English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 19 September 2010 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 25:14-30 merupakan perumpamaan tentang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Maret 2015 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat sore, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 02 Juni 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Raya Surabaya,28 Januari 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 17 Juni 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:13-15a
7:13 Dan seorang...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 13 Juli 2011 (Rabu Dini Hari)
Keluaran 25:37
25:37 Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Maret 2011 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 7: 12-14
7:12. "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah...

Ibadah Paskah Blitar, 23 April 2010 (Jumat Sore)
Markus 13: 29
13:29 Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 19 November 2013 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 1 memuat dua rencana besar,...

Ibadah Doa Malang, 13 April 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang...

Ibadah Kaum Muda Malang, 24 Januari 2009 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Markus 12:38-40 dalam susunan Tabernakel...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 November 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Doa Malang, 12 Januari 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang jemaat Laodikia, sekarang menunjuk jemaat akhir...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2008 (Senin Sore)
Matius 24: 26-31 -> nubuat ke-5 yaitu tentang kedatangan Yesus yang kedua kali.

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Agustus 2017 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di Toraja III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema:...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 04 Januari 2019 (Jumat Sore)

Wahyu 8: 12
8:12. Lalu malaikat yang keempat meniup sangkakalanya dan terpukullah sepertiga dari matahari dan sepertiga dari bulan dan sepertiga dari bintang-bintang, sehingga sepertiga dari padanya menjadi gelap dan sepertiga dari siang hari a terang dan demikian juga malam hari.

Ini adalah peniupan SANGKAKALA KEEMPAT; penghukuman yang keempat dari Anak Allah atas dunia dan segala isinya.
Akibatnya: sepertiga matahari, bulan, dan bintang menjadi gelap. Artinya: HIDUP DALAM KEGELAPAN; sama dengan tidak menjadi saksi Tuhan tetapi batu sandungan.

Yohanes 11: 10
11:10. Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya."

'terang tidak ada di dalam dirinya'= hidup dalam kegelapan.
Praktik menjadi batu sandungan: gampang tersandung, tersinggung, dan menjadi sandungan bagi orang lain.

Matius 18: 6
18:6. "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

'menyesatkan'= menjadi batu sandungan.
Kalau tidak mau menjadi saksi, pasti menjadi sandungan. Pilih salah satu!
Orang yang menjadi batu sandungan, LEHERNYA BAGAIKAN DIIKAT DENGAN BATU KILANGAN dan ditenggelamkan ke dalam laut.
Artinya:

  • Mengalami penderitaan lahir dan batin; letih lesu, beban berat, susah payah, dan air mata.
  • Batu kilangan digunakan untuk menghaluskan gandum menjadi tepung dan lain-lain--untuk makanan; bicara tentang ekonomi--= mengalami kesulitan ekonomi dan masalah yang mustahil.


  • Gagal dan tidak indah hidupnya.
  • Ditenggelamkan ke dalam laut berarti sama dengan Babel, artinya: tenggelam di dalam dosa-dosa Babel yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan, nikah yang salah), sampai tenggelam di dalam lautan api dan belerang.
    Wahyu 18: 21
    18:21. Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.

Ini akibatnya kalau sepertiga matahari, bulan, dan bintang menjadi gelap--hidup dalam kegelapan--, yaitu bukan menjadi saksi Tuhan, tetapi batu sandungan.

Jalan keluarnya: kita harus banyak menyembah Tuhan, supaya tidak menjadi batu sandungan.
Amsal 3: 3
3:3. Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,

Leher jangan diikat dengan batu kilangan, tetapi kasih setia Tuhan, itulah doa penyembahan--leher menunjuk pada doa penyembahan.
Kalau kita menyembah Tuhan, berarti LEHER DIKALUNGI KASIH SETIA TUHAN.

Tinggal pilih, leher digantungi batu kilangan atau kasih setia Tuhan!
Biarlah malam ini kita memilih yang tepat. Selama tahun 2018 mungkin kita seperti dikalungi batu kilangan, hidup terasa berat, tidak ada enaknya dan sebagainya, mari lewat kesempatan pertama di tahun 2019 kita berdoa menyembah Tuhan, supaya kita dikalungi kasih setia Tuhan. Serahkan batu kilangan--hati yang keras--kepada Tuhan lewat doa penyembahan, supaya kita dikalungi kasih setia Tuhan.

Hasilnya--belajar dari Yesus yang berdoa di atas gunung--:

  1. Lukas 9: 28, 33
    9:28. Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
    9:33. Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru,
    betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.

    Hasil pertama: mengalami kebahagiaan sorga; kebahagiaan yang tidak bisa diukur, dan tidak bisa dihalangi oleh penderitaan--di atas gunung dingin, tidak ada makanan tetapi bahagia--, keadaan dunia dan lain-lain.

    Dari mana kebahagiaan sorga? Dalam doa penyembahan, kasih setia Tuhan lewat kurban Kristus sanggup menebus kehidupan kita--mengampuni segala dosa kita, dan melepaskan kita dari dosa-dosa sampai puncaknya dosa; kita mengaku dosa, diampuni, bertobat, dan tidak berbuat dosa lagi, sehingga kita bisa hidup benar dan suci. Penebusan dosa adalah sumber kebahagiaan.

    Penebusan sama dengan TERANG BULAN; kita mengalami sinar bulan sehingga kita hidup benar dan suci.
    Wahyu 12: 1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Sekalipun nanti sepertiga bulan menjadi gelap, kita tetap ada cahaya bulan, itulah cahaya penebusan.
    Mazmur 32: 1-2
    32:1. Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!
    32:2. Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!

    Kaya atau miskin, sehat atau sakit kalau ada dosa, pasti menderita. Tetapi kalau dosa ditutup--mengalami sinar bulan--kita akan berbahagia. Begitu ada dosa kita akan langsung lemas; tidak bahagia.
    Serahkan dosa-dosa kepada Tuhan! Selesaikan semua!


  2. Lukas 9: 35
    9:35. Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia."

    Hasil kedua: doa penyembahan ada kaitan dengan pilihan; kasih setia/kurban Kristus sanggup meneguhkan panggilan dan pilihan Tuhan atas hidup kita--mengalami SINAR BINTANG--, sehingga kita menjadi imam-imam dan raja-raja yang tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan sampai garis akhir. Kita menjadi bintang-bintang yang bercahaya--yang belum melayani, diangkat Tuhan, yang sudah melayani semakin diteguhkan.

    Biar kesempatan ini kita tetap beribadah melayani Tuhan. Pertahankan jubah!
    Setiap kali kita merasa tidak mampu, mari naik gunung penyembahan. Kalau tidak, akan langsung digantungi batu kilangan, mulai tersandung, tidak mau lagi melayani dan sebagainya. Kalau sudah tidak kuat, cepat naik ke gunung, supaya kita dikalungi kasih setia Tuhan, sehingga kita mengalami kekuatan sinar bintang. Kita tetap menjadi bintang bercahaya sampai Tuhan datang, dan semua akan menjadi indah pada waktunya. Yakinlah!

    Yang belum melayani, naik ke gunung juga sampai diangkat menjadi imam dan raja. Yang sudah melayani, semakin diteguhkan.
    Kalau sudah digerakkan Tuhan untuk melayani, segera layani, kalau tidak, akan diserobot oleh setan, dan kita tidak akan pernah melayani selama-lamanya.
    Menyembah, apapun keadaan kita malam ini!

    Tadi, ada ikatan dosa, membuat kita tidak bahagia, naik ke gunung sampai mengalami kebahagiaan.
    Kemudian kalau kita mempertahankan jubah--tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan--semua akan menjadi bahagia, berhasil, dan indah pada waktunya. Tuhan akan memberikan kekuatan kepada kita.


  3. Lukas 9: 29
    9:29. Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.

    Hasil ketiga: kasih setia Tuhan sanggup untuk mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus; kita mengalami SINAR MATAHARI--sinar kemuliaan.

    Nanti sepertiga matahari, bulan, dan bintang menjadi gelap; banyak yang menjadi batu sandungan dan tersandung. Karena itu mulai sekarang kita harus banyak menyembah, supaya mengalami kasih setia Tuhan: terang bulan--penebusan sehingga kita hidup benar dan suci; bahagia--, terang bintang--meneguhkan panggilan dan pilihan; kita tetap menjadi bintang bercahaya sampai Tuhan datang, semua berhasil dan indah--, dan terang matahari--mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Ini adalah mujizat terbesar, mulai dari wajah--tadi wajah Yesus berubah di atas gunung.
    Yang bersama Yesus di gunung adalah Musa dan Elia. Masing-masing mengalami keubahan wajah.

    Dulu wajah Elia sempat pucat--takut pada Izebel, sampai putus asa. Mungkin hari-hari ini kita dalam ketakutan, kekuatiran sampai kecewa, putus, bahkan minta mati seperti Elia--minta mati berarti meninggalkan Tuhan.
    Malam ini disinari, sehingga kita kembali kuat teguh hati; wajah berseri; tetap percaya dan berharap Tuhan. Jangan tinggalkan Tuhan!

    Wajah Musa muram, hatinya panas saat menghadapi umat Israel, sampai terakhir soal air minum. Orang Israel mau melempari dia dengan batu. Tuhan berkata kepada Musa: Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya. Tetapi Musa marah, panas hati akibat ulah jemaat--Musa berwajah muram--, sehingga ia tidak taat kepada Tuhan.
    Mungkin dalam nikah, pekerjaan, atau apa saja kita marah sampai tidak taat. Biarlah diubahkan malam ini jadi taat dengar-dengaran.

    Begitu kuat teguh hati, wajah Elia berseri lagi; begitu Musa taat, wajahnya kembali berseri.
    Wajah apa saja malam ini, diubahkan menjadi berseri. Ini adalah mujizat terbesar.
    Yang putus asa, kembali percaya dan berharap Tuhan; berseru dan berserah kepada Tuhan.
    Yang sudah melawan Tuhan karena emosi dan lain-lain, kembali taat dengar-dengaran.

    Percaya dan taat sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan mujizat-mujizat jasmani pasti terjadi malam ini--seperti Musa yang bisa menginjakkan kaki di Kanaan--: yang mustahil menjadi tidak mustahil--Musa sudah divonis tidak boleh masuk Kanaan karena tidak taat, tetapi lewat penyembahan dia bisa taat kembali.

    Apapun kelemahan kita, selama masih bisa naik ke atas gunung--berserah dan berseru kepada Tuhan--mujizat jasmani akan terjadi.
    Tuhan sanggup menolong kita.

    Sampai kalau Yesus datang kedua kali, kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya. Kita bersama Dia selamanya.

Apa keadaan dan kelemahan kita? Tidak bahagia, belum melayani atau sudah malas melayani? Naik ke gunung, kembali melayani--kembali menjadi bintang bercahaya--, supaya semua bahagia dan indah.
Daging kita masih bersuara, wajah belum berseri tetapi takut, muram dan sebagainya, biarlah malam ini menjadi wajah berseri. Kita hanya percaya dan berharap Tuhan; berserah dan berseru kepada-Nya. Mujizat-mujizat akan terjadi sampai kesempurnaan.

Bawa kelemahan kita! Kita pulang dengan bahagia, indah, kembali semangat, wajah berseri, dan mujizat-mujizat pasti terjadi.
Jangan putus asa atau bangga dengan sesuatu! Sembahlah Tuhan!

Serahkan semua kepada Dia! Naik gunung apapun yang kita hadapi: tidak bahagia, berbeban berat, banyak dosa-dosa. Sudah lemah, tidak bersemangat/berkobar lagi dalam ibadah, hidup tidak indah, mari kembali setia berkobar.
Banyak masalah yang mustahil--wajah muram, pucat, ketakutan, kekuatiran--, serahkan semua.

Kita percaya-berharap Dia dan taat kepada Dia; kita mengulurkan tangan kepada Dia, dan mujizat pasti terjadi.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 02-04 April 2019
    (Ibadah Persekutuan di Surabaya)

  • 30 April 2019 - 02 Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan di Malaka)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Malaka, Malaysia)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top