English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu, 20 Mei 2007)
Tayang: 24 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 15 September 2013)
Tayang: 24 November 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 23 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 04 September 2011)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 02 Maret 2008)
Tayang: 10 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 29 September 2013)
Tayang: 17 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 27 Oktober 2013)
Tayang: 06 Arpil 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 14 Januari 2007)
Tayang: 28 April 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 20 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 04 Februari 2007)
Tayang: 21 Mei 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 19 Agustus 2007)
Tayang: 03 November 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 18 Februari 2007)
Tayang: 07 Juni 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 30 Maret 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 19 Juli 2015

Kita masih membaca kitab Wahyu 1: 13-16, ini tentang empat penampilan Pribadi YESUS dalam keadaan yang sebenarnya:

  • Ay 13, YESUS tampil dalam kemuliaan sebagai Imam Besar,
  • Ay 14, YESUS tampil dalam kemuliaan sebagai Raja di atas segala raja,
  • Ay 15, YESUS tampil dalam kemuliaan sebagai Hakim Yang adil,
  • Ay 16, YESUS tampil dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga.

Kita sekarang berada pada penampilan YESUS yang ke empat.

Wahyu 1: 16, Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

YESUS tampil dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga, yang ditandai dengan:

  1. Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang
  2. dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua
  3. wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik

Malam hari ini kita masih mempelajari tanda yang pertama: ‘di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang’. Pengertian bintang secara khusus adalah gembala dari sidang jemaat.

Wahyu 1: 20, Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."

Ay 20 => ‘malaikat’ => gembala.

Pengertian bintang secara umum adalah kehidupan yang dipakai dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN untuk memuliakan TUHAN = imam-imam dan raja-raja. YESUS sebagai Mempelai Pria Surga memegang bintang-bintang dengan Tangan kanan-Nya, maksudnya supaya bintang-bintang tidak gugur (tidak binasa). Di dalam Wahyu 12, nanti ekor naga akan menyeret sepertiga bintang dari langit.

Ada tiga penyebab bintang gugur:

  1. Wahyu 6: 13, Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.

    Penyebab pertama: tidak tahan menghadapi angin kencang = angin pencobaan atau godaan. Contohnya adalah Yudas. Yudas merupakan bintang (rasul, bendahara) yang gugur oleh pencobaan. Yudas ini tidak tahan dalam menghadapi godaan ikatan akan uang.

    Yohanes 12: 4, 6
    4. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
    6. Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

    Yudas mencuri milik TUHAN (persepuluhan dan persembahan khusus). Akibatnya adalah Yudas gugur, meninggalkan ibadah pelayanan (meninggalkan TUHAN), kemudian ia menggantung diri, jatuh tertelungkup perutnya pecah dan isi perutnya terburai keluar = Yudas binasa untuk selama-lamanya.


  2. Wahyu 8: 10, 11,
    10. Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.
    11. Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.

    Penyebab kedua: karena kepahitan hati, yaitu iri hati, benci, dendam, berbantah-bantah yang mengakibatkan pertengkaran dll. Semoga kita dapat mengerti.

    Jadi bintang yang besarpun dapat gugur kalau ada kepahitan hati. Kalau bintang dengan bintang bertengkar (berbenturan) nanti akan gugur. Sebab itu kita harus berhati-hati dan menghindari benturan-benturan. Misalnya: kalau ada orang yang membenci, iri hati, menyerang kepada kita, sebaiknya kita diam saja untuk menghindari benturan. Kalau kita bereaksi, berarti memberikan kesempatan untuk terjadinya benturan dan pasti akan gugur. Ini rugi! Sementara ada orang yang menyerang, kita menghindar saja (jangan ikut pahit hati, iri, dendam dll).

    Sebagai contohnya adalah


    • Pada zaman permulaan = zaman ALLAH Bapa (perjanjian lama) adalah Kain. Kain merupakan anak sulung yang mempunyai hak kesulungan (bintang besar), tetapi karena iri hati, panas hati, pahit hati kepada Habel (adiknya), akhirnya Kain menjadi pembunuh. Kain tidak lagi menjadi pelayan TUHAN, tetapi menjadi pembunuh, sehingga ia gugur. Kita harus berhati-hati! Sekalipun kita sebagai hamba TUHAN yang dipakai oleh TUHAN, imam-imam dan raja-raja (zangkoor, pemain musik yang dipakai TUHAN dengan luar biasa), tetapi kalau ada iri hati, pahit hati, maka akan gugur seperti Kain.

      Kejadian 4: 4, 5, 8,
      4. Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,
      5. tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
      8. Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

      Mengapa Kain menjadi pahit hati (iri hati, benci, dendam) kepada Habel? Sebab persembahan (ibadah pelayanan) Habel yang di tandai kesulungan di terima dan diberkati oleh TUHAN. Sedangkan ibadah pelayanan Kain (Kain sebagai anak sulung, tetapi ibadah pelayanannya tidak di tandai kesulungan), belum di terima oleh TUHAN (diberikan kesempatan oleh TUHAN untuk memperbaiki).

      Ibadah pelayanan itu harus di tandai dengan kesulungan (sungguh-sungguh mengutamakan TUHAN). Jadi kalau ibadah pelayanan kita belum di terima dan belum diberkati oleh TUHAN, ini berarti masih diberikan kesempatan oleh TUHAN untuk memperbaiki. Tetapi Kain salah, ia menjadi panas hati, pahit hati, akhirnya Kain menjadi pembunuh (bintang yang gugur).

      Hari-hari ini jagalah kesulungan! Kita sebagai bangsa kafir, yang tadinya tidak boleh melayani, tetapi oleh Darah YESUS, kita dapat melayani TUHAN. Sekalipun kita bukan anak sulung, tetapi biarlah ibadah pelayanan kita di tandai dengan kesulungan (sungguh-sungguh mengutamakan TUHAN), supaya ibadah pelayanan kita di terima dan diberkati oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.


    • Pada zaman pertengahan = zaman Anak ALLAH (perjanjian baru) adalah “di kebun anggur” Kebun anggur ini berbicara tentang ibadah pelayanan sistem Kabar Mempelai (ibadah pelayanan yang dibina oleh Kabar Mempelai). Air anggur yang manis, mengingatkan kita kepada pesta nikah mempelai.

      Dalam Matius 20: 1-16, ada orang yang bekerja di kebun anggur, lalu ada kesepakatan yaitu upah bekerja satu hari dibayar satu dinar. Ada yang bekerja dari pagi-pagi sampai petang, ada juga yang bekerja hanya satu jam. Yang bekerja satu jam dipanggil dulu, ternyata mendapatkan satu dinar. Anggapan yang bekerja dari pagi hari => ‘yang bekerja satu jam saja mendapatkan satu dinar, lalu aku yang bekerja dari pagi dapat berapa dinar? (bekerja berapa jam dikalikan satu dinar)’ Orang ini lupa janjinya, bahwa bekerja dikebun anggur upahnya satu dinar, akhirnya dia menuntut banyak dan menjadi iri hati.

      Matius 20: 9-15,
      9. Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.
      10. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga.
      11. Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
      12. katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
      13. Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
      14. Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.
      15. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?

      Ay 9 => Yang bekerja pukul lima (hanya bekerja satu jam), mendapatkan upah satu dinar.
      Ay 10 => ‘Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu’ => yang bekerja dari pagi hari.

      tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga’ => ini janji TUHAN kepada mereka, upah bekerja satu hari adalah satu dinar.
      Ay 11 => ‘mereka bersungut-sungut kepada tuan itu’ => iri hati, pahit hati, berbantah-bantah.

      Mengapa terjadi kepahitan, iri hati, bersungut-sungut di dalam ladang TUHAN? (ibadah pelayanan sistem Kabar Mempelai)? Sebab dinar di nilai dengan berkat-berkat jasmani (rupiah, dollar). Pada contoh yang pertama tadi, iri hati karena tahbisan atau ibadah pelayanannya (ada yang di terima dan ada yang belum di terima). Sekarang, iri hati karena hasilnya itulah berkat-berkat jasmani. Dinar itu merupakan kemurahan TUHAN yang tidak dapat ditukar dengan berapa rupiah-pun, sebab itu tetap satu dinar. Tetapi banyak hamba TUHAN, pelayan TUHAN menggantikan dinar (kemurahan TUHAN) dengan rupiah => ‘orang itu diberkati’ dan pada akhirnya menjadi iri hati.

      Iri hati adalah:


      1. kehidupan yang tidak menghargai berkat TUHAN (sebenarnya semuanya diberkati oleh TUHAN),
      2. kehidupan yang tidak menghargai pemakaian TUHAN. Semuanya bisa dipakai oleh TUHAN. Saya seringkali menerangkan, yang mengepel gereja -pun dipakai oleh TUHAN. Seringkali pengerja salah, kalau di minta untuk memimpin pujian, persiapannya sungguh-sungguh. Tetapi kalau di suruh mengepel, sambil lalu saja, malah tidak dikerjakan. Ini salah besar! Semua pekerjaan TUHAN itu mulia. Dimulai dengan yang terkecil terlebih dahulu (perkara kecil), baru dapat dipakai TUHAN dalam perkara yang besar. Semoga kita dapat mengerti.


      3. kehidupan yang tidak menghargai kemurahan TUHAN.


      Matius 20: 16, Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."

      Kalau pahit hati, akibatnya adalahyang terdahulu akan menjadi yang terakhir’= kering rohani (kering dalam ibadah pelayanan) sehingga menjadi bintang yang gugur.

      Matius 20: 15 => ‘Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?’, nanti kemarahan pada akhir zaman, akan menjadi kemarahan antikrist = iri hati, benci dan akan menjadi kebencian antikrist.

      Pada ay 16 ‘yang terdahulu akan menjadi yang terakhir’, nanti ini akan menjadi antikrist. Sekarang keadaannya, kering rohani, tidak puas sehingga seringkali mencari kepuasan di dunia, jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa.

      Wahyu 12: 17, Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

      Jadi, iri hati, benci, marah akan meningkat pada amarah antikrist = menjadi sama dengan antikrist dan menjadi bintang yang gugur. Oleh sebab itu, segala kepahitan, iri hati, dendam, rasa tidak senang, kebencian harus dicabut (berusaha untuk mencabut) oleh kekuatan Darah YESUS, baik di rumah tangga (suami dengan isteri, anak dengan orang tua, kakak dengan adik), di gereja atau di dalam penggembalaan (gembala dengan domba, domba dengan domba), antar penggembalaan (hamba TUHAN dengan hamba TUHAN). Jika ini diteruskan (seperti Kain, orang yang bekerja di ladang anggur), akhirnya menjadi seperti antikrist (kebencian tanpa alasan dan kemarahan tanpa sebab) yang menganiaya anak-anak TUHAN yang tertinggal. Semoga kita dapat mengerti.


  3. Wahyu 12: 3, 4,
    3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
    4. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

    Penyebab ketiga: ekor naga (‘ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi’).

    Yesaya 9: 14, Tua-tua dan orang yang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor.

    Pengertian rohani ekor naga adalah ajaran-ajaran palsu, termasuk juga roh dusta (pendusta).

Mari kita mempelajari bentuk ajaran-ajaran palsu, supaya kita tidak salah.

Bentuk ajaran-ajaran palsu, antara lain:

  1. Ulangan 12: 29, 30,
    29. "Apabila TUHAN, Allahmu, telah melenyapkan dari hadapanmu bangsa-bangsa yang daerahnya kaumasuki untuk mendudukinya, dan apabila engkau sudah menduduki daerahnya dan diam di negerinya,
    30. maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang allah mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada allah mereka? Akupun mau berlaku begitu.

    Ay 29 => ‘apabila engkau sudah menduduki daerahnya dan diam di negerinya’ => daerah Kanaan (daerah kafir).

    Bentuk pertama: ibadah kafir (ibadah yang lain). ‘Jangan menanya-nanya, jangan ingin tahu, jangan membanding-bandingkan tentang ibadah kafir, apalagi melakukannnya’ Sekarang ini banyak orang mempelajari agama-agama lain, ibadah-ibadah lain (ibadah selain kepada TUHAN). Saya sudah pernah bersaksi, ada hamba TUHAN membawa buku dan mempelajari agama-agama lain => ‘ini kalau mau memenangkan agama ini’ Jangankan belajar, bertanya (ingin tahu, membandingkan, berdiskusi) saja tidak boleh! Kalau kita mulai bertanya-tanya, itu seperti burung yang sudah mendekati jerat, lama-kelamaan lebih masuk lagi, satu-waktu terperangkap dan melakukannya. Jangan merasa kuat! Salomo saja tidak kuat dan terjerat.


  2. Ulangan 13: 1-3,
    1. Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat,
    2. dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya,
    3. maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.

    Ay 2 => ‘dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi’ => Ada orang bilang => ‘nanti akan terjadi ini’, Akhirnya memang benar terjadi.

    Bentuk kedua: mengadakan tanda-tanda mujizat jasmani. Sebab itu jangan terpukau dengan mujizat jasmani, sekalipun memang boleh. Semestinya, terjadi mujizat rohani terlebih dahulu, baru terjadi mujizat jasmani dan kita menjadi teguh. Tetapi kalau kita hanya mengejar tanda mujizat yang jasmani, ini bahaya!

    Sebab, nabi palsu mengadakan tanda mujizat jasmani dan membujuk kita untuk mengikuti illah lain (ajaran lain). Sekalipun hebat (ada mujizat) dan luar biasa, tetapi kalau itu ajaran lain atau illah lain yang tidak sesuai alkitab, jangan diikuti! Nanti nabi palsu dengan antikris juga bisa menurunkan api dari langit dll, kita harus waspada! Semoga kita dapat mengerti.


  3. Ulangan 13: 6-11,
    6. Apabila saudaramu laki-laki, anak ibumu, atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau isterimu sendiri atau sahabat karibmu membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu,
    7. salah satu allah bangsa-bangsa sekelilingmu, baik yang dekat kepadamu maupun yang jauh dari padamu, dari ujung bumi ke ujung bumi,
    8. maka janganlah engkau mengalah kepadanya dan janganlah mendengarkan dia. Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, janganlah mengasihani dia dan janganlah menutupi salahnya,
    9. tetapi bunuhlah dia! Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat.
    10. Engkau harus melempari dia dengan batu, sehingga mati, karena ia telah berikhtiar menyesatkan engkau dari pada TUHAN, Allahmu, yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.
    11. Maka seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut, sehingga mereka tidak akan melakukan lagi perbuatan jahat seperti itu di tengah-tengahmu.

    Ay 9 => ‘tetapi bunuhlah dia!’ => ini ketegasan untuk tidak ada hubungan sedikitpun! Bukan membunuh secara jasmani.

    Bentuk ketiga: nabi palsu menggunakan keluarga daging (orang dekat), sebagai ujung tombak untuk membelokkan iman kita kepada illah lain dan kepada ajaran-ajaran lain. Contohnya: Salomo. Isteri Salomo (orang yang paling dekat) membelokkan iman Salomo dari TUHAN. Ini bisa juga anak-anak, kakak atau adik, keluarga, orang tua. Kalau dulu ‘membunuh’, sekarang artinya hindarilah mereka (tidak boleh ada sungkan), bukan memusuhi mereka. Kalau ada yang mengajak => ‘ayo, sekali-kali datang’, tetapi kalau kita tahu itu berbeda, hindarilah mereka. Kita harus tegas! Sebab kita tidak kuat. Saya belajar dari Salomo, ia sudah hebat, tetapi saat menghadapi isterinya, ia menjadi tidak kuat.

    Kita sudah memiliki ajaran benar (ibadah yang benar), lalu memberi kesempatan (karena sungkan) untuk diajak dalam ibadah yang lain, akhirnya pasti melepaskan yang benar seperti Salomo (ajaran yang benar dibuang dan mengikuti yang salah). Itu sudah rumus alkitab = rumus dari kitab Kejadian sampai Wahyu! Semoga kita dapat mengerti.

    Jangan sampai yang terdahulu, menjadi yang terkemudian. Kita harus sungguh-sungguh, jangan sampai yang ter dahulu menjadi yang terkemudian hanya karena sungkan; satu kali, dua kali, nanti akan ada satu titik yang mengakibatkan membuang yang benar dan menerima yang tidak benar. Kita harus berhati-hati, selama kita kuat mungkin masih bisa, nanti dititik tertentu ada kelemahan, maka dia akan melepaskan apa yang benar dan menerima yang tidak benar. Semoga kita dapat mengerti.


  4. Ulangan 13: 12-15,
    12. Apabila di salah satu kota yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk diam di sana, kaudengar orang berkata:
    13. Ada orang-orang dursila tampil dari tengah-tengahmu, yang telah menyesatkan penduduk kota mereka dengan berkata: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak kamu kenal,
    14. maka haruslah engkau memeriksa, menyelidiki dan menanyakan baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di tengah-tengahmu,
    15. maka bunuhlah dengan mata pedang penduduk kota itu, dan tumpaslah dengan mata pedang kota itu serta segala isinya dan hewannya.

    Ay 15 => ‘maka bunuhlah dengan mata pedang’ => ini ketegasan! Sejak perjanjian lama sudah tegas ‘bunuhlah, bunuhlah!’. Kalau sekarang, ‘hindarilah!’ Banyak kita dicaci maki karena hal ini => ’sok benar’, karena mereka tidak membaca alkitab.

    Bentuk keempat: orang dursila.

    Yohanes 6: 60, 66
    60. Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
    66. Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

    Ay 60 => tidak mampu mendengarkan perkataan keras (Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua).

    Orang dursila adalah:


    • orang yang berasal dari antara kita,
    • orang yang menolak Firman pengajaran yang benar, yang keras, yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang menyucikan kita dari dosa-dosa yang tersembunyi (mengungkapkan dosa yang tersembunyi). Kalau Firman mendatangkan keuntungan (tidak menunjukkan dosa-dosa dll), dia akan senang. Dalam Yohanes 6, ‘pemecahan roti’ untuk memberi makan lima ribu orang, semuanya datang, tetapi begitu perkataan keras, semuanya lari (tinggal dua belas orang). YESUS menantang => ‘dari antara kamu, siapa yang tidak tahan lagi’, Akhirnya tinggal sebelas orang, sebab Yudas sudah tidak ada lagi. Kalau ada dosa yang diungkap (disucikan), mereka tidak mau.


    • orang yang membujuk untuk beribadah kepada illah-illah asing = mereka membujuk untuk menerima ajaran-ajaran lain. Yohanes 6: 66 ‘banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia’, Hati-hati pada akhir zaman, banyak orang yang mengundurkan diri dari Firman pengajaran yang benar (banyak yang menolak Firman pengajaran yang benar). Sekalipun nampaknya masih beribadah, tetapi sesungguhnya sudah tidak lagi mengikut YESUS. Firman pengajaran yang benar itulah Pribadi YESUS. Kalau tidak lagi mengikut YESUS, lalu mengikuti siapa?


    • mengikuti keinginan daging atau keinginan diri sendiri (mencari Firman yang tidak menunjukkan dosa). Misalnya: kalau seperti Yudas, maka akan mencari Firman yang tidak mengungkit tentang pencuri. Kalau dia berzinah, mencari Firman yang tidak menyangkut tentang berzinah. Kalau ada Firman tentang berzinah, dia akan langsung keluar. Kalau demikian, itu berarti tidak lagi mengikuti YESUS,


    • sampai akhirnya mengikut nabi palsu atau mengikut setan dan binasa untuk selamanya.

Syarat supaya bintang tetap bercahaya dan tidak gugur?

  1. Filipi 2: 12-15,
    12. Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
    13. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
    14. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
    15. supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

    Syarat pertama: harus menjadi bintang yang bercahaya.

    Bintang yang bercahaya yaitu:


    • ay 12, setia dan tanggung jawab (setia dan berkobar-kobar) dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN. Tanggung jawab dan pelayanan kita kepada TUHAN, bukan kepada manusia. Rasul Paulus mengatakan ‘tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir’, justru saat rasul Paulus tidak hadir, kita nampakkan kesetiaan yang sejati kepada TUHAN. Kalau tanggung jawab dan pelayanan kita kepada manusia, itu gampang, sebab manusia bisa main mata. Tetapi kalau kepada TUHAN tidak bisa seperti itu, sebab itu harus sungguh-sungguh!Ibadah pelayanan kita jangan bergantung kepada manusia siapapun juga, tetapi bergantung sepenuhnya kepada TUHAN. Sebab ibadah pelayanan ini mengerjakan keselamatan! Keselamatan tidak tergantung kepada siapapun juga, tetapi hanya kepada TUHAN saja.


    • ay 14, beribadah melayani tanpa bersungut-sungut (tanpa berbantah-bantah) = tanpa kepahitan, iri hati, dendam, kebencian, tetapi selalu mengucap syukur dan menyembah TUHAN. Itulah bintang yang benar-benar bercahaya! Tadi, kalau ada iri hati, nanti dapat bersungut-sungut dsb.


    Banyaklah menyembah TUHAN. Saat mau beribadah melayani (berkhotbah, zangkoor, pemain musik, pimpinan pujian dsb) banyak menyembah TUHAN, untuk mohon kekuatan dan penyucian dari TUHAN. Dalam penyembahan, kita harus memeriksa atau mengoreksi diri. Banyak kesalahan kita, supaya diampuni oleh TUHAN dan tangan yang kosong supaya diisi oleh TUHAN. Sesudah dipakai TUHAN (melayani TUHAN), harus menyembah lagi untuk mengucap syukur kepada TUHAN. Seperti sumbu yang sudah dipakai, maka dibersihkan. Penyembahan ini bagaikan membersihkan sumbu, kebanggaan-kebanggaan dibersihkan supaya kita lebih bercahaya. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Filipi 2: 16, sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

    Ay 16 => ‘agar aku dapat bermegah pada hari Kristus’ => tidak gugur, tetapi bermegah. Bintang ini sudah berada dilangit, dekat dengan kedatangan TUHAN yang ke dua kali. Tadi, YESUS tampil sebagai Mempelai Pria Surga Yang Tangan Kanan-Nya memegang bintang, supaya tidak gugur tetapi naik. Kita tinggal memilih ? gugur atau naik sehingga menjadi Mempelai! ‘supaya aku bermegah pada hari kedatangan TUHAN’ = menjadi Mempelai.

    aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah’ => Saya beribadah melayani dari Malang dan ada juga yang dari jauh, supaya tidak percuma dan tidak sia-sia (tidak gugur), sebab itu harus berpegang pada Firman kehidupan.

    Syarat kedua: harus berpegang pada Firman kehidupan. Mungkin kita banyak melayani, tetapi kalau tidak berpegang pada Firman yang benar, maka tidak akan ada artinya dan sia-sia. Kalau berpegang pada Firman kehidupan, nanti dipegang oleh Tangan Kanan TUHAN. Kalau tidak berpegang pada Firman kehidupan, berarti lepas dari Tangan Kanan TUHAN, biarpun pelayanannya banyak, hebat (berkhotbah hebat), tidak akan ada artinya. Jadi pelayanannya harus ditata terlebih dahulu. Ini seperti Maria duduk terlebih dahulu di bawah Kaki TUHAN untuk dengar-dengaran, sekarang bintang-bintang harus terlebih dahulu berpegang pada Firman kehidupan, baru nanti pelayanan-pelayanan kita ditata oleh TUHAN.

    Kalau kita masih ragu => ‘bagaimana ya ini?’ Biarpun kita banyak melayani, orang memuji, percuma saja sebab akan gugur. Berpegang pada Firman kehidupan = berpegang teguh kepada Firman pengajaran yang benar, yang sudah menjadi pengalaman hidup apapun resiko yang harus kita hadapi.

    Bagi siswa-siswi Lempin-El Kristus Ajaib yang mendengarkan, sangat gampang. Dulu ada murid Lempin-El yang bertanya => ‘mana yang benar, oom? Ada tabernakel, tetapi berlainan’ Saya hanya berkata => ‘buka saja catatan-mu itu, yang sudah tujuh sampai sembilan bulan kamu catat, yang sudah kamu praktikkan. Kamu sudah dipelihara tanpa bekerja, tidak memiliki sidang jemaat, juga tetap dipelihara dan tidak pernah kelaparan’ Itu sudah menjadi pengalaman hidup. Kalau ada ajaran lain, lalu mengatakan => ‘tidak apa-apa’ ini berarti cahayanya sudah pudar. Kalau tidak berpegang teguh, maka tidak dipegang oleh TUHAN, akhirnya jatuh. Perhatikan siswa siswi Lempin-El, gampang sekali, tinggal kita ini jujur atau tidak! Semoga kita dapat mengerti.

    Demikian juga bagi bapak ibu dan saudara-saudara, Firman pengajaran yang benar, yang sudah menjadi pengalaman hidup, mari kita pegang teguh! Berpegang teguh kepada Firman pengajaran yang benar, yang sudah menjadi pengalaman hidup = jangan mau dicampur sedikitpun dengan yang lain (tidak mau makan bersama dengan yang lain), sebab sedikit ragi menghancurkan adonan. Misalnya: seperti Salomo. Dari muda dia memegang pedang, tetapi di masa tua dia mencampur dengan yang lain, akhirnya Salomo habis. Semoga kita dapat mengerti.

Taat dengar-dengaran (mempraktikkan) kepada Firman pengajaran yang benar, yang sudah menjadi pengalaman hidup apapun resiko yang dihadapi. Mungkin resikonya, kita dikucilkan, tidak menjadi masalah. Saat kita berpegang teguh dan mempraktikkan Firman pengajaran yang benar = mengulurkan dua tangan kepada TUHAN dan YESUS sebagai Mempelai Pria Surga juga mengulurkan Tangan Kanan -Nya untuk memegang bintang-bintang yang bercahaya. Semoga kita dapat mengerti.

Kalau ada keragu-raguan, maka kita tidak dapat dipegang oleh TUHAN. Jadi harus sungguh-sungguh berpegang teguh (tidak mau dicampur sedikitpun dengan ajaran lain) dan praktikkan Firman pengajaran yang benar apapun resiko yang dihadapi. Karena yang memegang kita adalah Mempelai Pria Surga, maka kita tidak akan gugur, bintang-bintang naik pangkat menjadi Mempelai Wanita Surga (menjadi milik-nya untuk selama-lamanya).

Jika bintang-bintang dipegang oleh Tangan Kanan TUHAN, hasilnya adalah:

  1. Ulangan 7: 7, 8,
    7. Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu--bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? --
    8. tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir.

    Ay 8 => ‘dengan tangan yang kuat’ => Tangan Kanan TUHAN.

    Hasil pertama: Tangan Kanan TUHAN mampu melepaskan kita dari perbudakan firaun di Mesir, artinya


    • kita dilepaskan dari perbudakan dosa, sehingga kita dapat hidup benar dan suci,
    • kita dilepaskan dari perbudakan daging dengan segala keinginan daging, sehingga kita bisa taat,
    • kita dilepaskan dari perbudakan dunia, sehingga kita dapat setia.


    Jika kita dilepaskan dari perbudakan dosa, daging dan dunia = lepas dari letih lesu, beban berat, maka kita hidup dalam damai sejahtera, semuanya enak dan ringan. Waktu bangsa Israel diperbudak di Mesir, diawasi, dicambuk dll (tidak ada ketenangan).


  2. Mazmur 118: 15, Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,

    Hasil kedua: Tangan Kanan TUHAN melakukan keperkasaan = memberikan kemenangan kepada kita artinya Tangan Kanan TUHAN sanggup menyelesaikan semua masalah, sampai masalah yang mustahil dapat diselesaikan oleh TUHAN.


  3. Mazmur 118: 16, tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"

    Hasil ketiga: Tangan kanan TUHAN meninggikan kita, artinya


    • Tangan Kanan TUHAN mengangkat kita dari kegagalan-kegagalan, keterpurukan, sehingga kita menjadi berhasil dan indah pada waktu-Nya.
    • Tangan Kanan TUHAN memakai kita dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, Mempelai Wanita Surga. Di pakai itu ditinggikan bukan terpuruk. Semakin dipakai, kita semakin ditinggikan (dipermuliakan). Kalau tidak mau dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, maka akan dipakai dalam pembangunan babel, mempelai wanita setan yang akan dibinasakan. Jadi hanya ada dua pembangunan yaitu pembangunan Tubuh Kristus atau pembangunan babel. Kalau dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus, kita semakin ditinggikan. Tetapi kalau dipakai dalam pembangunan babel, kita benar-benar akan terjun ke bawah dan tenggelam seperti batu kilangan dilempar ke lautan (semakin hari, semakin dalam tenggelam, bahkan sampai didasar lautan api dan belerang).


    • Tangan Kanan TUHAN menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita sampai sempurna, sama mulia seperti YESUS. Kita menjadi Mempelai Wanita TUHAN yang siap untuk menyambut kedatangan YESUS yang ke dua kali di awan-awan yang permai. Kita benar-benar bersama-sama dengan Dia untuk selamanya. Inilah penampilan YESUS sebagai Mempelai Pria Surga, Tangan Kanan-Nya memegang bintang-bintang.

Hati-hati terhadap tiga penyebab gugurnya bintang-bintang yaitu:

  • ada godaan/ikatan akan uang seperti Yudas. Hati-hati juga terhadap godaan yang lain, bisa jodoh dll. Jodoh bisa menghancurkan bintang-bintang dsb.
  • Jika ada kepahitan; iri hati, dendam, rasa tidak suka, semuanya harus dicabut dan jangan dibiarkan begitu saja. Terutama di kebun anggur (ladang TUHAN yang dibina oleh Kabar Mempelai) banyak terjadi iri hati, benci tanpa alasan.


  • Hati-hati terhadap ekor naga (ajaran-ajaran lain). Kalau kita yakin terhadap ajaran yang benar, berarti yang lain merupakan ajaran yang salah dan jangan memberi kesempatan (‘bunuh mereka!’ = hindarilah mereka). Semoga kita dapat mengerti.

Syarat supaya bintang tidak gugur adalah:

  1. menjadi bintang yang bercahaya (setia dan bertanggung jawab dalam ibadah pelayanan dan jangan bersungut-sungut, berbantah-bantah, iri hati, tetapi mengucap syukur kepada TUHAN.


  2. Sebagai penentunya adalah kita harus berada di dalam Tangan Kanan TUHAN, caranya? berpegang teguh kepada Firman pengajaran yang benar (jangan dicampur dengan yang lain) dan taati Firman pengajaran yang benar = mengulurkan tangan kepada TUHAN dan TUHAN juga akanmengulurkan Tangan kanan-Nya kepada kita, sehingga semuanya menjadi enak dan ringan, semuanya menang (masalah selesai), kita ditinggikan = berhasil didalam TUHAN, dipakai, disucikan dan diubahkan sampai menjadi Mempelai Wanita TUHAN. Itulah bintang tidak gugur, tidak percuma dan tidak sia-sia.

Kalau berpegang teguh pada Firman kehidupan maka:

  • Kita tidak sia-sia berlomba,
  • Kita tidak sia-sia beribadah melayani, tidak gugur, tetapi terangkat menjadi Mempelai Wanita, menjadi milik TUHAN untuk selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

Berpegang kepada Firman kehidupan ini sebagai penentu, kita menjadi percuma atau tidak! Saya menjadi hamba TUHAN sepenuh, saya sudah meninggalkan semuanya (saya tidak bekerja, sampai saya pernah tidak bisa makan), bukan maksudnya menggugat TUHAN, tidak! Saya sudah bertekat, tetapi penentunya disini, sudah menjadi bintang, mau terangkat naik atau mau hancur! Ini penentu terakhir dan jangan main-main. Biarlah kita dipegang oleh Tangan Kanan TUHAN sampai kita menjadi Mempelai Wanita TUHAN.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top