun damai --> (Wahyu 20),
  • sesudah itu masuk ke Yerusalem Baru/kerajaan surga yang kekal.

Oleh sebab itu (ini nasihat) kita harus menjaga dengan sungguh-sungguh

  • kebenaran,
  • kesucian dan
  • kesatuan nikah yang jasmani di dunia agar dapat mencapai nikah yang rohani/nikah yang sempurna di dalam TUHAN agar supaya dapat betul-betul kembali ke firdaus /dapat masuk Yerusalem Baru.

Nikah ini harus betul-betul dijaga dan dimulai dari:

  • awal pernikahan,
  • perjalanan nikah sampai nanti mencapai
  • nikah yang sempurna.

Bagi kaum muda perhatikan awal pernikahan harus benar, suci dan juga harus satu, jangan berganti-ganti pacar (baru pacaran, belum putus, sudah memiliki cadangan dan ini tidaklah bagus).

Itu sebabnya harus ada kebenaran, kesatuan dan kesucian dan ini dimulai dari awal pernikahan, perjalanan nikah, sesudah menikah tetap nikah itu harus dijaga baik sebagai suami istri mau-pun anak-anak juga harus menjaga agar menyatu dengan orang tua sampai mencapai nikah yang sempurna. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah kedatangan YESUS Yang kedua kali dan juga dahsyat yaitu:

  1. ALLAH Bapa datang di atas gunung Sinai --> ada kedahsyatan sebab gunung bergetar, tetapi hanya terjadi di atas gunung itu saja.
  2. ALLAH Roh.Kudus di loteng Yerusalem --> juga terjadi kedahsyatan tetapi hanya terjadi di loteng itu saja. Tetapi kalau
  3. Kedatangan YESUS/Anak ALLAH Yang kedua kali juga disertai dengan kedahsyatan sebab ada bunyi sangkakala yang keras, ada sorak sorai bagaikan desau air bah dan juga bagaikan deru guruh yang hebat dan kedahsyatan itu terjadi secara internasional/di seluruh dunia.

Tetapi dibumi ini juga ada ratapan yang dahsyat = juga terjadi perjamuan yang besar --> Wahyu 19: 17, 18, 21,
17. Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar,
18. supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar."
21. Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.

Jadi, semua manusia yang menolak YESUS = menikam YESUS dan juga anak TUHAN, hamba TUHAN yang tidak bertobat/tidak lahir baru = tetap hidup di dalam dosa/tetap menjadi manusia daging akan masuk pesta pembantaian/perjamuan yang besar sehingga terjadi ratapan dan tangisan yang juga begitu dahsyat. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi, masuk pesta pembantaian/perjamuan yang besar sehingga terjadi ratapan dan tangisan yang dahsyat, mereka semua akan binasa bersama dengan dunia. Mereka semua yang menolak YESUS = mereka yang menikam YESUS adalah hamba-hamba TUHAN/pelayan TUHAN/anak-anak TUHAN yang tidak bertobat/tidak mau lahir baru =

  • tetap berbuat dosa,
  • tetap hidup dalam dosa sekali-pun mengetahui bahwa itu hal yang berdosa, tetapi tetap saja hidup dalam dosa, dan juga
  • tetap menjadi manusia darah daging = tidak berubah/tidak lahir baru --> mereka semua ini = menikam/menolak YESUS sehingga akan masuk dalam pesta pembantaian = binasa bersama dengan dunia yang lenyap. Semoga kita dapat mengerti.

Mari, saudaraku! Kedatangan YESUS sudah tidak lama lagi, oleh sebab itu mulai sekarang kita mempersiapkan diri untuk menghadapi kedatangan YESUS Yang dahsyat. Sebab yang dapat terangkat adalah Mempelai yang siap sedia, itu sebabnya mulai sekarang kita harus mempersiapkan diri agar layak menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan sebagai Mempelai Pria Surga.

Apa yang harus kita persiapkan untuk menyambut kedatangan YESUS? jawabannya adalah kita harus menjadi kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik. Jadi penggembalaan itu merupakan persiapan. Kita sudah selamat dan percaya kepada YESUS --> baik!! Tetapi ini masih menyambut kedatangan YESUS Yang pertama = percaya, bertobat, baptis air --> ini baik; tetapi untuk mempersiapkan/menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kali, ada persiapan yang lain yaitu kita harus tergembala dengan benar dan baik.

Tergembala dengan benar = tergembala pada Firman pengajaran yang benar seperti carang yang melekat pada Pokok Anggur Yang Benar. Bukan tergembala pada gereja A, gereja B atau pada manusia --> tidak! Tetapi tergembala pada TUHAN/pada Pokok Anggur Yang Benar.

Mengapa untuk menyambut kedatangan YESUS, kita harus tergembala? Kita lihat di dalam injil --> Lukas 2: 6-10, 20,
6. Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,
7. dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
8. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
9. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
10. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
20. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Ay 7, tidak ada tempat bagi mereka karena orang Betlehem egois.

Ay 8, akhirnya YESUS lahir di kandang --> sebab ada palungan, ada kain lampin dan kalau ada kandang, ada gembala.

Ay 10, di dalam penggembalaan, ada berita malaikat/sangkakala.

Ay 20, gembala-gembala melihat YESUS lahir di kandang.

Jadi, YESUS Anak ALLAH datang pertama kali ke dunia di kandang Betlehem. Itu sebabnya jika mau menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kali, harus memiliki kaitan dengan kedatangan YESUS Yang pertama kali.

YESUS lahir di kandang di Betlehem/di palungan, ini menunjuk:

  • YESUS sebagai Anak Domba ALLAH Yang tersembelih/Yang dikorbankan untuk menjadi makanan. Di palungan = tempat makanan.
  • pada gembala --> di kandang, ada penggembalaan. Jadi, YESUS lahir di kandang di Betlehem yang menunjuk YESUS sebagai Anak Domba ALLAH Yang tersembelih, tetapi juga menunjuk YESUS sebagai Gembala Yang Baik Yang menyerahkan Nyawa bagi domba-domba-Nya = mati di kayu salib dengan Lambung Yang tertikam tombak dan mengeluarkan Darah dan Air.

Tidak ada mata yang memandang YESUS pada saat Ia datang pertama kali ke dunia sebab orang-orang Betlehem semuanya egois sehingga tidak memberikan tempat bagi YESUS. Hanya gembala-gembala (Lks 2:20), mereka mendengar berita dari malaikat dan melihat semuanya cocok seperti yang dikatakan kepada mereka = hanya gembala-gembala yang dapat melihat kedatangan YESUS Yang pertama kali sebagai Anak Domba ALLAH Yang tersembelih dan juga melihat YESUS sebagai Gembala Yang Baik Yang menyerahkan Nyawa bagi domba-domba-Nya = mati di kayu salib dengan Lambung yang tertikam tombak.

Begitu juga, hanya kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik akan dapat melihat YESUS Yang datang pertama kali (sebagai Gembala Yang Baik, Yang menyerahkan Nyawa bagi domba-domba-Nya/mati di kayu salib dengan Lambung Yang tertikam tombak) demikian juga dapat melihat YESUS Yang datang kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan juga sebagai Mempelai Pria Surga di awan-awan yang permai.

Inilah dasar dari persiapan kita; ada banyak persiapan, tetapi persiapan itu tempatnya ada di penggembalaan. Betapa indahnya pengajaran tabernakel sebab ada halaman, ruang suci dan juga ruangan maha suci --> kita sudah selamat dllnya, sekarang persiapan untuk menyambut kedatangan YESUS ada di ruangan suci/penggembalaan. Tidak ada tempat yang lain.

Dulu, hanya gembala-gembala yang dapat melihat tentu dengan orang tuanya, tetapi berada di kandang; kalau ada tempat di penginapan di Betlehem, sudah lain ceritanya yaitu bukan lagi soal penggembalaan. YESUS lahir di kandang itu bukan berarti YESUS dapat mengentas kemiskinan --> bukan! Tetapi untuk menunjukan sistim penggembalaan = sistim yang ampuh. Inilah persiapan kita yaitu harus tergembala dengan benar dan baik. Semoga kita dapat mengerti.

Praktek dari kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik ialah:

  1. seperti carang yang melekat pada Pokok Anggur Yang Benar, artinya tergembala pada Firman pengajaran yang benar yaitu:


    • tertulis di dalam alkitab dan diwahyukan/diilhamkan oleh TUHAN dan ini bukanlah di ilmiahkan, sekarang ini di ilmiahkan, itu sebabnya selalu bertentangan.


    • Pribadi YESUS dan juga
    • selalu menempatkan YESUS sebagai Kepala, sebagai Raja dan juga sebagai Mempelai Pria Surga karena kita akan menyambut Dia. Itu sebabnya kita jangan sembarangan tergembala seperti dengan melihat gedung gerejanya yang ber ac, tetapi tergembala pada Firman pengajaran yang benar/pada Pribadi YESUS.


    Jika kita tergembala dengan benar yaitu pada pengajaran yang benar/pada alkitab, maka kita menempatkan YESUS sebagai: Kepala, Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga dan kita dapat menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya.

    Mulai sekarang kita belajar menempatkan YESUS sebagai Kepala, sebagai Raja di atas segala raja dan juga sebagai Mempelai Pria Surga, sebab kalau tanpa pengajaran yang benar, maka itu berarti menempatkan serigala dan burung sebagai kepala = lebih dulu menempatkan serigala dan burung sehingga YESUS mengeluh bahwa Anak Manusia tidak memiliki tempat sedangkan serigala dan burung sudah beranak pinak.

    Serigala sudah memiliki liang kalau beranak pinak, sebab kalau belum beranak pinak, maka serigala tidak memerlukan liang dan akan terus mencari mangsa. Demikian juga dengan burung kalau belum akan bertelur, maka tidak memerlukan sarang dan mungkin kabel listrik terasa lebih empuk. Kalau burung sudah memiliki sarang, itu berarti sudah beranak pinak.

    Inilah mengapa YESUS mengeluh sebab pengajaran yang benar sulit masuk ke dalam gereja, tetapi serigala dan burung sudah beranak pinak. Itu sebabnya kita perlu berhati-hati. Mari, kita menempatkan YESUS sebagai Kepala supaya serigala dan burung tidak memiliki tempat di dalam kehidupan kita.

    Apa yang dimaksud dengan Firman pengajaran yang benar? tertulis di dalam alkitab dan alkitab hanya satu. Jika semua orang membaca alkitab, saya kira semua akan sama. Tetapi kalau ada yang membaca kitab lain, maka tidak akan sama. Satu waktu saya membawakan Firman yang terdapat di Kisah rasul tentang pencurahan Roh.Kudus di loteng Yerusalem dan ada orang yang berada di luar negeri memprotes tetapi tidak memprotes ke saya tetapi kepada seseorang. Orang itu mengatakan bahwa hal itu tidak terjadi di loteng, ketika di tanya darimana bapak mengetahui hal itu? Kehidupan itu berkata bahwa ia mendengar dari seorang pendeta yang berkhotbah, kemudian disarankan untuk membaca alkitab. Ini yang membuat kacau --> tidak membaca alkitab, hanya katanya orang.

    Biar-pun ada penglihatan, harus ditimbang dengan alkitab; kalau tidak cocok dengan alkitab, maka penglihatan itu bukanlah penglihatan tetapi lihat-lihatan. Itu sebabnya dihari-hari ini, kita jangan ditipu atau dibodohi. Pedoman kita hanyalah satu itulah alkitab.

    Jadi Firman pengajaran yang benar adalah


    • yang tertulis di dalam alkitab, tidak di buku-buku yang lain dan
    • diwahyukan/diilhamkan oleh TUHAN = dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain. Jika semuanya kembali ke alkitab, maka dapat menjadi satu pengajaran; seringkali ditambah dan dikurang sehingga tidak dapat menyatu --> alkitab mengatakan tidak boleh, kita mengatakan boleh karena begini, padahal yang lain membaca, tidak boleh sehingga terjadi perbedaan, kalau kita jujur dalam membaca alkitab, maka kita semua dapat menjadi satu. Tetapi karena ditambah, dikurangi, diubah dllnya, tidak dapat menjadi satu. Dan berdasarkan peristiwa/kejadian di dalam alkitab yang dimulai dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu, akan lebih banyak orang yang menambah dan mengurangi daripada yang membaca dan mendengarkan. Seperti Hawa yang menambah dan mengurangi dan di dalam kitab Wahyu ditulis lagi agar jangan menambah dan mengurangi dan ini berarti lebih banyak lagi yang menambah dan mengurangi. Jadi justru yang berpegang pada alkitab akan dianggap salah karena pada umumnya begitu yaitu yang menambah dan mengurangi, tetapi kita harus tetap tergembala pada pengajaran yang benar yaitu yang tertulis di dalam alkitab dan yang diwahyukan. Inilah praktek dari tergembala dengan benar dan baik.


  2. selalu berada di dalam kandang penggembalaan = selalu berada dalam keadaan kebangunan rohani.
    Jadi, kebangunan rohani ini, bukan menunggu diadakannya kebaktian kebangunan rohani (k.k.r) --> bukan! Di dalam kandang penggembalaan inilah kebangunan rohani tetapi kalau antar kandang barulah k.k.r, sebab persekutuan itu lebih membesar daripada kandang penggembalaan.

    Sebenarnya kondisi dari kebangunan rohani ini kalau berada di dalam penggembalaan dan dapat dilihat --> hari Minggu, Senin dan Rabu berapa yang hadir? Inilah kondisi dari keadaan rohani dari sidang jemaat --> dalam keadaan bangun atau tidur?

    Sebab kalau:


    • dalam keadaan tidur dan YESUS datang, maka akan ketinggalan,
    • kalau kita tidak menempatkan YESUS sebagai Kepala dan juga sebagai Mempelai dan jika YESUS datang sebagai Mempelai, maka kita tidak akan mengenal Dia, sebab yang kita kenal hanyalah serigala dan burung. Itu sebabnya diperlukan pengajaran yang benar sebab memiliki kaitan dengan menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kali.


    Selalu berada dalam keadaan kebangunan rohani = ketekunan di dalam tiga macam ibadah --> tidak tidur tetapi selalu siap = kapan-pun YESUS datang, kita siap.
    Mari, kita bandingkan (berada di dalam kandang = berada di dalam ruangan suci = ketekunan di dalam tiga macam ibadah pokok = selalu berada dalam kebangunan rohani) dan dimulai dengan


    • pelita emas/ketekunan di dalam kebaktian umum/ibadah raya = persekutuan dengan ALLAH Roh. Kudus dengan karunia-karunia-Nya = kita penuh dengan anggur Roh.Kudus, supaya tidak mabuk dalam anggur hawa nafsu daging/keinginan daging yang mengarah kepada dosa sampai pada puncaknya dosa/anggur dunia --> Efesus 5: 14, 18,
      14. Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."
      18. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,

      Bangun = tidak tidur.
      Bangkit = tidak mati.
      Penuh dengan Roh = suasana kebangunan rohani.

      Kita tinggal memilih dari dua ini yaitu apakah anggur Roh.Kudus atau anggur yang memabukan? Orang berada di dalam kebangunan rohani, tidak mabuk dan tidak tidur tetapi terus sadar sehingga kita dapat:


      • hidup benar/hidup dalam kebenaran,
      • hidup suci,
      • setia dan benar.


      Karena berada dalam keadaan bangun, maka jika TUHAN datang, maka kehidupan itu siap atau pencuri datang jam berapa-pun, kehidupan itu siap. YESUS bukanlah seorang pencuri, tetapi waktu kedatangan-Nya seperti pencuri yang datang di tengah malam dan tidak diketahui kapan datangnya.


    • Kemudian meja roti sajian/ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci = persekutuan dengan Anak ALLAH di dalam Firman pengajaran dan Korban Kristus --> Efesus 5: 15-17,
      15. Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
      16. dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
      17. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

      Ay 15, orang Bebal = orang yang tidak dapat dinasihati, sekali-pun kehidupan itu mengetahui bahwa ia bersalah/berdosa, tetapi ketika dinasihati, ia mengamuk dan memfitnah --> kita jangan melakukan hal seperti itu, sebab itu berarti kita tidak mengetahui Firman.

      Ay 17, bodoh = bebal = tidak mengerti Firman/mengerti kehenda TUHAN.

      Jadi, ketekunan di dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci = persekutuan dengan Anak ALLAH di dalam Firman pengajaran dan Korban Kristus = kita mengerti kehendak ALLAH = melakukan kehendak ALLAH = bijaksana = taat dengar-dengaran sehingga dapat menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya.

      Kita jangan bodoh dan bebal sebab bodoh = bertentangan dengan Firman ALLAH dan merasa pintar, sedangkan bebal = tidak dapat dinasihati sehingga tetap hidup di dalam dosa dan tidak dapat menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya dan tidak dapat menjadi sempurna.

      Inilah, lewat pendalaman alkitab = kebijaksanaan --> supaya kita dapat menjadi orang yang bijaksana seperti lima gadis yang bijaksana sehingga mereka dapat menyambut kedatangan YESUS. Tetapi kalau kita tidak mau pendalaman alkitab = bodoh dan bebal, termasuk kami para gembala-gembala jika tidak mau pendalaman alkitab, semakin hari semakin menjadi bodoh dan bebal. Semoga kita dapat mengerti.


    • Kemudian mezbah dupa emas/ketekunan dalam ibadah doa penyembahan = persekutuan dengan ALLAH Bapa di dalam kasih-Nya = kita selalu:


      • mengucap syukur = kebangunan rohani. Kalau kita bersungut-sungut = kerohaniannya tidur dan dagingnya yang menonjol,
      • memuji TUHAN,
      • menyembah TUHAN dengan kerendahan hati dan takut akan TUHAN.


      Efesus 5: 19-21,
      19. dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
      20. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
      21. dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

      Inilah mezbah dupa emas = persekutuan dengan ALLAH Bapa di dalam kasih-Nya dan sekarang kita selalu:


      • mengucap syukur,
      • memuji TUHAN,
      • menyembah TUHAN dengan kerendahan hati dan takut akan TUHAN. Bukan bebas-bebas dan urakan. Dan juga bukan dengan kesombongan, sebab kalau dengan kesombongan akan ada persaingan dan tidak terkontrol. Dan juga tidak hormat akan TUHAN, sebab tidak terpikir ini berada di gereja atau di tempat mana --> terserah!!


    Memang di dalam ayat di atas ditulis bahwa menyanyi dengan bersorak, tetapi harus terus dibaca sampai bawah yaitu dengan rendah hati (jauhkan dari roh persaingan) dan takut akan TUHAN = hormat akan TUHAN sebab ada hadirat TUHAN.
    Bagaimana kalau di dalam kelas, ada kedatangan guru --> bagaimana sikap kita? Apakah kita berteriak-teriak --> tentu kita tidak akan berani, tetapi mulai dengan teratur. Apalagi hadirat TUHAN. Ini bukannya saya tidak suka menyanyi dan bersorak, tetapi harus teratur dan tertib --> inilah takut akan TUHAN = menghargai hadirat TUHAN = menghormati TUHAN. Kita menyanyi dan bersorak dengan sukacita tetapi teratur dan tertib. Semoga kita dapat mengerti.

    Seringkali ayat-ayat itu hanya dibaca sepenggal sepenggal, seperti tembok Yerikho karena bersorak --> kalau tidak ada tabut perjanjian, sekali-pun bersorak sampai leher putus, tembok itu tidak akan roboh. Itu sebabnya, kalau kita membaca ayat, haruslah lengkap supaya kita ngawur. Semoga kita dapat mengerti.

    Inilah suasana kebangunan rohani --> bangunlah kamu yang tidur.
    Kalau suasana penggembalaan, harus selalu berada di dalam kandang penggembalaan = selalu berada di dalam suasana kebangunan rohani = kerohaniannya tidak tidur, sehingga jika YESUS datang kembali kedua kali seperti pencuri di tengah malam, kita selalu siap untuk menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kali.

    Inilah mengapa persiapan itu harus di penggembalaan? memang harus di dalam penggembalaan yang baik seperti:


    • carang yang melekat pada Pokok Anggur Yang benar,
    • tergembala pada pengajaran yang benar itulah Pribadi YESUS sebagai Kepala = menempatkan YESUS sebagai Kepala supaya kita tidak salah sebab sebelum YESUS datang, antikrist sudah terlebih dahulu datang. Itu sebabnya kalau sekarang ini kita sembarangan tergembala dan berkata yang penting kita tergembala dan tidak perduli dengan pengajaran/dengan Kepala maka yang datang adalah serigala/antikrist dan ini yang disambut.

      Itu sebabnya Kepala itu harus Satu itulah YESUS supaya kita tidak salah jika menyambut.


    • harus di penggembalaan/di kandang supaya ada kebangunan rohani = bangun terus, jangan tidur. Kalau kita tidak berada di dalam kandang (mohon maaf, ini bukannya saya menghina orang) seperti penginjil-penginjil yang dari dulu dipakai, tetapi kemudian menghilang, seharusnya lebih hebat. Ini karena tidak bangun tetapi tidur --> seandainya tidak ada undangan, maka kehidupan itu tidak beribadah dan hanya tidur di hotel. Bagaimana kerohaniannya dapat bangun? Apalagi gembala, jika tidur saja di hotel, bagaimana dengan sidang jemaat? Ini merupakan hal yang serius untuk selalu berada di dalam kandang/selalu berada dalam keadaan kebangunan rohani yang selalu siap sedia kapan-pun YESUS datang.


  3. Lukas 2: 8-10,
    8. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
    9. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
    10. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:

    Jadi, di dalam sistim penggembalaan/di dalam kandang penggembalaan, kita dapat mendengar berita malaikat/Firman penggembalaan. Untuk sekarang malaikat itu menunjuk pada gembala. Saya sudah seringkali mengatakan Firman penggembalaan adalah Firman pengajaran yang benar yang dipercayakan oleh TUHAN kepada seorang gembala:


    • untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia (ini penting! Harus setia terlebih dahulu),
    • dengan terus menerus/berkesinambungan/dengan setia --> bukan comot-comot. Seperti meja roti, roti itu ditumpuk teratur/berurutan = Firman penggembalaan


    • dan diulang-ulang = memamah biak untuk menjadi makanan bagi sidang jemaat sehingga dapat menumbuhkan kerohanian dari sidang jemaat sampai mencapai kedewasaan rohani/sampai sempurna.


    • suara gembala/suara sangkakala/tongkat gembala menjadi tuntunan bagi sidang jemaat,
    • gembala itu juga seorang penjaga sehingga harus meniup sangkakala. Jadi, Firman penggembalaan = bunyi sangkakala yang memberi awasan bagi sidang jemaat. Kalau pedang datang/penghukuman datang dan kalau YESUS datang, maka gembala selalu memberi awasan dengan membunyikan sangkakala sehingga sidang jemaat yang sudah loyo menjadi semangat lagi. Inilah penggembalaan, begitu indahnya.


    Yehezkiel 33: 1-4, 6, tugas dari Yehezkiel ini sebagai penjaga.
    1. Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku:
    2. "Hai anak manusia, berbicaralah kepada teman-temanmu sebangsa dan katakanlah kepada mereka: Kalau Aku mendatangkan pedang atas sesuatu negeri dan bangsa negeri itu mengambil seorang dari antara mereka dan menetapkan dia menjadi penjaganya
    3. dan penjaga ini melihat pedang itu datang atas negerinya, lalu meniup sangkakala untuk memperingatkan bangsanya,
    4. kalau ada seorang yang memang mendengar suara sangkakala itu, tetapi ia tidak mau diperingatkan, sehingga sesudah pedang itu datang ia dihabiskan, darahnya tertimpa kepadanya sendiri.
    6. Sebaliknya penjaga, yang melihat pedang itu datang, tetapi tidak meniup sangkakala dan bangsanya tidak mendapat peringatan, sehingga sesudah pedang itu datang, seorang dari antara mereka dihabiskan, orang itu dihabiskan dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari penjaga itu.

    Ay 4, kalau gembala sudah meniupkan sangkakala untuk memperingatkan bahwa kamu berbuat dosa dan ada pedang, tetapi tidak diindahkan, maka terserah kepada kehidupan itu sebab tinggal menunggu waktu untuk menerima hukuman dan gembala itu tidak bersalah. Itu sebabnya gembala itu harus berani menyampaikan Firman, jangan disimpan-simpan. Misalnya ada orang yang berzinah dan gembala itu mengetahui bahwa ada orang yang berzinah, maka Firman tentang orang yang berzinah dibelokkan dan memberitakan hal yang lain. Gembala jangan melakukan hal itu, sebab nanti akan tertumpah darah/berhutang darah.

    Ay 6, gembala itu akan dituntut sebab ia berhutang darah. Itu sebabnya tidaklah mudah untuk menjadi seorang penjaga.

    Jadi, Firman penggembalaan = suara sangkakala untuk memperingatkan sidang jemaat/domba-domba tentang penghukuman TUHAN jika kehidupan itu:


    • ada dalam kesalahan,
    • ada dalam dosa
    • dan diingatkan saat YESUS datang kembali kedua kali.


    Untuk sekarang, jika ada kehidupan yang berdosa dan dosa itu ditunjukkan = dingatkan bahwa ada pedang penghukuman = saat TUHAN datang, ada pedang pembinasaan dan diingatkan tentang kedatangan YESUS kedua kali yang sudah tidak lama lagi. Inilah enaknya jika kita tergembala sebab kita selalu diingatkan jika kita sudah loyo --> dapat menjadi semangat lagi dan juga jika ada dosa, maka kita meminta ampun kepada TUHAN.

    Jadi, Firman penggembalaan = bunyi sangkakala untuk memperingatkan sidang jemaat tentang dua hal yaitu:


    • tentang penghukuman TUHAN sekarang karena dosa-dosa dan juga tentang penghukuman TUHAN saat YESUS datang kembali kedua kalinya = pembantaian massal/mati bersama dengan dunia.


    • tentang kedatangan YESUS kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan juga sebagai Mempelai Pria Surga yang sudah tidak lama lagi.


    Sangkakala itu selalu ditiup dan saya bersyukur sebab selalu menjadi kuat kembali --> bukan hanya saudara, tetapi saya juga, kalau saya mendapatkan:


    • suara sangkakala, maka saya menjadi kuat.
    • makanan/Firman penggembalaan menjadi makanan, saya makan dan menjadi sehat dan bersemangat. Inilah saudaraku, jika ada tuntunan, maka kita akan mengetahui arah dari pelayanan yaitu apakah ini perlu untuk berangkat atau tidak, ini perlu untuk dilayani atau tidak, sebab jika saya tidak merasa sejahtera, maka saya tidak akan mau melayani sekali-pun saya dipecat, saya siap. Daripada dipecat oleh TUHAN dan harus bertanggung jawab kepada TUHAN; lebih baik dipecat oleh manusia, saya tidak keberatan. Semoga kita dapat mengerti.


    Kalau sekarang kita di dalam penggembalaan dan kita mendengar bunyi sangkakala/Firman penggembalaan, maka di saat YESUS datang kedua kali yang ditandai dengan bunyi sangkakala yang ditiup oleh malaikat, maka kita dapat terangkat sebab tidak asing dengan suara sangkakala itu.

    Matius 24: 31, Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.

    Sekarang kita sudah harus terbiasa mendengar bunyi sangkakala yang keras --> bunyi sangkakala memang keras, sebab Firman itu menunjuk dosa supaya tidak dihukum sekarang ini dan juga supaya tidak dihukum saat kiamat saat YESUS datang kembali dan kita siap untuk menyambut kedatangan YESUS dan kita akan terangkat keawan-awan yang permai.

    Maafkan, dulu di saat pertama kali saya diundang ke daerah-daerah yang banyak terdapat teman-teman kita dari Protestan dllnya, saya menjadi takut sebab kalau awal ibadah Firman TUHAN soal merokok, maka mereka tidak akan datang lagi. Tetapi sekarang ini saya tidak perduli --> mereka datang dan tidak mau datang lagi, yang penting sangkakala dibunyikan dengan keras. Kalau TUHAN ijinkan pada hari pertama, Firman sudah memberitakan tentang dosa kawin mengawinkan dan juga dosa makan minum --> sangkakala ditiupkan supaya saya tidak berhutang darah. Jangan ada pertimbangan nanti begini, nanti jemaat tidak mau datang lagi atau kalau gembala mengetahui ada yang merokok, maka Firman dibelokkan bukan soal merokok --> berbahaya!! Sebab kalau kehidupan itu tetap berada di dalam dosa --> gembala berhutang darah dan kalau kehidupan itu dihukum, maka gembala juga tetap berhutang darah.

    Itu sebabnya kita jangan bermain-main dan berpolitik untuk menjadi gembala, tetapi gembala harus menyampaikan/meniupkan bunyi sangkakala sebab ini merupakan tugas dari seorang gembala apa-pun risikonya. Kalau jemaat mendengarkan bunyi sangkakala terakhir sekali-pun diijinkan meninggal dunia, tetapi selama hidupnya, ia mendengarkan sangkakala, maka pada saat bunyi sangkakala terakhir, ia akan bangkit kembali dan dapat menyambut kedatangan YESUS kembali. Inilah sungguh-sungguh kekuatan dari sangkakala/dari Firman penggembalaan. Semoga kita dapat mengerti.

    Di dalam penggembalaan ada api, itu yang dihadapi oleh Musa, Musa di Mesir memiliki:


    • gelar hebat!! Tetapi melayani dua orang, ia tidak mampu,
    • kekayaannya,
    • kekuasaannya.


    Bahkan ia menjadi seorang pembunuh, sehingga ia harus lari ke Median dan masuk dalam sistim penggembalaan dan di sana ia bertemu dengan api/penyucian.


  4. Keluaran 3: 1-3, 5,
    1. Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.
    2. Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
    3. Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"
    5. Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."

    Ay 2, semak duri = manusia daging yang terlihat baik tetapi sebenarnya menusuk --> duri ini kalau tidak ada angin, semuanya baik --> kalau tidak ada angin, duri dengan duri biar-pun dekat tetapi rukun sekali satu dengan yang lain, tetapi begitu angin bertiup sedikit saja, maka akan terjadi gesekan sehingga semuanya akan luka-luka. Jangan begitu, persekutuan itu harus dibakar dengan api.

    Ay 3, semak duri itu tidak terbakar, karena api itu dari langit/api dari TUHAN; kalau api dari dunia, akan terbakar.Mungkin ada yang bingung dengan api dari TUHAN. Waktu ada pengorbanan kalau tidak salah Gidion dan juga waktu Elia melawan nabi-nabi dari Baal, maka api dari langit juga dapat turun. Nabi-nabi dari Baal sampai menoreh-noreh tubuh mereka sampai luka-luka, tetapi tetap saja tidak ada api yang turun --> persembahan mereka tidak dapat dibakar. Tetapi waktu nabi Elia, begitu ia berdoa, maka api turun dari langit dan menyambar semuanya. Demikian juga dengan Musa, api dari langit yang turun --> bukan kebakaran hutan, sebab kalau kebakaran hutan, maka semuanya akan terbakar.

    Jadi, di dalam penggembalaan yang benar dan baik, kita mengalami penyucian oleh api secara dobel yaitu:


    • api Firman, Roh.Kudus dan kasih ALLAH,
    • nyala api siksaan/percikkan darah. Semoga kita dapat mengerti.


    Penyucian dengan api Firman dan Roh.Kudus percikkan darah = sengsara daging bersama YESUS. Di sucikan oleh Firman memang terasa sakit, disucikan oleh nyala api/penderitaan, ini seperti kita tidak bersalah tetapi di fitnah dan terasa sakit --> semua ini sengsara daging karena YESUS = memandang dan meratapi Lambung Yang tertikam tombak. Ini terjadi hanya di dalam penggembalaan; di bagian atas diberitakan bahwa hanya gembala-gembala yang dapat melihat YESUS waktu Ia datang pertama kali dengan Lambung yang tertombak.

    Demikian dengan kita, di dalam penggembalaan, kita mengalami penyucian oleh Firman, Roh.Kudus dan nyala api siksaan/percikkan darah, kita mengalami sengsara daging bersama YESUS = memandang dan meratapi Lambung Yang tertikam oleh tombak. Sekarang ini di dalam penggembalaan, setiap Firman yang menyucikan, setiap ada percikkan darah = meratapi dan memandang Lambung yang tertikam oleh tombak. Jangan nanti, sebab kalau YESUS datang, baru kita meratap maka kita akan terus meratap sehingga binasa. Meratapi dan memandang Lambung yang tertikam tombak = kita mengalami penyucian dan pembaharuan sampai kita menjadi sempurna seperti YESUS.

    Inilah penggembalaan --> penting mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan YESUS kedua kali di awan-awan dengan:


    • masuk ke dalam penggembalaan --> harus benar dan baik. Apa yang dimaksud dengan benar? Pokok yang harus benar, pengajaran juga harus benar dengan Satu Kepala itulah YESUS, jangan serigala dan burung. YESUS sebagai Mempelai dan jika Ia datang, kita sudah tidak asing lagi.


    • harus di dalam kandang = kebangunan rohani, jangan tidur. Mari! Berusaha, bagi yang banyak menghadapi halangan harus berdoa dan juga yang belum tekun di dalam tiga macam ibadah pokok, juga harus berdoa dengan sungguh-sungguh. Harus berjuang, jangan tidur tetapi bangun terus/tekun di dalam tiga macam ibadah pokok dan jika YESUS datang, kita tidak ketinggalan.


    • berita malaikat di dalam penggembalaan = suara sangkakala. Kita jangan sakit hati sebab


      • Kalau Firman itu menjadi makanan, mari dinikmati supaya kita dapat bertumbuh dan kita merasa puas.
      • Kalau Firman itu menjadi tuntunan/tongkat, mari diikuti --> kita jangan melenceng kearah sendiri sebab nanti akan tersesat.
      • Dan kalau Firman itu merupakan suara sangkakala untuk memperingati kita secara langsung --> kamu berbuat dosa, hati-hati pedang datang, minta ampun kepada TUHAN. Kita jangan menantang dengan berkata --> kita bahkan merasa berbahagia --> jangan! Sebab kita tinggal menunggu pedang. Doakan saya supaya saya berani untuk menyampaikan Firman, tidak perduli jika diriku yang ditunjuk sebab kalau itu dari TUHAN, harus disampaikan dan juga peringatan tentang kedatangan YESUS kedua kali yang sudah tidak lama lagi. Kalau kita ketinggalan, maka semuanya tidak akan ada artinya --> sekarang kitab bangga sebab kita memiliki gereja yang besar, semuanya itu tidak akan ada artinya jika kita ketinggalan. Sekali-pun pekerjaan kita luar biasa, semuanya tidak akan ada artinya; itu sebabnya kita harus selalu siap.


      • Penyucian = di penggembalaan terkena api secara dobel. Meskipun kita sudah beribadah tiga macam ibadah sehingga sudah disucikan oleh Firman dan sudah hidup benar, tetapi mengapa harus mengalami percikkan darah/mengalami api penyucian/api pemurnian? Saya tidak bersalah, tetapi saya di phk dan juga difitnah --> inilah jawabannya yaitu supaya kita menjadi sempurna seperti Dia. Sebab tanpa percikkan darah kita tidak dapat menjadi sempurna; Firman dan percikkan darah itu bekerja sama sampai membuat kita menjadi sempurna/menjadi Mempelai Wanita TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Tetapi, di dalam penggembalaan, kita masih dipisahkan yaitu dan , yang gagal, yang berhasil hanya . Dapat dibayangkan, itu sebabnya ikut TUHAN jangan digampangkan dengan berkata: yang penting ikut TUHAN dan pasti masuk surga. kita jangan berkata seperti itu sebab Yudas yang hebat, tetapi ia binasa. Itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh.

Kalau orang tergembala, maka setan itu akan terus mengejar untuk dipisahkan.
Zakharia 13: 7-9, "Hai pedang, bangkitlah terhadap gembala-Ku, terhadap orang yang paling karib kepada-Ku!", demikianlah firman TUHAN semesta alam. "Bunuhlah gembala, sehingga domba-domba tercerai-berai! Aku akan mengenakan tangan-Ku terhadap yang lemah.
8. Maka di seluruh negeri, demikianlah firman TUHAN, dua pertiga dari padanya akan dilenyapkan, mati binasa, tetapi sepertiga dari padanya akan tinggal hidup.
9. Aku akan menaruh yang sepertiga itu dalam api dan akan memurnikan mereka seperti orang memurnikan perak. Aku akan menguji mereka, seperti orang menguji emas. Mereka akan memanggil nama-Ku, dan Aku akan menjawab mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab: TUHAN adalah Allahku!"

Ay 7, Bunuhlah Gembala --> ini merupakan nubuat, dulu YESUS/Gembala Yang dibunuh sehingga domba tercerai berai.

Ay 9, di dalam penggembalaan terjadi pemisahan dari domba-domba gugur dan ini merupakan kenyataan dari banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih. gugur = tidak mengalami penyucian dan pembaharuan = tetap mempertahankan manusia darah daging yang tidak mewarisi surga.

Prakteknya:

  • Tubuhnya beribadah dan melayani (ini bukannya orang yang tidak beribadah) tetapi ibadahnya itu merupakan ibadah kebiasaan/ibadah rutinitas = tidak pernah mengalami jamahan TUHAN sehingga menjadi kering.
  • Jiwanya banyak mengetahui Firman ALLAH, mungkin ia mencatat dllnya, tetapi tidak mempraktekan Firman, itu sebabnya kita harus berhati-hati, termasuk saya, jika tidak mempraktekan Firman, maka akan menjadi seperti orang Parisi.
  • Rohnya tidak menyembah TUHAN = tidak mengalami pembaharuan = tetap manusia darah daging sehingga tidak mewarisi surga. Selalu bersungut-sungut seperti orang Parisi dan juga selalu mengamat-amati YESUS untuk mencari kesalahan-Nya sehingga mereka binasa untuk selama-lamanya.

Tetapi yang mengalami penyucian api secara dobel yaitu:
Api Firman, Roh.Kudus dan kasih = nyala api siksaan/percikkan darah dengan praktek:

  • tubuhnya menjalani ibadah dengan sungguh-sungguh sehingga merasakan jamahan Tangan TUHAN dan tubuhnya melakukan
  • perbuatan-perbuatan yang benar dan baik,
  • jiwanya mengerti dan mempraktekan Firman TUHAN sehingga kehidupan itu penuh dengan hikmat dan takut akan TUHAN/takut berbuat dosa,
  • rohnya menyembah TUHAN apa-pun yang terjadi, kehidupan itu tidak mengomel sehingga Roh kemuliaan turun atas kehidupan itu.

1 Petrus 4: 12-14,
12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu

Roh kemuliaan ini yang akan mengubahkan semuanya sampai menjadi sempurna = mengubahkan kehidupan kita sampai kita menjadi sama mulia dengan YESUS/sempurna seperti YESUS dan kita menjadi Mempelai Wanita TUHAN.

Mari, kita jangan takut sekali-pun kita sudah tergembala, sudah disucikan dan juga sudah setia, tetapi mengapa ada percikkan darah? Ini terjadi supaya Roh kemuliaan/shekina glory turun.

Dan sebagai contoh adalah Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang menghadapi api yang dipanaskan tujuh kali, tetapi mereka tetap menyembah TUHAN. Berarti sama, jika:

  • tubuhnya beribadah dengan sungguh-sungguh kepada TUHAN, kemudian melakukan perbuatan yang benar dan baik
  • jiwanya mengerti dan melakukan Firman sehingga ada hikmat serta takut akan TUHAN,
  • rohnya menyembah TUHAN sampai menjadi kuat dan teguh hati apa-pun yang dialami sehingga ada roh kemuliaan.

Mari, saudaraku, kita harus sungguh-sungguh di hari-hari ini, sebab kita mengikuti TUHAN harus sungguh-sungguh. Jika untuk mudahnya, maka YESUS tidak perlu mati di atas kayu salib, Ia menebus manusia dengan mengirim emas saja, tetapi tidak bisa seperti itu. Itu sebabnya karena YESUS menebus kita seharga Nyawa-Nya/dengan Lambung yang tertikam dan kita harus sungguh-sungguh memandang LambungNya lewat penggembalaan dan juga lewat penyucian api yang dobel. Jika kita tidak kuat, mungkin di pekerjaan, kita di phk dllnya, mari, kita melihat Lambung-Nya sebab Ia sudah membuktikan sehingga kita dapat menjadi kuat sebab Roh kemuliaan turun seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego.

Daniel 3: 16-18, 24, 25,
16. Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
17. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan
melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam
tanganmu, ya raja;
18. tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
24. Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"
25. Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"

Ay 18, tidak akan memuja dewa = tetap menyembah TUHAN = kuat dan teguh hati.

Ay 25, seperti anak dewa yang untuk sekarang menunjuk pada Roh kemuliaan/YESUS dalam kemuliaan.

Jadi, Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego tetap menyembah TUHAN apa-pun yang sedang terjadi = kuat dan teguh hati = ada Roh kemuliaan.

Mari, sekarang ini kita menghadapi kedatangan YESUS dllnya, kita tetap kuat dan teguh hati = tetap menyembah TUHAN sehingga Roh kemuliaan ada pada kita.

Hasilnya:

  • Roh kemuliaan sanggup memelihara dan melindungi kehidupan kita di jaman yang sulit sampai yang mustahil --> api yang sudah dipanaskan sebanyak tujuh kali, sampai yang mustahil dan ini menunjuk pada jaman antikrist. Tujuh kali = pencobaan yang sempurna = antikrist.


  • Roh kemuliaan sanggup memberi jalan keluar dari segala masalah sampai yang mustahil. Sadrakh, Mesakh dan Abednego keluar dari api dan orang yang melemparkan mereka mati. Roh kemuliaan/Roh Kudus = Tangan TUHAN sanggup memberi jalan keluar bagi kita dari segala masalah sampai yang mustahil.


  • Roh kemuliaan sanggup memuliakan kita secara jasmani dan juga secara rohani. Secara jasmani, Sadrakh, Mesakh dan Abednego diangkat dan diberi kedudukan yang tinggi = secara jasmani kita berhasil dan indah pada waktunya = kita berbahagia pada waktunya. Secara rohani, kita dipakai dengan bebas/jalan-jalan dengan bebas; istilah bebas = tidak terhalang. Kita dipakai dengan bebas oleh TUHAN dalam pelayanan kegerakkan hujan akhir/kegerakkan pembangunan Tubuh Kristus.

    Bebas = tidak terhalang, seperti ketika YESUS menghadapi pintu yang terkunci, tiba-tiba YESUS sudah berada ditengah-tengah murid-murid dan berkata ‘damai sejahtera’. Inilah bebas/tidak terhalang. Di rumah tangga kita juga bebas melayani, demikian juga di gereja, kita bebas melayani dan juga antar gereja/antar penggembalaan, kita juga bebas, tidak dapat dihalangi oleh apa-pun juga.

Seperti pengalaman saya --> berapa kali secara terang-terangan saya sudah di larang untuk datang dalam ibadah kunjungan sebab nanti kamu akan menanggung malu. Tetapi TUHAN menolong dengan banyak sekali yang datang, sampai pagi hari-pun gedung penuh sebab semua murid-murid sekolah datang pada ibadah kaum muda. Demikian juga ketika hendak ke Medan pada tahun 2005 sudah dibatalkan sebab tidak ada yang mau datang; GPT se kota Medan semuanya menolak --> bagaimana saya mau datang? Tidak bisa. Tetapi saya katakan kalau ada satu orang-pun yang mau, maka saya akan datang dan di katakan, bahwa bisa datang kalau mau satu/dua orang yang datang --> saya-pun datang. Sampai hari ini sudah hampir delapan tahun setengah dan TUHAN sudah memberkati dengan hamba-hamba TUHAN yang datang dan hamba TUHAN dari luar negeri sudah tergairah untuk datang ke Medan.

Itu sebabnya kita jangan takut untuk melayani tetapi bebas melayani; tetapi istilah bebas ini bukan berarti tidak perlu tergembala lagi --> bukan! Tetapi bebas ini berarti tidak terhalangi dan Roh kemuliaan sanggup mengubahkan dan menyucikan sampai menjadi sempurna seperti YESUS = kita menjadi Mempelai Wanita yang siap menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kali.

Mari, sekarang ini kita kuat dan teguh hati sehingga Roh kemuliaan akan bekerja = Tangan Yang berlubang paku diulurkan. Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego sudah mengalami, kita juga akan mengalami.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top