English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 29 Januari 2012 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan penataran I Imam-imam dan calon imam-imam Surabaya

Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

= 3 kali Petrus menyangkal Yesus:
ay. 69-70= Petrus...

Ibadah Paskah Malang, 21 April 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Raya Malang, 05 Juni 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II, 19 Januari 2010 (Selasa Tengah Malam)
Keluaran 10:1-20, TULAH 8: BELALANG
Belalang ini menunjuk pada roh jahat dan roh najis,...

Ibadah Doa Surabaya, 16 September 2015 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan doa puasa

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Natal di Jatipasar, 21 Desember 2016 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 Oktober 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:12-13
3:12 Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Agustus 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera Tuhan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 Agustus 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 April 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:1-2
9:1 Maka Yesus memanggil kedua belas...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Februari 2018 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di Medan

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 September 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 Mei 2010 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdp. Yakub

Keluaran 2:6

Ibadah Doa Surabaya, 03 Agustus 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 27-28
26:27. Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah, kamu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Juni 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Malam Surabaya, 15 Maret 2017 (Rabu Malam)

Keluaran 7: 14-25 => tulah pertama yang jatuh ke Mesir, yaitu air menjadi darah.
Air secara positif adalah gambaran dari Roh Kudus; air kehidupan Roh Kudus.

Kita belajar tentang pekerjaan/aktifitas dari Roh Kudus, yaitu:

  1. Yohanes 16: 8
    16:8. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

    Aktifitas Roh Kudus yang pertama: menginsyafkan dunia akan dosa, supaya manusia sadar akan dosa, menyesal dan mengaku dosa pada TUHAN dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--bertobat.

    Kalau bukan oleh Roh Kudus, manusia daging tidak akan bisa sadar akan dosa, malah merasa tidak salah terus.
    Inilah pekerjaan Roh Kudus, yaitu membuat manusia berdosa bisa bertobat.

    Kalau tetap mempertahankan dosa, itu namanya menghujat Roh Kudus; melawan pekerjaan Roh Kudus.
    Jadi, orang yang sudah bersalah, tetapi tidak mau mengaku--mempertahankan dosa--malah enjoy dalam dosa, itu sudah menghujat Roh Kudus dan binasa--tidak selamat.


  2. Efesus 4: 7
    4:7. Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

    'kasih karunia'= karunia Roh Kudus.

    Aktifitas Roh Kudus yang kedua: Roh Kudus memberikan karunia-karunia Roh Kudus kepada kita. Ini yang menentukan jabatan-jabatan pelayanan untuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kalau ada karunia main gitar, nanti jabatannya pemain musik; karunia menimbang roh, nanti jabatannya sebagai gembala.

    Jadi, pekerjaan Roh Kudus hujan akhir adalah menyatukan tubuh Kristus yang sempurna.
    Tadi pekerjaan Roh Kudus hujan awal: supaya kita bertobat dan selamat; kemudian pekerjaan Roh Kudus hujan akhir: untuk menyatukan.

    Ada yang melawan pekerjaan Roh Kudus.
    Tadi, pekerjaan Roh Kudus: menyadarkan akan dosa sampai selamat; kalau tetap bertahan pada dosa malah menyalahkan orang lain dan lain-lain, ia sudah menghujat Roh Kudus/melawan pekerjaan Roh Kudus.
    Sekarang, pekerjaan Roh Kudus: menyatukan tubuh Kristus. Kalau seseorang sampai memecah belah tubuh Kristus, ia sudah menghujat Roh Kudus.

    Praktiknya:


    1. 1 Korintus 5: 11
      5:11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul(1), kikir(2), penyembah berhala(3), pemfitnah(4), pemabuk(5) atau penipu(6); dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

      'cabul'= dosa kawin mengawinkan.
      'pemabuk'= makan minum.
      'jangan makan bersama'= tidak bisa berfellowship; tidak bisa menyatu dalam tubuh Kristus, tetapi menyatunya hanya seperti orang dunia, yaitu kelihatannya hebat, tetapi setelah itu tidak tahu ke mana. Kalau kita, kesatuan tubuh Kristus sampai selama-lamanya.

      Praktik pertama memecah belah tubuh Kristus: mempertahankan enam dosa yang mendarah daging.
      Kalau ada enam dosa ini, pasti memecah belah tubuh Kristus.


    2. 1 Korintus 3: 3-4
      3:3. Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?
      3:4. Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?

      'manusia duniawi'= manusia daging.
      Praktik kedua memecah belah tubuh Kristus: ada iri hati dan perselisihan. Hati-hati!

      Ini juga memecah belah tubuh Kristus--menghujat Roh Kudus--; terjadi golongan-golongan kalau sudah ada iri hati dan perselisihan.
      Tubuh Kristus mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan. Jangan ada perselisihan, pertengkaran dan iri hati!


    3. Roma 16: 17
      16:17. Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

      Praktik ketiga memecah belah tubuh Kristus: mengajarkan ajaran yang lain dari yang sudah kita terima dan sudah menjadi pengalaman hidup kita. Rasul Pauluspun mengatakan: Sekalipun seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia!

      Ini juga memecah belah tubuh Kristus.
      'hindarilah!'= bukan memusuhi, tetapi tidak berfellowship. Kalau ada ajaran lain, hindarilah!

Inilah pekerjaan Roh Kudus. Hati-hati! Ada yang melawan: tidak mau bertobat; tidak mau selamat--tetap mempertahankan dosa dan menyalahkan orang lain--dan ada yang memecah belah dengan tiga cara: mempertahankan enam dosa, iri hati dan berselisih, dan mengajarkan ajaran lain.

Jika melawan pekerjaan Roh Kudus/menghujat Roh Kudus, air akan menjadi darah--penghukuman.

Air menjadi darah artinya: orang yang hidup dalam dosa dan mengajarkan ajaran lain itu sengsara dan menderita, pahit getir--semua menjadi darah--sampai mati rohaninya, bahkan kematian kedua, neraka selamanya.

Menghujat Roh Kudus itu sengsara, seperti air menjadi darah: sengsara, menderita, tidak puas dan lain-lain sampai mati rohani--tidak ada lagi gairah dalam perkara rohani, merosot semua, non aktif semua--, sampai binasa selamanya.

Malam ini, supaya air tidak menjadi darah--kita bicara penghukuman--kita berdoa supaya air menjadi anggur--mujizat.
Ada prosesnya.

Pada pesta nikah di Kana, saat pesta masih berlangsung, mereka sudah kekurangan air anggur bahkan mau kehabisan air anggur. Inilah nikah di dunia, yang mengandalkan kebahagiaan, kekayaan dan lain-lain di dunia; masih suasana pesta, tapi sudah kehabisan air anggur, apalagi kalau sudah menikah bertahun-tahun, jangan-jangan air sudah menjadi darah. Hati-hati dalam nikah! Kita berdoa juga untuk nikah-nikah kita semua, supaya air menjadi anggur.

Yohanes 2: 1-5
2:1. Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;
2:2. Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
2:3. Ketika mereka
kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."
2:4. Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."
2:5. Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "
Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"

Syarat supaya air menjadi anggur:

  1. Hati dan lidah melembut, yaitu mengaku dosa. Selesaikan dosa! Selama ada dosa, berarti darah. Kalau tidak ada dosa, baru anggur.
    Pohon apa saja kalau rantingnya sudah melembut, itu berarti sudah berbuah.

    Mari mengaku dosa, jangan keras/tuding-tuding orang! Kalau diampuni jangan berbuat dosa lagi. Itu kuncinya. Air tidak akan jadi darah lagi.


  2. Ayat 3= baru kekurangan tapi berkata: kehabisan. Ini menunjuk pada kekuatiran. Diubahkan menjadi tidak ada kekuatiran tetapi penyerahan sepenuh pada TUHAN.
    Biasanya kuatir itu untuk perkara rohani. 'Nanti kalau aku ke gereja, besok bagaimana?'; 'Nanti kalau begini tokonya bagaimana?' Macam-macam. Harus ada penyerahan sepenuh kepada TUHAN. Tapi kalau untuk perkara jasmani tidak seberapa kuatir.


  3. Ayat 4= 'saat-Ku belum tiba'= sabar:


    1. Sabar dalam penderitaan. Kalau masih waktunya menderita, kita mengucap syukur pada TUHAN.
      Menderita apa saja, coba ukur dengan orang lain, masih banyak orang yang lebih menderita dari kita--malah di luar Yesus lebih menderita--, sehingga kita bisa mengucap syukur, tidak bersungut.


    2. Sabar menunggu waktu TUHAN. Kalau belum ada pertolongan, belum ada anggur, mari banyak koreksi diri, supaya ada anggur.


  4. Ayat 5: 'Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!'= taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.
    Kita melembut dulu/mengaku dosa--sudah bisa berbuah anggur--, kemudian anggur diperas--tidak ada kekuatiran (menyerah) dan sabar (sabar dalam penderitaan dan sabar menunggu waktu TUHAN), setelah itu taat dengar-dengaran.

    Di ayat 7, yang dibutuhkan air anggur, tetapi disuruh isi air. Ini ujian ketaatan.
    Yohanes 2: 7
    2:7. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh.

    Seperti Musa , menghadapi laut Kolsom hanya disuruh mengulurkan tangan. Manusia mungkin berkata: tidak semudah membalik telapak tangan. Tetapi bagi TUHAN, lebih mudah dari membalik telapak tangan. Biar menghadapi laut Kolsom, bagi TUHAN lebih mudah dari membalik telapak tangan, hanya ada ujian dulu--hanya disuruh mengulurkan tangan, bukan membuat perahu, enak sekali.

    Kenapa kita cari yang sulit-sulit? Malam ini, taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara. Disuruh isi air, isi saja, tidak usah berkomentar. Selanjutnya: Cedok....bawa pada pemimpin pesta, kecap! Ini namanya taat sampai daging tidak bersuara. Saat dikecap, air sudah menjadi anggur. Roh Kudus dicurahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Mari malam ini, supaya air tidak menjadi darah, air harus menjadi anggur. Pilih salah satu! Kalau mau jadi air anggur, kita harus:

  1. Melembut. Jangan salahkan orang lain supaya tidak pahit, tetapi akui dosa-dosa. Sudah ada buah anggur; ranting sudah melembut, buah sudah muncul.
    Kalau menyalahkan orang lain, tidak akan bisa maju.
    Sudah jadi buah, masih belum cukup, ada proses selanjutnya sampai jadi air anggur.


  2. Buah anggur harus diperas, yaitu


    1. Jangan ada kekuatiran, tetapi penyerahan, terserah TUHAN. Tidak mudah juga, seperti mengulurkan tangan, tidak mudah.
    2. Sabar dalam penderitaan dan sabar menunggu waktu TUHAN.


  3. Taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara--air menjadi anggur. Roh Kudus dicurahkan di tengah kita malam ini.

Hasilnya:

  • Hidup itu akan manis--air anggur yang manis. Yang pahit/tawar jadi manis. Kita pulang dengan kebahagiaan sorga; kalau ada Roh Kudus, kita bahagia, sekalipun di tengah penderitaan. Semoga bisa kita rasakan.

    "Terutama kami hamba TUHAN, meskipun tidak makan, orang yang melihat mengatakan: kasihan, tetapi kita bahagia. Sebaliknya, orang yang terlihat bahagia, kita belum tahu kalau dia seringkali meneteskan air mata, sangat menderita."

    Roh Kudus penentunya.

    Mau manis atau pahit/getir/tawar, bahagia atau tidak, penentunya bukan punya harta atau tidak, tetapi ada Roh Kudus atau tidak.
    Kalau ada Roh Kudus, mau ada harta atau tidak, ada penderitaan atau tidak, tetap ada kemanisan/kebahagiaan/kepuasan sorga--kita selalu mengucap syukur pada TUHAN.


  • Mujizat terjadi:


    • Pertolongan TUHAN akan nyata.
      Yang tidak ada menjadi ada; yang mustahil jadi tidak mustahil. Yakinlah!

      "Saya bersyukur pada TUHAN diberikan pengertian oleh TUHAN: dari tidak ada jadi ada. Sudah saya saksikan, tidak bisa makan dan minum--tidak ada apa-apa--, tetapi bisa jadi apa-apa. Karena itu saya yakin memberitakan ini. TUHAN bisa lakukan dengan cara apapun. Kalau tidak pengalaman, orang bisa katakan: gampang jadi pendeta. Tetapi dari tidak ada menjadi ada; mustahil jadi tidak mustahil, itu pengalaman yang bisa kita alami sungguh-sungguh. Semua selesai pada waktunya."


    • Pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani yaitu mulutnya manis--jujur, tidak ada dusta. Kita menjadi rumah doa.


    sampai kalau TUHAN datang kembali kedua kali, kita benar-benar sempurna, yang termanis, di awan-awan yang permai--perjamuan kawin Anak Domba.

Malam ini satu permohonan kita: jangan air jadi darah--jangan penderitaan, penghukuman dan dosa--, tetapi biarlah air jadi anggur. Apapun keadaan kita, kalau ada Roh Kudus, semua akan manis, tidak ada yang pahit. TUHAN tolong kita.
Serahkan semua pada TUHAN! Jangan tidur di bawah kaki TUHAN, tapi berdoa!

"Saya selalu begitu tiap doa pagi. Lempin-El banyak mengantuk. Saya katakan: Kita bergumul melawan apa? Tetapi pagi ini, kita bergumul melawan ngantuk dulu. Kalau berhasil melawan ngantuk, yang lain juga berhasil."

Yang sudah berhasil, jangan sombong. Kita tetap butuh Roh Kudus. Manis atau pahit tergantung Roh Kudus.
Yang menderita, pahit dan lain-lain, ada kesempatan; yang sudah manis, lebih manis lagi.
TUHAN tahu keadaan kita. Kita hanya butuh Roh Kudus dan semua akan menjadi manis. Tanpa Roh Kudus kita tidak bisa apa-apa.

Tunjukkan apa adanya! Apa kelemahan, kekurangan, kemustahilan dan kepahitan kita? Tunjukkan semua, serahkan semua kepada TUHAN! Jangan batasi Roh Kudus dengan apapun! Serahkan semua sampai manis!
Terutama dalam nikah rumah tangga, perlu anggur baru.

Kita pulang, tidak ada lagi pahit, kecewa, getir, najis, jahat, putus asa. Roh Kudus bisa melakukan apa saja. Kaum muda, serahkan hidupmu dalam tangan Roh Kudus, pasti manis, pasti semua selesai!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top