English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Ucapan Syukur Surabaya, 28 Desember 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Malang, 03 Februari 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada masa kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Ay. 29, terjadi...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 Oktober 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12 terkena pada pintu tirai, penyaliban daging supaya...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 16 Maret 2018 (Jumat Malam)
Bilangan 19:1-22 => air pentahiran
19:1. TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun:
19:2. "Inilah ketetapan hukum yang diperintahkan TUHAN dengan...

Ibadah Raya Malang, 20 September 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 tentang sidang jemaat di Filadelfia.
Wahyu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 November 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8a
4:8 Dan keempat makhluk itu...

Ibadah Raya Malang, 19 Juni 2011 (Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK.

Markus 10:13-16
10:13. Lalu orang membawa...

Ibadah Doa Malang, 04 Oktober 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8 dan 9 dalam susunana Tabernakel...

Ibadah Doa Malang, 20 September 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:32
25:32 Enam cabang...

Ibadah Doa Malang, 07 Oktober 2014 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Doa Malang, 14 Desember 2017 (Kamis Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Raya Surabaya, 14 Februari 2010 (Minggu Sore)
Matius 24: 51b
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kemunafikan.
Kita harus berjaga-jaga sebab...

Ibadah Persekutuan Papua II, 03 Maret 2010 (Rabu Pagi)
Ibrani 4: 12-14
= makanan Firman Tuhan yang bisa dimakan sampai hidup kita bisa...

Ibadah Doa Malang, 03 Maret 2015 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session 3

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 19 Maret 2011 (Sabtu Sore)
Hal ke-6 yang kena mengena dengan sengsara Yesus: sengsara salib mengenai kematian-Nya

Markus 15:38
15:38 Ketika itu...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 06 September 2017 (Rabu Sore)

Pembicara: Juli

Pertama-tama saya mengucapkan selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera dan bahagia dari Tuhan dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian. Saya berdiri di tempat ini bukan karena saya mampu, tetapi ini adalah kemurahan dari Tuhan.

Yohanes 8: 51
8:51. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."

'menuruti firman-Ku'= melakukan firman Tuhan/taat dengar-dengaran pada firman Tuhan/suara Tuhan.
'tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya'= istilah 'selama-lamanya' artinya kehidupan kita di dunia ini sampai hidup kekal; maut tidak berkuasa atas hidup kita kalau kita bisa menuruti firman Tuhan--maut ini membawa pada kebinasaan. Berarti hidup kita tidak mengalami kebinasaan, tetapi kerajaan sorga menjadi bagian dari kita.

Untuk taat memang menderita, dibutuhkan pengorbanan, tetapi harus kita lakukan supaya kita mendapatkan hidup yang kekal. Tanpa melakukan firman Tuhan, kita akan binasa. Kita memang banyak ditandai kelemahan, tetapi biarlah kita sungguh-sungguh untuk bisa taat pada Tuhan.

Banyak contoh di alkitab kehidupan yang taat pada Tuhan dan mereka dipelihara, dilindungi, dan diberkati, sampai mendapat hidup yang kekal.
Tetapi apa yang membuat kita tidak bisa taat pada firman Allah?

  1. Yang pertama: kita belajar dari Adam dan Hawa.
    Adam dan Hawa tidak taat karena mendengar suara ular--suara asing/ajaran palsu.
    Ajaran palsu= ajaran yang tidak sesuai dengan firman Tuhan.

    Kejadian 2: 16-17
    2:16. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
    2:17. tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

    Adam dan Hawa sudah tahu kalau makan buah yang dilarang Tuhan, mereka akan mati. Tetapi karena mereka mendengar suara ular, mereka tidak bisa taat dengar-dengaran.

    Kejadian 3: 1-3
    3:1. Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
    3:2. Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini
    boleh kami makan,
    3:3. tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan
    ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

    Tadi, Tuhan katakan: boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi ular berkata: jangan kamu makan buahnya, bukan?
    Inilah suara asing!

    Kalau sudah mendengar suara asing, perkataannya tidak sesuai dengan firman lagi; di ayat 2-3, Hawa menambah dan mengurangi firman Tuhan. Begitu juga dengan kita, kalau kita sudah mendengar suara asing, kita akan menambah dan mengurangi firman Tuhan.

    Oleh karena itu, jangan memberikan kesempatan untuk mendengar suara asing!
    Kalau kita baca selanjutnya, dari suasana Taman Eden yang penuh kebahagiaan, Adam dan Hawa diusir ke dalam dunia yang penuh kutukan. Demikian juga dengan kita, kalau kita memberikan kesempatan untuk mendengar suara asing, kita akan berpindah dari suasana Taman Eden ke suasana kutukan; hidup menjadi letih lesu dan berbeban berat, tidak ada ketenangan dan kedamaian.

    Mari kita periksa, kalau hidup kita berletih lesu dan berbeban berat, apakah kita menerima firman pengajaran yang benar atau memberikan kesempatan untuk mendengar ajaran palsu? Ini jadi koreksi kita malam ini, biarlah kita tetap mendengar firman Tuhan sampai menurutinya.

    Mengapa Adam dan Hawa--sekarang kehidupan kita--bisa disesatkan oleh ajaran palsu?
    2 Korintus 11: 3-4
    11:3. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
    11:4. Sebab
    kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

    'dengan kelicikannya'= ular menggunakan kelicikannya untuk menyesatkan kita.
    'kamu sabar saja'= ini yang membuat Adam dan Hawa tersesat, yaitu tidak ada ketegasan untuk menolak firman yang salah/ajaran palsu, dan tidak ada ketegasan untuk berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar.

    Demikian juga dengan kita, kalau kita selalu sabar saja, tidak ada ketegasan untuk berpegang teguh pada pengajaran yang benar, dan menolak yang salah, satu saat pasti akan tersesat seperti Adam dan Hawa.

    Inilah yang pertama yang membuat kita tidak bisa taat pada firman, yaitu karena mendengarkan suara asing. Jangan sekali-kali memberikan kesempatan dan jangan merasa hebat/mampu, karena di Matius 24 dikatakan empat kali penyesatan, sampai menyesatkan orang-orang pilihan; kalau di kitab Wahyu disebutkan: menyeret sepertiga bintang di langit. Kalau memberikan kesempatan pada ular, kita akan tersesat dan berpindah dari suasana Taman Eden ke suasana kutukan.

    Kalau kita tetap berpegang pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran, kita akan tetap bersuasana Taman Eden: dalam kebahagiaan dan damai sejahtera.


  2. Yang kedua: kekuatiran.
    Kekuatiran ini juga membuat kita tidak bisa taat pada Tuhan, dan tidak bisa setia dalam ibadah pelayanan.
    Apa yang sering kita kuatirkan dalam hidup kita? Di dalam Matius 6: kuatir akan apa yang kita pakai, minum dan makan. Ini menunjuk pada kekuatiran akan kebutuhan sehari-hari.

    Matius 6: 32-34
    6:32. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
    6:33. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
    6:34. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

    'dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah'= orang yang kuatir sama dengan orang yang tidak mengenal Allah.
    Kalau ada kekuatiran, kita tidak akan bisa mencari kerajaan Allah dan kebenarannya (tidak bisa mencari firman pengajaran yang benar, dan tidak bisa melakukan firman pengajaran yang benar).

    Yohanes 17: 17
    17:17. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

    Oleh sebab itu, apa yang jadi kebutuhan kita, serahkan pada Tuhan! Tidak perlu kuatir, karena Bapa di sorga tahu apa yang jadi kebutuhan kita.

    Contoh orang yang tidak taat dengar-dengaran karena kekuatiran: seorang muda yang kaya.
    Matius 19: 16-22
    19:16. Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
    19:17. Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."
    19:18. Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
    19:19. hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
    19:20. Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?"
    19:21. Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
    19:22. Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

    Ayat 16= tadi di Yohanes 8: 51 dikatakan: kita harus taat dengar-dengaran untuk memperoleh hidup yang kekal. Tetapi di ayat-ayat selanjutnya, pemuda ini tidak taat.

    Kekuatiran akan hidup sehari-hari membuat orang muda ini tidak bisa taat dengar-dengaran; sudah berbuat baik, tetapi ada kekuatiran akan hidupnya. Kalau ada kekuatiran, tidak akan bisa taat.

    Oleh sebab itu biarlah kehidupan kita tidak ada kekuatiran dalam mengikut dan melayani Tuhan, supaya kita beroleh hidup yang kekal.
    Harta di dunia jangan membuat kita jauh dari Tuhan--orang muda ini pergi dengan sedih. Biarlah harta di dunia kita pakai untuk lebih mendekat pada Tuhan; kita pakai untuk pelayanan kepada Tuhan.

    1 Korintus 15: 58
    15:58. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

    Apa yang kita korbankan kepada Tuhan: uang, tenaga, semuanya tidak akan sia-sia.

    Berbeda dengan janda Sarfat yang hidupnya berkekurangan, tetapi bisa taat dengar-dengaran kepada nabi Elia; ia bisa berkorban.

    Jadi, untuk bisa taat atau berkorban tidak ditentukan dari keadaan kita berkelimpahan atau berkekurangan, tetapi ditentukan dari ada kekuatiran atau tidak. Kalau tidak ada kekuatiran, pasti bisa taat dan berkorban untuk Tuhan. Kalau taat, kita akan diberkati, dilindungi dan dipelihara oleh Tuhan.


  3. Yang ketiga: rasa takut yaitu takut pada penderitaan.
    Ini yang membuat kita tidak bisa taat pada Tuhan.

    Dua contoh yang kita pelajari pada malam hari ini:


    1. Yunus.
      Yunus tidak taat dengar-dengaran pada firman Tuhan karena takut menghadapi Niniwe-orang-orang yang jahat.
      Yunus 1: 2
      1:2. "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku."

      Yunus takut sehingga ia pergi ke Tarsis karena takut ke Niniwe. Kenapa tidak bisa taat? Karena rasa takut akan penderitaan. Ini juga membuat kita tidak bisa taat dengar-dengaran pada perintah Tuhan.

      Dan apa yang terjadi? Yunus diperhadapkan pada maut; berada di perut ikan selama tiga hari tiga malam. Tetapi syukur, ia masih bisa ditolong oleh Tuhan.

      Demikian juga malam ini, mungkin kita takut pada penderitaan dalam pengikutan dan pelayanan kepada Tuhan, tetapi kita serahkan semua pada Tuhan, supaya Ia menolong dan memberikan kekuatan kepada kita.


    2. Petrus.
      Petrus juga takut pada penderitaan. Petrus gambaran dari hamba/pelayan Tuhan yang hebat, tetapi masih takut pada penderitaan, apalagi kehidupan kita yang hadir pada malam hari ini. Kita sering takut pada penderitaan sehingga tidak bisa taat dengar-dengaran pada firman Tuhan.

      Petrus bukan hanya tidak taat, tetapi sampai menyangkal Yesus.


    Di Taman Getsemani, Yesus juga takut pada penderitaan, tetapi Ia berkata: Bukan kehendak-Ku yang jadi melainkan kehendak-Mu.

    Ini yang kita pegang pada malam hari ini, yaitu biar kehendak Tuhan yang jadi, dan pasti kita kuat. Dulu Yesus kuat dan taat sampai mati di kayu salib, sekarang kita taat sampai daging tidak bersuara.
    Sekalipun ada penyesatan, kita tetap taat; sekalipun ada kekuatiran, kita tetap taat; sekalipun ada ketakutan, kita tetap taat dengar-dengaran pada firman Tuhan.

    Filipi 2: 8-11
    2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
    2:10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
    2:11. dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

    Kalau kita taat sampai daging tidak bersuara, kita akan mendapatkan kuasa nama Yesus yang memberikan kemenangan dalam hidup kita.

    Roma 8: 18
    8:18. Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

    Biar ini jadi pegangan kita, sehingga apapun yang terjadi kita tetap kuat teguh hati; tidak pernah kecewa dan tinggalkan Tuhan.
    Serahkan penderitaan kita pada Tuhan! Kita akan menerima kemuliaan dari Tuhan, sampai Ia mengubahkan kita menjadi mempelai wanita-Nya. Inilah kemuliaan yang akan Tuhan berikan kepada kita, tidak sebanding dengan penderitaan kita sekarang: mengalami sakit, dalam kemerosotan, kekurangan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top