English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa Surabaya (Rabu, 19 Oktober 2011)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 16 Oktober 2013)
Tayang: 09 Februari 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 18 September 2013)
Tayang: 05 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 11 Juli 2007)
Tayang: 24 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Senin, 14 April 2014)
Tayang: 30 Agustus 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 21 Mei 2014)
Tayang: 06 Desember 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 18 Juli 2007)
Tayang: 06 Mei 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 04 Juni 2014)
Tayang: 14 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 16 Juli 2014)
Tayang: 23 Juni 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Januari 2014)
Tayang: 31 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 02 Apirl 2014)
Tayang: 19 Juli 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Senin, 26 Mei 2014)
Tayang: 03 Januari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 23 Oktober 2013)
Tayang: 02 Maret 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 04 September 2013)
Tayang: 06 Oktober 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa Surabaya
Tanggal: Rabu, 26 November 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 10 Mei 2019

Kita masih tetap berada di dalam kitab Wahyu 2; Wahyu 2 dan pasal 3 menunjuk pada tujuh kali percikkan darah di depan tabut perjanjian dan ini menunjukkan penyucian terakhir bagi tujuh sidang jemaat bangsa kafir atau sidang jemaat akhir jaman supaya tidak bercacat cela = sempurna seperti YESUS dan akan menjadi Mempelai Wanita TUHAN.

Sekarang ini kita berada pada yang ketiga; yang pertama itu menunjuk pada sidang jemaat Efesus, yang kedua jemaat Smyrna dan yang ketiga adalah sidang jemaat Pergamus ay 12 - ay 17.

Wahyu 2 : 14-16,
14.Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: diantaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.
15. Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.
16. Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

Ini menunjuk pada penyucian terakhir bagi sidang jemaat Pergamus yang di dalam sidang jemaat Pergamus ada ajaran-ajaran sesat/ajaran palsu yaitu ajaran Bileam dan Nikolaus yang menuju/mengarah kepada penyembahan berhala dan perzinahan/percabulan. Jadi, pengajaran sesat/pengajaran palsu itu mengarah kepada penyembahan palsu yang pada akhirnya atau puncaknya adalah penyembahan kepada antikrist. Antikrist yang akan berkuasa selama tiga setengah tahun di bumi dan ia akan disembah oleh manusia di dunia ini termasuk juga anak TUHAN/ hamba TUHAN yang tertinggal atau yang ketinggalan.

Praktek dari penyembahan palsu/penyembahan kepada antikrist:

  1. Wahyu 13 : 13-15,
    13. Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.
    14. Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.
    15. Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.

    Praktek dari penyembahan palsu => 13. Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang

    Jadi praktek dari penyembahan palsu/penyembahan kepada antikrist yang pertama adalah mata/pandangannya hanya tertuju kepada perkara-perkara jasmani/berkat-berkat jasmani/mujizat jasmani. Ini yang sekarang dikejar oleh gereja TUHAN dan jika hanya pada hal-hal seperti ini, maka ia akan tersesat dan akan menyembah antikrist. Sekarang ini kita dapat melihat di televisi adanya dukun-dukun dan lain sebagainya yang dapat menyembuhkan dan jika kita hanya melihat tanda jasmani dan mujizat secara jasmani = mengikut TUHAN hanya untuk mendapatkan perkara-perkara jasmani, maka kita dapat tersesat/dapat menyembah antikrist.


  2. Wahyu 13 : 16-18,
    16. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
    17. dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
    18. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

    Jadi, yang kedua adalah hati dan pikirannya dimeterai/dicap oleh roh jual beli/roh dari antikrist.

    Buktinya:


    • sering mengorbankan perkara yang rohani untuk mendapatkan perkara yang jasmani. Seperti mengorbankan Firman, Firman mengatakan 'tidak boleh', kehidupan itu mengatakan 'boleh' asal mendapatkan perkara yang jasmani dlsbnya. Contohnya Esau yang selalu mengorbankan perkara yang rohani untuk mendapatkan perkara yang jasmani = hak kesulungan dikorbankan untuk mendapatkan sepiring kacang merah. Inilah tipe Esau yang akan menyembah antikrist.


    • kikir dan serakah. Kikir = tidak dapat memberi. Serakah = merampas hak orang lain terutama hak dari TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Ini juga akan mengarah kepada penyembaha antikrist. Antikrist ini dapat mendatangkan api dari langit sehingga banyak yang akan menyembah karena hebat. Itu sebabnya kita harus berhati-hati


    • memperjual belikan Korban Kristus. Waktu di halaman bait ALLAH, mereka menjual lembu dlsbnya yang merupakan binatang korban dan untuk sekarang adalah memperjual belikan Korban Kristus. Apa yang dimaksud dengan memperjual belikan Korban Kristus? Adalah mempertahankan dosa-dosa sampai pada puncaknya dosa = jatuh bangun di dalam dosa.


  3. Wahyu 13 : 5, 6,
    5. Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.
    6. Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga

    Mulut menghujat ini mulai dengan:


    • memfitnah orang-orang benar/orang-orang kudus = orang yang diam di surga. Yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar
    • menghujat ALLAH, menghujat Nama-Nya dan kemah kediaman-Nya/tabernakel = menghujat pengajaran tabernakel => pengajaran yang benar, dikatakan tidak benar dan pengajaran yang tidak benar, dibela/didukung. Itu sebabnya kita harus berhati-hati sebab seringkali ini yang terjadi dan ini merupakan mulut dari antikrist. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah praktek dari penyembahan kepada antikrist. Penyucian terakhir dari TUHAN Yang tampil dengan pedang untuk menyucikan sidang jemaat Pergamus karena ada dua ajaran yang sesat dan menuju kepada penyembahan berhala dan persundalan/penyembahan palsu/penyembahan kepada antikrist dengan tiga praktek yang dimulai dari:

  • matanya/pandangannya
  • hati dan pikirannya
  • mulutnya.

Penyembahan yang benar ini, juga lewat pekerjaan dari pedang, itu sebabnya sekarang ini kita mohon agar supaya kita jangan masuk dalam penyembahan yang palsu/penyembahan kepada antikrist. Tetapi kita benar-benar menjadi penyembah yang benar sesuai dengan kehendak TUHAN.

Yohanes 4 : 23, 24,
23. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
24. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.

Jadi, penyembahan yang benar didorong oleh roh dan kebenaran. Roh = urapan Roh.Kudus; kebenaran = Firman pengajaran yang benar atau Firman penyucian = Firman penyucian dalam urapan Roh.Kudus = Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

Yohanes 17 : 17, Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

Jadi, kebenaran itu adalah sesuatu yang menyucikan/menguduskan. Jadi, Firman TUHAN = kebenaran; sesuatu yang menyucikan = kebenaran. Jadi Firman yang menyucikan = kebenaran.

Apa yang harus disucikan supaya kita tidak masuk dalam penyembahan kepada antikrist?

  1. Hakim-hakim 3 : 16, 17, 21, 22,
    16. Dan Ehud membuat pedang yang bermata dua, yang panjangnya hampir sehasta, disandangkannyalah itu di bawah pakaiannya, pada pangkal paha kanannya.
    17. Kemudian ia menyampaikan upeti kepada Eglon, raja Moab. Adapun Eglon itu seorang yang sangat gendut.
    21. Kemudian Ehud mengulurkan tangan kirinya, dhunusnya pedang itu dari pangkal paha kanannya dan ditikamkannya ke perut raja.
    22. sehingga hulunya beserta mata pedang itu masuk. Lemak menutupi mata pedang itu, sebab pedang itu tidak dicabutnya dari perut raja. Lalu keluarlah ia melalui pintu belakang.

    Ay 21, ditikamkannya ke perut raja = perut hati/hati pikiran.
    Ay 22, pedang menusuk perut hati sehingga keluarlah lemaknya. Inilah penyucian pertama yaitu perut hati yang berisi lemak. Lemak itu harus dikeluarkan, jangan ditimbun sebab tidak bagus karena akan menjadi kolestrol; banyak orang yang terkena kolestrol sebab suka makan lemak.

    Apa arti rohani dari lemak? Imamat 3 : 16, 17,
    16. Imam harus membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai santapan berupa korban api-apian menjadi bau yang menyenangkan. Segala lemak adalah kepunyaan Tuhan.
    17. Inilah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun temurun di segala tempat kediamanmu: janganlah sekali-kali kamu makan lemak dan darah.

    Jadi, lemak itu kepunyaan TUHAN, itu adalah persepuluhan dan persembahan khusus dan ini yang seringkali ditimbun di perut hati, sehingga perut hati ini ditusuk dengan pedang Firman/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua sampai mengeluarkan lemak yang adalah milik TUHAN itulah persepuluhan dan persembahan khusus yang harus dikembalikan kepada TUHAN => jangan dimakan, sebab kalau dimakan, maka betul-betul akan ada akibatnya; kalau akibat secara jasmani menunjuk pada kolestrol dan ada juga akibat secara rohani.

    Kalau sudah kebanyakan lemak, maka akan berbahaya => 1 Samuel 4 : 15, 18,
    15. Eli sudah sembilan puluh delapan tahun umurnya dan matanya sudah bular, sehingga ia tidak dapat melihat lagi.
    18. Ketika disebutnya tabut Allah itu, jatuhlah Eli telentang dari kursi di sebelah pintu gerbang, batang lehernya patah dan ia mati. Sebab telah tua dan gemuk orangnya. Empat puluh tahun lamanya ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel.

    Gemuk sama seperti raja Eglon yang gendut = banyak lemak yang belum dikeluarkan/penyucian perut hati. Jadi, kalau lemak itu ditimbun/mencuri milik TUHAN dan dimakan sendiri, maka akibatnya:


    • mata menjadi bular yang berarti => kalau kehidupan itu seorang hamba TUHAN yang mencuri persepuluhan/milik TUHAN, maka tidak ada pembukaan Firman sehingga semuanya menjadi lapar karena kering secara rohani . Kemudian kalau sidang jemaat, tidak dapat mengerti. Kalau seorang hamba TUHAN tidak mencuri milik TUHAN, maka ada pembukaan Firman/ada makanan dari surga tetapi jemaat tidak mengerti. Pelayan TUHAN/anak TUHAN yang suka makan lemak/mengambil milik TUHAN, dia tidak akan pernah mengerti pembukaan Firman = tidak dapat makan Firman ALLAH sehingga betul-betul lapar karena kerohaniannya kering.


    • lehernya patah = tidak dapat menyembah TUHAN sebab leher merupakan hubungan yang paling dekat antara Kepala/TUHAN dengan tubuh/kita, itulah penyembahan. Karena tidak dapat menyembah TUHAN, maka kehidupan itu akan dipaksa untuk menyembah antikrist sehingga binasa untuk selamanya. Inilah perlunya perut hati/hati pikiran ditusuk oleh pedang supaya keluar lemak-lemaknya. Kalau kita mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus yang menjadi milik TUHAN = membakar lemak yang akan menjadi bau harum di hadapan TUHAN = penyembahan yang berbau harum di hadapan TUHAN. Sebab ada penyembahan yang palsu yaitu penyembahan kepada antikrist dan sekarang TUHAN datang dengan pedang/pedang Firman kepada kita yang dulu kepada sidang di Pergamus supaya kita disucikan dan dimulai dari perut hati/hati pikiran = membakar lemak supaya menjadi penyembahan yang berbau harum di hadapan TUHAN.


  2. mata/pandangan. Matius 5 : 29, Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, daripada tubuhmu dengan utuh dicampakkan kedalam neraka.

    Mata dicungkil memakai pedang/pisau. Mata kanan = penyucian mata kanan/pandangan supaya (mengapa mata kanan? Sebab ada kaitan dengan YESUS sebagai Imam Besar Yang duduk di sebelah Kanan Takhta ALLAH) pandangan kita hanya tertuju kepada YESUS sebagai Imam Besar, Gembala Agung, Raja segala raja Yang duduk di sebelah Kanan Takhta ALLAH Bapa. Jangan pandangan kita kepada dunia atau kepada manusia siapapun dia sebab kita akan betul-betul merasa kecewa. Atau kepada perkara dunia, kita akan kecewa dan akan disesatkan sampai kepada antikrist. Semoga kita dapat mengerti.


  3. mulut disucikan. Mazmur 149 : 6, 1, 2,
    6. Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,
    1. Haleluya: Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh.
    2. Biarlah Israel bersukacita atas Yang menjadikannya, biarlah bani Sion bersorak-sorak atas raja mereka!

    Kerongkongan = mulut. Mulut disucikan supaya mulut ini dapat menyembah YESUS sebagai Imam Besar = sebagai Gembala Agung = sebagai Raja segala raja dengan haleluya. Penyembahan dengan haleluya itu = nyanyian baru yang adalah pengalaman pribadi kita masing-masing dalam mengikuti TUHAN.

    Ada pengalaman kematian/berada di lembah => saudara mungkin menghadapi keadaan ekonomi yang merosot, dalam keadaan sakit maka di saat mengatakan haleluya itu akan berbeda nadanya sebab berada dalam keadaan prihatin/pengalaman kematian dengan tetesan air mata. Tetapi pengalaman kita ada yang di lembah, ada juga yang di gunung/pengalaman kebangkitan => saat kita diberkati, ditolong oleh TUHAN, maka nada haleluya itu juga akan berbeda sekali-pun dengan tangisan tetapi penuh dengan ucapan syukur kepada TUHAN. Kalau kedua pengalaman ini digabung maka inilah nyanyian baru atau nyanyian kemuliaan/penyembahan dalam kemuliaan = menyembah YESUS Sang Raja di dalam kemuliaan dengan haleluya. Semoga kita dapat mengerti.

Hasil dari penyembahan kita kepada Sang Raja:

  1. Zakharia 14 : 17, 18,
    17.Tetapi bila mereka dari kaum-kaum di bumi tidak datang ke Yerusalem untuk sujud menyembah kepada Raja, TUHAN semesta alam, maka kepada mereka tidak akan turun hujan.
    18. Dan jika kaum Mesir tidak datang dan tidak masuk menghadap, maka kepada mereka akan turun tulah yang ditimpakan TUHAN kepada bangsa-bangsa yang tidak datang untuk merayakan hari raya Pondok Daun.

    Kalau tidak menyembah, maka tidak akan turun hujan tetapi yang turun adalah tulah. Tetapi kalau menyembah Sang Raja, maka Sang Raja akan menurunkan hujan berkat dari surga kepada kita yang tidak dapat dihalangi oleh apa-pun.

    Berkat-berkat jasmani untuk memelihara kehidupan kita ditengah ketandusan padang gurun; dunia ini sudah tandus dan kita membutuhkan hujan berkat dari surga yang turun kepada kita dan tidak dapat dihalangi oleh apa-pun juga.

    Hujan berkat rohani dari surga itulah:


    • Firman, Roh. Kudus dan kasih ALLAH untuk memelihara kehidupan rohani kita sehingga kita selalu mengalami kepuasan/kebahagiaan dari surga di tengah ketandusan padang gurun sehingga kita tidak perlu lagi mencari kepuasan dunia sehingga dapat jatuh di dalam dosa. Sebab padang pasir ini tandus sehingga banyak yang merasa haus. Semoga kita dapat mengerti.


    • Kepuasan dari surga ini juga supaya kita tetap hidup benar/hidup suci di tengah kenajisan dunia akhir jaman yang kembali seperti jaman Nuh yaitu dosa makan minum dan juga kawin mengawinkan. Karena ada hujan berkat secara rohani maka kita tetap hidup benar/hidup suci dan juga hidup yang berkenan kepada TUHAN.


    • Hujan berkat ini juga berkat rumah tangga. Inilah berkat-berkat yang dicurahkan oleh Sang Raja, ada berkat jasmani, berkat rohani dan berkat rumah tangga atas kehidupan kita sehingga rumah tangga kita menjadi rumah doa/home sweet home = tempat yang dirindukan. Rumah tangga itu menjadi rumah doa bukan karena rumah itu penuh dengan barang-barang yang mewah dan pasti dirindukan => belum tentu!! Tetapi kalau rumah tangga itu menjadi rumah doa, maka rumah itu akan menjadi home sweet home/tempat yang di rindukan dan kita akan mengalami suasana Firdaus. Inilah ada kebahagian-kebahagian di dalam rumah tangga sehingga kita mengalami suasana Firdaus sebab memang dunia ini bersuasanakan suasana kutukan. Jadi, jika kita menyembah Sang Raja, maka akan ada perlindungan dan tulah tidak akan turun. Semoga kita dapat mengerti.


  2. pengalaman dari Petrus saat ia naik ke atas gunung bersama dengan TUHAN
    2 Petrus 1 : 16-18,
    16.Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.
    17. Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia mengatakan: 'Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
    18. Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.

    Tadi, jika kita menyembah Sang Raja, maka langit akan terbuka dan hujan berkat akan turun dan juga ada perlidungan dari TUHAN atas kehidupan kita dari celaka, marabahaya di dunia ini dan juga dari dosa-dosa sampai pada puncaknya dosa dan juga dari antikrist sampai pada hukuman/tulah dari ALLAH yang tidak dapat menimpa kita.

    Itu sebabnya kita harus menjaga tiga hal ini yaitu:


    • Perut hati dijaga
    • Mata/pandangan di jaga yang hanya diarahkan kepada TUHAN
    • Mulut dijaga sehingga kita dapat menyembah dengan nyanyian baru Haleluya sehingga langit terbuka. Menyembah Sang Raja sehingga Sang Raja membuka pintu surga/langit terbuka, berkat dicurahkan dan kita mendapatkan perlidungan yang super dari TUHAN dan tidak ada yang dapat menembusinya seperti celaka, marabahaya, bencana alam, dosa-dosa sampai pada puncaknya dosa dan juga ajaran-ajaran palsu sampai dengan antikrist tidak dapat menjamah dan juga hukuman ALLAH tidak dapat menjamah sebab kita dilindungi. Kita aman dan betul-betul kita mengalami damai sejahtera tentram dan aman.


    Kedua, menyembah Sang Raja di atas gunung. Petrus, Yakobus dan Yohanes diajak oleh TUHAN naik ke atas gunung dan mereka melihat YESUS ditampilkan dalam kemuliaan sebagai Raja, surga terbuka dan ada sinar kemuliaan yang turun.

    Hasil dari menyembah YESUS sebagai Raja segala raja, surga terbuka dan ada suara dari surga yang disertai dengan kemuliaan => 'inilah Anak-Ku yang Ku-kasihi, kepada-Nya, Aku berkenan.'

    Pintu surga dibuka/langit terbuka dan sinar kemuliaan diturunkan dan disinarkan keatas kehidupan kita yang menyembah Dia Sang Raja. Untuk apa sinar kemuliaan itu? Untuk mengubahkan kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS dan ini merupakan mujizat rohani yang terbesar.

    Dimulai dari apa? YESUS berada di atas gunung dan tiba-tiba Wajah-Nya berkilau-kilauan bagaikan matahari, demikian juga dengan kita, wajah kita akan berubah. Wajah = hati => hati diubahkan. Mari sekarang ini, kalau langit terbuka dan sinar kemuliaan akan turun menyinari kita dari surga, mari!! Kita berubah wajah dan hati itu sama; kalau:


    • hati itu takut, wajahnya menjadi pucat
    • hati itu marah, wajahnya menjadi merah


    Sekarang ini, saya akan mengambil tentang hati => Matius 11 : 28-30,
    28. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
    29.Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

    Jangan memiliki hati yang keras, sebab kalau hati keras, akan mengalami letih lesu dan berbeban berat, tetapi kalau hati diubahkan menjadi rendah hati dan lemah lembut, maka akan terasa nikmat.

    Rendah hati, kemampuan untuk mengaku dosa kepada TUHAN/vertikal dan kepada sesama/horizontal = kayu salib dan jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.

    Lemah lembut, kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya, maka saat itu Darah YESUS menyelesaikan dosa-dosa kita. Kemuliaan TUHAN/sinar kemuliaan menyelesaikan dosa-dosa kita.

    Dosa merupakan beban yang terberat bagi kita di dunia, sebab masih di dunia ini kalau ada dosa, maka kita sudah berbeban berat, tetapi nanti akan sampai di neraka untuk selama-lamanya. Kalau kita tidak memiliki uang, sakit parah dan jika meninggal, maka selesailah beban itu; tetapi kalau dosa, mulai di dunia sampai-pun meninggal akan terus sampai di neraka dan ini merupakan beban yang terberat.

    Langit terbuka, mari!! Ada sinar kemuliaan/di balik Darah YESUS ada sinar kemuliaan => sinar kemuliaan menyelesaikan/menghapus segala dosa-dosa. Dan jika beban yang terberat dapat diselesaikan, maka Darah YESUS/sinar kemuliaan mampu untuk menyelesaikan beban-beban yang lain sampai pada yang mustahil. Inilah mujizat secara jasmani yaitu yang mustahil menjadi tidak mustahil/langit terbuka.

    Hujan berkat diturunkan


    • perlindungan TUHAN nyata, kita aman tentram
    • sinar kemuliaan dinyatakan sehingga langit terbuka sehingga dosa-dosa diselesaikan/beban berat diselesaikan dengan rendah hati dan lemah lembut, kita mengalami keubahan hidup, dosa-dosa diselesaikan, maka mujizat secara jasmani => sinar kemuliaan TUHAN, juga dapat menyelesaikan beban yang lain yang mustahil menjadi tidak mustahil. Saya katakana, kalau langit saja terbuka, apalagi hanya pintu-pintu di dunia ini, pasti dapat terbuka


    • sinar kemuliaan membuka pintu di dunia,beban/masalah diselesaikan, maka pintu masa depan yang berhasil indah akan dibukakan sampai nanti yang terakhir, jika YESUS datang kembali yang kedua kalinya, mujizat yang terakhir, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia dan betul-betul langit akan terbuka dari bawah ke atas.


    Sekarang ini, dari atas ke bawah => langit terbuka, berkat dari atas kebawah, sinar kemuliaan juga dari atas ke bawah, tetapi satu waktu nanti kalau YESUS datang kembali kedua kalinya, langit terbuka => dari bawah ke atas = kita naik/terangkat bersama dengan Dia diawan-awan yang permai dan bersorak sorai dengan nyanyian baru. Tadi ada nyanyian kematian dan nyanyian kebangkitan, tetapi nanti kalau YESUS datang kedua kalinya, langit terbuka, kita terangkat bersama dengan Dia bersorak sorai dari empat penjuru dunia dengan nyanyian kemuliaan.

    Wahyu 19 : 6, 7,
    6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat katanya: "Haleluya! Karena Tuhan Allah kita Yang Mahakuasa telah menjadi raja.
    7. Marilah kita bersukacita dan bersorak sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

    Jika langit terbuka:


    • kita akan masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba, sesudah itu
    • pintu Firdaus terbuka, sesudah itu
    • masuk kerajaan seribu tahun damai, sesudah itu
    • pintu surga terbuka/Yerusalem Baru, kita duduk di takhta bersama dengan Dia selama-lamanya.


    Tetapi sementara bagi yang tidak mau menerima pedang penyucian, maka pedang itu akan menjadi pedang penghukuman.

    Bertobatlah => Wahyu 2 : 16, Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

    Tadi di dalam kitab Mazmur 149 : 6, 7,
    6. Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,
    7.untuk melakukan pembalasan terhadap bangsa-bangsa, penyiksaan-penyiksaan terhadap suku-suku bangsa

    Ay 6, menusuk mulut = pedang menyucikan mulut
    Ay 7, jika tidak mau disucikan = untuk melakukan pembalasan terhadap bangsa-bangsa, penyiksaan-penyiksaan terhadap suku-suku bangsa.

    Wahyu 19 : 17, ada perjamuan yang besar itulah pesta pembantaian,
    Wahyu 19 : 17, 21,
    17. Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar
    21. Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.

    Banyak bangsa, suku bangsa disucikan oleh satu pedang/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Firman pengajaran menjadi satu suara Haleluya dan bagi yang ketinggalan karena menolak pedang penyucian/menghina pengajaran akan ketinggalan di bumi . Karena banyak bangsa, maka akan memiliki suara yang berlainan jika terkena pedang:


    • kalau kehidupan itu orang Indonesia, maka ia akan berteriak 'aduh'
    • kalau orang Inggris dan orang Belanda akan berteriak sesuai bahasa mereka. Inilah yang membedakan, kita berada di atas/kita berada di bawah => kalau kita berada di atas, hanya ada satu suara yaitu haleluya, sekali-pun berbeda bangsa dan bahasa; tetapi yang berada di bawah, mereka tetap bangsa kacauan sebab terdiri dari berbagai bangsa dan bahasa. Sejak jaman Babel, semua manusia menjadi kacau karena mereka memiliki bahasa yang berbeda-beda. Semoga kita berada di atas karena menerima pedang.

Sekarang langit terbuka => hujan turun, sinar kemuliaan turun sehingga segala beban berat diselesaikan oleh TUHAN sampai kita nanti terangkat bersama dengan Dia selama-lamanya.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top