English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 14 Mei 2007)
Tayang: 11 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 12 November 2007)
Tayang: 09 Agustus 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 04 November 2013)
Tayang: 06 Arpil 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Agustus 2007)
Tayang: 19 Oktober 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 09 Juli 2007)
Tayang: 15 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 16 Juni 2014)
Tayang: 01 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Februari 2008)
Tayang: 03 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 16 Juli 2007)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Agustus 2007)
Tayang: 09 November 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 21 Oktober 2013)
Tayang: 02 Maret 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 Maret 2014)
Tayang: 17 Mei 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 22 Oktober 2007)
Tayang: 08 Juni 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 September 2007)
Tayang: 18 Januari 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 02 September 2013)
Tayang: 06 Oktober 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 26 Maret 2007)
Tayang: 02 Oktober 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin, 13 Oktober 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 13 Desember 2017

Kita masih membaca di dalam kitab Wahyu 2: 9-10
Wahyu 2: 9, 10,
9. Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu -- namun engkau kaya -- dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.
10. Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Inilah keadaan sidang jemaat di Smirna (gambaran sidang jemaat bangsa kafir atau sidang jemaat akhir zaman), yaitu dalam kemiskinan, kesusahan secara jasmani, difitnah dan lain sebagainya, tetapi kaya secara rohani. Pada ay 10, mereka mengalami puncak penderitaan yaitu dalam suasana penjara (iblis memasukkan dalam suasana penjara), dicobai, dan mengalami kesusahan selama sepuluh hari. Dalam ibadah kemarin sudah dibahas tentang kesusahan selama sepuluh hari, dialami juga oleh Daniel (agar dapat hidup suci dan menerima hikmat dari TUHAN), juga dialami oleh Ribka (agar dapat tergembala dan menjadi mempelai wanita atau isteri dari Ishak).

Selanjutnya kita masih membahas sidang jemaat Smirna yang masuk dalam penjara, dicobai dan beroleh kesusahan selama sepuluh hari, artinya penderitaan daging (sengsara daging) bersama dengan YESUS agar dapat menerima kasih ALLAH. Angka sepuluh mengingatkan pada dua loh batu (sepuluh hukum ALLAH = kasih ALLAH).

Kasih ALLAH itu penting! Sebab di akhir zaman justru kasih menjadi dingin.
Matius 24: 12, Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

Perikopnya: khotbah tentang akhir zaman

Kalau kasih menjadi dingin, maka kedurhakaan bertambah. Kita sangat membutuhkan kasih ALLAH, sebab di akhir zaman akan terjadi krisis kasih (krisis terbesar; kasih menjadi dingin, beku seperti es, keras hati) dan api kedurhakaan semakin meningkat, sehingga mengakibatkan penghukuman TUHAN jatuh atas dunia akhir zaman. TUHAN ijinkan menderita dalam penjara, mengalami kesusahan sepuluh hari, bukan untuk hancur, tetapi supaya dapat menerima kasih ALLAH. Hal ini sudah dinubuatkan dalam kitab Keluaran 9, salah satu hukuman TUHAN atas Mesir (waktu bangsa Israel akan keluar dari Mesir), yaitu hujan es dan api yang menyambar-nyambar.

Keluaran 9: 23,24,
23. Lalu Musa mengulurkan tongkatnya ke langit, maka TUHAN mengadakan guruh dan hujan es, dan apipun menyambar ke bumi, dan TUHAN menurunkan hujan es meliputi tanah Mesir.
24. Dan turunlah hujan es, beserta api yang berkilat-kilat di tengah-tengah hujan es itu, terlalu dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di seluruh negeri orang Mesir, sejak mereka menjadi suatu bangsa.

Ini tulah ketujuh. Saat bangsa Israel hendak keluar dari Mesir, maka terjadi tulah (hukuman) hujan es dan api yang menyambar-nyambar. Nanti di akhir zaman akan terjadi lagi (sudah dinubuatkan). Kita bandingkan dengan Wahyu 16:17, 21

Wahyu 16: 17, 21,
17. Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: "Sudah terlaksana."
21. Dan hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia menghujat Allah karena malapetaka hujan es itu, sebab malapetaka itu sangat dahsyat.

Ay 17 => 'malaikat yang ketujuh' => hukuman ke tujuh.

Ay 21 => 'hujan es besar, seberat seratus pon' => seratus pon = lima puluh kilogram.

Pada akhir jaman saat gereja TUHAN hendak keluar dari bumi untuk bertemu TUHAN di awan-awan yang permai, akan terjadi hujan es yang dahsyat (lima puluh kilogram), juga disertai dengan api (dulu bangsa Israel mau keluar dari Mesir terjadi hujan es bercampur api yang menyambar-nyambar). Hukuman ke tujuh dalam Wahyu ini, berupa hujan es. Nanti juga ditambah dengan api yang menyambar dari langit (2 Petrus 3:10).

Jadi ini sama persis, dulu ketika bangsa Israel hendak keluar dari Mesir, Mesir menghadapi hukuman hujan es dan api yang menyambar. Nanti gereja TUHAN pada akhir jaman akan keluar dari dunia untuk bertemu dengan TUHAN dengan terangkat keawan-awan yang permai, maka dunia akan menghadapi hukuman hujan es ditambah dengan api yang menyambar.

2 Petrus 3: 10, Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

Ay 10 => 'unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api' => juga ada nyala api

Jadi ini sama; sudah dinubuatkan di dalam kitab Keluaran. Semoga kita dapat mengerti.

Biarlah sekarang ini kita harus memelihara kasih ALLAH dalam kehidupan kita (rela menderita selama sepuluh hari), supaya kita tidak ditimpa oleh hujan es dan nyala api dari langit = kita selamat. Jangan sampai dingin dan jangan sampai durhaka! Sebab nanti akan banyak terjadi kedurhakaan; baik dalam nikah, ibadah dan sebagainya. TUHAN begitu Baik, kalau Dia menyatakan hukuman kepada dunia, maka DIa juga memberikan tempat yang aman. Tinggal kita mau atau tidak mau. Kalau ada orang yang sampai dihukum oleh TUHAN, itu salahnya sendiri (dia keras hati; benar-benar beku hatinya). Semoga kita dapat mengerti.

Ada tiga tempat untuk memelihara kasih ALLAH (tempat yang aman dari hukuman hujan es dan api yang menyala), yaitu:

  1. Keluaran 9: 18,19,
    18. Sesungguhnya besok kira-kira waktu ini Aku akan menurunkan hujan es yang sangat dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di Mesir sejak Mesir dijadikan sampai sekarang ini.
    19. Oleh sebab itu, ternakmu dan segala yang kaupunyai di padang, suruhlah dibawa ke tempat yang aman; semua orang dan segala hewan, yang ada di padang dan tidak pulang berkumpul ke rumah, akan ditimpa oleh hujan es itu, sehingga mati."

    Tempat pertama: nikah rumah tangga. Biarlah dihari-hari ini kita memperhatikan nikah rumah tangga kita masing-masing. Disinilah tempat yang aman dari hukuman TUHAN yang ketujuh (hujan es dan api yang menyambar).

    Praktik memelihara kasih ALLAH di dalam nikah rumah tangga:


    • Kolose 3: 18, Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.

      Ini dimulai dari isteri (dalam Efesus juga dimulai dari isteri), sebab yang bersalah dahulu adalah Hawa. Jadi isteri ini yang harus terlebih dahulu memperbaiki. Kalau terjadi sesuatu di dalam rumah tangga isteri terlebih dahulu yang harus memperbaiki nikah. Praktiknya: isteri tunduk kepada suami dalam segala sesuatu. Inilah memelihara kasih ALLAH di dalam nikah rumah tangga.

      Kalau isteri tidak tunduk atau melawan suami berarti kasihnya sudah dingin, beku seperti es, hatinya keras dan ada api pendurhakaan. Inilah yang akan dihukum oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

      Contoh penundukan seorang isteri adalah Sarah (1 Petrus 3). Sarah ini tetap tunduk kepada Abraham sekalipun diberikan kepada laki-laki lain (sebanyak dua kali), maka TUHAN membela Sarah dan membukakan pintu rahim Sarah yang mandul (ada pembukaan pintu masa depan yang indah sampai pembukaan pintu surga atau pintu keselamatan). Selama isteri masih tunduk kepada suami (masih ada kasih ALLAH), maka rumah tangga selamat (ada pembelaan TUHAN; ada pembukaan pintu masa depan dan pembukaan pintu surga). Semoga kita dapat mengerti.

      Penundukan adalah central dari pengajaran tabernakel => 'hendaklah kamu membuat ...' Inilah tunduk! Isteri yang tunduk jangan takut akan diinjak-injak' oleh suami. Tidak! Sebab TUHAN Yang akan membela.


    • Kolose 3:19, Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.

      Praktiknya: suami mengasihi isteri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar kepada isteri. Seringkali suami perkataannya kasar. Isteri yang bagaikan bejana tanah liat yang lemah. Kalau suami berkata kasar, maka bejana tanah liat (isteri) bisa retak (hatinya retak). Kalau hanya retak masih bisa dipulihkan lewat permohonan ampun dari suami. Tetapi kalau kasarnya lewat perbuatan (memukul dan sebagainya), membuat hati isteri hancur berkeping-keping seperti bejana yang dibanting. Ini sangat sulit untuk dipulihkan, kecuali hanya oleh kemurahan TUHAN yang besar. Kita sebagai suami harus berhati-hati.

      Kaum muda kalau TUHAN sudah berkati berpacaran, mari jaga. Kalau masa pacaran sudah dipukul-pukul, saya bilang => 'Jangan menikah, kalau masih pacaran sudah dipukul, nanti kalau sudah menikah bisa ditendang-tendang' Inilah praktik memelihara kasih, nomor satu didalam rumah tangga. Rumah tangga adalah tempat yang paling aman. Semoga kita dapat mengerti.

      Sedangkan mengasihi atau kasih adalah central dari pengajaran Mempelai. Tadi central dari pengajaran tabernakel adalah kehendak TUHAN (tunduk). Jika digabungkan: isteri tunduk kepada suami dan suami mengasihi isteri seperti diri sendiri, maka:


      • Nikah menjadi satu,
      • Kita dipercaya untuk membawa (memberitakan, bersaksi) tentang Kabar Mempelai (pengajaran Mempelai dalam terang tabernakel),
      • Nikah menjadi rumah doa.
        Matius 18: 19, Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

        Ay 19 => 'Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat' => Dua orang = suami isteri. Sepakat = satu hati (kesatuan). Isteri tunduk dan suami mengasihi => inilah satu hati, maka nikah menjadi rumah doa, dan doa dijawab oleh TUHAN dan kita berbahagia. Kita tidak menjadi sarang penyamun. Kalau menjadi sarang penyamun, akan susah payah. Semoga kita dapat mengerti.

        Ada banyak masalah dalam nikah, contohnya: suami sakit atau isteri sakit itu masalah. Kurang uang, juga masalah. Tetapi masalah yang terberat dalam nikah adalah:


        1. Jika nikah tidak menjadi satu. Kalau nikah menjadi satu dan menjadi rumah doa, ada masalah yang berat, suami istri berdoa bersama-sama, maka TUHAN akan menjawab doa suami dan istri itu.


        2. Terjadi perceraian, mungkin secara diam-diam (tidak memakai surat cerai). Masih satu rumah, satu tempat tidur, tetapi sudah dingin. Contohnya: Yusuf hendak menceraikan Maria secara diam-diam. Inilah perceraian hati atau diam-diam (hati sudah tawar, hati sudah dingin). Sampai kepada perceraian dengan surat cerai (perceraian secara sah).Kalau terjadi perceraian dalam nikah (kepala dan tubuh berpisah), berarti rohaninya mati. Suami = kepala. Isteri = tubuh. Sebab kalau sudah bercerai, lalu menikah lagi dengan yang lain, berarti sudah mati rohani/berbuat dosa, maka kerohanian akan menjadi busuk Mati rohani (terjadi perceraian) itu serasa di neraka, lalu menikah dengan yang lain (busuk) berarti sudah di neraka. Kita harus benar-benar berhati-hati. Pelihara kasih ALLAH di dalam nikah rumah tangga, baik sebagai suami, isteri dan anak.


    • Kolose 3: 20, Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.

      Praktiknya: anak tunduk dan dengar-dengaran kepada orang tua. Kaya, pandai, belum tentu indah hidupnya (banyak orang kaya yang susah). Kalau taat pada orang tua, itulah yang indah hidupnya. Sekalipun kaum muda tidak memiliki potensi yang hebat secara jasmani (tidak terlalu pandai, tidak terlalu kaya), tetapi kalau taat dengar-dengaran kepada:


      • Orang tua yang benar di rumah (halaman tabernakel),
      • Orang tua rohani yang benar (gembala yang benar),
      • Gembala Agung/ TUHAN/ Firman pengajaran yang benar (ruangan maha suci),Maka TUHAN lah yang akan memberikan masa depan yang indah. Tidak perlu ragu-ragu! Sebaliknya, kalau punya potensi yang hebat di dunia, tetapi tidak taat dengar-dengaran, justru potensi yang hebat itulah yang akan menggantung hidupnya (terkatung-katung diantara langit dan bumi; tidak ada masa depan yang indah). Contohnya adalah Absalom. Dia hebat (memiliki potensi di dunia); anak raja. Tetapi dia tidak taat, sehingga terkatung-katung hidupnya (tergantung diantara langit dan bumi).


      2 Samuel 14: 25,26,
      25. Di seluruh Israel tidak ada yang begitu banyak dipuji kecantikannya seperti Absalom. Dari telapak kakinya sampai ujung kepalanya tidak ada cacat padanya.
      26. Apabila ia mencukur rambutnya -- pada akhir tiap-tiap tahun ia mencukurnya karena menjadi terlalu berat baginya -- maka ditimbangnya rambutnya itu, dua ratus syikal beratnya, menurut batu timbangan raja.

      Ay 25 => 'Di seluruh Israel tidak ada yang begitu banyak dipuji seperti Absalom' => berwajah tampan.
      Ay 26 => 'Apabila ia mencukur rambutnya ' => Spesialis pada rambutnya.

      Absalom ini anak raja, tampan, rambutnya bagus. Inilah potensi di dunia, begitu dia melawan ayahnya, dia terkatung-katung. Potensi-potensi (yang diharapkan) itulah yang menggantung hidupnya.

      2 Samuel 18: 9, Kebetulan Absalom bertemu dengan orang-orang Daud. Adapun Absalom menunggangi bagal. Ketika bagal itu lewat di bawah jalinan dahan-dahan pohon tarbantin yang besar, tersangkutlah kepalanya pada pohon tarbantin itu, sehingga ia tergantung antara langit dan bumi, sedang bagal yang dikendarainya berlari terus.

      Ay 9 => 'Adapun Absalom menunggangi bagal' => memiliki tunggangan. Kalau sekarang mempunyai mobil, ini luar biasa.
      'sehingga ia tergantung antara langit dan bumi' => ini terkatung-katung; hidupnya terkatung-katung artinya tidak indah sampai dengan binasa untuk selamanya.

      Ini penting sekali! Mengapa TUHAN ijinkan sidang jemaat Smirna harus dipenjara, mengalami kesusahan? Inilah penderitaan daging bersama dengan YESUS, untuk menerima kasih ALLAH. Inilah yang sangat dibutuhkan, sebab diakhir zaman terjadi krisis terbesar, itulah krisis kasih. Kasih menjadi dingin, beku dan kedurhakaan bertambah-tambah (api kedurhakaan menyambar-nyambar), sehingga menarik penghukuman TUHAN atas dunia. Ini sudah terjadi saat bangsa Israel akan keluar dari Mesir dan sekarang akan terjadi lagi. Sebab itu mari pada saat ini, kita memohonkan kasih ALLAH dan kita memelihara kasih ALLAH. Ada tiga tempat untuk memelihara kasih ALLAH. Nomor satu adalah rumah tangga. Mari dijaga! Semoga kita dapat mengerti.


    • Kolose 3: 21, Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

      Inilah sikap orang tua terhadap anak. Praktiknya: orang tua jangan membuat anak menjadi tawar hati.

      Membuat anak tawar hati artinya:


      • Orang tua memaksakan kehendak kepada anak yang tidak sesuai dengan Firman ALLAH. Terutama soal jodoh, hati-hati! Kalau terus dipaksa, maka hati anak dapat menjadi tawar.


      • Orang tua yang mengikuti kehendak anaknya yang tidak sesuai Firman ALLAH (tidak pernah menegor atau menasihati). Contohnya seperti imam Eli terhadap anak-anaknya. Sudah tahu anaknya tidak benar dalam pelayanan, dibiarkan saja. Akhirnya terjadi ikabot = tidak ada kemuliaan ALLAH, yang ada hanyalah hukuman ALLAH.


    Mari bersungguh-sungguh dihari-hari ini. Tempat pemeliharaan kasih ALLAH itu didalam rumah tangga. Orang tua yang benar adalah orang tua yang mendidik anak-anaknya sesuai dengan Firman pengajaran yang benar. Sekalipun keras, tetapi sesuai dengan Firman pengajaran yang benar, maka TUHAN akan membela. Semoga kita dapat mengerti.

    Inilah tempat yang pertama. Sementara di dunia akan terjadi krisis kasih yang besar (nyala api kedurhakaan yang berkobar-kobar), TUHAN nenberikan tempat yang aman, nomor satu adalah memelihara kasih ALLAH di dalam nikah rumah tangga.


  2. Keluaran 9: 25, 26,
    25. Hujan es itu menimpa binasa segala sesuatu yang ada di padang, di seluruh tanah Mesir, dari manusia sampai binatang; juga segala tumbuh-tumbuhan di padang ditimpa binasa oleh hujan itu dan segala pohon di padang ditumbangkannya.
    26. Hanya di tanah Gosyen, tempat kediaman orang Israel, tidak ada turun hujan es.

    Kita belajar dari kegenapan nubuat yang sudah terjadi yaitu jaman Israel akan keluar dari Mesir, ini menunjuk jaman sekarang dimana kita akan keluar dari dunia untuk bertemu dengan TUHAN di awan-awan yang permai. Mari kita pelajari sungguh-sungguh.

    Tempat kedua: Gosyen; sekarang menunjuk kandang penggembalaan. Firaun (setan) sendiri mengakui, dari semua tanah di Mesir, yang paling baik adalah penggembalaan. Oleh sebab itu setan mau merusak penggembalaan di akhir jaman ini. Gembalanya terlebih dahulu dirusak. Itu sebabnya kita harus hati-hati!

    Kejadian 47: 6, Tanah Mesir ini terbuka untukmu. Tunjukkanlah kepada ayahmu dan kepada saudara-saudaramu tempat menetap di tempat yang terbaik dari negeri ini, biarlah mereka diam di tanah Gosyen. Dan jika engkau tahu di antara mereka orang-orang yang tangkas, tempatkanlah mereka menjadi pengawas ternakku."

    Firaun mengakui, dari tanah Mesir semuanya yang terbaik adalah Gosyen. Setan mengakui, tidak ada tempat terbaik di dunia ini kecuali tanah Gosyen (penggembalaan). Oleh sebab itu setan berusaha menghancurkan sistem penggembalaan. Siapa yang dipukul (dibunuh rohaninya)? Gembalanya terlebih dahulu. Kalau kita sudah tergembala, maka setan tidak dapat berbuat apa-apa. Kalau gembala dibunuh (mati rohaninya), maka domba-domba tercerai berai. Gembala akan mati rohaninya, jikalau tidak memberi makan sidang jemaat. Selanjutnya, domba-domba juga tercerai berai (mati rohaninya). Kita harus berhati-hati. Semoga kita dapat mengerti.

    Itu sebabnya kita semuanya harus tergembala. Mulai dari gembala harus tergembala. Guru, rasul, nabi, penginjil juga harus tergembala. Ini lima jabatan pokok. Juga ada jabatan yang lainnya: pemain musik, penerima tamu dan sebagainya juga harus tergembala. Domba-domba harus tergembala. Jadi siapa yang harus tergembala? Semuanya harus tergembala dengan benar dan baik. Semoga kita dapat mengerti.

    Ada juga penggembalaan yang tidak benar sebab ada gembala pandir, ada gembala pedagang. Ini penggembalaan tetapi tidak benar. Pandir artinya bodoh tetapi merasa pandai (mau lebih pandai dari TUHAN). Apa itu? Dengan menambah mengurangi ayat-ayat dalam alkitab. Bukan dibukakan rahasianya, tetapi ditambah dikurangi. Kalau TUHAN (Firman) mengatakan => 'tidak boleh' Gembala bilang => 'bolehlah, sebab karena begini. Inilah gembala pandir, hanya supaya jemaat (domba-domba) senang. Kalau gembala pedagang, bukan memberi makan domba, tetapi menjadi manager (menjual dombanya). Datangkan orang, lalu dijual => 'ayo, berapa malam ini?' Sebab itu jangan sakit hati, kalau saya sebut => 'tergembala dengan benar dan baik' Jangan => 'uh sedikit-sedikit benar..' Memang harus! Mari tergembala dengan benar dan baik.

    Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam penggembalaan yang benar dan baik yaitu:


    • Kandang penggembalaan = ruangan suci. Ada tiga macam alat dalam ruangan suci, ini menunjuk ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Ini diulang-ulang supaya kita diberikan kesempatan untuk praktik. Diulang supaya yakin (ada kepastian iman) dan dapat mempraktikan Firman.

      Ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


      • Pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya (kebaktian umum). Ini persekutuan di dalam ALLAH Roh Kudus dengan karunia-karunia-Nya.
      • Meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Ini persekutuan dengan Anak ALLAH di dalam Firman pengajaran dan Kurban Kristus.
      • Mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Ini persekutuan dengan ALLAH Bapa di dalam kasih-Nya.


      Inilah kandang penggembalaan, tempat yang paling aman dan setan tidak dapat menjamah kita. Saya sering menerangkan, kalau kita berada dalam kandang penggembalaan (ketekunan dalam tiga macam ibadah), maka tubuh, jiwa, roh kita melekat kepada ALLAH Tritunggal, sehingga setan tidak dapat menjamah, setan tidak dapat merebut kita dari Tangan Gembala Agung. Inilah yang sesungguhnya.

      Mari kita berdoa, supaya kita sungguh-sungguh berada di tempat yang aman. Jangan berspekulasi. Saya dulu menjadi guru, ada beban berat kalau ada murid yang tidak naik kelas, sebab itu saya tidak mau berspekulasi (untung-untungan). Apalagi terhadap hal yang rohani, cari yang benar-benar save (cari yang pasti) , sebab ini persoalan nyawa. Kalau persoalan jasmani saat gagal masih bisa. Kalau persoalan nyawa, tidak ada kesempatan lagi. Biarlah tubuh, jiwa, roh kita melekat pada ALLAH Tritunggal = berada di dalam Tangan Gembala Agung dab kita tidak dapat direbut atau dijamah oleh setan tritunggal (aman). Semoga kita dapat mengerti.

      Untuk masuk dalam kandang memang melalui pintu sempit, bukan pintu yang lebar => Yohanes 10: 1,9, 10,
      1. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
      9. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
      10. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

      Ay 1 => Kalau tidak mau melewati pintu (hanya loncat-loncat, kadang datang, kadang tidak datang) berarti bukan gembala dan bukan domba, tetapi pencuri dan perampok. Statusnya sama. Mari kita bersungguh-sungguh.

      Jadi agar dapat masuk dalam ruangan suci (kandang penggembalaan) harus melalui pintu sempit (penderitaan bagi daging, sakit bagi daging). Contohnya: dari kuliah/bekerja harus masuk ibadah, itulah pintu sempit. Dibalik pintu yang sempit ada hidup berkelimpahan, yaitu:


      • Kita dipelihara langsung oleh TUHAN (Gembala Agung) sampai selalu mengucap syukur (tidak ada persungutan). Hidup berkelimpahan bukanlah berjuta-juta, sebab bukan itu ukurannya. Biarpun berjuta-juta, kalau bersungut-sungut, itu belum berkelimpahan. Mungkin kata orang hanya sedikit, tetapi kalau kita mengucap syukur, itulah kelimpahan.


      • Hidup berkelimpahan itulah Kanaan yang penuh susu dan madu (Kanaan itu suatu kegerakan), artinya kehidupan yang dipakai oleh TUHAN dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir (pembangunan Tubuh Kristus).


      • Hidup berkelimpahan itulah Kanaan Samawi artinya hidup kekal selama-lamanya. Inilah masuk pintu sempit. Semoga kita dapat mengerti.


      Hati-hati, sebab ada sistem penggembalaan palsu. Setan menciptakan sistem penggembalaan palsu, yaitu menawarkan kelimpahan hidup secara jasmani, sehingga tidak mau masuk pintu yang sempit (baik gembala dan domba sama-sama beredar-edar). Inilah sistemnya setan. Kalau domba beredar-edar atau mencari makan sendiri tidak akan bertemu Gembala Agung (kalau di kandang akan bertemu Gembala Agung), tetapi bertemu dengan binatang buas (dalam surat Petrus 'bertemu dengan singa'; binatang buas yang selalu berjalan keliling) dan akan ditelan (dibinasakan). Kalau beredar akan jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa dan disesatkan oleh ajaran-ajaran palsu. Semoga kita dapat mengerti.

      Jika gembala beredar-edar (tidak mau memberi makan jemaat, tetapi orang lain yang memberi makan), maka dia sedang memasukkan singa di dalam kandang pengembalaan yang akan menelan, menghancurkan, membinasakan domba-domba (jatuh dalam dosa sampai puncak dosa, sampai disesatkan oleh ajaran palsu). Semoga kita dapat mengerti.

      Posisi kita ini sama => baik gembala dan domba sama dihadapan TUHAN. Sama-sama bertanggung jawab dihadapan TUHAN dan harus masuk pintu sempit. Kalau tidak, berarti pencuri, perampok (beredar-edar) dan akan dihancurkan oleh setan. Semoga kita dapat mengerti.


    • Suara gembala.
      Yohanes 10: 3, Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

      Ay 3 => 'penjaga' => gembala.
      'mendengarkan suaranya' => suara gembala.

      Perhatikan suara gembala, jangan perhatikan suara asing. Kalau ada suara asing, kita harus lari.
      Suara gembala = Firman penggembalaan, yaitu: Firman pengajaran yang benar yang dipercayakan oleh TUHAN kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat (domba-domba) dengan


      • setia,
      • teratur,
      • berkesinambungan dan
      • diulang-ulang untuk menjadi makanan bagi sidang jemaat (domba-domba). Jangan makan makanan yang tidak benar atau racun, sebab semuanya dapat mati. Makanan bayi saja ada yang untuk dibawah satu tahun (satu bulan, lima bulan), dua tahun, ini teratur sekali (ada aturannya). Apalagi makanan yang rohani, harus secara teratur, berurutan seperti makanan bayi. Hanya gembala (ibunya) yang mengetahuinya. Semoga kita dapat mengerti.


      Perhatikan Firman penggembalaan (suara gembala), sebab inilah makanan kita. Firman penggembalaan seperti air susu ibu yang murni dan rohani.

      1 Petrus 2: 2, Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

      Firman penggembalaan seperti air susu ibu yang murni dan rohani.

      Murni artinya:


      • benar,
      • tertulis dalam alkitab,
      • diwahyukan oleh TUHAN (dibukakan rahasianya oleh TUHAN), yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain.


      Rohani artinya dalam urapan Roh Kudus. Bukan urakan dan lain-lain, tetapi dalam urapan Roh Kudus.

      Jika Firman penggembalaan murni (benar) dan bersifat rohani (dalam urapan Roh Kudus), maka sidang jemaat dapat menikmati Firman penggembalaan. Seorang ibu (gembala) tugasnya adalah menyusui (memberi makan). Kalau ibu tidak mau menyusui dengan alasan apa saja = dia egois (mementingkan diri sendiri). Mungkin alasannya karena kecantikan (supaya tetap cantik maka tidak mau menyusui), inilah egois. Pengecualian kalau ada suatu kelainan. Tugas bayi (domba-domba) adalah menyusu air susu ibu (makan Firman penggembalaan). Ibu yang tidak mau memberi makan, itu egois. Kalau domba-domba tidak mau makan Firman penggembalaan, itu egois juga. Semoga kita dapat mengerti.

      Egois artinya:


      • tanpa kasih;
      • tidak ada kasih kepada ALLAH dan tidak ada kasih kepada sesama. Inilah yang bahaya; musim dingin rohani, kita harus berhati-hati. Semoga kita dapat mengerti.


    Kita berada dalam kandang penggembalaan, baik. Hati-hati!! setan masih mengejar. Yudas terkena. Yudas tidak dapat makan. YESUS berkata => 'Siapa yang mencelupkan roti ini bersama Aku dalam pinggan, dialah itu' Seharusnya Yudas sadar (makan Firman) => 'aduh, saya TUHAN yang mau menjual TUHAN (mau menyerahkan TUHAN), ampuni saya' Beres. Tetapi Yudas berkata => 'bukan aku' = tidak dapat makan. Inilah egois; tanpa kasih (tidak mengasihi TUHAN dan tidak mengasihi sesama. Jadi gembala yang tidak memberi makan, berarti tanpa kasih (tidak mengasihi TUHAN dan tidak mengasihi sesama). Demikian juga domba-domba (sidang jemaat) yang tidak mau makan. Semoga kita dapat mengerti.

    Tanpa kasih inilah musim dingin rohani = benar-benar durhaka. Akibatnya:


    • tidak mengalami pertumbuhan rohani atau
    • tidak mengalami pembaharuan (keubahan hidup).


    2 Timotius 3: 1 - 5,
    1.Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
    2. (1)Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan (2)menjadi hamba uang. (3)Mereka akan membual dan (4)menyombongkan diri, (5)mereka akan menjadi pemfitnah, (6)mereka akan berontak terhadap orang tua dan (7)tidak tahu berterima kasih,(8)tidak mempedulikan agama,
    3. (9)tidak tahu mengasihi, (10)tidak mau berdamai, (11)suka menjelekkan orang, (12)tidak dapat mengekang diri, (13)garang, (14)tidak suka yang baik,
    4. (15)suka mengkhianat, (16)tidak berpikir panjang, (17)berlagak tahu, (18)lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
    5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

    Ay 1 => inilah keadaan akhir zaman.
    Ay 2 => 'Manusia akan mencintai dirinya sendiri' => egois. Kalau gembala tidak mau memberi makan, egois. Jemaat tidak mau makan Firman penggembalaan, egois juga. Manusia yang tidak berubah atau tidak mengalami pertumbuhan rohani nomor satu yaitu egois. Selanjutnya bersamaan dengan egois, ada tujuh belas hal yang lainnya.

    'menjadi hamba uang' => manager. Gembalanya menjadi manager. Domba-domba yang datang beribadah hanya mencari berkat jasmani (uang dan sebagainya). Inilah hamba uang, tidak menjadi hamba TUHAN lagi. Jadi dari makanan terlebih dahulu. Kalau soal makanan egois, maka semuanya akan egois (daging semuanya; tidak ada yang bernilai rohani; tidak ada pertumbuhan rohani).
    'tidak mempedulikan agama' => mencampur adukkan agama, mempelajari agama lain.

    Ay 4 => 'lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah' => tidak taat dengar-dengaran = tidak mengasihi TUHAN. TUHAN berkata => 'Siapa mengasihi AKu, dia akan menuruti perintah-Ku' Inilah taat. Kalau tidak taat, berarti tidak mengasihi TUHAN (tanpa kasih). Jadi dari awal sudah egois, akhirnya tanpa kasih (tidak taat). Semoga kita dapat mengerti.

    Kalau tanpa kasih, tidak mengalami pertumbuhan rohani, tidak mengalami pembaharuan, tetap mempertahankan manusia darah daging (manusia darah daging tanpa kasih ALLAH) dengan delapan belas sifat daging, sehingga dicap 666, menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan untuk selamanya. Diluar kandang hanya seperti ini. Yang di dalam kandang hati-hati, jangan seperti Yudas yang juga dicap oleh antikris. Ini karena tidak dapat makan Firman (egois).

    Mari semuanya berdoa. Doakan kami sebagai gembala supaya sungguh-sungguh dalam memberi makan dengan makanan enak yang dapat dimakan yaitu air susu yang murni (tertulis dalam alkitab, diwahyukan, dibukakan rahasianya, diilhamkan oleh TUHAN, ayat yang satu menerangkan ayat yang lain) dan bernilai rohani (dalam urapan Roh Kudus). Inilah yang dapat dinikmati oleh jemaat (enak). Jemaat jangan keras hati, mari makan Firman. Bekerja sama, supaya kita tidak egois. Kalau egois, berarti tidak tergembala = diluar kandang penggembalaan, sehingga tanpa kasih, hanya ada delapan belas sifat tabiat daging, dicap 666, menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan selamanya. Mari tergembala dengan benar dan baik, sebab ada kelimpahan.

    Perhatikan rumah tangga, sebab ada kepercayaan TUHAN kepada kita. Firman pengajaran juga dilihat dalam nikah. Pembawa berita Kabar Mempelai, nikah mereka benar-benar disorot oleh TUHAN tetapi juga disorot oleh setan (mau dihancurkan). Yang dipercaya yaitu suami yang mengasihi dan isteri yang tunduk. Ada kehendak TUHAN, ada kasih TUHAN, inilah yang dipercaya untuk memberitakan maupun menyaksikan Kabar Mempelai. Era keledai muda, yaitu kaum muda akan ditunggangi oleh TUHAN (dipakai dalam kegerakan Kabar Mempelai), sebab itu jaga nikah, jaga pergaulan. Pengerja-pengerja lulusan Lempin-El juga harus menjaga ini. Kalau dalam hal ini kita lemah, maka kita tidak dapat dipakai oleh TUHAN. TUHAN menolong kita semuanya. Mari nikah dijaga, juga masuk penggembalaan (tempat memelihara kasih ALLAH). Memang bagaikan masuk pintu sempit, tetapi dibaliknya ada hidup berkelimpahan, ada pemakaian TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.


  3. Roma 5: 5, Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

    Ay 5 => 'karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita' => inilah tempat pemeliharaan kasih ALLAH; tempat yang aman dari hukuman TUHAN (hukuman hujan es dan api yang menyambar-nyambar).

    Tempat ketiga: di dalam hati kita masing-masing. Tadi yang pertama dalam nikah, kemudian dalam penggembalan, lalu di dalam pribadi kita masing-masing (dalam hati kita masing-masing). Jaga hati kita, sebab hati kita merupakan tempat pemeliharaan kasih ALLAH.

    Hati yang bagaimana yang dapat memelihara kasih ALLAH?
    Matius 11: 28 -3 0,
    28. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
    29. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
    30. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

    Saat-saat penderitaan seperti sidang jemaat Smirna yang diijinkan oleh TUHAN untuk:


    • masuk penjara,
    • dicobai,
    • mengalami kesusahan,
    • mengalami penderitaan bersama TUHAN), mari kita belajar kepada YESUS di kayu salib. Saat-saat mengalami penderitaan secara daging, maka saatnya kita belajar kepada YESUS di kayu salib Yang rendah hati dan lemah lembut, sehingga kita juga memiliki hati yang rendah dan lemah lembut.


    Mari belajar kepada YESUS! Hati-hati banyak yang salah, dalam penderitaan justru keras seperti batu. Ditegor sedikit => 'aku tidak salah' kita janganmelakukan hal seperti ini. Sebab justru dalam penderitaan kita belajar kepada YESUS di kayu salib, saat menderita di kayu salib YESUS tidak marah, kalau TUHAN marah, gawat. Tetapi Dia mengatakan => 'ampunilah mereka' Ini lembut. Kalau TUHAN mengatakan => 'mati' semuanya dapat hancur dan mati. Justru dalam penderitaan Dia rendah hati dan lemah lembut. Demikian juga kita sekarang, rendah hati dan lemah lembut dalam penderitaan apapun juga.

    Juga tidak menutup kemungkinan saat kita dalam keberhasilan. Dalam penderitaan atau dalam keberhasilan kita belajar kepada YESUS di kayu salib Yang rendah hati dan lemah lembut, sehingga kita juga dapat memliki hati yang rendah dan lemah lembut. Sebab ada orang berhasil tetapi keras dengan berkata: 'buktinya, buktinya aku berhasil, buktinya TUHAN memberkati...' kehidupan itu tidak mengetahui kalau setan yang menggoda dia. Kami juga sebagai hamba TUHAN dalam keadaan berhasil, bertambah keras => 'buktinya, buktinya' Jangan!

    Rendah hati artinya:


    • Kemampuan untuk mengaku dosa-dosa kepada TUHAN (vertikal) dan kepada sesama (horizontal). Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Kalau menyalahkan orang itu = keras.


    • Kemampuan untuk mengakui segala kegagalan-kegagalan kita, sekaligus dapat mengakui kelebihan atau keberhasilan orang lain. Jangan iri hati kepada kelebihan orang lain, tetapi kita meniru (secara sehat) => 'bagaimana ya dia dapat berhasil? Ternyata dia begini' Inilah kerendahan hati.


    Lemah lembut adalah:


    • Kemampuan untuk menerima Firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang keras. Sekeras apapun Firman TUHAN, kita dapat menerima. Inilah orang yang dapat diharapkan. Kalau menolak Firman yang keras, akan menjadi seperti Yudas, biarpun hebat, tidak dapat diharapkan. Sekalipun kita tidak hebat, tetapi jika kita rendah hati (dapat mengaku dosa, mengakui kegagalan kita, mengakui keberhasilan orang lain), maka orang semacam ini dapat maju. Jika sudah bersalah, masih menyalahkan orang lain, biarpun hebat, tidak ada harapan. Demikian juga lemah lembut. Kalau masih dapat menerima Firman yang keras, yang tajam, maka masih ada harapan. Mungkin dia sangat najis, tetapi masih ada harapan untuk dipakai oleh TUHAN. Biar sangat suci, kalau tidak dapat menerima Firman, maka tidak ada harapan, sebentar lagi dia jatuh seperti Yudas.


    • Kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya/ jangan diungkit-ungkit lagi.


    Istilahnya yaitu 'belajar' Belum tentu lulus. Saya juga dalam tahap belajar. Kalau lulus, nanti sudah menjadi seperti YESUS. Sekarang masih belajar, yang namanya belajar terkadang ada soal yang mudah, tetapi satu waktu => 'aduh...(hanya melihat langit)' Inilah namanya belajar. Mari terus belajar, lewat perjamuan suci kita belajar. Setiap menerima perjamuan suci => 'TUHAN saya seringkali belum rendah hati, saya seringkali belum dapat mengaku dosa, belum dapat mengakui kegagalan, bahkan menyalahkan orang, masih sombong, ampuni' Saya juga belajar bukan hanya saudara yang belajar soal lemah lembut ini.

    Kalau rendah hati dan lemah lembut, maka kita dapat:


    • menampung kasih ALLAH,
    • menyimpan kasih ALLAH,
    • diisi dengan kasih ALLAH (hati memelihara kasih ALLAH), sehingga kita mengalami kelegaan, ketenangan, dan damai sejahtera.


    Damai artinya tidak merasakan apa-apa lagi yang daging rasakan. Contohnya: daging yang kecewa, tidak merasakan lagi. Tadi dalam Roma 5 'pengharapan tidak mengecewakan'

    Kita tidak lagi merasa


    • kecewa,
    • tidak putus asa,
    • tidak bangga,
    • tidak najis (daging seringkali merasa najis),
    • tidak iri hati,
    • tidak pahit dan sebagainya, kita hanya mengasihi TUHAN lebih dari semuanya.


    Mari kita belajar saat ini.

Mengapa TUHAN mengijinkan sidang jemaat Smirna mengalami sepuluh hari di penjara dan menderita? supaya menerima angka sepuluh (kasih ALLAH). Sebab akhir zaman benar-benar terjadi krisis terbesar, yaitu krisis kasih (beku, dingin, kedurhakaan bagaikan api yang menyambar). Mari kita bertahan dalam kasih ALLAH. Tiga tempat:

  1. pertama dalam nikah rumah tangga, mari pertahankan.
  2. kedua penggembalaan. Tidak ada lagi yang sebaik Gosyen. Hati-hati sebab ada penggembalaan yang palsu, bukan pintu yang ditunjukkan => 'saudara diberkati' Sampai tidak mau masuk pintu. Hati-hati banyak yang palsu.


  3. ketiga, hati kita atau secara pribadi. Isteri saya tidak tahu hati saya, dan sebaliknya, semuanya kita tidak tahu, tetapi TUHAN lah yang tahu. Apa yang ada di hati, hanya TUHAN yang tahu. TUHAN menolong kita semuanya.

Jika hati sudah damai sejahtera, sudah diisi kasih ALLAH, hasilnya yaitu

  1. Matius 11: 29, 30,
    29. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
    30. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

    Ay 30 => 'kuk' => Kuk itu seperti nenggala. Kalau di Jawa ini sapi diberi kuk, dipakai untuk membajak di ladang (di ladang TUHAN). Kuknya ini enak dan ringan, sehingga tidak dicambuk. Kalau sapi biasanya dicambuk, karena kuknya terlalu berat, sehingga tidak mau jalan. Kita tidak perlu dicambuk (dihajar), karena enak dan ringan. Kalau hati damai, maka akan terasa enak dan ringan.

    Hasil pertama: kita dipakai dalam kegerakan hujan akhir/kegerakan pembangunan Tubuh Kristus dan pelayanan kepada TUHAN menjadi enak dan ringan. Kalau pelayanan sudah terasa enak dan ringan (mungkin sebenarnya berat, tetapi terasa enak dan ringan), maka semuanya menjadi enak dan ringan. Jadi tergantung pada ibadah pelayanan. Kalau ibadah pelayanannya sudah enak dan ringan, maka semua aspek hidup kita menjadi enak dan ringan.

    Kalau kita terus mengeluh => ini karena hati tidak merasa damai. Dengar baik-baik, Wijaya nomor satu, kalau sudah merasakan enak dan ringan terhadap pelayanan yang dipercayakan TUHAN kepada kita (apa saja pelayanannya), maka seluruh aspek kehidupan kita menjadi enak dan ringan. Cari yang damai, enak dan ringan, bukan enak dan ringan secara daging, tetapi hati damai. Biarpun orang mengatakan => 'berat sekali... bagaimana bisa?' Tetapi kita merasa enak dan ringan. Semoga kita dapat mengerti.

    Sekali lagi, saya mau teriak => 'kalau TUHAN percayakan kita pelayanan, bukanlah untuk memberatkan kehidupan kita, tetapi supaya kehidupan kita menjadi enak dan ringan' Tergantung apa yang ada di hatiku dan apa yang ada di hatimu. Kalau yang ada kasih ALLAH, biarpun orang mengatakan => 'wah terlalu berat' Kita akan merasa enak dan ringan, bahagia dan seluruh aspek kehidupan kita juga menjadi enak dan ringan. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Yohanes 21: 18, 19,
    18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
    19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

    Ay 15 => TUHAN berkata kepada Petrus sebanyak tiga kali => 'Simon adakah engkau mengasihi Aku?' Gembalakanlah domba-domba-Ku' Ini menunjuk kasih ALLAH.

    Tadi hasil pertama, kita dipakai oleh TUHAN, sehingga semuanya menjadi enak dan ringan. Hasil kedua: kita dapat mengulurkan tangan kepada TUHAN = taat dengar-dengaran kepada TUHAN, menyerah sepenuhnya kepada TUHAN apapun resiko yang harus kita hadapi dan Tangan Gembala Agung (Tangan berlubang paku) diulurkan kepada kita.

Mari, betapa enaknya jika dipakai TUHAN, hidup ini menjadi enak dan ringan. Kedua, kita hanya mengangkat tangan kepada TUHAN => 'terserah Engkau TUHAN' TUHAN yang memegang kita. Tidak perlu bingung. Saat Musa menghadapi laut Kolsom, TUHAN perintahkan kepada Musa => 'ulurkan tanganmu' Ini memang enak. Kalau perintah TUHAN => 'Musa buatlah kapal' Ini susah sekali. Yang enak dan ringan saja. Tidak bisa apa-apa, tinggal mengulurkan tangan kepada TUHAN. Pelayan TUHAN ulurkan tangan kepada TUHAN => 'terserah Engkau TUHAN, yang penting saya taat dengar-dengaran' TUHAN akan mengulurkan Tangan kepada kita.

Yesaya 40: 11, Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

Kita mengulurkan tangan kepada TUHAN = taat dengar-dengaran, menyerah sepenuh kepada TUHAN ('terserah Engkau TUHAN'), percaya kepada TUHAN, dan TUHAN mengulurkan Tangan kepada kita, maka:

  1. Tangan kasih Gembala Agung sanggup untuk menghimpunkan kita semuanya = menyatukan yang sudah tercerai berai. Mulai dari:


    1. Nikah kita disatukan. Serahkan nikah kepada TUHAN, maka nikah akan disatukan.
    2. Dalam penggembalaan kita menjadi satu,
    3. Antar penggembalaan menjadi satu,
    4. Sampai satu Tubuh Kristus yang sempurna. Kalau kita benar-benar memelihara kasih ALLAH di dalam rumah tangga, penggembalaan dan dalam hati, maka semuanya menjadi satu.


  2. Tangan Gembala Agung memangku kita ('anak-anak domba dipangku-Nya') = menanggung segala letih lesu, beban berat kita dan menyelesaikan semua masalah yang mustahil tepat pada waktu-Nya. Berapapun berat kita, kalau dipangku berarti semuanya ditanggung.


  3. Tangan Gembala Agung menuntun.
    Wahyu 7: 17, Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

    Ay 17 => 'Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu' akan menuntun sampai ke takhta TUHAN.

    Tangan Gembala Agung menuntun kita ke masa depan yang berhasil, indah, bahagia (air mata dihapuskan), sampai menuntun kita ke tempat penggembalaan terakhir, itulah takhta Yerusalem Baru. Tidak akan salah arah dan tidak akan tersesat.


  4. Tangan Gembala Agung menuliskan nama kita.
    Yohanes 10: 3, Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

    Suara Gembala memanggil kita sesuai dengan namanya masing-masing dan menuliskan nama kita di Yerusalem Baru. Nama Petrus sudah ditulis. Tadinya Petrus menyangkal TUHAN, setelah menerima kasih ALLAH, Petrus mengulurkan tangan kepada TUHAN dan Petrus dipegang oleh TUHAN; dihimpunkan sampai masuk kesatuan Tubuh Kristus, dipangku oleh TUHAN (segala letih lesu, beban berat ditanggung dan masalah diselesaikan oleh TUHAN), Petrus dituntun oleh TUHAN ke Yerusalem Baru, sampai nama Petrus dituliskan.

    Kalau hanya dituntun ke rumah, tetapi tidak ada namanya disitu, lama-lama bisa diusir. Misalnya: kalau tidak ada nama saya disini => 'pak Wi tidak bisa lagi disini' Tidak bisa lagi. Kalau ada nama saya disini, tidak bisa diusir. Inilah penggembalaan. Jangan berhenti tergembala sebelum nama ditulis. Kalau nama saya Widjaja Hendra, mungkin saat ini baru ditulis huruf 'W' Besok dengar Firman lagi, ditulis huruf 'I' Dengar Firman lagi ditulis huruf 'D' Sampai selesai. Jangan berhenti tergembala sebelum nama kita ditulis di Yerusalem Baru sehingga kita tidak dapat diusir selama-lamanya (tidak dapat keluar dari situ selamanya). TUHAN menolong kita semuanya.

    Wahyu 21:14, Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.

    Ay 14 => termasuk nama Petrus ditulis disana.

Dalam penggembalaan nama kita dituliskan sampai selesai. Kalau tidak tergembala, sehebat apapun seperti Petrus, akan menyangkal TUHAN. Begitu Petrus tergembala (tiga kali pertanyaan TUHAN kepada Petrus => 'Petrus adakah engkau mengasihi Aku? Gembalakanlah domba-domba-Ku?), maka Petrus hanya mengulurkan tangan kepada TUHAN (taat, terserah Engkau TUHAN). Petrus benar-benar dihimpunkan (disatukan), dipangku oleh TUHAN, dituntun oleh TUHAN, sehingga namanya dituliskan sampai selesai dan tidak dapat keluar lagi dari situ.

TUHAN memberkati kita.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Palangkaraya)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 19 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Walikukun (Jam 9 Pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (jam 9 pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Jam 4 Sore))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top