English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 06 Agustus 2009 (Kamis Tengah Malam)
Kejadian 32:22-30, pergumulan Yakub adalah sampai fajar menyingsing, artinya:
Secara jasmani: doa semalam...

Ibadah Doa Surabaya, 28 September 2011 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon

Matius 26 : 36= BERBICARA TENTANG GETSEMANE.

Getsemane yaitu pemerasan daging. Di taman Getsemane Yesus mengalami pemerasan daging/sengsara tanpa dosa/percikan darah.

Jika Yesus sebagai Kepala mengalami...

Ibadah Doa Malang, 13 Mei 2014 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Raya Surabaya, 06 Maret 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 6-12
26:6. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,
26:7. datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa...

Ibadah Kunjungan di Jakarta II, 18 Januari 2018 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 30 Maret 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 7 Oktober 2012 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27:57-61 adalah percikan darah keenam,...

Ibadah Doa Malang, 21 April 2009 (Selasa Sore)
Digabung dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Matius 24:31 adalah...

Ibadah Raya Malang, 05 Oktober 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 dalam susunan Tabernakel menunjuk...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 25 Maret 2015 (Rabu Malam)
Puji Tuhan, salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan....

Ibadah Doa Surabaya, 19 Juli 2019 (Jumat Sore)
Dari rekaman

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 20 Oktober 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 31-32, 34a
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Februari 2013 (Senin Sore)
Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik kematian Yesus atau dibalik salib, ada kebangkitan dan kemuliaan Tuhan....

Ibadah Doa Malang, 17 Januari 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8-11 ada 2 macam kegiatan di tahta...

Ibadah Raya Malang, 3 Juni 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 menunjuk pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian.
Sekarang artinya...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Agustus 2012 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27:

= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di kayu salib, untuk menyelamatkan, menyucikan, bahkan menyempurnakan kita semua.

7x percikan darah di atas tabut perjanjian/7 sengsara yang dialami oleh Yesus dalam Matius 27:

  1. ay. 1-10= Yesus diserahkan kepada Pilatus dan kematian Yudas Iskariot (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 18 Maret 2012).

  2. ay. 11-26= Yesus di hadapan Pilatus untuk menghadapi tuduhan-tuduhan sampai ketidak adilan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 15 April 2012).

  3. ay. 27-31= Yesus diolok-olok (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 Mei 2012).

  4. ay. 32-50= Yesus disalibkan sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Mei 2012).

  5. ay. 51-56= mujizat-mujizat pada kematian Yesus (sudah diteragnkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Juli 2012).

  6. ay. 57-61= Yesus dikuburkan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Agustus 2012).

  7. ay. 62-66= kubur Yesus dijaga (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 26 Agustus 2012).

Malam ini kita masih mempelajari sengsara Yesus yang ketujuh: KUBUR YESUS DIJAGA.

Matius 27: 62-66
27:62. Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus,
27:63. dan mereka berkata: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit.
27:64. Karena itu
perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama."
27:65. Kata Pilatus kepada mereka: "Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya."
27:66. Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya.


= imam-imam kepala dan orang-orang Farisi meminta kepada Pilatus supaya kubur Yesus dijaga, sebab Yesus pernah mengatakan bahwa Ia akan mati dan bangkit pada hari ketiga. Dan imam-imam kepala serta orang Farisi adalah kehidupan yang tidak percaya pada kebangkitan= menolak kuasa kebangkitan Yesus.

Kita sudah mendengar 3 macam kuasa kebangkitan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 26 Agustus 2012).

Malam ini, kita pelajari akibatnya apabila menolak kuasa kebangkitan Yesus.
1 Korintus 15: 32
15:32. Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati".

Akibatnya: hidup seperti binatang buas, yaitu hidup hanya dari naluri daging, sehingga berbuat dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.

1 Korintus 15: 35-39
15:35. Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: "Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?"
15:36. Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.
15:37. Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain.
15:38. Tetapi Allah memberikan kepadanya suatu tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya: Ia memberikan kepada tiap-tiap biji tubuhnya sendiri.
15:39. Bukan semua daging sama: daging manusia lain dari pada daging
binatang, lain dari pada daging burung, lain dari pada daging ikan.

= ada 3 binatang buas yang mau mempengaruhi hamba Tuhan/anak Tuhan untuk hidup seperti mereka (binatang buas):

  1. 'burung diudara'= dalam kitab Wahyu, berkembang menjadi naga merah di udara.

    Wahyu 12: 3
    12:3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

    Efesus 2: 2
    2:2. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

    Naga merah di udara= setan dengan roh jahat dan roh najis yang membuat hamba Tuhan/anak Tuhan menjadi manusia durhaka.

    Praktik manusia durhaka:

    • Ibrani 10: 25-27
      10:25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
      10:26. Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
      10:27. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua
      orang durhaka.

      Praktik pertama: tidak setia dalam ibadah pelayanan, bahkan sampai tinggalkan ibadah pelayanan.

      Kalau kita menjauhkan diri dari ibadah pelayanan, kita sedang mendekatkan diri dengan setan.

      Tidak beribadah= dosa yang meningkat, yaitu:

      1. dosa kebiasaan= tidak merasa bersalah jika tidak beribadah, atau selalu menyerah kalah pada hlangan-halangan.
      2. dosa sengaja= sengaja tidak mau beribadah kepada Tuhan sekalipun ada kesempatan yang terbuka dan sudah digerakan oleh Tuhan.

      Akibatnya: tidak ada pengampunan lagi dan akan dibinasakan untuk selama-lamanya.

      Nasihat yang terbaik adalah supaya kita setia/giat selalu dalam ibadah pelayanan. Dan kuasa kebangkitan Tuhan yang mampu mendorong kita untuk giat selalu dalam ibadah pelayanan dan menggunakan kesempatan sekalipun hanya selubang jarum.
      Hasilnya: kita menmperoleh keselamatan.

    • 1 Samuel 15: 22-23
      15:22. Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.
      15:23. Sebab
      pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."

      Praktik kedua: tidak taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran benar (seperti Saul).

      Seringkali, pengajaran benar bertentangan dengan logika kita. Tetapi, Firman pengajaran HANYA untuk diterima dan ditaati.

      Saul tidak taat karena ia hanya menggunakan logikanya sendiri.

      Tidak taat dengar-dengaran= penyembahan berhala, tidak menyembah Tuhan.

      Kalau beribadah melayani, tetapi tidak taat dengar-dengaran pada pengajaran benar, itu sama dengan menyembah berhala dan akan diusir oleh Tuhan, karena disamakan dengan pembuat kejahatan.

      Matius 7: 21-23
      7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
      7:22. Pada hari terakhir
      banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
      7:23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku,
      kamu sekalian pembuat kejahatan!"

      'menyembah berhala'= melayani setan.

      Kuasa kebangkitan Tuhan akan menolong kita untuk taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.

      UNTUK BISA TAAT PADA PENGAJARAN BENAR, KITA HARUS MEMBAYAR HARGA YANG MAHAL.
      Contohnya: Abraham yang disuruh untuk mengorbankan Ishak.
      Jika kita tidak mau membayar harga, maka akan lebih mahal lagi harga yang harus dibayar, yaitu ditolak oleh Tuhan, sehingga tidak bisa masuk kerajaan Surga.

      Ukuran ibadah pelayanan yang benar sampai masuk Surga adalah taatdengar-dengaran pada pengajaran benar.

      Seringkali, saat tidak taat, kita diterima oleh manusia, tetapi justru di olak oleh Tuhan. Inilah contoh dari kehidupan Saul.

      Sebaliknya, karena taat pada pengajaran benar, kita ditolak oleh manusia, tetapi kita dterima oleh Tuhan.

    Kesimpulan: kuasa kebangkitan Yesus sanggup menjadikan kita hamba Tuhan/anak Tuhan yang SETIA DAN TAAT dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.

    Ulangan 11: 10-14
    11:10. Sebab negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, bukanlah negeri seperti tanah Mesir, dari mana kamu keluar, yang setelah ditabur dengan benih harus kauairi dengan jerih payah, seakan-akan kebun sayur.
    11:11. Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang
    mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit;
    11:12. suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu:
    mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.
    11:13. Jika kamu dengan
    sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,
    11:14. maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau
    dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu,

    ay. 13= taat dan setia.
    Artinya: kalau kita setia dan taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, kita hidup dalam suasana Kanaan (sistem Surga yang bergunung dan berlembah yang sama dengan kematian dan kebangkitan Yesus). Dan inilah yang menarik air hujan kemurahan Tuhan yang mengandung kuasa kebangkitan.

    Kalau sudah setia dan taat, hasilnya:
    • ay. 12= 'mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya'= pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita sehari-hari sampai masa depan yang indah.

    • ay. = 'dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu'= pemeliharaan Tuhan secara rohani lewat Firman, Roh Kudus dan kasih Allah yang membuat kita bisa hidup benar dan suci, bahkan kita bisa hidup kekal selama-lamanya.

      Dalam Tangan Tuhan, ketika dunia makin kering, maka hujan kemurhaan Tuhan akan makin lebat.

Jadikan seluruh hidup kita menjadi seperti Kanaan lewat taat dan setia

      (kita hidup hanya dari kemurahan Tuhan yang tidak ada habis-habisnya sampai Tuhan datang kembali).

 

  1. Wahyu 13: 11
    13:11. Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga.

    'seperti domba tetapi berbicara seperti naga'= nabi palsu dengan roh-roh palsu dan ajaran-ajaran palsu yang membuat anak Tuhan/hamba Tuhan menjadi manusia kafir (haram).

    Kalau domba-domba mendengarkan ajaran palsu termasuk gosip yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, maka domba akan menjadi babi dan anjing (menjadi binatang haram).

    Sebagai domba, jangan sampai memperhatikan suara naga, tetapi harus memperhatikan suara gembala.

    Praktik manusia kafir:
    2 Petrus 2: 17, 20, 22
    2:17. Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat.
    2:20. Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula.
    2:22. Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "
    Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."


    • anjing kembali menjilat muntahnya= perkataan-perkataan diluar Firman pengajaran benar, mulai dari dusta.

      Yesaya 28: 8
      28:8. Sungguh, segala meja penuh dengan muntah, kotoran, sehingga tidak ada tempat yang bersih lagi.
    • babi kembali lagi ke kubangan= perbuatan-perbuatan najis sampai pada puncaknya dosa.

    Jika perkataannya seperti anjing, maka tingkah lakunya seperti babi, sebab 2 hal ini tidak bisa dipisahkan.
    Kalau ini terjadi, maka keadaannya seperti perempuan Kanaan (nikah dan buah nikahnya hancur berantakan)= hidup dalam penderitaan dan sangat menderita.

    Tidak ada penderitaan yang melebihi penderitaan dalam nikah.

    Markus 7: 28-29
    7:28. Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
    7:29. Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "
    Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."

    = nikah dan buah nikah ini berhadapan langsung dengan setan,sebab setan tahu bahwa nikah yang benar akan menuju kerajaan Surga dan inilah yang ingin dihancurkan oleh setan.

    Sebab itu, LIDAH INI MENENTUKAN HIDUP KITA.
    Sikap kita yang benar adalah menggunakan lidah untuk menjilat remah-remah roti (pembukaan Firman Allah).
    HANYA inilah jalan keluarnya bagi kita, dimana kita bisa menikmati Firman penggembalaan.
    Hasilnya: kita akan disucikan mulai dari lidah kita, sekalipun kita kotor seperti anjing dan babi.

    Lidah disucikan= menghasilkan perkataan yang benar dan baik.
    Kalau llidah disucikan, maka perbuatan kita juga benar dan baik. Dan disinilah kita menjadi dombaNya Tuhan.

    Sebagai domba, seruan kita didengar oleh Tuhan ('Karena kata-katamu itu'). Kalau seruan anjing, tidak akan didengar oleh Tuhan.
    Dengan suara domba, kita bisa MENJADI RUMAH DOA yang menaikkan doa penyembahan dan setan akan keluar dari rumah tangga kita, sehingga rumah tangga akan mengalami kepuasan, kebahagiaan dan kesatuan dari Tuhan sampai mencapai nikah yang sempurna.

  2. 'ikan dilaut'= juga memuncak dalam kitab Wahyu.

    Wahyu 13: 1-2, 17
    13:1. Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
    13:2. Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
    13:17. dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.

    Ikan dilaut= antikris dengan kekuatan roh jual beli yang menjadikan anak Tuhan/hamba Tuhan menjadi manusia egois, yaitu terikat pada uang (cinta akan uang).

    Praktik manusia egois:

    • 1 Timotius 6: 9-10
      6:9. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
      6:10. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh
      memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

      Praktik pertama: berburu uang.
      Artinya: mendapatkan uang dengan cara tidak halal atau menghalalkan segala cara.
      Akibatnya: tersiksa dan berdukacita.

    • Kisah Rasul 8: 17-20
      8:17. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus.
      8:18. Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia
      menawarkan uang kepada mereka,
      8:19. serta berkata: "Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus."
      8:20. Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena
      engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang.

      Praktik kedua: berjual beli jabatan pelayan dan karunia Roh Kudus.
      Artinya: beribadah melayani Tuhan utnuk mendapatkan uang atau melayani tetapi tidak sesuai dengan jabatan pelayanan karena ingin mendapatkan uang.
      Dan inilah yang merusak tubuh Kristus.

      1 Korintus 9: 9-10, 13-14
      9:9. Sebab dalam hukum Musa ada tertulis: "Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik!" Lembukah yang Allah perhatikan?
      9:10. Atau kitakah yang Ia maksudkan? Ya, untuk kitalah hal ini ditulis, yaitu pembajak harus membajak dalam pengharapan dan pengirik harus mengirik dalam pengharapan untuk memperoleh bagiannya.
      9:13. Tidak tahukah kamu, bahwa
      mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu?
      9:14. Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa
      mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.

      = jika kita berada dalam ruangan suci (kandang penggembalaan), maka kita hidup dari Gembala Agung, sesuai dengan jabatan karunia yang kita terima dari Tuhan.

    • Yohanes 12: 5-6
      12:5. "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
      12:6. Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena
      ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

      Praktik etiga: mencuri milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus, terutama untuk pembangunan tubuh Kristus).

Inilah 3 binatang buas yang mempengaruhi anak Tuhan/hamba Tuhan dan membawa pada kebinasaan untuk selama-lamanya.

Filipi 2: 8-11
2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10. supaya dalam nama Yesus
bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11. dan
segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Yesus tidak rela kalau kita dikuasai oleh binatang buas. Sebab itu, Yesus rela untuk taat sampai mati dikayu salib untuk menerima kuasa kebangkitan.

'yang ada di langit'= setan.
'yang ada di atas bumi'= nabi palsu.
'yang ada di bawah bumi'= antikris.

Kuasa kebangkitan Tuhan berguna untuk:

  • mengalahkan setan tritunggal, supaya tidak menguasai anak Tuhan/hamba Tuhan.

    ay. 11= tanda bahwa kita sudah mengalahkan 3 binatang buas, yaitu lidah kita hanya untuk bersaksi dan menyembah Tuhan.

  • menyucikan dan mengubahkan kita.
    Kalau sudah bebas dari 3 binatang buas, ada kesempatan bagi kita untuk diubah lagi jadi sama dengan Allah Tritunggal.

    1 Timotius 6: 11
    6:11. Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

    = tanda manusia baru, yaitu mengejar ibadah (mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari apapun), mengejar keadilan, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

    Kalau kita bisa mengutamakan ibadah pelayanan, itu adalah mujizat rohani.

    Tetapi, kuasa kebangkitan juga bisa melakukan mujizat jasmani (orang lumpuh bisa dibangkitkan).

  • Kisah Rasul 9: 32-34
    9:32. Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan ke mana-mana. Dalam perjalanan itu ia singgah juga kepada orang-orang kudus yang di Lida.
    9:33. Di situ didapatinya seorang bernama Eneas, yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh.
    9:34. Kata Petrus kepadanya: "Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan
    bereskanlah tempat tidurmu!" Seketika itu juga bangunlah orang itu.

    'Eneas'= artinya: terpuji, tetapi ia lumpuh (ada sesuatu yang tidak beres).
    Apa yang tidak beres dalam hidup kita, biarlah kuasa kebangkitan Tuhan membereskan segala sesuatu.

  • Markus 5: 41-43
    5:41. Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"
    5:42. Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.
    5:43. Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.

    = kuasa kebangkitan juga mampu membangkitkan yang sudah mati.
    Artinya: apa yang sudah gagal, Tuhan sanggup menjadikan berhasil.

    Dan kita terus mengalami mujizat, sampai saat Ia datang kembali, kita diubahkan jadi sama mulia dengan Dia. Kita menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatanganNya di awan-awan yang permai.

Tuhan memberkati.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top