Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita akan menyimpulkan Wahyu 12.
Dalam Wahyu 12 ada dua tanda di langit:
  1. Wahyu 12:1-2
    12:1.Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
    12:2.Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.

    Ini adalah tanda yang besar di langit, yaitu seorang perempuan dengan tanda:
    • Berselubung matahari = kasih Allah Bapa.
    • Bulan di bawah kaki = penebusan oleh Anak Allah, yaitu korban Kristus dan firman Allah yang menjadi daging.
    • Mahkota dari dua belas bintang = pimpinan/ urapan/ karunia Allah Roh Kudus.

    Ini menunjuk pada:
    • Penampilan gereja Tuhan sebagai mempelai wanita Sorga yang sempurna seperti gambar Allah Tritunggal.

    • Gereja Tuhan yang penuh dengan firman, Roh Kudus, dan kasih Allah.

    • Ayat 2 = gereja Tuhan memiliki roh yang prihatin, yaitu selalu mengeluh dan mengerang.
      Artinya suka berdoa menyembah Tuhan.

  2. Wahyu 12:3
    12:3.Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

    Ini adalah tanda yang lain di langit, yaitu seekor naga merah padam yang besar dengan tanda:
    • Berkepala tujuh. Ini menentang Yesus sebagai Kepala dalam urapan Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya. Yesus tidak memiliki tujuh kepala, tetapi Ia hanya satu kepala.
      Yesaya 11:1-2
      11:1.Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
      11:2.Roh TUHAN(1)akan ada padanya, roh hikmat(2)dan pengertian(3), roh nasihat(4)dan keperkasaan(5), roh pengenalan(6)dan takut akan TUHAN(7);

      Bertentangan dengan Yesus sebagai Kepala = tanpa Roh Kudus.
    • Bertanduk sepuluh. Ini bertentangan dengan sepuluh hukum Allah, berarti bertentangan juga dengan Yesus yang rendah hati dan taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib.

      Bertentangan dengan hukum Allah = tanpa firman Allah.

    • Bermahkota tujuh. Ini bertentangan dengan Yesus yang memakai mahkota duri (kasih sempurna untuk menyempurnakan kita semua).
      Bermahkota tujuh= tanpa kasih, yang ada hanya kejahatan, kebencian, kesombongan.

    Jadi, ini adalah penampilan setan secara jelas, yaitu tanpa firman, Roh Kudus, dan kasih Allah, sehingga yang ada hanya roh jahat, najis, dan durhaka.

    Efesus 2:2
    2:2.Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

    Roh jahat = cinta akan uang yang membuat kikir dan serakah.
    Kikir artinya tidak bisa memberi untuk Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
    Serakah artinya mencuri milik orang lain, terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.
    Ini berarti durhaka pada Tuhan dan sesama.

    Roh najis = dosa kawin-mengawinkan (dosa percabulan sampai nikah yang salah). Ini juga durhaka pada Tuhan dan sesama.

    Wahyu 12:4-18 = penampilan Setan secara lengkap dengan enam kegiatannya untuk menghancurkan dan membinasakan gereja Tuhan:
    • Ayat 4a = Ekor naga menyeret sepertiga bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 November 2020sampai Ibadah Doa Malang, 03 Desember 2020).

    • Ayat 4b = Mulutnya menelan (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Malang, 06 Desember 2020) sampai Ibadah Raya Malang, 03 Januari 2021).

    • Ayat 7-12 = Berperang (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Januari 2021sampai Ibadah Doa Malang, 04 Februari 2021).

    • Ayat 13-14 = Memburu/ mengejar dengan cepat (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 07 Februari 2021sampai Ibadah Doa Malang, 18 Februari 2021).

    • Ayat 15-16 = Menghanyutkan gereja Tuhan (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 21 Februari 2021sampai Ibadah Doa Malang, 25 Februari 2021).

    • Ayat 17 = Memerangi/ menyiksa anak-anak Tuhan yang ketinggalan (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 28 Februari 2021).

Ad. 6. Memerangi gereja Tuhan yang ketinggalan.
Wahyu 12:17-18
12:17. Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.
12:18. Dan
iatinggal berdiri di pantai laut.

Ayat 18: 'ia' = naga (terjemahan NIV).
Naga memerangi/ menyiksa dan memancung kepala dari pelayan Tuhan yang tidak ikut ke penyingkiran di padang gurun selama tiga setengah tahun.
'keturunannya yang lain' = bukan keturunan ilahi seperti Yesus.

Siapa 'keturunan yang lain'? Gereja Tuhan yang memiliki kualitas seperti pasir di tepi pantai (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 21 Maret 2021).

Siapa pasir ini?
Matius 7:26-27
7:26.Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
7:27.Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

Pasir adalah pelayan Tuhan yang mendengar perkataan Yesus tetapi tidak melakukannya.
Akibatnya adalah membangun rumah rohani tetapi rubuh dan hebatlah kerusakannya.

Matius 7:21-23
7:21.Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata:
Aku tidak pernah mengenal kamu!Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Waspada! Banyak pelayan Tuhan yang membangun rumah rohani, beribadah melayani Tuhan bahkan melayani pembangunan tubuh Kristus, tetapi tidak taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar sekalipun kelihatan hebat.
Akibatnya adalah tidak diakui oleh Tuhan, malah dianggap pembuat kejahatan, sehingga diusir oleh Tuhan. Ini sama dengan rubuh dan hebatlah kerusakannya sampai binasa selamanya.

Ukuran pelayanan kerajaan Sorga bukan hebat atau tidak, tetapi taat atau tidak, sesuai dengan Alkitab atau tidak.

Pembangunan tubuh Kristus sama dengan kapal yang menyeberangi lautan dunia menuju pelabuhan damai sejahtera, Yerusalem baru.

Kisah Rasul 27:41

27:41.Tetapi mereka melanggar busung pasir, dan terkandaslah kapal itu. Haluannya terpancangdan tidak dapat bergerak dan buritannya hancurdipukul oleh gelombang yang hebat.

Hati-hati! Jika tidak taat, maka kapal akan menabrak busung pasir. Ini sama dengan Kristen berkualitas pasir.
Akibatnya adalah:
  1. Buritan hancur.
    Buritan = bagian belakang kapal.
    Buritan hancur artinya kasih mula-mula hancur, berarti tanpa kasih mula-mula.
    Artinya adalah tidak benar lagi, berbuat dosa sampai puncaknya dosa, tidak setia berkobar-kobar lagi.

  2. Haluan terpancang.
    Haluan = bagian depan kapal.
    Haluan terpancang artinya tanpa harapan dan kesucian.

Efesus 2: 11-13

2:11.Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat(1)oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, --
2:12.bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus(2), tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan(3), tanpa pengharapan(4)dan tanpa Allah(5)di dalam dunia.
2:13.Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.

Ini sama dengan keadaan bangsa kafir, yaitu:
  1. Tanpa sunat = tanpa keubahan hidup. Sunat menunjuk pada baptisan air.
  2. Tanpa Kristus = tanpa urapan Roh Kudus.
  3. Tanpa janji = tanpa hidup kekal.
  4. Tanpa pengharapan = tanpa kesucian, sering bangga, kecewa, dan putus asa.
  5. Tanpa Allah = tanpa kasih = tidak taat.
Pengaruh setan membuat bangsa kafir mengalami lima 'tanpa'.

Tetapi ada lima luka Yesus untuk menebus bangsa kafir.
1 Korintus 6:20
6:20.Sebab kamu telah dibelidan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

1 Korintus 7:23
7:23.Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.

Hanya oleh kemurahan Tuhan, bangsa kafir yang bagaikan kapal yang rusak dan tidak berguna, bisa dibeli oleh darah Yesus yang berharga mahal. Sehingga bangsa kafir menjadi berharga di hadapan Tuhan, dan bangsa kafir harus memuliakan Tuhan.

Memuliakan Tuhan artinya kita harus beribadah melayani Tuhan sesuai dengan kehendak Tuhan, yaitu setia dan taat dengar-dengaran pada kehendak-Nya sekalipun bertentangan dengan kehendak manusia. Jangan menjadi hamba manusia yang bertentangan dengan kehendak firman, apalagi hamba setan.

Pelayan Tuhan yang setia dan taat sama dengan bijaksana, itulah bintang-bintang di langit.
Daniel 12:3
12:3.Dan orang-orang bijaksanaakan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

Tugas bintang di langit:
  1. Bercahaya untuk menuntun banyak orang pada kebenaran dan keselamatan.
  2. Percaya dan mempercayakan diri sepenuh pada Tuhan. Kita hanya bergantung pada belas kasih Tuhan lewat banyak menyembah Dia, apa pun yang sedang kita hadapi hari-hari ini.

Contoh dan hasilnya:
  1. Daud, gambaran dari bapak-bapak.
    1 Samuel 30:6
    30:6.Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.

    Daud dalam keadaan terjepit. Sekarang artinya kerusakan ekonomi, rumah tangga, semua hilang, dan menghadapi kemustahilan.
    Mari mengeluh dan mengerang kepada Tuhan.

    Hasilnya adalah tangan belas kasih Tuhan diulurkan, sehingga semua diselesaikan oleh Tuhan. Kerusakan dipulihkan oleh Tuhan, bahkan ketika Daud jatuh dengan Batsyeba (kerusakan rohani) masih bisa diperbaiki oleh Tuhan.

  2. Perempuan pendarahan dua belas tahun, gambaran dari ibu-ibu.
    Markus 5:25-27
    5:25.Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
    5:26.Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
    5:27.Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.

    Wanita menghadapi penyakit dan masalah yang mustahil, perpecahan dalam rumah tangga, pertengkaran dan sebagainya.

    Mari mengeluh dan mengerang kepada Tuhan. Maka Tuhan akan jadikan yang busuk menjadi harum, yang pecah menjadi satu kembali, yang mustahil menjadi tidak mustahil.

  3. Daniel, gambaran kaum muda.
    Daniel 6:11
    6:11.Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

    Daniel menghadapi penyembahan palsu, tetapi ia tetap menyembah Tuhan.
    Tiga kali menyembah = menyerahkan tubuh, jiwa, dan roh kepada Tuhan.

    Hasilnya adalah Daniel ditolong Tuhan.

  4. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, gambaran kaum muda.
    Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menghadapi ajaran palsu dan api pencobaan yang dipanaskan sampai puncaknya saat antikris berkuasa di bumi.

    Daniel 3:16-18
    3:16.Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
    3:17.Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
    3:18. tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

    Mari mengeluh dan mengerang kepada Tuhan. Maka Tuhan beserta kita, seperti dulu Tuhan beserta Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.
    Kita diubahkan menjadi manusia rohani sampai sempurna seperti Yesus.

    2 Tesalonika 1:3-7
    1:3.Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu,
    1:4.sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita:
    1:5.suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu.
    1:6.Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu
    1:7.dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala,

    Tuhan menyertai kita dengan api kemuliaan untuk mengubahkan kita menjadi manusia sorgawi, untuk layak menyambut kedatangan Yesus dalam api kemuliaan di awan-awan yang permai sampai masuk pelabuhan damai sejahtera, Yerusalem baru selamanya.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Juli 2016 (Senin Sore)
    ... akan tetap menjadi ular beludak. Ayat hati nurani yang tidak baik adalah seperti ular bukan seperti merpati --ini untuk bangsa Israel 'orang Farisi dan orang Saduki' . Ayat 'batu' hati nurani yang tidak baik--ini adalah bangsa kafir. Kalau bangsa Israel--keturunan Abraham--memiliki hati nurani yang tidak baik tetap menjadi ular beludak. Kalau bangsa kafir ...
  • Ibadah Doa Malang, 31 Juli 2018 (Selasa Sore)
    ... dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya. Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah. Saat Yesus mati di kayu salib dengan luka maka Pintu Tirai terobek. Jika dalam doa penyembahan kita mengalami tirai terobek perobekan daging maka kita mengalami lima luka Yesus terutama luka ke- untuk bangsa ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Juli 2014 (Senin Sore)
    ... saudara Yusuf datang ke Mesir dan bisa menjadi satu lagi. Tetapi pada saat kelaparan II yang terjadi pada zaman antikris Wahyu - ini sudah tidak tertolong lagi. Kalau mau selamat sempurna kita harus tahan terhadap siksaan antikris sampai pemancungan kepala baru bisa ditolong oleh Tuhan. Ini bedanya pada kelaparan I masih ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 09 Januari 2016 (Sabtu Sore)
    ... Adapun Yosua mengenakan pakaian yang kotor waktu dia berdiri di hadapan Malaikat itu yang memberikan perintah kepada orang-orang yang melayaninya Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu dari padanya. Dan kepada Yosua ia berkata Lihat dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta. Sering kali hamba ...
  • Ibadah Natal di Tuban, 29 Desember 2010 (Rabu Sore)
    ... kekayaan menurut ukuran manusia. Banyak yang menurut pandangan manusia dinilai jahat tidak baik namun sesungguhnya benar di hadapan Tuhan. Seperti Yesus sebagai Juruselamat harus mati di kayu salib terhina dan terkutuk di hadapan manusia namun Yesus berkenan di hadapan Allah Bapa. Apalagi kalau kita datang dengan keadaan tidak kaya tidak baik biarlah ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 24 Juli 2010 (Sabtu Sore)
    ... memanggil rasul-rasul itu lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan. Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus. Tidak semua pengikut pelayan Tuhan dianggap layak untuk menderita bersama Yesus. Hanya pengikut pelayan ...
  • Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 30 Mei 2019 (Kamis Siang)
    ... kita akan mengalami urapan Roh Kudus. Jadi jika menyembah Tuhan sampai mengalami perobekan daing kita akan berhadapan dengan malaikat Gabriel dan Mikhael artinya kita mengalami pekerjaan firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus--Urim dan Tumim--untuk menyucikan seluruh kehidupan kita--tubuh jiwa roh-- sehingga kita hidup dalam kesucian--hidup seperti malaikat Gabriel ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Desember 2019 (Selasa Sore)
    ... telah berfirman siapakah yang tidak bernubuat Suara singa mengaum firman nubuat adalah firman Allah yang mengungkapkan segala sesuatu yang belum terjadi tetapi pasti akan terjadi terutama tentang dua hal yaitu Tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai. Sekaligus tentang ...
  • Ibadah Natal Mojoagung, 14 Desember 2012 (Jumat Sore)
    ... kelahiran baru dengan 'logos' Firman pengajaran benar . Yohanes Pada mulanya adalah Firman Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita dan kita telah melihat kemuliaan-Nya yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa penuh kasih karunia dan ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Februari 2022 (Sabtu Sore)
    ... melayani Tuhan ibadah pelayanan kita harus meningkat sampai menyembah Yesus. Kalau tidak memuncak ibadah pelayanan kita akan menjadi buta gelap gulita. Artinya hidup dalam kegelapan dosa dan puncaknya dosa. Kemudian hidup dalam ketakutan--tidak ada damai-- dan akhirnya jatuh ke dalam lobang yang dalam--bergaul dengan roh jahat dan najis. Ibadah pelayanan yang ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.